• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah teori akuntansi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Makalah teori akuntansi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Makalah teori akuntansi (jiantari c 301 09 013) —

Document Transcript

 1. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) BAB I PENDAHULUANA. LATAR BELAKANG Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM–1300 M tahun 1300-1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukanlagi sekedar masalah debit kiri–kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern Pengguna akuntansi juga

bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama. Bila dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih berada pada tataran pertama dan kedua yaitu sebagai alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan. Informasi akuntansi merupakan alat yang digunakan oleh pengguna informasi untuk pengambilan keputusan terutama oleh pelaku bisnis. Dimana informasi akuntansi diharapkan dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang bisa mengukur dan mengkomunikasikan informasi keuangan tentang kegiatan ekonomi.Informasi akuntansi sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan dalam merumuskan berbagai keputusan dalam memecahkan segala permasalahan yang dihadapi perusahaan. Informasi akuntansi yang dihasilkan dari suatu laporan keuangan berguna dalam rangka menyusun berbagai proyeksi, misalnya proyeksi kebutuhan uang kas di masa yang akan datang. Dengan menyusun proyeksi tersebut secara tidak langsung akan mengurangi

ketidakpastian, antara lain

 2. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) mengenai kebutuhan akan kas. Informasi akuntansi berhubungan dengan data akuntansi atas transaksi–transaksi

keuangan dari suatu unit usaha, baik usaha jasa, dagang maupun manufaktur. Supaya informasi akuntansi dapat dimanfaatkan oleh manajer atau pemilik usaha, maka informasi tersebut disusun dalam bentuk-bentuk yang sesuai dengan Standar Akuntansi

(2)

untuk mengetahui bagaimana perkembangan usaha perusahaan,bagimana struktur modalnya, berapa keuntungan yang diperoleh perusahaan padasuatu periode tertentu. Holmes dan Nicholls (1989) mengungkapkan bahwa informasi akuntansi yang banyak disiapkan dan digunakan perusahaan kecil dan menengah adalah informasi yang diharuskan menurut undang-undang atau peraturan (statutory).Selain itu, informasi akuntansi yang seharusnya dibutuhkan oleh manajemen perusahaan kecil dan menengah dalam pengggunaan informasi akuntansi sangat terbatas sekali. Banyak kelemahan dalam praktik akuntansi pada perusahaan kecil. Kelemahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain pendidikan dan overload standar akuntansi yang dijadikan pedoman dalam penyusunan pelaporan keuangan. Dari uraian tersebut jelas bahwa industri menengah banyak mengalami kesulitan dalam memahami informasi akuntansi dengan baik. Padahal dengan semakin ketatnya persaingan bisnis dalam era globalisasi ekonomi, hanya perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif yang akan mampu

memenangkan persaingan. Keunggulan tersebut diantaranya adalah kemampuan dalam mengelola berbagai informasi, sumber daya manusia, alokasi dana,penerapan teknologi, sistem pemasaran dan pelayanan. Sehingga manajemen perusahaan yang profesional merupakan tuntutan yang harus segera dipenuhi untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan perusahaan secara baik.Melihat begitu banyak peranan dan manfaat informasi akuntansi dalam menciptakan arus informasi keuangan guna menunjang kelangsungan hidup (going concern) industri menengah.B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah Teori Akuntansi itu? 2. Apa Pengertian Akuntansi? 3. Bagaimanakah Sifat Dasar

Akuntansi itu?

 3. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) 4. Bagaimanakah yang dimaksud dengan Akuntansi: Kapitalisme, Kamera, Netral atau Bias itu? 5.

Bagaimanakah Siklus Akuntansi itu?C. TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH INI 1. Untuk mengetahui bagaimana Teori Akuntansi itu 2. Untuk mengetahui pengertian dari Akuntansi itu sendiri 3. Untuk mengetahui sifat dasar akuntansi 4. Untuk mengetahui apa yang dimaksud Akuntansi Akuntansi: Kapitalisme, Kamera, Netral atau Bias 5. Untuk mengetahui bagaimana siklus Akuntansi itu

