• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Pemasaran Wafer Ransum Komplit Untuk Ternak Sapi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Strategi Pemasaran Wafer Ransum Komplit Untuk Ternak Sapi"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

(1)

UDOH ROUDOTUL JANNAH

SEKOLAH PASCASARJANA

INSITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir “Strategi Pemasaran Wafer Ransum Komplit untuk Ternak Sapi” adalah karya saya dengan arahan komisi pembimbing dan belum diajukan pada perguruan tinggi manapun dalam bentuk apapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir.

Bogor, Oktober 2011

Udoh Roudotul Jannah P054094095

(3)

for intention to purchase, analyze level of uniqueness, analyze level of concordance and

develop marketing strategy for wafer complete ration.

The research design used judgmental sampling to select 30 respondent in Jakarta,

Bogor, Depok, Tangerang and Bekasi. The data were analyzed by using descriptive

analysis and ordinal regression. The result showed that wafer complete ration concept

was well received. This is indicated by the level of interest (57%) of farmers to the

concept. However, there are only 47% of farmers who have a desire to buy a wafer

complete ration. Predictors variable that increasing level of willingness to buy are level of

uniqueness, whether or not never use agriculture waste and the most usage of feed. While

the other predictor variables influence to decrease level of willingness to buy are level of

concordance between concepts and needs, level of interest, whether or not never heard

about wafer complete ration, number of cattle and the last length of cattle business.

Marketing strategies include product development, prices in the range of Rp 4500, - to Rp

5500, -, the distribution system will be used broken off sell and promotion strategies with

more emphasis on activities below the line.

Keywords: Forage Feed, Marketing Strategy, Ordinal Regression, Price Sensitivity Meters, Wafer Complete Ration

for inten

deveeelop

Boggogoor,r,,,

anallyslyyysyyyyyyysyysysysyyysyyyysysysyyysysyyysyysyyyyyyysyysysysysysysysysysysysysysysyysysysysysysyysyysysysysyysysysysyyyysysyssissssssssiisiiisisiisiiiiisiiisiisiisiiiisisiisisisisiisisisisisisiisisiisisisisiiisisiisisisisisisiisiisiisiiisisisisisisisisissssssss

wasss wwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwewewwwewwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwewwwwwewwwwewwwwwwewwwewewwwwwwwwwwewewwwwwwwwwwwwwwwwwwewwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwwweee

conccepepeeepepepeeepepepepeepeepepeepepepeepeepepepeeeeeeepeepeeepeeeeepeepeepepepeeeepepepepepepeeepepepepeepepepepepepepepepepepepepepeepepepepepepeppppppppppppppppptpppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppptttttt

commpmpppppppppppppplpppppppppppppppppplllllelelelellllllelelllllelelelellelelellelelellelelelelelellelelellelelelleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet

uniqquequeueuueueueueueueueueueuueuuueueueuuueuuuuuuuueuuueuueueueueueueueueueueueuuueueueuueueuueueuueueueueueueuueueueueueeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

the ototototttttttttttttttttttthetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttthhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhehehhhhhhhhhhhhhhhhhhehehhhhhhhhhhhhehhhhhhhhhehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

conccoroororoooororooorooooorororoorororooorooooroooroorooroororoororoooroooorororoororororoorororororororororororoororororororoororororooororoororororororrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrddddd

abouut utttttttttttttttttttttttttttttttttt t tttttttttttttttttttttttt wwwww

Marrkrkkketkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeeeeeeeeteeeteeeteeeeeeeteeteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeteeeeeeeteeeeeeeteteeeteteteteeeeteeeteteteteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttti

55000, 0,,,,,,,,,,,,,,, ,, ,,,,,,,, ,,,,---,--

-morrereee e e eeeeeeeeeeeeeeemeeeeeeeeeeeeeeeeeemmmmmmmmmmmmmm

(4)

Permasalahan umum yang dihadapi oleh para peternak sapi di Indonesia adalah faktor suhu lingkungan dan kelembaban udara yang cukup tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada sistem metabolisme dan termoregulasi pada tubuh ternak. Wafer merupakan salah satu bentuk pakan olahan yang dibentuk sedemikian rupa dari bahan konsentrat atau hijauan dengan tujuan untuk mengurangi sifat keambaan pakan. Coleman and Lawrence (2000) menjelaskan keuntungan pakan olahan meningkatkan densitas pakan sehingga mengurangi keambaan, mengurangi tempat penyimpanan, menekan biaya transportasi, memudahkan penanganan dan penyajian pakan dan mengurangi ketergantungan hijauan pakan untuk ternak sapi.

Perubahan penggunaan lahan yang terjadi di wilayah Jabodetabek semakin mempersulit untuk pengadaan pakan hijauan bagi para peternak sapi. Sebagaimana pernyataan Direktur Penataan Ruang Nasional Depkrimpraswil, Ruchiyat Djaka Permana, bahwa penerapan green belt di perkotaan memang sulit dilakukan. Sehingga untuk membangun kawasan hijau pemerintah daerah harus mulai dengan menerapkan kebijakan yang tegas (Kompas, 11 Agustus 2004). Oleh karena itu, perlu sekiranya para peternak sapi yang ada di Jabodetabek diperkenalkan dengan salah satu teknologi pakan yang berupa “Wafer Ransum Komplit” sebagai salah satu solusi dalam penyediaan pakan hijau yang semakin sulit didapat.

Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui tingkat ketertarikan peternak sapi potong terhadap konsep produk Wafer Ransum Komplit, mengidentifikasi faktor apa saja yang mempengaruhi ketertarikan terhadap Wafer Ransum Komplit, mengetahui keseuaian konsep Wafer Ransum Komplit dengan Kebutuhan Peternak Sapi Potong, mengetahui tingkat keinginan untuk membeli terhadap Wafer Ransum Komplit, menganalisa harga wajar yang dapat diterima oleh peternak sapi potong mengenai Wafer Ransum Komplit dan menyusun strategi pemasaran Wafer Ransum Komplit di kalangan peternak sapi potong

Metode penelitian menggunakan pendekatan non probability sampling (Judgmental sampling) dimana pemilihan responden didasarkan pada subyetifitas dari peneliti dan untuk analisa pembahasan dilakukan secara deskriptif dan regresi ordinal. adalllah f

berdddamp Waffer m bahhaaan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnn nnnnn nnnnnnnnnn nnnn n n n nn nnnnnnnnnnnnnnnnn nnkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk Colleeeemammmmmmmmmmmmmmmmmmmammmmmmamammamammmmmmmmmmmmmmma dennsititititititititiitititititiitititititaitiititiitttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasaaaaaaaaaaaaa menneneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkakakkakakkkkkkakkakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk menngngggggggggggggggggggggggggggggugggggggggggggggggggggggggggggggguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurururururuuuuuuuuruuuuuuuuuuuuuuuu

memmpmpmpmpmmmpmmpmmpmmpmpmpmpmpmmmpmpmmmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmppppppppepppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeereeeeeeeeeeeeeeeeeeeee pernnyanyyyayyyyyyayayayayyyayayayayayayayayyayyyyyyyyyyyyyyyayyyyyyyyayyyyyayayayayyyayayayayayayayyayayayayyayayayayyayayayayayyayyyyayayayayayayayayyayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttt Permmmmanmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmaanaanaaananaanaaaanaaanaaananaanaaaaananaaaanaaanaaaaaaaanaaaaanananaaaananaananaanananananaaananaanananananaanaananananananananananaaanaaaaaaaaaaaaaaananananannnnnnnnnnnnnnn untuuuk kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kk kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk m kebijajajajajajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk paraa papppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppeppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppeeeeeeteeeeee pakkaaaaan nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

pennyyedi

keteeertar mennngid Rannnsum Kebbbutuh terhhadhadadadadadaadaaaadadadaadadadaaadadaadadaadaadadadaaadadaadadaaadadadaadadadapadadadadadadadaaadadadadadadadadadadadadadadadadadadddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa peteeeeernernrrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrrnarnrnrrrrnrnrnrrnrrnrnrnrnrrnrnrnrnrnrnrrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrnrrnrnrnrnrnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaka pemmamamamamamamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssssssssssssssssssssssssasasasas

(5)

mungkin membeli. Dari kelima respon yang dinyatakan oleh responden didapat empat model regresi ordinal. Dalam strategi penentuan harga menggunakan pendekatan Price Sensitivity Meters (PSM) dalam analisa ini responden diminta untuk

menyatakan harga yang paling murah, murah, mahal dan sangat mahal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi konsep produk wafer ransum komplit sudah dapat diterima dengan baik. Hal ini diindikasikan dengan besarnya tingkat ketertarikan (57%) peternak terhadap konsep. Namun, hanya terdapat 47% peternak yang memiliki keinginan untuk membeli wafer ransum komplit. Faktor yang berpengaruh positif terhadap tingkat keinginan membeli wafer ransum komplit adalah tingkat keunikan, pernah atau tidaknya menggunakan limbah pertanian dan jenis pakan yang paling sering diberikan. Sedangkan variabel prediktor lainnya yang akan menurunkan tingkat keinginan membeli wafer ransum komplit adalah tingkat kesesuaian konsep, tingkat ketertarikan, pernah atau tidak mendengar wafer ransum komplit, jumlah ternak yang dimiliki dan lama pengalaman beternak. Strategi pemasaran meliputi pengembangan produk, harga di kisaran Rp 4500,- sampai Rp 5500,-, distribusi dengan sistem penjualan putus dan strategi promosi lebih ditekankan pada kegiatan below the line.

