ANALISIS PROMOSI, STORE LAYOUT , DAN SELF SERVICE YANG MEMPENGARUHI KONSUMEN DALAM MELAKUKAN IMPULSE BUYING (Studi Pada Konsumen Supermarket Loka Malang City Point kota Malang)
Teks penuh
Dokumen terkait
Untuk menganalisis store atmosphere, merchandise, promosi dan pelayanan secara bersama-sama berpengaruh terhadap impulse buying pada Swalayan Laris Toserba dan
Ritel sangat erat hubungannya dengan Store environment ritel itu sendiri mengingat bahwa 70 persen dari pembelian ternyata merupakan impulse buying (Dune &
Rohman (2009) menyatakan bahwa stimulus store environment tidak berpengaruh positif terhadap impulse buying konsumen secara signifikan, ini berlawanan dengan hasil penelitian
Hasil penelitian menunjukan bahwa indikator In-store Stimuli mempengaruhi Impulse Buying konsumen pada Hypermart Central Plaza Bandar Lampung sebesar 54%, sisanya dipengaruhi
Pengaruh promosi penjualan terhadap impulse buying pada Hypermarket di Kota Bandung. Pengaruh promosi penjualan di dalam
Rohman (2009) menyatakan bahwa stimulus store environment tidak berpengaruh positif terhadap impulse buying konsumen secara signifikan, ini berlawanan dengan
variabel store atmosphere memiliki pengaruh yang kuat terhadap impulse buying dan hasil koefisien determinasi yaitu sebesar 59,8% yang berarti bahwa 59,8% impulse
Untuk menguji pengaruh price discount, bonus pack dan in-store display terhadap keputusan impulse buying behavior konsumen swalayan Kembang Mas Grabag memang