 4. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

(3)

sains yang berdiri sendiri yang menjadi sumber atau induk pengetahuan atau praktik akuntansi. Teori akuntansi akan merupakan seperangkat hipotesis yang bersifat deskriptif sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metode ilmiah tertentu. Istilah ini juga sering dimaksudkan sebagai suatu penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu dan tentang struktur akuntansi yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu. Teori akuntansi membahas proses pemikiran atau penalaran untuk menjelaskan kelayakan prinsip atau praktik akuntansi tertentu yang sudah berjalan atau untuk memberikan landasan konseptual dalam penentuan standar atau praktik yang baru. Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa teori akuntansi merupakan penalaran logis, gagasan-gagasan mendasar, atau gagasan-gagasan yang berkaitan dan konsisten. Proses penalaran logis tersebut dapat disebut sebagai perekayasaan. Hasil perekayasaan dalam hal ini dapat berupa seperangkat prinsip umum, seperangkat doktrin, atau suatu struktur/rerangka konsep-konsep yang terpadu. Prinsip umum, doktrin, atau rerangka tersebut berfungsi untuk: Acuan pengevaluasian praktik akuntansi yang berjalan

 5. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) Pengarah pengembangan praktik dan prosedur akuntansi baru Basis penurunan standar akuntansi Titik tolak pengujian dan perbaikan praktik berjalan Pedoman pemecahan masalah

potensialPerspektif Teori AkuntansiBila akuntansi diberlakukan sebagai sains, teori akan merupakan penjelasan ilmiah.Bila akuntansi diberlakukan sebagai teknologi, teori ini diartikan sebagai penalaranlogis. Manapun perlakuan yang dianut, teori ini akan berisi pernyataan-pernyataanyang berupa baik penjelasan ataupun pembenaran tentang suatu fenomena atauperlakuan akuntansi.Aspek Sasaran TeoriAspek sasaran ini mendasari pembedaan teori akuntansi menjadi positif dan normatif.Penjelasan positif berisi pernyataan tentang sesuatu seperti apa adanya sesuai denganfakta atau apa yang terjadi atas dasar pengamatan empiris. Penjelasan normatif berisipernyataan dan penalaran untuk menilai apakah sesuatu itu baik atau buruk ataurelevan atau tak relevan dalam kaitannya dengan kebijakan ekonomik atau sosialtertentu.Aspek Tataran SemiotikaTeori ini dapat dibedakan atas dasar sasaran bahasan dan pemahaman menjadi: Semantic, berusaha menjawab apakah elemen-elemen statement keuangan benar-benar merepresentasikan apa yang memang dimaksudkan dan untuk meyakinkan bahwa makna yang terkandung dalam simbol pelaporan tidak dislahartikan oleh pemakai. Sintaktik, berusaha untuk memberi penjelasan dan penalaran tentang apa yang harus dilaporkan, siapa melaporkan, kapan dilaporkan dan bagaimana melaporkannya. Pragmatic, membahas reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Apakah informasi sampai ke yang dituju dan diinterpretasi dengan tepat merupakan masalah keefektifan komunikasi.Verifikasi teori merupakan prosedur untuk menentukan apakah suatu teori valid atautidak.

(4)

Teori akuntansi positif dinilai validitasnya atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjaB. PENGERTIAN AKUNTANSI Perkembangan akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha, karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul “Tractatus de Cumputis at Scritorio” buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan. Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double entry bookkeeping. Menurut pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada sejak 5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Double entry accounting system telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di Florence, Italia dengan judul “Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et Proportionalita” yang berisi tentang palajaran ilmu pasti. Inoue (dalam Harahap, 1997) menyebutkan “Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah buku Pacioli terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka

pertentangan sebenarnya tidak ada.” Jika kita kaji sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbuhannya sudah ada sistem akuntansi. Akan tetapi,

sayangnya literatur belum banyak menganalisis bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi, 1999) “Sebenarnya orang-orang Italia dalam abad ke-14 baru menerapkan sistem pembukuan

 7. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5)berpasangan lengkap setelah terlebih dahulu digunakan oleh saudagar-saudagarMoslem (Moslem Merchants).” Revolusi indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positifterhadap perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yangpertama di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan statusperusahaan. Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaanmeminjam uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindaksebagaimana halnya perorangan. Keadaan-keadaan inilah yang menimbulkanperlunya laporan baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban. Akuntansi merupakan bahasa bisnis yang dapat memberikan informasi tentangkondisi ekonomi suatu bisnis dan hasil

usahanya pada waktu periode tertentu. Berikutini beberapa pengertian akuntansi. Komite istilah American Institute of CertifiedPublic Accountant (AICPA) mendefinisikan

akuntansi sebagai berikut: Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan

(5)

merupakanilmu pengetahuan murni (science). Hal ini disebabkan penerapan prosedur akuntansidalam menghasilkan laporan keuangan, sangat tergantung pada lingkungannya dandipengaruhi berbagai faktor pertimbangan tertentu. American AccountingAssociation (AAA), mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal

mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para

pemakainya.Definisi tersebut menunjukkan bahwa akuntansi merupakan media/alat yang dapatdigunakan untuk menyampaikan informasi kepada pemakai yang

berkepentingandengan masalah pengelolaan perusahaan. Accounting Principle Board (APB)Statement No.4 mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah memberikan informasi kuantitatif, umumnya dalam ukuran uang, mengenal suatu badan

 8. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) ekonomi yang dimaksudkan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi sebagai dasar dalam memilih di antara beberapa alternatif.Di Indonesia, akuntansi mulai diterapkan sejak 1642, tetapi jejak yang jelas baruditemui pada pembukuan Amphion Society yang berdiri di Jakarta sejak tahun 1747.Perkembangan akuntansi yang mencolok baru muncul setelah undang-undangmangenai tanam paksa dihapuskan tahun 1870. Dengan dihapuskannya tanam paksa,kaum pengusaha Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk

menanamkanmodalnya. Sistem yang dianut oleh pengusaha Belanda ini adalah seperti yangdiajarkan oleh Luca Pacioli. Pada Zaman penjajahan Belanda,

(6)

 9. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) Padjadjaran (1961),

Universitas Sumatera Utara (1964), universitas Airlangga (1962), dan universitas Gadjah Mada (1964). Organisasi profesi yang menghimpun para akuntan Indonesia bediri 23 Desember 1957. Organisasi ini diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dengan pendiri lima orang akuntan Indonesia.profesi akuntan mulai berkembang dengan pesat sejak tahun 1967. Pada tahun itu juga dikeluarjannya undang-undang modal asing yang kemudian disusul dengan undang-undang penanaman modal dalam negeri tahun 1968 yang merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Setelah krisis ekonomi Indonesia tahun 1997, peran profesi akuntan diakui semakin signifikan mengingat profesi ini memiliki peranan strategis di dalam menciptakan iklim transparansi di Indonesia.C. SIFAT DASAR AKUNTANSI Komite Terminologi AICPA (The Committee on

Terminology of the American Institute of Certified Public Accountants) mendefinisikan akuntansi sebagai berikut: Akutansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan

peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang, dan menginterprestasian hasil proses tersebut. Pada perkembangan saat ini, akuntansi didefinisikan dengan mengacu pada konsep informasi: Akutansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomik yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomik, dalam membuat pilihan diantara alternatif tindakan yang ada. Para akuntan memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang proses akuntansi dalam menguraikan perbedaan teori-teori.

Pandangan-pandangan tersebut adalah akuntansi sebagai bahasa, akuntansi sebagai catatan peristiwa yang lalu, akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini, akuntansi sebagai sistem informasi, akuntansi sebagai komoditas, dan akhirnya, akuntansi sebagai sebuah ideology. 1)

Akuntansi sebagai sebuah ideology Akuntansi telah dipandang sebagai fenomena ideologi sarana untuk mendukung dan melegitimasi tatanan sosial, ekonomi dan politik saat ini. Karl Marx menegaskan bahwa akuntansi melakukan suatu bentuk dan

(7)

numeric, praktik ini sangat mendukung logika perusahaan.2) Akutansi Sebagai Sebuah Bahasa Akutansi telah dipandang sebagai bahasa bisnis. Akuntansi merupakan suatu cara pengkomunikasian informasi tetnang bisnis. Apa yang membuat akuntansi menjadi sebuah bahasa? untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat kesejahteraan potensial antara akuntansi dan bahasa. Hawes mendefinisikan bahasa sebagai berikut: Simbol-simbol manusia bukan merupakan tanda-tanda yang disusun secara acak, yang

mengarahkan pada konseptualisasi rujukan yang bersifat tertutup dan rahasia. Sebaliknya, symbol-simbol manusia disusun secara yang sistematis dan berpola dengan aturan-aturan khusus yang mengarahkan penggunaannya. Susunan symbol ini disebut bahasa, dan aturan yang mempengaruhi pola dan penggunaan symbol tersebut dinyatakan sebagai tata bahasa.

