• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. NI NI ZAT ZATII D DII N N

Dalam dokumen A15 PBL MPT S2 (Halaman 29-36)

INDIKASIINDIKASI

Efektif untuk mengatasi gejala akut tukak duodenum dan mempercepat penyembuhannya. Efektif untuk mengatasi gejala akut tukak duodenum dan mempercepat penyembuhannya. Selain itu, juga efektif untuk mengatasi gejala dan mempercepat penyembuhan tukak Selain itu, juga efektif untuk mengatasi gejala dan mempercepat penyembuhan tukak lambung. Dapat pula untuk gangguan refluks lambung-esofagus.

lambung. Dapat pula untuk gangguan refluks lambung-esofagus.

Untuk melakukan pencegahan digunakan dosis yang lebih kecil, sedangkan untuk mencegah Untuk melakukan pencegahan digunakan dosis yang lebih kecil, sedangkan untuk mencegah kekambuhkan dosis nya setengah.

kekambuhkan dosis nya setengah.

EFEK SAMPINGEFEK SAMPING

Efek sampingnya rendah, yaitu penghambatan terhadap resptor H2, seperti nyeri kepala, Efek sampingnya rendah, yaitu penghambatan terhadap resptor H2, seperti nyeri kepala,  pusing, malaise, mialgia,

 pusing, malaise, mialgia, mual, diare, konstipasi, mual, diare, konstipasi, ruam, kulit, pruritus, ruam, kulit, pruritus, kehilangan libido dankehilangan libido dan impoten.

impoten.

 2.

 2. FF AAMMOTIOTI DDII N N 

FARMAKODINAMIKFARMAKODINAMIK

Famotidin merupakan AH2 sehingga dapat menghambat sekresi asam lambung pada Famotidin merupakan AH2 sehingga dapat menghambat sekresi asam lambung pada keadaan basal, malam, dan

keadaan basal, malam, dan akibat distimulasi oleh pentagastrin. Famotidin 3 kali lebih potenakibat distimulasi oleh pentagastrin. Famotidin 3 kali lebih poten daripada ramitidin dan 20 kali lebih poten daripada simetidin.

daripada ramitidin dan 20 kali lebih poten daripada simetidin.

FARMAKOKINETIKFARMAKOKINETIK

Famotidin mencapai kadar puncak di plasma kira kira dalam 2 jam setelah penggunaan Famotidin mencapai kadar puncak di plasma kira kira dalam 2 jam setelah penggunaan secara oral, masa paruh eliminasi 3-8

secara oral, masa paruh eliminasi 3-8 jam. Metabolit utama adalah famotidin-S-oksida. Padajam. Metabolit utama adalah famotidin-S-oksida. Pada  pasien gagal ginjal berat masa paruh eliminasi dapat melibihi 20 jam.

 pasien gagal ginjal berat masa paruh eliminasi dapat melibihi 20 jam.

INDIKASIINDIKASI

Efektifitas Obat ini untuk tukak duodenum dan tukak lambung, refluks esofagitis, dan untuk Efektifitas Obat ini untuk tukak duodenum dan tukak lambung, refluks esofagitis, dan untuk  pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison.

 pasien dengan sindrom Zollinger-Ellison.

EFEK SAMPINGEFEK SAMPING

Efek samping ringan dan jarang terjadi, seperti sakit kepala, pusing, konstipasi dan diare, Efek samping ringan dan jarang terjadi, seperti sakit kepala, pusing, konstipasi dan diare, dan tidak menimbulkan efek antiandrogenik.

dan tidak menimbulkan efek antiandrogenik.

 3.

 3. NINI ZATZATII DDII NN

FARMAKODINAMIKFARMAKODINAMIK

Potensi nizatin daam menghambat sekresi asam lambung. Potensi nizatin daam menghambat sekresi asam lambung.

FARMAKOKINETIKFARMAKOKINETIK

Kadar puncak dalam serum setelah pemberian oral dicapai dalam 1 jam, masa paruh plasma Kadar puncak dalam serum setelah pemberian oral dicapai dalam 1 jam, masa paruh plasma sekitar 1,5 jam dan lama kerja sampai d

INDIKASIINDIKASI

Efektifitas untuk tukak duodenum diberikan satu atau dua kali sehari selama 8 minggu, tukak Efektifitas untuk tukak duodenum diberikan satu atau dua kali sehari selama 8 minggu, tukak lambung, refluks esofagitis, sindrom Zollinger-Ellion.

lambung, refluks esofagitis, sindrom Zollinger-Ellion.

