• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sifat fisikokimia dan aroma ekstrak vanili

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sifat fisikokimia dan aroma ekstrak vanili"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Desember 2007, hlm. 173-181 Vol. 12 No. 3 ISSN 0853-4217

SI FAT FI SI KOKI MI A DAN AROMA EKSTRAK VANI LI

Dw i Setyaningsih1), Meika Syahbana Rusli1), Nurmalia Muliati2)

ABSTRACT

PHYSI COCHEMI CAL AND SENSORY CHARACTERI STI CS OF VANI LLA EXTRACTS

The curing process of vanilla beans from dried vanilla to vanilla extract would give added value to vanilla products. Aroma and taste in vanilla extract depend on variety of plants, cultivation methods, and curing process. I ndonesian vanilla extract tend to give woody and phenolic aroma because it was harvested too early and it did not cure perfectly. This study was to identify the physicochemical and aroma characteristics of vanilla extracts from importer, exporter, and vanilla extracts from the newest experiment from our laboratory. There were seven samples, three from importers (Tahiti grade I , Tahiti grade I I , Virginia Dare), two from I ndonesian vanilla exporters (Djasula Wangi, Cobra), and two from our laboratory (G11, S7). The physicochemical characteristics which were analyzed were vanillin content, ash, soluble ash, alkalinity of soluble ash, alkalinity of total ash, total acidity, and lead number, all compared with the Food and Drugs Administration (FDA) standard. Sensory analysis used aroma description test consist of qualitative descriptive test (in-depth interview and focus group methods) and quantitative descriptive analysis. The result showed that the laboratory's sample from modified curing process (G11) followed the FDA standard in physicochemical characters, but the aroma description was not as strong as the aroma of vanilla extract from exporters, namely Cobra with creamy, sweet, and vanilla aroma; and vanilla extract from importer, namely Virginia with smoky and spicy aroma.

Keyw ords: vanilla extracts, aroma

1

Departemen Teknologi I ndustri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, I nstitut Pertanian Bogor. Kampus I PB Dramaga PO Box220 1600, telp / fax 0251-621974.

Korespondensi : Email: [email protected]

2

Alumni Departemen Teknologi I ndustri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, I nstitut Pertanian Bogor.

ABSTRAK

Proses kuring panili dari mulai dari panili kering sampai ekstrak panili akan memberikan nilai tambah terhadap produk panili. Aroma dan rasa ekstrak panili tergantung dari varietas tnaman, metode budidaya dan proses kuring. Ekstrak panili I ndonesia cenderung memberikan aroma kayu (woody) dan fenolik karena dipanen terlalu muda sehingga tidak terjadi proses kuring yang sempurna.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan aroma ekstrak panili yang berasal dari importir, eksportir dan ekstrak panili dari penelitian terbaru di laboratorium. Terdapat tujuh sampel, tiga buah dari importir (Tahiti grade I , Tahiti grade I I , Virginia Dare), dua dari eksportir panili I ndonesia (Djasula Wangi, Cobra) dan dua hasil penelitian laboratorium (G11, S7). Karakteristik fisikokimia yang dianalisis adalah kadar vanillin, kadar abu, kadar abu terlarut, alkalinitas abu terlarut, total asam dan lead number, seluruhnya dibandingkan dengan standar FDA. Analisis sensori aroma dilakukan dengan uji deskripsi aroma menggunakan analisis deskripsi kualitatif (in-depth interview dan metode grup fokus) dan analisis deskripsi kuantitatif (QDA).

Gambar

Tabel 1 Standar deskripsi aroma ekstrakvanili untukQDA
Gambar 3 memperlihatkan kadar abu tertinggi
Gambar 6 Alkalinitas abu terlarut ekstrak vanili
Gambar 8 Total asam ekstrak vanili
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan jenis penyalut, konsentrasi penyalut dan rasio antara ekstrak vanili dengan penyalut memberikan hasil yang berbeda terhadap rendemen, a w ,

Berdasarkan hasil penelitian ini nilai kadar air telah memenuhi standar namun tidak semua data hasil pengujian yang memenuhi teori yaitu pada sampel H

Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas ubi jalar mempengaruhi perubahan karakteristik granula pati yang terkandung dalam tepung ubi jalar yang diberikan perlakuan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi CMC pada selai labu siam menunjukkan adanya pengaruh yang nyata (F hitung > F tabel ) terhadap pH, viskositas,

Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ekstrak angkak biji durian berpengaruh nyata terhadap pH, warna ( Lightness, Redness dan o Hue ), sineresis dan sifat

Hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 30 sampel air tanah yang diambil dari sumur bor di Perumnas Gunung menunjukkan bahwa 100% sampel air yang diperiksa memenuhi

Dari seluruh percobaan yang dilakukan didapatkan bahwa meskipun hasil ekstraksi yang terbesar diperoleh dari proses ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan campuran etanol - air,

Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk memenuhi standar spesifi kasi untuk karakteristik sifat alir titik tuang dan titik kabut dan krakteristik stabilitas oksidasi dari