• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Komik Panji Asmorobangun Berdasarkan Tari Topeng Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Komik Panji Asmorobangun Berdasarkan Tari Topeng Malang"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Muhammad Wildan Habibie
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Desain Komunikasi Visual
  • Topik: Perancangan Komik Panji Asmorobangun Berdasarkan Tari Topeng Malang
  • Tipe: tugas akhir
  • Tahun: 2011
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya perancangan komik Panji Asmorobangun berdasarkan Tari Topeng Malang. Ditekankan bahwa Tari Topeng Malang merupakan kesenian yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, namun kurang dikenal oleh generasi muda. Melalui komik, diharapkan informasi mengenai Tari Topeng dapat disebarluaskan dan menarik minat generasi muda untuk melestarikannya.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang menjelaskan kondisi Tari Topeng Malang yang semakin kurang populer di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang Tari Topeng Malang sangat minim, sehingga perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan melalui media yang lebih menarik dan mudah diakses.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah mencakup anggapan bahwa Tari Topeng hanya untuk kalangan tertentu, kurangnya informasi dan pengetahuan masyarakat mengenai kesenian ini, serta minimnya perhatian generasi muda terhadap budaya lokal. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi untuk memperkenalkan kembali Tari Topeng kepada masyarakat.

1.3 Fokus Permasalahan

Fokus permasalahan adalah pada minimnya pengetahuan masyarakat tentang Tari Topeng Malang dan cerita Panji. Dengan perancangan komik, diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda, sehingga mereka mau belajar dan melestarikan kesenian ini.

1.4 Tujuan Perancangan

Tujuan utama perancangan adalah untuk menginformasikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, tentang kisah cerita Panji. Diharapkan, dengan memahami cerita ini, generasi muda dapat lebih menghargai dan melestarikan Tari Topeng Malang sebagai bagian dari warisan budaya.

II. KESENIAN TARI TOPENG MALANG

Bagian ini menguraikan tentang Tari Topeng Malang, termasuk sejarah, karakteristik, dan makna yang terkandung di dalamnya. Ditekankan bahwa Tari Topeng Malang merupakan kesenian yang kaya akan nilai-nilai moral dan budaya, serta berfungsi sebagai media komunikasi yang efektif.

2.1 Tari Topeng Malang

Tari Topeng Malang merupakan ekspresi seni yang menggabungkan gerakan tari dengan penggunaan topeng. Topeng memiliki makna simbolis yang dalam, menggambarkan karakter dan emosi yang berbeda. Tari ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan budaya yang penting.

2.1.1 Tari

Tari sebagai ekspresi jiwa manusia diungkapkan melalui gerakan ritmis yang indah. Elemen gerak dan ritme menjadi kunci dalam menciptakan sebuah karya tari yang komunikatif. Tari Topeng Malang merupakan salah satu bentuk tari yang mengedepankan keindahan gerakan dan makna yang terkandung di dalamnya.

2.1.2 Topeng

Topeng berfungsi sebagai penutup muka yang memiliki makna mendalam dalam konteks budaya. Topeng dalam Tari Topeng Malang tidak hanya sekadar aksesori, tetapi juga simbol dari karakter dan emosi yang ingin disampaikan oleh penari. Setiap topeng memiliki ciri khas yang menggambarkan sifat tertentu.

2.1.3 Tari Topeng Malang

Tari Topeng Malang mengangkat kisah-kisah Panji yang kaya akan nilai-nilai moral. Tari ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan cerita dan ajaran yang berharga kepada penontonnya. Hal ini menjadikan Tari Topeng Malang sebagai warisan budaya yang perlu dilestarikan.

2.1.4 Cerita Panji

Cerita Panji adalah lakon yang menggambarkan perjalanan cinta dan perjuangan. Kisah ini memiliki banyak versi, namun inti ceritanya tetap sama, yaitu tentang hilangnya Dewi Sekartaji dan pencarian yang dilakukan oleh Panji Asmorobangun. Cerita ini mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan pelajaran bagi generasi muda.

2.1.5 Informasi Pengetahuan Masyarakat Tentang Cerita Panji dalam Tari Topeng Malang

Melalui survei, diketahui bahwa pengetahuan masyarakat tentang cerita Panji dalam Tari Topeng Malang sangat rendah. Hanya sebagian kecil dari responden yang mengetahui tentang kisah ini, yang menunjukkan perlunya upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan melalui media yang lebih menarik.

2.1.6 Hubungan antara Cerita Panji dengan Tari Topeng Malang

Cerita Panji dan Tari Topeng Malang memiliki hubungan yang erat, di mana Tari Topeng Malang mengangkat kisah-kisah Panji sebagai tema utama. Hal ini menjadikan Tari Topeng Malang sebagai sarana untuk menyampaikan cerita dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat.

2.2 Komik Cerita Panji Berdasarkan Tari Topeng Malang

Komik dipilih sebagai media untuk menyampaikan cerita Panji karena memiliki daya tarik visual yang kuat dan mudah dipahami oleh generasi muda. Melalui komik, diharapkan cerita Panji dapat disampaikan dengan cara yang menarik, sehingga masyarakat lebih mengenal dan memahami Tari Topeng Malang.

2.2.1 Komik

Komik sebagai media cerita bergambar memiliki kemampuan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang menarik dan mudah dicerna. Komik dapat menjangkau berbagai kalangan, termasuk generasi muda yang lebih menyukai media visual dalam mendapatkan informasi.

2.2.2 Komik dalam Aspek Komunikasi Visual

Komik merupakan bentuk komunikasi visual yang efektif, menggabungkan gambar dan teks untuk menyampaikan pesan. Dalam konteks pendidikan, komik dapat digunakan sebagai alat bantu yang menarik untuk menyampaikan informasi dan nilai-nilai budaya kepada pembaca.