 11. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) Jadi, pengakuan akutansi sebagai bahasa yang didasarkan pada identifikasi adanya dua komponen tersebut, sebagai dua tingkatan akuntansi. Penjelasannya sebagai berikut:  Simbol-simbol atau

karakteristik leksikal suatu bahasa adalah unit-unit yang mengandung arti atau kata-kata yang dapat diidentifikasi dalam setiap bahasa.  Tata bahasa suatu bahasa mengacu pada susunan sintaksis yang terdapat dalam setiap bahasa. Dalam akuntansi, tata bahasa merujuk pada serangkaian prosedur umum yang digunakan dan diikuti dalam penyusunan seluruh data keuangan untuk keperluan bisnis. Jadi menetapkan hubungan antara tata bahasa dengan aturan akuntansi dalam pernyataan berikut ini: Penyandang gelar CPA (pakar dalam bidang akuntansi) mengesahkan ketetapan penerapan aturan akuntansi sama seperti seorang pembicara suatu bahasa mengesahkan ketetapan tata bahasa suatu

kalimat. Aturan akuntansi memformalisasikan struktur yang melekat pada suatu bahasa alamiah.3) Akutansi Sebagai Catatan Peristiwa yang Lalu Umumnya akutansi dipandang sebuah cara penyajian sejarah perusahaan dan transaksi yang dilakukannya dengan pihak lain. Konsep pertanggung jawaban pada dasarnya merupakan ciri hubungan principal (pemilik) dengan agen (manajer). Pengukuran konsep pertanggung jawaban telah dikembangkan dari waktu ke waktu. Bimberg membedakannya dalam empat periode: Periode pure custodial Periode traditional custodial Periode aset-utilization Periode open-ended Dua periode pertama mengacu pada kepentingan agen untuk mengembalikan sumber-sumber daya secara lengkap kepada principal dengan menetapkan tugas-tugas minimal dalam melaksanakan fungsi pemeliharaan (custodial).

 12. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) Periode ke tiga mengacu pada kepentingan agen untuk menetapkan inisiatif pemakaian aset secara mendalam agar sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Terakhir, periode open-ended berbeda dengan periode aset-utilization dalam hal penetapan pemanfaatan aset yang lebih

(8)

menyangkut petunjuk awal, namun juga memastikan kapan batas waktu sejumlah petunjuk harus diubah. Sama halnya dengan pengendalian strategis, fungsi pertanggung jawaban mensyaratkan adanya asumsi tingkat pertanggungjawaban yang signifikan, yang harus dimiliki oleh manajer. Tekanan kerja mungkin disebabkan oleh adanya kesenjangan struktur dan adanya ketidakpastian dengan jumlah yang signifikan. Petunjuk-petunjuk ini yang mungkin menyebabkan sistem pelaporan pada pemilik perusahaan akan menemui hambatan dalam komunikasi. Di satu sisi adanya kebutuhan pelaporan secara terperinci, disisi lain adanya resiko pelaporan yang terlalu banyak dan kompleks.4) Akutansi Sebagai Realitas Ekonomi Saat ini Akutansi juga dipandang sebagai cara untuk

menggambarkan realitas ekonomi saat ini. Argumen utama yang mendukung pandangan ini adalah bahwa baik neraca maupun laporan laba-rugi seharusnya didasarkan pada taksiran yang menggambarkan realitas ekonomi saat ini daripada cost histories. Tujuan utama dari pandangan akuntansi ini adalah penetapan pendapatan sesungguhnya (true income), suatu konsep yang menunjukkan perubahan kesejahteraan perusahaan dari suatu periode ke periode selanjutnya.5) Akuntansi Sebagai Suatu Sistem Informasi Akutansi selalu dipandang sebagai suatu sistem informasi. Pandangan ini mengasumsikan akutansi sebagai suatu proses yang menghubungkan sumber informasi atau transmitter (biasanya akuntan), saluran komunikasi, dan sekumpulan penerima (pengguna eksternal). Dengan menggunakan istilah

