POLA REKRUTMEN POLITIK DPD PARTAI DEMOKRAT PROVINSI
LAMPUNG DALAM PENETAPAN CALON LEGISLATIF
PERIODE 2014-2019
(Skripsi)
Oleh
DHESTHONI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
THE PATTERN OF POLITICAL RECRUITMENT DPD PARTAI
DEMOKRAT LAMPUNG PROVINCE IN ALLOCATION OF
LEGISLATIVE CANDIDATE FOR PERIOD 2014-2019
By
DHESTHONI
The Political Recruitment function is a function that is essential for political
parties. Each political party has a different recruitment pattern in recruiting for the
legislative candidates including DPD Partai Demokrat Lampung. From This, The
research was conducted to determine the pattern of recruitment DPD Partai
Demokrat Lampung in the allocation of legislative candidates for period
2014-2019.
is (1) using the characteristic of rekruitment is openly can be seen from
recruitment procedures and requirements that is widely known that explicitly
mean opening an opportunity for external candidates as well as providing an
opportunity for the public to judge legislative candidate, (2) Using the non
scientific method, it is based on recruitment DPD Partai Demokrat Lampung of
which only gallop on guidelines in determining the criteria used without using
something of scientific as survey , (3) The dominant trend of using
partisan
type
because prioritizes prospective and considering
compartmentalization
with
civil
reform service
type althought not as dominant for the tendency party type in
recruitment legislative candidate.
POLA REKRUTMEN POLITIK DPD PARTAI DEMOKRAT
PROVINSI LAMPUNG DALAM PENETAPAN CALON LEGISLATIF
PERIODE 2014-2019
O
leh
DHESTHONI
✁ ✂✄ ☎✆ ✝ ✞✟✝✁ ✠✡ ✞✂ ✡✞✝✁ ☛ ☞✟ ☞✂ ✌✁ ✂✄ ☎✆ ☛✞✂✠✆ ✂✄ ✍ ☞✄ ✆ ☛ ☞✝✠☞✆ ☛ ✎✏✆ ✠✆ ✟✑
Setiap partai
politik memiliki pola yang berbeda-beda dalam melakukan rekrutmen bagi calon
legislatif termasuk DPD Partai Demokrat Lampung. Dari hal tersebut, penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui pola rekrutmen DPD Partai Demokrat Lampung
dalam penetapan calon legislatif periode 2014-2019.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pola rekrutmen politik yang dilakukan DPD
Partai Demokrat Lampung dalam menetapkan calon legislatif. Berdasarkan hal
tersebut, peneliti meneliti sifat, metode, serta kecenderungan rekrutmen yang
dilakukan oleh DPD Partai Demokrat Lampung. Metode penelitian yang
dilakukan oleh DPD Partai Demokrat Lampung adalah (1) menggunakan sifat
rekrutmen terbuka, hal itu terlihat dari prosedur dan syarat rekrutmen yang
diketahui secara luas yang secara eksplisit berarti membuka peluang bagi calon
eksternal serta memberikan peluang bagi masyarakat untuk menilai calon
legislatif (2) menggunakan metode non ilmiah, hal ini didasarkan pada rekrutmen
DPD Partai Demokrat Lampung yang hanya berpacu pada pedoman dalam
penentuan kriteria yang digunakan tanpa menggunakan sesuatu yang bersifat
ilmiah berupa metode survei (3) Dominan menggunakan tipe
partisan
karena
mengedepankan
calon
internal
serta
mempertimbangkan
tipe
compartmentalization
dan
civil reform service
meskipun tidak begitu dominan
pada tipe kecenderungan partai dalam rekrutmen calon legislatif.
Oleh
DHESTHONI
✒✓ ✔✕✖✗ ✕
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar
SARJANA ILMU PEMERINTAHAN
pada
Jurusan Ilmu Pemerintahan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
★ ✩✧
r
✭✩✶✩✮✩n
n
✷✵★r
✩ ✸✪✩✵ ★✹✩ ★✩n
✺ ✻✧ ✼✽ ✶✩✧n
t
.
✥✦n
u
l
✧s
m
✦
m
✧l
✧✫✧ ★✽✩ ✫ ✩ ✫✩k
l
✩✫✧-l
✩✫ ✧y
✩n
✮ ✾✦rn
✩m
✩ ✿n
t
✪❀✵✧✸✪ ✩✵★✹✩★✩
n
❁✦rt
✪ ❀✵ ✧✸✪✩✵ ★✹✩,
✼.
❂★ ✩n m
✦✧m
✧✫ ✧l
✶✩tu
✫ ✩✫✩k
✭✦✦
r
m
✭✽✩n
y
✩ ✮n
✾ ✦rn
✩m
✩✸✪❃✧y
✧ ✩l
❄✧ ✩✵✧u
l
✸✪ ✩✵★r
✩,
✼.
❂.
✱ ✦✩✵ ✮
n
j
✩k
✩★ ✦✧m
s
✭✦n
u
l
✧s
★✧l
✩✧u
m
★ ✦n
✮ ✩n
m
✦✦n
y
✦✶✩✧✫✩l
n
p
✦✵★ ✧★✧✫✩n
★ ✧ ❂✩m
✩n
❅✩✵✩k- k
✩✵✩k
(
❂ ❅)
✼u
m
✶✦l
✱ ✩y
✩ ✥ ✩✦l
m
✾✩n
✮p
✩★ ✩t
✩✪✽✵ ✲✳✳❆-
✲✳✳❇k
✦m
✽★ ✧ ✩n
✾ ✦
rl
✩n
ju
t
✫✦ ✼✦k
l
✩✪o
❈✩✶✩r (
✼❈)
✼✶✦u
m
l
✱ ✩✩y
✥ ✩✦l
✾✩✵✮m
✭✩★✩t
✩✪✽✵ ✲ ✳ ✳❉-
✯✴✴✲ ★✩n
✼✦k
o
l
✩✪❈✩✶✩r (
✼❈)
❊✦✮✦✧r
✰✼✧r
✩m
✩n
✬✩✵ ✮m
p
u
❂✧r
u
m
✭ ✩★ ✩t
✩✪✽✵✯ ✴ ✴✲-
✯✴✴✯★✩
n
lu
lu
s
★✧t
✩✪✽✵ ✯ ✴ ✴✯,
✫ ✦✽★ ✧ ✩m
n
p
✩★✩j
✦n
j
✩✮n
✩✫✩★ ✦m
✧s
✶✦l
✩✩tn
ju
n
y
✭✦✧n
u
l
s
m
✦
n
u
n
tu
n
✧lm
u
★✧ ✼✦k
o
l
✩✪ ❋✦✵ ✦✮ ✩✪n
✥✦rt
✩m
✩(
✼❋✥)
❄o
s
✼✽★ ✩rso
❋✦tro
✭✩★✩t
✩✪✽✵ ✯ ✴ ✴✯
-
✯✴✴❆ ★✩n
lu
lu
s
✭ ✩★ ✩t
✩✪✽✵ ✯✴ ✴❆.
✥ ✩★ ✩t
✩✪✽✵y
✩✮n
✶✩m
✩ ✭✦n
u
l
✧s
m
✦
l
✩✫✩n
ju
t
n
✫ ✦ ✼✦✩✪k
o
l
❋✦✵✦✵ ✮ ✩✪ ✿t
✩s (
✼❋✿)
❊✦✮✦✧r
● ❋✦tro
★ ✩n
lu
lu
s
✭ ✩★ ✩t
✩✪✽✵ ✯✴✴❍
.
✼✦l
✩n
ju
✩tn
y
t
✩✪✽✵✯✴✴ ✳ ✭✦✧n
l
u
s t
✦★✩■r
t
✩r
✶✦✾ ✩✮ ✩✧m
✩✪ ✩✶✧sw
✩ ✱✽ ✹✽✶✩n
✷lm
u
✥✦✦m
✧r
n
t
✩✪ ✩n
❏✩k
u
lt
✩s
✷lm
u
✼ ❀✶✧ ✩l
★ ✩n
✷lm
u
✥o
l
✧t
✧k
★ ✧❑✵ ✧✻✦r
✶✧t
✩s
✬ ✩m
✭✽✵✮ ★ ✦✵✮✩n m
✦n
✮✧k
u
t
✧j
✩lu
r
✼❊ ❋✥❂ ❊.
✼✦
l
✩m
✩ ✦m
n
j
✩✩l
n
k
✩n
m
✩✶✩st
✽★ ✧ ★ ✧ ✱✽ ✶✩r
u
n
✷lm
u
✥✦m
✦r
✧✩✪✩t
n
n
❏✩k
u
lt
✩s
✷lm
u
✼❀✶✧ ✩
l
★ ✩n
✷lm
u
✥o
l
✧✧t
k
❑✵✧✻✦r
✶✧t
✩s
✬✩✮n
u
p
m
, p
✦✧n
u
l
s
j
✽✮ ✩tu
ru
t
✩kt
✧■★ ✧ ✾✦✾ ✦r
✩p
✩o
r
❪❫❴❵❛❛❜
o
t
❝❞❡❢❣s
❣p
❤❵ ❣❜l
m
❜s
❜✐❜k
t
❣t
❜❥❦❵ ❧♠♠♥-
❧♠❪♠♦♣▲❚ ◗◗
o
t
◆q❘ro
rr st ✉rlm
u
✈Pm
P❘r
n
t
◆❳◆n
m
◆❯◆❖◆k
t
❘t
◆❳✇❚♦①② ①-
♦①② ② ③.
▲❚ ◗◗o
t
◆q❘◆s
◆❬④④✈⑤ P❚ ▼P❱❘◆ ◆❯ ◆m
❖ ◆❘k
t
◆❳ ✇❚t
♦① ②①-
♦①② ②⑥♣④P
k
r
P◆t
❘r
s
⑦❘❩❘❯ ❘⑧◆❘j
◆n
⑧◆j
❘◆n
▼◆n
✈P❚ Pl
❘t
❘◆n
m
◆❯ ◆❖ ◆k
t
❘t
◆❳ ✇❚ ♦① ②②-
♦①②♦ ⑨.
