ASPEK SOSIO-BUDAYA DALAM PENYELENGGARAN PROGRAM PENYULUHAN : KASUS PADA KOMUNITAS PETANI DI LAHAN MARJINAL (Riviewer)
Teks penuh
Dokumen terkait
Tingkat kemampuan petani dalam mengelola usahatani lahan marjinal berhubungan nyata dengan faktor internal yaitu dimulai dari yang paling erat adalah variabel:
OWiENTASB NllAl BUDAYA, SlKAP DAN PERiLWKU PETAN# SERTA SISTlM PENVLILUHAN.. ( Kasus di Becamatan Ciwariogin, Kabnpaten
[r]
(3) Budaya belajar anak petani lahan basah di masyarakat berupa dukungan lingkungan masyarakat terhadap budaya belajar dengan adanya les atau belajar bersama yang
dan nilai religius yang perlu dilestarikan; (2) Warga KAT mempunyai kemampuan untuk melakukan adaptasi ekologi; mengolah lahan tanpa merusak lingkungan, termasuk ketelitian
Pelaksanaan investasi desa dilakukan melalui kelembagaan yang dibentuk oleh petani yaitu KID (Komisi Investasi Desa) serta memperoleh pendampingan dari tenaga-tenaga LSM di
Pelaksanaan kegiatan optimasi lahan dilakukan dengan pola bantuan sosial melalui transfer uang ke rekening Kelompok Tani. Dalam pelaksanaan optimasi lahan, diperlukan
Health Belief Model yang dikembangkan oleh Rosenstock adalah suatu model yang mengungkap-kan bahwa suatu persepsi yang berkaitan dengan penyakit terdiri atas empat dimensi yaitu