• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Jaringan Local Area Network (LAN) Pada PT. Pertamina UPms III Balongan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Jaringan Local Area Network (LAN) Pada PT. Pertamina UPms III Balongan"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada saat ini penggunaan komputer mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga mendorong setiap instansi baik pemerintahan maupun swasta untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan komputer secara optimal. Penggunaan komputer telah memberikan bantuan yang sangat berarti dalam dunia kerja.

Untuk meningkatkan hasil kinerja yang optimal, PT. PERTAMINA UPms III Balongan telah memanfaatkan teknologi jaringan komputer untuk lebih mempermudah dan mempercepat kinerja karyawannya karena memungkinkan karyawan atau pengguna untuk memakai sumber daya secara bersama-sama. Contoh dari sumber daya yang dapat digunakan itu misalnya suatu mainframe, file server, printer, dan sebagainya. Oleh karena itu jaringan komputer sangatlah penting bagi perusahaan besar seperti PT. PERTAMINA UPms III Balongan.

(2)

2 1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang dikemukakan, maka diperoleh rumusan masalah yaitu bagaimana cara menganalisis jaringan komputer yang ada pada PT. PERTAMINA UPms III Balongan.

1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud

Menganalisis jaringan komputer yang terdapat pada PT. PERTAMINA UPms III.

1.3.2 Tujuan

Adapun tujuan yang akan dicapai pada analisis ini, yaitu :

1. Mendokumentasikan jaringan komputer yang ada pada PT. PERTAMINA UPms III Balongan sebagai acuan untuk jaringan komputer yang akan dikembangkan selanjutnya.

2. Mencari solusi dari permasalahan yang terjadi pada jaringan komputer yang ada di PT. PERTAMINA UPms III Balongan.

1.4 Batasan Masalah

Pembahasan permasalahan diharapkan tidak menyimpang dari pokok permasalahan, sehingga dalam penyelesaian masalah ini akan dibatasi pada beberapa hal berikut ini :

1. Menganalisis Jaringan komputer hanya pada satu kantor atau gedung. 2. Jaringan yang dianalisis adalah jaringan Local Area Network (LAN) pada

Kantor Pertamina UPms III Balongan

(3)

3 1.5 Metode Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penulisan laporan kerja praktek ini adalah dengan Metode pengumpulan data dimana untuk mendapatkan data dan bahan laporan yang sesuai harapan, teknik pengumpulan data yang digunakan ada tiga jenis diantaranya sebagai berikut :

a. Pengamatan Langsung (Observasi)

Yaitu suatu cara penelitian atau metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung pada objek penelitian yang merupakan sumber data, dalam hal ini ikut terlibat secara langsung dalam pekerjaan sesungguhnya pada bagian – bagian di PT PERTAMINA UPms III Balongan.

b. Data Primer

Data ini diperoleh melalui wawancara (interview) dengan pihak yang terkait di PT PERTAMINA UPms III Balongan.

c. Data Sekunder

Diperoleh dengan cara mengumpulkan data – data yang diperoleh baik berupa arsip – arsip, formulir – formulir maupun dari keterangan catatan yang telah tertulis dari perusahaan.

1.6 Sistematika Penulisan

Laporan Kerja Praktek ini akan dibagi dalam empat bab gambaran masing-masing bab akan dijelaskan di bawah ini.

BAB I : PENDAHULUAN

(4)

4

BAB II : RUANG LINGKUP PERUSAHAAN

Dalam bab ini akan membahas materi tentang teori yang terkait dengan konsep jaringan, serta profil singkat dan struktur organisasi PT. PERTAMINA UPms III Balongan

BAB III : PEMBAHASAN

Pada bab ini merupakan pembahasan proses mengenai Analisis Jaringan Komputer pada PT. PERTAMINA UPms III Balongan.