Kata Kunci: Pakan Hijauan, Price Sensitivity Meters, Regresi Ordinal, Strategi Pemasaran Wafer Ransum Komplit

munnngki modddel Priccce S

mennnyata

kommpmpppppppppppppppplipppppppppppppppppppplllllillllillllllllllillillllillillilllillililililililllilillililililillilillilllllililiitiiiiiiiiiiiiitt

tinggkagkakakakakakakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttt tttttttttttttt peteeernrnrnrnrnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaknnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa berppenpeeeneeneneneneneeeneneeneeneneeneeneeneeneeneneeeneeneneneeneneeneneneneneneneneneneneneneenennnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnng tinggkagkakakakakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt pakkaaaaan nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn n n nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn yyyyyyyy mennunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuururrrrrrururrurururrrururrurrrrurrrururrurrurrrrurrrrrrrrrrrrrurrurrrrururururrrurrururururrururururrururrrururrrurrurrrrrurrruuuuuuu keseesuesusususussusussususususssussusssususususususususussussssuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaa kommpmppppppppppppppppppppppppppppppplppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllilllilllillilllllilillilllllllililillllllillillllililllllllllilillllllilllilillilliiit pemmamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssasssssassssasasasassssssssssssssssssssssssssssssss 550000000,-00000000000000,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,-,,,,,,,-,-,-,-,-,,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,-,---,,, , paddaaaaa kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkeeeeeeee

(6)

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau

menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan,

penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau

tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang

wajar IPB.

Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebaguan atau seluruh karya tulis

dalam bentuk apapaun tanpa izin IPB Dilaaraarararrararrrrrrarrrarrarrarrararrarrarrararrararararararrarrararararaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnn

mennynyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyebyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyebeeeeeeeebeebeeeeeeeeeebeeeeeeeebeeeeebeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeebeeeeeebeeeebeebeebebeeeeeeeebeeeeeeeeeebebebebebebebeeebebebebeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeebeebeeeeebeeeebeeb

peneelililillililillilllillilllllillllilillilililllllilillilllllillilillilililillilililllilillililililillilililillilitlililililililillllilililillilililillilillilililiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttttttttittttttttttttttttt

tinjaauauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

wajjaaaaaaaar rrrrrrrr rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr rrrrrrrrrrrrrr r r rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrIIIIIIIPII

Dilaaaran

(7)

UDOH ROUDOTUL JANNAH

Tugas Akhir

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Profesional pada

Program Studi Industri Kecil Menengah

SEKOLAH PASCASARJANA INSITUT PERTANIAN BOGOR

(8)
(9)

Nama Mahasiswa : Udoh Roudotul Jannah Nomor Pokok : P054094095

Program Studi : Industri Kecil Menengah

Disetujui; Komisi Pembimbing

Dr.Ir. Suryahadi, DEA Dr.Ir. Hartrisari Hardjomidjojo, DEA Ketua Anggota

Diketahui;

Ketua Program Studi Dekan Sekolah Pascasarjana Industri Kecil Menengah,

Prof.Dr.Ir. H. Musa Hubeis, MS, Dipl.Ing, DEA Prof. Dr. Khairil A. Notodiputro, M.Si

Tanggal Ujian : 22 Agustus 2011 Tanggal Lulus : Nammma M

Nommmor Proggram

Dr.IIIr.r.r.r... S... S S S S S S S S S S S S SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS KKKKKKKKKKKKKKKKKK

Kettuua P Induuustri

Proffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffff.D.D.D.D.D.D.D.D.D.D.D.D.D.D..D.D.D.D...D.D.D.D.D.D.D.D.D..D.D.D.D.D.D.D.D.DrDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDrrr

(10)

ix

Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahan-Nya penelitian ini dapat diselesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam penelitian ini dibahas mengenai “Strategi Pemasaran Wafer Ransum Komplit Untuk Ternak Sapi” yang ditujukan bagi peternak sapi yang mengalami kesulitan dalam pengadaan hijauan pakan.

Ketersediaan hijauan pakan terutama di kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi cukup terbatas. Hal ini salah satunya disebabkan oleh perubahan guna lahan ruang terbuka hijau menjadi pemukiman atau pembangunan gedung lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan masukan yang baru atau informasi bagi perusahaan pakan ternak dalam merumuskan dan mengembangkan strategi pemasaran Wafer Ransum Komplit dikalangan peternak yang mengalami kesulitan pengadaan hijauan pakan.

Dalam proses pendalaman materi teknologi pakan ini, tentunya kami mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kami sampaikan :

Dr.Ir. Suryahadi, DEA selaku ketua pembimbing dalam penyusunan tugas akhir strategi pemasaran Wafer Ransum Komplit

Dr.Ir. Hartrisari Hardjomidjojo, DEA selaku anggota pembimbing yang mengarahkan penyempurnaan penyusunan tugas akhir

Rekan-rekan mahasiwa yang telah banyak memberikan masukan untuk penelitian ini.

Suami dan anak saya yang selalu memberikan dukungan dan pengertian dalam penyelesaian tugas akhir

Demikian Tugas Akhir ini saya buat semoga bermanfaat,

Bogor, Oktober 2011

Penulis Pemmmura

dihaaarap Rannnsum

menngngngngngngngngngngngngngngngngnngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngggggggggggggggggggggggggggggggalggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggalaalaalaaalaalalalalalaalalalalaalaalaaaalaaaalalaalaaalalalalalalalalalalalalalalalalaalalalalalalalalalalalalalalalalallllllllllllllllllaaa KKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKetKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee Tanngnggggggggggggggggggeggggggggggggggggggggggeeereeeeeeeereeeeeerereerereeeeerereereereererereeeeererereereeeeeeeerererereererererereerereerererererereeeeereeeeerereeereeeeraeereeerereereeerrrrrrrrrrrrrrrr peruubaubbbbabbabbbbabbabbbbbbabbbababbbbababbababbabbabbbabababbbbbabbabababbababababbababbbabbbababababababbbababbbababababbabbababaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaahh

gedduuungnnnnnnngnnnnngngnnnnngngnnnnnnngngnnngnngnnnnnnnnnnnnngnnnnnnnnnngngngnnngngngngngngngngnngngnnnnnngngngnngngnngngnngngnnngngngnngngnnnngnngngngnngggggggggggggggggggggggg yanngggg b b bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb menngnggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeemeeeeeeeeeeeemeeeeeeeemememeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee yanngggggggg m m m mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

Da Da Da D D Da D Da D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

(11)

x

Penulis dilahirkan pada tanggal 24 Agustus 1984 di Serang, sebagai putri ketiga, dari empat bersaudara dari pasangan Bapak Suhendi dan Ibu Qomariah. Menikah dengan Febriandi Rahmatulloh dan memiliki satu orang anak Albirruni Rahmatulloh.

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) diselesaikan pada tahun 1996 di SDN 03 serang, Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan pada tahun 1999 di SMPN 1 Serang, serta Sekolah Menengah Atas diselesaikan pada tahun 2002 di SMUN 1 Serang.

Tahun 2002 Penulis diterima sebagai mahasiswi Perencanaan Wilayah dan Kota di Universitas Brawijaya dan dinyatakan lulus tahun 2006. Memiliki riwayat pekerjaan sebagai research executive di Polling Center pada tahun 2007-2009, kemudian senior research executive di Filed Survey Indonesia pada tahun 2009-2011 dan sekarang bekerja di pabrik pakan PT. Cargill Indonesia sebagai marketing analyst dari awal bulan April 2011 sampai dengan sekarang.

ketiiiga, Mennnika Rahhhmat

seraaangnngnngngngngngngngngngggggggggggggg,ggggggggggggggggggggggggg,,,,,,,,,,,,,, ,, Seraanganngnnngnnngngnngngnnnngnngngngnngnnngnnngngngngnnnngnngngngnngnngngngngnngngngngngnngnngnnngnngnngngnngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg, Seraaangngnnnnngngnnngngnnngngnngngngngngngngnngngnngngngnnnngnnngnnnnnnnngngnnngngngnngnnngngngngngnnngngnngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngnggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg.

