INDIKASIINDIKASI
Efektif untuk mengatasi gejala akut tukak duodenum dan mempercepat penyembuhannya. Efektif untuk mengatasi gejala akut tukak duodenum dan mempercepat penyembuhannya. Selain itu, juga efektif untuk mengatasi gejala dan mempercepat penyembuhan tukak Selain itu, juga efektif untuk mengatasi gejala dan mempercepat penyembuhan tukak lambung. Dapat pula untuk gangguan refluks lambung-esofagus.
lambung. Dapat pula untuk gangguan refluks lambung-esofagus.
Untuk melakukan pencegahan digunakan dosis yang lebih kecil, sedangkan untuk mencegah Untuk melakukan pencegahan digunakan dosis yang lebih kecil, sedangkan untuk mencegah kekambuhkan dosis nya setengah.
kekambuhkan dosis nya setengah.
EFEK SAMPINGEFEK SAMPING
Efek sampingnya rendah, yaitu penghambatan terhadap resptor H2, seperti nyeri kepala, Efek sampingnya rendah, yaitu penghambatan terhadap resptor H2, seperti nyeri kepala, pusing, malaise, mialgia,
pusing, malaise, mialgia, mual, diare, konstipasi, mual, diare, konstipasi, ruam, kulit, pruritus, ruam, kulit, pruritus, kehilangan libido dankehilangan libido dan impoten.
impoten.
2.
2. FF AAMMOTIOTI DDII N N
FARMAKODINAMIKFARMAKODINAMIK
Famotidin merupakan AH2 sehingga dapat menghambat sekresi asam lambung pada Famotidin merupakan AH2 sehingga dapat menghambat sekresi asam lambung pada keadaan basal, malam, dan
keadaan basal, malam, dan akibat distimulasi oleh pentagastrin. Famotidin 3 kali lebih potenakibat distimulasi oleh pentagastrin. Famotidin 3 kali lebih poten daripada ramitidin dan 20 kali lebih poten daripada simetidin.
daripada ramitidin dan 20 kali lebih poten daripada simetidin.
FARMAKOKINETIKFARMAKOKINETIK
Famotidin mencapai kadar puncak di plasma kira kira dalam 2 jam setelah penggunaan Famotidin mencapai kadar puncak di plasma kira kira dalam 2 jam setelah penggunaan secara oral, masa paruh eliminasi 3-8
secara oral, masa paruh eliminasi 3-8 jam. Metabolit utama adalah famotidin-S-oksida. Padajam. Metabolit utama adalah famotidin-S-oksida. Pada pasien gagal ginjal berat masa paruh eliminasi dapat melibihi 20 jam.
pasien gagal ginjal berat masa paruh eliminasi dapat melibihi 20 jam.
INDIKASIINDIKASI
Efektifitas Obat ini untuk tukak duodenum dan tukak lambung, refluks esofagitis, dan untuk Efektifitas Obat ini untuk tukak duodenum dan tukak lambung, refluks esofagitis, dan untuk pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison.
pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison.
EFEK SAMPINGEFEK SAMPING
Efek samping ringan dan jarang terjadi, seperti sakit kepala, pusing, konstipasi dan diare, Efek samping ringan dan jarang terjadi, seperti sakit kepala, pusing, konstipasi dan diare, dan tidak menimbulkan efek antiandrogenik.
dan tidak menimbulkan efek antiandrogenik.
3.
3. NINI ZATZATII DDII NN
FARMAKODINAMIKFARMAKODINAMIK
Potensi nizatin daam menghambat sekresi asam lambung. Potensi nizatin daam menghambat sekresi asam lambung.
FARMAKOKINETIKFARMAKOKINETIK
Kadar puncak dalam serum setelah pemberian oral dicapai dalam 1 jam, masa paruh plasma Kadar puncak dalam serum setelah pemberian oral dicapai dalam 1 jam, masa paruh plasma sekitar 1,5 jam dan lama kerja sampai d
INDIKASIINDIKASI
Efektifitas untuk tukak duodenum diberikan satu atau dua kali sehari selama 8 minggu, tukak Efektifitas untuk tukak duodenum diberikan satu atau dua kali sehari selama 8 minggu, tukak lambung, refluks esofagitis, sindrom Zollinger-Ellion.
lambung, refluks esofagitis, sindrom Zollinger-Ellion.
