ABSTRAK
PRARANCANGAN PABRIK CARBON BLACK
DARI MINYAK RESIDU
KAPASITAS 55.000 TON/TAHUN
Oleh
MONIKA RISTA
Pabrik carbon black berbahan minyak residu, akan didirikan di Karawang
Jawa Barat. Pabrik ini berdiri dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku,
sarana transportasi yang memadai, tenaga kerja yang mudah didapatkan dan kondisi
lingkungan.
Pabrik direncanakan memproduksi carbon black sebanyak 55.000 ton/tahun,
dengan waktu operasi 24 jam/hari, 330 hari/tahun. Bahan baku yang digunakan
adalah minyak residu sebanyak 8488,32 kg/jam.
Penyediaan kebutuhan utilitas pabrik carbon black berupa: pengadaan air,
pengadaan
steam
, pengadaan listrik, kebutuhan bahan bakar, dan pengadaan udara
kering.
Bentuk perusahaan adalah Perseroan Terbatas (PT) menggunakan struktur
organisasi
line
dan
staff
dengan jumlah karyawan sebanyak 153 orang.
Dari analisis ekonomi diperoleh:
Fixed Capital Investment
(FCI)
= Rp 469.843.877.198,16
Working Capital Investment
(WCI)
= Rp 82.913.625.387,91
Total Capital Investment
(TCI)
= Rp 552.757.502.586,07
Break Even Point
(BEP)
= 31 %
Shut Down Point
(SDP)
= 16,75 %
Pay Out Time before taxes
(POT)
b= 1,93 years
Pay Out Time after taxes
(POT)
a= 2,31 years
Return on Investment before taxes
(ROI)
b= 53,53 %
Return on Investment after taxes
(ROI)
a= 42,82 %
Discounted cash flow
(DCF)
= 50,59 %
ABSTRACT
MANUFACTURE OF CARBON BLACK FROM RESIDU OIL
CAPACITY 55.000 TONS/YEAR (Design Reactor -201 (RE-201))
By
MONIKA RISTA
A plant producing Carbon Black by thermal cracking residu oil is planned to be in industrial plant in the region of Karawang in West Java Province. The plant would be established by considering the availability of raw materials, transportation facilities, readily available labor and environmental conditions.
Plant production capacity is planned for 55,000 tons / year, with operating time of 24 hours / day and 330 working days in a year. The raw materials used are residu oil as much as 8488,32 kg / hr.
Provision of utility plant needs a treatment system and water supply, steam supply systems, instrument air supply systems, and power generation systems. The total amount of labor needed is as much as 153 people with a business entity form Limited Liability Company (PT) which is headed by a Director who is assisted by the Director of Production and Director of Finance with line and staff organizational structure.
Following below are the result of economic analysis:
Fixed Capital Investment (FCI) = Rp 469.843.877.198,16 Working Capital Investment (WCI) = Rp 82.913.625.387,91 Total Capital Investment (TCI) = Rp 552.757.502.586,07
Break Even Point (BEP) = 31 %
Shut Down Point (SDP) = 16,75 %
Pay Out Time before taxes (POT)b = 1,93 years Pay Out Time after taxes (POT)a = 2,31 years Return on Investment before taxes (ROI)b = 53,53 % Return on Investment after taxes (ROI)a = 42,82 % Discounted cash flow (DCF) = 50,59 %
PRARANCANGAN PABRIK CARBON BLACK
DARI MINYAK RESIDU
KAPASITAS 55.000 TON/TAHUN
(Tugas Khusus Reaktor (RE-201))
Oleh
M ON I K A R I ST A
Skripsi
Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar
SARJANA TEKNIK
Pada
Jurusan Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Lampung
JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
Judul Skripsi
Nama }vlalrasiswa
No. PokoklV{ahasiswa
.PRARA$CANG
PIABRIK CARBONBLACK DARI
MINYAK
RESIDU KAPASITAS 55.OOOTOI{/TAIIT}N
(Tugas Khusus Reaktor GE-2OI))
MOilIIKA
RISTA
0815041M6
Tekmik
Kimia
Teknik
1 199501
I
001Ir.
Azhar,
M,T.
IrP
19560401 199501 1 001€ri
€*_
'5
-1.':::'i . :1'
:: ' <+€ii re :::,
MENGESAHKAI\
l.
Tim PengujiKetua
:
Dr; Elida Purba, S.T.,M.Sc.
P-:.
a.Tqed
l,ulus Ujian Skripsi:31
Oktobcr20l4
Sekretaris
:
Ir..Azhar,
M.T.
17 198703 1,002
PERNYATAAN
Dengan
ini
sa,va menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat kar,va yangpemah dilakukan oleh orang
lain dan
sepanjang sepengetahuan sayajuga
tidakterdapat karya atas pendapat yang ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali
.ryang secara tertulis diacu dalam naskah
ini
sebagaimana diterbitkan dalam daftarpustaka. Selain itu saya naenyatakan pada skripsi
ini
dibuat oleh saya sendiri.Apabila pernyataan saya
ini tidak
benar maka saya bersedia dikenai sanksi sesuaihukum yang berlaku.
Lampung, 31 Oktober 2014
Rista
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandar Lampung, Lampung pada 25 Juni 1990,
yang merupakan anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Bapak
Entong Muzani dan Ibu Lili Roswati. Alamat penulis di Jalan Basuki
Rahmat No.31 Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.
Pendidikan yang ditempuh penulis adalah SD Negeri 1 Sumur Putri (1996-2002), SMP Negeri 3
Kota Bandar Lampung (2002-2005), SMA Negeri 10 Kota Bandar Lampung (2005-2008). Pada
tahun 2008, penulis terdaftar sebagai mahasiswa Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik
Universitas Lampung melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri
(SNMPTN).
Dengan Menyeb
Segala puji hany a
Ata Ata
Sholawat serta salam
Kupersembahk an k a
Ay ahanda dan Ibun mendidik dan membe
dan limpahan k as menduk un g langk ah Juga k ak ak dan adik
Oca) atas doa dan se y a
Guru-guruk u sebag
Kepada al mamater
but Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penya
PERSEMBAHAN
a milik All ah SWT, atas rahmat dan nik mat y terhi tung…
tas rahmat-Ny a semua ini k udapatk an tas k ek uatan dari-Ny a k u bisa bertahan
m selalu tercurah k epada Rasulullah Muhamm
k ary a ini sebagai tanda bak ti dan cin ta k asihk
nda tercinta (Bpk . Entong dan Ibu Roswati ), y besark ank u dengan segala doa terbaik merek a, asih say ang, selalu menguatk ank u, membi mb ahk u menuju k esuk sesan dan k ebahagian dun ik k u tercinta (Dedi, Candra, Ica), mbak ipark u semangatny a, Keponak ank u (Azk a, Fahri dan y ang selalu memberik an k eceriaan . . .
agai tanda hormatk u, t erimak asih atas ilmu y a diberik an.
terk u tercinta, semoga k elak berguna di k emud
ayang
t y ang tak
mad SAW…
hk u k epada:
, y ang telah a, k esabaran
bing dan nia ak hirat . u (Wik e dan an Dizwar)
y ang telah
MOTTO
Bukankah K ami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan K ami
telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan
punggungmu? Dan K ami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. K arena
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya
sesudah kesulitan itu ada kemudahan. M aka apabila kamu telah selesai
(dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan)
yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap
(Q.S. Alam Nasyrah :1-8)
Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka
terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih
suka bekerja. M ereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu
inspirasi.
