Perancangan Informasi Ragam Musik Jazz

61  42 

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

RIWAYAT HIDUP

Nama : M Andreono JP Kelas : DKV 1

NIM : 51912223

Jurusan : Desain Komunikasi Visual (DKV) Contact : Andre2112@gmail.com

TAHUN PENDIDIKAN JURUSAN

2000 – 2006 SDN JATAYU

2006 – 2009 SMPN 40 BANDUNG

2003 – 2012 SMK BANDUNG TIMUR INFORMATIKA

2012 – 2016 UNIKOM DESAIN KOMUNIKASI

(5)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

PERANCANGAN INFORMASI RAGAM MUSIK JAZZ

DK 38315 / Tugas Akhir Semester II 2015-2016

oleh:

M Andreono JP NIM. 51912223

Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

(6)

iii KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah selalu kepada Nabi Muhammad SAW, atas selesainya Laporan Tugas Akhir ini.

Adapun penyusunan Laporan Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi sebagai persyaratan untuk jenjang S1. Berkaitan dengan hal di atas

penulis dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya atas bantuan yang telah diberikan oleh berbagai pihak.

Dengan ini penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan dari dasar hati yang paling dalam kepada yang terhormat bapak Irwan Tarmawan, S.Sn., M.Ds selaku koordinator Tugas Akhir, lalu penulis juga mengucapkan tarimakasih yang sangat besar kepada bapak Taufan Hidayatullah, S.Sn., M.Ds selaku dosen pembimbing Tugas Akhir, Serta pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

Untuk itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun dan mendorong penulis agar menjadi lebih baik, sangat penulis harapkan sebagai acuan dalam pembuatan laporan ini dan laporan-laporan lainnya. Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang telah menyempatkan diri untuk membaca laporan ini

Bandung, April 2016

(7)

vi

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Rumusan Masalah ... 3

1.4 Batasan Masalah ... 3

1.5 Tujuan Perancangan ... 3

1.6 Manfaat Perancangan ... 3

BAB II. RAGAM MUSIK JAZZ ……... 4

II.1 Musik ... 4

II.1.1 Pengertian Musik ……….……….... 4

II.1.2 Unsur Unsur Musik ……….……… 5

II.1.3 Perkembangan Dan Jenis Jenis Musik ……….………... 7

II.2 Musik Jazz …..………... 11

II.2.1 Pengertian Musik Jazz ………..……… 11

II.2.2 Sejarah Musik Jazz ………..………. 12

II.2.3 Sejarah Jazz Indonesia ………..……….... 15

II.2.4 Unsur Estetika Musik Jazz ………..……….…………. 17

II.2.5 Unsur Unsur Pembentuk Musik Jazz ……..……….. 18

(8)

vii

II.2.7 Alat Alat Musik Jazz ……..……….. 22

II.2.8 Fungsi Dan Peranan Musik Jazz ……….………. 23

II.3 Pengetahuan Masyarakat Tentang Musik Jazz ... 24

II.3.1 Wawancara Kepada Ahli ……….. 24

II.3.2 Kuisioner ………...……… 25

II.4 Analisa ……… 28

II.5 Solusi Permasalahan ……… 28

BAB III. STRATEGI PERANCANGAN & KONSEP DESAIN ……….. 30

III.1 Strategi Perancangan ………... 30

III.1.1 Tujuan Komunikasi ……..………...……. 30

III.1.2 Target Audience ……..….………...………. 31

III.1.3 Pendekatan Komunikasi ………..………. 31

III.1.4 Materi Pesan ………..……….. 32

III.1.5 Gaya Bahasa …….………..………. 32

III.1.6 Khalayak Sasaran …..………..……… 33

III.1.7 Strategi Kreatif ……….………..………. 34

BAB IV TEKNIS PRODUKSI MEDIA ………. 43

IV.1 Media Utama ………... 43

(9)
(10)

50 DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku

Djohan, (2009). Psikologi Musik. Yogyakarta: Best Publisher

Mulyanto,S, Eko. (2008). Panduan Dasar Bermain Jazz. Jakarta: KawanPustaka. Szwed, John. (2008). Memahami dan Menikmati Jazz. Jakarta: Gramedia.

Sumber Jurnal Internet

Admin. (2014). Pengertian poster menurut para ahli. Tersedia di : http://dilihatya.com/986/pengertian-poster-menurut-para-ahli [13 Juni 1994] Alghofar, Abdul Aziz. (2010). Apa itu Musik ?. Tersedia di:

http://azizghofar.blogspot.co.id/2010/01/apa-itu-musik.html. [12 April 2016].

Crafo. (2010). Definisi Atau Pengertian Mug. Tersedia di:

http://crafo.blogspot.co.id/2010/04/definisi-mug.html. [12 April 2016] Ekkiy, Bach. (2014). Pengertian Pin. Tersedia di:

http://pin-ki.blogspot.co.id/2014/09/pengertian-pin.html. [12 April 2016] GUGUN, RIDWAN, ENJANG. (2012) . Sticker adalah ?. Tersedia di :

https://smsrbandung.wordpress.com/2012/01/26/stiker-adalah-b/. [12 April 2016]

Gaul, Kaos. (2012). Pengertian Kaos. Tersedia di:

http://maniaartthirst.blogspot.co.id/2012/03/pengertian-kaos.html. [12 April 2016]

Hadi, Abdul. (2015). Pengertian, Fungsi, dan Unsur Seni Musik. Tersedia di:

http://www.softilmu.com/2015/11/Pengertian-Fungsi-Unsur-Unsur-Seni-Musik-Adalah.html. [12 April 2016].

Hadi, Abdul. (2015). Jenis-jenis genre musik di dunia. Tersedia di:

http://www.softilmu.com/2015/11/Jenis-Jenis-Genre-Musik-Di-Dunia.html. [12 April 2016].

Jakjazz. (2011). Alat-alat Musik Jazz. Tersedia di:

(11)

51

http://percetakanundangan.web.id/percetakan/kamus-percetakan/pengertian-dan-istilah-flyer/. [12 April 2016]

Kreasindo, Kamajaya. (2016). Pengertian Bookmark Atau Pembaas Buku. Tersedia di: http://percetakanundangan.web.id/percetakan/kamus percetakan/bookmark-atau-pembatas-buku/. [12 April 2016] Munthoriq, Irafan. (2014). Genre Musik. Tersedia di:

https://klinikmusik.wordpress.com/2014/10/19/genre-musik/. [12 April 2016].

Nugroho, Heru. (2000). Sekelumit tentang sosialisasi jazz. Tersedia di:

http://www.wartajazz.com/opini-jazz/2000/08/08/sekelumit-tentang-sosialisasi-jazz. [12 April 2016].

Pandri. (2011). Sejarah dan perkembangan musik jazz. Tersedia di: http://pandri-16.blogspot.co.id/2011/01/sejarah-dan-perkembangan-musik-jazz.html. [12 April 2016.

Panjaitan, Isran. (2009). Sejarah Jazz di Indonesia. Tersedia di:

https://isranpanjaitan.com/2009/06/06/sejarah-jazz-indonesia/. [12 April 2016].

Rusyanti, Hetty. (2013). Pengertian musik menurut ahli. Tersedia di:

http://www.kajianteori.com/2013/02/pengertian-musik-definisi-musik.html. [12 April 2016].

Sitinurhalizaip. (2014). Pengertian Buku Menurut para ahli. Tersedia di: http://brainly.co.id/tugas/795361. [13 Juni 2016].

Sukmono, Banin Diar. (2014). Unsur Estetika Musik Jazz. Tersedia di:

http://www.philosophyresearcher.com/2014/12/unsur-estetika-musik-jazz-sebuah.html. [12 April 2016].

Suharto, M. (2014). Kamus Musik. Tersedia di:

https://klinikmusik.wordpress.com/2014/10/18/apa-itu-musik/. [12 April

2016].

Suryana, Dayat. (2012). Terapi Musik. Tersedia di:

https://books.google.co.id/books/about/Terapi_Musik.html?id=fuCO5gqmo

VcC&redir_esc=y. [12 April 2016].

(12)

52 http://topi-sayang.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-topi.html.

[12 April 2016]

Ukuran Desain X-Banner. (2013). Ukuran Mini X Banner. Tersedia di: https://ukuranxbanner.wordpress.com/2013/07/23/ukuran-mini-x-banner/. [12 April 2016]

Wijaya, Yoga P S.Pd. (2014). Pengertian Multimedia Interaktif. Tersedia di:

(13)

1 BAB I. PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Musik merupakan hal yang tidak asing bagi masyarakat dunia, banyak orang beranggapan bahwa musik adalah hal yang biasa saja dan sederhana karena mudah dinikmati apalagi jika lirik nya sangat mudah dihafal. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya komposisi musik yang sangat beragam. Masyarakat awam lebih berminat dengan musik-musik dengan komposisi yang sederhana seperti musik pop, mereka tidak terlalu memikirkan dampak apa saja yang bisa diperoleh dengan

genre yang tersebut.

Padahal yang sudah kita ketahui bahwa salah satu genre musik berkontribusi cukup besar bagi perkembangan emosi. Mengingat penelitian bahwa mendengar lebih efektif untuk belajar daripada membaca. Ada banyak sekali genre musik didunia seperti pop, jazz, rock, RnB, hip hop, classical, folk, akustik, blues dll. Namun ada 1 genre musik yang sangat menarik yaitu musik jazz, karena musik ini berbeda dengan musik lainya .

Ada banyak jenis musik jazz, meski musik jazz memperdengarkan nada - nada yang rumit tapi musik jazz juga pemperdengarkan nada - nada sederhana yang mudah dimengerti bahkan seorang penulis jazz Scott Fitzgerald (seperti di kutip Nugroho, 2000) mengatakan bahwa “jazz dapat berarti macam-macam tergantung interpretasi kita dan jika kita mencari tahu apa jazz sebenarnya, pahami musiknya”, yang dimaksud disini adalah sebagai seorang penggemar jazz perlu untuk mengetahui keanekaragaman musik jazz, sejarah perkembangannya serta

tokoh-tokohnya.