BAB IV : PENUTUP

(5)

5 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Profil PT.PERTAMINA

2.1.1. Sejarah PT.PERTAMINA

PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA. Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

2.1.2. Logo PT.PERTAMINA

Pemikiran perubahan logo sudah dimulai sejak tahun 1976 setelah terjadinya krisis pertamina pada saat ini. Pemikiran tersebut dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya dan di perkuat melalui Tim Rekstrukturisasi PERTAMINA tahuun 2000 (Tim Citra) termasuk kajian yang mendalam dan komperehensif sampai pada pembuatan ICR dan perhitungan biaya. Akan tetapi program tersebut tidak sempat terlakasana karena adanya perubahan kebijakan/pergantian direksi.

(6)

6

Corporate Culture bagi seluru pekerja, mendapatkan image yang lebih baik diantara global oil dan gas companies serta mendorong daya saing perusahaan dalam menghadapi perubahan–perubahan yang terjadi, antara lain :

a. Perubahan peran dan status hukum perusahaan menjadi Perseroan. b. Perubahan strategi perusahaan untuk menghadapi persaingan pasca

PSO serta semakin banyak terbentuknya entitas bisnis baru di bidang hulu dan hilir.

Slogan “ALWAYS THERE” yang di terjemahkan “SELALU HADIR

MELAYANI”. Dengan slogan ini diharapkan perilaku seluruh jajaran

pekerjaan akan berubah menjadi enterpreneur dan costumer oriented terkait dengan persaiangan yang sedang dan akan dihadapi perusahaan.

Gambar 2.1. Logo PT. PERTAMINA

(7)

7

Biru : Mencerminkan andal, dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Hijau : Mencerminkan sumber daya energi yang berwawasan lingkungan. Merah : Mencerminkan keuletan dan ketegasan serta keberanian dalam

menghadapi berbagai macam keadaan.

2.1.3. Badan Hukum PT.PERTAMINA

(8)

8 2.1.4. Struktur Organisasi PT.PERTAMINA Upms III Balongan

Gambar 2.2. Struktur Organisasi PT. PERTAMINA UPms III Balongan.

Penata

Pengawas K3LL Pengawas Quality &

(9)

9 2.2. Landasan Teori

2.2.1. Pengertian

Jaringan komputer adalah kumpulan dari komputer, printer serta peralatan lain yang terhubung dalam satu kesatuan. Suatu komputer yang terhubung dengan jaringan akan bias menginformasikan suatu informasi ataupun data melalui kabel atau tanpa kabel dalam arti lain dapat bertukar dokumen dan data ataupu mencetak pada printer yang sama serta bersama – sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan.

2.2.2. Jenis – jenis Jaringan Komputer

Secara umum jaringan komputer terbagi atas lima jenis, diantaranya : 1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN), yaitu merupakan suatu jaringan yang biasanya dimiliki pribadi biasanya dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai dengan beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer pribadi dan workstation dalam kantor sebuah perusahaan atau pabrik – pabrik untuk pemakaian bersama (resource, misalnya printer) dan saling bertukar informasi.

2. Metripolitan Area Network (MAN)

Man pada dasarnya merupakan suatu versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN, MAN dapat mencakup kantor – kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum.

3. Wide Area Network (WAN)

(10)

10 2.2.3. Pengertian Topologi Jaringan

Topologi menggambarkan struktur dari suatu jaringan atau bagaimana sebuah jaringan didesain. Dalam definisi topologi terbagi menjadi dua, yaitu topologi fisik (physical topology) yang menunjukan posisi pemasangan kabel secara fisik dan topologi logik (logical topology) yang menunjukan bagaimana suatu media diakses oleh host.

2.2.4. Jenis-Jenis Topologi Jaringan

Topologi Fisik

Topologi ini menjelaskan hubungan perkabelan dan lokasi node atau workstation. Berikut adalah pembagian dari topologi fisik.

1. Topologi Bus (Bus Topology)

Topologi ini menggunakan satu segment ( panjang kabel ) backbone, yaitu yang menyambungkan semua host secara langsung. Apabila komunikasinya dua arah di sepanjang ring, maka jarak maksimum antara dua simpul pada ring dengan n simpul adalah n/2. Topologi ini cocok untuk jumlah prosesor yang relatif sedikit dengan komunikasi data minimal.