(Ernest Newman)
Salah karena mencoba lebih mulia daripada merasa aman karena tidak
bertindak.
SANWACANA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas karunia dan rahmatNya,
sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan.
Skripsi dengan judul “
Prarancangan Pabrik Carbon Black dari Minyak Residu
dengan Kapasitas 55.000 Ton/Tahun
”. Tugas akhir ini disusun dalam rangka
memenuhi salah satu syarat guna memperoleh derajat kesarjanaan (S-1) di Jurusan
Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Lampung.
Penyusunan tugas akhir ini tidak lepas dari bantuan dan dukungan dari beberapa
pihak. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Suharno, B.Sc., M.S., M.Sc., Ph.D. selaku Dekan Fakultas
Teknik Universitas Lampung.
2. Bapak Ir. Azhar, M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Kimia Universitas Lampung,
serta dosen pembimbing II yang telah memberikan pengarahan, masukan,
bimbingan, kritik dan saran selama penyelesaian tugas akhir ini.
5. Ibu Panca Nugrahini F, S.T., M.T. selaku Dosen Penguji I yang telah memberikan
saran dan kritik, juga selaku Dosen Pembimbing Akademik atas semua nasihat
dan motivasi serta ilmu yang telah penulis dapatkan.
6. Bapak Darmansyah., S.T., M.T. selaku Dosen Penguji II yang telah memberikan
saran dan kritik, juga selaku dosen atas semua ilmu yang telah penulis dapatkan.
7. Seluruh Dosen Teknik Kimia Universitas Lampung yang tidak bias disebutkan
satu persatu khususnya bapak ibu dosen yang telah membimbing penulis ketika
menyelesaikan Penelitian dan Kerja Praktek (Bu Mimin, Pak Hanif, Pak Heri),
atas semua ilmu dan bekal masa depan yang akan selalu bermanfaat.
8. Orangtuaku, Ayah dan Mama yang telah memberikan cinta kasih, semangat, doa,
dan bantuan materiil kepada penulis. Abang dan Adikku tercinta atas doa, cinta
dan kasih sayang yang selalu mengiringi disetiap langkahku.
9. Dewi Ayu Nabila, selaku rekan seperjuangan dalam suka dan duka yang telah
membantu penulis dalam penyelesaian laporan tugas akhir.
10. M.Rizky Mulyana, selaku partner serta pembimbing selama masa perkuliahan
dan pembelajaran tugas akhir ini yang telah memberi bantuan ilmu, semangat
serta cinta nya ;p .
11. Teman-teman angkatan 2008, Rizka, Eca, Fuzie, Ela, Anis, Eva, Adel, Dani,
Ipeh, Lisa, Wirna, Santika, Mela, Nina, Yuli, Ayi, Niar, Arjun, Oky, Nofra, Reo,
Adon, Irawan, Kriz, Alex, Hendro, Rido, Ajid, Harri. Terimakasih atas bantuan
semangatnya selama penulis menyelesaikan tugas akhir ini dan persaudaraannya
dari awal kuliah sampai sekarang. Sukses buat kita semua.
kiriman data Tugas Akhirnya sebagai contoh dalam penulisan Tugas Akhir ini.
13. Kak Didik, Kak Reza, Mba tika, Kak Eko, Kak Falah, Mba indah, terimakasih
telah membantu masalah-masalah disetiap kesulitan dalam menyelesaikan Tugas
Akhir ini.
14. Serta semua pihak yang tidak bias disebutkan satu persatu yang telah membantu
penulis dalam penyusunan laporan Tugas Akhir ini.
Akhir kata, karya terbaik penulis ini semoga dapat bermanfaat dan berguna bagi kita
semua. Aamiin.
Bandar Lampung, November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR
Halaman
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ... 1
B. Kegunaan Produk ... 2
C. Penentuan Kapasitas Rancangan Pabrik ... 3
D. Lokasi Pabrik ... 10
II. DESKRIPSI PROSES A. Jenis- Jenis Proses ... 15
B. Pemilihan Proses ... 17
C. Deskripsi Proses ... 28
III. SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN PRODUK A. Bahan Baku ... 30
B. Produk ... 31
IV. NERACA MASSA DAN NERACA ENERGI A.Neraca Massa ... 32
B. Neraca Energi ... 37
V. SPESIFIKASI PERALATAN A. Peralatan Proses ... 40
B. Peralatan Utilitas ... 54
VI. UTILITAS A. Unit Pendukung Proses ... 79
1. Unit Penyedia Air ... 79
2. Unit PenyediaSteam ... 87
3. Unit Penyedia Udara Instrumen ... 89
4. Unit Pembangkit Tenaga Listrik ... 89
5. Unit Pengadaan Bahan Bakar ... 89
B. Laboratorium ... 90
VII. TATA LETAK DAN LOKASI PABRIK
A. Lokasi Pabrik... 96
B. Tata Letak Pabrik... 99
C. Tata Letak Alat Proses ... 103
VIII. ORGANISASI DAN MANAJEMEN PERUSAHAAN A. Bentuk Perusahaan ... 105
B. Struktur Organisasi Perusahaan ... 106
C. Tugas Dan Wewenang ... 110
D. Status Karyawan Dan Sistem Penggajian... 118
E. Pembagian Jam Kerja Karyawan ... 118
F. Penggolongan Jabatan Dan Jumlah Karyawan... 121
G. Kesejahteraan Karyawan ... 125
XI. INVESTASI DAN EVALUASI EKONOMI A. Investasi ... 128
B. Evaluasi Ekonomi ... 132
C. Angsuran Pinjaman ... 134
D.Discounted Cash Flow ...134
X. SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan ... 136
B. Saran ... 136
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA ENERGI
LAMPIRAN C PERHITUNGAN SPESIFIKASI PERALATAN PROSES LAMPIRAN D PERHITUNGAN UTILITAS
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1.1. Data Impor Carbon Black di Indonesia 2007-2011 ... 3
1.2. Konsumsi Carbon Blackpada Industri Ban, Tinta, Cat ... 5
1.3. Data Produksi Carbon BlackYang Telah Ada ... 7
1.4. Perkiraan Konsumsi Carbon Black Pada Beberapa Industri .. 10
2.1. Perbandingan Proses Pembuatan Carbon Black ... 17
2.2. Harga Produk dan Bahan Baku ... 18
2.3. Perbandingan Proses Produksi Carbon Black ... 27
4.1. Neraca Massa Heater 1 (HE-101) ... 33
4.2. Neraca Massa Heater 2(HE-102) ... 33
4.3. Neraca Massa Reactor(RE-201)... 34
4.4. Neraca MassaQuencher(Q-201) ... 34
4.5. Neraca MassaBlower1(BP-301)... 35
4.6. Neraca MassaCyclone(CL-301) ... 35
4.7. Neraca MassaBlower 2(BP-302) ... 36
4.8. Neraca MassaCyclone 2(CY-302)... 36
4.9. Neraca Panas Heater 1 (HE-101)... 37
4.10. Neraca PanasHeater 2(HE-102)... 37
4.11. Neraca Panas Reactor(RE-201) ... 38
4.12. Neraca Panas Blower 1 (BP-301) ... 39
4.13. Neraca Panas Blower 2(BP-302)... 39
5.1. SpesifikasiStorage Tank Feed(ST-101)... 40
5.2. SpesifikasiStorage Tank Fuel(ST-102)... 41
5.3. SpesifikasiSolid Storage (SL-301)... 42
5.4. SpesifikasiReactor(RE-201)... ... 43
vi
5.6. SpesifikasiHeater 2(HE-102)... ... 45
5.7. SpesifikasiCycone 1(CY-301)... ... 46
5.8. SpesifikasiCyclone 2 (CY-302)... ... 47