Menilik kepada sejarah genre musik jazz, ternyata genre musik jazz ini berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1868 dengan akar mendasar dari musik Afrika dan Eropa. jazz ini hadir dari perpaduan beberapa genre musik antara lain blues dan

(14)

2 Jika musik klasik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan otak, musik Jazz juga berpengaruh terhadap perkembangan saraf - saraf otak. Musik jazz hadir dengan ritme yang tidak teratur dengan irama yang melompat lompat hal ini menyebabkan kecenderungan berfikir menjadi lebih bervariasi dan lebih terbuka, genre musik jazz sangat berperan dalam proses pematangan hemisfer otak kanan, walaupun dapat berpengaruh juga pada hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over (dari kanan ke kiri dan juga sebaliknya). Efek atau suasana perasaan dan emosi baik persepsi, ekspresi, maupun kesadaran pengalaman emosional, secara predominan diperantarai oleh hemisfer otak kanan. Artinya, hemisfer ini memainkan peran besar dalam proses perkembangan emosi, yang sangat penting bagi perkembangan sifat sifat manusia .

Musik yang ber-genre jazz, dapat memberikan suasana nyaman dan membantu kita untuk dapat mengintrepretasikan perasaan serta berekspresi dengan alunan musik jazz yang tidak teratur tapi indah. Jadi, tidak hanya musik klasik yang berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasaan otak, musik jazz juga berperan dalam perkembangan mood dan kecerdasan emosional yang diperantarai oleh hemisfer otak kanan .

Maka pengenalan informasi tentang musik Jazz harus dikembangkan salah satu nya adalah memalui media informasi atau media komunikasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat paham tentang musik Jazz, tentang jenis - jenis musik Jazz dan industri musik indonesia menjadi lebih bervariasi. Tidak lagi jazz sebagai musik yang non mainstream, tapi juga menjadi sebuah musik utama yang bermain sebagai simbol musik yang sangat digemari oleh masyatakat Indonesia.

I.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah sebelum nya maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut :

(15)

3 2. Kebanyakan masyarakat menilai musik jazz dari sisi liriknya saja, mereka tidak terlalu mempedulikan sisi pisikologis yang dapat ditimbulkan dari mendengarkan musik jazz.

3. Banyak masyarakat yang menilai musik jazz tidak dari nilai musiknya melainkan dari status sosial yang akan mereka capai.

4. Banyak masyarakat yang sulit menerima musik jazz yang merupakan salah satu musik universal.

5. Media massa kurang berperan dalam perkembangan musik Jazz.

I.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan Identifikasi masalah sebelum nya maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana memperkenalkan musik jazz kepada masyarakat melalu media informasi sebagai pengenalan tentang musik jazz itu sendiri.

I.4 Batasan Masalah

Untuk mempermudah, masalah dibatasi dengan pengamatan mengenai sejarah musik jazz, ragam musik jazz serta manfaat dari musik jazz.

I.5 Tujuan Perancangan

1. Masyarakat mengetahui sejarah musik jazz di Indonesia serta tokoh - tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembanganya.

2. Mengenalkan lebih dekat tentang music jazz kepada masyarakat, tentang keragamanya dan manfaatnya.

3. Masyarakat menjadi tahu bahwa musik jazz adalah salah satu bagian industri musik di Indonesia.

I.6 Manfaat Perancangan

1. Memperluas wawasan dan menggali salah satu aliran musik yang menekankan harmonisasi dan improvisasi

2. Memperoleh pengetahuan baru tentang musik jazz.

(16)

4 BAB II. RAGAM JENIS MUSIK JAZZ

II.1 Musik

II.1.1 Pengertian Musik

Musik (seperti dikutip Algofar, 2010) adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi tentang musik juga bermacam-macam:

 Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya

 Musik adalah bunyi-bunyian yang ditangkap oleh indera pendengar

 Musik adalah suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan

pendukungnya

 Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan

dan disajikan sebagai musik

Jamalus (seperti dikutip Rusyanti, 2013) Seni Musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai suatu kesatuan. Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme. (Suryana, 2012, h. 24).

Menurut M.Soeharto (1992, 86) dijelaskan bahwa pengertian musik adalah pengungkapan melalui gagasan melalui bunyi, yang unsur dasarnya berupa melodi, irama, dan harmoni dengan unsur pendukung berupa gagasan, sifat dan warna

bunyi.

Musik sudah dikenal sejak kehadiran manusia Homo sapien yakni sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Dari penemuan arkeologi pada lokasi-lokasi seperti pada benua Afrika sekitar 180.000 tahun hingga 100.000 tahun dahulu telah

(17)

5 terancang sehingga bisa memburu hewan yang besar. Dengan kemampuan otak ini, mereka bisa berpikir lebih jauh hingga diluar nalar dan mencapai imajinasi. Bahasa untuk berkomunikasi telah terbentuk diantara mereka. Dari bahasa dan ucapan sederhana untuk tanda bahaya dan memberikan nama-nama hewan, perlahan-lahan beberapa kosa kata muncul untuk menamakan benda dan nama panggilan untuk sesorang.

Manusia menyatakan perasaan takut dan menyatakan perasaan gembira mereka dengan menggunakan suara-suara. Bermain-main dengan suara mereka dan

menjadi lagu, hymne atau syair nyanyian kecil yang diinspirasikan oleh kicauan burung. Kayu-kayu dan batuan keras dipukul untuk mengeluarkan bunyi dan irama yang mengasyikkan. Mungkin secara tidak sengaja mereka telah mengetuk batang pohon yang berongga didalamnya dengan batang kayu yang mengeluarkan bunyi kuat. Kulit binatang yang mereka gunakan sebagai pakaian diletakkan pula untuk menutup rongga kayu tersebut dan menjadi gendang (Suryana, 2012, h.18).

Hal tersebut berkembang dari zaman ke zaman, dimana alat musik yang dulu terbuat dari batu, tulang dan kulit hewan di perbaharui menjadi lebih modern dan lebih efisien untuk menghasilkan bunyi serta suara yang merdu.

II.1.2 Unsur Unsur Musik

Musik yang baik (seperti dikutip Hadi, 2015) memiliki beberapa unsur didalamnya, unsur tersebut yang membuat musik menjadi berkualitas, memiliki harmonisasi yang baik serta dapat memberikan manfaat bagi pendengarnya.

Unsur-unsur yang ada dalam musik adalah sebagai berikut:

1. Melodi

Melodi adalah nada musik yang dianggap sebagai satu kesatuan. Secara harfiah,

melodi adalah urutan nada dan jangka waktu nada, sementara, dalam arti lain, susunan rangkaian tiga nada atau lebih. Melodi sering terdiri dari satu atau lebih frasa musik atau motif, dan biasanya diulang-ulang dalam lagu dalam berbagai

(18)

6 2. Irama atau Rytme

Ritme atau Irama adalah variasi horizontal dan aksen dari suatu suara yang teratur. Ritme terbentuk dari suara dan diam. Suara dan diam tersebut digabungkan untuk membentuk pola suara yang berulang untuk membuat ritme. Ritme memiliki tempo yang teratur, namun dapat memiliki bermacam-macam jenis. Beberapa ketukan dapat lebih kuat, lebih lama, lebih pendek, atau lebih pelan dari lainnya. Dalam sebuah musik, seorang komposer dapat menggunakan banyak ritme berbeda.

3. Birama

Birama adalah bagian pendek-pendek dari suatu lagu yang telah mempunyai irama

lengkap.

Tanda birama berbentuk angka pecahan ( 2/4, ¾, 4/4, 6/8), pembilang menunjukkan banyaknya ketukan dalam satu birama, sedangkan penyebut menunjukkan not yang nilainya satu ketukan.

4. Harmoni

Harmoni dalam musik Barat adalah salah satu teori musik yang mengajarkan bagaimana menyusun suatu rangkaian akord-akord agar musik tersebut dapat enak didengar dan selaras. Disini dipelajari tentang penggunaan berbagai nada secara bersama-sama dan akord-akord musik, yang terjadi dengan sesungguhnya ataupun yang tersirat. Studi ini sering merujuk kepada studi tentang progresi harmonis, gerakan dari satu nada secara berbarengan ke nada yang lain, dan prinsip-prinsip struktural yang mengatur progresi tersebut. Dalam musik barat, harmoni sering mengacu kepada aspek-aspek "vertikal" musik, yang dibedakan dari gagasan tentang garis melodi, atau aspek "horisontal"-nya.

5. Kadensa

Kadensa adalah suatu rangkaian harmoni sebagai penutup pada akhir melodi atau di tengah kalimat, sehingga bisa menutup sempurna melodi tersebut atau setengah

menutup (sementara) melodi tersebut.

6. Tempo.

Tempo adalah ukuran kecepatan dalam birama lagu. Ukuran kecepatan bisa diukur

(19)

7 terdapat digital metronome yang bisa berfungsi sebagai pengukur kecepatan dalam birama, misalnya 3/4 atau 4/4.

II.1.3 Perkembangan dan Jenis Jenis Musik

Seiring perkembangan zaman, maka berkembang pula musik beserta jenis jenisnya, (seperti ditulis Hadi, 2015) musik tidak akan mati, contohnya adalah sebagai berikut:

1. Musik Klasik

Gambar II.1 Musik klasik abad pertengahan Sumber : peachbabyblue.wordpress.com

(Diakses pada 16/04/2016)

Musik klasik merupakan istilah luas yang biasanya mengacu pada musik yang dibuat di atau berakar dari tradisi kesenian Barat, musik kristiani, dan musik orkestra, mencakup periode dari sekitar abad ke-9 hingga abad ke-21.