(12)

xi

Halaman

DAFTAR TABEL ...xii

DAFTAR GAMBAR ...xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

I. PENDAHULUAN ...1

1.1 Latar Belakang ...1

1.2 Rumusan Masalah ...3

1.3 Tujuan Penelitian ...3

1.4 Manfaat Penelitian ...4

2. TINJAUAN PUSTAKA ...5

2.1 Pengertian Wafer Ransum Komplit (Complete Feed) ...5

2.2 Pengertian Produk Baru ...7

2.3 Proses Pengembangan Produk Baru ...8

2.4 Pengertian Pengembangan Produk Baru ...13

2.5 Pengembangan Konsep ...16

2.6 Pemasaran ...19

2.7 Strategi pemasaran ...19

2.8 Analisis Deskriptif ...21

2.9 Analisis Regresi Ordinal. ...21

2.10 Analisis Price Sensitivity Meters ...23

3. METODOLOGI ...25

3.1 Tempat dan Waktu ...25

3.2 Metode ...25

3.3 Aspek Kajian ...29

3.4 Prosedur Uji Konsep Produk ...29

4. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32

4.1. Karakteristik Responden ... 32

4.2. Daya tarik dan strategi pemasaran Wafer Ransum Komplit ... 42

5. KESIMPULAN DAN SARAN... 56

5.1. Kesimpulan ... 56

5.2. Saran ... 57

(13)

xii

1. Variabel yang Digunakan dalam Regresi Ordinal ...28

2. Penyebaran Ternak Sapi di Wilayah Jabodetabek ... 32

3. Usia Responden ... 34

4. Karakteristik Responden Berdasarkan Psikologi ... 35

5. Kepemilikan Jumlah Karyawan ... 35

6. Kepemilikan Jumlah Ternak Sapi ... 35

7. Alasan Tidak Menggunakan Limbah Pertanian ... 38

8. Alasan Penggunaan Limbah Sewaktu-waktu... 39

9. Jenis Limbah Pertanian ... 39

10. Cara Pengadaan Pakan Hijauan ... 40

11. Pengetahuan Teknologi Pakan ... 42

12. Alasan Ketertarikan Dan Ketidaktertarikan Terhadap Konsep ... 43

13. Pengetahuan Peternak Terhadap Wafer Ransum Komplit ... 46

14. Kategori Respon sebagai Variabel Dependen (Y) ... 47

15. Tes P –Value Secara Keseluruhan ... 48

16. Hasil Uji P –Value pada Keempat Model Regresi Ordinal ... 48

17. Pengaruh Variabel Independen Terhadap Model ... 49

18. Upaya Perbaikan Konsep Produk Berdasarkan Persepsi Peternak ... 50

19. Media Informasi Promosi Mengenai Wafer Ransum Komplit ... 55

20. Bentuk Promosi yang Disarankan untuk Wafer Ransum Komplit ... 55 1. V

(14)

xiii

1. Langkah-langkah Penting Pengembangan Produk Baru ... 9

2. Analisis Price Sensitivity Meters ... 24

3. Pengalaman dan Karakter Pribadi Peternak ...34

4. Jenis Sapi yang Dipelihara ... 36

5. Jenis Pakan yang Digunakan oleh Peternak Sapi ... 37

6. Penggunaan Limbah Pertanian ... 37

7. Waktu Penggunaan Limbah Pertanian ... 38

8. Pakan Tambahan Selain Limbah Pertanian yang Sering Digunakan ... 41

9. Tingkat Ketertarikan Peternak Terhadap Konsep ... 42

10. Tingkat Keunikan Produk Menurut Persepsi Responden ... 44

11. Tingkat Keseuaian Produk Menurut Persepsi Responden ... 45

12. Tingkat Keinginan Membeli Wafer Ransum Komplit ... 46

13. Price Sensitivity Meters ... 51

14. Sistem Distribusi Pemasaran Wafer Ransum Komplit ... 52

15. Tempat Yang Disukai untuk Mendapatkan Pakan Sapi ... 53

16. Proses informasi promosi wafer ransum komplit ... 54

1. L

2. A

3. P

4. J 5. JJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJJ 6. PPPPPPPPPPPPPPPPPPPP 7. WWWWWWWWWWWWWWWWW 8. PPPPP

(15)

xiv

1. Konsep Wafer Ransum Komplit ... 60

2. Daftar Nama Responden ... 61

3. Profil Peternakan Sapi di Bogor ...63

4. Profil Peternakan Sapi di Jakarta ... 64

5. Data Olahan untuk 15 variabel ... 65

6. Korelasi antar Variabel ... 67

7. Hasil Output Pemodelan Regresi Ordinal Menggunakan SPSS 13 ... 70

8. Contoh pengaplikasian model ... 72

9. Hasil Pemodelan Regresi Ordinal dengan 8 Variabel ... 73

1. K

2. D

3. P

4. P

5. DDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDDD 6. KKKKKKKKKKKKKKKKKKKK 7. HHHHHHHHHHHHHHHH 8. CCCC

(16)

1.1 Latar Belakang

Permasalahan umum yang dihadapi oleh para peternak sapi di Indonesia adalah faktor suhu lingkungan dan kelembaban udara yang cukup tinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada sistem metabolisme dan termoregulasi ternak.

Lingkungan yang relatif panas menyebabkan sebagian ternak akan enggan makan, sehingga secara kuantitas asupan zat makanan (nutrient) yang masuk dalam tubuh juga kurang. Terlebih, asupan nutrient ini berperan penting untuk mencukupi kebutuhan pokok (maintenance), perkembangan tubuh dan untuk kebutuhan bereproduksi. Implikasi dari kondisi asupan gizi ternak yang kurang, tak jarang dijumpai ternak dengan pertambahan berat hidup (average daily gain/ADG) yang masih sangat jauh dari hasil yang diharapkan baik di tingkat peternakan rakyat maupun industri.

Dua masalah utama yang menyebabkan pakan ternak khususnya pakan ternak ruminansia (khususnya sapi) yang diberikan tidak memenuhi kecukupan jumlah dan asupan nutrient, yaitu (1) bahan pakan pada umumnya berasal dari limbah pertanian yang rendah kadar protein kasarnya dan tinggi serat kasarnya. Tingginya kadar serat ini yang umumnya didominasi komponen lignoselulosa (karbohidrat komplek) yang sulit dicerna. (2) ketersedian pakan yang tidak kontinyu. Hal ini dikarenakan langkanya bahan pakan terutama di musim kemarau.

Untuk mengatasi masalah tersebut berbagai terobosan telah dilakukan diantaranya dengan membuat menjadi hijauan kering (hay), penambahan urea (amoniasi) dan awetan hijauan (silase). Namun, pengolahan bahan pakan dengan pengeringan sangat tergantung dengan musim atau panas matahari, sedangkan pengolahan dengan amoniasi (penambahan urea) acapkali terjadi kasus toksikasi karena tingginya amonia. Teknologi yang sekarang berkembang adalah pembuatan pakan tidak hanya sekedar awet (silase) tapi juga sesuai dengan kebutuhan gizi ternak.