5.9. Spesifikasi Screw Conveyor (SC-301) ... 48
8.1. Spesifikasi Bucket Elevator(BE-301) ... 48
8.2. Spesifikasi Belt Conveyor1 (BC-301)... ... . 49
8.3. Spesifikasi Belt Conveyor 2(BC-302) ... 50
9.1. Spesifikasi Process Pump (PP-301)... 51
9.2. SpesifikasiProcess Pump (PP-302) ... 51
9.3. Spesifikasi Process Pump (PP-303) ... 52
9.4. Spesifikasi Process Pump (PP-304) ... 52
9.5. Spesifikasi Blower 1 (BP-301)... 53
5.18. Spesifikasi Blower 2(BP-302) ... 53
5.19. Spesifikasi Bak Sedimentasi (BS- 401) ... 54
5.20. Spesifikasi Bak Penggumpal (BP –401) ... 54
5.21. SpesifikasiClarifier(CF-401)... 55
5.22. SpesifikasiSand Filter(SF – 402) ... 55
5.23. SpesifikasiCation Exchanger(CE – 401) ... 56
5.24. SpesifikasiAnion Exchanger(AE-401)... 56
5.25. SpesifikasiDaerator(DA – 403) ... 57
5.26. SpesifikasiBoiler(B– 401)... 57
5.27. Spesifikasi Filtered Water Tank(FWT – 401)... 58
5.28. Spesifikasi Tangki Air Domestik (TAD – 401) ... 59
5.29. Spesifikasi Tangki Air Hydrant (TAH – 401)... 59
5.30. Spesifikasi Tangki Air Kondesat (TAK-401) ... 60
5.31. Spesifikasi Air Blower (TAB – 401) ... 60
5.32. Spesifikasi Tangki Asam Sulfat (TAS – 401)... 61
5.33. Spesifikasi Tangki Air Demin ( TAD –401)... 62
5.34. Spesifikasi Tangki Alum (TA –401) ... 62
5.35. Spesifikasi Tangki Klorin (TK –401) ... 63
5.36. Spesifikasi Tangki Soda Kaustik 1 (TSK-401) ... 63
vii
5.38. Spesifikasi Tangki Hidrazin (TH – 401)... 65
5.39. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-401)... 65
5.40. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 66
5.41. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 66
5.42. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 67
5.43. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 67
5.44. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 68
5.45. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 68
5.46. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 69
5.47. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 69
5.48. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 70
5.49. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 70
5.50. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 71
5.51. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 71
5.52. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 72
5.53. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 72
5.54. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 73
5.55. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 73
5.56. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 74
5.57. Spesifikasi Pompa Utilitas (PU-402)... 74
5.58. Spesifikasi Blower Steam (B –401)... 74
5.59. SpesifikasiCyclone(CY–401) ... 75
5.60. Spesifikasi Air Dryer (AD –401)... 75
5.61. Spesifikasi Air Compressor(AC-401)... 76
5.62. Spesifikasi Blower Udara 1 (BU –401) ... 76
5.63. Spesifikasi Blower Udara 2 (BU –402) ... 76
5.64. Spesifikasi Blower Udara 3 (BU –403) ... 77
5.65. Spesifikasi Blower Udara 4 (BU –404) ... 77
5.66. Spesifikasi Genset (GS-501) ... 77
5.67. Spesifikasi Tangki BBM (TB – 401)... 78
6.1. Kebutuhan Steam... 80
viii
6.3. Tingkatan Kebutuhan Informasi dan Sistem Pengendalian ... 94
6.4. Pengendalian Variabel Utama Proses... 95
8.1. Jadwal Kerja Masing-Masing Regu... 120
8.2. Perincian Tingkat Pendidikan ... 121
8.3. Jumlah Operator Berdasarkan Jenis Alat Proses... 122
8.4. Jumlah Operator Berdasarkan Jenis Alat Utilitas... 122
8.5. Jumlah Karyawan ... 123
9.1. Fixed Capital Investment ... 129
9.2. Manufacturing Cost... 130
9.3. General Expenses... 131
9.4. Biaya Administratif ... 131
DAFTAR GAMBAR
Gambar Hal
1.1 Grafik Impor Carbon Black ... 4
1.2 Grafik Konsumsi Carbon Blackpada Industri Ban, Cat dan Tinta...6
1.3 Produksi Carbon Blackyang Telah Ada...8
2.1 Blok Diagram Proses Pembuatan Carbon Black...29
6.1 Diagram Alir Pengolahan Air ...82
7.1 Lokasi Pabrik ... 97
7.2 Tata Letak PabrikCarbon Black...102
7.3 Tata Letak Alat Proses ...104
8.1 Struktur Organisasi Perusahaan ...109
9.1 Grafik Analisis Ekonomi ...133
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pendirian Pabrik
Awalnya carbon black hanya digunakan sebagai agen penguat dalam ban. Namun, karena sifatnya yang unik, penggunaan carbon black telah diperluas dalam industri meliputi tinta printer, toner mesin fotokopi, reinforcing agent pada penggunaan bahan plastik, kertas, dan bahan bangunan. Tujuan penggunaannya sebagai zat pigmen, absorpsi sinar UV, elektronik dan juga dalam berbagai produk sehari-hari.
Carbon black didefinisikan sebagai bahan hitam yang berbentuk bubuk atau granula. Terbentuk melalui proses pembakaran bahan bakar hidrokarbon seperti minyak, gas, atau acetylene dengan suplai udara berlebih. Proses ini dilakukan pada temperatur antara 1200-1900°C (650-1040°F). Hal ini menghasilkan asap hitam yang komposisinya sebagian besar adalah carbon
black dalam bentuk partikel kecil dan disertai gas buangnya (tail gas).
Terdapat enam jenis produk carbon black yang diproduksi dengan cara oil
furnace, yaitu: GPF (General purpose), FEF (Fast Extruding), HAF (High
Abrasion), ISAF (Intermediate abrasion), SAF (Superabrasion), CF
2
Carbon black merupakan important member of the family of industrial carbons (Kirk&Othmer,1985). Di Indonesia, permintaan carbon black semakin meningkat seiring dengan berkembangnya industri-industri tersebut. Saat ini di Indonesia telah berdiri pabrik carbon black dengan kapasitas 130.000 ton/tahun, yaitu PT Cabot Indonesia (Cilegon). Tapi mengingat kebutuhan akan carbon black diprediksikan akan terus meningkat, maka pendirian pabrik carbon black ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Di samping itu, pendirian pabrik juga dapat menciptakan lapangan kerja pada sektor industri serta meningkatkan devisa negara. Ketersediaan bahan baku pembuatan carbon black (minyak berat) yang melimpah di Indonesia juga menjadi salah satu alasan pendirian pabrik ini, apalagi belum banyak industri yang memanfaatkan minyak berat sebagai bahan baku.