⑧Pt
✇◆ ⑧❘❯ ❘o
m
r ⑦✈t ⑩r④r✈❨ ❶ r❬▲ q❘ ▼◆n
◗ ▲▼❩❷ ❱◆❯ ❘ t◆❳◆❯ ❘◆sw
m
◆❯◆ ❖◆❘k
t
t
◆❳ ✇❚ ♦①②♦
-
♦①②③④P◆❘
l
n
❖ Pro
r
◗◆ ❚❘❯ ◆❯❘ ▼❘l
P❖◆◗◆m
❘n
t
Pr
❚◆l
❱◆s,
m
p
u
✈P❘n
u
l
s j
✇◗◆ ◆❘❸k
t
▼❘ ❖ P❖P◆r
p
◆o
r
◗◆ ❚❘❯ ◆❯ ❘ P
k
st
Pr
❚◆l
❱◆s,
u
m
p
❖ P❘r
k
u
t r
❘◆w
◆y
t p
P❚◗◆l
◆m
◆o
n
r
◗◆ ❚❘❯◆❯ ❘ ❙P❘n
u
l
s
▼❘ Pk
st
Pr
❚◆l
❱◆m
p
u
s y
◆❱❚❘❭② ♣❹◆❱❘
l
④Pk
r
P◆t
r
❘s
❨m
u
m
✈⑤❺r⑦▲❻❬ ◆m-
❺❘m
m
◆❯◆❖◆k
t
❘ ♦① ② ♦-
♦①②③ ♦♣▲❚ ◗◗o
t
◆q❘◆s
◆st rp
◆ ▼◆t
◆❳ ✇❚ ♦①②③-
④Pk
◆r
◆n
◗✈P❘
n
u
l
s j
✇◗◆ ❙ Pr
❚◆❳m
Pn
◗❘k
u
t
❘ ❱P◗❘◆◆t
n
y
◆n
◗ ❖ P❯ ❘❸◆r
t
❯❷❸t
❯❱❘ll u
n
tu
k
m
P❚◆❖ ◆❳m
▼◆
n
m
Pm
❙ Pr
▼◆◆l
w
m
◆◆❯ ◆w
n
❘lm
u
❯ P◆rt
❱◆j
❘◆n
o
r
◗◆ ❚❘❯ ◆❯❘ ❯ PPp
❘rt
m
P❚◗❘k
u
t
❘ ✈P◆l
❘❳◆t
n
r❚❯ ◆n
⑤ P❚▼ P❱❘◆(
✈ r⑤) y
◆n
◗ ▼❘◆l
◆ ❚◆k
s
◆k
n
o
P❳l
❬④④✈ ⑤ P❚ ▼P❱❘◆ ⑩r④r✈❨ ❶r❬▲ ❙◆ ▼◆
t
◆❳✇❚ ♦① ② ② ❼ ▼❘◆l
n ju
tk
◆n
▼ P❚◗◆n
m
P❚ ◗❘k
u
t
❘ q◆❯ ❘❽ ❺❾◆❘ ❚❘n
◗(
❬⑧ r)
y
◆◗
n
▼❘◆ ▼◆❱◆n
str ✈Pr
❯ ❘◆ ❙◆n
⑤◆❖◆n
◗ ✈❘ ❚◗r
s
Pw
u
▼❘ ▲❱◆ ▼P❘m
⑧ P❖ ❘ ▼◆ ❚◆n
▲❘❸◆l
❙◆ ▼◆t
◆❳✇❚ ♦①②③ ❯ P❖ ◆ ◗◆❘ ▼Pl
P◗◆❯ ❘ ▼◆❘r
str ⑧o
m
so
sp
o
l
❨❚❘l
◆ ⑤◆❖◆ ❚ ◗ q◆ ❚▼◆r
❬◆
m
p
u
n
◗.
④P❖ ◆ ◗◆❘ ❖P
n
tu
k
❙Pn
◗◆◆m
◆l
n
Tri Dharma
✈Pr
◗u
r
✇◆n
❺❘ ❚ ◗◗❘y
◆n
◗ ❯◆◆❳l
❯ ◆tu
n
y
◆◆ ▼◆◆❳
l
❙Pn
◗◆❖ ▼❘◆n
❱Pp
◆ ▼◆m
◆sy
◆r
◆k
◆t,
✈P❘u
n
l
s
j
✇◗◆ ❙ Pr
❚◆❳ Pm
◗❘n
❘k
u
t
❱P◗❘◆◆t
n
❯❷❯ ❘◆l
❖ Pr
✇❙◆ ⑧P◆❳m
④❷❯ ❘◆l
▼◆n
r❘◆❳lm
t◆❳◆❯ ❘sw
◆(
⑧ ④rt)
y
◆n
◗ ▼❘◆ ▼◆❱◆n
l
P❳q❿t ⑩r④r✈ ▼❘ ⑦P❯◆ ❺P◗◆
l
➀o
so
,
⑧ P❽◆m
◆◆t
n
✈❖❷➁❘ ❚◗ ◗u
r
o
,
⑧◆❖✇❙◆t
Pn
❬◆m
p
u
n
◗ ❺❘m
u
r
❙◆ ▼◆t
◆❳✇❚ ♦① ②① ♣ ⑧Pm
✇▼❘◆n
❙◆ ▼◆t
◆❳✇❚ ♦① ②② ❙ P❘n
u
l
s
❱P❖◆m
l
❘m
P❚ ◗❘❘k
u
t
t
➃➊➅➒➅
r
p
m
➅sy
➅r
➅➅k
t
➒➅l
➅m
➋➃n
tu
k
➂➎➅➊l
u
➂➃rj
➅↔➅y
t
➅(
➂➂↔)
➐ ➃l
➅m
➅±
↕➙➊ ➅➎r
➒➎➛➃➐ ➅ ➍➅➊➅
y
u
➜➅y
➅,
➂➃➄➅➅m
t
➅n
➍ ➅➏ ➅r
➛➃➅w
,
➂➅➋ ➇➌ ➅t
➃n
➣➅m
p
u
n
➏ ➝➅r
➅t
➌ ➅➒ ➅t
“Masa Depan adalah milik orang yang
(tahu cara) Menunggu
Meraih mimpi itu baik tetapi melampaui mimpi
lebih baik lagi
#Anies Baswedan#
Sepi ing pamrih rame ing gawe, Banter tan
mbacangi, Dhuwur tan Ngungkuli
Tiada kata lain selain syukur yang kuucapkan
kepada Allah SWT,
sang penguasa atas kehidupan di dunia dan
akhirat, atas berkah dan ridhonya kepada
karyaku ini....
Kupersembahkan karyaku dalam bentuk skripsi
ini kepada orang-orang yang luar biasa dalam
hidupku:
1. Kepada
Mama
dan
Papa
yang
telah
mencurahkan segala perhatian yang diberikan
untukku, tak terhingga kasih sayang yang
kalian berikan, terima kasih atas lantunan doa
untukku yang terselip di doa kalian di setiap
waktu ...
2. Kepada Kakak-kakakku Anthoni Chandra,
Berthoni
Chandra
dan
Chicylia
Yuliani
Chandra yang terus memberikan motivasi serta
dukungan terhadapku ...
Alhamdulillahirobbil alamin segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat
Allah SWT atas segala karunia yang telah diberikan, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi dengan judul
Pola Rekrutmen DPD Partai Demokrat
Lampung dalam Penetapan Calon Legislatif Periode 2014-2019 yang merupakan
salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan di Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung.
Penulis sadar bahwa dalam skripsi ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kemampuan penulis. Skripsi
ini dapat terselesaikan tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai pihak.
Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima
kasih kepada:
1. Bapak Drs. Hi. Agus Hadiawan, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Lampung.
4. Ibu Dr. Ari Darmatusti, M.A selaku pembimbing utama, terimakasih atas
keluangan waktunya untuk berkonsultasi serta memberikan pengarahan,
kritik, saran, dan motivasi dalam proses bimbingan skripsi ini.
5. Ibu Dwi Wahyu Handayani, M.Si selaku pembimbing pembantu yang selalu
memberikan alternatif-alternatif, nasehat serta membantu memberikan
masukan dalam pemahaman dalam proses bimbingan skripsi.
6. Bapak Dr. Hertanto, M.Si
selaku dosen pembahas skripsi, terimakasih atas ilmu,
saran dan koreksinya yang telah diberikan untuk kesempurnaan skripsi ini.
7.
Bapak Drs.H. Aman Toto Dwijono, M.H yang telah banyak membantu, memberi
perhatian, membimbing, serta membekali penulis dengan ilmu dan pengetahuan
melalui jenjang proses pendidikan.
8.
Bapak Pairulsyah, M.H (Bung Pay) yang telah membantu dalam perjalanan
penulis menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Pemerintahan, Bung Pay adalah
sosok yang berjiwa muda, mengayomi serta menjadi bapak bagi para mahasiswa
khususnya bagi pengurus Lembaga Kemahasiswaan di FISIP.
11. Kedua orang tuaku yang telah membesarkan, mendidik, menyekolahkan
hingga S1 serta menyayangi dengan penuh kasih sayang dan penuh
perjuangan. Maaf belum bisa membuat kalian bangga, tapi ke depannya saya
akan berusaha untuk membahagiakan kalian, terutama buat mama...
12. Kakak-kakakku yang telah mengayomi serta memberikan semangat dan
memberikan perhatian kepadaku dan juga keponakanku Marcell dan
Catherine semoga kalian kelak menjadi generasi yang membanggakan bagi
keluarga dan negara.
13. Pengurus DPD Partai Demokrat Lampung (Bang Sani, Bang Levi, Bang Fajar,
Bang Toni Mahasan, Bang Ahok, Pak Darwizal dan lain-lain yang tidak dapat
disebut satu per satu) yang secara terbuka dan kooperatif membantu
penyelesaian skripsi ini, serta kepada mantan calon legislatif provinsi
Lampung dari Partai Demokrat periode 2014-2019 yang telah diwawancarai,
terima kasih atas waktu dan kesempatan yang diberikan.
14. Pak Peratin beserta keluarga dan para warga Desa Pahayu Jaya, Senang bisa
mengabdi dan tinggal selama kurang lebih 40 hari di Desa Pahayu Jaya.
Pengalaman yang berharga, luar biasa dan sejarah hidup baru yang tak
terlupakan bagi saya.
15. Kawan-kawan sepermainan baik yang kenal sudah lama ataupun baru kenal,
terimakasih atas kebersamaan yang telah diberikan.
17. Kanda-kanda dan yunda-yunda (lintas generasi) semuanya yang telah banyak
mengayomi, memberikan wejangan nasihat, motivasi, dan lain-lain.
Terimakasih atas bantuannya .
18. Adinda-adinda semuanya baik dari angkatan 2010 hingga 2014 (yang baru
masuk), terima kasih atas keramaiannya
serta kedekatannya
serta
perkenalannya baik yang kenal nama hingga kenal muka doang...
19. LSSP Cendekia, yang sungguh luar biasa, senang bisa berproses dan berperan
di cendekia. Menabur Pengetahuan Menuai Peradaban.
20. HMI Komsospol Unila yang luar biasa, senang dan bangga bisa menjadi
bagian dan anggota dari organisasi yang didirikan oleh Kanda Lafrant Pane
ini,mari kita wujudkan
➩➫➭ ➭ ➫➯ ➲HmI, bersama kita bisa karena di HmI kita
berteman lebih dari saudara. Yakusa. Bahagia HmI.
21. Berbagai pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak
langsung terwujudnya kelulusan ini, semoga Allah SWT membalas semua
kebaikan kalian dan skripsi yang sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita
semua. Amin
Bandar Lampung, 13 Oktober 2014
Penulis.
