Laporan Pengantar Proyek Tugas Akhir
KAMPANYE KOMERSIL / PROMOSI CHOCODOT
(CHOCOLATE WITH DODOL GARUT)
DK 38315/Tugas Akhir Semester II 2010/2011
Oleh :
Ryan Hermawan Nim : 51907098 Program Studi
Desain Komunikasi Visual
FAKULTAS DESAIN
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur hanya pada Allah SWT maha segala yang
telah memberikan nikmatnya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas
akhir sesui dengan waktu yang ditentukan.
Tugas akhir ini disusun dengan judul “Kampanye Komersial/Promosi
Chocodot (Chocolate With Dodol Garut)” dengan tujuan menyelesaikan
program studi di Desain Komunikasi Visual yang menjadi salah satu syarat
yang harus dipenuhi agar mendapat gelar sarjana.
Akhir kata, penulis berharap bahwa tugas ini dapat memberikan
manfaat bagi yang berkepentingan dalam melakukan perancangan
kampanye komersil/promosi. Kekurangan, keterbatasan dan kemampuan
yang penulis miliki membuat tugas akhir ini masih jauh dari sempurna oleh
karena itu penulis sangat berharap banyak untuk saran dan kritik yang dapat
membangun. Terima kasih.
Bandung, 12 Juli 2011
1 BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Masalah
Kota Garut memiliki kekayaan kuliner yang tidak kalah
menariknya dengan keindahan alamnya, contohnya makanan yang
paling khas dari Garut yaitu dodol. Dodol Garut merupakan salah satu
komoditas yang telah mampu mengangkat citra Kabupaten Garut
sebagai penghasil dodol yang berkualitas tinggi dan beraneka ragam
jenis dodol yang diproduksi. Kuliner di Garut menjalani banyak sekali
perkembangan, ini terbukti dengan munculnya jenis makanan baru
asli kreasi dari kota Garut, varian makanan ini di namakan Chocodot
(dibaca: cokodot.)
Chocodot sendiri merupakan nama produk makanan khas dari
Jawa Barat. Choco adalah singkatan dari Chocolate, sedangkan Dot
merupakan singkatan Dodol Garut. Chocodot berdiri sejak tahun 2009
lalu dan diproduksi secara manual di kota Garut. Sepintas,
penampilan Chocodot tidak berbeda dengan cokelat batangan pada
umumnya. Dibungkus aluminium foil dan disimpan pada kemasannya.
Kemasan Chocodot sendiri nyaris tidak seperti produksi rumahan.
Sebab, kemasan coklat dodol ini benar-benar mengikuti trend pasar.
Tak heran, makanan ini mulai digemari para wisatawan untuk
2 dinilai berdasarkan rasa dan harganya saja. Dalam memilih suatu
produk, masyarakat juga menilai berdasarkan semua faktor antara
lain, rasa dan penyajiannya, harga, kemasan, tempat, pelayanan,
citra, serta pengakuan makanan tersebut di dalam masyarakat.
Pemilik Chocodot adalah Kiki Gumelar, keberhasilan Chocodot
menjadikan Kiki Gumelar sebagai seorang pengusaha makanan
ringan yang dikenal di Pulau Jawa dan Bali. Melalui idenya ini pula
pria berusia 27 tahun ini berhasil mempromosikan wisata di Jawa
Barat. Chocodot merupakan produk kreatif pariwisata di bidang
kuliner. Sebab, pembeli Chocodot kebanyakan orang yang berkunjung
ke Garut untuk berwisata. Namun dengan begitu Chocodot
mempunyai masalah atau hambatan yang umum terjadi pada sentra
produk makanan, khususnya industri rumahan, yaitu dari sisi produksi
dan pemasaran serta munculnya kompetitor baru yang gencar
melakukan promosi. Untuk dapat merebut perhatian konsumen,
tentunya diperlukan sebuah rancangan dan rencana penyebaran
informasi yang menarik sehinga mampu bersaing di pasaran dan
mampu mendapat pasar.
1.2 Identifikasi Masalah
Pada kondisi ini, Chocodot merupakan buah tangan baru dari
Garut yang di luncurkan pada tanggal 17 Juli 2009. Sebagai produk
3 begitu Chocodot menghadapi banyak halangan dan hambatan,
diantaranya :
1. Masih diproduksi secara terbatas
2. Belum dipasarkan dengan luas
3. Masih banyak masyarakat yang belum mengenal Chocodot
4. Masyarakat masih belum terbiasa dengan rasa Chocodot
5. Munculnya pesaing baru yang menawarkan inovasi produk yang
sama.
1.3 Fokus Permasalahan
Berdasarkan uraian pada identifikasi masalah, maka
permasalahan yang diteliti difokuskan pada, “Bagaimana merancang
promosi untuk memperkenalkan produk Chocodot kepada
masyarakat?”
1.4 Tujuan Perancangan
Untuk meningkatkan brand awareness (kesadaran merek)
sehingga berdampak positif pada peningkatan jumlah target market
dan penjualan.
Brand awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli
untuk mengenali, mengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari
suatu kategori produk tertentu (Durianto, Sugiarto, dan Sitinjak, 2004,
4 BAB II
PROMOSI CHOCODOT
2.1 Definisi Promosi
Promosi merupakan salah satu cara yang dibutuhkan
perusahaan dalam meningkatkan volume penjualan. Oleh, karena itu
kegiatan promosi ini harus dapat dilakukan sejalan dengan rencana
pemasaran serta diarahkan dan dikendalikan dengan baik sehingga
promosi tersebut benar-benar dapat memberikan kontribusi yang
tinggi dalam upaya meningkatkan volume penjualan.
Zimmerer (seperti dikutip Rangkuti, 2009, hal.50) mengatakan
bahwa promosi adalah segala macam bentuk komunikasi persuasi
yang dirancang untuk menginformasikan pelanggan tentang produk
atau jasa dan untuk mempengaruhi mereka agar membeli barang atau
jasa tersebut yang mencakup publisitas, penjualan perorangan dan
periklanan. Adapun menurut Saladin (seperti dikutip Rangkuti, 2009,
hal.49) promosi adalah salah satu unsur dalam bauran pemasaran
perusahaan yang didayagunakan untuk memberitahukan, membujuk
dan mengingatkan tentang produk perusahaan.
Dari definisi di atas, dapat mengetahui bahwa yang dimaksud
dengan promosi adalah kegiatan penjualan dan pemasaran dalam
rangka menginformasikan dan mendorong permintaan terhadap
5 konsumen agar mau membeli produk dan jasa yang dihasilkan oleh
perusahaan.