Wafer merupakan salah satu bentuk pakan olahan yang dibentuk sedemikian rupa dari bahan konsentrat dan atau hijauan dengan tujuan untuk mengurangi sifat keambaan pakan. Stevent (1981), Coleman dan Lawrence (2000) menjelaskan

1.1

L

Pe faktttor berddddddddddddddddddddddddddddamdddddddddddddddddddddddddddddddddamaamaamamamaaamamamaamamaaamamamamamamamamaamaamamamamamamaaamamamamamamamamampamamamamamamamamamamamamamamaaamamamamamamaamamamamamamamaamammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmpp

L L L L L L L L Li L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L L

makkakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn,nnnnnnnnnn,n,n,nnnnnnnnnnnnnnnnn,nnnnnnn tubuuuh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh h hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh jjjjujj kebuuutuutututututtttutututtututtututututututututtutuhtuttttuttututtttutttuttuttututtututtututtutututututtutututututtututtututututututututututttuttutttututuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhh bereeprepprpprprpprprprprprprprpprprprprprprpprprppprprprppprprprpprprprprprprprprprprprprprprprprprrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo dijuumpumpmmmpmmpmpmmmmmpmpmpmmmmpmpmpmpmmmpmmpmpmmpmpmmpmpmpmmmmmmmmpmmmmmpmpmmpmmmpmpmmpmpmpmmpmmpmmmmmpmpmpmmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmmmmpmpmpmpmpmpmmmpmmmpmpmpmpmmmmpmmmpmpmpmmmppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppa massisih hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh h h hhh hhhhhhhh hhhhhhhhhhh h h hhhhhhhhhhhhhhhhh hhhhhhhhhhhh s mauupupppppppppppppppppppppppppppppppunpppppppppppppppppppppppppppppppppppuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu D D D D D Du D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D D

rumminaminannnannanannannannnanannannanannnnnanannnannanannanannnannnannannananannannnananananananananananananananananananannananananannanannanananaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan asuppanpanaananaanananaaanaananananaaaanananaaananaaaaaanaaaanaanaaanaaaanaaaananaaananaaananaanananananaaaaanananaaanaanananananaananananananaaanananananaaananaaanaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn yanng re ini yyang suliit di langggkan Un diannntara (ammomooooooooooooooooooooooooniooooooooooooooooooooooooooonininnnininnininininnnninnninnnnniniannnninnnininnninnninnninininininininininininnininininininininininininininininnininininiiiiiiiiiiiiiiaaaa penngngngngngngngngngggggggggggggggggggggggggggggggergggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggeeeeeererererereererererererereereeeererereeeeeeeererereeeeeeeereeereeerererererereeeererereeeerererereerereerrrirrrrrrrrrrrrrrrri penngngggggggggggggggggggggolggggggggggggggggggggooooooooooooolololololooolooolooloolooloooolooloolololoololaoololololololololololoololololololololoolololoololooloooolololollllllllllllllllll kareeeeeenaeeeenannnnnnanananannanananannanananannnnnnnnnnnnnnnannnannnnnnananannananananananananananannanananananannanannanananananananananananananananaaaaaaaaaaaaaaaa pakkakaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaan n nnnnnnnn n nnnnnnnnnnn ttt

ternnaknaakaaaaaaaaaaaaaaakaaakaaaaaaaaaaaaakaaaaaaaaaaaaaaakakakaakaakakakakakakakakakakakakakakaakakaakakakakakakakaaakaakakaakakkkkkkkkkkk. . ... W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W W

(17)

keuntungan pakan olahan adalah : (1) meningkatkan densitas pakan sehingga mengurangi keambaan, mengurangi tempat penyimpanan, menekan biaya transportasi, memudahkan penanganan dan penyajian pakan; (2) densitas yang tinggi akan meningkatkan konsumsi pakan dan mengurangi pakan yang tercecer; (3) mencegah “de-mixing” yaitu peruraian kembali komponen penyusun pakan sehingga konsumsi pakan sesuai dengan kebutuhan standar.

Coleman and Lawrence (2000) menambahkan bahwa kelemahan dari pakan olahan dalam hal ini wafer antara lain adalah : (1) pemberian kepada ternak harus disesuaikan dengan kebutuhan agar ternak tidak mengalami kelebihan berat badan maupun gangguan pencernaan; (2) gudang penyimpanan wafer memerlukan area dan penanganan khusus untuk menghindari kelembaban udara; (3) pengolahan bahan pakan menjadi wafer membutuhkan biaya tambahan yang akan mempengaruhi biaya produksi.

Berdasarkan penjelasan mengenai nilai positif dan negatif dari produk wafer, ketersediaannya dalam pakan ternak sapi perlu untuk ditindaklanjuti dengan mulai diperkenalkan ke pasar terutama para peternak sapi karena tidak hanya mampu megurangi keresahan peternak akan ketersediaan pakan hijauan juga meningkatkan kualitas sapi dengan asupan pakan gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada tahapan pengenalan produk baru ke pasar seperti Wafer, ada suatu tahapan yang disebut sebagai Pengembangan dan Pengujian Konsep. Tahapan ini diperlukan untuk mengurangi kegagalan pada saat sebuah produk akan dipasarkan. Pengujian konsep produk wafer dilakukan di wilayah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia dengan jumlah sapi perah dan sapi potong kurang dari 5000 ekor yang mengkonsumsi limbah pasar sebagai pakan tambahan selain pakan hijuan yang didapat dai wilayah sekitar.

Namun, perubahan penggunaan lahan yang terjadi di wilayah Jabodetabek semakin mempersulit untuk pengadaan pakan hijauan bagi para peternak sapi. Sebagaimana pernyataan Direktur Penataan Ruang Nasional Depkrimpraswil, Ruchiyat Djaka Permana, bahwa penerapan green belt di perkotaan memang sulit dilakukan. Sehingga untuk membangun kawasan hijau pemerintah daerah harus mulai dengan menerapkan kebijakan yang tegas (Kompas, 11 Agustus 2004).

Berdasarkan pemaparan diatas, perlu sekiranya para peternak sapi yang ada di Jabodetabek diperkenalkan dengan salah satu teknologi pakan yang berupa “Wafer keuuuntun

mennngur trannnspor akannn m mennnceg konnnsum Co Co C C C C Co Co C C C C C C C C Co C C C C C C C Co C C Co C C C Co C C C C C Co C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C C

olahhanhanaanananananananaanananananaaanaanananananananananaaaanaaanaanananaaanananananaanananananaananananananananananaanananannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn diseesuesusususussussususussussusususususususususususususuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaia mauupuppppppppppppppppppppppppppppunpppppppppppppppppppppppppppppppuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu pennanangnngngnngnnnnnngnnnnnngnnngnnngngnnngnnngngnngngnnnngngngngngngngnnnngngnngnnngngngngngnnnnngngngngngngngnggggggggggggggggggggggggggga pakkan kannnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn n nnnnnnnnnnnnnnnnnnn mmm proddukduukuukukukuukuuukukukukuuukukukuuuukukuukukukukuuuukukuuuuukuukuuuukukuukukukuuuuukukukuukuukuukuukuukukukukukuukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukuukuukuukukukukukukukukukuuukukukukukuukukukukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkks

B B B B B B B Be B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

keteersersrsrsssssssssssssssssssssessssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeedeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee dipeerkerkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkrkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkeeeeeeeeeeeeeeeee megguguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrrrrrarrrrarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrarrrrrrrarrrarrrararrarararrarrarrrarararararrrrrrrarrarrrrrrrrrarrarrrarrrrraaaa kuaalitaititititttttttttttttttttttttttttttattttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Pa

yanng di untuuuk m konnnsep merrrupa jummmlah pasaaar aaaaaaaaaar rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr rrrrrrr rrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrsssssssesssssssessesessssssssssssssssssssesssssessesessesesessessesesesesesesessesesssssesssessssesesseeee

N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N N

semmamamamaaakaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkikkkkkkkkkikkkkikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkikkkkkkkkkkkikkikikkkkkkkkkkkikikikikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkn Sebbababababababababbababaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaagggggagaggggagagggggggggggggggaggggggaggggggaggggggggggaggggggaggggaggagagggagaggagagagagagagagagagagaggagggaggggaggagggaggagagggagggggagagaaaaiii Rucchchhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhiyhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiiiyiyiyiiiiiiyiiiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyiyyyyayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyaaa dilaakuakukkkkkkkukkkkkkkkkkkkkkukkkukkkkukkkkkkkkkkukukkkkukukukkkukkkukkukkukukukkukkkukukukkkkkkukkkukkkkkkkkkkukkkuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk mullalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiiiddddddddddddd

B B B Be Be B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B B

(18)

Ransum Komplit” sebagai salah satu solusi dalam penyediaan pakan hijauan yang semakin sulit didapat. Berdasarkan pernyataan sebelumnya, penulis memilih judul dalam penelitian ini adalah ”Strategi Pemasaran Wafer Ransum Komplit untuk Ternak Sapi”

1.2

Rumusan Masalah

Rumput lapang sebagai salah satu sumber hijauan bagi ternak sapi, ketersediaannya cenderung tidak stabil terutama dimusim kemarau dan dari segi kandungan nutrisi tergolong rendah jika dibandingkan dengan pakan hijauan lainnya seperti rumput gajah.

Rumput gajah memiliki kandungan nutrisi yang tinggi namun keberadaannya pun masih terbatas sehingga menyebabkan harga rumput gajah ini terbilang cukup mahal oleh para peternak sapi. Adapun pakan lainnya yang memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik dengan harga yang murah seperti ampas tahu dan tempe, namun kedua jenis pakan ini memiliki keterbatasan dalam segi waktu dan tempat penyimpanan karena sifatnya yang mudah rusak (tidak tahan lama). Dengan adanya berbagai permasalahan dalam penyediaan pakan ternak sapi dibutuhkan adanya suatu teknologi dan strategi pemasaran untuk memperkenalkan para peternak sapi dengan pakan yang relatif terjangkau dan mudah dalam penyimpanan, namun memiliki kandungan nutrisi yang lengkap.

