• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab07 Merevisi Rencana Proyek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bab07 Merevisi Rencana Proyek"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PROYEK

Lukas Arief Prasetyo 08128448159

[email protected] [email protected]

(2)

Mahasiswa

mampu

memahami

pentingnya pengendalian proyek dan

implementasi

perubahan

rencana

proyek

(3)

1.

Kebutuhan Revisi

2.

Membuat Perubahan Kontrol

3.

Mengimplementasikan Perubahan Proyek

4.

Penundaan Proyek

(4)

Dua jenis manajemen perubahan dijelaskan

di modul ini.

1.

Adalah perubahan organisasional.

2.

Adalah perubahan kegiatan dan keluaran

yang direncanakan sehingga

mempengaruhi cakupan dan kualitas

proyek.

(5)

Manajemen perubahan pada level organisasi

Pengembangan organisasional perlu diperhatikan dalam merencanakan inisiatif TIKP.

Manajer dan tim proyek harus mengingat bahwa

implementasi aktivitas proyek tidak semudah seperti direncanakan di atas kertas.

Terdapat berbagai macam harapan dan persepsi diantara

stakeholder dan mengatur harapan itu sendiri merupakan pekerjaan besar.

(6)
(7)
(8)

Terdapat tiga faktor perubahan yang dapat terjadi pada

sebuah proyek.adalah yang paling penting untuk mengelola perubahan.

1. Ruang Lingkup didefinisikan pada dua tingkatan. • Tingkat tinggi yaitu menjelaskan batas-batas dari

proyek besar dan point utama yang akan dibangun,

• Tingkat rendah yaitu ruang lingkup didefinisikan melalui persyaratan yang telah disetujui.

(9)
(10)
(11)

2. Perubahan Konfigurasi.

Manajemen konfigurasi adalah identifikasi,

pelacakan dan mengelola seluruh aset dari

proyek, dan karakteristik (metadata) dari aset.

(Dalam proses ini beberapa organisasi yang lebih

sempit didefinisikan berarti hanya untuk

(12)
(13)

3. Perubahan lain-lain.

Proyek Anda mungkin mengalami

perubahan yang tidak selalu jatuh di bawah

lingkup perubahan manajemen atau

(14)

Sebagai mari kita coba jabarkan, contoh: jika salah

satu anggota tim “down” dan perlu diganti. Hal ini

tidak akan merubah manajemen ruang lingkup

atau mengubah konfigurasi Ini merupakan

perubahan sifatnya umum. Dalam hal ini, Anda

mungkin perlu melakukan dokumentasikan fakta

bahwa sumber daya yang terjadi berubah, lalu

menentukan dampak perubahan, dan mengajukan

rencana untuk mengelola perubahan. Dalam

banyak hal, Anda akan mengikuti proses serupa

dengan cakupan yang akan mengubah

(15)

seorang project manager terbentur dengan

permasalahan “klasik” dalam pelaksanaan suatu

proyek (khusunya proyek-proyek IT). Terlambat,

biaya membengkak, dan owner yang terlalu

banyak permintaan merupakan contoh dinamika

yang ada dalam suatu proyek.

(16)
(17)

Scope

(18)

Time

Merupakan waktu pelaksanaan proyek. Semakin

lama suatu proyek dikerjakan, maka semakin

besar biaya operasional proyek yang dibutuhkan.

Project Time management yang baik akan

(19)

Cost

Merupakan komponen biaya proyek. Komponen ini juga saling terkait dengan 2 komponen sebelumnya (scope and time) karena besar kecilnya biaya proyek (termasuk

(20)

Quality

Kualitas merupakan harapan yang ingin

didapatkan owner dari proyek tersebut dan atau

mengacu pada standar tertentu (misal ISO).

Kualitas dapat diraih dengan menentukan biaya,

waktu dan scope proyek sesuai dengan

(21)
(22)

Tidak banyak pilihan, jika seorang project manager dihadapkan pada permasalahan tersebut. Namun, ada baiknya kita menggunakan cara-cara yang sistematis dalam menyelesaikan permasalahan diatas.