➵➸➺➻ ➸➼➽ ➾➽
➚➪➶➪➹➪ ➘
➵➸➺➻ ➸➼➻ ➸ ➴➷ ➬
iii
➵➸F➻ ➸R ➾➽➮G➱➸➻ ➸➮
i✃
➽ ❐ ❒➷➮➵➸❮ ❰L❰➸➮
ÏÐÑ➪Ò➪ÓÔÕ➶➪Ö➪ ➘×ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Ø ÔÐÙ Ú➹Ú Û➪ ➘Ü➪Û➪➶➪ÝÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ØÞ ß ÐàÚáÚ➪ ➘âÕ➘Õ➶➳Ò➳➪ ➘ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ØÞ ãÐÜ➪ ➘ä➪ ➪ÒâÕ➘Õ➶➳Ò➳➪ ➘ÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Øå
➽ ➽ ❐ ➻➽➮æ➸ ❰➸➮ ❒❰➾➻ ➸➱➸
ÏÐ à➳➘á➪Ú➪ ➘ÒÕ➘Ò➪ ➘×Ù ÕÖÓÚÒ➹Õ➘âç➶➳Ò➳ÖÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Øè ØÐ âÕ➘×ÕÓ Ò➳➪ ➘Ù ÕÖÓÚÒ➹Õ➘âç➶➳Ò➳Ö Ð ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Øè ÞÐ âç➶➪Ù ÕÖÓÚÒ➹Õ➘âç➶➳Ò➳ÖÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Øé ÔÐ à➳➘á➪Ú➪ ➘ÒÕ➘Ò ➪ ➘×â➪ÓÒ➪➳êç➶➳Ò➳ÖÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÞØ ØÐ âÕ➘×ÕÓ Ò➳➪ ➘â➪Ó Ò➪➳êç➶➳Ò➳Ö Ð ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÞØ ÞÐ ëÚ➘×Û➳ â➪ÓÒ➪➳âç➶➳Ò➳Ö ÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Þå ß Ðà➳➘á➪Ú➪ ➘ÒÕ➘Ò➪ ➘×âÕ➹➳➶➳Ý➪ ➘ì➹Ú➹ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Þí ØÐ âÕ➘×ÕÓ Ò➳➪ ➘êÕ➹➳➶➳Ý➪ ➘ì➹Ú➹ ÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Þí ÞÐ î➳ ÛÒÕ➹ âÕ➹➳➶➳Ý➪ ➘ì➹Ú➹ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Þé åÐâÕ➘ïÕ➶Õ➘× ×➪Ó➪➪ ➘ð➪ ➘î➳ ÛÒÕ➹âÕ➹➳➶Úã➳ñ➘ðç➘Õ Û➳➪ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Þò ãÐ➚➪Û➳➶âÕ➘Õ➶➳Ò➳➪ ➘àÕÓð➪ÝÚ➶ÚÜ Õ➘×Õ➘➪➳Ù ÕÖÓÚÒ➹Õ➘âç➶➳Ò➳ÖÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Ðåó ôÐõÕÓ➪ ➘×Ö➪â➳Ö➳ÓÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ ÐÐÐÐ Ðåè
➽ ➽ ➽❐
M➷➻ö➵➷ ❒➷➮➷L➽➻ ➽ ➸➮
úûüýþÿ ùþ ýÿ ✁ ✂✄ ☎ ✂✆✝ÿ ✞ ✝✟ ✝ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠✡ ☛û ☞✟ ✂ ✞ù✌✍þ✂✄ ýÿ✟ ✝✎ù û ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠✡ ✏û ✑✝✒✝ÿ✓✝✔✝✕ýÿ ✞ ✝✆✝✄ ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠✡ ✖û üýþÿ ùþ ý✁✍✆✝✗ ✝
n
n
✌✝t
✝ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠☛ ☛û ✘ ✞ùùÿ ✁t
ûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠ ✙ ✏û ✚ýn
t
ýrp
r
st
✝ ✎ùûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠ ✙ ✛û üýþÿ ùþ✜ÿ✝✆ù✎ùs
✌✝t
✝ ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠✢✣✤✥
G✦MB✦R✦ ✧ ★M★M
✜û ✍ ✩ù ✆
r
✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
û ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû û✠✪ ☛û ☞ý✫✝✝✗r
✬ýr
✞ùùr
✝n
y
✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✠✪ ✏û ✜✎✝✎✭✌✍þ✟ùÿ ✭r
☞ù✩✝✭t
✚✞ý✍✆✁ùo
✞✝n
ü✂✫✂ ✝n
✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
ûû ûûûû ûûûû ûûûû ✡☛ ✮û ☞✂✎✂ÿ✝n
☞tr
✂þ ✟u
r
✯✁ ✝r
n
ù✎✝✎ù ✝rt
✝ù✞✝n
✰ý ✝ÿ ✁✁o
t
✝✝n
✝rt
✝ù û ûûûû ûûûû ûûûû ✡✮ ✬û✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄p
u
n
✁ ûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✡✡ ✲û✰ýùþ✂✟✎ýrt
✝✝n
✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
✞✝✆✝✄ ý✄ù ✆u
ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✙✳ ✌û✜✝tu
r
n
✝rt
✝ù✌ý✄✍þr
✝t
✞ ✝✆✝✄✴ýþ✔u
t
✄ýn
✲✝✆o
n
✱ý✁ù✎✆✝t
ù✩ û ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✙☛V✥
✵✦✶✣✷ ✸✦ ✧ ✹✺MB✦✵✦✶✦ ✧✜û☞ù✩✝
t
✴ýþ✔u
t
✄ýn
☎ ✝✞✝✌ ✌ ✝rt
✝ù ✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄ ☎ ✂ÿ ✁ûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû û✙✢ ☛ûro
✎ý ✞✂✔✞ ✝n
sy
✝r
✝t
✴ýþ✔✄ýt
u
n
☎ ✝✞✝✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
û ûûûû ûûûû ûûûû ✙✢ ✏û ✰ýýt
✆ù✻✝r
t
✝n
✰o
n
tr
✍✆✕✝✝sy
r
✝þ ✝t
☎✝✞ ✝✴ýþ✄ýru
t
n
✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄✁p
u
n
ûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✢✏ ✮û ✜ÿ✝✆ù✎ùs
☞ù✩✝t
✴ýþ✔✄ýu
t
n
✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄✁p
u
n
ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✢✡ ✬û✕ý✍✞ýt
✴ýþru
t
✄ýn
p
✝✞✝✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄p
u
n
✁ û ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû û✼✏ ☛û ý ✞✍✄✝n
✞ ✝n
☞✝r
✝ÿ ✝r
ýþ✔u
t
✄ýn
✲✝✆o
n
✱ý✁ù✎✆✝t
ù✩ ☎ ✝✞ ✝ ✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝
t
ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✼✏ ✏û ✰ùr
ýt
ù ✝r
✽þùr
ýt
ù ✝r
y
✝ÿ ✁✞ù✁✝þ ✝u
n
n
✌ ✌ ✝✝ùrt
✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄p
u
n
✁ ûûûû ✼✠ ✮û ✜ÿ✝✆ù✎ùs
✕ý✍✞ýt
✴ýþ✔✄ýu
t
n
✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄ ✍þ✔✝t
✱✝✄✁p
u
n
ûû ûûûû ûûûû ✼✙ ✲û ✰ý✓ýÿ✞ýru
n
✁ ✝n
☎✝✞ ✝ ✌ ✌ ✝rt
✝ù ✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄✁p
u
n
✞✝✆ ✝✄ ✕ ýÿýt
✝ ☎þ✝n
✲✝✆
o
n
✆ý✁ù✎✆✝t
ù✩ ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû û✼✪ ☛ûPartisan
ûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✼✪ ✏ûCompartmentalization
û ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✪✏ ✮ûImediate Survival
ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✪✙ ✠ûCivil Reform Service
ûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ✪✼ ✌ûr
✍ ✎ýs
ýÿ ýt
✝☎✝n
✲✝✆o
n
✱ý✁ù✎✆ ✝ù✩t
p
✝✞ ✝✌ ✌ ✝rt
✝ù✌ý✄✍þ✔✝t
û ûûûû ûûûû ûûû☛ ✳☛ ✘û ✚✄ ☎✆ùþ✝✎ùr
ýþ✔✄ ýu
t
n
✌ ✌ ✝✝ùrt
✌ý✄✍þ✔✝t
✱✝✄p
u
n
✁ ☎ ✝✞✝ ✛✝✎ù ✆ ý✄ù ✆u
✏ ✳☛✠ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûû☛ ✳✡
V✣✥
✹✺✧★✾★✹✜û☞ù✄☎✂ ✆✝
n
ûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûû☛ ✳✪ ✬û☞✝r
✝n
ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûûûû ûû ☛ ☛✳❁❂ ❃❄❂❅❄❂❆ ❇ ❈
❉❊❋●❍ ■❊❍❊ ❏❊❑
❤✐❥❦ ✐❧♠♥ ♦♣ q✐❦ ✐♦
rs t✉ ✈t✇✇ ①
n
r
①n
✉ ①s
①r
②s t③ ④ ✈t✇
n
✇ ①r
①n
③⑤⑥ ①⑦④①n
✇ ✇ ① ⑧s ⑨t ⑩t ❶❷❸ ✈⑨ ①❹①❺⑩ ①❺o
n
❶❻✇❢❼❺①❢ ❽t
❾s ⑨❿❿ ✈⑨❢❺①✇ ①n
n
❿❻⑥➀①✇❢➁ ❻⑥❢❺❢⑦ ➂s ⑩t❶❷ ❸ ✈⑩①❺o
n
❶❻✇❢❼ ❺①❢ ❽t
➃s ✉t❿➄ ❶ ✈✉①❻
r
①⑦➁❻⑥❢❺❢⑦ ①n
➅s ✉ ⑩➆ ✈✉①❽t
①r
⑩ ①❺o
n
➆❻⑥❻n
t
①r
① ➇s ✉ ⑩④ ✈✉①❽t
①r
⑩ ①❺o
n
④❻t
①p
➈s ✉❿⑩ ✈✉❻w
①n
❿❢⑥➁ ❢➉ ①n
⑩①➀①➉✇ r➊s✉❿✉ ✈✉❻w
①n
❿❢⑥➁ ❢➉ ①n
✉ ①❻r
①⑦ r rs ✉❿➋ ✈✉❻w
①n
❿❢⑥➁ ❢➉ ①n
➋❢❺①① ⑦y
r ②s ✉❿❿ ✈✉❻w
①n
❿❢⑥➁ ❢➉ ①n
❿⑤❼①t
r ⑧s ✉❿④ ✈✉①❽t
①r
❿❻⑥❢❺❢⑦④❻t
①p
r❾s ✉❿③t ✈✉❻w
①n
❿❻rw
①❹❢❺①n
③ ①❹y
①t
t ➌❻⑦ r ➂s ✉❿③✉ ✈✉❻w
①n
❿❻①❹❢❺①rw
n
③ ①❹y
①t
✉ ①❻r
①⑦r ➃s ✉❿③③ ➄ ✈✉❻
w
①n
❿❻rw
①❹❢❺①n
③ ①❹y
①t
③❻➁⑤➀❺❢ ❹➄➉➍ ➎➉❻❼❢① r ➅s ➏ ➐➑ ❶t➑ ✈❿❻t
⑤➉ ➒⑤❹❿❻❺①❹❼①➉ ①r➇s ➏ ➐➑➓➄ ➆ ✈❿❻
t
⑤➉ ➒⑤❹④❻❹➉❢s
r ➈s ➑❿➐ ✈➑➎⑥❢❼ ❢❿❻⑥❢❺❢⑦①
n
➐⑥⑤⑥ ②➊s➔❿③ ✈➔ ①➒❻❺❢s
❿❻⑥r
u
sy
①w
①r
①t
①n
③①❹①y
t
② rs ❿t③❿→❶ ✈❿①①❢rt
❿➎❺❢❢❹t
② ②s ❿t➓ ✈❿①①❢
rt
t⑥ ①➉①t
➓①❼ ❢➎➉①❺ ② ⑧s ❿✉ ✈❿①①❢rt
✉❻⑥➎ ❹ ➣①t
②❾s ❿⑨⑨ ✈❿①①❢rt
⑨ ⑤❺①n
⑨❢n
t
①n
✇② ➂s ❿✉➄❿ ✈❿①①❢
rt
✉❻⑥➎ ❹ ➣①❼❢➄➉➍ ➎➉❻❼ ❢①❿❻➒ ⑤①r
n
✇ ①n
② ➃s ❿①rt
①❢ ❸❻r
❢➉➍➣① ✈❿①①❢rt
❸❻r
①❹①n
➄➉➍➎➉❻s
❢①③ ①y
①② ➅s ❿①
rt
①❢ ❸➎❺❹①r
✈❿①①❢rt
❸➎❺✇①o
n
n
➑ ①①ry
②➇s ❿①rt
①❢↔ ①n
u
r
① ✈❿①①❢rt
↔ ①❢t
➓u
r
①➉❢③①❹y
①t
② ➈s ❿➑⑨ ✈❿①①❢rt
➑❻➀①n
✇❹❢t
①n
⑨ ①➉✇❼① ⑧➊s❿➑ ➆ ✈❿①①❢rt
➑❻①➍❢❺①n
➆❻➒ ①⑦↕❻①r
⑧ rs ❿➑❿➄ ✈❿①①❢
rt
➑❻s
①t
⑤ ①n
➍①n
❿❻r
❼①t
⑤ ①n
➄➉➍➎➉❻❼❢① ⑧ ②s ❿①rt
①❢➓①❼ ➍ ❻⑥ ✈❿①①❢rt
➓①❼❢➎➉ ①❺✉❻⑥➎ ❹①r
t
⑧ ⑧s ❿❿❿ ✈❿①①❢
rt
❿❻❼①r
t
⑤ ①n
❿❻⑥➀①➉ ✇u
n
①n
⑧❾s ➆➑ ✈➆①u
r
t
➑❻p
u
t
⑤❼①n
➛➜➝➞ ➟➠➡➢➤➥➤➡➟
➡
. Latar Belakang
Partai politik merupakan pilar demokrasi dalam suatu negara seperti di
Indonesia. Kehadiran partai politik telah mengubah sirkulasi elit yang
sebelumnya tertutup bagi semua masyarakat menjadi terbuka. Dengan
munculnya partai politik, jabatan-jabatan politik yang diperebutkan untuk
memperoleh struktur kekuasaan dapat diakses dari semua kelas masyarakat
tanpa terkecuali melalui saluran partai politik. Saluran politik tersebut bisa
dilakukan dengan keikutsertaan partai politik dalam pemilihan umum yang
diselenggarakan oleh negara.