1.3

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah :

1. Menganalisa tingkat ketertarikan peternak sapi potong terhadap konsep produk Wafer Ransum Komplit

2. Menganalisa keseuaian konsep Wafer Ransum Komplit dengan Kebutuhan Peternak Sapi Potong

3. Menganalisa tingkat keinginan untuk membeli terhadap Wafer Ransum Komplit

4. Mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap tingkat ketertarikan untuk membeli wafer ransum komplit

5. Menyusun strategi pemasaran Wafer Ransum Komplit di kalangan peternak sapi potong (Produk, Harga, Distribusi dan Promosi)

Rannnsum

semmmakin dalaaam Ternnnak

1.2

Ru Ru R R R R R R Ru R R R R R Ru R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R

keteersersrsrsrsrsssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssseeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeedeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee kanndndddunddddddddddddddddddunuuuuuuuunuuuuunuuuuununununuununuuuuuuuuuuuuununuunuunuuununuuuuuununuuunuuuuuuuuuununununuuununununununununununuunununununuununuununuuununununuuuununuununuuuunuuuunuuuunuuuunuunnnnnnnnnnnnnnnnng sepeerterrrtrrrtrrtrtrtrrtrrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrtrrttttttttttttttttttittttttttttttttttttttttttttttttttttiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiiiiiiiii i iiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiiiiiiiir

R R R R R R R R Ru R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R R

punnn mammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmammmammammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mahhahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaallllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll lll ll llllllllllllllllllllll l llllll o nutrrisrsssssssssssssssssssssssissssssssssssssssssssssssssssiiiii iiiiiiii i i iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii iiiii iiiiiiiiiiiiiiii iiii i nammumuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuun uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnn n n nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn pennynyyyyyimiimiimiimiimiimimiiiiimimimiimiiimiimimimimimimimimiiiiimimiiiimiimimimpiimimimimimimimimimiiiimiimiiimiimimimimimimimiimimimimimimimimimimmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm berbbagbagagaagaaagagaaaaaagaagagagagagagagagagagagagagaagaagagagagagaagagagaaagagaagaagagagagagagagagaagagagagagagagaagagagagagaaagaagagagagaggggggggggggggagggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggaa teknnolnoloolooololoololoololololololooloolooololooloolooolololoolooloooolololooololololololoooooloololololoolololooololololoololololololololololllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo pakkkan y kannndung

1.3

1 1 1. 2 2 2. 2. 2. 2 2 2 2. 2 2 2. 2.. 2. 2. 2 2 2 2 2 2. 2 2 2 2. 2 2... 2 2 2 2 2 2. 2...

3 3. 3. 3 3 3 3 3. 3 3. 3 3 3. 3. 3 3 3 3. 3. 3. 3 3 3. 3. 3 3 3 3 3. 3 3. 3 3 3 3 3 3.. 3. 3. 3 3. 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3. 3 3 3.. 4 4. 4. 4.

4... 4...

(19)

1.4

Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Dapat memberikan masukan yang baru atau informasi bagi perusahaan pakan ternak dalam merumuskan dan mengembangkan strategi pemasaran

2. Dapat memberikan kontribusi bagi peneliti di bidang ilmu pemasaran dan menambah pengalaman dalam mempraktekan segala bentuk pemasaran terutama dalam suatu industri pakan ternak

1.4

4

1 1 1.

(20)

2.1

Pengertian Wafer Ransum Komplit (

Complete Feed

)

Wafer ransum komplit merupakan suatu bentuk pakan yang memiliki bentuk fisik kompak dan ringkas sehingga diharapkan dapat memudahkan dalam penanganan dan transportasi, disamping itu memiliki kandungan nutrisi yang lengkap, dan

menggunakan teknologi yang relative sederhana sehingga mudah diterapkan (Trisyulianti et al., 2002).

Pakan sapi potong umumnya berupa hijauan atau bahan pakan sumber serat. Hal ini karena dalam alat pencernaan ternak mengikutkan aktifitas mikroba yang terdapat didalam rumen, oleh karena itu dengan pengolahan limbah pertanian dalam bentuk wafer ransum komplit akan dapat membantu dalam memenuhi kebutuhan ternak karena pakan ini merupakan pakan lengkap untuk ternak ruminansia yang memiliki kandungan zat-zat makanan disusun dan diformulasi secara lengkap dan seimbang sesuai dengan kebutuhan ternak. Oleh karena itu teknologi tentang pengolahan limbah pertanian perlu diupayakan agar dapat membantu peternak dalam menyediakan pakan ternaknya sehingga usahanya dapat berkembang dengan baik. Hal yang paling perlu diperhatikan dalam pembuatan complete feed adalah memperhatikan kandungan dari bahan yang akan digunakan serta memiliki nilai ekonomis. Dengan memperhatikan hal tersebut maka peternak dapat menekan biaya produksi berupa pakan dan akan memperoleh keuntungan yang maksimal.

2.1.1. Keunggulan Complete Feed

Disamping mengandung nutrisi yang seimbang, keunggulan complete feed dibanding bahan pakan lain adalah harganya yang lebih murah. Hal ini dimungkinkan karena complete feed dibuat dari bahan baku limbah pertanian dan agroindustri ditambah perlakuan suplementasi bahan-bahan bernilai nutrisi tinggi. Keunggulan lainnya antara lain : (1) dengan complete feed peternak tidak lagi tergantung terhadap hijauan (2) complete feeddapat memberikan penambahan bobot badan lebih optimal. (3) dengan complete feed peternak tidak perlu lagi membutuhkan lahan yang luas untuk tanaman HMT. (http://bertani.wordpress.com).

2.1

fisikkk ko dannn trtrtrtrttrtrtrttrtrttrtrtrtrtrtrtrttrtrtrtrtrtrtrtrtrtrttrtrtrtrtrtrtrttrtrtrttrtrtrttrttrtrtrtrtrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa menngngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggugguggggugugugggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggug (Triiisysysysysysysysyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyuyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu

Hall inininininiininininininiiiiininiinininininiininiiiininiininiininiiniiininininiiniiininiiniininiininininininininiinininininiininiininininnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnniii iiii terdddapapapappppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaataaaaaaaaaaaaaaaaaaaa benntuknukuukukuuuukukuuukuukukuukukukukukukukukukukukuukukukukuuuukukukukuukuukukuuukukukukukuuukukukukuukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk ternnaknakakakakakakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk memmimimimimiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiilllllllllllllllllllllllillllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllillllllllllllllllilililllllllllllllllllllllllllllllllllllllllll k seimmmmbbbbbbabbbabababababbbbabbbbabbbbabbbbbbabbbbabbbabbbabababbbabbababababbbbbbababababababbababbbabbbabababbbbbbababababababababababanbababababaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa pennngogogooooooooooooooooooooooooloooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooollllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllallllllllllllllllllll mennynyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyedyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeedeedeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee Hall ya memmmper ekonom proddduks

2.1...1.

(21)

2.1.2. Solusi Penyediaan Hijauan Pakan

Untuk mengatasi masalah pakan secara umum dapat dilakukan dengan

pendekatan: (1) memperluas keragaman sumber pakan dengan melakukan upaya

pemanfaatan lahan tidur untuk penanaman hijauan makanan ternak, pemanfaatan

limbah pertanian dan industri, dan menghidupkan kembali tanah-tanah pangonan.

Selain itu dengan melakukan sistem pertanian lorong dan intensifikasi lahan

pekarangan dengan memanfaatkan leguminosa perdu, (2) meningkatkan kualitas

pakan melalui peningkatan kualitas pakan basal, peningkatan nilai nutrisi protein

serealia dan upaya menghilangkan senyawa anti nutrisi dalam pakan, (3) memperbaiki

sistem pemberian pakan dengan upaya yang dilakukan adalah perbaikan formulasi

ransum ternak yang sesuai dengan daerah tropis dan manajemen pemberian pakan

untuk ternak (Sudardjat, 2000).

Pengembangan pakan hendaknya memperhatikan potensi sumberdaya pakan

lokal dengan teknologi yang sesuai. Kesediaan pakan sangat dipengaruhi musim. Jika

musim kemarau atau musim hujan terlalu panjang, akan kesulitan mencari bahan

pakan sedang pada musim kemarau karena kurangnya ketersediaannya, namun pada

musim penghujan karena tersedia melimpah sehingga harganya murah. Sementara

untuk limbah pertanian dan industri pertanian, keberadaannya cukup melimpah tetapi

pemanfaatannya belum optimal, sehingga diperlukan sebuah teknologi untuk

mengolah agar gizinya meningkat.