2. Musik Tradisional

(20)

8 Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun temurun, dipertahankan sebagai sarana hiburan. Tiga komponen yang saling mempengaruhi di antaranya adalah seniman, musik itu sendiri dan masyarakat penikmatnya. Sedangkan maksudnya untuk memper-satukan persepsi antara pemikiran seniman dan masyarakat tentang usaha bersama dalam mengembangkan dan melestarikan seni musik tradisional.

3. Musik keagamaan

Musik keagamaan adalah musik yang berkembang untuk tujuan-tujuan rohani. Musik keagamaan terbagi lagi menjadi :

· Gambus

Gambus adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah. Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan orkes gambus atau disebut gambus saja.

· Nasyid

Nasyid adalah salah satu seni Islam dalam bidang seni suara. Biasanya merupakan nyanyian yang bercorak Islam dan mengandungi kata-kata nasihat, kisah para nabi, memuji Allah, dan yang sejenisnya. Biasanya nasyid dinyanyikan secara acappela dengan hanya diiringi gendang. Metode ini muncul karena banyak ulama Islam yang melarang penggunaan alat musik kecuali alat musik perkusi.

· Kasidah

Kasidah adalah bentuk syair epik kesusastraan Arab yang dinyanyikan. Penyanyi menyanyikan lirik berisi puji-pujian (dakwah keagamaan dan satire) untuk kaum muslim.

Lagu kasidah modern liriknya juga dibuat dalam berbagai bahasa, selain Arab

tergantung negara tersebut. Grup kasidah modern membawa seorang penyanyi bintang yang dibantu paduan suara wanita. Alat musik yang dimainkan adalah

rebana dan mandolin, disertai alat-alat modern, misalnya: biola, gitar listrik, keyboard dan flute.

4. Musik Jazz

(21)

9 musik gitar, trombon, piano, trompet dan saksofon. Di dalam musik jazz ada elemen penting yaitu blue notes, improvisasi, polyrhythms, sinkopasi dan shuffle note.

Gambar : II.3 The Southern Rag A Jazz Band Sumber : www.mgthomas.co.uk (Diakses pada 16/04/2016)

Jazz lahir di Amerika Serikat tahun 1868. Hal itu lah yang ditulis oleh para peneliti sejarah jazz dan yang telah disepakati oleh berbagai pihak. Awalnya, musik jazz lahir dengan dasar Blues. Kemudian pada sekitar tahun 1987 mulai dikenal bentuk Rag Time.

Di tahun 1920 warna jazz mengalami perubahan warna lagi dan disebut jazz dixieland. Setelah dixie, jazz berkembang lagi, dan bentuk berikutnya dikenal dengan jazz swing. Dalam swing, improvisasi dilakukan secara silih berganti.

Gambar : II.4 New Orleans Sumber : blog.gobreck.com (Diakses pada 16/04/2016)

(22)

10 Pada masa modern jazz, atau tepatnya memasuki era 60-an, timbul bentuk musik baru yang disebut soul dan funk. Soul timbul dari pengaruh gereja gospel dengan pengaruh blues. Sedangkan funk punya arti 'lebih keras dari tusukan peniti'. Hal tersebut diartikan tentang keduniawian, karena funk lebih cenderung untuk komersial. Di samping 2 bentuk musik tersebut, ada bentuk yang masih setia pada alur utama jazz, dan akhirnya disebut dengan istilah hard bop.

5. Musik country

Musik Country adalah campuran dari unsur-unsur musik Amerika yang berasal dari

Amerika Serikat bagian selatan dan Pegunungan Appalachia. Musik ini berakar dari lagu rakyat Amerika Utara, musik kelt, musik gospel, dan berkembang sejak tahun 1920-an.

6. Musik Rock

Musik rock adalah genre musik populer yang mulai diketahui secara umum pada pertengahan tahun 50an. Akarnya berasal dari rhythm and blues, musik country dari tahun 40 dan 50-an serta berbagai pengaruh lainnya.

Gambar : II.5 Musik Rock Metalica Sumber : www.mongrelmedia.com (Diakses pada 16/04/2016)

(23)

11 7. Musik Dunia

Musik dunia adalah sebutan bagi aliran musik yang bukan termasuk musik populer dan musik klasik, serta mempunyai elemen "etnik".

Biasanya yang termasuk kategori ini adalah musik-musik rakyat Eropa (folk song) dan musik dari negara-negara dunia ketiga.

8. Musik Populer

Setelah Perang Dunia I berakhir (1918), musik baru lahir di benua Amerika yang disebut dengan Musik Populer. Musik ini biasa dipakai di lantai dansa yang pada waktu itu menjadi populer sekali dan digemari oleh masyarakat seluruh dunia.

Musik populer atau Musik pop kebanyak bersifat komersial.

9. Musik Blues

Musik blues berasal dari masyarakat Afro-Amerika lalu berkembang dari musik Afrika Barat. Kemudian jenis ini memengaruhi genre musik pop saat ini, termasuk juga ragtime, jazz, big band, rhythm and blues, rock and rool, country dan musik pop.

Musik ini lahir dari kehidupan para budak yang bekerja sebagai buruh tani ras Afrika di Amerika, di mana pada saat mereka bekerja atau istirahat sore hari mereka mengalunkan lagu-lagu sedih (blues) yang khas melodi ras Afrika, dan tentu saja dengan lirik-lirik budak yang tertindas pada waktu itu. Pada awalnya lagu blues hanya dinyanikan tanpa iringan instrument, kemudian meraka mempergunakan alat petik gitar sebagai iringan.

II.2 Musik Jazz

II.2.1 Pengertian Musik Jazz

Musik jazz (seperti yang ditulis Munthoriq, 2014) adalah aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat dimulai pada awal abad ke-20 dari perpaduan musik Afrika dan

Eropa. Musik jazz selalu diiringi dengan menggunakan gitar, trombon, piano, trompet, dan saksofon. Elemen penting dari musik jazz adalah blue notes, improvisasi, polyrhythms, sinkopasi, dan shuffle note.

(24)

12 Pada awalnya musik jazz merupakan pertemuan antara dua jenis musik yaitu musik Eropa dan musik Afrika yang pada waktu itu berkembang dari kehidupan masyarakat kulit hitam di Amerika yang tertindas karena perbudakan yaitu penggabungan dari blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Instrumen dasar musik jazz awalnya menggunakan alat-alat musik marching band. Anggota marching band ini sebagian merupakan musisi dalam kelompok-kelompok musik jazz awal yang belajar secara otodidak dan berperan penting pada awal perkembangan musik jazz.

Ciri – ciri musik jazz, yaitu :

1. Vokal dan lirik cenderung dianggap sebagai bagian dari bunyi instrument. 2. Harmoninya rumit, memiliki tonalitas yang luas dan sering terjadi modulasi 3. Ritme dan melodi memiliki kecenderungan improvisasi.

II.2.2 Sejarah Musik Jazz

Jazz (seperti yang ditulis Pandri, 2011) adalah jenis musik yang tumbuh dari penggabungan blues, ragtime, dan musik Eropa, terutama musik band. Beberapa subgenre jazz adalah Dixieland, swing, bebop, hard bop, cool jazz, free jazz, jazz fusion, smooth jazz, dan Café Jazz.

Musik jazz sebagai seni yang populer mulai menyebar ke hampir semua masyarakat Amerika pada tahun 1920-an (dikenal sebagai Jazz Age). Jazz semakin marak di era swing pada akhir 1930-an, dan mencapai puncaknya di akhir 1950-an sebagai jazz modern. Di awal tahun 20-an dan 30-an, “jazz” telah menjadi sebuah kata yang dikenal umum.

Musik blues sendiri, yang berasal dari daerah Selatan, memiliki sejarah yang sangat luas. Pemain musik blues biasanya menggunakan gitar, piano, harmonika, atau

bermain bersama dalam kelompok yang memainkan alat-alat musik buatan sendiri. Sejarah dan perkembangan musik jazz,dibagi dalam beberapa fase/era. Dari fase Dixieland dan Ragtime pada awalnya, kemudian era swing dan bigband

(25)

13 fusion (1970-an) dan perkembangan terakhir yang melahirkan fase dan era baru seperti acid jazz, funk jazz, cross music dan sebagainya.

Era Dixieland dan Ragtime

Ragtime menjadi unik karena tidak menyertakan improvisasi dan hawa blues. Hal ini adalah sebuah pengaruh dari bentuk asal jazz, berlangsung selama sekitar 15 tahun pertama di abad 20.

Gambar : 2.6 Era Dixieland Sumber : www.discogs.com (Diakses pada 16/04/2016)

Dixieland adalah sebuah style yang dapat dianggap sebagai suatu varian dari jazz klasik dan jazz New Orleans. Akar asli dari dixieland sebagai bentuk musikal bersumber dari scene musik Chicago pada tahun 1920-an.

Era swing dan bigband

(26)

14 Pada tahun 1930an merupakan kelahiran musik swing. kalau ditanya mengenai musiknya, tentu membuat semua orang yang mendengarnya serasa ingin berdansa swing. Sebagian besar kelompok band yang beraliran jazz mengadopsi style ini di awal tahun 1930, tapi band yang bermain “manis” tetap menjadi band yang terpopuler di kalangan penari kulit putih sampai seseorang bernama Benny Goodman muncul di Ballroom Palomar pada bulan agustus 1955 dengan musiknya yang lebih “hot”.

Era Bebop

Miles DavisBebop adalah salah satu aliran music jazz yang mempunyai

karakteristik unik berupa tempo yang sangat cepat dengan mengutamakan improvisasi pada struktur harmoni daripada improvisasi pada melodi. Musik bebop dikembangkan di pertengahan 1940an dan mulai dimainkan musisi terkenal dalam 2 tahun pertama di perang dunia II.

