Studi Pertumbuhan dan Beberapa Aspek Reproduksi Kepiting Bakau Scylla serrata dan S. tranquebarica di Perairan Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur
Teks penuh
Dokumen terkait
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu molting antara kepiting bakau jantan dan betina dengan pemberian pellet sebagai pakan buatan.. Penelitian ini dimulai
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecepatan molting pada kepiting bakau jantan dan betina, memanfaatkan lahan bekas tambak sebagai tempat untuk melakukan
Sedangkan kepiting betina yang telah malakukan perkawinan secara berlahan dan pelan-pelan akan beruaya ke perairan bakau, dan kembali ke laut untuk melakukan pemijahan, dan
Substrat di sekitar hutan mangrove sangat mendukung kehidupan kepiting bakau terutama dalam melangsungkan perkawinan, selanjutnya secara bertahap betina akan beruaya menuju laut
Sementara itu, kepiting jantan yang berasal dari Pemalang maupun Demak memiliki kandungan kolesterol yang lebih besar dibandingkan dengan kepiting betina, masing – masing sebesar
1) Tipe pertumbuhan pada bulan Maret untuk kepiting bakau jantan bersifat isometrik dan kepiting bakau betina bersifat allometrik negatif. Sedangkan pada bulan April untuk
Karakteristik populasi kepiting bakau di perairan Asahan dicirikan dengan pola pertumbuhan bersifat allometrik negatif dan nisbah kelamin kepiting jantan dominan daripada betina
Tingkat molting Kepiting Bakau (Scylla serrata) pada semua Perlakuan (rata – rata Jumlah molting/jumlah Kepiting dalam Dongdang (20 ekor) Setiap Minggu).. Tingkat