 Kontraindikasi : Kehamilan & Ibu menyusuiKontraindikasi : Kehamilan & Ibu menyusui

EFEK SAMPINGEFEK SAMPING

Efek samping ringan saluran cerna dapat terjadi, dan tidak memiliki efek antiandrogenik. Efek samping ringan saluran cerna dapat terjadi, dan tidak memiliki efek antiandrogenik.

2.2. Memahami dan Menjelaskan Kortikosteroid 2.2. Memahami dan Menjelaskan Kortikosteroid

Kortikosteroid adalah hormon kelas steroid yang dihasilkan di korteks adrenal. Kortikosteroid adalah hormon kelas steroid yang dihasilkan di korteks adrenal. Kortikosteroid terlibat dalam berbagai sistem fisiologis seperti respon stres, respon imun dan Kortikosteroid terlibat dalam berbagai sistem fisiologis seperti respon stres, respon imun dan regulasi inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah, dan regulasi inflamasi, metabolisme karbohidrat, katabolisme protein, kadar elektrolit darah, dan tingkah laku.Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein. Molekul tingkah laku.Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein. Molekul hormon memasuki sel melewati membran plasma secara difusi pasif.

hormon memasuki sel melewati membran plasma secara difusi pasif.

FARMAKODINAMIKFARMAKODINAMIK

-- Kortikosteroid mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.selain itu jugaKortikosteroid mempengaruhi metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.selain itu juga mempengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, ginjal, otot lurik, sistem saraf dan organ lain. mempengaruhi fungsi sistem kardiovaskular, ginjal, otot lurik, sistem saraf dan organ lain. -- Dalam klinik umumnya kortikosteroid dibedakan menjadi dua golongan besar yaituDalam klinik umumnya kortikosteroid dibedakan menjadi dua golongan besar yaitu

glukokortikoid dan mineralokortikoid. glukokortikoid dan mineralokortikoid.

 Efek utama glukokortikoid ialah pada penyimpanan glikogen hepar dan efek anti-Efek utama glukokortikoid ialah pada penyimpanan glikogen hepar dan efek anti-inflamasi, sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air dan elektrolit kecil. inflamasi, sedangkan pengaruhnya pada keseimbangan air dan elektrolit kecil. Contohnya adalah kortisol.

Contohnya adalah kortisol.

 Efek pada mineralokortikoid ialah terhadap keseimbangan air dan elektrolit,Efek pada mineralokortikoid ialah terhadap keseimbangan air dan elektrolit, sedangkan pengaruhnya pada penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. Contohnya sedangkan pengaruhnya pada penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. Contohnya adalah aldosteron atau desoksikortikosteron.

adalah aldosteron atau desoksikortikosteron.

-- Sediaan kortikosteroid dapat dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan massa kerjanya.Sediaan kortikosteroid dapat dibedakan menjadi 3 golongan berdasarkan massa kerjanya.

 Sediaan kerja singkat mempunyai masa paruh biologis kurang dari 12 jam.Sediaan kerja singkat mempunyai masa paruh biologis kurang dari 12 jam.

 Sediaan kerja sedang mempunyai masa paruh biologis antara 12-36 jam.Sediaan kerja sedang mempunyai masa paruh biologis antara 12-36 jam.

 Sediaan kerja lama mempunyai masa paruh biologis lebih dari 36 jam.Sediaan kerja lama mempunyai masa paruh biologis lebih dari 36 jam.

- Efek kortikosteroid kebanyakan berhubungan dengan besarnya dosis, makin besar dosis, - Efek kortikosteroid kebanyakan berhubungan dengan besarnya dosis, makin besar dosis, makin besar dosis terapi makin besar efek yang didapat. Mekanismenya adalah melalui makin besar dosis terapi makin besar efek yang didapat. Mekanismenya adalah melalui  pengaruh steroid

 pengaruh steroid terhadap pembentukan protein yang terhadap pembentukan protein yang mengubah respons jaringan mengubah respons jaringan terhadapterhadap hormon lain.

hormon lain.

FARMAKOKINETIKFARMAKOKINETIK

Perubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mulai kerja danPerubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mulai kerja dan lama kerja karena juga mempengaruhi afinitas terhadap reseptor dan ikatan protein. lama kerja karena juga mempengaruhi afinitas terhadap reseptor dan ikatan protein.