Kontraindikasi : Kehamilan & Ibu menyusuiKontraindikasi : Kehamilan & Ibu menyusui
EFEK SAMPINGEFEK SAMPING
Efek samping ringan saluran cerna dapat terjadi, dan tidak memiliki efek antiandrogenik. Efek samping ringan saluran cerna dapat terjadi, dan tidak memiliki efek antiandrogenik.
2.2. Memahami dan Menjelaskan Kortikosteroid 2.2. Memahami dan Menjelaskan Kortikosteroid
Kortikosteroid adalah hormon kelas steroid yang dihasilkan di korteks adrenal. Kortikosteroid adalah hormon kelas steroid yang dihasilkan di korteks adrenal. Kortikosteroid terlibat dalam berbagai sistem fisiologis seperti respon stres, respon imun dan Kortikosteroid terlibat dalam berbagai sistem fisiologis seperti respon stres, respon imun dan regulasi inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah, dan regulasi inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah, dan tingkah laku.Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein. Molekul tingkah laku.Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein. Molekul hormon memasuki sel melewati membran plasma secara difusi pasif.
hormon memasuki sel melewati membran plasma secara difusi pasif.
FARMAKODINAMIKFARMAKODINAMIK
-- Kortikosteroid mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.selain itu jugaKortikosteroid mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.selain itu juga mempengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, ginjal, otot lurik, sistem saraf dan organ lain. mempengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, ginjal, otot lurik, sistem saraf dan organ lain. -- Dalam klinik umumnya kortikosteroid dibedakan menjadi dua golongan besar yaituDalam klinik umumnya kortikosteroid dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu
glukokortikoid dan mineralokortikoid. glukokortikoid dan mineralokortikoid.
Efek utama glukokortikoid ialah pada penyimpanan glikogen hepar dan efek anti-Efek utama glukokortikoid ialah pada penyimpanan glikogen hepar dan efek anti-inflamasi, sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air dan elektrolit kecil. inflamasi, sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air dan elektrolit kecil. Contohnya adalah kortisol.
Contohnya adalah kortisol.
Efek pada mineralokortikoid ialah terhadap keseimbangan air dan elektrolit,Efek pada mineralokortikoid ialah terhadap keseimbangan air dan elektrolit, sedangkan pengaruhnya pada penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. Contohnya sedangkan pengaruhnya pada penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. Contohnya adalah aldosteron atau desoksikortikosteron.
adalah aldosteron atau desoksikortikosteron.
-- Sediaan kortikosteroid dapat dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan massa kerjanya.Sediaan kortikosteroid dapat dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan massa kerjanya.
Sediaan kerja singkat mempunyai masa paruh biologis kurang dari 12 jam.Sediaan kerja singkat mempunyai masa paruh biologis kurang dari 12 jam.
Sediaan kerja sedang mempunyai masa paruh biologis antara 12-36 jam.Sediaan kerja sedang mempunyai masa paruh biologis antara 12-36 jam.
Sediaan kerja lama mempunyai masa paruh biologis lebih dari 36 jam.Sediaan kerja lama mempunyai masa paruh biologis lebih dari 36 jam.
- Efek kortikosteroid kebanyakan berhubungan dengan besarnya dosis, makin besar dosis, - Efek kortikosteroid kebanyakan berhubungan dengan besarnya dosis, makin besar dosis, makin besar dosis terapi makin besar efek yang didapat. Mekanismenya adalah melalui makin besar dosis terapi makin besar efek yang didapat. Mekanismenya adalah melalui pengaruh steroid
pengaruh steroid terhadap pembentukan protein yang terhadap pembentukan protein yang mengubah respons jaringan mengubah respons jaringan terhadapterhadap hormon lain.
hormon lain.
FARMAKOKINETIKFARMAKOKINETIK
Perubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mulai kerja danPerubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mulai kerja dan lama kerja karena juga mempengaruhi afinitas terhadap reseptor dan ikatan protein. lama kerja karena juga mempengaruhi afinitas terhadap reseptor dan ikatan protein.