Gambar 2.3. Gambar Topologi Bus 2. Topologi Ring (Ring Topology)

(11)

11 Gambar 2.4 Gambar Topologi Ring

Topologi cincin juga merupakan topologi jaringan dimana setiap titik terkoneksi ke dua titik lainnya, membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.

3. Topologi Star (Star Topology)

Menghubungkan semua kabel pada host ke satu titik utama. Titik ini biasanya menggunakan Hub atau Switch. Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

(12)

12

4. Topologi Mesh (Mesh Topology)

Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software. Komponen utama yang digunakan dalam topologi mesh ini adalah Digital Cross Connect (DXC) dengan satu atau lebih dari dua sinyal aggregate, dan tingkat cross connect (koneksi persilangan) yang beragam pada level sinyal SDH. Topologi jaringan mesh ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh. Jumlah saluran ini harus disediakan untuk membentuk suatu jaringan topologi mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, dengan n adalah jumlah sentral). Tingkat kerumitan yang terdapat pada jaringan mesh ini sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Dengan demikian disamping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Gambar 2.6 Gambar Topologi Mesh

2.2.5. Model Hubungan

1. Peer to peer

Pada jaringan peer to peer maka setiap komputerb yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi dengan komputer – komputer lain secara langsung tanpa melalui komputer perantara. Pada tipe ini sumberdaya komputer terbagi pada seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan tersebut, baik sumberdaya yang berupa perangkatkeras maupun perangkat lunak dan datanya.

(13)

13 Gambar 2.7 Model Hubungan peer to peer

2. Client server

Pada jaringan Client Server terdapat sebuah kompuetr yang berfungsi sebagai server, sedangkan komputer yang lain bekerja sebagai clien. Sesuai namanya maka komputer server berfungsi dan bertugas melayani seluruh kompuetr yang terdapat dalam jaringan tersebut. Adapun bentuk pelayanan yang diberikan server adalah :

a. Disk sharing yaitu berupa penggunaan kapasitas disk secara bersama – sama pada kompuetr client.

b. Print sharing yaitu berupa penggunaan perangkat printer secara bersama – sama, c. Penggunaan perangkat lain secara bersama demikian pula dengan data dan system

aplikasi yang ada,

d. Mengatur keamanan jaringan dan data dalam jaringan dan

e. Mengatur dan mengontrol hak dan waktu akses perangkat – perangkat yang ada dalam jaringan.

(14)

14 dikaitkan bahwa jaringan komputer mengatasi masalah jarak.

2. Mreliabilitas Tinggi

Dalam jaringan komputer kita akan mendapatkan realibilitas yang tinggi dalam memiliki sumber alternative persediaan, misalnya semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atau lebih komputer yang terkoneksi kejaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, salinan dimesin yang lain bias digunakan.

3. Menghemat Uang

Komputer berukuran kecil mempunyai rasio harga / kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecepatan kira – kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil / pribadi. Ketidak seimbangan rasio harga / kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistemuntuk membangun system yang terdiri dari komputer – komputer pribadi.

2.2.7 Pemasangan Kabel

kabel yang digunakan adalah kabel UTP (Unshield Twisted pair) dengan konektornya yaitu RJ-45 (Registered Jack) . Pemasangan kabel UTP ke konektor RJ-45 yaitu dengan metode cross untuk menghubungkan antar sejenis hardware, baik komputer ke komputer ataupun swich-hub ke swich-hub. Dalam hal ini kabel cross digunakan untuk menghubungkan switch-hub ke switch-hub. Selain metode cross, metode Straight through juga digunakan dalam jaringan di PT. PERTAMINA UPms III Balongan untuk menghubungkan antara switch-hub dengan komputer.

Adapun susunan warna kabel dari metode cross dan straight throught, yaitu : 1. Straight trought

(15)

15

Gambar 2.8 Susunan Kabel Straight trought 1. Cross Over

(16)

16 Gambar 2.9. Susunan Kabel Cross Over

2.2.8 NIC (Network Interface Card)

(17)

41

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. KESIMPULAN

Berdasarkan pada pembahasan pada bab-bab sebelumnya dan hasil analisis jaringan komputer pada PERTAMINA UPms III Balongan, yaitu :

1. Keuntungan menggunakan Local Area Network adalah dapat melakukan komunikasi data secara bersamaan, waktu yang relatif lebih cepat, tingkat keakuratannya tinggi serta dapat menekan biaya operasiaonal.