Kortisol dan analog sintetiknya pada pemberian oral diabsorpsi cukup baik. UntukKortisol dan analog sintetiknya pada pemberian oral diabsorpsi cukup baik. Untuk mencapai kadar tinggi sebaiknya diberikan secara IV, untuk mendapatkan

mencapai kadar tinggi sebaiknya diberikan secara IV, untuk mendapatkan efek yang lamaefek yang lama kortisol dan esternya diberikan secara IM. Perubahan struktur kimia sangat kortisol dan esternya diberikan secara IM. Perubahan struktur kimia sangat mempengaruhi kecepatan absorpsi, mula kerja dan

afinitas terhadap reseptor, dan ikatan protein. Prednison adalah prodrug yang dengan afinitas terhadap reseptor, dan ikatan protein. Prednison adalah prodrug yang dengan cepat diubah menjadi prednisolon bentuk aktifnya dalam tubuh.

cepat diubah menjadi prednisolon bentuk aktifnya dalam tubuh.

Glukokortikoid dapat di absorpsi melalui kulit, sakus konjungtiva dan Glukokortikoid dapat di absorpsi melalui kulit, sakus konjungtiva dan ruangruang

sinovial. Penggunaan jangka panjang atau pada daerah kulit yang luas dapatsinovial. Penggunaan jangka panjang atau pada daerah kulit yang luas dapat

menyebabkan efek sistematik, antara lain supresi korteks adrenal.menyebabkan efek sistematik, antara lain supresi korteks adrenal.

INDIKASIINDIKASI

Dari pengalaman klinis diajukan 6 prinsip yan

Dari pengalaman klinis diajukan 6 prinsip yang harus diperhatikan sebelum obat inig harus diperhatikan sebelum obat ini digunakan :

digunakan : 1.

1. Untuk tiap penyakit pada tiap Untuk tiap penyakit pada tiap pasien, dosis efektif harus ditetapkan dengan trial danpasien, dosis efektif harus ditetapkan dengan trial dan error dan harus di evaluasi dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan penyakit. error dan harus di evaluasi dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan penyakit. 2.

2. Suatu dosis tunggal besar kortikosteroid umumnya tidak berbahaya.Suatu dosis tunggal besar kortikosteroid umumnya tidak berbahaya. 3.

3. Penggunaan kortikosteroid untuk beberapa hari tanpa adanya kontraindikasi spesifik,Penggunaan kortikosteroid untuk beberapa hari tanpa adanya kontraindikasi spesifik, tidak membahayakan kecuali dengan dosis sangat besar.

tidak membahayakan kecuali dengan dosis sangat besar. 4.

4. Bila pengobatan diperpanjang sampai 2 minggu atau lebih dari hingga dosis melebihiBila pengobatan diperpanjang sampai 2 minggu atau lebih dari hingga dosis melebihi dosis substisusi, insidens efek samping dan efek letal potensial akan bertambah.

dosis substisusi, insidens efek samping dan efek letal potensial akan bertambah. 5.

5. Kecuali untuk insufisiensi adrenal, penggunaan kortikosteroid bukan Kecuali untuk insufisiensi adrenal, penggunaan kortikosteroid bukan merupakan terapimerupakan terapi kausal ataupun kuratif tetapi hanya be

kausal ataupun kuratif tetapi hanya bersifat paliatif karena efek anti-inflamasinya.rsifat paliatif karena efek anti-inflamasinya. 6.

6. Penghentian pengobatan tiba-tiba pada terapi jangka panjang dengan dosis besar,Penghentian pengobatan tiba-tiba pada terapi jangka panjang dengan dosis besar, mempunyai risiko insufisiensi adrenal yang hebat dan dapat mengancam jiwa pasien. mempunyai risiko insufisiensi adrenal yang hebat dan dapat mengancam jiwa pasien.

EFEK SAMPINGEFEK SAMPING

Berikut efek samping kortikosteroid sistemik secara umum. Berikut efek samping kortikosteroid sistemik secara umum.

1. Saluran cerna

1. Saluran cerna Hipersekresi asam lambung, mengubah proteksi gaster,Hipersekresi asam lambung, mengubah proteksi gaster, ulkus peptikum/perforasi, pankreatitis, ileitis regional, ulkus peptikum/perforasi, pankreatitis, ileitis regional, kolitis ulseratif.

kolitis ulseratif.

