• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Tato, Rajah, Air Tape dan Lain-lain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hukum Tato, Rajah, Air Tape dan Lain-lain"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Hukum Tato, Rajah, Air Tape dan Lain-lain

Chalida Ziaul Rahman

Pertanyaan :

1. Hukum bertato yang biasa dilakukan mudi-mudi sekarang

2. Hukum merajah dengan tulisan Arab yang bercampur dengan ayat-ayat Al-Qur‟an

3. Apakah air tapai termasuk miras, karena kadar alkoholnya di atas 9%, lebih tinggi dari bir hitam

4. Hukum permainan olah raga yang dilakukan untuk mencari dana

5. Benarkah thariqah-thariqah, seperti Naksyabandiyah, Qodiriyah dan sebagainya ada pertalian mursyidnya dengan Nabi SAW.

Jawaban :

1. Tentang Hukum Tato

Tato dalam bahasa Arab disebut „al-wasymu, yaitu memasukkan jarum ke dalam tubuh (kulit) untuk memasukkan zat yang berwarna sehingga timbul suatu gambar yang diinginkan pada tubuh (kulit) itu. Tujuan membuat tato di badan agar yang ditato merasa dirinya dalam keadaan tertentu sesuai dengan keinginannya. Karena itu tato semacam perhiasan. Allah membolehkan seseorang memakai atau membuat perhiasan di badannya. Allah berfirman;

Artinya: “Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya agar kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya (QS. AL-Kahfi {18}:7)

Dan firman Allah SWT;

Artinya: “Katakanlah; „Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-Nya, dan (siapakah yang mengharamkan) rizki yang baik.‟ Katakanlah; „Semuanya itu disediakan bagi orang-orang yang beriman (dan tidak beriman) dalam kehidupan dunia, semata-mata bagi orang yang beriman di hari kiamat. Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui‟.” (QS. Al-A‟raf {7}:32)

(2)

Artinya; “Hukum itu beredar mengikuti illatnya (sebabnya), baik keberadaan maupun ketiadaannya (ada illat, ada hukum; tidak ada illat, tidak ada hukum).”

Tato termasuk persoalan masyarakat, karena ada pengaruhnya kepada orang yang melihat orang lain bertato, dan mungkin ada pula pengaruh tato itu kepada orang yang memakainya.

2. Tentang Merajah dengan Tulisan Arab

Belum ditemukan ayat-ayat Al-Qur‟an atau As-Sunnah yang maqbul, yang menjelaskan tentang merajah dengan tulisan Arab yang bercampur dengan Al-Qur‟an untuk dijadikan jimat dan sebagainya.

3. Tentang Tariqat

Bila melihat kepada para pendiri tariqat-tariqat pada umumnya, tariqat itu baru muncul sekitar abad keenam Hijriyah. Hal ini berarti bahwa tariqat itu tidak ada pada zaman Rasulullah SAW. Bahkan para imam Mujtahid seperti Imam Abu Hanifah (wafat 150 H), Imam Malik (wafat 179 H), Imam Asy-Syafi‟i (wafat 204 H) dan Imam Ahmad bin Hambal (wafat tahun 241 H), tidak menyinggung tentang tariqat itu.

4. Tentang Air Tape

Pada dasarnya makanan dan minuman beralkohol itu dapat merusak tubuh manusia banyak atau sedikit, karena alkohol itu dapat menimbulkan intoksikasi pada tubuh kita (Dr. Kapti Rahayu Kuswanto, 2001), karena itu menghindarkan diri dari minuman atau makanan yang beralkohol walaupun kandungannya sedikit adalah lebih baik. Namun demikian beberapa penelitian muslim berpendapat bahwa walaupun bahaya alkohol itu tetap ada, dapat ditolerir sampai 5% sedang tape kadar alkoholnya 1-4% (Dr. Kapti Rahayu Kuswanto, 2001).

5. Hukum mengadakan permainan olah raga untuk mencari dana

Sesuai dengan Kaidah Ushul Fiqh di atas (tentang tato), maka seluruh permainan apa saja dibolehkan oleh syara‟, yaitu mubah. Kecuali jika ada unsur-unsur negatif yang terdapat pada permainan itu, seperti permainan itu dapat menimbulkan permusuhan, kebencian antar sesama, dapat menyebabkan lupa kepada Allah, lupa kepada kewajiban-kewajiban yang ada dalam kehidupan rumah tangga dan hidup bermasyarakat. Jika demikian halnya hukum mubah pada suatu permainan dapat berubah mejadi haram. Allah SWT berfirman;

Artinya: “Sesungguhnya syaithan bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan mengerjakan shalat ….” (QS. Al-Maidah {5}:91)

Referensi

Dokumen terkait

Artinya: siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), Maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan

Segala puji hanya kepada Allah SWT atas segala nikmat yang selalu diberikan kepada hamba-Nya, Baik nikmat lahir maupun nikmat batin, nikmat yang tanpa diminta

“siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yag baik, Allah akan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak”b. 12 Yang

Semua ujian yang diberikan-Nya semata-mata hanya agar hamba-Nya menjadi lebih baik di hadapanNya. Rasulullah SAW bersabda : ”Barangsiapa dikehendaki baik oleh

Tapi hamba-hamba yang telah diberiakan rezeki yang lebih dari Allah mempunyai tanggungan untuk membantu hamba-hamba lain yang kekurangan dalam kehidupannya, baik itu memberikan

Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan

Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan

Dan apapun yang digariskan oleh Allah kepada hamba-Nya pastilah akan berdampak baik pula bagi hamba-Nya atau Ridho adalah menerima sepenuh hati tanpa