 13. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) dalam proses komunikasi, akuntansi dapat didefinisikan sebagai “proses menyendikan sejumlah observasi ke dalam bahasa sistem akuntansi, memanimpulasi sinyal sistem pelaporan, dan mengawasandikan (decoding) serta mentransmisikan hasilnya.” Pandangan tentang akuntansi ini

memberikan manfaat yang penting baik secara konseptual maupun secara empiris. Pertama, pandangan ini mengasumsikan bahwa sistem akuntansi merupakan satu-satunya sistem pengukuran formal dalam organisasi. Kedua, pandangan ini memunculkan

kemungkinan disain sistem akuntansi yang optimal, yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat (bagi pengguna). Perilaku pengirim (sender) merupakan hal yang penting baik dalam reaksi terhadap informasi yang disajikan maupun dalam pemanfaatan informasi yang dibuat. Kedua perilaku ini merupakan subjek

penelitian empiris dalam bidang akuntansi keperilakuan.6) Akuntansi sebagai Komoditi. Komoditi yang dimaksud adalah output akuntasi dalam bentuk informasi yang

dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.7) Akuntansi sebagai Sistem Pertanggungjawaban. Dengan akuntansi,sumber kekayaan yang dikelola dapat ditelusuri sehingga dapat dijadikan media untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan

perusahaan atau lembaga.8) Akuntansi sebagai Teknologi Bambang Sudibyo (1987) pernah mengajukan argumen tentang posisi akuntansi sebagai teknologi dan bukan sebagai science atau art. Sudibyo menyimpulkan sebagai berikut: Akuntansi adalah teknologi perangkat lunak. Akuntansi tidak ditujukan untuk menerangkan dan meramalkan perilaku variabel-variabel sosial/ekonomis tertentu melainkan untuk

(9)

adalah bahwa akuntansi merupakan disiplin rekayasa informasi dan pengendalian (kontrol) keuangan. 13

 14. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5)Dalam APB statement No. 4 dijelaskan beberapa sifat dan elemen dasar dariakuntansi (keuangan) sebagai berikut: a) Accounting entity, entity tertentu harus dipisahkan dari badan atau entity yang lain. b) Going concern, dalam menyusun laporan keuangan harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan akan terus beroperasi di masa yang akan datang. c)

Measurement, akuntansi adalah sebagai pengukuran sumber-sumber ekonomi (Economic Resources) dan kewajiban (liability) beserta perubahannya yang dimiliki perusahan. d) Time Period, laporan keuangan menyajikan informasi untuk suatu waktu atau suatu periode tertentu. e) Monetary Unit, transaksi perusahaan dilaporkan dalam ukuran moneter. f) Accrual, penentuan pendapatan dan biaya dari posisi harta dan kewajiban ditetapkan tanpa melihat apakah transaksi Kas telah dilakukan ata tidak. g) Exchange Price, Nilai yang terdapat dalam laporan keuangan umumnya didasarkan pada harga pertukaran. h) Approximation, dalam akuntansi tidak dapat dihindarkan penaksiran- penaksiran, nilai, harga, umur, penyisihan, dan sebagainya. i) Judgment, dalam menyusun laporan keuangan banyak diperlukan pertimbangan-pertimbangan berdasarkan keahlian yang dimiliki akuntan. j) General Purpose, informasi yang dihasilkan ditujukan buat pemakai secara umum. k) Interrelated Statement, Neraca, Laba rugi, dan laporan Sumber dan Penggunaan Dana mempunyai hubungan yang sangat erat dan berkaitan satu sama lain. l) Substance Over Form, akuntansi leboh menekankan kenyataan ekonomis suatu kejadian daripada bukti legalnya. m) Materiality, Laporan Keuangan Hanya memuat informasi yang dianggap penting, dan dalam setiap pertimbangan yang dilakukannya tetap melihat signifikansinya.