2. Otot

2. Otot Hipotrofi, fibrosis, miopati panggul/bahuHipotrofi, fibrosis, miopati panggul/bahu

3. Susunan saraf pusat

3. Susunan saraf pusat Perubahan kepribadian (euforia, insomnia, gelisah,Perubahan kepribadian (euforia, insomnia, gelisah, mudah tersinggung, psikosis, paranoid, hiperkinesis, mudah tersinggung, psikosis, paranoid, hiperkinesis, kecendrungan bunuh diri), nafsu makan bertambah kecendrungan bunuh diri), nafsu makan bertambah

4. Tulang

4. Tulang Osteoporosis,fraktur, kompresi vertebra, skoliosis,Osteoporosis,fraktur, kompresi vertebra, skoliosis, fraktur tulang panjang.

fraktur tulang panjang.

5. Kulit

5. Kulit Hirsutisme, hipotropi, strie atrofise, dermatosisHirsutisme, hipotropi, strie atrofise, dermatosis akneiformis, purpura, telangiektasis

akneiformis, purpura, telangiektasis

6. Mata

6. Mata Glaukoma dan katarak subkapsular posteriorGlaukoma dan katarak subkapsular posterior

7. Darah

7. Darah Kenaikan Hb, eritrosit, leukosit dan limfositKenaikan Hb, eritrosit, leukosit dan limfosit

8. Pembuluh darah

8. Pembuluh darah Kenaikan tekanan darahKenaikan tekanan darah

9. Kelenjar 9. Kelenjar adrenal bagian adrenal bagian

Atrofi, tidak bisa melawan stres Atrofi, tidak bisa melawan stres

kortek kortek 10. Metabolisme 10. Metabolisme Protein dan Protein dan Karbohidrat Karbohidrat

Kehilangan protein (efek katabolik), hiperlipidemia,gula Kehilangan protein (efek katabolik), hiperlipidemia,gula meninggi, obesitas, buffao hump, perlemakan hati. meninggi, obesitas, buffao hump, perlemakan hati.

11. Elektrolit

11. Elektrolit Retensi Na/air, kehilangan kalium (astenia, paralisis,Retensi Na/air, kehilangan kalium (astenia, paralisis, tetani, aritmia kor)

tetani, aritmia kor)

12. Sistem 12. Sistem immunitas immunitas

Menurun, rentan terhadap infeksi, reaktivasi Tb dan Menurun, rentan terhadap infeksi, reaktivasi Tb dan herpes simplek, keganasan dapat timbul.

herpes simplek, keganasan dapat timbul.

-- Pemberian kortikosteroid jangka lama yangPemberian kortikosteroid jangka lama yang dihentikan tiba-tiba dapat menimbulkan dihentikan tiba-tiba dapat menimbulkan insifisiensi adrenal akut dengan gejala demam, insifisiensi adrenal akut dengan gejala demam, malgia, artralgia dan malaise.

malgia, artralgia dan malaise.

-- Komplikasi yang timbul akibat pengobatanKomplikasi yang timbul akibat pengobatan lama ialah gangguan cairan dan elektrolit , lama ialah gangguan cairan dan elektrolit , hiperglikemia dan glikosuria, mudah mendapat hiperglikemia dan glikosuria, mudah mendapat infeksi terutama tuberkulosis, pasien tukak infeksi terutama tuberkulosis, pasien tukak  peptik

 peptik mungkin mungkin dapat dapat mengalami mengalami pendarahanpendarahan atau perforasi, osteoporosis dll.

atau perforasi, osteoporosis dll.

-- Alkalosis hipokalemik jarang terjadi padaAlkalosis hipokalemik jarang terjadi pada  pasien

 pasien dengan dengan pengobatan pengobatan derivatderivat kortikosteroid sintetik.

kortikosteroid sintetik.