menetapkan aturan mudah tentang syarat pendirian partai serta menjamin
kebebasan hak warga negara untuk berasosiasi.
Berpartisipasinya 48 partai politik pada pemilu 1999 telah menunjukkan
salah satu indikator bahwa transisi babak baru demokratisasi di Indonesia
walaupun masih jauh dari harapan. Dalam pemilu tahun 1999 tersebut, sistem
yang digunakan masih menggunakan sistem proporsional tertutup. Pasca
diamandemennya konstitusi UUD 1945, pemilu di Indonesia mengalami
perubahan secara drastis dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.
Banyak perubahan yang dilakukan pada pemilu selanjutnya yakni pada
pemilu 2004 seperti pertama, diadakannya pemilu langsung untuk memilih
anggota legislatif baik di tingkat nasional maupun lokal serta presiden dan
wakil presiden. Kedua, militer tidak lagi duduk dalam lembaga perwakilan.
Ketiga, adanya perubahan sistem proporsional tertutup menjadi semi terbuka
dan keempat, dibentuknya lembaga penyelenggara pemilu yang independen
bernama KPU serta adanya DPD RI yang berfungsi untuk mewakili aspirasi
daerah di tingkat nasional.
diberlakukannya sistem tersebut dalah agar anggota legislatif yang terpilih
dapat mengaspirasikan serta memperhatikan konstituen pada daerah
pemilihannya yang telah membawa anggota legislatif tersebut menduduki
kursi di parlemen. Perubahan lainnya terletak pada nomor urut tidak menjadi
persyaratan yang penting dalam penentuan calon terpilih di legislatif karena
penetapan calon terpilih melalu suara terbanyak dan didasarkan pada bilangan
pembagi pemilih (BPP).
Kesuksesan dari hasil pemilu 2004 dan 2009 dinilai menjanjikan transisi
sistem politik Indonesia menuju demokrasi yang ideal. Kedewasaan
demokrasi di Indonesia mulai menunjukkan identitasnya. Meskipun begitu,
muncul sorotan tentang pemilu 2004 dan 2009 yang sukses diadakan sebagai
pemilu bagi semua elemen masyarakat Indonesia. pemilu yang diadakan
masih dinilai kurang menyentuh pada kualitas yang benar-benar baik. Hal
tersebut dikarenakan masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki lagi
baik dari segi proses dan hasil dari pemilu tersebut.
yang merupakan basis pemilihnya. Tak jarang pula dari hasil tersebut banyak
wakil rakyat yang terjerat kasus-kasus hukum. Kemudian, proses dan hasil
pemilu menunjukkan angka golongan putih (golput) yang meningkat
dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Hal lainnya berkaitan dengan segi
proses dan hasil yakni banyak terjadinya pelanggaran-pelanggaran sebelum
dan sesudah pemilu yang berlangsung seperti adanya politik uang dan
kampanye gelap.
Penyelenggaraan pemilu 2014, tentunya menjadi momentum penting bagi
partai politik dalam kancah perpolitikan di Indonesia dalam mewujudkan
kualitas yang demokratis. Kualitas yang demokratis maksudnya adalah
mengedepankan transparasi dan akuntabilitas. Berbicara momentum penting
tersebut dapat diartikan sebagai hal yang strategis apabila partai politik
mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat tentang fungsi-fungsi
idealnya sebagai perwujudan kualitas yang demokratis serta akan memasuki
hal yang krusial ketika partai politik gagal mengembalikan kepercayaan
masyarakat serta gagal dalam mewujudkan kualitas yang demokratis tersebut.
Problem yang muncul seperti kaderisasi dalam internal partai yang erat
kaitannya dengan rekrutmen politik tidak berjalan dengan baik. Kondisi
tersebut sekaligus membuktikan bahwa partai politik sebenarnya tidak
memiliki
➦➧➨➩➫➭ ➯ ➲kaderisasi yang jelas. Pola rekrutmen calon legislatif yang
dilakukan oleh partai politik dalam memilih kandidat yang diusung terkadang
tidak berlangsung terbuka dan partisipatif serta cenderung pragmatis.
Sehingga, pembelajaran untuk membangun tanggung jawab dan daya respons
menjadi sangat lemah. Sebaliknya masyarakat hanya dapat mengetahui calon
legislatifnya hanya pada pemilu saja tanpa mengetahui rekam jejak dan
kualitas dari masing-masing calon legislatif karena merupakan otoritas penuh
partai politik.
Rohi, dosen ilmu politik dari Universitas Nusa Cendana Kupang, yang
mengatakan bahwa :
Persoalan rekrutmen di partai hingga kini belum pernah selesai dijawab.
Dahulu, rekrutmen harus menghadapi intervensi dari rezim. Pada saat ini
kita dihadapkan pada kemalasan politik dan ketidakreatifan partai dalam
melakukan rekrutmen politik, sebagian besar partai yang bertarung dalam
Pemilu 2014 tidak pernah membangun pola dan mekanisme kerja
rekrutmen yang berkualitas. Dua belas partai diketahui masih mengajukan
kandidat dengan latar belakang yang dianggap tidak layak untuk menjadi
wakil rakyat di parlemen. Tidak hanya itu, partai-partai juga mengajukan
calon yang sebelumnya tidak pernah melakukan kerja-kerja politik.
(Portal Berita Sinar Harapan News, Kamis,07/03/2013)
Hal yang hampir sama juga dikatakan oleh Dedi Hermawan, Akademisi
Universitas Lampung yang menyatakan bahwa :
Pola rekrutmen partai politik saat ini cenderung pragmatif dan tidak
berani mengusung kader-kadernya yang mempunyai kualitas untuk maju
sebagai calon kepala daerah ataupun calon legislatif. Suasana ini tentunya
akan menimbulkan gejala yang tidak kondusif baik di tataran daerah
ataupun di pusat. Di tataran daerah seperti di Lampung contohnya aroma
praktek oligarki di kalangan elit partai sering terjadi pada pilkada atau
pencalegan. Partai sebagai wadah terpenting dalam demokrasi harus
diselamatkan jangan sampai partai politik hanya dijadikan wadah bagi
orang-orang pragmatis yang mengutamakan kekuasaan semata. (Koran
Lampung Post, Rabu,24/4/2013)
memang dilakukan secara terbuka pada tahapan penjaringan namun pada
seleksi dan penetapannya calon legislatif yang dilakukan partai politik
cenderung tertutup. Partai politik hanya melibatkan sejumlah pengurus elit
tingkat daerah tanpa melibatkan partisipasi masyarakat dalam bentuk
pemberian kesempatan pada masyarakat untuk ikut menilai calon legislatif
yang akan diusung.
Berbicara fungsi rekrutmen calon legislatif terkait pemilu 2014, tentunya
tidak hanya melibatkan partai demokrat di tingkat nasional, tetapi juga
mencakup Partai demokrat tingkat lokal tak terkecuali DPD Partai Demokrat
Lampung. DPD Partai Demokrat Lampung selaku perpanjangan tangan dari
Partai Demokrat di daerah, harus mampu menjalankan fungsi agregasi
kepentingan masyarakat di daerah. Fungsi tersebut dapat tersalurkan ketika
partai demokrat mengajukan calon anggota DPRD dalam bentuk penempatan
calon-calonnya di pemilu 2014. Namun, jauh sebelum hal tersebut, DPD
Partai Demokrat juga harus melakukan rekrutmen calon anggota legislatif di
tingkat provinsi Lampung secara demokratis. Demokratis yang dikedepankan
bukan didasarkan pada rekrutmen yang dilakukan secara terbuka saja bagi
masyarakat tetapi juga mengedepankan transparansi dalam menetapkan
calon-calonnya agar masyarakat dapat menilai calon-calon yang ditampilkan.