Pada era tahun 1940an, para penggemar jazz mulai meninggalkan music swing tahun 30an. Para musisi papan atas seperti Dizzy Gillespie, Bud Powell, Charlie Parker, dan Thelonious Monk yang sangat terinspirasi dari generasi sebelumnya seperti Art Tatum, Earhines ,Coleman Hawkins, Lester Young, dan juga Roy Eldridge.

(27)

15 Bebop menggambarkan perubahan drastis dari music jazz era swing dengan karakter yang sudah dijelaskan diatas, tempo cepat, phrase yang asimetrik, melodi yang penuh dengan intrik, dan ritme yang benar-benar diubah secara drastic. Bebop sering tampak sebagai music yang nervous dan sering terputus dan terbagi. Tapi bagi hampir semua pemusik jazz dan juga peminat jazz di seluruh dunia, era music bebop diakui sebagai revolusi music jazz yang paling menarik dan indah.

II.2.3 Sejarah Jazz di Indonesia

Jazz mulai di kenal di awal 1900an (seperti yang di tulis Panjaitan, 2009) jazz yang

kental dengan unsur march, ragtime, dance-hall music di seputaran New Orleans, maka di tanah air jazz juga dikabarkan masuk di waktu yang sama. Pada tahun 1920, tercatat ada band di bawah pimpinan seorang musikus yang nasionalis, Wage Rudolf Supratman, Black & White. Band tersebut terbentuk dan bermain di kota Makasar.

Catatan sejarah jazz di Indonesia lebih lengkap memang akhirnya lebih dideteksi selepas Indonesia merdeka. Setelah muncul nama-nama seperti Nick Mamahit, Bart Risakotta, Freddy Montong, Didi Pattirane, Said Kelana, Mus Mualim, Bubi Chen, Jopie Chen, Jim Espehana, Jack Lemmers (yang kemudian lebih dikenal sebagai Jack Lesmana) hingga kemudian juga Didi Tjia, Benny Mustapha, Benny Likumahuwa, Maryono, Bill “Amirsyah” Saragih, Lodi Item, Eddy Karamoy sampai Hasbullah, Kiboud Maulana dan Ireng Maulana.

(28)

16 Di tahun 1967, Indonesia All Stars sempat muncul mengagetkan di ajang Berlin Jazz Festival. Dalam kesempatan itu, Bubi Chen mendapatkan respon sangat positif dari para penulis jazz internasional. Ia lantas disebut sebagai pianis jazz terbaik di Asia.

Di sekitar saat Indonesia All Stars bermain di Berlin, sempat juga diedarkan album Djanger Bali yang dimainkan lewat kolaborasi Indonesia All Stars bersama pemusik jazz Amerika, Tony Scott.

Pementasan jazz masa lalu dan kini itu kemudian direkam dan dirilis ke publik. Merupakan rekaman live pertama di tanah air saat itu. Dalam rekaman tersebut, seperti juga dalam pementasannya, tampil para musisi papan atas seperti Bubi Chen, Benny Likumahuwa, Didi Tjia, Benny Mustapha, Abadi Soesman, Margie Segers, Rien Djamain, Broery Marantika. Termasuk pula Indra Lesmana dan kakak-beradik, Oele dan Perry Pattiselanno.

Gambar 2.10 Jopie Item Sumber : panglongman.wordpress.com (Diakses pada 16/04/2016)

(29)

17 Muncul pula musisi muda lain Fariz Rustam Munaf. Fariz merilis album yang lumayan tebal unsur jazz rocknya yaitu Sakura di tahun 1978. Fariz adalah wakil figur muda dari lingkungan SMA selain Uce dan Rezky di atas, yang tampil ke permukaan meramaikan pergerakan jazz Indonesia. Walau pada waktu itu, Fariz lebih dipandang sebagai musisi dan penyanyi pop. Fariz disusul kelak oleh Addie MS juga Raidy Noor.

Di akhir periode 70-an tersebut, juga kian banyak penyanyi-penyanyi yang aktif di lingkungan kafe, menyanyikan lagu-lagu bertema jazz, jazz-pop seperti Hemi

Pesolima, Henry Manuputty, Utha Likumahuwa, Ria Likumahuwa, Aska Daulika hingga Vicky Vendi.

Kelak pada periode berikutnya, di tahun 1980-an, nama-nama seperti Chandra Darusman, Chaseiro, Fariz RM hingga Jopie Item, Ireng Maulana, Utha Likumahuwa dan termasuk Elfa Secioria dan Indra Lesmana menjadi lebih besar dan menjadi motor utama penerus kehidupan jazz di tanah air.

II.2.4 Unsur Estetika Musik Jazz

Tidak hanya dinilai dari musiknya saja, musik jazz juga memiliki unsur estetika berupa kesatuan, kerumitan dan keunggulan (seperti yang ditulis Sukmono, 2014).

1. Kesatuan

Kesatuan tentu tidak dapat dipisahkan dari aliran musik. Justru adanya kesatuanlah yang membuat suatu aliran musik dapat disebut aliran. Adanya not-not yang saling bersambung dan memiliki khasnya. Orang akan mengetahui, “ini Jazz” atau “ini Rock” adalah dari kesatuannya tersebut. Kesatuan tersebut diwujudkan dengan adanya struktur, not, dan elemen-elemen lain.

2. Kerumitan

Pengalaman estetik yang mengalir pada musik jazz, jika telah melihat keutuhannya dalam kesatuan, tentu tidak lagi memusingkan apakah jazz tersusun dalam kerumitan yang kompleks sehingga dapat dikatakan menjadi Indah. Justru jazz

(30)

18 perasaan yang mementingakan fleksibilitas dalam notasi, dan dari sisi struktur jazz hidup dengan improvisasinya.

3. Kesungguhan

Dua unsur estetika yang terpenuhi dalam jazz, keutuhan yang membingkai kerumitan yang kompleks, tidak akan terjadi tanpa sampai pada penonton karya seni tanpa adanya kesungguhan. Dalam karya-karya jazz, terutama yang Masterpiece, dalam pengalaman estetik menghadirkan keseriusan pembuatnya. Keseriusan dalam arti rasa dan ketekunan dalam membuat aluana not-not pada jazz. Terutama hal itu terasakan dalam panggung-panggung jazz yang dilihat langsung.

Emosi pemain jazz sangatlah penting. Tanpa adanya emosi dalam sentuhan alat musik jazz, musik jazz tidak akan pernah dirasa indah.

II.2.5 Unsur Unsur Pembentuk Musik Jazz

Musik jazz juga memiliki unsur unsur pembentuknya, unsur ini yang sangat berperan penting dengan ciri khas dari musik jazz, diantara lain :

a. Improvisasi

Improvisasi adalah jantungnya jazz, seorang musisi jazz harus dapat berimprovisasi dengan lingkungan musiknya, improvisasi adalah mampu menyesuaikan diri dengan keadaan dimana ia tidak paham dengan musiknya tapi ia mampu menghidupkan musik yang sedang di mainkan. Improvisasi membutuhkan sebagian besar keterampilan berfikir kreatif dan berkonsentrasi, mereka harus mampu mengikuti dan mendukung satu sama lain untuk menciptakan bagian bagian musik yang lebih menarik, dimulai dari seorang solois yang mulai bernyanyi, lalu di ikuti oleh musisi lainya memainkan musik untuk menciptakan harmonisasi yang menarik.

b. Sinkopsi

Sinkopsi adalah penekanan atau aksentuasi pada not not upbeat (not not dengan ketukan rendah). Sinkopsi mengacu pergeseran penekanan dari irama lagu, untuk memahami sinkopsi dapat di latih : Dengan kaki Anda, menginjak ke hitungan "satu, dua, tiga, empat," ambil mengatakan "dan" antara setiap nomor. Setiap

(31)

19 "dan." Bertepuk tangan pada kata "dan" berarti Anda melakukan aksen beat lemah, juga dikenal sebagai offbeat . Setiap kali Anda bertepuk, berarti anda mensinkopsi irama (Mulyanto, 2008, h.13).

c. Blue notes

Blue notes adalah warna melody dari musik jazz, Blue notes mengacu pada perasaan dari musisi itu sendiri dimana setiap musisi jazz menggunakan perasaan blues atau sendu sebagai warna musik mereka, Blue notes ini membuat musik jazz menjadi terkesan sendu dan relaks membuat rasa tenang yang nyaman pada musiknya, kebanyakan penikmat musik jazz merasa jika ketertarikan mereka

terhadap musik jazz adalah karena blue notes ini yang menciptakan zona nyaman pada situasi tertentu.

Dengan adanya 3 elemen tersebut membuat musik jazz tidak lagi di anggap musik “barbar” karena identik dengan orang kulit hitam, pada saat itu bahkan jazz semakin populer dengan aliran musik swing nya yang membuat penikmat musik jazz menjadi ingin berdansa dan menjadi lebih atraktif. Perkembangan musik khususnya Musik jazz di Indonesia termasuk kurang populer, dalam artian tidak semua kalangan mendengarkan Musik jazz, karena pada umumnya penikmat Jazz di indonesia ini adalah orang dewasa yang mayoritas berumur 30 tahun keatas. Anak muda justru kurang minat dengan musik ini, karena persaingan dari musik lain yang lebih familiar.

Musik jazz biasanya hadir di acara acara tertentu, saat menggelar konser panggung pun biasanya hanya dalam skala kecil, bahkan ada beberapa musisi yang membuat konser bertajuk secret show, maksudnya adalah konser tersebut tidak menyebarkan

anouncment ke masyarakat, mereka hanya memberi tau melalui kabar burung atau melalu kuping ke kuping, ini yang membuat Musik jazz sulit sekali untuk

(32)

20 Beberapa hal yang mampu membuat Musik jazz bertahan adalah ritme nya, ritme Musik Jazz ini sangat unik, dapat membuat adiktif bagi mereka yang mendengarkanya, irama musik jazz pun sangan menyenangkan, paduan dari beberapa alat musik seperti Gitar, Bass, Saksofon, Drum, Biola dan pianika memberikan efek kesenangan dan kegembiraan bagi penikmatnya.