Kortisol dan analog sintetiknya pada pemberian oral diabsorpsi cukup baik. UntukKortisol dan analog sintetiknya pada pemberian oral diabsorpsi cukup baik. Untuk mencapai kadar tinggi sebaiknya diberikan secara IV, untuk mendapatkan
mencapai kadar tinggi sebaiknya diberikan secara IV, untuk mendapatkan efek yang lamaefek yang lama kortisol dan esternya diberikan secara IM. Perubahan struktur kimia sangat kortisol dan esternya diberikan secara IM. Perubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mula kerja dan
afinitas terhadap reseptor, dan ikatan protein. Prednison adalah prodrug yang dengan afinitas terhadap reseptor, dan ikatan protein. Prednison adalah prodrug yang dengan cepat diubah menjadi prednisolon bentuk aktifnya dalam tubuh.
cepat diubah menjadi prednisolon bentuk aktifnya dalam tubuh.
Glukokortikoid dapat di absorpsi melalui kulit, sakus konjungtiva dan Glukokortikoid dapat di absorpsi melalui kulit, sakus konjungtiva dan ruangruang
sinovial. Penggunaan jangka panjang atau pada daerah kulit yang luas dapatsinovial. Penggunaan jangka panjang atau pada daerah kulit yang luas dapat
menyebabkan efek sistematik, antara lain supresi korteks adrenal.menyebabkan efek sistematik, antara lain supresi korteks adrenal.
INDIKASIINDIKASI
Dari pengalaman klinis diajukan 6 prinsip yan
Dari pengalaman klinis diajukan 6 prinsip yang harus diperhatikan sebelum obat inig harus diperhatikan sebelum obat ini digunakan :
digunakan : 1.
1. Untuk tiap penyakit pada tiap Untuk tiap penyakit pada tiap pasien, dosis efektif harus ditetapkan dengan trial danpasien, dosis efektif harus ditetapkan dengan trial dan error dan harus di evaluasi dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan penyakit. error dan harus di evaluasi dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan penyakit. 2.
2. Suatu dosis tunggal besar kortikosteroid umumnya tidak berbahaya.Suatu dosis tunggal besar kortikosteroid umumnya tidak berbahaya. 3.
3. Penggunaan kortikosteroid untuk beberapa hari tanpa adanya kontraindikasi spesifik,Penggunaan kortikosteroid untuk beberapa hari tanpa adanya kontraindikasi spesifik, tidak membahayakan kecuali dengan dosis sangat besar.
tidak membahayakan kecuali dengan dosis sangat besar. 4.
4. Bila pengobatan diperpanjang sampai 2 minggu atau lebih dari hingga dosis melebihiBila pengobatan diperpanjang sampai 2 minggu atau lebih dari hingga dosis melebihi dosis substisusi, insidens efek samping dan efek letal potensial akan bertambah.
dosis substisusi, insidens efek samping dan efek letal potensial akan bertambah. 5.
5. Kecuali untuk insufisiensi adrenal, penggunaan kortikosteroid bukan Kecuali untuk insufisiensi adrenal, penggunaan kortikosteroid bukan merupakan terapimerupakan terapi kausal ataupun kuratif tetapi hanya be
kausal ataupun kuratif tetapi hanya bersifat paliatif karena efek anti-inflamasinya.rsifat paliatif karena efek anti-inflamasinya. 6.
6. Penghentian pengobatan tiba-tiba pada terapi jangka panjang dengan dosis besar,Penghentian pengobatan tiba-tiba pada terapi jangka panjang dengan dosis besar, mempunyai risiko insufisiensi adrenal yang hebat dan dapat mengancam jiwa pasien. mempunyai risiko insufisiensi adrenal yang hebat dan dapat mengancam jiwa pasien.
EFEK SAMPINGEFEK SAMPING
Berikut efek samping kortikosteroid sistemik secara umum. Berikut efek samping kortikosteroid sistemik secara umum.
1. Saluran cerna
1. Saluran cerna Hipersekresi asam lambung, mengubah proteksi gaster,Hipersekresi asam lambung, mengubah proteksi gaster, ulkus peptikum/perforasi, pankreatitis, ileitis regional, ulkus peptikum/perforasi, pankreatitis, ileitis regional, kolitis ulseratif.
kolitis ulseratif.