Secara umum, DPD Partai Demokrat sendiri telah melakukan rekrutmen
politik untuk calon legislatif Provinsi Lampung yang diajukan pada pemilu
2014. Dari rekrutmen politik tersebut sudah dibuat Daftar Caleg Sementara
(DCS) yang diajukan oleh KPU. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh
Fajrun Najah selaku Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung yang
mengatakan :
Pernyataan dari Fajrun Najah tersebut selaras dengan sosialisasi KPU terkait
dengan pengumuman DCS. Berdasarkan dari pengumuman DCS KPU
Lampung yang disosialisasikan pada tanggal 17 juni 2013, DPD Partai
Demokrat mendaftarkan 82 calon legislatifnya. Hal tersebut dapat terlihat dari
tabel komposisi Caleg DPD Partai Demokrat Lampung berikut :
➳ ➵➸➺➻➼➽➾➚ ➪➶ ➚➹➘ ➹➘➴ ➵➻➺ ➷➬ ➮➬➮➵➱✃ ➵➘➬➺➪➚❐ ➱➵✃➮➱➚❒➘ ❮➹➘❰➵➪➶Ï ❮➷ ➬ ➵➺ ➱➵Ð➮➺➪➘➻➘Ð ➵ ❮
(Dapil)
Jumlah Calon
Anggota
Legislatif
Laki-Laki
Jumlah Calon
Anggota
Legislatif
Perempuan
Total
Dapil 1
Bandar Lampung
5 orang
(55,66%)
4 orang
(44,44%)
9
Dapil 2
Lampung Selatan
7 orang
(70%)
3 orang
(30%)
10
Dapil 3
Metro, Pesawaran,
Pringsewu
7 orang
(63,64%)
4 orang
(36,36%)
11
Dapil 4
Lampung Barat,
Tanggamus
6 orang
(60%)
4 orang
(40%)
10
Dapil 5
Lampung Utara,
Way Kanan
7 orang
(63,64%)
4 orang
(36,36%)
11
Dapil 6
Tulang Bawang,
Tubabar, Mesuji
6 orang
(66, 67%)
3 orang
(33,33%)
9
Dapil 7
Lampung Tengah
8 orang
(66,67%)
4 orang
(33,33%)
12
Dapil 8
Lampung Timur
7 orang
(70%)
3 orang
(30%)
10
Sumber : Tribun Lampung ( Senin, 17/6/2013) yang telah diolah
DPRD Provinsi Lampung yang mencalonkan diri lagi dalam kancah pemilu
2014. Selain hal tersebut, rata-rata calon yang diajukan ole DPD Partai
Demokrat Lampung 75% calon legislatifnya berasal dari domisili Bandar
Lampung. (Sumber: Tribun Lampung, Senin, 17/6/2013)
Mengenai 82 calon legislatif yang telah diusung DPD partai Demokrat
Lampung pada 2014. DPD partai Demokrat Lampung sempat diterpa isu
konflik internal terkait permasalahan penyusunan nomor urut calon
legislatifnya. Beberapa anggota fraksi mempertanyakan soal penyusunan
nomor urut tersebut. Salah satunya disampaikan oleh Sugiharto Atmowijoyo
yang mengatakan:
Kita bukan tidak melakukan upaya persuasif dengan DPD, dari awal
sebelum DCS diserahkan ke KPU kita sudah bekerja semaksimal mungkin,
harapan kita ketua DPD mengakomodir keinginan kita terkait penyusunan
nomor urut Bacaleg. Sudah ada pendekatan, tapi belum direspon, kami tidak
tahu atau ketua DPD punya alibi lain . (Sumber:Tribun Lampung, kamis,
23/05/2013)
membuat peneliti tertarik yakni terkait mekanisme yang dilakukan oleh
partai demokrat sendiri menyangkut proses penetapan dan kriteria yang
digunakan oleh Partai Demokrat lampung dalam menetapkan calon
legislatifnya. Dari hal tersebut, peneliti ingin mengetahui pola rekrutmen
partai dalam melakukan proses mekanisme penetapan calon legislatif yang
dilakukan oleh DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung.
Ñ
. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah bagaimana sifat, metode, dan kecenderungan rekrutmen
politik yang digunakan DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung dalam
menetapkan calon legislatif periode 2014-2019?
C. Tujuan Penelitian
Ò
. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah :
1. Secara teoritis, sebagai salah satu kajian akademis tentang partai politik,
khususnya berkaitan dengan pola rekrutmen partai politik yang nantinya
dapat digunakan sebagai bahan literatur bagi penelitian selanjutnya
berkaitan dengan perihal permasalahan yang sama.
ÓÓ ÔÕÓ Ö×ØÙØ ÖÚÙ ÛÕ ØÜØ
Ø Ô
T
ÝÞßa
àa
Þáe
Þáa
Þâãe
äå àáæe
ÞÚç èÝáÝäéÔ Ú
e
Þâêåá Ýa
Þãe
äå àáæe
ÞÚçèÝá Ýäëìíîìï ð ñïò ñï ìî óñô óõöðñï ÷ø ùîö îô ð ñó õ÷ ìôìï ú õìö õ ú ö õû î üìïò ùõ ìú û ìï
ýìï üìô þìôöø ó üìïò ðñð÷ñïò ìóõÿî ÷ óøú ñú öñóú ñýõö
.
ñô óõöð ñï ÷ø ùîö îô ýñóùìïòú õïò û ìùìð ú õìöõ ö ìö ìï ìï üìïò íñùìú ð ñðýõöõÿô ìïô ñýñóùìïòú õ ïòìï ú ñ✁ìó ì ö ñóõú ð ñï ñóõú û ìùìð ú õ ìö õ ùñðýìòì
.
✂úö îùìÿ ó ñôóõöð ñïùñýîÿ û îôñï ìùû ìùìðýìÿìú ì÷ ñó÷ø ùîö îô ìï✄ûìïô ñð õ ûîìïûîìûø ÷ú îøùñÿ ÷ìóö ìî ÷øùîö îô ú ñîó îïò ûñïò ìï ô ñýõö õÿìï ÷ ìóö ìî ìôìï û õô õïò ìï
ô ñôõ ìú ììï û ìóî óìô üìö
,
ûñïò ìï ✁ìó ì ð ñïò ìíì ô û ìï ö õóõö ú ñóö ì û ìùìð ô ñìïòòø ö ììï ÷ìóö ìî ö ñóú ñýõö.
ñôó õöð ñï ú ñï ûîóî ðñð îùîô î ì✁õìï ☎ìôö õ û ìùìð ÷ óøú ñú ï üì,
ú ñ÷ ñóö î û ìùìð ð øðñïö õð ÷ ñð îùõ ìö ìõ÷ õï óñòñïñ óìú î ô ñ÷ñïò õ óõú ìï÷ ìóö ìî÷ø ùîö îô✆✝ñï õó õö ìðùìï ✞õ óýìôö î
(1992:118),
óñôó õöðñï ÷øùîö îô ú ñýìòìî ú ñùñôú î û ìï ÷ñðîùîÿìï ìö ìõ÷ ñïò ìïò ô ìö ìïú ñú ñøóìïò ìö ìõú ñôñùø ð ÷ø ôøóìïò õïö õô✟✠✡✠ ☛☞✌ ✍✎✏✎✑ ✟✌ ✟☞✠✑ ✡ ✒✏✌☞✌✓ ✒☞ ✒☛✌☞✠ ☛
,
✎☞✎ ✔ ✡✎ ☛☞ ✎✌ ✑ ✎ ✕✒ ☛✌☞✎ ✟ ✍✎✏✎✑ ✖✎ ✍✎ ✗ ✡ ✠ ☛✑ ✔ ✟ ✕✎✘✎ ☛✎☞✎ ✗ ☛✎✓✕✎☞ ✟✠✙✌ ✗✚ ✚✎ ✖✠ ☛✘✠ ✗✎ ✗✚ ✔✗☞ ✔✓ ✑✠✑✖✠ ✗☞ ✔✓✡ ✠✑✠ ☛✌ ✗☞✎✙✎ ✗ ✍✎✏✎✑ ✟✌ ✟☞✠✑ ✡✒✏✌☞✌✓ ✕✎ ✗✚ ✍✠✑ ✒✓ ☛✎☞✌ ✟✛ ✜✔✗✚✟✌ ☛✠✓☛✔☞✑ ✠ ✗
✑ ✠ ☛✔✡ ✎✓✎ ✗✢✔✗✚✟✌✍✎ ☛✌✑✠ ✗✣✎ ☛✌ ✍✎ ✗✑ ✠✑✡ ✠ ☛☞✎✙✎ ✗✓ ✎ ✗✓✠✓✔✎ ✟✎✎ ✗ ✛✤✠✏✎✌ ✗✌☞ ✔
✢✔✗✚✟✌ ☛✠✓☛✔☞✑ ✠ ✗ ✡ ✒✏✌☞✌✓ ✟✎ ✗✚✎☞ ✡✠ ✗☞✌ ✗✚ ✖✎✚✌ ✓ ✠ ✖✠ ☛✏✎ ✗✚✟✔ ✗✚✎ ✗ ✡✎ ☛☞✎✌
✡✒✏✌☞✌✓✛
✥✠ ✗✌ ✗✦✎ ✔✍✎ ☛✌✡✠ ✗ ✍✎✡ ✎☞☞✠ ☛ ✟✠ ✖ ✔☞
,
✍✎✏✎✑ ☛✠✓☛✔☞✑ ✠ ✗✡✒✏✌☞✌✓✡ ✎ ✍✎✙✎✓ ✠✓✎☞ ✗ ✕✎ ✍✎✡✎☞ ✍✌✎ ☛☞✌✓✎ ✗ ✟✠ ✖✎✚✎✌ ✡ ✠ ✗ ✕✠✏✠✓ ✟✌✎ ✗ ☞✠ ☛✙✎✍✎✡ ✌ ✗ ✍✌✧✌ ✍ ✔ ✎☞✎ ✔✡✔✗✟✠✓✠✏ ✒✑✡✒✓ ✒☛✎ ✗✚ ✍✎✏✎✑ ✡ ✠ ✗✠✑ ✡✎☞✎ ✗ ✦✎ ✖✎☞✎ ✗✡ ✒✏✌☞✌✓ ✍✎✏✎✑ ✟✌ ✟☞✠✑✡✒✏✌☞✌✓
✟ ✔✎☞ ✔ ✗✠✚✎ ☛✎
.
✜✔ ✗✚✟✌ ☛✠✓ ☛✔☞✑✠ ✗ ☞✠ ☛ ✟✠ ✖ ✔☞ ✍✎✏✎✑ ✡✠ ✗✚✎✡ ✏✌✓✎ ✟✌✎ ✗✗ ✕✎ ✍✌☞✠ ☛✎✡✓ ✎ ✗ ✒✏✠✙ ✡ ✎ ☛☞✎✌ ✡ ✒✏✌☞✌✓ ✍✌ ✟✠ ✟ ✔✎✌✓ ✎ ✗ ✍✠ ✗✚✎ ✗ ✑ ✠✓✎ ✗✌ ✟✑✠ ✑✎ ✟✌ ✗✚ -✑ ✎ ✟✌ ✗✚.
✤✠✏✎✌ ✗✙✎✏ ☞✠ ☛✟✠✖✔☞ ☛✠✓ ☛✔☞✑✠ ✗ ✡ ✒✏✌☞✌✓ ☞✌ ✍✎✓ ✙✎ ✗ ✕✎ ✔✗☞ ✔✓ ✑✠ ✗✚✌ ✟✌ ✦✎ ✖✎☞✎ ✗ ✡ ✒✏✌☞✌✓ ✟✠✑✎☞✎ ☞✠☞✎✡✌ ✓✠✓✔✎ ✟✎✎ ✗ ✕✎ ✗✚ ✏✎✌ ✗✗ ✕✎. D
✎✏✎✑ ✓✎✌☞✎ ✗✗ ✕✎ ☞✠ ☛✙✎ ✍✎✡ ✡ ✎ ☛☞✎✌ ✡✒✏✌☞✌✓★ ✢✔✗✚✟✌ ☛✠✓☛✔☞✑ ✠ ✗ ✑✠ ☛✔✡ ✎✓✎ ✗ ✖✎✚✌✎ ✗ ✕✎ ✗✚ ✟✎ ✗✚✎☞✧ ✌☞✎✏
.
✩✎✏ ☞✠ ☛ ✟✠ ✖ ✔☞ ✍✌✓ ✎ ☛✠ ✗✎✓ ✎ ✗ ✦✌✓ ✎ ✚✎✚✎✏ ✑ ✠✏✎✓✔✓ ✎ ✗ ✢✔✗✚✟✌ ☛✠✓☛✔☞✑ ✠ ✗ ✡✒✏✌☞✌✓★ ✡✎ ☛☞✎✌ ✡ ✒✏✌☞✌✓ ☞✠ ☛✎ ✗✣✎✑ ✓ ✠ ✖✠ ☛✏✎ ✗✚✟✔ ✗✚✎ ✗.