Sebenarnya jazz di kalangan anak muda ini sangat berdampak positif, zaman sekarang sudah cukup banyak anak muda yang menyukai Musik jazz meskipun belum menjadi mayoritas, namun peluang persaingan perkembangan musik di

Indonesia masih sangat besar kesempatanya untuk Musik jazz, Karena dari penelitian penelitian sebelumnya sudah dapat di simpulkan bahwa Musik jazz ini bermanfaat bagi perkembangan syaraf syaraf otak yang gunanya mampu menjadi stimulus bagi orang orang yang membutuhkan kreatif booster

II.2.6 Jenis Jenis Musik Jazz

Sebagai suatu genre musik (seperti ditulis oleh Dewara, 2013), jazz ternyata telah mengambil tempat dalam sejarah musik dunia. Dulu jazz dianggap sebagai musik yang bikin pusing kepala, sangat susah dimengerti, dan membosankan. Tetapi sekarang, dengan berbagai jenis aliran dalam jazz yang sangat jauh berbeda dengan ketika pertama kali muncul, jazz telah mampu menyihir jutaan penggemar di seluruh dunia. Bahkan anak-anak muda-pun mulai banyak yang menggemari jazz. Berbagai aliran jazz yang ada antara lain :

Ragtime:

Asal muasalnya musik jazz. Musik yang menyerupai musik afrika dengan beat dan tone yang menyerupai musik asli afrika. Vibrant, enthusiastic, and extemporaneous

adalah ciri-ciri yang dapat dikenali.

Classic Jazz:

Aslinya berupa brass band yang ditampilkan di acara dance dan pesta-pesta diakhir tahun 1800-an dan awal 1900-an. Instrument musical dilengkapi dengan clarinet, saxophone, cornet, trombone, banjo, bass, guitar, drum dan piano. Improvisasi

(33)

21 Swing:

Tahun 1930-an menjadi awalnya swing. Swing juga sering dikatakan musik dance. Walaupun bermain secara kolektif, sebuah band swing dapat menunjukkan performansi solo untuk mengimprovisasi melodi utamanya. Mengutamakan alat musik tiup dan improvisasi melodi. Tokohnya banyak tapi yang sering dijuluki sebagai The King of Swing adalah Benny Goodman.

Bebop:

Berkembang di awal tahun 1940-an. Masih mengandalkan improvisasi, dalam bop seorang soloist bebas mengeksplorasi kord selama masih dalam struktur kord yang

ada. Bebop berbeda dari swing, dan terlebih lagi musik dance. Bebop juga menjadi dasar bagi inovasi-inovasi dari musik jazz. Playernya antara lain : Charlie Parker (saxophon) dan Dizzi Gillespie (trumpet).

Free Jazz:

Free jazz bereksperimen dengan bebas (free) terhadap musiknya. Ornette Coleman dan John Coltrane adalah contohnya.

Groove:

Groove sering menggunakan tone-tone dari musik blues dengan fokus terutama pada rhytms. Musik ini bernuansa gembira dan sering menyentuh emosi pendengarnya untuk dance, sedangkan blues lebih lambat. Improvisasi solo jarang digunakan dan lebih mengandalkan musik kolektif.

Fusion:

Jazz Rock fusion berbeda dari konvensional Jazz dibeberapa aspek. Pemakaian Rhythm yang lebih kaku dan sedikit menggoyang perasaan. Dengan pengembangan rhythmic dan bentuk rhythmic yg tidak standar yang ditumpukan pada ekspresi. Penggunaan alat electric/electronic seperti gitar electrik, bass

electric dan synthesizer sering menggantikan alat musik tradisional jazz seperti saxophone, trumpet dan bass betot.

Acid Jazz:

(34)

22 Peterson dan Chris Bangs umumnya dikenal sebagai yang menciptakan istilah acid jazz, pada tahun 1987.

Smooth jazz:

Smooth jazz adalah salah satu bentuk jazz, sering kali percampuran dengan R&B. Smooth jazz berkembang sebagai bagian dari bentuk jazz fusion, dan cenderung memberi tekanan pada melody dibanding kepada improvisasi.

Funk:

Funk adalah sebuah aliran musik yang mengandung unsur musik tarian Afrika-Amerika. Umumnya musik funk dapat dikenali lewat ritme yang sering terpotong singkat, bunyi gitar ritme yang tajam, perkusi yang dominan, pengaruh jazz yang kuat, irama-irama yang dipengaruhi musik Afrika, serta kesan gembira yang didapati saat mendengarnya.

II.2.7 Alat Musik Jazz

Untuk memainkan musik jazz (seperti ditulis Jakjazz, 2011) di butuhkan improvisasi dari musisi serta alat musiknya, alat alat musik yang sering dimainkan

dalam musik jazz adalah:

1. Gitar

Gitar adalah alat musik berdawai yang dimainkan dengan jari-jemari tangan atau sebuah plektrum (alat petik gitar), bunyinya dihasilkan dari senar-senar yang bergetar.

2. Gitar bass listrik

Gitar bass listrik (biasa disebut Bass listrik atau bass saja) adalah alat musik dawai yang menggunakan listrik untuk memperbesar suaranya. Penampilannya mirip dengan gitar listrik tapi ia memiliki tubuh yang lebih besar, leher yang lebih panjang, dan biasanya memiliki empat senar.

3. Piano

(35)

23 1. Saksofon

Saksofon adalah instrumen yang masih tergolong dalam keluarga woodwind. Saksofon biasanya terbuat dari logam dan dimainkan menggunakan single-reed seperti klarinet.

5. Trompet

Trompet adalah alat musik tiup logam. Trompet hanya memiliki tiga tombol, dan pemain trompet harus menyesuaikan embouchure untuk mendapatkan nada yang berbeda.

6. Trombon

Trombon adalah alat musik tiup logam. Seperti pada alat musik tiup logam lainnya, suara dihasilkan dengan menggetarkan bibir.

Kata trombon diambil dari bahasa Itali tromba (terompet) dan -one (akhiran yang berarti besar), maka secara bahasa tulis arti trombon adalah “terompet besar”.

7. Biola

Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Biola memiliki empat senar (G-D-A-E) yang disetel berbeda satu sama lain dengan interval sempurna kelima. Nada yang paling rendah adalah G.

8. Drum

Drum adalah kelompok alat musik perkusi yang terdiri dari kulit yang direntangkan dan dipukul dengan tangan atau sebuah batang. Selain kulit, drum juga digunakan dari bahan lain, misalnya plastik. Drum terdapat di seluruh dunia dan memiliki banyak jenis, misalnya kendang, timpani, Bodhrán, Ashiko, snare drum, bass drum, tom-tom, beduk, dan lain-lain.

II.2.8 Fungsi dan Peranan Musik Jazz

Penelitian oleh Blaum (seperti di kutip Suryana, 2012) pada tahun 2003 mendapatkan hasil bahwa setelah para siswa mendengarkan musik jazz, mod

(36)

24 mahasiswa tingkat satu dapat mengatasi emosi negatif (marah, cemas, depresi, takut) karena sulit menyesuaikan diri dengan dunia perkuliahan.

Musik jazz dapat memberikan suasana nyaman dan membantu kita untuk dapat mengintrepretasikan perasaan, serta mengekspresikan diri. Amarah dan kesedihan bisa terlampiaskan dengan mendengarkan musik jazz. Memainkan musik jazz dapat lebih bagus lagi. Karena kita dapat menyalurkan semua perasaan terhadap alat musik yang kita gunakan. Karena pendengar maupun musisi jazz sama-sama mendapat manfaat emosi yang stabil.

II.3 Pengetahuan Masyarakat Tentang Musik Jazz II.3.1 Wawancara Kepada Ahli

Wawancara dilakukan kepada ketua komunitas musik jazz di ITB, ia adalah seorang yang sangat paham tentang musik jazz terbukti dari prestasinya terhadap musik jazz sudah sangat baik, ia sudah memiliki rekaman musik jazz nya sendiri dan sudah banyak orang yang menyukai karyanya, hasilnya adalah sebagai brikut:

1. Jazz adalah suatu kesenangan, orang mendengarkan dan memainkan jazz untuk mendapat suatu kepuasan tersendiri yang tidak bisa didapat pada genre lain. 2. Musik jazz bisa mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran seseorang secara ritmis, dinamis, dan mengasyikkan

3. Sebenarnya penggemar musik jazz banyak, tapi kalah saing dengan aliran musik lain, mungkin karena orng menganggap susah dipelajari dan dimainkan sehingga enggan untuk bermusikalitas tinggi. dan juga mengikuti trend supaya terlihat gaul. (contoh: lagu-lagu yang jazzy tapi bukan standard jazz)

4. Dengan memainkan musik jazz seperti menyalurkan keresahan dan juga mendengarkan jazz adalah suatu kesenangan.

5. Tentang musik jazz yang sulit diterima oleh masyarakat yang harus diubah adalah cara pikirnya, memang kalau melihat modern jazz, free jazz mungkin tidak

dapat diterima oleh telinga masyarakat pada umumnya. namun jika kita melihat sejarah dari JAZZ STANDARDS, sebagian besar dari standard jazz adalah lagu yang bisa diterima (easy listening). Sebenarnya tidak rumit, melainkan telinga

(37)

25 II.3.2 Kuisioner

Kuisioner ini dibuat sebagai sumber pengolahan data yang bersumber dari penilaian masyarakat khususnya remaja dengan rentan umur 15 - 20 tahun perihal musik Jazz.

1. Masyarakat yang mengetahui musik jazz

Banyak masyarakat yang tahu dengan musik Jazz, meski pada umumnya mereka juga cukup tahu dengan musik Jazz

2. Minat masyarakat terhadap musik jazz

Cukup banyak masyarakat yang memiliki minat terhadap musik Jazz, meski masih ada beberapa orang yang lebih memilih tidak

0 10 20 30 40 50

YA CUKUP TIDAK

Masyarakat yang mengetahui musik jazz

YA CUKUP TIDAK

0 20 40 60

YA CUKUP TIDAK

Minat masyarakat terhadap musik jazz

(38)

26 3. Aliran musik jazz yang di sukai

Dari beberapa aliran musik jazz, umum nya masyarakat menyukai genre pop Jazz dibandingkan genre musik Jazz lainya

4. Pengetahuan masyarakat tentang tokoh dan sejarah musik jazz

Masyarakat masih kurang dalam pengetahuanya tentang tokoh dan sejarah musik Jazz di Indonesia

5. Penilaian masyarakat tentang musik jazz dapat mempengaruhi mood menjadi lebih positif

Penilaian masyarakat tentang musik jazz dapat mempengaruhi mood menjadi lebih

positif

Pop Jazz Swing Jazz Blue Jazz Acid Jazz Fusion Jazz Aliran musik jazz yang di sukai

(39)

27 Masyarakat cukup setuju dengan pendapat ahli tentang musik Jazz dapat

mempengaruhi mood menjadi lebih positif

6. Genre musik yang diminati selain musik jazz

Umum nya masyarakat menyukai musik pop sebagai musik yang ia sukai selain musik Jazz

7. Pengetahuan tentang 5 jenis alat musik yang dimainkan dalam musik jazz

Sebagian masyarakat tidak tahu tentang alat-alat musik yang dipakai dalam improvisasi musik Jazz

8. Perlukah informasi musik Jazz di kembangkan di Indonesia 0

Genre musik yang diminati selain musik jazz

(40)

28 Masyarakat setuju tentang informasi musik Jazz dikembangkan di Indonesia, agar masyarakat paham dengan apa itu musik Jazz.

II.4 Analisa

Menurut hasil survei terhadap pemahaman musik jazz dapat diketahui bahwa banyak masyarakat yang tahu dengan musik jazz, meski tidak sedikit pula yang merasa cukup tahu tentang musik jazz, mereka pun memiliki minat yang baik terhadap musik jazz ini adalah satu hal yang membuktikan bahwa musik jazz memiliki peluang untuk berkembang di Indonesia.

Masyarakat juga tidak paham dengan sejarah serta tokoh-tokoh musik jazz padahal untuk memahami musik jazz itu. Pertama, harus tau tentang sejarahnya karena untuk meningkatkan selera musik jazz, kita harus mau menilik kebelakang, menikmati musik-musik dari tokoh tokoh yang telah sukses dengan musik jazz nya. Masyarakat juga tidak begitu paham dengan genre musik jazz lainya, padahal ada banyak ragam musik jazz yang dapat dinikmati, memang butuh penyesuaian untuk beberapa genre musik jazz yang terkesan rumit, tapi itu tidak menutup kemungkinan untuk dapat menikmati musik jazz, meski nada musik jazz itu rumit tapi memiliki nilai improvisasi dan harmonisasi yang tinggi. Karena salah satu cara untuk memahami musik jazz adalah dengan mau memperkenalkan diri kepada aliran genre musik jazz lainya.

Masyarakat setuju dengan penelitian musik jazz dapat membuat mood dan perasaan mereka menjadi lebih nyaman, musik jazz membantu kita untuk menginterpresentasikan perasaan dengan baik dengan improvisasi dan

harmonisasinya, mendengar musik jazz dipercaya dapat mengekspresikan prasaan mereka serta mengembangkan diri ke tingkat yang lebih positif.

II.5 Solusi Permasalahan

Masalah yang timbul pada musik jazz adalah kurangnya pemahaman musik jazz

(41)

29 musik jazz sebagai musik yang rumit, musik yang hanya dinikmati oleh kalangan yang berintelektual tinggi padahal musik jazz adalah musik yang universal, lalu masyarakat juga tidak tau manfaat dari mendengarkan musik jazz, salah satu manfaat tersebut adalah musik jazz mampu mengubah mood dan emosi menjadi lebih positif, mampu membawa pendengarnya ke zona nyaman.

Sebagai solusi untuk menjelaskan informasi mengenai musik jazz baik itu sejarah, tokoh tokoh, jenis jenis aliran musik jazz serta manfaatnya maka diperlukan rancangan media informatif yang mampu menjadi wadah bagi informasi tersebut.

(42)

30 BAB III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP DESAIN

III.1 Strategi Perancangan

Dalam penyampaian suatu pesan maka dibutuhkan sebuah strategi, strategi perancangan memiliki dua arti yaitu, strategi adalah teknik yang disusun untuk mencapai suatu target tertentu, perancangan adalah rancangan atau gambaran yang tersusun dalam beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan dan berfungsi. Jadi strategi perancangan adalah teknik yang disusun untuk mencapai target dengan rancangan atau gambaran tersusun dari elemen yag terpisah ke dalam

satu kesatuan dan berfungsi.

Maka untuk menginformasikan tentang ragam jenis musik jazz serta sejarah nya dibutuhkan strategi perancangan yang baik, agar pesan tersebut dapat diterima oleh masyarakat khususnya remaja.

III.1.1 Tujuan Komunikasi

Mengkomunikasikan ragam jenis musik jazz kepada masyarakat adalah bertujuan untuk :

1. Memperkenalkan dan menggali potensi yang dimiliki oleh musik jazz. Potensi tersebut seperti musik jazz dapat mudah dinikmati oleh masyarakat dan dapat berkembang di Indonesia, serta masyarakat tahu tentang manfaat dari menikmati musik jazz.

2. Mengenalkan ragam genre yang dimiliki musik jazz, karena musik jazz memiliki banyak genre yang dapan kita nikmati, tidak hanya satu genre musik jazz tapi ada puluhan genre musik jazz, genre tersebut tidak kalah

bagus dengan genre musik lainya yang sudah terkenal sebelumnya.

3. Menerangkan siapa tokoh yang berperan dalam perkembangan musik jazz,

(43)

31 III.1.2 Target Audience

Target audiens adalah kelompok sasaran maupun segmen pasar yang dituju secara khusus.Audiens juga dapat disebut sebagai pendengar, pemirsa, hadirin, penonton atau pembaca suatu media yang menjadi sasaran.

Untuk target audience dalam informasi mengenai ragam jenis musik jazz ini adalah sebagai berikut:

1. Demografis

a. Gender : Laki Laki dan Perempuan

b. Usia : Umur 19 sampai 23 tahun c. Pekerjaan : Mahasiswa/Pelajar, Pekerja d. Pendidikan : Perguruan tinggi

2. Geografis

a. Mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan di Bandung b. Pekerja kantor yang sedang mengerjakan pekerjaanya di Bandung 3. Psikografis

a. Masyarakat yang tertarik dengan perkembangan musik di Indonesia. b. Masyarakat yang ingin terlihat keren oleh lingkunganya.

c. Masyarakat yang membutuhkan moodboster untuk mengatur mood dalam keseharianya

d. Masyarakat yang membutuhkan stimulus dalam mengembangkan diri ke tingkat yang lebih positif.

III.1.3 Pendekatan Komunikasi

Untuk memperkenalkan musik jazz kepada masyarakat maka perlu adanya

pendekatan kepada target masyarakat, hal ini bertujuan agar masyarakat mrasa nyaman dengan pengenalan musik jazz tersebut. Pendekatan komunikasi dibagi

menjadi dua bagian, yaitu pendekatan visual dan pendekatan verbal.

1. Pendekatan Visual

Pendekatan visualnya adalah dengan cara menunjukan visual yang cocok

(44)

32 Retro adalah gaya/aliran yang mengacu pada sesuatu yang sudah tua atau oldstyle mencerminkan bagaimana keadaan tahun 60 hingga 80.an, umumnya retro adalah gaya yang menekanan unsur eye catching, dan sangat mirip dengan gaya vintage, retro biasainya menunjukkan kesan hangat.

Sedangkan kesan minimalis adalah serba clean (bersih), rapi, mungil, presisi dipadu dengan warna yang berani, sehingga nampak lebih menarik.

2. Pendekatan Verbal

Pendekatan verbalnya adalah dengan cara persuasif dengan bahasa Indonesia, menunjukkan eksistensi musik jazz yang terus berkembang, tidak mengajak untuk mendengarkan musik jazz, tapi memperlihatkan daya tarik musik jazz itu sendiri dengan menampilkan style, serta pola fikir seperti quots dari penikmat musik jazz, ini bertujuan mengajak secara tidak langsung kepada remaja untuk mau mendengar genre musik jazz tersebut.

III.1.4 Materi Pesan

Dalam penyampaianya maka materi yang akan di sampaikan adalah berupa pengenalan tentang ragam jenis musik jazz, tokoh tokoh musik jazz, dan manfaat dari mendengarkan musik jazz .

III.1.5 Gaya Bahasa

Bahasa adalah suatu hal yang dapat menjadi simbol bagaimana suatu objek itu terbentuk, dengan adanya bahasa maka kita dapat menyampaikan apa yang di tuju dengan ciri khas sendiri, maka dalam penyampaian informasi mengenai ragam jenis

musik jazz di perlukan suatu gaya bahasa, gaya bahasa yang di gunakan adalah gaya bahasa anak remaja, dimana tidak ada batasan dalam penggunaan kata serta

(45)

33 III.1.6 Khalayak Sasaran

Dengan memahami target audience kita dapat menilai dan mempermudah strategi komunikasi yang akan di gunakan dengan mempelajari karakteristik dan kebiasaan sasaran.

1. Consumer insight

Perancangan informasi ini memilih remaja sebagai target audiens. Dalam kehidupan sehari-harinya, remaja memiliki keingina sebagai berikut:

1. Remaja yang ingin mendengarkan lagu lagu bernuansa era 80.an yang terkesan earcatching.

2. Remaja yang ingin terlihat keren dan berkelas karena mendengarkan lagu yang dinilai memiliki harmonisasi yang rumit. 3. Remaja yang ingin memiliki mood baik dalam keseharianya 4. Remaja yang ingin tahu sejarah musik di Indonesia

2. Journey

Perencanaan consumer journey perlu dilakukan agar mengetahui tempat-tempat yang biasa dituju oleh target audiens pada kegiatan sehari-hari dengan tujuan untuk menjangkau setiap tempat yang memungkinkan untuk dikunjungi oleh target audiens

Tabel 3.1 Sumber : data pribadi

No Kegiatan Tempat Point of Contact

1 Bangun Tidur Rumah, melalui media sosial

3 Kampus/kantor Majalah Dinding Poster, Stiker

4 Istirahat Kantin Poster, Stiker, Mug

5 Jam pulang

7 Libur - Rumah Melalui media sosial facebook, twitter, instagram 8 Libur - Car

Free Day

Sekitar car free day Poster, Stiker,

(46)

34 3. Indikator Konsumen

Indikator adalah tanda atau ciri yang menunjukkan jika masyarakat menyukai musik jazz, sebagai tolak ukur tentang penerimaan musik jazz kepada lingkungan masyarakat, indikator nya adalah sebagai berikut: 1. Masyarakat memiliki selera yang tinggi dalam menikmati sebuah

musik.

2. Remaja modern pada umumnya menyukai musik musik dengan kesan retro dan oldschool.

3. Musik bergenre taun 80.an memiliki daya tarik sejarah yang membuat

remaja menjadi penasaran untuk mengenal lebih jauh.

III.1.7 Strategi Kreatif

Agar informasi mencapai tujuan yang diharapkan, maka informasi harus kreatif dan memberikan informasi yang efektif, strategi kreatif yang akan dirancang dalam media informasi ini adalah dengan menampilkan ilustrasi dan photografi, sebagai bagian dari isi buku.

Konsep utama dari buku ini adalah penggunaan elemen visual berupa bentuk lingkaran, lingkaran menunjukan suatu hal yang tidak akan pernah terputus, menunjukkan bahwa musik jazz itu memiliki sejarah, sejarah yang akan terus

Selain menggunakan teknik vector, buku yang akan di buat ditambahkan dengan nuansa retro/vintage serta kesan minimalis, seperti ilustrasi band yang sedang

(47)

35 Konsep warna yang digunakan adalah mnggunakan warna warna yang soft, tentu saja tujuanya adalah agar warna tersebut tidak terkesan kontras dari kesan minimalis. Pemilihan warna warna cerah juga akan diterapkan ke dalam buku agar buku tersebut terlihat menarik. Warna hitam putih menjadi warna utama yang menjadi simbol musik Jazz, Hitam putih menunjukan masa lampau sesuai dengan masa keemasan musik Jazz ditahun 60 hingga 80.

Dalam bagian penjelasan mengenai sejarah musik jazz akan ditambahkan juga prihal quots quots dari tokoh tokoh yang turut serta dalam perkembangan musik

jazz, agar pembaca setidaknya paham dengan pendapat pendapat para musisi jazz yang sangat berperan kala itu.

Seni fotografi juga akan diterapkan dalam penjelasan sejarah musik jazz, tujuanya agar pembaca dapat membayangkan kejadian, kala musik jazz sedang dalam masa masa perkembangan, serta pembaca mendapatkan gambaran tentang tokoh tokoh yang berperan dalam perkembangan musik jazz.

Selain unsur buku yang akan diterapkan dalam media informasi ragam jenis musik jazz, saya pun akan menggunakan multimedia interaktif sebagai media alternatif, hal ini bertujuan karena untuk paham tentang musik, maka musik tersebut harus diperdengarkan kepada pembaca.

Dalam media interaktif tersebut saya pun akan tetap menggunakan konsep yang sama yaitu retro dan kesan minimalis, saya akan membuat hanya satu halaman yang berisikan tentang contoh musik dari ragam jenis musik jazz, misal nya ada satu

bagian tombol yang jika di tekan akan mengeluarkan contoh dari melodi musik Swing Jazz dan seterus nya.

III.1.8 Strategi Media

Media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan

(48)

36 1. Media Utama

Media utama yang akan digunakan untuk menyampaikan informasi tentangragam jenis musik jazz adalah berupa Buku. Buku telah menjadi suatu bentuk cetak yang dapat digunakan untuk menyajikan segala jenis tulisan untuk banyak keperluan. Mulai dari penyajian informasi dan pengetahuan, menceritakan suatu kisah, hingga hanya untuk kumpulan istilah.

Banyak juga jenis keperluan yang membutuhkan buku misalnya buku untuk menambah wawasan, hiburan, atau juga untuk kebutuhan pembelajaran. Buku juga terdiri dari beragam jenis dimana dalam penggunaan untuk masing-masing

keperluan dapat menyesuaikan dengan jenis yang tepat untuk digunakan.

2. Media Pendukung

Media pendukung adalah media lain yang digunakan untuk menunjang media utama. Media pendukung juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan media utama. Berikut adalah media pendukung yang akan digunakan :

1. Poster

Menurut Sudjana dan Rivai (2007:51) (Seperti yang dikutip Admin, 2014) poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya. Poster ini akan dicetak dalam ukuran A3 (29.7 x 42 cm).

2. Multimedia Interaktif

Sesuai dengan pendapat Vaughan (1994: 4) (seperti di kutip Wijaya, 2014) multimedia adalah “berbagai kombinasi dari teks, grafik, suara, animasi, dan video yang disampaikan dengan menggunakan komputer atau alat elektronik lainnya”.

Multimedia interaktif ini berfungsi sebagai sample dari genre musik yang

(49)

37 3. Flayer

Sebuah selebaran atau flyer (seperti di kutip Kreasindo, 2016), juga disebut surat edaran, atau leaflet, merupakan bentuk iklan kertas ditujukan untuk distribusi yang luas dan biasanya dipasang atau didistribusikan di tempat umum. Flyer dapat memberikan informasi yang lebih jelas kepada khalayak, melihat ukurannya yang kecil dan mudah dibawa kemana mana, sebagai media pengingat dan memiliki efektifitas pesan yang cukup lama. Pada penempatannya,.

4. Pembatas Buku

Pembatas buku (seperti di kutip Kreasindo, 2016) adalah suatu cara yang paling efektif dan tidak memaksa orang untuk melihat iklan Anda. Pembatas buku akan selalu ada didalam lembaran-lembaran buku.

5. Pin

Pengertian pin (seperti di kutip Ekkiy, 2014) adalah barang perhiasan dekoratif yang dirancang agar bisa terpasang ke pakaian atau media lain. Media pin dipilih sebagai media pengingat.

6. Sticker

Sticker (seperti di kutip Gugun, 2012) adalah bahan yang dapat menempel sendiri atau dengan kata lain dia memiliki bahan perekat sehingga dapat ditempelkan di benda, sticker ini dibagikan kepada perorangan agar mereka bisa ikut mempromosikan buku ini. Stiker juga sebagai media pengantar pesan yang baik dan tahan dalam jangka waktu yang lama.

7. T-Shirt

T-shirt (seperti di kutip Gaul, 2012) adalah pakaian sederhana ringan untuk tubuh bagian atas, biasanya lengan pendek.

8. Mini x Banner

X banner (seperti di kutip Ukuran Desain X-Banner, 2013) adalah sarana

promosi dengan pemasangan mudah dan tidak ribet. Standing banner atau sebagian orang menyebutnya mini x banner, kini menjadi pajangan yang sering terlihat diberbagai tempat, media ini sangat cocok untuk menjadi sebuah media

(50)

38 9. Mug

Mug (seperti di kutip Crafo, 2010) adalah tipe alat minum sejenis cangkir yang umumnya digunakan untuk meminum minuman panas, seperti kopi, teh, atau coklat panas. Mug memiliki pegangan dan mampu menampung sejumlah fluida yang lebih banyak dari jenis alat minum lainnya.

10.Topi

Topi (seperti di kutip Saputro, 2014) adalah sesuatu aksesoris yang digunakan untuk menutupi kepala kita sesuai dengan fungsi utamanya, yaitu melindungi kepala dari panas / sinar matahari. dll. biasanya topi berbahan kain.

III.1.9 Strategi Distribusi

Dalam pemperkenalkan buku Ensiklopedia Musik Jazz deperlukan Mandatory sebagai bagian yang akan menjadi penanggung jawab dalam pemproduksian buku , Mandatory yang akan menjadi bagian dari Ensiklopedia Musik Jazz tersebut adalah Gramedia Indonesia.

III.2 Konsep Visual

(51)

39 santai. Ilustrasi menggunakan vector. Gaya visual yang diambil dalam buku ini yaitu flat design dengan ilustrasi yang menggambarkan apa saja yang bersangkutan dengan musik jazz. Penggambaran akan menggunakan ilustrasi vector agar terlihat lebih menarik. Kemudian pendekatan visual dalam buku bergambar ini disajikan berupa foto ilustrasi dan ilustrasi vector. Selain itu hal tersebut juga didukung dengan pendekatan warna warna pastel, penggunaan huruf dan layout pada buku disesuaikan dengan musik jazz dibuat menarik serta mudah dipahami. Warna yang digunakan dalam buku ini adalah warna warna pastel dengan tujuan yang ingin menggambarkan sesuatu hal yang santai.