2. Dengan menggunakan Local Area Network maka produktivitas kerja dapat ditingkatkan karena memungkinkannya melakukan akses data ke tiap terminal yang dihubungkan.

3. Lokasi menentukan bentuk topologi jaringan yang akan digunakan agar sistem jaringan dapat berfungsi secara efektif dan efisien. Bila kemudian hari akan dilakukan pengembangan dari sistem yang telah ada saat ini maka perlu adanya perubahan konfigurasi atau penambahan komputer yang akan dioperasikan sebagai workstation.

4.2. SARAN

Setelah melakukan observasi di lapangan baik secara teori maupun praktek, yang dilanjutkan dengan analisis jaringan LAN dan pembahsan solusi yang diajukan, dapat memberikan saran-saran terhadap sistem kerja jaringan LAN secara garis besar dari inti permasalahan adalah :

1. Instalasi kabel jaringan perlu dibenahi dan dirapihkan agar mudah di control jika terjadi kerusakan atau gangguan yang terjadi pada kabel, mudah di ketahui kerusakannya.

(18)

42

lambat pengaksesan jaringan, sebaiknya port yang tersedia pada switch dipakai semaksimal mungkin sesuai kebutuhan.

(19)

ANALISIS JARINGAN

LOCAL AREA NETWORK (LAN)

PADA PT. PERTAMINA UPms III BALONGAN

Kerja Praktek

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

GILAR DWIA - 10108016

DINAR AGUSFREEADI SUARDINI - 10108043

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(20)

iii

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1. Profil Tempat Kerja Praktek ... 5

2.2.2.Jenis-jenis jaringan komputer ... 9

2.2.3.Pengertian Topologi Jaringan ... 10

2.2.4. Jenis-jenis Topologi Jaringan ... 10

(21)

iv

3.2. Analisis Jaringan ... 22

3.2.1.Topologi yang diterapkan di Kantor PERTAMINA UPms III Balongan ... 22

3.3. Analisis Perangkat Keras ... 23

3.3.1.Komputer ... 24

3.3.1.1.Server ... 24

3.3.1.2.Client atau Workstation ... 25

3.3.2.Kabel ... 28

3.4. Analisis Jaringan LAN di Kantor PERTAMINA UPms III Balongan .... 34

3.4.1.Skema Jaringan ... 34

3.4.2.Kelebihan dan Kekurangan LAN di Kantor PERTAMINA UPms III Balongan ... 37

3.4.2.1.Kelebihan ... 37

3.4.2.2.Kekurangan ... 38

3.4.3.Masalah yang Timbul pada Jaringan LAN di Kantor PERTAMINA UPms III Balongan ... 39

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ... 41

4.1. Kesimpulan ... 41

(22)

DAFTAR PUSTAKA

[1]. www.pertamina.com 12 oktober 2011 8:05

[2]. Sofana, iwan (2008), Membangun Jaringan Komputer membuat jaringan komputer (wire&wireless) untuk pengguna windows dan linux, Informatika, Bandung.

[3]. Hendri Karisma 10107352, Doren Siwa’aro B.Z 10107337, Dede Mandela 10107356 (2010), Laporan Kerja Praktek Analisis Sistem Komunikasi Serat Optik P.T. Telkom Japatih Dengan Teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (Dwdm), Back Bone Jawa Zte Jakarta-Bandung, Teknik Informatika UNIKOM, Bandung.

[4]. Idan nurzaman 10106253, Laporan Kerja Praktek Analisis Jaringan Komputer Pada Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak - Kanak Dan Pendidikan Luar Biasa ( PPPPTK TK dan PLB ), Teknik Informatika UNIKOM, Bandung.

(23)

i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kasih dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan kerja praktek ini.