1. Kegunaan Produk
Adapun kegunaan Carbon blackadalah sebagai berikut : 1. Bahan penguat karet
Carbon black adalah bahan aditif penguat karet yang banyak digunakan dalam sebagian besar produk karet. Dalam hal kendaraan, sejumlah besar
carbon black digunakan untuk ban. Sebagai tambahan, carbon black digunakan bersama karet untuk menahan getaran gempa bumi, pada sol sepatu dan banyak produk lainnya.
2. Warna dan pigmen untuk Tinta
3
Carbon black juga cocok digunakan sebagai pigmen untuk bahan plastik, bahan baku cat serta sebagai bahan pelapis kabel dan produk lainnya.
2. Analisa Pasar
Analisis pasar merupakan langkah untuk mengetahui seberapa besar minat pasar terhadap suatu produk. Adapun analisis pasar meliputi data impor, data konsumsi, dan data produksi carbon black.
i. Data Impor
Industri-industri yang menggunakan carbon black sebagai bahan baku tambahan, seperti industri ban, cat maupun tinta cetak. Berikut ini data impor
carbon blackdi Indonesia pada beberapa tahun terakhir.
Tabel 1.1 Data impor carbon blackdi Indonesia Tahun 2007 - 2011
Tahun
ke-Tahun Jumlah
Impor Sumber
(ton)
1 2007 44.449 Badan Pusat Statistik,2008 2 2008 55.413 Badan Pusat Statistik,2009 3 2009 91.440 Badan Pusat Statistik,2010 4 2010 105.156 Badan Pusat Statistik,2011 5 2011 120.930 Badan Pusat Statistik,2012
(Badan Pusat Statistik, 2007-2011) Dari data Badan Pusat Statistik di Indonesia menunjukkan bahwa kebutuhan
4
dapat menekan angka kebutuhan impor dimana hal ini juga bisa dilihat pada Gambar 1.1.
Gambar 1.1 Grafik Impor Carbon black
Berdasarkan Gambar.1 grafik impor carbon black untuk Indonesia di atas, dapat dilihat bahwa kebutuhan carbon black mengalami kenaikan yang cukup berarti setiap tahunnya. Oleh karena itu produksi carbon black perlu realisasikan di Indonesia dengan tujuan untuk memenuhi sendiri seluruh kebutuhan dalam negeri. Berdasarkan regresi linier pada kurva impor carbon
blackdiperoleh persamaan sebagai berikut : Y = -906,5 x2+ 25710 x + 16321
= -906,5 (10)2+ 25710 (10) + 16321 . . . (1)
ii. Data Konsumsi
Carbon black banyak dimanfaatkan untuk bahan aditif penguat karet yang banyak digunakan dalam sebagian besar produk karet yaitu digunakan untuk ban, warna dan pigmen tinta cetak serta bahan baku cat. Adapun data
y = 20271x + 22666 R² = 0.9675
y = -906.5x2+ 25709x + 16321 R² = 0.9702
0 50000 100000 150000
0 1 2 3 4 5 6
5
kandungan carbon black pada industri penghasil ban adalah 23 % (K.
Makuuchi et al. ), warna dan pigmen untuk tinta cetak adalah 10 % (Anonim, 2013), sedangkan untuk bahan baku cat mengandung 25 % carbon black ( Miki, Paulus ). Maka data konsumsi carbon black pada industri ban, cat dan tinta cetak terdapat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2. Konsumsi Carbon blackPada Industri Ban, Tinta dan Cat
Tahun
Konsumsi Carbon black
pada industri ban (Ton)
Konsumsi carbon blackpada pembuatan tinta
(Ton)
Konsumsi carbon blackPada pembuatan cat
(Ton)
Total Konsumsi Carbon black
(Ton)
2009 147.625,7 1534 42.825 191.984,7
2010 155.048,5 1564 45.487,5 202.100
2011 179.042,1 1700 79.763,25 260.505,4
2012 198.748,5 1900 93.000 293.648,5
Sumber: Tempo.co, 2012 Laporan Tahunan Kementerian Perindustrian, 2012
6
Gambar 1.2 Grafik Konsumsi Carbon blackpada Industri Ban, Cat dan Tinta
Berdasarkan regresi linier pada grafik konsumsi carbon black pada beberapa industri diperoleh persamaan sebagai berikut :
y = 5757x2+ 7554,9 x + 174995 . . . . (2)
iii. Data Produksi
Pabrik carbon black yang sudah beroperasi di Indonesia dan perkembangan data produksi setiap tahunnya adalah sebagai berikut:
y = 5757x2+ 7554.9x + 174995 R² = 0.9614
0 50000 100000 150000 200000 250000 300000 350000
0 2 4 6
Konsumsi Carbon Black pada Industri ban, cat dan tinta
Keubut uhan Carbon Black pada ban, cat dan t int a
7
Tabel 1.3. Data Produksi Carbon blackYang Telah Ada
Tahun
Produksi Carbon black PT Cabot Indonesia
(Ton)
2010 100.000
2011 120.000
2012 150.000
2013 180.000
Sumber: Tempo.co, 2012 Laporan Tahunan PT. Cabot Indonesia, 2012
8
Gambar 1.3. Produksi carbon blackyang telah ada
Berdasarkan regresi linier pada grafik produksi carbon black yang telah ada diperoleh persamaan sebagai berikut :
y = 2500x2+ 14500x + 82500 . . . (3)
iv. Kapasitas Produksi Pabrik
Kapasitas produksi suatu pabrik ditentukan berdasarkan kebutuhan konsumsi produk dalam negeri, data impor, serta data produksi yang telah ada, sebagaimana dapat dilihat dari berbagai sumber, misal dari Biro Pusat Statistik, dari biro ini dapat diketahui kebutuhan akan suatau produk untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dari data industri yang telah ada. Berdasarkan data-data ini, kemudian ditentukan besarnya kapasitas produksi. Adapun persamaan kapasitas produksi adalah sebagai berikut:
y = 2500x2+ 14500x + 82500 R² = 0.9986
0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000 160000 180000 200000
0 1 2 3 4 5
Produksi Carbon Black PT Cabot Indonesia
Produksi Carbon Black PT Cabot Indonesia
9
KP = DK – DI – DP . . . (4)
Dimana;
KP = Kapasitas Produksi Pada Tahun X
DK = Data Konsumsi Pada Tahun X
DI = Data Impor Pada Tahun X
DP = Data Produksi Telah Ada Pada Tahun X
Diasumsikan pabrik akan didirikan pada tahun 2016, maka berdasarkan persamaan 1 diperoleh data impor pada tahun 2016 sebesar :
y = -906,5 x2+ 25710 x + 16321
= -906,5 (10)2+ 25710 (10) + 16321
= 182.771 ton
Berdasarkan persamaan 2 diperoleh data konsumsi pada tahun 2016 sebesar : y = 5757x2 + 7554,9 x + 174995
= 603.882,2 ton
Berdasarkan persamaan 3 diperoleh data produksi pada tahun 2016 sebesar : Y = 2500x2+ 14500x + 82500
= 306.500 ton
Maka perkiraan kebutuhan carbon blackpada tahun 2016 adalah :
KP = DK – DI – DP
10
KP = 114.611,2 ton
Perkiraan konsumsi carbon black pada beberapa industri disekitar Jawa Barat
pada tahun 2016 adalah sebagai berikut :
Tabel 1.4 Perkiraan Konsumsi Carbon blackpada Beberapa Industri
No. Nama Perusahaan Konsumsi Carbon black(ton) pada tahun 2016 1 PT. Bridgestone Tyre 30.834,72
2 PT. Goodyear Indonesia 8.776,80 3 PT. Sumi Rubber Indonesia 12.146,76 4 PT. Suryaarya Rubberindo 1.531,80
5 PT. Hi-Tech 266,00
6 PT. Cemani Toka 1.293,20
Total 54.849,28
Berdasarkan pertimbangan di atas dan berbagai persaingan yang akan tumbuh pada tahun 2016 maka kapasitas pabrik carbon blackyang diperkirakan bediri pada tahun 2016 adalah 55.000 ton. Besarnya kapasitas ini logis untuk didirikan, karena lebih rendah dari total peluang kebutuhan carbon blackpada tahun 2016. Dengan didirikannya pabrik ini, diharapkan produksi carbon
blackdi dalam negeri dapat lebih ditingkatkan daya gunanya.