2.1.3. Bahan Pakan Lokal

Bahan pakan lokal yang dapat digunakan sesuai dengan ketersediaan bahan yang ada di setiap wilayah antara lain : (1) sumber serat kasar : kulit kacang tanah, tongkol jagung, (2) sumber energi : tetes (molasis), dedak, (3) sumber protein : tepung ikan, (4) sumber mineral : garam dapur. (http://bertani.wordpress.com).

Pakan yang baik untuk sapi adalah yang dapat memenuhi kebutuhan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein berfungsi untuk mengganti sel-sel yang telah rusak, membentuk sel-sel tubuh baru dan sumber energi. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi dan pembentukan lemak tubuh. Lemak berfungsi untuk pembawa vitamin A,D,E,K dan juga sebagai sumber energi. Pada sapi yang digemukkan secara setengah intensif ( kereman ) dan full intensif (dry lot fattening ) lapisan lemak dapat menyelimuti serabut otot sehingga tekstur daging otot menjadi lembut ( kualitas terbaik ). Mineral diperlukan untuk pembentukan jaringan tulang

2.1...2.

pennnndeka

pemmmmanf

limbbbbah

Selaaaain

pekkkakaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrarararrarrarararrarararararrararararrarrrararrarrrarrrrararrararararararararararararararararrararararararararararararararararraaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn

pakkan kk nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnn nnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn m

sereeealeaalaaalalaaaalalalaaaaaalalalalalalalalaalalalalllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiaiiiiiiiiiiiiiiiiiiaiiiaiiiiaiaiaiiiiiaiiiiiiiiiiiiiaiiiiaiiiiii

sisteemeemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm p

ransssumsuumumuuumuuumumuumumumumumuumumumumumumumumumuuumumumuummmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

untuuuk ukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kkkkkkkkkkkkk kkkkkkkkkkkkkkkkttttttttttttttttttttttttetttttttttttttttttt

lokaaal allll dddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddeddddddddddddddddddddddddd

musssisiimmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm m m mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

pakkkakannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnn nnnnn n n nnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnn s

mussiss mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmm mmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

untuuk uukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk k kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk llil

pemmmmanf

mennnngol

2.1...3.

yanng ad tongggkol ikannnn,,,,, ,,, , , , , ((4((((4((((((4((4((4((4(4(((4((((4((((((((((((4(4((((4(((4(4((((4((4((((4(4(((4(4(4(4(4(((4(4((4(4(4(4(4(4(4(4(4(4(4(4(4(4((((4(4(4(4(4(4(4(4((4((4(4(4((4(4(44444444444444444444

(22)

dan urat serta mempermudah proses pencernaan dan penyerapan zat-zat makanan. Vitamin berfungsi untuk mempertahankan kekuatan tubuh dan kondisi kesehatan. 2.1.4. Cara Pembuatan Wafer Ransum Komplit

Cara pembuatan wafer ransum komplit, yaitu: (a) semua bahan baku sumber serat (rumput lapang, ampas dan pucuk tebu) dicacah dengan ukuran 2-5 cm, kemudian dijemur kering udara bantuan sinar matahari selama 7 hari, (b) semua bahan baku konsentrat digiling menggunakan hammer mill hingga berukuran mash, (c) sumber hijauan (100 g) dicampur dengan bahan perekat molasses (30 g) sampai rata, setelah rata dicampur dengan konsentrat (504,2 g) hingga menjadi ransum komplit, pencampuran dilakukan secara manual, (d) ransum komplit dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk persegi berukuran 20 cm x 20 cm x 1 cm. Setelah itu dilakukan pengempaan panas pada suhu 150 oC dengan tekanan 200-300 kg/cm2 selama 20 menit. Pendinginan lembaran wafer dilakukan dengan menempatkan wafer di udara terbuka selama minimal 24 jam sampai kadar air dan bobotnya konstan, kemudian dimasukkan ke dalam karung. (Jayusmar, 2002)

2.2

Pengertian Produk Baru

Produk baru meliputi produk asli, produk yang ditingkatkan, produk yang dimodifikasi dan merk baru. Pengertian produk baru selain dilihat dari tujuan perusahaan, juga diperlukan pandangan konsumen mengenai produk baru tersebut

Menurut Kantor konsultan Bootz, Allen dan Hamilton yang dikutip oleh Kotler (2002) mengidentifikasi ada enam kategori produk baru yaitu : (a) produk baru bagi dunia, (b) produk baru yang menciptakan suatu pasar yang sama sekali baru, (c) lini produk baru, (d) produk baru yang memungkinkan perusahaan memasuki pasar yang telah mapan untuk pertama kali, (e) tambahan pada lini produk yang telah ada, (f) produk-produk yang melengkapi suatu lini produk perusahaan yang telah mantap (ukuran, kemasan, rasa dan lain-lain), (g) perbaikan dan revisi produk yang telah ada, (h) produk baru yang memberikan kinerja yang telah lebih baik atau nilai yang dianggap lebih hebat dan menggantikan produk yang telah ada, (i) penentuan kembali posisi (repositioning), produk yang telah ada diarahkan ke pasar atau segmen pasar baru, (j) pengurangan biaya dan (k) produk baru yang menyediakan kinerja serupa dengan harga yng lebih murah.

dannn ura Vitaaamin

2.1...4.

seraaat (r kemmmudi bahhahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnn nnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn nnnnn nnnnn n nn n n nn n nnnnnnnnnnnnnnnnnnn bbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb (c) suuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuumuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuummmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm rataaa, sssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssesssssesesssssssssssssssssssssssessssssssss kommpmpppppppppppppppppppppppppppppplippppppppppppppppppppppppppppppppppllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllililllililllllllllllllllllllllllllll t dalaam ammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm c dilaakuakukukkuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk selaamaammamammmammmmammamammmammmmamamamamammammmmamamammmamamammmammmmmmammamamammmmmamammmamammamammammmmamammamamammamamamamammamamamamamamamamamamamammmmmammamamamammmmamamamamammamamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa di uudaudadadaddddaddaddadaddadadadadadadadaddddadadaddddadddadadaddadadadaddadddadaddaddddaddadaddadadadadadadaddadadadadadaddadadddaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrr kemmumuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddidddddddddddddddddddddddddddiddiddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd

2.2

dimmmodif peruuusah

Kotttler ( baggi du lini pro yannggggggggggggggggggggg tgggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg t t t t t t t t t t t t t ttttttttttttttttttttttttttttttttttttttettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee (f) pppppppppppppppppppppppropppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppprrorrrrrororrrorrorrrorrorororororrrrororrrodrororororororororororororrororororrororororororrororororororrooooooooooooooooooooooooooooddd (ukuuuuuuuuraurarararaaaaaaaaaaaaaaaaaaanaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnn (h) pppppppppppppppppppppppppppppprppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppprrrrrrorrororrrrrorrororrrrrorrrororrororrororrrrrrrrorrrororrororororororrrrororrrrrorrorrrrrrororrorooooooooo diannnnnggngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggaaaaa posiiiisiississssssssisisssissi (ssssissisississsisssissisiiii ( ( ( ( ( ( ((((((((((((((((((((((((((((((((((((((((

(23)

Pengertian produk baru lainnya, menurut Purwanto (2008) adalah salah satu topik yang sangat penting dan menarik di dalam pemasaran strategik. Produk baru merupakan salah satu jawaban untuk dapat memperthankan dan mengembangkan pasar yang telah dikuasai perusahaan saat ini untuk merespon perubahan-perubahan yang ada di dalam pasar. Perubahan itu dapat terjadi pada konsumen ataupun pesaing yang mempengaruhi terhadap perubahan konsumen dan posisi pemasaran perusahaan yang telah dicapai sekarang. Sebagian besar usaha pengembangan produk baru mengalami kegagalan dan hanya sedikit kasus yang menunjukkan keberhasilan pengembangan produk baru ini. Ini berarti pengembangan produk baru merupakan sesuatu yang membutuhkan biaya yang tinggi namun penting untuk dilakukan perusahaan. Karena itu persoalan produk baru merupakan hal yang sangat strategik bagi pemasaran perusahaan.