-- Tukak peptik ialah komplikasi yang kadang-Tukak peptik ialah komplikasi yang kadang-kadang terjadi pada pengobatan dengan kadang terjadi pada pengobatan dengan kortikosteroid. Sebab itu bila bila ada kortikosteroid. Sebab itu bila bila ada kecurigaan dianjurkan untuk melaakukan kecurigaan dianjurkan untuk melaakukan  pemeriksaan radiologik

 pemeriksaan radiologik terhadap saluran terhadap saluran cernacerna  bagian atas sebelum obat

 bagian atas sebelum obat diberikan.diberikan.

http://www.bmb.leeds.ac.uk/teaching/icu3/lecture/24/image82.gif 

http://www.bmb.leeds.ac.uk/teaching/icu3/lecture/24/image82.gif 

KLASIFIKASI OBAT KORTIKOSTEROIDKLASIFIKASI OBAT KORTIKOSTEROID

Masa

Masa bekerja bekerja Nama Nama obatobat

Short Acting (8-12 hours)

Short Acting (8-12 hours) -- CortisoneCortisone

33 |P a g e

Intermediate Acting (18-36 hours) - Prednisolone

- Triamcinolone

- Methylprednisolone

- Fludrocortisone Long Acting (36-54 hours) - Dexamethasone

- Betamethasone  Short Acting

1. Cortisone

Cortisone adalah jenis steroid yang diproduksi secara alami oleh kelenjar dalam tubuh yang disebut kelenjar adrenal. Cortisone berfungsi untuk meredakan inflamasi. Efek samping yang biasa ditimbulkan adalah rasa nyeri.

2. Hydrocortisone

Hydrocortisone adalah kostikosteroid topical yang mempunyai efek anti-inflamasi, anti alergi dan antipruritus pada penyakit kulit. Indikasi pemberian obat ini adalah untuk penderita dermatitis atopi, dermatitis alergik, dermatitis kontak, pruritus anogenital dan neurodermatitis. Hydrocortisone tidak boleh diberikan kepada penderita yang hipersensitif, herpes simplex, varicella dan infeksi jamur. Efek samping yang mungkin ditimbulkan dari obat ini adalah rasa terbakar, gatal, kekeringan, atropi kulit dan infeksi sekunder

I ntermediate Acting

1. Prednisolone

Prednisolone diberikan untuk pasien penekanan jangka pendek peradangan pada gangguan alergi dan pengobatan jangka pendek peradangan pada mata . Efek samping yang ditimbulkan adalah mual, dyspepsia, malaise, cegukan, reaksi hipersensitifitas termasuk anafilaksis, dll.

2. Triamcinolone

Triamcinolone mempunyai efek antiinflamasi dan pembentukan glikogen yang lebih  besar, dan berkurangnya efek samping retensi garam. Efek samping yang dapat timbul adalah fraktur spontan, ulkus peptik/tukak lambung, perubahan cushingoid , purpura, flushing, sering  berkeringat, jerawat, striae, hirsutisme, vertigo, sakit kepala, tromboembolisme, nekrosis aseptik,  pangkreatitis akut, kelemahan otot, esofagitis ulseratif, peningkatan tekanan intrakranial,  papiledema, katarak subkapsular.

3. Methylprednisolone

Methylprednisolone adalah suatu obat glukokortikoid alamiah (memiliki sifat menahan garam ( salt retaining properties)), digunakan sebagai terapi pengganti pada defisiensi adrenokortikal. Methylprednisolone dikontraindikasikan pada infeksi jamur sistemik dan pasien yang hipersentitif terhadap komponen obat.

34 |P a g e

4. Fludrocortisone

Fludrocortisone merupakan mineralokortikoid yang paling banyak digunakan. Mempunyai aktivitas retensi garam yang kuat dan efek anti-inflamasi yang berarti walaupun digunakan dalam dosis yang sedikit.

Long Acting

1. Dexamethasone

Obat ini digunakan sebagai glucocorticoid khususnya untuk Anti inflamasi, Pengobatan rematik arthritis, dan penyakit kolagen lainnya, Alergi dermatitis, Penyakit kulit, dll. Pengobatan yang berkepanjangan dapat mengakibatkan efek katabolik steroid seperti kehabisan  protein, osteoporosis, dan penghambatan pertumbuhan anak. Penimbunan garam, air dan kehilangan potassium jarang terjadi bila dibandingkan dengan glucocorticoid lainnya. Penambahan nafsu makan dan berat badan lebih sering terjadi.

2. Betamethasone

Betamethasone digunakan untuk meringankan inflamasi dari dermatosis yan responsive terhadap kortikosteroid. Penggunaan kostikosteroid topical dapat menyebabkan efek samping local seperti kulit kering, gatal-gatal, rasa terbakar, iritasi, hipopigmentasi, dermatitis alergi, dll.