3. Pemilihan Lokasi Pabrik
11
bahan baku, pemasaran, penyediaan tenaga listrik, penyediaan air, jenis transportasi, kebutuhan tenaga kerja, tinggi rendahnya pajak, keadaan masyarakat, karakteristik lokasi, dan kebijaksanaan pemerintah.
Pabrik carbon black akan didirikan di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat. Adapun faktor–faktor yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut:
i. Faktor Primer
Faktor Primer ini secara langsung mempengaruhi tujuan utama dari pabrik yang meliputi produksi dan dan distribusi produk yang diatur menurut macam dan kualitas, waktu dan tempat yang dibutuhkan konsumen pada tingkat harga yang terjangkau sedangkan pabrik masih memperoleh keuntungan yang wajar. Faktor primer meliputi :
a. Penyediaan Bahan Baku
12
b. Pemasaran Produk
Faktor yang perlu diperhatikan adalah letak wilayah pabrik yang membutuhkan carbon black dan jumlah kebutuhannya. Daerah Karawng merupakan daerah yang strategis untuk pendirian suatu pabrik karena dekat dengan kawasan industri di Jawa Barat dan sekitarnya.
c. Sarana Transportasi
Sarana dan prasarana transportasi sangat diperlukan untuk proses penyediaan bahan baku dan pemasaran produk. Kawasan Industri Karawang dekat dengan pelabuhan Tanjung Priok yang mempermudah pengiriman produk. Selain itu kawasan ini juga dekat dengan saran dan prasarana transportasi seperti bandara Soekarno-Hatta dan sarana pengangkutan dengan kereta api maupun jalan raya, sehingga memberi kemudahan dalam operaisional adsministrasi dan pengelolaan manajemen.
d. Utilitas
13
cadangan. Untuk kebutuhan bahan bakar dapat diperoleh dari pertamina.
e. Tenaga Kerja
Tersedianya tenaga kerja yang terampil mutlak diperlukan untuk menjalankan mesin – mesin produksi dan juga bagian pemasaran dan administrasi. Tenaga kerja dapat direkrut dari daerah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan sekitarnya.
ii. Faktor Sekunder a. Perluasan Areal Pabrik
Karawang memiliki kemungkinan untuk perluasan pabrik karena mempunyai areal yang cukup luas. Hal ini perlu diperhatikan karena dengan semakin meningkatnya permintaan produk, akan menuntut adanya perluasan pabrik.
b. Karakteristik Lokasi
Karakteristik lokasi menyangkut iklim di daerah tersebut serta kondisi sosial dan sikap masyarakatnya yang sangat mendukung bagi sebuah kawasan industri terpadu.
c. Kebijaksanaan Pemerintah
14
d. Kemasyarakatan
BAB II
DESKRIPSI PROSES
A.
Proses Pembuatan Carbon Black
Menurut prinsip dasarnya metode pembuatan
Carbon Black
ini pada jaman dahulu
sangat sederhana, yaitu dengan cara pembakaran gas penerangan dengan jumlah udara
yang terbatas sehingga terbentuk jelaga yang berfungsi sebagai
Carbon Black
dari gas
alam yang pertama kali di New Cumberland, Amerika Serikat pada tahun 1872 dengan
Channel Proses. (Kirk and Otmer,1949 ). Dengan adanya permintaan
Carbon Black
yang
meningkat, metode produksi Carbon Black mengalami perkembangan. Dua proses yang
paling banyak digunakan di dunia adalah
Furnace Black Proses
dan
Thermal Black
Proses. Furnace Black Proses
lebih banyak digunakan daripada
Thermal Black Proses
(
Anonim,2013)
A.1. Proses Furnace Black atau Oil Furnace
Proses ini ditemukan pada tahun 1992. Umpannya berupa gas alam atau minyak residu.
16
Reaksi pembakaran:
C
20H
42+ 61 O
2→
20 CO
2+ 21 H
2O
Reaksi perengkahan:
C
20H
42→ 2
0 C + 21 H
2
Minyak residu bersama
–
sama dengan udara dibakar dalam
furnace
dengan nyala api
yang terbuka. Pemanasan dalam
furnace
pada suhu 1200 - 1600
0C. Minyak residu
sebagai bahan baku dibakar dalam
furnace
dengan mengatur perbandingan jumlah massa
antara udara dan minyak residu agar dihasilkan asap
carbon
sebanyak mungkin ( Kirk
Otmer, 1968 ). Asap
carbon
didinginkan dalam
quencher
, kemudian dimasukkan ke
dalam
Cyclone
untuk memisahkan
Carbon Black
dengan gas-gas produk sampingnya,
yang kemudian produk di masukkan ke dalam
pelletizer
agar produk carbon black
memiliki ukuran yang sama dan disimpan dalam
storage tank
yang kemudian siap
dikemas ( Anonim,2013 ). Rata
–
rata ukuran diameter partikel carbon black 600
–
800
Å. Yield yang dihasilkan berkisar 65 - 98 % ( Kirk Otmer, 1968 ).
A.2. Proses Termal Black
Proses ini ditemukan pada tahun 1916. Umpannya dipakai gas alam, reaksi yang terjadi :
CH
4→ C + 2H
217
generator lain di mana akan terjadi peruraian gas alam menjadi C dan H
2ketika melewati
Checker.
Pemanasan
valve
otomatis dan kontrol aliran akan mengubah
–
ubah tiap
generator dari siklus produksi ke siklus re - heat ( pemanasan kembali ) setiap lima menit
sehingga aliran produksi konstan. Gas dari generator dilewatkan pendingin agar
carbon
black
–
nya tersuspensi, sehingga suhunya turun menjadi 125 ˚C, kemudian disingkirkan
dengan
cyclon
–
collecktors
yang diikuti dengan
bag filter
untuk pemisahan.