✪✏✠✙ ✟✠ ✖✎ ✖ ✌☞ ✔★ ✡ ✎ ☛☞✎✌ ✡✒✏✌☞✌✓ ✑ ✠✑✠ ☛✏ ✔✓ ✎ ✗✡✠ ✗ ✕✠✚✎ ☛✎ ✗ ✓✠✎ ✗✚ ✚✒☞✎✎ ✗ ✔✗☞ ✔✓ ✍✎✡ ✎☞ ✖✠ ☛☞✎✙✎ ✗ ✍✎✏✎✑✑ ✠✑✡ ✠ ☛☞✎✙✎ ✗✓ ✎ ✗✓ ✠✓ ✔✎ ✟✎✎ ✗✡ ✒✏✌☞✌✓ ✗ ✕✎✍✌✑✎☞✎✑✎ ✟ ✕✎☛✎✓ ✎☞
(
✮✯✰ ✯✱ ✲✳✴✵ ✶ ✰✷✳✸ ✹2011:91)
✴✺✶ ✰✳✻✱ ✯✷ ✳✶✻ ✺✷ ✻✵ ✱ ✴ ✺✶✼ ✽✾ ✯✱ ✯✷✸ ✺✿ ✳✰✳✯✼✻✽✸ ✺✸ ❀✯✴✳✶ ✳ ✯❀✯❁✯❀✵ ❀✯✾ ✯✿✳✱✷ ✳✶ ❀✳✾ ✳✴ ✼✺✻✳✶-
✼✺✻✳✶ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ✳✷✱ ✯❂.
❃✺✿✯❄ ❅✳✵❄✹ ❆✳✿ ✻✯✺✾A
✾ ✴✽ ✶❀(
❃✯✾ ❇ ❈ ✽✴✾ ✯, 2005:78)
✴✺✶ ✰✳✻✱ ✯✷✳✶ ❂✵✶✰✸ ✯ ✻✺✷✻✵ ✱ ✴✺✶ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ✸ ✺✿ ✳✰✳✯ ✼✺✶ ❇✺✾ ✺✷✸ ✯✳✶ ✻✳✷❇✳✱ ✵ ✶✱✵✷ ✷ ✺✰ ✯✳✱ ✳✶ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ❀✳✶ ❅✳✿✳✱ ✳✶✼✺✴✺✻✯✶✱ ✳❄✳✶ ✴ ✺✾ ✳✾✵ ✯ ✼✺✶✳✴✼ ✯✾ ✳✶ ❀✳✾ ✳✴ ✴✺❀✯✳ ✷✽✴✵ ✶ ✯✷ ✳✸ ✯
,
✴✺✶❅✳❀✯ ✳✶ ✰✰ ✽✱ ✳ ✽✻ ✰✳✶ ✯✸ ✳✸ ✯,
✴ ✺✶❉✳✾ ✽ ✶✷✳✶ ❀✯✻ ✯ ✵✶✱✵ ✷ ❅✳✿ ✳✱ ✳✶ ✱✺✻✱ ✺✶✱✵✹ ✼ ✺✶❀✯❀✯✷ ✳✶ ✹ ❀✳✶✵❅✯✳✶.
D
✳✻ ✯ ✼ ✺✻ ✶ ❇✳✱ ✳✳✶ ❀✯ ✳✱ ✳✸ ✹ ✱✵❅✵✳✶ ❀✳✻✯ ✻✺✷ ✵✱ ✴ ✺✶ ✼ ✽✾ ✯✱ ✯✷ ✳❀✳✾ ✳❄ ✼ ✺✶ ✰✯✸ ✯✳✶ ❅✳✿ ✳✱ ✳✶ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ❀✺✶ ✰✳✶ ✴✺✾ ✯✿ ✳✱✷ ✳✶ ✼ ✳✻✱ ✯✸ ✯✼✳✸ ✯ ✴ ✳✸ ❇✳✻✳✷✳✱ ✵ ✶✱✵✷ ✿✺✻✼ ✺ ✻✳✶✳✷ ✱ ✯❂ ❀✳✾ ✳✴ ✷ ✺✰ ✯✳✱ ✳✶ ✼ ✽✾ ✯✱ ✯✷ ❊ ❈ ✺✷ ✻✵ ✱ ✴✺✶ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ❅✵ ✰ ✳ ❀✯❄✳✻✳✼ ✷ ✳✶ ✴ ✳✴✼ ✵
✴ ✺✶❉✯✼ ✱ ✳✷ ✳✶ ✸ ✵✳✱✵ ✸ ✯✸✱ ✺✴ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ❇✳✶ ✰ ❀✳✼ ✳✱ ✴ ✺✴✿ ✺✻✯✷ ✳✶ ✼ ✺✾ ✳❇✳ ✶✳✶ ❀✳✶
✼✺✻✾ ✯✶❀✵ ✶ ✰✳✶ ✿ ✳✰✯ ✴✳✸ ❇ ✳✻✳✷ ✳✱
.
❋✶✱✵✷ ✴✺✴✼ ✺✻ ✽✾ ✺❄ ❄✳✾ ✱ ✺✻✸ ✺✿✵✱,
✳✷ ✱ ✽✻ -✳✷ ✱ ✽✻ ❇✳ ✶✰ ✿ ✺✻✷✺❉✯✴✼ ✵ ✶ ✰ ❀✯ ❀✳✾ ✳✴✱ ✺✻✸ ✺✿✵✱ ❄✳✻✵ ✸ ✴ ✺✴✯✾ ✯✷✯✷ ✵ ✳✾ ✯✱ ✳✸ ❇✳✶✰✴✵ ✴✼✵✶✯ ✸ ✺✻✱ ✳ ✴✺✾ ✳✾✵✯ ✼✻✽✸ ✺✸ ✸ ✺✾ ✺✷ ✸ ✯ ❇✳✶ ✰ ❀✯❀✳✸ ✳✻✳✷✳✶ ✼ ✳❀✳ ✾ ✳✱ ✳✻
✿ ✺✾ ✳✷ ✳✶ ✰ ❇✳✶ ✰ ❅✺✾ ✳✸ ❊ ●✵❅✵✳✶✶ ❇✳ ✳❀✳✾ ✳❄ ✳ ✰✳✻ ✻✺✷✻✵ ✱ ✴✺✶ ❇✳✶ ✰ ❀✯❄✳✸ ✯✾✷ ✳✶
✵✶✱✵ ✷ ✴✺✶ ✰✯✸ ✯ ❅✳✿ ✳✱ ✳✶ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ✴ ✳✴✼ ✵ ✴✺✶❅✳❀✯ ✼ ✺✾ ✳❇✳✶ ❀✳✶ ✼✺✾ ✯✶❀✵ ✶ ✰
✴ ✳✸ ❇✳✻✳✷✳✱
.
A
✻✱ ✯✶ ❇✳ ✳✻✱ ✯✷✵ ✾ ✳✸ ✯ ✷✺✼ ✺✶✱ ✯✶✰✳✶ ✴ ✳✸ ❇✳✻ ✳✷ ✳✱ ❀✳✼✳✱ ❀✯✼ ✺✻❅✵✳✶ ✰✷ ✳✶ ❊D
✳✾ ✳✴ ✷✽✶✱ ✺✷✸ ❀✯❍✶❀✽ ✶✺✸ ✯✳
,
✸ ✺✸✵✳✯ ❀✺✶✰ ✳✶ ❋❋ ■✽✴ ✽✻2
✱ ✳❄✵ ✶2011
✱ ✺✶✱ ✳✶✰✼ ✳✻✱ ✳✯✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ✼ ✳✸ ✳✾29,
❀✯❅✺✾ ✳✸ ✷ ✳✶ ✿ ✳❄❏ ✳✼✳✻✱ ✳✯✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ✴✺✾ ✳✷ ✵✷✳✶ ✻ ✺✷ ✻✵ ✱ ✴✺✶ ✼✽✾ ✯✱ ✯✷ ✿ ✳✰✯ ❏✳✻ ✰✳ ✶✺✰ ✳✻✳ ❍✶❀✽✺✶ ✺✸ ✯✳ ✵✶✱✵ ✷ ✼ ✺✶ ✰✯✸ ✯✳✶ ❅✳✿✱ ✳✶❑▲▼ ◆▲❖ ❖P◗ ❘▼▲ ❖ ❙❚ ❯▲ ❖ ❱▲❚❙❚ ◗ ❲▲❳ ❑▲ ❨❩ ❬▲ ❭❪◗ ❙ ❑❳ ❯P ❲❳◗ ❲▲◗ ❫▲▼P ❭ ❙❑❳ ❯P ❲❳◗
,
❯❳ ❑❖▲ ❴▲▼ ▲ ❭ ❬▲ ❭❪◗ ▼❳ ❙▲ ❭▲ ❲▲❳ ❑▲ ❨❵ ❛❳ ❱❚❲P▲◗ ❲▲ ❭▲ ❱ ❙❳ ❑❳▼❑❚ ❖▲◗ ❖❳ ❑ ❯❳❴❚ ❖❨▲ ❑❚❯ ❲P ❭▲▼❚ ▼▲◗ ❯❳ ❬▲ ❑▲ ❲❳ ❱❪▼ ❑▲ ❖P ❯ ❲▲◗ ❖❳ ❑❴❚ ▼▲ ❯❳ ❯❚ ▲P ❲❳◗❘▲◗
AD/A
❜ ❝ ❙▲ ❑❖▲P❙ ❪❭P ❖P▼❖❳ ❑❯❳❴❚❖.
❞ ❡ ❢❣❤✐❥❦❧♠♥♦ ♣ ❦q❢❣❤r♦r❧
❜ ❳▼ ❑❚ ❖❱❳◗ ❙❪ ❭P ❖P▼ ❱❳ ❱❳❘▲◗❘ ❙❳ ❑▲◗▲◗ ❙❳◗ ❖P◗❘ ❲▲❭▲ ❱ ❯P ❯ ❖❳ ❱ ❙❪ ❭P ❖P▼ ❯❚▲ ❖❚
◗ ❳ ❘▲ ❑▲
.
❛▲ ❑❳◗▲ ❙ ❑❪ ❯❳❯ P◗P ❱❳◗❳◗❖❚▼ ▲◗ ❪❑▲◗❘-
❪❑▲◗ ❘ ◆▲◗❘ ▲▼▲◗ ❱❳◗ s▲ ❭▲◗ ▼▲◗ t❚◗❘❯P-
t❚◗❘ ❯P ❯P ❯❖❳ ❱ ❙❪ ❭P ❖P▼ ◗❳ ❘▲ ❑▲ P ❖❚ ❱❳ ❭▲ ❭❚P ❯❚ ❙ ❑▲ ❯ ❖❑❚ ▼ ❖❚❑ ❲▲◗ P◗t ❑▲ ❯❖❑❚▼❖❚ ❑ ❙❪ ❭P ❖P▼❵ ✉❳ ❖P▲ ❙ ❯P ❯ ❖❳ ❱ ❙ ❪❭P ❖P▼ ❱❳◗❘▲◗ ❚ ❖ ❙❪ ❭▲ ❑❳▼ ❑❚ ❖❱❳◗◆▲◗❘ ❴❳ ❑❴❳ ❲▲
-
❴❳ ❲▲. A
◗ ❘ ❘❪ ❖▲ ◆▲◗❘ ❲P ❑❳▼ ❑❚ ❖ ▲ ❲▲ ❭▲ ❨ ◆▲◗❘ ❱❳ ❱P ❭P▼ P ❯❚▲ ❖❚ ▼ ❳ ❱▲ ❱ ❙❚ ▲◗ ◆▲◗ ❘ ❯▲◗❘▲ ❖ ❲P❴❚ ❖❚❨▼ ▲◗ ❚ ◗ ❖❚ ▼ ❱❳◗❳ ❱❙▲ ❖P s▲❴▲ ❖▲◗ ❙❪ ❭P ❖P▼ ❲P❙❳ ❱❳ ❑P◗❖▲ ❨▲◗❵
B
❳ ❑❴P ❬▲ ❑▲ ❨▲ ❭ ❖❳ ❑❯❳❴❚ ❖ ❙▲ ❑❖▲P ❙ ❪❭P ❖P▼ s❚ ❘▲ ❱❳ ❱P ❭P▼ P ❙❪ ❭▲ ❑❳▼ ❑❚❖❱❳◗ ◆▲ ◗ ❘ ❴❳ ❑❴❳ ❲▲-
❴❳ ❲▲ ▲◗❖▲ ❑▲ ❯▲ ❖❚ ❙▲ ❑❖▲P ❲❳◗❘▲◗ ❙▲ ❑ ❖▲P ❭▲P◗ ◗ ◆▲.
