POTENSIINTERAKSI Potensi Interaksi Obat Pada Pasien Gangguan Lambung (Dispepsia, Gastritis, Tukak Peptik) Rawat Inap Di Rumah Sakit Keluarga Sehat Pati Tahun 2015.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran peresepan obat pada pasien DM dan mengetahui kemungkinan adanya interaksi obat berdasarkan literatur antara obat DM dengan obat
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum peresepan, besar insidensi terjadinya interaksi obat yang melibatkan obat kardiovaskular, dan
menyatakan dengan sesunguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul : Identifikasi Potensi Interaksi Obat pada Pasien Tuberkulosis Rawat Inap di Rumah Sakit Paru
Penelitian ini dikhususkan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi terjadinya interaksi obat antara sesama OAT, obat anti tuberkulosis dengan obat-obat lain
Kasus interaksi obat tertinggi kedua adalah digoksin dengan kaptopril sebanyak 19 kasus, dan menempati level signifikansi 5 karena itu interaksi kedua obat
Obat golongan antagonis H2 bloker yaitu ranitidin yang digunakan pada pasien gastritis dan dispepsia sebanyak 39 pasien dengan persentase 16.74% hasil ini
Hasil yang diperoleh saat penelitian sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilalukan oleh Mylapuram Rama (2012) dimana potensi interaksi obat pada pasien
Mintohardjo didapatkan kesimpulan dari 82 pasien sebesar 87,80% teridentifikasi mempunyai potensi terjadinya interaksi obat yang didominasi oleh interaksi obat dengan mekanisme