Carbon
black
yang terkumpul diproses melalui
separator magnetis, screen, hammer
–
mill
dan
pelletizer
kemudian dikemas. Rata
–
rata ukuran diameter partikel
Carbon - Black
4000
–
5000 Å. Yield yang dihasilkan pada proses ini yaitu 60
–
90% ( Kirk Otmer, 1968 ).
B.
Pemilihan Proses
[image:36.595.100.484.501.636.2]Pemilihan proses dilakukan dengan membandingkan keuntungan dan kerugian semua
proses pembuatan carbon black yang telah diuraikan di atas sebagai berikut:
Tabel 2.1. Perbandingan proses pembuatan carbon black
No.
Keterangan
Jenis Proses
1
2
1.
Bahan baku utama
Minyak residu
Gas Alam
2.
Kondisi Operasi
1200-1600
˚C
1300
˚C
3.
Yield
65
–
98%
60
–
90%
18
B.1. Kelayakan Ekonomi
Harga-harga bahan baku dan produk untuk kedua proses diatas dapat dilhat pada Tabel
2.2.
T
abel 2.2
Harga Produk, dan bahan baku
No Nama Bahan
Harga
( $)/Kg
Harga
(Rp)/kg
1
2
3
Carbon Black*
Metana*
Minyak Residu**
0,875
0,535
0,35
8.800
5.400
3.500
Keterangan : *Alibaba.com dan **PT. PERTAMINA
Kurs 1$ = Rp. 10.070 (Bank Indonesia)
Tangal akses: 19 Juli 2013
Untuk menghitung perolehan keuntungan kasar dapat digunakan persamaan berikut
ini :
Keuntungan = Harga Jual Produk
–
Harga Beli Bahan Baku
1.
Reaksi yang menggunakan bahan baku minyak residu dengan proses
Furnace Black
C
20H
42 (l)20 C
(s)+ 21 H
2 (g)1 : 20 : 21
[image:37.595.107.414.205.424.2]19
Produk yang terbentuk pada reaksi diatas adalah C.
Jika pada reaksi tersebut C yang terbentuk sebanyak 1 kg, maka :
Mol C yang terbentuk =
BM massa
=
= 83,33 mol
Berdasarkan perbandingan stoikiometri, maka :
Mol C
20H
42yang bereaksi =
Mol C yang terbentuk
=
= 4,17 mol
Massa C20H42 yang bereaksi = 4,17 mol x 282 gr/mol
= 1175,94 gr =
1,176 kg
Jadi untuk menghasilkan 1 kg C dibutuhkan biaya bahan baku sebesar :
C
20H
42 =Rp. 3.500/kg
x
1,176
kg
= Rp.
Jadi keuntungan = harga produk
–
harga bahan baku
= Rp. 8.800
–
Rp. 4.115
=
Rp. 4.685
2.
Reaksi yang menggunakan bahan baku gas alam dengan proses Thermal
Black
CH
4 (g)C
(s)+ 2 H
2 (g)1 : 1 : 1
BM
16 12 2
Produk yang terbentuk pada reaksi diatas adalah C.
mol gr
gr
/ 12
1000
20 1
mol x83,33
20
Jika pada reaksi tersebut C yang terbentuk sebanyak 1 kg, maka :
Mol C yang terbentuk =
BM massa
=
= 83,33 mol
Berdasarkan perbandingan stoikiometri, maka :
Mol CH
4yang bereaksi = Mol C yang terbentuk
= 83,33 mol
Massa CH4 yang bereaksi = 8,33 mol x 16 gr/mol
= 1333,3 gr =
1,33 kg
Jadi untuk menghasilkan 1 kg C dibutuhkan biaya bahan baku sebesar :
CH
4 =Rp. 5.400/kg
x
1,33
kg
= Rp. 7.199
Jadi keuntungan
= harga produk
–
harga bahan baku
= Rp. 8.800
–
Rp. 7.199
=
Rp. 1.600
B.2 Pemilihan proses meninjau dari panas reaksi (
ΔH
R)
ΔH menunjukkan panas reaksi yang dihasilkan selama proses berlangsungnya reaksi
kimia, seperti pada reaksi pembentukkan produk berupa Tetrahydrofuran. Besar atau
kecil nilai ΔH tersebut menunjukkan jumlah energi yang dibutuhkan maupun
dihasilkan.
ΔH bernilai positif (+) menunjukkan bahwa reaksi tersebut membutuhkan
panas untuk berlangsungnya reaksi sehingga semakin besar ΔH maka semakin besar
juga energi yang dibutuhkan. Sedangkan ΔH bernilai negatif (
-) menunujukkan bahwa
reaksi tersebut menghasilkan panas selama proses berlangsungnya reaksi. Sehingga
mol gr
gr
/ 12
21
nilai
ΔH
tiap reaksi perlu dihitung untuk menentukan apakah reaksi tersebut bersifat
menghasilkan panas atau membutuhkan panas.
Data dari : Coulson Appendix C 4
thedition diperoleh
Δ
H
ofpada 298
oK:
Δ
H
oC
20H
24= -415,87
kJ/mol
Δ
H
oCH
4= -74,86
kJ/mol
Δ
H
oC
= 716,70
kJ/mol
Δ
H
oH2
= 0
kJ/mol
1.
Proses Furnace Black
C
20H
42(l)20 C + 21 H
2ΔH
oR (298oK)
= ΔH
oproduk -
ΔH
oreaktan
= (ΔH
oC
+ ΔH
oH
2
) -
(ΔH
oC
29H
60)
= (716,70)
–
(-415,87)
= 1172, 7 kj/kmol
(endoterm)
Menghitung
=
=
2 1 2 1 tan T T RR ΔH Cp dT Cp dT
ΔH T T reak produk
15 , 527 15 , 298 reaktan 1873,15 298,15 produk K) (298,15 R ,15K) (1873R ΔH Cp dT Cp dT
ΔH : dT Cp 2 1 T T
dT T D CT BT A T T
2 1 2 2 ) 1 1 ( ) ( 3 ) ( 2 ) ( 1 2 3 1 3 2 2 1 2 2 1 2 T T D T T C T T B T TA
22
= -7,353 x (1873,15
–
298,15) + 6,95 x 10
-2/2 x (1873,15
2–
298,15
2) + (-6,4 x 10
-5/3)
x (1873,15
3–
298,15
3) + (2,85x10
-8) x (1/1873,15
2-298,15
2)
= 55,193 Kj/mol
=
= 25,399 x (1873,15
–
298,15) + 2,02 x 10
-2/2 x (1873,15
2–
298,15
2) + (-3,85 x 10
-5/3) x (1873,15
3–
298,15
3) + (3,19x10
-8) x (1/1873,15
2-298,15
2)
= 88, 433 Kj/mol
=
= -22,383 x (1873,15
–
298,15) + 1,94 x 10
-2/2 x (1873,15
2–
298,15
2) + (-1,12 x 10
-3/3) x (1873,15
3–
298,15
3) + (2,53x10
-7) x (1/1873,15
2-298,15
2)
= 2,331 Kj/mol
= 1172, 7 kj/mol +
= 1.313,9 Kj/mol
2.