Untuk dapat meraih keuntungan (dalam hal ini tangible benefit) adalah sesuatu hal yang hanya dapat menjadi angan-angan. Namun, tetap masih ada opsi lain, dimana hubungan baik tetap diusahakan terjaga. Intagible benefit itulah yang dapat kita harapkan dari kerugian dan resiko kegagalan suatu proyek. Dimana, sedapat mungkin kita memberikan kesan bertanggung jawab kepada klien kita dengan mencari solusi terbaik (walaupun muncul tendensi mengeliminasi

kerugian yang diderita semaksimal mungkin, walaupun kualitas harus sedikit berkurang), sehingga kepercayaan pelanggan tetap terjaga, dan merubah paradigma pelanggan bahwa kegagalan ini adalah “satu

(23)

Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan terkait 4 pilar utama project management dalam mengatasi kasus diatas adalah:

(24)

Orientasi manajemen proyek adalah bagaimana

menyelesaikan proyek secepat mungkin sehingga kerugian akibat pembengkakan biaya operasional proyek dapat

ditekan. Untuk itu, mau tidak mau, project manager harus mempersiapkan seorang negosiator ulung agar dapat

melobi pihak pemilik proyek untuk menurunkan /

mengurangi scope pekerjaan yang ada, dengan harapan kualitas dapat dipertahankan. Pengurangan scope

pekerjaan tentunya akan menjadi lelucon belaka jika tidak disertai strategi yang tepat dalam melakukan lobi, misalnya dengan menjanjikan versi berikutnya (pada proyek

pengembangan TIK) pada proyek selanjutnya. Hal ini memungkinkan manajemen proyek untuk mendapatkan “injection cost” secara tidak langsung dengan

(25)
(26)

Alternatif lain adalah menyelesaikan proyek tersebut sesuai dengan scope yang disepakati semaksimal mungkin,

dengan mengambil resiko meningkatnya operasional cost. Strategi ini digunakan apabila orientasi manajemen

perusahaan adalah mempertahankan citra baik di depan pelanggannya, atau jika pemilik proyek merupakan

pelanggan potensial perusahaan. Sehingga, walaupun perusahaan menderita kerugian dari sisi biaya proyek (tangible lost), namun perusahaan tetap berusaha untuk mempertahankan nama baik di depan pelanggannya

(27)
(28)

Pilihan berikutnya adalah memutuskan

proyek tersebut dan menyerahkan hasil

yang telah dilakukan apapun resikonya.

Dalam risk management, istilah ini

dinamakan

accept the risk

. Hal ini dilakukan

dengan pertimbangan

cost of risk

yang

harus ditanggung lebih kecil daripada usaha

menangani resiko tersebut (baik tangible

maupun intangible ). Sehingga tidak ada

pilihan lain selain mengakhiri proyek

Referensi

Dokumen terkait

a) Adanya perbedaan antara penerapan model Problem Based Learning dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X MAN 1 Mataram tahun

Dari pemodelan pada program PLAXIS 2D v.8.2 diperoleh pengaruh tekanan air pori pada tanah asli dengan perkuatan tembok penahan (gravitasi) dan geotextile “PET

Kotamadya Daerah Tk.II Pematang Siantar dari 4 (empat) Kecamatan menjadi 6..

Sehingga aliran produksi harus melintasi banyak wilayah, yang dalam rangka otonomi daerah telah membuat berbagai peraturan dan pungutan yang berhubungan dengan

Hasil penelitian aktivitas fisik dengan kualitas hidup menunjukkan nilai p = 0,000 dan status pekerjaan dengan kualitas hidup menunjukkan nilai p = 0,000.Kesimpulan

Tetapi, jika masalah tersebut baru dapat diselesaikan oleh siswa dengan bantuan orang lain (guru atau teman sebaya) yang lebih memahami masalah, maka siswa

Novel Eliana karya Tere-Liye menggambarkan bahwa pendidikan budi pekerti merupakan hal yang penting untuk dikembangkan baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkunggan

[r]