III.2.1 Format Desain

Buku mengenai ragam jenis musik jazz ini berukuran 21x29 cm (A4), dengan ukuran yang tidak terlalu besar karena pertimbangan efisiensi, dan dirasa paling pas untuk ukuran buku yang berisi ilustrasi dan photografi. Isi buku ini berisi sejarah singkat tentang musik jazz Indonesia dan ragam jenis musik jazz.

Gambar 3.1 Cover Layout Sumber : data pribadi

III.2.2 Layout

Layout yang digunakan pada buku ini disesuaikan dengan arah baca masyarakat Indonesia yaitu dari arah kiri ke kanan pada pola zigzag. Peletakan gambar serta

tulisan dirancang dengan unik, jelas dan membuat pembaca tidak merasa dibingungkan dengan alurnya ketika membaca.

(52)

40

Gambar 3.2 Layout halaman Sumber : data pribadi

III.2.3 Tipografi

Ada beberapa tipografi yang akan digunakan dalam buku ini, jenis - jenis tipografi yang digunakan adalah Tw Cent MT sebagai body teks dan sebagai sub judul pada cover, Aharoni bold digunakan sebagai judul. Tiga font ini dipilih karena jenis font ini menggambarkan kuat, tegas, casual serta tidak kaku dan berpatok pada suatu aturan. Penggunaan font Tw Cent MT sebagai body teks mempermudah dalam membaca teks dalam dan berkaitan dengan jumlah karakter yang di sesuaikan dengan kebutuhan kolom pada buku tersebut.

1. Font : Tw Cent MT

The Qiuck Jump Over The Lazy Dog, Musik Jazz 1234567890

!@#$%^&*()_+=-/.,<>?}{][\’;:”|

2. Font : Aharoni bold

The Qiuck Jump Over The Lazy Dog, Musik jazz

1234567890

!@#$%^&*()_+=-/.,<>?}{][\’;:”|

III.2.4 Ilustrasi

(53)

41 flat design, elemen hias yang lain akan dipandang tidak perlu sehingga akan menghasilkan kesan minimalis. Gaya flat design diharapkan membuat pembaca menjadi lebih tertarik.

Gambar 3.3 Vector Sumber : data pribadi

III.2.5 Warna

Warna merupakan unsure terpenting dalam sebuah desain, setiap warna memiliki kekuatan dan arti tersendiri, warna juga mampu merangsang prilaku dan perasaan seseorang. Warna adalah unsur yang bisa menciptakan mood atau suasana ruang. Pemilihan warna harus sesuai dengan konsep dan pesan yang ingin disampaikan. Dalam perancangan media buku informasi ini akan mengguakan warna warna pastel, untuk memberikan kesan kenyaman yang di timbulkan oleh musik jazz .

(54)

42

(55)

43 BAB IV. TEKNIS PRODUKSI MEDIA

Teknis Produksi merupakan proses terakhir dari proses yang sudah dibuat sebelumnya. proses ini berisi semua gagasan dan materi yang telah dibuat sebelumnya. Suatu proses untuk menjadi sebuah tampilan yang diharapkan.

IV.1 Media Utama

Buku (Seperti dikutup Sitinurhalizaip. 2014) Menurut Simon Jennings : buku adalah sebuah benda nyata berwujud 3 dimensi dapat didefinisikan sebagai bendel

kertas, lembar kertas yang berjilid, bendel kertas yang bertuliskan yang berisi disiplin ilmu tertentu. Ilustrasi adalah lukisan (gambar, foto) yang dimaksudkan untuk membantu memperkuat daya khayal atau memperjelas maksud uraian. Dari kedua gabungan tersebut, membuat isi dari buku terlihat lebih hidup adalah ilustrasi yang ada didalam buku tersebut. Istilah ilustrasi berasal dari bahasa latin yaitu „ilustrare‟ yang artinya menerangkan sesuatu. Melalui gambar ilustrasi, diharapkan isi bacaan mudah dipahami. Sebagai contoh, untuk menjelaskan lokasi daerah lebih mudah jika ditunjukan dengan peta, begitu pula untuk mengetahui bagian-bagian pada objek penelitian akan lebih jelas jika menggunakan gambar ilustrasi.

(56)

44

Gambar 4.3 dan 4.4 Isi Buku Sumber : data pribadi

Buku berukuran 28 x 20 Cm dengan bahan art papper dengan berat 210 gram dengan cara di cetak dan di jilid dengan cara hard cover laminasi doff.

IV.2 Media Pendukung  Poster

Ukuran 30 x 42 cm menggunakan art paper dengan berat 260 gram dengan laminasi glossy, (Seperti yang dikutip Admin, 2014) Menurut Sudjana dan Rivai (2007:51), poster adalah sebagai kombinasi visual dari rancangan

yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti di dalam ingatannya.

(57)

45 Jadi poster dapat didefinisikan sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang. Jika ingin menarik perhatian dan mempunyai pengaruh yang cukup kuat dalam menyampaikan pesan, poster haruslah memiliki daya tarik pandang yang kuat. Untuk itu dalam mendesain poster haruslah mematuhi karakteristik poster.

 xBanner dan Mini xBanner

Gambar 4.6 xBanner dan Mini xBanner Sumber : data pribadi

Mini X Banner adalah media yang digunakan untuk menyampaikan informasi, berbentuk banner dengan konstrusksi penyangga berbentuk “X” sehingga banner bisa berdiri sendiri. Konstruksi banner memeiliki ukturan standart yaitu 25 cm x 40 cm dan 60 cm x 160 cm .

 Flayer

Ukuran 21 x 25 cm dengan menggunakan paper 210 gram.

(58)

46 Sebuah selebaran atau flyer, juga disebut surat edaran, atau leaflet, merupakan bentuk iklan kertas ditujukan untuk distribusi yang luas dan biasanya dipasang atau didistribusikan di tempat umum.

 Pembatas Buku

Ukuran 4 x 15 cm menggunakan kertas art paper 260 gram dan dilaminasi doff.

Gambar 4.8 Pembatas buku Sumber : data pribadi

Pembatas buku adalah media paling efektif dengan tidak memaksa orang untuk melihat promosi. akan selalu ada di dalam lembaran-lembaran

buku. Bookmark atau pembatas buku sangat efektif untuk mendapatkan perhatian dengan cara yang lebih kreatif dan cara yang tahan lama.

 Sticker

Ukuran 5 x 5 cm dengan menggunakan sticker vinyl, dengan cara di cetak.

Gambar 4.9 Sticker Sumber : data pribadi

Figur

Gambar II.1 Musik klasik abad pertengahan Sumber : peachbabyblue.wordpress.com
Gambar II 1 Musik klasik abad pertengahan Sumber peachbabyblue wordpress com . View in document p.19
Gambar : II.2 Musik Tradisional
Gambar II 2 Musik Tradisional . View in document p.19
Gambar : II.3 The Southern Rag A Jazz Band
Gambar II 3 The Southern Rag A Jazz Band . View in document p.21
Gambar : II.5  Musik Rock Metalica Sumber : www.mongrelmedia.com
Gambar II 5 Musik Rock Metalica Sumber www mongrelmedia com . View in document p.22
Gambar : 2.6  Era Dixieland
Gambar 2 6 Era Dixieland . View in document p.25
Gambar : 2.7  Era Swing dan Big band Sumber : www.pinterest.com             (Diakses pada 16/04/2016)
Gambar 2 7 Era Swing dan Big band Sumber www pinterest com Diakses pada 16 04 2016 . View in document p.25
Gambar : 2.8  Dizzy Gillespie
Gambar 2 8 Dizzy Gillespie . View in document p.26
Gambar 2.9  Bubi Chen
Gambar 2 9 Bubi Chen . View in document p.27
Gambar 2.10 Jopie Item
Gambar 2 10 Jopie Item . View in document p.28
Tabel 3.1 Sumber : data pribadi
Tabel 3 1 Sumber data pribadi . View in document p.45
Tabel 3.2 Sumber : data peribadi
Tabel 3 2 Sumber data peribadi . View in document p.50
Gambar 3.1 Cover Layout
Gambar 3 1 Cover Layout . View in document p.51
Gambar 3.2 Layout halaman
Gambar 3 2 Layout halaman . View in document p.52
Gambar 3.4 Warna Pastel
Gambar 3 4 Warna Pastel . View in document p.53
Gambar 3.3 Vector
Gambar 3 3 Vector . View in document p.53
Gambar 3.5 Warna Hitam dan Putih Sumber : Data pribadi
Gambar 3 5 Warna Hitam dan Putih Sumber Data pribadi . View in document p.54
Gambar 4.1 dan 4.2  Cover buku Sumber : data pribadi
Gambar 4 1 dan 4 2 Cover buku Sumber data pribadi . View in document p.55
Gambar 4.5 Poster
Gambar 4 5 Poster . View in document p.56
Gambar 4.3 dan 4.4  Isi Buku
Gambar 4 3 dan 4 4 Isi Buku . View in document p.56
Gambar 4.6 xBanner dan Mini xBanner
Gambar 4 6 xBanner dan Mini xBanner . View in document p.57
Gambar 4.7 Flyer
Gambar 4 7 Flyer . View in document p.57
Gambar 4.8 Pembatas buku
Gambar 4 8 Pembatas buku . View in document p.58
Gambar 4.9 Sticker
Gambar 4 9 Sticker . View in document p.58
Gambar 4.11 T-shirt
Gambar 4 11 T shirt . View in document p.59
Gambar 4.10 PIN
Gambar 4 10 PIN . View in document p.59
Gambar 4.12 Multimedia interaktif
Gambar 4 12 Multimedia interaktif . View in document p.60
Gambar 4.13 MUG Sumber : data pribadi
Gambar 4 13 MUG Sumber data pribadi . View in document p.60
Gambar 4.14 Topi
Gambar 4 14 Topi . View in document p.61

Referensi

Memperbarui...

Outline : Musik Jazz …