2. Otot
2. Otot Hipotrofi, fibrosis, miopati panggul/bahuHipotrofi, fibrosis, miopati panggul/bahu
3. Susunan saraf pusat
3. Susunan saraf pusat Perubahan kepribadian (euforia, insomnia, gelisah,Perubahan kepribadian (euforia, insomnia, gelisah, mudah tersinggung, psikosis, paranoid, hiperkinesis, mudah tersinggung, psikosis, paranoid, hiperkinesis, kecendrungan bunuh diri), nafsu makan bertambah kecendrungan bunuh diri), nafsu makan bertambah
4. Tulang
4. Tulang Osteoporosis,fraktur, kompresi vertebra, skoliosis,Osteoporosis,fraktur, kompresi vertebra, skoliosis, fraktur tulang panjang.
fraktur tulang panjang.
5. Kulit
5. Kulit Hirsutisme, hipotropi, strie atrofise, dermatosisHirsutisme, hipotropi, strie atrofise, dermatosis akneiformis, purpura, telangiektasis
akneiformis, purpura, telangiektasis
6. Mata
6. Mata Glaukoma dan katarak subkapsular posteriorGlaukoma dan katarak subkapsular posterior
7. Darah
7. Darah Kenaikan Hb, eritrosit, leukosit dan limfositKenaikan Hb, eritrosit, leukosit dan limfosit
8. Pembuluh darah
8. Pembuluh darah Kenaikan tekanan darahKenaikan tekanan darah
9. Kelenjar 9. Kelenjar adrenal bagian adrenal bagian
Atrofi, tidak bisa melawan stres Atrofi, tidak bisa melawan stres
kortek kortek 10. Metabolisme 10. Metabolisme Protein dan Protein dan Karbohidrat Karbohidrat
Kehilangan protein (efek katabolik), hiperlipidemia,gula Kehilangan protein (efek katabolik), hiperlipidemia,gula meninggi, obesitas, buffao hump, perlemakan hati. meninggi, obesitas, buffao hump, perlemakan hati.
11. Elektrolit
11. Elektrolit Retensi Na/air, kehilangan kalium (astenia, paralisis,Retensi Na/air, kehilangan kalium (astenia, paralisis, tetani, aritmia kor)
tetani, aritmia kor)
12. Sistem 12. Sistem immunitas immunitas
Menurun, rentan terhadap infeksi, reaktivasi Tb dan Menurun, rentan terhadap infeksi, reaktivasi Tb dan herpes simplek, keganasan dapat timbul.
herpes simplek, keganasan dapat timbul.
-- Pemberian kortikosteroid jangka lama yangPemberian kortikosteroid jangka lama yang dihentikan tiba-tiba dapat menimbulkan dihentikan tiba-tiba dapat menimbulkan insifisiensi adrenal akut dengan gejala demam, insifisiensi adrenal akut dengan gejala demam, malgia, artralgia dan malaise.
malgia, artralgia dan malaise.
-- Komplikasi yang timbul akibat pengobatanKomplikasi yang timbul akibat pengobatan lama ialah gangguan cairan dan elektrolit , lama ialah gangguan cairan dan elektrolit , hiperglikemia dan glikosuria, mudah mendapat hiperglikemia dan glikosuria, mudah mendapat infeksi terutama tuberkulosis, pasien tukak infeksi terutama tuberkulosis, pasien tukak peptik
peptik mungkin mungkin dapat dapat mengalami mengalami pendarahanpendarahan atau perforasi, osteoporosis dll.
atau perforasi, osteoporosis dll.
-- Alkalosis hipokalemik jarang terjadi padaAlkalosis hipokalemik jarang terjadi pada pasien
pasien dengan dengan pengobatan pengobatan derivatderivat kortikosteroid sintetik.
kortikosteroid sintetik.