✈❪ ❭▲ ❙❳ ❑❳▼❑❚❖▲◗ ❙ ❪❭P ❖P▼ ❲P ❯❳ ❯❚ ▲P▼▲◗ ❲❳◗❘▲◗AD/A
❜ ❝ ❲▲◗ ▼❳❴P s▲▼▲◗ ❙▲ ❑ ❖▲P ❱▲ ❯P◗❘-
❱▲ ❯P◗ ❘.
✇❳◗ ❚ ❑❚ ❖ ✉◆▲❱❯❚ ❲ ❲P◗ ①▲ ❑P ❯
(2005:8),
✈❳ ❑❳▼❑❚ ❖▲ ◗ ▲◗❘ ❘❪❖▲ ❭❳ ❘P ❯ ❭▲ ❖Pt ❪❭❳ ❨ ❙▲ ❑❖▲P❙ ❪❭P ❖P▼❯❳ ❬▲ ❑▲❚❱❚❱❱❳◗❬▲▼❚❙❖P ❘▲ ❖▲ ❨▲ ❙❙❳◗❖P◗❘◆▲▼ ◗P❱❳◗❬▲▼❚❙②1.
✈❳◗ s▲ ❑P◗❘▲◗ ❬▲ ❭❪◗❩ ❲P ❱▲◗▲ ❲▲ ❭▲ ❱ ❖▲ ❨▲ ❙▲◗ P◗P ❱❳◗❬▲▼❚❙ P◗❖❳ ❑▲▼❯P ▲◗ ❖▲ ❑▲ ❳ ❭P ❖❳ ❙▲ ❑❖▲P ❲P ❖P◗❘▼▲ ❖ ❲❳ ❯ ③▼ ❳ ❭❚ ❑▲ ❨▲◗ ▲ ❖▲❚ ❑▲◗ ❖P◗❘ ❙▲ ❑❖▲P ❲❳◗❘▲◗ ❳ ❭P ❖❳❙▲ ❑ ❖▲P❲P ❖P◗ ❘▼ ▲ ❖▲ ❖▲ ❯◗ ◆▲▲ ❖▲❚▲◗▲▼❬▲❴▲◗ ❘2.
✈❳◗◆▲❑P◗❘▲◗ ❲▲◗ ❯❳ ❭❳▼ ❯P ❬▲ ❭❪◗ ◆▲◗❘ ❖❳ ❭▲ ❨ ❲P s▲ ❑P◗ ❘.
❝▲ ❨▲ ❙▲◗ P◗ P ❱❳ ❭P ❙❚ ❖PP◗ ❖❳ ❑▲▼ ❯P▲◗❖▲ ❑▲
❳ ❭P ❖ ❖P◗ ❘▼▲ ❖
▲◗▲▼ ❬▲❴▲ ◗ ❘
❲▲◗ ❳ ❭P ❖❳
❖P◗❘▼ ▲ ❖ ▼▲❴❚ ❙▲ ❖❳◗ ③▼❪❖▲▲ ❖▲❚❬▲❴▲◗❘
/
❲▲❳ ❑▲ ❨④⑤⑥⑦⑧⑨⑩ ⑧❶ ❷ ⑧⑥❸ ⑧❹ ❷ ❺ ⑦❹❸❹ ⑨ ❸ ⑤⑥❻ ⑧❼ ⑧❷ ⑨⑤❽ ⑤⑦⑩ ⑥⑩ ❻ ⑧❶ ❸ ⑧❻ ⑧❷
-
❸ ⑧❻⑧❷ ⑥⑤⑨ ⑥⑩ ❸❾ ⑤❶ ❷❺⑦❹❸❹ ⑨ ❽ ⑧❶❿⑧❸ ➀⑤⑥❻⑩➀⑩ ❶❿⑧❶ ❼⑤❶❿⑧❶ ❷⑤❶❿❺⑥❿⑧❶❹ ❽⑧❽❹ ⑧❶ ❷ ⑧⑥❸ ⑧❹ ❷ ❺ ⑦❹❸❹ ⑨➁ ➂⑧⑦❸ ⑤⑥❽ ⑤➀⑩❸ ❾⑤⑦⑧❻❹ ⑥ ⑨⑧❶ ❷⑤❶❿⑤⑦❺⑦⑧⑧❶ ❷ ⑧⑥❸ ⑧❹ ❸ ⑤⑥❻ ⑧❼⑧❷ ❷❺⑦⑧ ⑥ ⑤⑨⑥⑩ ❸❾ ⑤❶ ❷⑧⑥❸ ⑧❹
❷❺⑦❹❸❹ ⑨➁
B
❹⑧❽ ⑧❶➃⑧ ➄⑧ ⑥⑧ ❷⑧⑥❸ ⑧❹ ❾⑤⑦⑧⑨⑩⑨⑧ ❶ ❸ ⑧❻ ⑧❷ ⑧❶-
❸⑧❻ ⑧❷ ⑧❶ ❼⑧⑥❹ ⑥ ⑤⑨⑥⑩ ❸❾ ⑤❶ ❷❺⑦❹❸❹ ⑨ ❸ ⑤⑥❽ ⑤➀⑩ ❸ ❾ ⑤❾ ❷⑩❶➃⑧❹ ❷❺⑦ ⑧ ➃⑧❶❿ ➀⑤⑥➀⑤❼⑧-
➀⑤❼ ⑧ ⑧❶❸ ⑧⑥⑧ ❷⑧⑥❸ ⑧❹ ➃⑧❶❿ ❽ ⑧❸⑩ ❼⑤❶❿⑧❶ ❷ ⑧⑥❸ ⑧❹ ➃⑧❶❿ ⑦⑧❹ ❶❶➃⑧. Cz
⑩❼❶❺ ➅❽ ⑨❹(
➆⑧❼ ❹ ⑦⑦⑧❻ ④⑩❸ ⑥ ⑧, 2007:103)
❾⑤❶❿⑤❾⑩⑨⑧⑨ ⑧❶ ❾❺❼⑤⑦ ➃⑧❶❿ ❼❹❿⑩❶ ⑧⑨⑧❶ ❷ ⑧⑥❸ ⑧❹ ❷ ❺ ⑦❹❸❹ ⑨ ❼⑧⑦⑧❾ ⑥⑤⑨⑥⑩ ❸❾ ⑤❶❷❺⑦❹❸❹ ⑨⑧❶❸ ⑧⑥ ⑧⑦⑧❹ ❶
:
1.
➇ ⑤⑨ ⑥⑩ ❸❾ ⑤❶❸ ⑤⑥➀⑩ ⑨ ⑧❽➃⑧⑥⑧❸ ❼⑧❶ ❷ ⑥ ❺❽ ⑤❼ ⑩ ⑥ ⑩ ❶❸⑩ ⑨ ❾⑤❶⑧❾ ❷❹ ⑦⑨⑧❶ ❽ ⑤❽ ⑤❺⑥ ⑧❶❿ ❸ ❺⑨ ❺ ❻ ❼ ⑧❷⑧❸ ❼❹ ⑨ ⑤❸ ⑧❻⑩ ❹ ❽ ⑤➄⑧⑥ ⑧ ⑦⑩⑧❽➁
D
⑧⑦⑧❾ ❻ ⑧⑦ ❹ ❶❹ ❷ ⑧⑥❸⑧❹ ❷❺⑦❹❸❹ ⑨ ➀⑤⑥➈⑩❶❿❽❹ ❽ ⑤➀⑧❿⑧❹ ⑧⑦⑧❸ ➀⑧❿❹ ⑤⑦❹❸ ❷ ❺ ⑦❹❸❹ ⑨ ➃⑧ ❶❿ ➀⑤⑥⑨⑩⑧⑦❹❸ ⑧❽ ⑩❶❸⑩⑨ ❾⑤❶❼⑧❷ ⑧❸ ⑨ ⑧❶ ❼⑩⑨⑩❶❿⑧❶ ❾ ⑧❽➃⑧⑥ ⑧⑨⑧❸. C
⑧⑥⑧ ❹ ❶❹ ❾ ⑤❾➀⑤⑥❹ ⑨ ⑧❶ ⑨⑤❽ ⑤❾❷⑧❸ ⑧❶ ➀⑧❿❹ ⑥⑧⑨➃⑧❸ ⑩ ❶❸⑩⑨ ❾ ⑤⑦❹ ❻ ⑧❸❼⑧❶❾⑤❶❹ ⑦⑧❹ ⑨⑤❾⑧❾❷ ⑩ ⑧❶⑤⑦❹❸❷❺⑦❹❸❹ ⑨ ❶➃⑧. D
⑤❶❿⑧❶❼ ⑤❾ ❹ ⑨❹ ⑧❶➄⑧⑥ ⑧ ❹ ❶❹ ❽⑧❶❿⑧❸ ⑨❺❾❷⑤❸❹❸❹➈.
Jika dihubungkan dengan paham demokrasi,
maka cara ini juga berfungsi sebagai sarana rakyat mengontrol
legitimasi politik para elit.
2. Rekrutmen tertutup
Berlawanan dengan cara rekrutmen terbuka. Dalam rekrutmen tertutup,
syarat dan prosedur pencalonan tidak dapat secara bebas diketahui
umum. Partai berkedudukan sebagai promotor elit yang berasal dari
dalam tubuh partai itu sendiri. Cara ini menutup kemungkinan bagi
anggota masyarakat untuk melihat dan menilai kemampuan elit yang
ditampilkan. Dengan demikian cara ini kurang kompetitif. Hal ini
menyebabkan demokrasi berfungsi sebagai sarana elit memperbaharui
legitimasinya.
Berdasarkan dari pola yang dikemukakan tersebut, dapat disimpulkan
partai politik biasanya menggunakan pola-pola tersebut untuk merekrut
calon legislatifnya Dalam pelaksanaan pola-pola tersebutpun biasanya
partai politik juga mempunyai metode-metode tertentu dalam melakukan
rekrutmen politiknya. Menurut Hasibuan (2006:52), cara rekrutmen yang
1.
➉➊➋➌ ➍➊ ➎➏➐ ➎➑➒ ➓➑ ➔→ ➎ ➣➊ ➔➣ ↔➋ ➐➊→ ➓➑→ ↕ ➍ ➎➏➑ ➔↔➔➑→ ➙➊➣ ➍➑➛➑ ➣ ➔➑→ ➜➑ ➍➑ ➜➊ ➍➌ ➐➑→➋➊➣ ➋➊→➋↔ ➓➑→↕➙➊➣ ➎➛ ➎➋➊→➋➑→ ↕➛➋➑→➍➑➣-
➛ ➋➑→ ➍➑➣➋➊➣ ➋➊→➋↔2.
➉➊➋➌ ➍➊ →➌ → ➎➏➐ ➎➑➒ ➓➑ ➔→ ➎ ➣ ➊ ➔➣↔ ➋ ➐➊→ ➓➑→ ↕ ➍ ➎➏➑ ➔↔ ➔➑→ ➍➊→ ↕➑→ ➋ ➎➍➑ ➔ ➐➊→ ↕➑ ➝↔ ➛➋➑→➍➑➣-
➛ ➋➑→ ➍➑➣ ➋➊➣ ➋➊→➋↔ ➞ ➐➊ ➏➑ ➎→ ➔➑→ ➍ ➎➍➑➛ ➑➣ ➔➑→ ➜➑ ➍➑ ➜➊➣➔➎➣➑➑→➛ ➑➟➑.
A
➍➑ ➜↔ → ➙➊ ➙➊➣➑ ➜➑ ➜➌➏➑ ➔➊ ➝➊→ ➍➊➣↔ → ↕➑→ ➜➑➣➋➑ ➎ ➜➌➏➎➋ ➎➔ ➍➑ ➏➑ ➐ ➐➊ ➏➑ ➔↔➔➑→ ➣ ➊ ➔➣↔ ➋ ➐➊→ ➜➌➏➎➋ ➎➔ ➋➊➣➒ ➑ ➍➑ ➜ ➝➑ ➏➌→ →➓➑ ➓➑ ➔→ ➎ ➛➊ ➙➑↕➑ ➎ ➙➊➣ ➎➔↔➋(
➠➎➏ ➓ ➡➌ ➐ ➏➎,
2005:93) :
1.
Partisan
➢➊→ ➍↔ ➔↔→ ↕ ➓➑ →↕ ➔↔ ➑➋,
➏➌➓➑ ➏➎➋➑➛ ➋ ➎→ ↕↕ ➎ ➋➊➣ ➒➑ ➍➑ ➜ ➜➑➣➋➑ ➎ ➛ ➊➒➎→↕ ↕➑ ➙ ➎➛ ➑ ➍➎➣➊ ➔➣↔ ➋ ↔→ ➋↔ ➔ ➐➊→➍↔➍↔➔➎ ➟➑ ➙➑➋➑→ ➛ ➋➣➑➋➊↕➎➛ ➙➎➑➛ ➑→➓➑ ➔➑ ➍➊➣ ➎→➋➊➣→ ➑ ➏ ➜➑➣ ➋➑ ➎2.
Compartmentalization
➢➣➌➛ ➊➛➣ ➊ ➔➣↔ ➋ ➐➊→ ➓➑→ ↕ ➍➎➍➑➛ ➑➣ ➔➑→ ➜➑ ➍➑ ➏➑➋➑➣ ➙➊ ➏➑ ➔➑→ ↕ ➜➊→➍➎➍ ➎➔➑→ ➍➑→ ➜➊→ ↕➑ ➏➑ ➐➑→➌ ➣↕ ➑→ ➎➛ ➑➛ ➎➑➋➑↔➔➊↕ ➎➑➋➑→➛ ➌➛ ➎➑ ➏➜➌ ➏➎➋ ➎➔➛ ➊➛➊➌ ➣➑→ ↕3.
Immediate Survival
➢➣➌➛ ➊➛ ➣➊ ➔➣ ↔➋ ➐➊→ ➍➎➏➑ ➔↔➔➑→ ➌➏➊➒ ➌ ➋➌ ➣ ➎➋➑➛ ➜➊ ➐ ➎➐➜ ➎→ ➜➑➣➋➑ ➎ ➋➑→➜➑ ➐➊ ➐ ➜➊➣➒ ➑➋ ➎➔➑→➔➊ ➐➑ ➐ ➜↔ ➑→➌➣➑→ ↕
-
➌ ➣➑→ ↕ ➓➑→↕➍➎➣ ➊ ➔➣ ↔➋4.
Civil Service Reform
➢➣➌➛ ➊➛➣➊ ➔➣↔ ➋ ➐➊→ ➙➊ ➣ ➍➑➛ ➑➣➔➑→ ➔➊ ➐➑ ➐➜↔➑→ ➍➑→➏➌➓➑ ➏➎➋➑➛➛ ➊➌ ➣➑→ ↕➝➑ ➏➌ → ➛➊➒➎→↕ ↕➑ ➙ ➎➛➑ ➐➊→ ➍➑ ➜➑ ➋ ➔➑→ ➔➊ ➍↔ ➍↔ ➔➑→ ➏➊ ➙➎➒ ➋ ➎→↕ ↕ ➎ ➑➋➑↔ ➜➊→ ➋ ➎→ ↕ ➝➌→ ➋➌➒→ ➌→
-
➔➑ ➍➊➣→ ➑ ➐↔ → ➐➊ ➐ ➜↔ →➓➑ ➎➔➊ ➍➊ ➔➑➋➑→ ➍➊→ ↕➑→➜➑➣➋➑ ➎.
D
➑ ➏➑ ➐ ➋➑➒➑ ➜➑→ ➜➊→➊➋➑ ➜➑→ ➝➑ ➏➌→ ➏➊↕ ➎➛ ➏➑➋ ➎➤ ➓➑→ ↕ ➑ ➔➑→ ➍➎↔ ➛ ↔→ ↕ ➌ ➏➊➒ ➜➑ ➣➋➑ ➎➜➌ ➏➎➋ ➎➔➥ ➉➊→ ↔➣ ↔➋ ➦➑➣➓➑→ ➋➌
(1982:47)
➋➊➣ ➍➑ ➜➑➋ ➙➊ ➙➊➣➑ ➜➑➔➣➎➋➊➣ ➎➑
➓➑→ ↕ ➒ ➑➣↔ ➛➍ ➎➜➊→ ↔➒➎➍ ➎➑→➋➑➣ ➑→ ➓➑➑ ➍➑ ➏➑➒
:
1.
➢➊→↕➑ ➏➑ ➐➑→➧➣↕ ➑→ ➎➛ ➑➛ ➎➢➊→↕➑ ➏➑ ➐➑→ ➎→➎➙➑ ➎➔➛➊ ➏➑➐➑ ➎➑ ➐➊➟➑ ➍ ➎➑→ ↕ ↕➌➋➑ ➜➑ ➣➋➑ ➎ ➐➑↔ ➜↔→➛ ➊ ➙➊ ➏↔➐ ➐➊→ ➟➑ ➍➎ ➑→ ↕ ↕➌➋➑ ➜➑➣ ➋➑ ➎
,
➔➑➣➊→ ➑ ➎→ ➎ ➐➊➣ ↔ ➜➑ ➔➑ → ➒ ➑ ➏ ➓➑→↕ ➐↔➋ ➏➑ ➔ ➍➎➜➊➣ ➏↔ ➔➑→ ➌ ➏➊➒ ➛ ➊➌➣ ➑→↕ ➝➑ ➏➌ → ➑→ ↕ ↕➌➋➑ ➜➑➣➏➊ ➐➊→ ➍➑ ➏➑ ➐ ➐➊→➟➑ ➏➑→➔➑→ ➣➌➍➑➌ ➣↕➑→➎➛ ➑➛ ➎→➑→ ➋ ➎→➓➑.
2.
➨➎→↕➔➑➋➢➊→➍➎➍ ➎➔➑→D
➎➋ ➎→↕ ➔➑➋ ➜➊→ ➍ ➎➍➎➔➑→ ➙➑ ➎➔ ➤➌ ➣ ➐➑ ➏ ➐➑↔➜↔ → ➎→➤➌ ➣ ➐➑ ➏,
➋ ➎→ ↕ ➔➑➋ ➜➊→➍➎➍ ➎➔➑→ ➙➊➣ ➔➑ ➎➋➑→ ➊➣➑➋ ➍➊→ ↕➑→ ➩➑➩➑➛ ➑→ ➛➊➛ ➊➌ ➣➑→ ↕ ➍➑ ➏➑ ➐ ➐➊→ ↕➒ ➑ ➍➑ ➜ ➎➛ ➊➛ ↔➑➋↔➐➑➛ ➑ ➏➑➒➍➑→➜➣ ➎➏➑ ➔↔➌ ➣↕➑→➎➛ ➑➛ ➎. A
➔➑→➋➊➋➑ ➜➎➍➑ ➏➑ ➐AD/
➡➨ ➜➑➣➋➑ ➎ ➐➑→➑ ➜↔→ ➋ ➎➍➑ ➔ ➍➎➝➑→ ➋↔ ➐ ➔➑→ ➔➣ ➎➋➊➣ ➎➑ ➋ ➎→ ↕ ➔➑➋ ➜➊→➍➎➍ ➎➔➑→ ➛➊ ➙➑↕➑ ➎ ➜➊➣ ➛ ➓➑➣➑➋➑→ ➥D
➭➯ ➲➳ ➲➵ ➲➸ ➭ ➳➭ ➯ ➺➻➼➽➲➾ ➲➳ ➽➺➸➲➚➭➵➲➳ ➼ ➳➚➼➾ ➯➺➯ ➪ ➺➻➭➾➲➳➾➺➚➺➻➲➯ ➽➭ ➸➲➳ ➶➲➳➾➺➯ ➲➯ ➽ ➼ ➲➳ ➹➺➘➻➲➳➴ ➷➲➸➘➳ ➲➳➴ ➴➘➚ ➲➶➭➶➲➸➲➯ ➯ ➺➳➴➺➸➘➸➲ ➘➻➴➲➳➭➹➲➹➭ ➳➲➳ ➚➭ ➳➬➲.
D
➲➽➲➚➸➲➵ ➶➭➾➲➚➲➾ ➲➳ ➪➲➵➮➲ ➶➭ ➹➺➚➭ ➲➽ ➹➭➹➚➺➯ ➽➘➸➭ ➚➭➾ ➚➺➻➶➲➽ ➲➚ ➽ ➻➘➹➺➶➼ ➻ -➽➻➘➹➺➶➼➻ ➼ ➳➚➼➾ ➯ ➺➸➲➾➹➲➳➲➾➲➳ ➻➺➾➻➼ ➚➯ ➺➳ ➲➚➲➼ ➽➺➳➬➺➸➺➾➹➭ ➲➳➱ ➲➾➲➳ ➚➺➚➲➽ ➭➮➲➸➲➼➽ ➼ ➳ ➽➻➘➹➺➶➼ ➻
-
➽➻➘➹➺➶➼ ➻ ➬➲➳➴ ➶➭ ➸➲➾➹➲➳ ➲➾ ➲➳➘➸➺➵ ➚➭ ➲➽
-
➚➭ ➲➽ ➹➭➹➚➺➯ ➽➘➸➭ ➚➭➾ ➪➺➻➪ ➺➶➲-
➪ ➺➶➲➹➲➚➼ ➶➺➳➴➲➳
➬➲➳➴ ➸➲➭ ➳ ➳➬➲
,
➳➲➯➼➳ ➚➺➻➶➲➽ ➲➚➹➼ ➲➚➼ ➾➺➷➺➳➶➻➼➳➴➲➳ ➪➲➵➮➲ ➭ ➳➶➭✃➭➶➼-
➭➳➶➭✃➭➶➼ ➬➲➳➴ ➪➺➻➪➲➾ ➲➚ ➬➲➳➴ ➶➭➷➲➸➘➳➾ ➲➳ ➼ ➳➚➼➾ ➯➺➳➶