2.2 Tujuan Promosi
Setiap perusahaan yang melakukan sesuatu kegiatan tentu
mempunyai tujuan. Demikian juga, perusahaan melakukan kegiatan
promosi dengan tujuan utamanya untuk mencari laba. Tujuan promosi
hendaknya disesuaikan dengan tingkatan pengetahuan yang dimiliki
pelanggan. Terdapat tiga tujuan promosi, yaitu:
Memberikan informasi
Mengubah sikap dan keyakinan atau perasaan
Menstimulisasi agar pelanggan melakukan pembelian
Tujuan memberikan informasi digunakan apabila ingin mendidik
pelanggan (misalnya produk yang diluncurkan menggunakan
teknologi yang belum biasa dikenal oleh pelanggan) atau produk/jasa
yang diperkenalkan tersebut menggunakan konsep baru, misalnya
pertama dalam kategorinya atau penyempurnaan dari kategori
sebelumnya. Dampak yang ditimbulkan dari jenis promosi ini adalah
peningkatan kesadaran dan pengetahuan pelanggan. Bauran promosi
yang dapat digunakan untuk tujuan promosi seperti ini antara lain
iklan, public relation, point-of-purchase (POP) serta display untuk
6 Tujuan promosi untuk mengubah sikap dan keyakinan atau
perasaan adalah dengan melakukan berbagai kegiatan komunikasi
yang didasarkan dari hasil pengujian laboratorium, blind test, serta
berbagai hasil survei yang dilakukan terhadap sejumlah responden.
Kegiatan promosi yang dapat dilakukan antara lain competitive
advertising, personal selling, promosi penjualan, serta berbagai
kegiatan pada point-of-sales. Pengaruh positif dari promosi seperti ini
adalah pelanggan berfikir untuk mengubah pikirannya.
Dampak promosi yang bertujuan untuk membangkitkan
keinginan atau merangsang pembelian adalah pelanggan merasa
yakin sehingga mau melakukan pembelian. Kegiatan-kegiatan yang
dapat dilakukan antara lain memberikan hadiah sampai batas tertentu,
memberikan contoh produk, kupon, door prize, program trade-in, dan
sebagainya (Rangkuti, 2009, hal.28-29).
2.3 Bauran Promosi
Pemasaran mengembangkan promosi (promotion) untuk
mengkomunikasikan informasi mengenai produk mereka dan
memengaruhi konsumen untuk membelinya. Untuk menciptakan dan
memelihara keunggulan pembeda (differential advantage) dari apa
yang ditawarkan pesaing maka sebagian besar produk dan merek
yang berhasil membutuhkan promosi. Keempat jenis promosi menurut
7 a. Iklan
Iklan (advertising) adalah penyajian informasi nonpersonal
mengenai produk, merek, perusahaan atau toko yang dilakukan
dengan bayaran tertentu. Pada iklan biasanya ditampakkan
organisasi yang mensponsorinya. Iklan ditujukan untuk
mempengaruhi afeksi dan kognisi konsumen. Dalam
praktiknya, iklan telah dianggap sebagai manajemen citra
(image management), menciptakan dan memelihara citra dan
makna dalam benak konsumen. Walaupun pertama-tama iklan
akan mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Iklan dapat
disajikan melalui berbagai macam media (TV, radio, cetakan
majalah, surat kabar, papan billboard, papan tanda, dan
macam-macam media).
b. Promosi Penjualan
Promosi penjualan (sales promotion) adalah rangsangan
langsung yang ditujukan kepada konsumen untuk melakukan
pembelian. Banyaknya jenis promosi penjualan termasuk di
dalamnya penurunan harga temporer melalui kupon, rabat,
penjualan multi kardus, kontes dan undian, perangko dagang,
pameran dagang, dan eksibisi.
c. Penjualan Personal
Penjualan personal (personal selling) melibatkan interaksi
8 seorang salesman. Penjualan personal dapat menjadi metode
promosi yang hebat untuk 2 alasan berikut. Pertama,
komunikasi personal dengan salesman dapat meningkatkan
keterlibatan konsumen dengan produk dan atau proses
pengambilan keputusan. Oleh karena itu, konsumen dapat
lebih termotivasi untuk masuk dan memahami informasi yang
disajikan salesman tentang suatu produk. Kedua, situasi
komunikasi saling silang/interaktif memungkinkan salesman
mengadaptasi apa yang disajikan agar sesuai dengan
kebutuhan informasi setiap pembeli potensial. Beberapa produk
konsumsi tertentu biasanya dipromosikan melalui penjualan
personal seperti produk asuransi.
d. Publisitas
Publisitas (publicity) adalah bentuk-bentuk komunikasi tentang
perusahaan, produk, atau merek si pemasar yang tidak
membutuhkan pembayaran. Misalnya, penjabaran produk atau
merek baru, perbandingan merek di jurnal dagang, surat kabar,
majalah berita, diskusi di radio dan talk show di TV semuanya
menyajikan berbagai informasi produk bagi para konsumen.
Kadangkala publisitas dapat lebih efektif daripada iklan karena
konsumen dapat dikatakan telah siap untuk menerima pesan
9 dianggap lebih berwibawa karena tidak disajikan oleh
organisasi pemasaran.
Jenis promosi dalam kampanye komersil/promosi
Chocodot yaitu dengan menggunakan iklan (advertising), yang
meliputi media Above The line (ATL), Bellow The line (BTL) dan
Through The Line / Unconventional Media
2.4 Profil Perusahaan
Nama Perusahaan : UD. Tama Cokelat
Nama Pemilik : Kiki Gumelar
Alamat : Jln Otista No 2 Pasawahan Tarogong –
Garut Jawa Barat
Bentuk Perusahaan : Home industry
Tahun berdiri : 2009
Kota : Garut
Provinsi : Jawa Barat
Tlp. : 0262-234911 / 9119990
Web : www.cokelatgarut.com
E-mail : [email protected]
Tama Cokelat, pertama didirikan di Jogjakarta dan usaha
tersebut dimulai pada tahun 2007 bergerak di bidang Bakery dan
10 berorientasi pada bahan dasar cokelat, namun pada
perkembangannya sesuai tuntutan pasar dan konsumen, Tama
Cokelat mulai bereksplorasi pada produk-produk yang berbahan dasar
non cokelat.
Namun demikian, produk-produk non cokelat yang dibuat tetap
berpegang teguh pada konsep awal Tama Cokelat yaitu mengenal
luaskan citra tanah parahyangan/tanah Sunda khususnya kota Garut
dalam bentuk atau kemasan produknya.
Lewat ide penggabungan makanan khas tradisional Dodol
Garut dengan citarasa cokelat internasional, lahirlah CHOCODOT
Cokelat dengan isi dodol pada bulan Juli 2009 yang diluncurkan pada
9 Agustus 2009 oleh Wakil Bupati Garut, Diky Chandra.
Sejak berdirinya pada tahun 2009, Tama Cokelat telah
melahirkan banyak produk baik produk cokelat ataupun non cokelat
yang telah menjadi buah tangan kota Garut Terbaru. Pada Juli 2009
melakukan ekspansi ke Garut dengan tujuan kembali ke kampung
halaman dan membangun Kota Garut
2.4.1 Penghargaan dan Award
Dibawah ini adalah daftar penghargaan dan award yang
telah diperoleh Tama Cokelat selama ini:
GARUT AWARD 2010 Kategori Inovasi Buah Tangan
11 Terbaik II Pemuda Pelopor Pencipta Lapangan Kerja -
Perdesaan EXPO Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Jawa Barat
Terbaik II Stand Halal EXPO Jawa Barat
Juara I dan II Lomba Buah Tangan Bahan Lokal Sleman
Jogjakarta
Pangan Award Nasional 2010 kategori Inovasi Produk
dan Bahan Baku
Wirausaha Muda Kreatif 2010 dari Menpora dan BPPT.