 15. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5)D. AKUNTANSI:

(10)

resorsi harus diarahkan untuk mencari, memupuk kekayaandengan berbagai cara yang dilakukan. Dalam ideologi kapitalisme pemrakarsa penciptaan dan pedistribusian harta diberikan kepada pemilik modal bukan kepada Negara atau kepada kaum pekerja (buruh). Dalam kenyataannya, kapitalis berhasil bukan saja menjadi prosedur harta, tetapi dia berusaha untuk terus- menerus menjadi penguasa dalam memupuk harta sehingga semua kemampuannya diusahakan untuk menjaga perannya ini. Hal inilah yang membuat kapitalis juga merambah ke bidang-bidang politik, social, dan keagamaan. Kapitalis membiayai kegiatan elite politik dengan imbalan semua kebijakan politik harus menguntungkan kapiitalis. Dibidang social juga demikian bahkan dalam bidang keagamaan kapitalis mencoba memengaruhi ulama dalam pemahaman konsep keagamaan untuk menjamin pemahaman agama tidak merusak penguasaannya pada kekayaan tadi.E. SIKLUS AKUNTANSI Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut:

 16. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) a) Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi. b) Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian) c) Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun Buku Besar. d) Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar. e) Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo. f) Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup. g) Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporan Perubahan Modal dan Neraca.Bukti Transaksi Sebagaimana disebutkan diatas transaksi yang terjadi biasanya dibuktikandengan adanya dokumen. Suatu transaksi baru dikatakan sah atau benar bila didukungoleh bukti- bukti yang sah, akan tetapi harus pula disadari bahwa ada transaksi-transaksi yang tidak mempunyai bukti secara tertulis, misalnya pencurian barangdagangan. Transaksi ini merupakan transaksi yang bersifat luar biasa. Semua transaksi baik yang terjadi secara rutin atau tidak merupakan bahanuntuk menyusun laporan keuangan dengan jalan mencatat dan mengolah transaksi itulebih lanjut. Bukti-bukti asli yang dapat mendukung setiap terjadinya transaksinyatransaksi antara lain: kwitansi, faktur dan bentuk – bentuk lain.  Kwitansi Kwitansi merupakan bukti bahwa seseorang atau badan hukum telah menerima sejumlah uang tunai.  Faktur Penjualan atau Pembelian Setiap penjualan secara kredit memerlukan bukti yang disebut faktur. Bagi si penjual faktur tersebut merupakan faktur penjualan sebaliknya faktur yang dikirimkan kepada sipembeli merupakan faktur pembelian.

 17. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

(11)

Jurnaladalah suatu catatan kronologis dari transaksi entitas. Sebagaimana di tunjukkan oleh nama-nma kolom, jurnal memberikaninformasi berikut: a) Tanggal, merupakan hal yang sangat penting karena memungkinkan kapan terjadinya transaksi b) Nama

perkiraan. c) Kolom debet, menunjukkan jumlah yang didebet d) Kolom kredit,

menunjukkan jumlah yang dikredit.Proses pencatatan mengikuti lima langkah berikut ini:  Mengidentifikasikan transaksi dari dokumen sumbernya, misalnya dari slip deposito bank, penerimaan penjualan dan cek.  Menentukan setiap perkiraan yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut dan mengklasifikasikan berdasarkan jenisnya (aktiva, kewajiban atau modal).  Menetapkan apakah setiap perkiraan tersebut mengalami penambahan atau pengurangan yang disebabkan oleh transaksi itu.  Menetapkan apakah harus mendebet atau mengkredit perkiraan.  Memasukkan transaksi tersebut kedalam jurnal.Pencatatan Buku Besar Dan Buku Tambahan.  Buku Besar (Ledger) Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya. Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.

 18. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya sendiri- sendiri. Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit. Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar. Buku Tambahan (Sub Ledger) Beberapa perkiraan

memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca dan

Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-masing kreditur. Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap

langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan (buku tambahan). Perkiraan masing-masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang). Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol

(12)

 19. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5)Neraca Lajur Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung.Setiap saldo masing-masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet,kredit, atau nol. Neraca saldo adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dankarenanya menunjukkan apakah total debet sama dengan total kredit. Jadi suatuneraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek atas kecermatan pencatatan danpembukuan. Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan bebanperusahaan. Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yangmempunyai pengaruh lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca inidisebut dengan neraca saldo yang belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnalpenyesuaian. Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana beban itu terjadi.Jurnal penyesuaian akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat danmemperbaharui perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yangtepat bagi laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaian dapatditimbulkan perkiraan yang tidak kelihatan. Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:  Biaya-biaya yang masih harus dibayar  Pendapatan yang masih harus diterirna  Biaya-Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu  Pendapatan yang diterima lebih dahulu  Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain  Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)  Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih  Persediaan Barang dagangan