Proses Thermal Black
CH
4 (g)C
(s)+ 2H
2 (g)
15 , 1873 15 , 298 ) ( 2 g produk H CpdT
15 , 573 15 , 298 ) ( 42 20 tan lreak C H
CpdT
15 , 527 15 , 298 reaktan 1873,15 298,15 produk K) (298,15 R ,15K) (1873R ΔH Cp dT Cp dT
ΔH
23
ΔH
oR (298oK)
= ΔH
oproduk -
ΔH
oreaktan
= (ΔH
oC + ΔH
o2H2) -
(ΔH
oCH4)
= (716,70)
–
(-74,86)
= 791,56 kj/kmol
Menghitung
=
=
=
= -7,353 x (1573,15
–
298,15) + 6,95 x 10
-2/2 x (1573,15
2–
298,15
2) + (-6,4 x 10
-5/3)
x (1573,15
3–
298,15
3) + (2,85x10
-8) x (1/1573,15
2-298,15
2)
= 34,576 Kj/mol
=
= 25,399 x (1573,15
–
298,15) + 2,02 x 10
-2/2 x (1573,15
2–
298,15
2) + (-3,85 x 10
-5/3) x (1573,15
3–
298,15
3) + (3,19x10
-8) x (1/1573,15
2-298,15
2)
= 55, 510 Kj/mol
2 1 2 1 tan T T RR ΔH Cp dT Cp dT
ΔH T T reak produk
15 , 303 15 , 298 reaktan 1573,15 298,15 produk K) (298,15 R ,15K) (1873R ΔH Cp dT Cp dT
ΔH : dT Cp 2 1 T T
dT T D CT BT A T T
2 1 2 2 ) 1 1 ( ) ( 3 ) ( 2 ) ( 1 2 3 1 3 2 2 1 2 2 1 2 T T D T T C T T B T TA
24
=
= -22,383 x (303,15
–
298,15) + 1,94 x 10
-2/2 x (303,15
2–
298,15
2) + (-1,12 x 10
-3/3)
x (303,15
3–
298,15
3) + (2,53x10
-7) x (1/303,15
2-298,15
2)
= -1373,14 Kj/mol
= 791,56 kj/mol +
= 2.254,79 Kj/mol
B.3. Pemilihan proses meninjau da
ri energi Gibbs (ΔG
o).
ΔG
omenunjukkan spontan atau tidak spontannya suatu reaksi kimia. ΔG
obernilai
positif (+) menunjukkan bahwa reaksi tersebut tidak dapat berlangsung secara
spontan, sehingga dibutuhkan energi tambahan dari luar. Sedangkan ΔG
obernilai
negatif (-) menunujkkan bahwa reaksi tersebut dapat berlangsung secara spontan dan
hanya sedikit membutuhkan energi. Oleh karena itu, semakin kecil atau negatif ΔG
omaka reaksi tersebut akan semakin baik karena energi yang dibutuhkan untuk
berlan
gsungnya reaksi semakin kecil. Maka, perlu ditentukan ΔG
omasing masing
reaksi untuk mengetahui apakah reaksi tersebut dapat berlangsung spontan atau tidak.
Data dari : Coulson Appendix C 4
thedition diperoleh :
Δ
G
opada 298
oK :
Δ
G
oC
20H
42= 162,41
kJ/mol
Δ
G
oCH
4
= -50,87
kJ/mol
15 , 303 15 , 298 ) ( 4 tan greak C H
CpdT
15 , 527 15 , 298 reaktan 1873,15 298,15 produk K) (298,15 R ,15K) (1873R ΔH Cp dT Cp dT
ΔH
25
Δ
G
oC
= 671,30
kJ/mol
Δ
G
oH
2= 0
kJ/mol
1.
Proses Furnace Black
C20H42(l)
20 C(s) + 21 H2(g)
ΔG
o(298
oK)= ΔG
oproduk -
ΔG
oreaktan
= (ΔG
oC + ΔG
oH
2
) -
(ΔG
oC
29H
60)
= (671,30)
–
(162,41)
= 508,89 kj/kmol
ΔG
o(1873,15oK)
=
Δ
A (T-To) + (T
2-T
o2) + (T
3-T
o3) + (T
4-T
o4)
= 445,33 (1873,15-298,15) + (1873,15
2–
298,15
2) +
(1873,15
3–
298,15
3)+ (1873,15
4–
298,15
4)
= 50.982,278 Kj/kmol
=
Δ
A(ln T
–
ln T
o) +
Δ
B(T-T
o)+ (T
2- T
o2) + (T
3- T
o3)
= 445,33 (ln 1873,15
–
ln 298,15) + -1937,71 (1873,15-298,15) +
(1673
2- 298
2) + (1673
3- 298
3)
= -665,165 kJ/kmo
= 508,89 + 50.982,278
–
1873 - (-665,165)
dTR Cp R TT
o
T dT R Cp R TTo
T dT R Cp RT T G H T dT R Cp R HG TT
26
= 47.984,13 kJ/kmol
2.
Proses Thermal Black
CH
4(l)C
(s)+ 2 H
2(l)ΔG
o(298oK)
= ΔG
oproduk -
ΔG
oreaktan
= (ΔG
oC + ΔG
o2H
2
) -
(ΔG
oCH
4)
= (671,30- (-50,87)
= 722,17 kj/kmol
ΔG
o(1573,15
oK)=
Δ
A (T-To) + (T
2-T
o2) + (T
3-T
o3) + (T
4-T
o4)
= 27,682 (1573,15-298,15) + (1573,15
2–
298,15
2) +
(1573,15
3–
298,15
3)+ (1573,15
4–
298,15
4)
= 66.851,65 Kj/kmol
=
Δ
A(ln T
–
ln To) +
Δ
B(T-To)+ (T
2- To
2) + (T
3- To
3)
= 27,682 (ln 1573,15
–
ln 298,15) + 0,0358 (1573,15-298,15) +
(1573,15
2–
298,15
2) + (1573,15
3–
298,15
3)
= 45,47 kJ/kmol
= 722,17 + 66.851,65
–
1573 - (45,47)
= 67.231,45 kJ/kmol
dT R Cp R TT
o
T dT R Cp R TTo
T dT R Cp RT T G H T dT R Cp R HG TT
o T R o T R o T T T R o T R o o o
( ) ( 0)
( 0) ( 0)
27
Tabel 2.3. Perbandingan proses produksi Carbon Black
No Keterangan
Furnace Black
Thermal Black
1
Bahan baku
Minyak Residu
Gas Alam
2
Biaya Bahan Baku
(/kg produk)
Rp. 3.500
Rp. 5.400
3
4
5
Keuntungan
(/kg produk)
Δ
H reaksi
Δ
G reaksi
Rp. 4.689,-
1.313,9
47.984,13
Rp. 1.600,-
2.254,79
67.231,45
6
Yield
65 - 98%
60 - 90%
Dari tabel 2.3 diatas dapat disimpulkan bahwa dari kedua proses pembuatan
Carbon
Black
metode yang dipilih menggunakan proses Furnace Black.
Pemilihan proses ini berdasarkan atas beberapa pertimbangan berikut:
1.
Dari hasil perhitungan ekonomi kasar paling menguntungkan.
2.
Biaya bahan baku paling murah.
3.
Nilai entalpi reaksi paling kecil sehingga energi yang dibutuhkan paling sedikit.
4.
Yield yang dihasilkan lebih besar.