-- Tukak peptik ialah komplikasi yang kadang-Tukak peptik ialah komplikasi yang kadang-kadang terjadi pada pengobatan dengan kadang terjadi pada pengobatan dengan kortikosteroid. Sebab itu bila bila ada kortikosteroid. Sebab itu bila bila ada kecurigaan dianjurkan untuk melaakukan kecurigaan dianjurkan untuk melaakukan pemeriksaan radiologik
pemeriksaan radiologik terhadap saluran terhadap saluran cernacerna bagian atas sebelum obat
bagian atas sebelum obat diberikan.diberikan.
http://www.bmb.leeds.ac.uk/teaching/icu3/lecture/24/image82.gif
http://www.bmb.leeds.ac.uk/teaching/icu3/lecture/24/image82.gif
KLASIFIKASI OBAT KORTIKOSTEROIDKLASIFIKASI OBAT KORTIKOSTEROID
Masa
Masa bekerja bekerja Nama Nama obatobat
Short Acting (8-12 hours)
Short Acting (8-12 hours) -- CortisoneCortisone
33 |P a g e
Intermediate Acting (18-36 hours) - Prednisolone
- Triamcinolone
- Methylprednisolone
- Fludrocortisone Long Acting (36-54 hours) - Dexamethasone
- Betamethasone Short Acting
1. Cortisone
Cortisone adalah jenis steroid yang diproduksi secara alami oleh kelenjar dalam tubuh yang disebut kelenjar adrenal. Cortisone berfungsi untuk meredakan inflamasi. Efek samping yang biasa ditimbulkan adalah rasa nyeri.
2. Hydrocortisone
Hydrocortisone adalah kostikosteroid topical yang mempunyai efek anti-inflamasi, anti alergi dan antipruritus pada penyakit kulit. Indikasi pemberian obat ini adalah untuk penderita dermatitis atopi, dermatitis alergik, dermatitis kontak, pruritus anogenital dan neurodermatitis. Hydrocortisone tidak boleh diberikan kepada penderita yang hipersensitif, herpes simplex, varicella dan infeksi jamur. Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari obat ini adalah rasa terbakar, gatal, kekeringan, atropi kulit dan infeksi sekunder
I ntermediate Acting
1. Prednisolone
Prednisolone diberikan untuk pasien penekanan jangka pendek peradangan pada gangguan alergi dan pengobatan jangka pendek peradangan pada mata . Efek samping yang ditimbulkan adalah mual, dyspepsia, malaise, cegukan, reaksi hipersensitifitas termasuk anafilaksis, dll.
2. Triamcinolone
Triamcinolone mempunyai efek antiinflamasi dan pembentukan glikogen yang lebih besar, dan berkurangnya efek samping retensi garam. Efek samping yang dapat timbul adalah fraktur spontan, ulkus peptik/tukak lambung, perubahan cushingoid , purpura, flushing, sering berkeringat, jerawat, striae, hirsutisme, vertigo, sakit kepala, tromboembolisme, nekrosis aseptik, pangkreatitis akut, kelemahan otot, esofagitis ulseratif, peningkatan tekanan intrakranial, papiledema, katarak subkapsular.
3. Methylprednisolone
Methylprednisolone adalah suatu obat glukokortikoid alamiah (memiliki sifat menahan garam ( salt retaining properties)), digunakan sebagai terapi pengganti pada defisiensi adrenokortikal. Methylprednisolone dikontraindikasikan pada infeksi jamur sistemik dan pasien yang hipersentitif terhadap komponen obat.
34 |P a g e
4. Fludrocortisone
Fludrocortisone merupakan mineralokortikoid yang paling banyak digunakan. Mempunyai aktivitas retensi garam yang kuat dan efek anti-inflamasi yang berarti walaupun digunakan dalam dosis yang sedikit.
Long Acting
1. Dexamethasone
Obat ini digunakan sebagai glucocorticoid khususnya untuk Anti inflamasi, Pengobatan rematik arthritis, dan penyakit kolagen lainnya, Alergi dermatitis, Penyakit kulit, dll. Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan efek katabolik steroid seperti kehabisan protein, osteoporosis, dan penghambatan pertumbuhan anak. Penimbunan garam, air dan kehilangan potassium jarang terjadi bila dibandingkan dengan glucocorticoid lainnya. Penambahan nafsu makan dan berat badan lebih sering terjadi.
2. Betamethasone
Betamethasone digunakan untuk meringankan inflamasi dari dermatosis yan responsive terhadap kortikosteroid. Penggunaan kostikosteroid topical dapat menyebabkan efek samping local seperti kulit kering, gatal-gatal, rasa terbakar, iritasi, hipopigmentasi, dermatitis alergi, dll.