LI.3 Memahami dan menjelaskan batasan berobat dalam agama Islam

Maslahah

Kitab al-Mustashfa, Imam al-Ghazali mengemukakan penjelasan tentang al-maslahah yaitu: “ Pada dasarnya al-maslahah adalah suatu gambaran untuk mengabil manfaat atau menghindarkan kemudaratan, tapi bukan itu yang kami maksudkan, sebab meraih manfaat dan menghindarkan kemudaratan terseut bukanlah tujuan kemasalahatan manusia dalam mencapai maksudnya. Yang kami maksud dengan maslahah adalah memelihara tujuan syara.

Ungkapan al-Ghazali ini memberikan isyarat bahwa ada dua bentuk kemaslahatan, yaitu

Kemasalahatan menurut manusia, dan

Kemaslahatan menurut syari‟at.

Dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah dikisahkan bahwa seorang Anshar terluka di  perang Uhud. Rasulullah pun memanggil dua orang dokter yang ada di kota Madinah, lalu  bersabda, “Obatilah dia.”

Dalam riwayat lain ada seorang sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah ada kebaikan dalam ilmu kedokteran?” Rasullah menjawab, “Ya,”

Begitu pula yang diriwayatkan dari Hilal bin Yasaf bahwa seorang lelaki menderita sakit di zaman Rasulullah. Mengetahui hal itu, beliau bersabda, “ Panggilkan dokter .” Lalu Hilal  bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah dokter bisa melakukan sesuatu untuknya?” “Ya,” jawab  beliau. (HR Ahmad dalam Musnad: V/371 dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf: V/21)

Hilal meriwayatkan bahwa Rasulullah mnjenguk orang sakit lalu bersabda, “ Panggilkan dokter!” kemudian ada yang bertanya, “Bahkan engkau mengatakan hal itu, wahai Rasulullah?” “Ya,” jawab beliau.

35 |P a g e

Berdasarkan pemaparan di atas, tampak jelas bagaimana Rasulullah menganjurkan kita untuk berobat dan berusaha menggunakan ilmu kedok teran yang diciptakan Allah untuk kita. Kita  juga ditekankan agar tidak menyerah pada penyakit karena Rasulullah bersabda, “Seorang mukmin  yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR Muslim (34)

dan Ahmad: II/380)

Di antaranya yang ada di Musnad Ahmad. Hadits Ziyadah bin Alaqah dari Usamah bin Syuraik menuturkan,”Aku berada bersama Nabi lalu datanglah sekelompok orang Badui dan  bertanya,’Wahai Rasulullah, apakah kita boleh berobat?’ Rasulullah menjawab, ‘Ya, wahai hamba  Allah, berobatlah. Sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit kecuali Allah menciptakan

obatnya, kecuali satu macam penyakit.’ Mereka bertanya,’Apa itu?’ Rasulullah menjawab,’Penyakit tua’.”(HR Ahmad dalam Musnad : IV/278, Tirmidzi dalam Sunan (2038))

 Nabi bersabda,”Setiap penyakit pasti ada obatnya. Jika obat tepat pada penyakitnya maka ia akan sembuh dengan izin Allah.” (HR Muslim: I/191)

Abu Hurairah meriwayatkan secara marfu’, “Tidaklah Allah menurunkan panyakit kecuali menurunkan obatnya.”(HR Bukhari: VII/158)

Dari Ibnu Abbas, Nabi bersabda, “ Kesembuhan ada pada tiga hal, minum madu, pisau bekam, dan sengatan api. Aku melarang umatku menyengatkan api.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari firman Allah disini dapat dipahami: bahwasanya agama islam di bagun untuk kemaslahatan artinya : semua syari’at dalam perintah dan larangannya serta hukum-hukumnya adalah untukmashoolihi  (manfaat-manfaat) dan makna masholihi adalah : jamak dari maslahat artinya : manfaat dan kebaikan.

Misal : Allah melarang minuman keras dan judi karena mudharat (bahayanya) lebih besar dari pada manfaatnya, sebagaimana dikatakan dalam QS : Al-Baqorah :219

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya

dosa keduanya lebih besar terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi

dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah:  Nya kepadamu supaya

-ayat -Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah menerangkan ayat "

, kamu berfikir 

Dalam dokumen A15 PBL MPT S2 (Halaman 29-36)

Dokumen terkait