[image:46.595.98.422.109.299.2]28
C.
Uraian Proses
Kegiatan produksi dimulai dengan tahap penyiapan bahan baku, yaitu pengaliran bahan
utama yaitu minyak residu dari
umpan stock storage tank
(ST-101) ke reaktor dengan
menggunakan pompa (PP-01). Sedangkan bahan bakar berupa minyak residu juga
disuplai dari Pertamina Cilacap yang di simpan di
fuel
storage tank
(ST-102)
.
Sebelum
memasuki reaktor, minyak residu dan udara memerlukan pemanasan awal terlebih
dahulu. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
yield
dari
carbon black
yang dihasilkan.
Dalam proses ini, suhu untuk keluaran
preheater
minyak residu (HE-101) sebesar 300
oC.
Udara juga dikontakkan dengan aliran produk yang keluar dari reaktor sebagai
pemanasan awal melalui
preheater
2 (HE-102).
29
ST-101 HE-102 RE-201
HE-101
Q-201 BP-301 CY-301
BP-302 ST-201
CY-302 SL-301
O2,N2
Cooling water Air
Product to packing section
Tail Gas
[image:48.595.91.526.130.374.2]Air
III. SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN PRODUK
A. Bahan Baku Utama
1. Minyak Residu
Rumus Molekul : C20H42
Titik didih : 343oC Flash Point : 120 oC Spesific Gravity : 0,93 – 1
Fase : cair kental
Penampakan fisik : hitam atau coklat gelap Komposisi (% berat)
C20H42 : 87,75
H2 : 10,49
S : 0,84
O2 : 0,64
N2 : 0,28
2. Oksigen ( dari udara )
31
Berat Molekul : 32 kg/kmol
Titik Didih Normal : -1830C Suhu Kritis : 154,6 K
Tekanan Kritis : 50,5 bar
Kadar Udara : 21% oksigen ; 79% nitrogen
Kenampakan : gas tidak berwarna
B. Bahan Pembantu
1. Air
Rumus Molekul : H2O
Berat Molekul : 18 kg/kmol
Density : 1000 kg/m3 Titik didih : 1000C
C. Produk
Carbon black
Rumus Molekul : C
Berat Molekul : 12 kg/kmol
Bentuk : serbuk
Ukuran rata-rata : 0,1- 1 µm
Specific grafity : 1,8 – 2,1 gr/cm
X. SIMPULAN DAN SARAN
A.
Simpulan
Berdasarkan hasil analisis ekonomi yang telah dilakukan terhadap Prarancangan
Pabrik
carbon black
dari minyak residu dengan kapasitas 55.000 ton/tahun dapat
ditarik simpulan sebagai berikut :
1.
Percent Return on Investment
(ROI) sesudah pajak adalah 42,82 %.
2.
Pay Out Time
(POT) sesudah pajak adalah 2,31 tahun
3.
Break Even Point
(BEP) sebesar 31 % dimana syarat umum pabrik di
Indonesia adalah 20
–
60 % kapasitas produksi.
Shut Down Point
(SDP)
sebesar 16,75 %, yakni batasan kapasitas produksi sehingga pabrik
harus berhenti berproduksi karena merugi.
4.
Discounted Cash Flow Rate of Return
(DCF) sebesar 50,59 %, lebih
besar dari suku bunga bank sekarang sehingga investor akan lebih
memilih untuk berinvestasi ke pabrik ini dari pada ke bank.
B.
SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2013. Harga Carbon Black
.
[Diakses pada tanggal 15 Juli 2013].
Tersedia di http://www.icis.com.
Anonim. 2013. Kandungan Carbon Black Pada Ban, Cat dan Tinta
.
[Diakses pada
tanggal 8 September 2013]. Tersedia di http://www.cofax.ca.
Anonim. 2014. Harga Tanah Kota Industri Karawang
.
[Diakses pada tanggal 10
September 2014]. Tersedia di http://wikipedia.org/wiki/Karawang.
Anonim. 2013. Proses Pembuatan Carbon Black. [Diakses pada tanggal 28 Juli
2013]. Tersedia di http://www.cabot.com.
Anonim. 2014.
Equipment Cost.
[Diakses pada tanggal 15 September 2014].
Tersedia di http://www.matches.com.
Badan Pusat Statistik, 2008, Export dan Import Indonesia Tahun 2007-2008,
Indonesia
Badan Pusat Statistik, 2009, Export dan Import Indonesia Tahun 2008-2009,
Indonesia
Badan Pusat Statistik, 2010, Export dan Import Indonesia Tahun 2009-2010,
Indonesia
Badan Pusat Statistik, 2011, Export
dan Import Indonesia Tahun 2010-201
1
,
Indonesia
Badan Pusat Statistik, 2012, Export dan Import Indonesia Tahun 2012-2013,
Indonesia
Brown G. George., 1950,
Unit Operation 6
ed, Wiley & Sons, USA.
Brownell L. E. and Young E.H., 1959,
Process Equipment Design 3
ed, John Wiley
& Sons, New York.
Coulson J. M. and Ricardson J. F., 1983,
Chemical Engineering vol 6
, Pergamon
Press Inc, New York.
Geankoplis Christie. J., 1993,
Transport Processes and unit Operation 3th
ed,
Allyn & Bacon Inc, New Jersey.
Himmeblau David., 1996,
Basic Principles and Calculation in Chemical
Engineering
, Prentice Hall Inc, New Jersey.
Kern D. Q., 1983,
Process Heat Transfer
, McGraw-Hill Book Company, New
York.
Kirk R. E and Othmer, D. F., 2006, “Encyclopedia of Chemical Technologi”, 4
nded., vol. 17., John Wiley and Sons Inc., New York.
Levenspiel O., 1972,
Chemical Reaction Engineering 2nd edition
, John Wiley and
Sons Inc, New York.
McCabe W. L. and Smith J. C., 1985,
Operasi Teknik Kimia
, Erlangga, Jakarta.
Megyesy E. F., 1983,
Pressure Vessel Handbook
, Pressure Vessel Handbook
Publishing Inc, USA.
Perry R. H. and Green D., 1997,
Perry’s Chemical Engineer Handbook 7th
ed,
McGraw-Hill Book Company, New York.
Peter M. S. and Timmerhause K. D., 1991,
Plant Design an Economic for
Chemical Engineering 3
ed, McGraww-Hill Book Company, New York.
Powell, S.T., 1954, “Water Conditioning for Industry”, Mc Graw Hill Book
Company, New York.
Smith J. M. and Van Ness H. C., 1975,
Introduction to Chemical Engineering
Thermodynamics 3
ed, McGraww-Hill Inc, New York.
Treyball R. E., 1983,
Mass Transfer Operation 3
ed, McGraw-Hill Book Company,
New York.
Ulmann,
2007. “
Ulmann’s
Encyclopedia
of
Industrial
Chemistry
”. VCH
Verlagsgesell Scahft, Wanheim, Germany.
Ulrich G. D., 1984,
A Guide to Chemical Engineering Process Design and
Economics
. John Wiley & Sons Inc, New York.
Wahyu, 2010,
Proses Pengolahan Air
, www.zeofilt.wordpress.com, Indonesia
Wallas S. M., 1988,
Chemical Process Equipment
, Butterworth Publishers,
Stoneham USA.