Laporan kerja praktek ini disusun untuk memnuhi syarat mata kuliah Kerja Praktek untuk program Strata-I pada Universitas Komputer Indonesia. Laporan ini disusun berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan kerja praktek yang telah penulis lakukan di PT. PERTAMINA UPms III Balongan yang beralamat di Jl. Raya Balongan KM.07 Indramayu, Jawa Barat. Laporan yang akan penulis sajikan memiliki judul “ANALISIS JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) PADA PT. PERTAMINA UPms III BALONGAN”.

Penulis tidak akan dapat menyelesaikan laporan ini tanpa peran serta dan bantuan dari pihak lain. Oleh karena itu, penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya kepada :

1. Bapak Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.Sc., selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.

2. Ibu Mira Kania Sabariah, M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia.

3. Seluruh dosen pengajar di UNIKOM khususnya pada Prodi Teknik Informatika yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya.

4. Ibu Rani Susanto, S.Kom., selaku dosen wali kelas IF-1 angkatan 2008 dan dosen pembimbing kerja praktek

(24)

ii

6. Bapak Sumitro Hadi Harto divisi IT M&T selaku IT Tech.Support PT. PERTAMINA UPms III Balongan.

7. PT. PERTAMINA UPms III Balongan dan seluruh pegawai yang ada di dalamnya yang telah memberikan izin pada penulis untuk melaksanakan kerja praktek.

8. Orang tua dan keluarga yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan.

9. Teman-teman seperjuangan dari kelas IF-1 seluruhnya yang telah memberikan semangat dan dukungannya.

10.Mahatir Muhammad Putra telah banyak membantu dalam penulisan laporan ini, terima kasih atas kerjasamanya.

Didalam penulisan laporan ini, penulis telah berusaha semaksimal mungkin, walaupun demikian penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis menerima segala masukan, saran, dan kritik yang membangun untuk perbaikan dari masa mendatang.

Akhir kata, semoga laporan ini dapat berguna khusunya bagi penulis, dan untuk seluruh pihak yang membutuhkan pada umumnya.

(25)
(26)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Dinar Agusfreeadi Suardini Tempat dan tanggal lahir : Bandung, 18 Agustus 1989 Agama : Islam

Bangsa : Indonesia

Alamat : Jl. Abimanyu No.17 Komplek Marga Mekar Indah Rt 03/Rw 06 Kab. Indramayu Kode Pos : 45211 No. Handphone : 085794115819

E-mail : dinar.jetha@yahoo.com

Pendidikan Tamatan

(27)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Gilar Dwia

Tempat dan tanggal lahir : Indramayu, 04 Juli 1990 Agama : Islam

Bangsa : Indonesia

Alamat : Jln. Raya Tegalurung Rt.01 Rw.01 No.02 Kec. Balongan Kab.Indramayu.

No. Handphone : 085697742246 E-mail : gilardwia@gmail.com

Pendidikan Tamatan

Sekolah Dasar Negeri Tegalurung 1, Indramayu : 1996 – 2002

Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Balongan : 2002 – 2005

Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Indramayu : 2005 – 2008

(28)
(29)

Gambar

Gambar 2.1. Logo PT. PERTAMINA
Gambar 2.2. Struktur Organisasi PT. PERTAMINA UPms III Balongan.
Gambar 2.3. Gambar Topologi Bus
Gambar 2.5 Gambar Topologi Star
+5

Referensi

Dokumen terkait

Sifat jaringan peer to peer digunakan untuk hubungan antara setiap komputer yang terhubung dalam jaringan komputer yang ada, sehingga komunikasi data terjadi

komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan. kata lain

Jaringan komputer merupakan suatu jaringan yang terdiri atas beberapa perangkat seperti komputer, hub, switch, server, router, dan lain sebagainya yang didesain dengan

Data yang berupa teks, audio maupun video bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar

Informasi dan data bergerak melalui kabel kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak

Media jaringan komputer bisa tanpa kabel dan bisa melalui kabel, hal ini memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar informasi, misalnya data atau dokumen,

Beberapa model konfigurasi LAN, satu komputer biasanya di jadikan sebuah file server, yang mana digunakan untuk menyimpan perangkat lunak yang mengatur aktifitas jaringan, ataupun

Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak