• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akumulasi dan distribusi bahan kering pada beberapa kultivar kacang tanah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Akumulasi dan distribusi bahan kering pada beberapa kultivar kacang tanah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Scatterplot jumlah ginofor-polong dan bobot kering tajuk pada 42 HST (A) dan 70 HST (B) dan 91 HST (C)
Tabel 1. Rata-rata hasil dan komponen hasil
Gambar 2. Laju pertumbuhan tanaman (Crop Growth Rate, CGR) pada 26-42 HST, 42-70 HST, dan 70-91 HST
Tabel 2. Kadar N (g/100 g bahan) dalam daun dan batang pada 42 dan 70 HST
+2

Referensi

Dokumen terkait

Pengolahan tanah intensif menghasilkan tanaman (pada umur 6 MST) lebih tinggi, luas daun lebih lebar dan bobot kering tanaman lebih tinggi, jumlah biji per polong lebih

Hasil penelitian menunjukkan perlakuan Varietas unggul Gajah ditanam pada tanah Ultisol memberikan hasil jumlah cabang primernya lebih banyak umur 6 mst dan luas daunnya lebih

Variasi Somaklonal Pada Kacang Tanah (Arachu hypogaea L.,) Kultivar Gajah Hasil Kultur Jaringan: Evaluasi pada Generasi Ro (Di bawah bimbingan.. SUDARSONO, sebagai

Untuk parameter pH tanah terdapat perbedaan nyata pada saat tanaman jagung berumur 7, 14, 35, 42 dan49HST (Tabel 3). Pada saat tanaman jagung berumur 7 HST perlakuan yang baik

Perlakuan dolomit pada umur 28 HST memberikan perbedaan yang nyata diduga kation kation basa dari dolomit memberikan pengaruh pada kondisi di lahan penelitian,

Hasil penelitian menunjukan bahwa bobot segar dan kering hijauan rumput benggala pada panen pertama dipengaruhi oleh jenis kultivar, dimana bobot segar pada kultivar

Pada Tabel 6 terlihat bahwa pada kultivar Tidar dosis herbisida Glifosat 4,5 l/ha (d3) memberikan tinggi tanaman kedelai yang lebih tinggi pada umur 8 mst tetapi tidak berbeda

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar padi gogo lokal Aceh Timur berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman 28, 42, 56 dan 70 HST, berpengaruh sangat nyata