 20. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5)Laporan Keuangan Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporanlaba rugi terlebih dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan danterakhir adalah neraca. Elemen penting yang harus ada dalam laporan keuanganadalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal atau periode yang dicakup laporan,rangka laporan

tersebut.JURNAL PENUTUP Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan,beban, dan pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraanmodal. Pendapatan yang akan menambah modal pemilik dan beban serta pengambilanpribadi akan mengurangi modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukanmaka perkiraan modal akan menyerap dampak dari nilai sisa perkiraan

sementaratersebut. Walau demikian, pendapatan dan beban akan dipindahkan terlebih dahulukedalam perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba Rugi, yang akan

mengumpulkanjumlah total debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit dari seluruh jumlahpendapatan pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan

suatu“tempat penyimpanan” sementara yang akan digunakan pada proses

(13)

Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam sisi kredit dari Ikhtisar laba rugi.  Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet dari Ikhtisar laba rugi.  Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal.  Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya.

Mendebet perkiraan modal pemilik perusahaan.

 21. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5)Neraca Saldo Setelah Penutupan. Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neracasaldo setelah penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan

penjurnalandan pemindah bukuan ayat jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neracasaldo yang terdapat pada awal pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah

penutupanadalah daftar seluruh perkiraan dengan nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untukmeyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi yang seimbang untuk

memulaiperiode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan diberi tanggal perakhirperiode akuntansi dimana laporan tersebut dibuat. Isi perkiraan Neraca adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaituperkiraan neraca: aktiva, kewajiban dan modal. Didalamnya tidak termasuk perkiraansementara, seperti perkiraan pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karena nilaisisa perkiraan tersebut telah ditutup 21

 22. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI JIANTARI C 301 09 013 (KELOMPOK 5) BAB III PENUTUPA. KESIMPULAN Teori akuntansi tidak lepas dari praktik akuntansi karena tujuan utamanya adalah menjelaskan praktik akuntansi berjalan dan memberikan dasar bagi pengembangan praktik tersebut. Dilihat dari sifat dasarnya akuntansi memiliki 2 sifat dasar yaitu Prinsip-prinsip yang menyajikan suatu kerangka acuan umum untuk menilai praktik akuntansi dan Prinsip-prinsip untuk mengarahkan pengembangan praktik dan prosedur akuntansi yang baru. Bukan itu saja dimana sifat dasar akuntansi juga dapat dilihat dari berbagai pandangan, Pandangan-pandangan tersebut adalah akuntansi sebagai bahasa, akuntansi sebagai catatan peristiwa yang lalu, akuntansi sebagai realitas ekonomi saat ini, akuntansi sebagai sistem informasi, akuntansi sebagai komoditas, dan akhirnya, akuntansi sebagai sebuah ideology.

 23. PENGANTAR TEORI AKUNTANSI DAN PROSES AKUNTANSI TEORI

(14)

Referensi

Dokumen terkait

standar akuntansi keuangan papan (FASB) di Amerika Serikat, yang mengembangkan salah satu kerangka kerja konseptual pertama dalam

Dari penjelasan maka teori akuntansi dapat kita rumuskan sebagai berikut : Teori akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara

Tokoh dalam teori belajar kognitivisme dari Gestalt yang memandang bahwa objek atau peristiwa tertentu akan dipandang sebagai suatu keseluruhan yang terorganisasi, teori belajar

Dengan demikian dalam teori akuntansi positif dijelaskan bahwa teori akuntansi merupakan sebuah proses yang didesain menjadi seperangkat azas hipotesis, konseptual

Pendekatan dan metode apa pun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi (deduktif atau induktif, normatif atau deskriptif), struktur teori akuntansi terdiri dari

Prinsip/Konsep Teori Akuntansi Islam Untuk menciptakan kerangka teori akuntansi kapitalis saja memerlukan waktu berpuluh-puluh tahun sehingga sampai pada kerangka konseptual akuntansi

Teori Akuntansi adalah cabang ilmu akuntansi yang mengkaji tentang prinsip dan metodologi dalam pelaporan

Teks tersebut membahas tentang sejarah sistem akuntansi, aspek tujuan kualitas laporan keuangan, dan teori