LI.3 Memahami dan menjelaskan batasan berobat dalam agama Islam
Maslahah
Kitab al-Mustashfa, Imam al-Ghazali mengemukakan penjelasan tentang al-maslahah yaitu: “ Pada dasarnya al-maslahah adalah suatu gambaran untuk mengabil manfaat atau menghindarkan kemudaratan, tapi bukan itu yang kami maksudkan, sebab meraih manfaat dan menghindarkan kemudaratan terseut bukanlah tujuan kemasalahatan manusia dalam mencapai maksudnya. Yang kami maksud dengan maslahah adalah memelihara tujuan syara.
Ungkapan al-Ghazali ini memberikan isyarat bahwa ada dua bentuk kemaslahatan, yaitu
Kemasalahatan menurut manusia, dan
Kemaslahatan menurut syari‟at.
Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah dikisahkan bahwa seorang Anshar terluka di perang Uhud. Rasulullah pun memanggil dua orang dokter yang ada di kota Madinah, lalu bersabda, “Obatilah dia.”
Dalam riwayat lain ada seorang sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah ada kebaikan dalam ilmu kedokteran?” Rasullah menjawab, “Ya,”
Begitu pula yang diriwayatkan dari Hilal bin Yasaf bahwa seorang lelaki menderita sakit di zaman Rasulullah. Mengetahui hal itu, beliau bersabda, “ Panggilkan dokter .” Lalu Hilal bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah dokter bisa melakukan sesuatu untuknya?” “Ya,” jawab beliau. (HR Ahmad dalam Musnad: V/371 dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf: V/21)
Hilal meriwayatkan bahwa Rasulullah mnjenguk orang sakit lalu bersabda, “ Panggilkan dokter!” kemudian ada yang bertanya, “Bahkan engkau mengatakan hal itu, wahai Rasulullah?” “Ya,” jawab beliau.
35 |P a g e
Berdasarkan pemaparan di atas, tampak jelas bagaimana Rasulullah menganjurkan kita untuk berobat dan berusaha menggunakan ilmu kedok teran yang diciptakan Allah untuk kita. Kita juga ditekankan agar tidak menyerah pada penyakit karena Rasulullah bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR Muslim (34)
dan Ahmad: II/380)
Di antaranya yang ada di Musnad Ahmad. Hadits Ziyadah bin Alaqah dari Usamah bin Syuraik menuturkan,”Aku berada bersama Nabi lalu datanglah sekelompok orang Badui dan bertanya,’Wahai Rasulullah, apakah kita boleh berobat?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya, wahai hamba Allah, berobatlah. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit kecuali Allah menciptakan
obatnya, kecuali satu macam penyakit.’ Mereka bertanya,’Apa itu?’ Rasulullah menjawab,’Penyakit tua’.”(HR Ahmad dalam Musnad : IV/278, Tirmidzi dalam Sunan (2038))
Nabi bersabda,”Setiap penyakit pasti ada obatnya. Jika obat tepat pada penyakitnya maka ia akan sembuh dengan izin Allah.” (HR Muslim: I/191)
Abu Hurairah meriwayatkan secara marfu’, “Tidaklah Allah menurunkan panyakit kecuali menurunkan obatnya.”(HR Bukhari: VII/158)
Dari Ibnu Abbas, Nabi bersabda, “ Kesembuhan ada pada tiga hal, minum madu, pisau bekam, dan sengatan api. Aku melarang umatku menyengatkan api.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dari firman Allah disini dapat dipahami: bahwasanya agama islam di bagun untuk kemaslahatan artinya : semua syari’at dalam perintah dan larangannya serta hukum-hukumnya adalah untukmashoolihi (manfaat-manfaat) dan makna masholihi adalah : jamak dari maslahat artinya : manfaat dan kebaikan.
Misal : Allah melarang minuman keras dan judi karena mudharat (bahayanya) lebih besar dari pada manfaatnya, sebagaimana dikatakan dalam QS : Al-Baqorah :219
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya “
dosa keduanya lebih besar terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi
dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: Nya kepadamu supaya
-ayat -Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat "
, ” kamu berfikir