2.2.4 Target Audiens

Target audiens komik ini adalah masyarakat, khususnya remaja di kota Malang. Diharapkan, melalui komik, remaja dapat lebih mengenal dan memahami kisah cerita Panji, sehingga dapat mendorong mereka untuk melestarikan Tari Topeng Malang.

III. STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

Bagian ini menjelaskan strategi perancangan komik dan konsep visual yang digunakan untuk menyampaikan cerita Panji. Penekanan pada strategi komunikasi dan kreatif yang diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat, khususnya generasi muda.

3.1 Strategi Perancangan

Strategi perancangan mencakup pendekatan komunikasi yang dilakukan melalui pembuatan komik yang diangkat dari novel 'Candra Kirana'. Komik ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kisah cerita Panji, sehingga mereka dapat lebih memahami dan menghargai Tari Topeng Malang.

3.1.1 Strategi Komunikasi

Strategi komunikasi dalam pembuatan komik ini adalah untuk menginformasikan masyarakat tentang kisah cerita Panji. Dengan cara ini, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, dapat memahami dan menghargai nilai-nilai yang terkandung dalam Tari Topeng Malang.

3.1.2 Strategi Kreatif

Gaya visual yang digunakan dalam komik adalah ilustrasi realistis yang menekankan karakter dan cerita. Pemilihan karakter disesuaikan dengan tema heroik, di mana cerita Panji disajikan dengan tetap mempertahankan ciri khas Tari Topeng Malang, seperti bentuk topeng dan kostum.

3.1.3 Alasan Pemilihan Media

Media komik dipilih karena sudah akrab di kalangan masyarakat dan dapat dibaca oleh semua kalangan tanpa batasan umur. Komik memiliki kekuatan untuk menyampaikan informasi dengan cara yang menarik dan mudah dipahami, sehingga cocok untuk menyampaikan cerita Panji.

3.1.4 Strategi Media

Media utama yang digunakan adalah buku komik tentang Cerita Panji, dengan format dan desain yang menarik. Selain itu, media pendukung seperti poster dan leaflet juga digunakan untuk memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

3.2 Konsep Visual

Konsep visual dalam pembuatan komik mencakup format desain, tata letak, tipografi, dan ilustrasi. Setiap elemen visual dirancang untuk mendukung cerita dan memudahkan pembaca dalam memahami alur cerita serta karakter yang ditampilkan.

3.2.1 Format Desain

Format desain yang digunakan adalah ukuran A4 dengan kertas berkualitas untuk cover dan isi. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesan profesional dan menarik bagi pembaca.

3.2.2 Tata Letak (layout)

Tata letak komik dirancang dengan arah baca dari kiri ke kanan, menggunakan layout umum untuk komik. Setiap adegan diatur sedemikian rupa agar pembaca dapat mengikuti alur cerita dengan mudah.

3.2.3 Tipografi

Tipografi yang digunakan dalam komik mencakup font yang sesuai untuk judul, dialog, dan narasi. Pemilihan font dilakukan untuk memastikan keterbacaan dan kesesuaian dengan tema cerita.

3.2.4 Ilustrasi

Ilustrasi dalam komik dibuat melalui proses manual dan digital. Setiap karakter dan setting dirancang berdasarkan studi referensi untuk memastikan kesesuaian dengan tema Tari Topeng Malang. Hal ini bertujuan untuk menciptakan visual yang kuat dan mendukung narasi.

Referensi Dokumen

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia ( Departemen Pendidikan Nasional )
  • Wayang Topeng di Malang ( Robby Hidayat )
  • Dharmaputra ( Alex Irzaqi )
  • Memahami Komik ( Scott McCloud )
  • MAESTRO Seni Tradisi ( Kenedi Nurhan, Rita Sri Hastuti, Yusuf Susilo Hartono )
  • CANDRA KIRANA Sebuah Saduran Atas Cerita Panji ( Ajip Rosidi )
  • BENDE ( Yayasan Kesenian Bina Tari Jawa Timur )

Gambar

Gambar 3.1Ukuran komik.
Gambar 3.2Layout
Gambar 3.4Contoh huruf dalam balon textext
Gambar 3.5Hasil editing dengan menggunakan software photoshop dengan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Buku ini juga merupakan buku pertama yang menyebarluaskan seni Tari Topeng Cirebon dalam bentuk buku ensiklopedia, sehingga membantu menambah wawasan remaja terhadap

Berdasarkan sumber-sumber cerita Panji di atas maka jelaslah, bahwa ciri khas cerita Panji, apapun versinya selalu diwarnai dengan pengembaraan dan penyamaran dari

Imbas dari proses pertunjukan yang disajikan pada para penonton tari topeng menunjukkan proses belajar antara lain dalam menirukan gerakan tari oleh tokoh yang

Menurut Elang Heri seniman dari Sekarpandan Keraton Kacirebonan Cirebon bahwa di Cirebon terdapat jenis pertunjukan Tari Topeng lepas atau satu babak kecil dari cerita

Para masyarakat golongan tua dalam tiap sanggar tari masih secara rutin mengadakan pentas Tari Topeng Dalang, baik pementasan tersebut mereka adakan sendiri

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana bentuk pertunjukan Tari Topeng Klana di Desa Slarang Lor 2) Bagaimana upaya pelestarian Tari Topeng

Pada tahun 2006 yaitu kostum tari topeng Keni Arja, baju telah digunakan sebagai penutup tubuh, celana sebatas lutut yang disebut sontog dan hiasan kepala berbentuk

Bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti tidak hanya berupa buku ajar, tetapi juga disertai dengan VCD pembe- lajaran. VCD pembelajaran berisi materi tentang tari topeng