2.5 Produk Chocodot.
Strategi yang digunakan untuk menganalisa produk ini yaitu
dengan menggunakan marketing mix. Elemen tersebut adalah
product, place, price, promotion.
2.5.1 Product (Produk)
Pemahaman tentang output perusahaan, atau sesuatu
yang bernilai untuk dipasarkan berdasarkan kebutuhan
konsumen (customers based) disebut produk. Konsep
produk menurut Kotler dan Amstrong (seperti dikutip
12
“Anything that can be offered to a market for attention, acusition, use, or consumption that might satisfy want or
need”
(Sesuatu yang dapat ditawarkan kepasar untuk diberikan
perhatian, dimiliki, digunakan, atau dikonsumsi yang
memuaskan keinginan atau kebutuhan)
CHOCODOT Chocolate with Dodol Garut, menggunakan
kemasan dengan Informasi pariwisata Kota Garut. Tujuan dari
dibuatnya Chocodot adalah untuk memperkaya kuliner Khas
Garut dan bisa mengangkat citra makanan tradisonal
Kabupaten Garut dalam balutan Cokelat sehingga bisa
mendunia. Karena Chocodot Cokelat isi Dodol Pertama di
Dunia.
Edisi Gunung-gunung Kota Garut
Ada 5 gunung di Kota Garut yang dipakai dalam
kemasan Chocodot Bar 100 gr dengan harga Rp
16.000,- edisi gunung yaitu:
1. Gunung Haruman, dark chocolate with dodol
13 3. Gunung Papandayan, milk chocolate with dodol
cokelat
4. Gunung Cikuray, milk chocolate with dodol keju
5. Gunung Guntur, milk chocolate with dodol susu
Gambar 2.1 Edisi Gunung-gunung Kota Garut
sumber: www.saungcokelat.com (10 April 2011)
Edisi Special
2 edisi Special Bar 100 gr dengan harga Rp
16.000,- yaitu:
1. Jeruk Garut, dark chocolate with dodol buah jeruk
14 Gambar 2.2 Edisi Special
sumber: www.saungcokelat.com (10 April 2011)
Edisi Cipanas
Sedangkan untuk kemasan Bar 40gr dengan
harga Rp 8.000,- yaitu:
1. Cipanas Black, dark chocolate with dodol
2. Cipanas White, white chocolate with dodol
3. Cipanas Brown, milk chocolate with dodol
4. Cipanas Yellow, dark chocolate with dodol buah jeruk
Gambar 2.3 Edisi Cipanas
15 Edisi Sampireun
Kemasan Bar 60 gr dengan harga Rp 14.000,-
yaitu:
1. Sampireun Black, dark chocolate with dodol
2. Sampireun Brown, milk chocolate with dodol
3. Sampireun White, white chocolate with dodol
Gambar 2.4 Edisi Sampireun
sumber : www.saungcokelat.com (10 April 2011)
Edisi Nasional
Dan Chocodot Nasional dengan kemasan Bar 60
gr dengan harga Rp 14.000 yaitu:
1. Keong Mas TMII Jakarta, dark chocolate with dodol
2. Borobudur Magelang Jawa Tengah, milk chocolate
with dodol
3. Tugu Suro dan Boyo Surabaya Jawa Timur, white
chocolate with dodol
16 5. Bedugul Bali, dark and white chocolate with dodol
6. Gedung Sate Bandung Jawa Barat, marble chocolate
with dodol
Gambar 2.5 Edisi Nasional
sumber : www.saungcokelat.com (10 April 2011)
Edisi Besek
Praline dengan isi dodol pun dibuat sangat cantik
dan dikemas dalam besek Khas Garut dengan isi 6x10
gr dan kemasan box ekslusif isi 6x15 gr dan isi 12x15 gr
17 Gambar 2.6 Edisi Besek
sumber : www.saungcokelat.com (10 April 2011)
Edisi Box Cangkuang
Edisi ini termasuk edisi yang special dengan
menghadirkan salah satu objek pariwisata kota Garut
yaitu Candi Cangkuang, edisi ini hadir dalam 2 kemasan.
Box 6 (6x15 gr) : Rp 22.000,-
Box 12 (12x15 gr) : RP 33.000,-
Gambar 2.7 Edisi Box Cangkuang
sumber : www.saungcokelat.com (10 April 2011)
Dari beberapa produk chocodot dengan jenis produk
coklat isi dodol di atas, chcocodot bar 40gr dipilih untuk
18 Informasi Nilai Gizi
Takaran Saji : 25 gram
Ukuran Kemasan :45 gram
Jumlah Per Sajian
*Persen AKG berdasarkan kebutuhan energy 2000kal
Kebutuhan energi mungkin lebih tinggi atau lebih rendah
Komposisi
Kakao massa, lemak nabati, soya lesitin, gula, susu,
garam, vanilla, dodol.
Sertifikasi/Izin Halal
DIN KES P-IRT No. 810320501681
19 Teks/Keterangan Tambahan Produk
Keterangan rasa
Simpan di tempat sejuk dan kering/Store in a cool and
Dry place
Baik digunakan sebelum/Best before
Made in Indonesia
Tagline (Chocolate with Dodol Inside)
2.5.2 Place (Distribusi)
Menurut Kotler dan Amstrong (seperti dikutip
Puspitasari, 2004, hal.16), distribusi didefinisikan sebagai
berikut:
“A set of interdependent organizations involved in the
process of making a product or service available for use
or consumption by the consumer or business user” (Kesatuan hubungan organisasi yang saling
mempengaruhi yang terlibat dalam proses produksi
barang atau jasa yang dapat digunakan atau dikonsumsi
20 Menurut Burnett dan Moriarty (seperti dikutip
Puspitasari, 2004, hal.16) distribusi (place) didefinisikan
sebagai berikut:
“Through which the products delivered to costumers.
A channel distribution includes all the institutions,
process, and relationships that help the product from
the manufacturer to the ultimate buyer, either industrial
or consumer”
(Jalur pemasaran yang dilalui produk agar
sampai kekonsumen. Suatu jalur distribusi memiliki
semua institusi, proses, dan hubungan yang membantu
perpindahan produk dari pabrik kepada konsumen, baik
industrial maupun konsumen).
Distribusi berkaitan dengan saluran dimana produk
dapat disebarluaskan (didistribusikan) dari pabrik pembuatan
kepada konsumen akhir (end user). Pihak-pihak yang
beker-jasama dalam proses pendistribusian barang disebut sebagai
reseller (wholesalers, brokers, atau retailers).
Distribusi pemasaran chocodot dilakukan melalui
distribusi langsung dari produsen ke konsumen, yaitu dengan
21 memberikan pelayanan langsung kepada konsumen. Yang
kedua melalui agen dan reseller, yaitu penjualan melalui
perantara.
Distribusi chocodot dikonsentrasikan di kota Garut.
Namun dengan kemajuan teknologi sekarang ini, Chocodot pun
dipasarkan melalui internet hal hasil pembelinya pun dari
berbagai daerah, Sumatera Utara, Manado, termasuk dari
Singapura.
2.5.3 Price (Harga)
Menurut Burnett dan Moriarty (seperti dikutip
Puspitasari, 2004, hal.15), harga didefinisikan sebagai berikut:
“Value assigned to product bythe seller and the buyer” (Nilai yang merujuk pada produk berdasarkan penjual
dan pembeli).
Harga chocodot antara Rp. 8.000,- (minibar) sampai Rp.
33.000,- (praline) sedangkan Choco.Dol Rp. 7.500,- (minibar)
sampai Rp. 14.000,- (bar). Jika dilihat dari daya jangkau
konsumen terhadap harga produk tidak menjadi masalah bagi
masyarakat yang menyukai coklat. Jika dibandingkan dengan
22 itu jika dibandingkan dengan harga makanan lainnya seperti
snack, wafer saja tidak terlalu beda jauh. Hal tersebut
menunjukan bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk
menjangkau harga tersebut.
2.5.4 Promotion (Promosi)
2.5.4.1 Bentuk Promosi yang Telah Dilakukan
Dalam hal ini, promosi telah dilakukan dengan
berbagai cara. Beberapa diantaranya dengan
menyebarkan Flyer, spanduk, poster, lomba – lomba,
sticker, dan memberikan tester secara cuma - cuma
kepada khalayak umum dalam beberapa acara
kesempatan. Selain itu juga ada beberapa hal lain
yang dilakukan dalam rangka promosi, yaitu mengikuti
pameran di beberapa tempat di daerah Kabupaten
Garut sendiri, serta di daerah Jawa Barat dan
sekitarnya.
Chocodot sendiri telah mengikuti beberapa
event baik di dalam maupun diluar kota, diantaranya
seperti:
- Centro Morocco Dreams di Ambarukmo Plaza
Yogyakarta
23 - Ramadhan Fair di Mandala Bakti Siliwangi Bandung
- Garut Summit 2009
- Bazaar UKM Bank Indonesia Bandung
- Bazaar UKM di Bank BTPN Bandung
- Bazaar UKM di Bandung Super Mall
- Acara AsGar Jaya di TMII
- Pangan Nusa Expo di JCC Jakarta
- Acara promo di Gedung Sate dan Dekranas Jawa
Barat
- Trade Expo Indonesia di Kemayoran Jakarta
- Braga Festival (Bank JABAR) di Bandung
- Chrismast Fair at Grand Indonesia Jakarta
- Pangan Nasional di JCC Jakarta
- Pameran Produk Kreatif (Bank JABAR) di Unpad
DU
- Pameran Jawa Barat Expo Perdesaan 2010
- ASEAN Week at Mid Valley Exhibition Center Kuala
Lumpur Malaysia 2010
- Bandung Food di Graha Mandala Siliwangi Bandung
2010
- Candy Expo Jakarta 2010
- Pangan Nusa di Kemayoran Jakarta 2010
24 Di tahun 2011 ini Chocodot telah melakukan
acara, yaitu “Chocodot Menggugat”. Chocodot
Menggugat adalah wujud kepedulian terhadap
masyarakat Garut yang dimana didalamnya terdapat
berbagai kegiatan acara yang dikemas antara lain,
yaitu:
1. Duta Cokelat
2. Misteri Cokelat
3. Outlet Bagus
4. 1001 expresi cokelat
5. Berbagi kebahagian
Acara tersebut dilaksanakan untuk menyambut
2 tahun Chocodot yang dilaksanakan serentak di bulan
Juni 2011.
2.5.4.2 Bentuk Komunikasi Visual yang Ada
Bentuk-bentuk komunikasi visual yang dimiliki
chocodot, antara lain:
- Logo
- Papan nama
- Kertas surat, amplop, kartu nama
- Kemasan kotak, plastik
25 Selama kurun waktu berjalan satu tahun ini,
karena keunikan produk yang dibuat beberapa media
meliput Tama Cokelat, diantaranya:
Koran dan Tabloid:
- Tabloid SAJI, Rubrik Actual - Agustus 2009
- Harian Tribune JABAR, Kuliner - September 2009
- Pastry and Bakery Magazine, Chocolite - February
2010
- Mingguan KONTAN, Bisnis - February 2010
- Radar GARUT, Berita - February 2010
- Koran Priangan, Berita - Februari 2010
- Pastry and Bakery Magazine, Marketing Strategy –
Maret 2010
- Bisnis Indonesia, Bisnis (BANK JABAR BANTEN) –
Maret 2010
- Sedap Majalah Kuliner, Geliat Cokelat Lokal - April
2010
- Sunda Midang, Kuliner Jawa Barat - April 2010
- Pastry and Bakery Magazine, Profile Chocolatier –
Mei 2010
- Tribune Pekanbaru - Juli 2010
- Metro Riau - Juli 2010
26 - Majalah Pengusaha Muslim - Agustus 2010
- Majalah KHALIFAH - September 2010
- Radar Garut - Oktober 2010
- Radar Garut - Desember 2010
Media TV dan Radio :
- Berita Kuliner MNC Group - Oktober 2009
- HomeStay Trans7 - Januari 2010
- Jelang Siang TransTV - Januari 2010
- Selamat Pagi Trans7 - Februari 2010
- Halo Halo Radio Rugeri Garut - Februari 2010
- Music Request Radio NBC Garut - Maret 2010
- Berita Kuliner MetroTV - Maret 2010
- KOKI CILIK Trans7 - April 2010
- Redaksi Pagi Akhir Pekan Trans7 - Mei 2010
- Laptop Si Unyil Trans7 - Mei 2010
- Inspirasi Dorce with Ali Zaenal Trans 7 - Mei 2010
- TOPIK Siang akhir pekan ANTV - Mei 2010
- Berita Kuliner RCTI, TPI dan Global TV - Mei 2010
- Happy Holiday with Fadly dan Fadlan Trans7 - Juni
2010
- Bosan Jadi Pegawai TRANSTV - Juni 2010
27 - Jalan Kuliner ANTV - Juli 2010
- Kenali Anak Negeri TransTV - September 2010
- Kuliner Liputan 6 SCTV - September 2010
- Oleh Oleh TVOne - September 2010
- Reportase TransTV - Desember 2010
- Wara Wiri with Adul en Komeng Trans7 - Desember
2010
- KOKI CILIK Trans7 - Desember 2010
- Laptop si Unyil Trans7 - Januari 2011
- Seputar Indonesia Akhir Pekan RCTI - Januari 2011
2.6 Kompetitor
Pesaing langsung Chocodot sekarang ini adalah Choco.Dol
dari Picnic. Choco.Dol merupakan produk baru dari Picnic yang
menawarkan produk dan konsep yang sama dengan chocodot.
Gambar 2.8 Choco.Dol
28 2.6.1 Harga
Ditinjau dari harga Choco.Dol lebih murah dari Chocodot
dengan harga yang berkisar Rp 7.000,- sampai Rp 14.000,-.
2.6.2. Pemasaran
Dari segi pemasaran, sebagian besar membuka cabang
di beberapa tempat lain dan dengan cara melakukan penjualan
melalui perantara agen dan reseller. Selain itu pemasarannya
dilakukan melalui toko online untuk menjangkau daerah yang
lebih luas.
2.6.3 Profil Target Audiens Choco.Dol
Target audiens dari Choco.Dol Picnic hampir sama
dengan produk Chocodot, yaitu orang-orang yang meyukai
rasa manis dan kebanyakan konsumen dari mereka adalah
para wisatawan.
2.6.4 Kegiatan dan Bentuk Promosi / Periklanan
Sebagian besar sudah memiliki papan nama, kartu
nama, dan sebagian besar dapat melayani pesanan dalam
jumlah besar. Selain itu juga memberikan diskon pada waktu
29 2.7 Analisis Data
2.7.1 Analisis SWOT
Mengenai analiis SWOT telah banyak pakar yang
mengemukakan pendapat penulisan analisis SWOT. Intinya
mengandung makna yang sama. Freddy Rangkuti (seperti
dikutip Suherman, 2008, hal.187) menyebutkan; “Analisis
SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan”. Selanjutnya
dikemukakan pula bahwa; “Analisis ini didasarkan pada logika
yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang
(opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan
kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats).
Eman Suherman merumuskan bahwa analisis SWOT
adalah kegiatan yang menghubungkan internal aspects yang
berupa kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) dan
external factors yang berupa peluang dan ancaman
(opportunities and threat) untuk menyusun strategi. Dalam
melakukan SWOT dapat dibuat perbandingan dengan
kompetitor Chocodot yaitu Choco.Dol seperti pada table berikut
30 Tabel. 2.1
SWOT dari Chocodot dan Choco.Dol
Chocodot Choco.Dol
Produk inovasi baru dari kota Garut
Mempunyai kemasan yang menarik
Pernah mendapatkan pengahargaan garut award,
UKM Award Nasional 2010 kategori inovasi produk dan bahan baku dari kementrian
perdagangan RI
Adanya informasi serta penjelasan tentang tempat
wisata yang ada di Garut
Salah satu produk dari Picnic
Visualisasi kemasan lebih menarik
Harga lebih murah dibandingkan produk sejenis (chocodot)
Adanya informasi tempat wisata dan kebudayaan Indonesia yg
terdapat di kemasan yang belum terbiasa dengan
produk chocodot
Masih kurangnya media promosi
31
baru dari kota Garut
Banyak yang membeli coklat untuk camilan
Kemasan menarik yang mengikuti trend pasar
Awareness dan kepercayaan masyarakat sudah terbentuk
Dengan menjadi salah satu produk dari Picnic sehingga memiliki peluang yang sangat besar untuk bersaing di pasaran
Kebiasaaan konsumen suka mencoba produk-produk baru
Banyak yang membeli coklat untuk camilan
Gencarnya promo yang dilakukan kompetitor
Bukan produk pertama yang menawarkan coklat isi dodol
2.7.2 USP (Unique Selling Point)
Dilihat dari tagline chocodot yaitu, “Chocolate with Dodol
Garut” sudah sangat jelas USP dari chocodot yaitu coklat isi
dodol. Chocodot memberikan sentuhan lain pada kemasan
dengan meletakkan foto dan informasi kekayaan alam dan
kuliner di kota Garut yang bermaksud untuk mempromosikan
32 2.7.3 Target Market Chocodot
Dari hasil wawancara, target pasar yang dituju oleh
chocodot yaitu kalangan usia 17 – 25 tahun yang suka dengan
makanan manis dan suka mencoba hal yang baru. Chocodot
sendiri membidik para wisatawan yang cenderung selalu ingin
memiliki sesuatu barang yang menjadi ciri khas dari tempat
wisata atau kota tersebut. Ini terlihat dari banyaknya wisatawan
yang memburu atau membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang.
2.7.4 Positioning
Menurut Philip Kotler (seperti dikutip Khasali, 2000,
hal.526) mendefinisikan positioning sebagai:
“the act of designing the company’s offering and image
so that they occupy a meaningful and distinct
competitive position the target customers mind”
(Positioning adalah tindakan yang dilakukan marketer
untuk membuat citra produk dan hal-hal yang ingin
ditawarkan kepada pasarnya berhasil memperoleh posisi
yang jelas dan mengandung arti dalam benak sasaran
33 Positioning dari chocodot sejauh ini adalah sebagai
cokelat dodol pertama. Jika dilihat dari visualisasi kemasan
yang meletakkan foto dan informasi kekayaan alam dan kuliner
di kota Garut, chocodot di diposisikan sebagai tourism product
yang menjadi salah satu ikon kuliner Garut. Namun dengan
munculnya competitor baru yang menawarkan inovasi produk
serta konsep yang sama persis. Karena itu chocodot membuat
differensiasi dari produk sejenis dengan positioningnya sebagai
coklat yang bertemakan kepada rasa manis chocodot dalam
koridornya yaitu remaja, “sweetest thing”.
2.8 Kesimpulan Analisis Data
Dari pemaparan latar belakang dan analisa data ada pengaruh
yang signifikan antara kualitas produk, kemasan, selera masyarakat,
promosi serta munculnya kompetitor langsung dari chocodot terhadap
keputusan pembelian produk Chocodot. Dari hasil ini membuktikan
bahwa faktor kualitas produk, kemasan, selera masyarakat,
kompetitor dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian
produk Chocodot. Oleh karena itu untuk dapat bersaing di pasaran
dan mampu mendapat pasar dan mempertahankannya pada jangka
panjang, diperlukan suatu perancangan promosi periklanan yang
meliputi perencanaan media dan konsep kreatif yang tepat sasaran
34 mendapat pasar dan mempertahankannya pada jangka panjang serta
dapat membentuk brand awereness sehingga berdampak positif pada
peningkatan jumlah target market dan meningkatkan hasil penjualan
35 BAB III
STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL
3.1 Strategi Komunikasi Periklanan
Strategi komunikasi dalam pembuatan konsep perancangan
promosi / kampanye komersial chocodot ini dilakukan dengan
memfokuskan komunikasi pada keyword yang didapat dari hasil
differensiasi. Selain itu juga akan diadakan kegiatan-kegiatan promosi
dengan periklanan yang terintegrasi dan terencana dengan baik, yang
meliputi Advertising dengan menggunakan media Above The line
(ATL), Bellow The line (BTL) dan Through The Line / Unconventional
Media.
3.2 Tujuan Komunikasi Periklanan
Tujuan komunikasi dalam perancangan promosi adalah :
Menciptakan suatu gambaran tentang produk terhadap
target audiens
Membuat produk untuk dapat lebih dikenal oleh para
konsumen dan masyarakat yang menjadi target audiens
Mendorong konsumen untuk dapat tertarik serta bersedia
36 Menunjukan keberadaan suatu produk kepada
masyarakat atau konsumen bahwa produk ini telah
beredar di pasaran
Menanamkan brand awareness yang kuat terhadap
produk sehingga dapat dikenal dan diingat oleh target
audiens
Untuk mengimbangi persaingan dengan produk lain yang
sejenis atau bahkan untuk dapat mengalahkan mereka
Mengkomunikasikan keunggulan dan kelebihan produk
3.3 Konsep Kreatif 3.3.1 Tujuan Kreatif
Tujuan kreatif dalam perancangan promosi adalah
menyampaikan pesan pada masyarakat mengenai adanya
produk chocodot yaitu coklat isi dodol. Dengan melakukan
pendekatan emosional sebagai tema kreatif, diharapkan dapat
memicu pembangkitan brand awareness konsumen terhadap
produk. Dengan penyampaian pesan ini, diharapkan timbul
rasa ingin tahu masyarakat mengenai produk Chocodot serta
37 3.3.2 Strategi Kreatif
Untuk mencapai suatu tujuan kreatif, maka dibutuhkan
strategi yang efektif sehingga dapat meraih perhatian
(attention), menumbuhkan minat (interest), merangsang
keinginan (desire), dan memperoleh tindakan (action). Dalam
merumuskan pesan tersebut perlu diadakan beberapa langkah
yang meliputi isi pesan, bentuk pesan, dan strategi visual.
3.3.2.1 Isi Pesan
Pesan utama yang ingin disampaikan ialah
menginformasikan kepada target audiens mengenai
adanya produk baru yaitu Chocodot yang merupakan
inovasi baru dari produk kuliner kota Garut dengan
sensasi rasa dari Chocodot yaitu perpaduan rasa
manis cokelat dan dodol Garut. Sensasi rasa disini
menyampaikan pesan bahwa Chocodot memberikan
kesan manis di setiap moment.
3.3.2.2 Bentuk Pesan
Pesan akan disampaikan dalam bentuk gaya
bahasa sehari – hari sesuai dengan gaya bahasa
target audiens untuk menyampaikan informasi
38 menonjolkan keyword manis “sweetest thing”. Untuk
dapat menyampaikan pesan tersebut sehingga didapat
slogan yang tepat yaitu “everything feels sweet with
Chocodot”.Tujuannya untuk menegaskan pesan visual
yaitu segala sesuatu hal terasa manis dengan
Chocodot.
Penggunaan bahasa inggris yang ditampilkan
dalam headline tersebut merupkan salah satu strategi
kreatif dalam pembentukan citra baru dari Chocodot.
Penggunaan bahasa inggris didasari oleh karakteristik
dan kebiasaan remaja.
3.3.2.3 Strategi Visual
Pencarian gagasan visual berawal dari
pemahaman keyword dan slogan dari Chocodot.
Visualisasi yang digunakan untuk menyampaikan
pesan kepada target audiens dari chocodot yaitu
dengan melakukan pendekatan emosional dengan
gaya humor yang memainkan mimik wajah. Pesan
yang ingin disampaikan adalah bahwa sensasi rasa
manis dari Chocodot membuat sesuatu keadaan yang
39 Tujuan memberikan serangan yang cukup kuat
terhadap timbulnya awareness konsumen.
3.4 Konsep Media 3.4.1 Tujuan Media
Media Chocodot ditujukan untuk memberitahukan
keberadaan produk baru Chocodot kepada konsumen dan
untuk meraih target market yang tepat sasaran sesuai dengan
media yang dipilih dan menjangkau masyarakat yang menjadi
target audiens dari produk Chocodot sehingga dapat
meningkatkan brand awereness produk ke dalam pikiran
konsumen.
3.4.2 Strategi Media
Di dalam mendukung kelancaran melakukan iklan dan
promosi dalam suatu media, diperlukan strategi media yang
baik dan tepat. Jadi dalam pemilihan media tidak dilakukan
secara sembarangan, sehingga dapat mendukung proses
periklanan produk tersebut. Strategi media yang digunakan
dalam pelaksanaan iklan dan promosi chocodot adalah sebagai
berikut.
- Pemilihan media yang efektif dan efisien dalam
40 - Beriklan melalui media yang bersifat nasional yang
memungkinkan adanya efesiensi harga dalam meraih
perhatian masyarakat.
- Penggunaan media promosi secara berkesinambungan
dan saling mendukung dalam penyampaian pesan.
- memusatkan penempatan komunikasi periklanan pada
media-media yang umumnya sering digunakan dan
disukai oleh target audiens sehingga dapat dengan
tepat mengenai sasaran yang dituju.
3.4.2.1 Khalayak Sasaran (Target Audience)
Target audiens adalah merupakan bagian dari
masyarakat yang menjadi sasaran dalam
penyampaian komunikasi periklanan, mereka adalah
orang-orang yang berada di sekitar target market atau
juga yang mempengaruhi target market dalam
membeli suatu produk yang dipasarkan (Sulaksana,
2003).
Rincian target audiens chocodot ditinjau dari
segi demografis, psikografis, prilaku dan geografis,
41
- Kelas ekonomi : Menengah, menengah atas
b. Psikografis
- Berorientasi berpasangan/berpacaran
- Penuh perhatian, cermat, aktif
- Menyukai sesuatu yang inovatif
- Menganggap coklat sebagai tanda kasih sayang
- Modern
- Suka menarik perhatian dan mudah dibujuk
secara emosional
c. Perilaku (behaviour)
- Senang ngemil
- Menyukai produk praktis
- Gemar mencoba sesuatu yang baru
d. Geografis
Garut, Jakarta, Bandung serta masyarakat yang
42 3.4.2.2 Pemilihan Media
Untuk media Above The Line, yang digunakan
adalah :
Billboard
Media luar ruang ini digunakan untuk
menyerang pengguna jalan dalam
perjalanannya, sehingga tidak membutuhkan
waktu khusus untuk menginformasikan pesan
pada audiens, seperti halnya audiens
membutuhkan waktu khusus untuk melihat
televisi atau membaca majalah. Sehingga
dengan billboard, mau atau tidak pengguna
jalan akan melihatnya. Selain itu bila
dipasang di jalan utama kota, billboard ini
akan menjaring cukup banyak audiens setiap
harinya, dan memungkinkan pengulangan
pesan secara rutin terhadap pengguna jalan
yang rutin melewati jalan tersebut.
Spanduk
Media ini efektif untuk menjangkau target
lokal dengan biaya yang relatif murah serta
43 dengan singkat, sehingga mudah diingat oleh
target audiens.
Koran / Tabloid
Alasan penggunaan media ini adalah karena
koran / tabloid merupakan bacaan rutin
kebanyakan orang setiap hari dan mampu
menampilkan pesan iklan yang lebih
kompleks dan mendetail.
Majalah
Alasan penggunaan media ini adalah dapat
menuju target audiens sesuai khalayak
sasaran dari media cetak tersebut. Selain itu
iklan di majalah dapat dilihat sewaktu-waktu,
apalagi dengan adanya kebiasaan orang
untuk menyimpan majalah dalam waktu yang
cukup lama.
Web Banner
Media ini dipilih karena kebiasaan target
audiens yang tidak lepas dari media berbasis
layar.
Untuk media Bellow The Line, yang digunakan
44 Poster
Media ini dipilih untuk memberi informasi
kepada masyarakat mengenai promosi
Chocodot. Poster akan dipasang di tempat
dimana sering dikunjungi atau dilalui target
audiens.
Flyer
Media ini cukup praktis dan efektif dalam
menyampaikan pesan pada target. Dengan
informasinya yang lebih detil dari poster,
media ini sangat tepat digunakan sebagai
pembawa pesan promosi chocodot.
X-Banner
Media ini akan dipasang di depan toko
selama masa promosi.
Hanging Mobile
Merupakan media pendukung yang sesuai
digunakan sebagai media promosi yang
cukup unik, menarik dan mendukung
suasana tema dari promo.
Shelftalker
Shelftalker merupakan media lini bawah yang
45 beragam dengan aneka jenis cutting dalam
penyajiannya. Walaupun memiliki fungsi yang
sama, tetapi selftalker tetap mampu mencuri
perhatian konsunem ketika memutuskan
membeli produk.
Merchandise
Media ini dipilih karena dapat bertahan dan
disimpan dalam waktu yang cukup lama serta
dapat berguna sebagai bonus untuk menarik
minat konsumen membeli produk tersebut.
Merchandise ini akan diberikan pada
konsumen sesuai dengan jumlah pembelian
tertentu dan berlaku selama persedian masih
ada. Merchandise merupakan media promosi
yang digunakan selama masa promosi
berlangsung. Merchandise yang akan
diberikan kepada konsumen adalah
gantungan kunci, stiker, pin, kalender dan
magnet kulkas.
Untuk media Through The Line, yang digunakan
adalah :
Signage
46 Media ini sebagai media persuasif. Dengan
media ini diharapkan dapat menyerang langsung target
audience sehingga tertarik untuk membeli.
3.4.2.3 Jadwal Penyebaran Media
Tabel 3.2
Keterangan :
* Iklan ditayangkan 1 kali dalam 4 minggu yaitu setiap
hari minggu, pada minggu pertama.
** Iklan ditayangkan satu bulan sekali pada hari
minggu kedua sesuai tanggal terbit majalah. Jenis
iklan ada 4 macam jadi ditayangkan secara bergantian
setiap bulannya.
3.5 Konsep Visual
Format desain yang digunakan lebih bersifat simetris
dari letak unsur-unsur visual utama, penggunaan ini
47 3.5.1 Layout
Tata letak yang digunakan pada setiap media
promosi yaitu lanskap dan potret.
Lanskap
Untuk penempatan logo selalu berada di
bawah headline. Untuk penempatan image
tengah, sedangkan penempatan bagi body copy
menyesuaikan image yg dibuat.
H eadline
logo pr oduk
Ilustr asi
Gambar 3.9 Layout Lanskap
Potret
Untuk penempatan logo selalu berada di
bawah headline. Untuk penempatan image
48 body copy menyesuaikan image yg dibuat.
H eadline
logo produk
Ilustrasi
Gambar 3.10 Layout potret
Untuk media lainnya disesuaikan dengan
kebutuhan.
3.5.2 Tipografi
Tipografi adalah ilmu dalam memilih dan menata
huruf dengan pengaturan penyebaran pada ruang-ruang
yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu,
sehingga dapat menolong pembaca mendapatkan
kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Huruf atau biasa juga dikenal dengan istilah “Font”
atau “Typeface” adalah salah satu elemen terpenting
dalam Desain Grafis karena huruf merupakan bentuk
yang universal untuk menghantarkan bentuk visual
49 adalah cara manusia berkomunikasi secara visual.
(Triadi dan Bharata, 2010: hal.21)
Tipografi yang digunakan adalah Berlin Sans FB
Demi. Berlin Sans FB Demi merupakan jenis huruf sans
serif yang memliki ketebalan huruf yang sama atau
hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh jenis ini
adalah modern, kontemporer dan efisien. Alasan lain
menggunakan Berlin Sans FB Demi karena dilihat dari
setiap jenis huruf ini mencerminkan karakter emosional
yang sesuai dengan konsep visual dari perancangan
promo / kampanye komersial Chocodot.
Contoh tipografi Rage Italic:
Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr
Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz
1234567890
,./?><:;”’!@#$%^&*()_+{}
“
Everything feels sweet
”
3.5.3 Ilustrasi
Ilustrasi digunakan untuk memperjelas dan
50 sebuah kampanye komersil/promosi, namun ilustrasi
juga dapat dipakai sebagai daya tarik visual.
Ilustrasi yang ditampilkan berupa fotografi dari
gambaran emosional target audiens yang sesuai dengan
konsep visual dari perancangan promosi / kampanye
komersial chocodot.
a. Ditampar
Gambar 3.11 Ditampar
Ilustrasi ini menggambarkan seseorang yang
berulang kali ditolak cintanya sampai akhirnya ditampar
51 b. Babak Belur
Gambar 3.12 Babak Belur
Ilustrasi ini menggambarkan seseorang yang
dipalak oleh preman sampai akhirnya dipukuli hingga
babak belur.
c. Bola basket
Gambar 3.13 Bola basket
Ilustrasi ini menggambarkan seseorang yang
52 d. Dikejar anjing
Gambar 3.14 Dikejar anjing
Ilustrasi ini menggambarkan seseorang yang
dikejar anjing namun berlari tanpa rasa takut.
3.5.5 Warna
Warna selalu memberi kesan. Setiap individu
memiliki kesan berbeda terhadap warna. Sebab, warna
sangat merespons mata dan merangsang rasa. Pilihan
warna dalam foto memberi pengaruh langsung terhadap
persepsi penikmatnya. Warna merupakan unsur visual
yang dapat mempengaruhi orang yang melihatnya
karena warna memberikan suatu kesan tersendiri.
53 sesuatu. Warna sangat berkorespondensi dengan
elemen bentuk maupun cahaya. Karena itu, warna
menjadi salah satu elemen penting dalam fotografi,
maka dalam hal ini peranan warna juga sangat
menentukan. Penggunaan warna yang dipakai
disesuaikan dengan tema visual.
Warna psikis merupakan representasi elemen
warna dalam foto yang memberi pengaruh psikologis
dalam diri seseorang. Warna menjadi simbol yang
digunakan untuk menginterpretasikan makna. Selain
memberi deskripsi suasana yang berhubungan dengan
rasa, warna juga memberi keindahan, menarik
perhatian, serta berperan penting dalam penyampaian
pesan.
Keagungan, kemewahan, kesejukan, kesedihan,
maupun kegembiraan adalah gambaran terbatas
terhadap kesan yang ditampilkan oleh warna. Karena itu,
warna hangat (warm color) dan warna dingin (cool color)
termasuk warna psikis. Di antara dua macam warna itu,
warm color dan cool color, terdapat warna netral (neutral
color). Warna dingin (cool color) merupakan warna yang
memberi kesan kesejukan, kedamaian, dan ketenangan.
54 warna langit siang hari ketika cerah. Sedangkan hijau
lebih identik dengan warna hijau daun. Warna hangat
(warm color) berhubungan dengan matahari yang
bersinar saat pagi. Warna-warna yang muncul, antara
lain, merah, magenta, oranye, dan kuning yang memberi
55 BAB IV
MEDIA DAN TEKNIS PRODUKSI
4.1 Media Utama 4.1.1 Poster
Gambar 4.15 Poster 1 Gambar 4.16 Poster 2
56 Poster ini dipasang di outdoor dan indoor yang ramai
dikunjungi para remaja.
- Indoor : foodcourt, di dalam lift, dan area escalator
- Outdoor : Halte
a. Spesifikasi
- Ukuran : 29.7 x 44.5 cm
- Bahan : Art Paper 200 gr
- Teknis produksi : Cetak offset
4.1.2 Billboard
Gambar 4.18 Billboard
Media luar ruang ini ditempatkan di jalan utama kota
atau daerah sekitar pusat perbelanjaan yang akan menjaring
57 pengulangan pesan secara rutin terhadap pengguna jalan yang
rutin melewati jalan tersebut.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 600 x 397.187 cm
- Jenis : MMT
- Teknis produksi : Digital printing
4.1.3 Web Banner
Gambar 4.19 Web Banner
Web banner ini dipasang di Yahoo! dan jejaring sosial
Facebook.
a. Spesifikasi
- Ukuran : custom
- Format : .swf dan .tiff
58 4.2 Media Pendukung
4.2.1 Iklan Majalah
Gambar 4.20 Iklan Majalah
Majalah aneka yess! digunakan untuk menjangkau para
remaja sesuai dengan target market majalah aneka yess!.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 21 x 27.5 cm
- Bahan : Art Paper
59 4.2.2 Iklan Tabloid
Gambar 4.21 Iklan Tabloid
Tabloid gaul diguanakan untuk menjangkau para remaja
sesuai dengan target market tabloid gaul.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 15.5 x 20.5 cm
- Bahan : -
60 4.2.3 Flyer
Gambar 4.22 Flyer
Flyer ini dibagikan di daerah pusat perbelanjaan dan
kampus.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 20 x 7.8 cm
- Bahan : Art Paper 160 gr
61 4.2.4 X-banner
Gambar 4.23 X-banner
X-banner ini dipasang di area display stand dan outlet
resmi chocodot.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 60 x 153.3 cm
- Bahan : Albatros
62 4.2.5 Hanging Mobile
Gambar 4.24 Hanging Mobile
Hanging mobile dipasang dengan cara digantungkan
dilangit-langit outlet chocodot atau tempat yang memungkinkan
pemasangan hanging mobile. Pemasangan ini bertujuan untuk
menarik perhatian pengunjung.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 20 x 20 cm
- Bahan : Art Karton 400 gr
63 4.2.6 Shelftalker
Gambar 4.25 Shelftalker
Shelftalker dipasang di rak – rak penjualan.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 10 x 24.5 cm
- Bahan : Art Paper 260 gr
64 4.2.7 Spanduk
Gambar 4.26 Spanduk
Media luar ruang ini ditempatkan di jalan utama kota
atau daerah sekitar pusat perbelanjaan yang akan menjaring
cukup banyak audiens setiap harinya, dan memungkinkan
pengulangan pesan secara rutin terhadap pengguna jalan yang
rutin melewati jalan tersebut.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 700 x 139.8 cm
- Bahan : Vynil
65 4.2.8 Neon Box
Gambar 4.27 neon box
Neon Box sangat baik digunakan sebagai sarana
promosi, dan memiliki keunggulan dari sisi estetika, saat malam
hari Neon Box akan terlihat cantik dan indah. Media luar ruang
ini ditempatkan di jalan utama kota atau daerah sekitar pusat
perbelanjaan.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 100 x 150 cm
- Bahan : Pipa, Hollo, Plate Cover , Gallvalum,
66 4.2.9 Umbul-umbul
Gambar 4.28 Umbul-umbul
Umbul-umbul ditempatkan di pinggir jalan sekitar area
outlet Chocodot.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 400 x 90 cm
- Bahan : Vynil
67 4.2.10 Signage
Gambar 4.29 Signage
Media ini ditempatkan atau di tempel di tangga pusat
perbelanjaan.
a. Spesifikasi
- Ukuran : Custom
- Bahan : Stiker
68 4.2.11 Handle Bus
Gambar 4.30 Handle Bus
Ini merupakan stiker yang ditempel pada handle bus.
a. Spesifikasi
- Ukuran : Custom
- Bahan : Stiker
69 4.2.12 Gantungan Kunci, Pin dan Magnet Kulkas
Gambar 4.31 Gantungan Kunci, Pin dan Magnet Kulkas
Gantungan kunci, pin dan magnet kulkas merupakan
salah satu souvenir yang akan diberikan cuma-cuma untuk
pembelian minimal harga yang sudah ditentukan.
a. Spesifikasi
- Ukuran : Custom
- Bahan : Akrilik
70 4.2.13 Stiker
Gambar 4.32 Stiker
Stiker merupakan salah satu souvenir yang akan
diberikan cuma-cuma untuk pembelian minimal harga yang
sudah ditentukan.
a. Spesifikasi
- Ukuran : Custom
- Bahan : stiker
71 4.2.14 Kalender
Gambar 4.33 Kalender
Kalender merupakan salah satu souvenir yang akan
diberikan cuma-cuma untuk pembelian minimal harga yang
sudah ditentukan.
a. Spesifikasi
- Ukuran : 29 x 6 cm
- Bahan : Art Paper 260 gr
72 4.2.15 Display Stand
Gambar 4.34 Display Stand
Display ini digunakan pada saat event berlangsung.
a. Spesifikasi
- Ukuran : Custom
- Bahan : Corrugate paper, besi
74 DAFTAR PUSTAKA
Dinas Perindagkop & UKM Kabupaten Garut. (2008). Dodol Garut. Tersedia
di : www.garutkab.go.id
Durianto, D., Sugiarto, Sitinjak, T. (2004). Strategi Menaklukan Pasar Melalui
Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. Jakarta: Gramedia
Henry, Micko. 2009 (31 Agustus). Warna Dalam Fotografi. Tersedia di:
http://jurnal.micko.web.id/warna-dalam-fotografi.html [3 Juli 2011]
Jinjinger. (2011). Variasi Dodol Garut dan Promosi Wisata Indonesia.
Tersedia di : http://jinjinger.blogspot.com/ [20 Mei 2011]
Khasali, Rhenald. (2000). Membidik Pasar Indonesia: Segmentasi, Targeting,
Positioning, Jakarta: Gramedia.
Puspitasari, Riyanti. (2004). Strategi Komunikasi Pemasaran, Surabaya.
Rangkuti,Freddy. (2009). Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus
Intergrated Marketing Communication, Bogor: Grafika Mardi Yuana.
Rangkuti,Freddy. (2009). Mengukur Efektifitas Program Promosi dan Analisis
Kasus Menggunakan SPSS, Bogor: Grafika Mardi Yuana.
Saung Cokelat Chocodot. Tersedia di : www.saungcokelat.com [10 April
2011]
Suherman, Eman. (2008). Business Entrepreneur: Modal, Model, Modul
Kewirausahaan, Bandung: Alfabeta.
Sulaksana, Uyung. (2003). Integrated Marketing Communication,
75 Triadi, D., Bharata, A.S. (2010). Ayo Bikin Iklan!: Memahami Teori dan
RIWAYAT HIDUP
Nama : Ryan Hermawan
TTL : Bandung, 25 November 1988
Jenis Kelamin : Pria
Status : Lajang
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Alamat : Komp. Bumi Asri Mekar Rahayu
Blok 4 D 101
No. Handphone : 085720037255
E- Mail : [email protected]
Pendidikan Formal
2007-2011 :
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA JURUSAN: DESAIN KOMUNIKASI VISUAL
2004-2007 : SMA NEGERI 1 MARGAHAYU
2001-2004 : SMP NEGERI 1 MARGAHAYU