2.3

Proses Pengembangan Produk Baru

Dalam proses pengembangan produk baru, terdapat enam proses besar yang dilewati yaitu penciptaan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi pemasaran, analisis usaha pengembangan produk, uji coba pemasaran dan kegiatan komersialisasi. Menurut Purwanto (2008) untuk dapat berhasil, produk baru tidak harus berteknologi tinggi, terpenting adalah dapat memberikan kepuasaan konsumen. Produk baru dapat membantu perusahaan mencapai tujuan korporasi dan unit bisnis. Untuk membuat produk baru agar berhasil, diperlukan perencanaan sistematik untuk mengkoordinasikan keputusan, kegiatan dan fungsi yang dibutuhkan untuk memindahkan ide produk sehingga sukses secara komersil. Tahapan-tahapan dalam proses perencanaan dapat dilihat pada Gambar 1.

2.3.1 Pencipta Gagasan

Pengembangan produk baru dimulai dengan penelitian terhadap berbagai gagasan produk baru. Penelitian yang baik dilakukan dengan sistematis karena jika dilakukan dengan sembarang maka perusahaan akan mendapatkan banyak gagasan yang sesuai dengan jenis usahanya. Untuk menghindari hal yang demikian pihak manajemen mengembangkan rumusan produk baru.

Perusahaan harus mengungkapkan apa yang hendak dikerjakan dengan produk-produk baru itu apakah yang dikehendaki arus kas yang tinggi, dominasi bagian pasar, atau tujuan lain. Terdapat banyak sekali sumber yang baik untuk topiiik y

merrrupa pasaaar y yanng ad yanngggg m yanngggggggggggggggggggggggggggggg tggggggggggggggggggggggggggggggggg t t t t t t t t t t t t t ttttttttttttttttttttettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee menngnggggggggggggggggggggggggggggalggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaalalaalaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa penngngggemggggggggggeemeememememeeeeeemeeeemeeemeemeeeeeeeeemeeeeeeemeeemeeeememeeemeeemememeemememememememememememememememememememememememememeemeemememeeemeememememeeeemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm sesuuatuatatatataaatataatatatatatataaatataatatatatatatataatatatatatatatatatttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu peruusausasasasasassasssasasssassasasasasasassasassasasasasaaaaaaaaaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh baggi ppppppppppppppppppppppppppppppppppepppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeemeeeeeeeeeeeee

2.3

dileewaewawwawawwwwawawawwwwawwawawwwawwawwawwawawawawawawawawwawawawwwwwwawawwwawawwwawawwawawwawawawawawawawawawawwwawawawawaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattitt konnsnsepepepeeepepepeepeepepeepeeeepeepeepeepepepepeeepepeeepepeeepeeepeeeepepeeepepepepeepepepeepepepepepeepepepepepeeepepepepepepepepepepeepepeepeepeepeepepepepepepppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp, dann n kkkekekekekkekekkekekekekkekekkkekkkekekekekkkkkkekekkkkkekkkekkkkkkkkkekkekkekekekkekkkekekekekkekekekekekekekkekkkkkekekekekkekekekekekekekkekekkekekekkkkkkkekekkekekekekkkekekeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeg baruuu tid konnnsum unittt bis sisteeema untuuuk m dalaaam p

2.3...111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111

gaggaaaaaasasasasasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan dilaaaaaaaaaaaaaaaaaaakuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakukukukkkkkukkkukkukukukukkkukkukukkukukukkukkukukukkkkukkkkukkkkkukkukkkkukkkkukukkukukukkukukukkukukukukukukukukukukukukkukukukukukukukukkukukukukukkkukukukukukukukukukukkukkkukkukukkkukukukukuuuuuuuukuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk yannggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg s s s s s s ssssssssssssssssesssssssssssssssssseee mannananananaaaaaaaaaaaaaaajeaaaaaaaaaaaaaaaaaajejejejejejejejejejjejjejjjejejeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeemmmm

prodddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddduuuukukuukukuukukukuukukukukukukuuukukukuukukukukukukukukukkkk-kkkkkkkkkkkkk-

(24)

pemikiran produk baru. Konsumen merupakan titik awal paling logis untuk mencari gagasan-gagasan produk baru disamping itu tersedia pula sumber lain misalkan, produk pesaing, wiraniaga, distributor, biro iklan dan sebagainya.

Gambar 1. Langkah-langkah Penting Pengembangan Produk Baru (Doyle. 1998) Biasanya gagasan yang muncul dari sisi teknologi pemisahaan cenderung akan dirumuskan dalam technological terms (misalnya, gagasan mobil baru didasarkan pada desain yang diperbaiki untuk aerodinamis) atau karakteristik fisik (seperti ponsel baru yang lebih ringan dan kecil). Bila gagasan berasal dari konsumen atau distributor, kecenderungannya adalah bahwa ide tersebut dijabarkan dalam konteks manfaat pemecahan masalah (misalnya, koper atau tas yang dapat mudah dimasukkan ke dalam overhead compartment di pesawat). Oleh sebab itu, konsep produk baru harus dinyatakan dalam dua aspek: (1) spesifikasi manfaat yang bakal diterima oleh para pelanggan potensial; dan (2) definisi atribut fisik atau teknologi yang dapat menghasilkan manfaat-manfaat tersebut.

Ada beberapa teknik yang dapat membantu setiap individu dan kelompok dalam organisasi untuk menghasilkan ide-ide yang lebih baik, diantaranya : (1) Daftar atribut Teknik ini memerlukan daftar atribut-atribut utama dari produk lama dan memodifikasi setiap atribut dalam upaya mencari produk yang lebih baik. Misalnya sebuah obeng. Atributnya adalah batangan besi bundar, pegangannya dari kayu, dioperasikan secara manual, dan tenaga putarannya diperoleh dari kegiatan memutar, (2) Kemudian suatu kelompok mempertimbangkan cara untuk meningkatkan kinerja atau daya tarik produk. Batangan bundar tersebut dapat diubah menjadi segi enam sehingga dapat ditambahkan pegangan untuk memperkuat tenaga putaran, tenaga listrik dapat menggantikan tenaga manusia, tenaga putaran dapat dihasilkan dengan mendorong. Ide-ide yang bermanfaat dapat diperoleh melalui cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti : dapatkah digunakan untuk kegunaan lain, disesuaikan, Pengumpulan

Gagasan

Penyaringan Pengujian dan

Pengembangan Konsep

Analisa Usaha Pengembangan Produk

Pengujian Pasar Komersialisasi Pengambangan Strategi Pemasaran pemmmikir

gaggasan proddduk

G Ga Gaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaammmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

diruumummmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmummmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu paddadaaa d d ddddddddddddddddddddddddddddddddeddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddeeeeeee baruuu yyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyya disttritriiiiibubbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbububububbbubbubbbbubbbubbubububbububbubbbbbbubububbbubbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbububbbubububbbbbbbubbbubbu mannfnffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffffaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ke ddaldaaaaalaalaaalaalaalaaalalalalaaaalalalalaalalaaalaaalaalalalaaaalalaalaaaaalaaaaalalalalalalalalalalalalalalalaaalalalalalalalalalaalalalalaalalalalalalalalalalalalalalallalllllllllllllllllllllllllllllllllllllaaaa haruuus d paraaa pe mennngha

dalaaam o atribbbut memmomomommomomomomomomomommomommmomomomomomomomomomomomomommmomommomomommomomomomomomomomomomomomomomomomommomomomomomomomomomooooooooooooooooooooooooooooooooooooodddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd sebuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuahuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuahahaahahahahaaahahahahahahahahahahaaaaahaahaahaaahaahaahahahahahahahahaahahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahahaahahahahahahahahahahahahahahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh dioppppperpeererereererererereeererererererererererererrrrrrrrrrrrrrrrrrrarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrraaaa (2) KeKKKKeKeKeKeKKeKKeKKeKKKeKKKKKKeKKeKKKeKKKeKKKKeKKKeKKKKeKKKKKKKKKKeKKeKeKKeKKKKKKeKKeKKKeKKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKKKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKeKKeKeKeKeKeKeKeKKeKKKKeKeKeKeKKKKKKeKeKeKeKeKeKeKeKKeKeKeKKKeKeeeemeeeeeeemmmm atauuuuuu d d d d ddddddddddddddddddddddddaddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sehiinginnnnngngnnnnnnnnnnnngngnngnngnngngngnnnngnnngnnnnngnngngnngngngngngngngngnngnnnnnnnnngnnnngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg listrririiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kk kkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk d menndndndndnddddddddddddddddddddddddddddordddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddoooooooorooroororororoororooooroororooorororororooorrrrrrrrrrrrrrrrrr perttantaananananaaanaaaaananaananaanaaaaaaanaaanaanaaanaananananananananaanananananananaanaanananaaaanaanananannnnnynnnnnnnnnnyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy Pengummmpula Gagasaaan

(25)

diperkuat, diperkecil, digantikan, ditata ulang, dibalikatau mungkin digabungkan. (Doyle. 1998).

2.3.2 Penyaringaan

Tujuan pengumpulan gagasan adalah untuk menciptakan sejumlah besar gagasan. Tujuan selanjutnya mempersempit atau mengurangi gagasan. Langkah yang pertama diambil ialah menyaring gagasan. Penyaring bertujuan mencari dan menghilangkan gagasan buruk sedini mungkin.

Tahap penyaringan ide terdiri atas sejumlah aktivitas yang dirancang untuk mengevaluasi suatu konsep produk baru. Konsekuensinya, akan ada banyak konsep baru yang dieliminasi dalam tahap ini. Setidaknya, informasi yang diperoleh dalam tahap penyaringan dapat membantu pihak manajamen untuk: (1) memproyeksikan tingkat permintaan potensial, (2) mengidentifikasi peluang keberhasilan produk, dan (3) memperkitakan tingkat kanibalisasi. Kegiatan-kegiatan penyaringan dapat meliputi studi potensi pasar (market potensial studies), pengujian konsep (concept test), dan model skoring (scoring model) (Doyle, 1998).

Dalam penyaringan ide, perusahaan harus menghindari dua jenis kesalahan. Yang pertama adalah menolak ide yang sesungguhnya bagus, dan yang kedua adalah menerima dan meneruskan ide yang buruk ke tahap pengembangan dan komersisasi. Dalam hal ini, kita dapat membedakan tiga jenis kegagalan produk. Pertama, kegagalan produk yang absolut, yaitu kegagalan yang menimbulkan kerugian, di mana penjualan tidak dapat menutupi biaya variabel. Kedua, kegagalan produk yang bersifat parsial, di mana ini menimbulkan kerugian tetapi penjualannya dapat menutupi biaya variabel dan sebagian biaya tetap. Sedangkan yang ketiga, kerugian produk relatif adalah jenis kegagalan produk yang memberikan laba yang lebih kecil daripada sasaran tingkat pengembalian yang diharapkan perusahaan.

2.3.3 Pengembangan dan Pengujian Konsep

Gagagsan yang lolos penyaringan harus dikembangkn menjadi konsep produk. Gagagsan produk yang oleh perusahaan dianggap biasa ditawarkan ke pasar. Tanggapan yang diberikan konsumen bisa membantu perusahaan untuk memutuskan konsep mana yang paling menonjol. Jika tanggapan konumen ternyata pasti membeli maka produsen akan memperhitungkan angka-angka ini dengan hasil populasi kelompok sasaran yang bersangkutan untuk memperkirakan volume penjualan. Akan dipeeerku

(Doooyle.

2.3...2

gaggasan pertttama menngngnngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngnggggggggggggggggggggggggggggghigggggggggggggggggggggggggggggggggggghhhihhhhhihhhhihihhhihihihihhihihhihhihhhhhhhhhhhhhihhhihhhihhihihihhihhihihhihihhhihihihihihihihihihihihihihihhhihihihhhihihhihihihhhihihiiiiiiiiiiiiii

menngngggggggggggggggggggggggggggggeggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeveeeeveeeeeveeeeeeeeveeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeveeeee baruu yu yyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyayyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyaaaa tahaap apppppppppppppppppppp ppp p p ppp ppppp pppppppp ppppppppppppppppppppppp tingggkakakakakakkaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttttttttttttttttttttttttttttttt ttttttttttttttttt (3) mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mellipulpuppppupuppuppupuppupuppupupupupuppupppppppppppupppupuppuppupppupupupupupupupupupupuppupupppupupupupupupupuppupuppuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut test)),),,, d d dddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddda

Yanngngggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggg p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p p ppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppp menneneeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeereeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrirrrirrrrrrrrrrrrrrrrririririrrrrrrrrrrrrrirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrm Dallam keggagal mannna p bersssifat mennnutu proddduk dariipaipapapapappapappappapapapapappappapapapapapapapapapappapapapapapappapapapapapapapapapappapapapapapapapapapapapappapapapappappapapapapapapapapapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaadddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd

2.3.....3.33333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333333

Gaggagggaggagaggagagagagagagagagagagaggagagagggggggagagagagggagggagaggagaggagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagagaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggsggggggggggsgggggggsgsgsggggggggggggggggggggggggggggggggg Tanngnggggggggggggggggggggggggaggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggggaggggggggggggggggggggggggggggagaggagagagagagagagagagagagaggagagggagagagagagagagagagagaggagagagagaggagaggagagggggagaaaaaaappp

(26)

tetapi, sebaiknya perusahaan tidak menggunanakan angka ini sebagai patokan yang pasti sebab bisa saja konsumen berubah pikiran.

Pengujian konsep merupakan metode yang berusaha mengukur minat pembeli suatu produk sebelum prototype aktualnya dikembangkan. Pengujian ini bermanfaat untuk memberikan semacam wawasan atau gambaran bagi pihak manajemen mengenai tantangan pemasaran spesifik yang harus diatasi jika perusahaan akhimya mengkomersialisasi ide produk baru tersebut. Manfaat lainnya adalah untuk membantu upaya memproyeksikan kemungkinan.terjadinya dan tingkat kanibalisasi. Dalam pengujian ini, biasanya pembeli potensial diminta membaca pernyataan-pernyataan tentang fitur dan manfaat produk yang kadangkala disertai pula dengan visualisasinya, selanjutnya mereka diminta untuk menjawab kuesioner terstruktur berkaitan dengan produk tersebut. Konsumen diminta mengungkapkan penilaian, persepsi, dan kesediaan atau kemungkinannya untuk mencoba ide produk baru (Doyle, 1998).

2.3.4 Pengembangan Strategi Pemasaran

Seandainya sebuah konsep produk berhasil dengan baik, langkah selanjutnya adalah melaksanakan pengembangan strategi pemasaran yang menjelaskan ukuran, struktur dan tingkah laku sasaran, penempatan produk yang telah direncanakan, penjualan, bagian pasar, serta sasaran keuntungan yang akan dicari pada beberapa tahun pertama.

Suatu ide produk baru perlu dijelaskan dalam bentuk standar yang menggambarkan ide produk, pasar sasaran dan persaingannya, serta memberikan perkiraan kasar mengenai ukuran pasarnya, harga produk, waktu dan biaya pengembangan, biaya produksi, dan tingkat pengembalian. Kemudian setiap ide yang ada dibandingkan dengan sejumlah kriteria.

2.3.5 Analisis Usaha dan Pengembangan Produk

Apabila konsep produk lolos dari uji analisis usaha, konsep itu lalu menuju riset dan pengembangan atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi produk fisik. Sampai sekarang konsep produk hanya pada diskripsi kata, gambar, atau contoh pikiran yang kasar. Langkah ini merupakan jawaban apakah gagasan produk bisa diwujudkan ke dalam produk yang mampu dikelola secara teknik dan komersil.

Tujuan analisis usaha adalah untuk mendapatkan gambaran sejelas mungkin tentang dampak finansial yang dapat diperoleh dari memperkenalkan suatu produk tetaaappi, s

pasttti seb

suatttu pr untuuuk menngngggen menngngnngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngngggggggggggggggggggggggggggggkoggggggggggggggggggggggggggggggggggggkokokkkkokkkkokokkkkokkkokokokokokkokkkkkkkkkkkkokkkkokkkokkokokokokokokokokkkokokokokkokkokokokokokokokkokokokkkkkkkokokkkokokkokokokokkooooo memmbmbmbmbmbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbanbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Dallaaam mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm mmmmmmmmmmmmmm m mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm pernnyanyyyyayyyayyyayyyyayayayayayayayayyayayyyyyyyayyayyyyyayayayayyayayayayayayayayayayayayyyyayyayyayayayyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaattttt visuuualaaaalaalalalalaalaalalalalalalaalalalalalalalalalalllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllliiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisiiisisisiisiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii berkkaikaiaiaaaaaiaiaiaiaiaiaiaaaiaiaaaiaaiaaaiaaaaaiaiaiaiaiaiaiaiaiaiaaiaiaiaiaiaiaiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttatttttttttttttttttttttt perssepsepepepepepepepepepepepepepepepepepepepepepeppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppsppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppsssss (Dooyloylylylylylylylylylyylylylylylylylylylylyylylylllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllllleeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee,

2.3...44444

adallahlahahahahahahahahahahahahahahaahaahahahahaahahahahahahahahahahahahahahahahahahahahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh struuuktktktktktttttttttttttttttttttttttttuttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu penjnjnjuala tahuuun p

mennngga perkkkiraa pennngem ada dididdiddidididdididdiddididdidididddddiddididididididididididididididididididididididididdidididididididididididididididididididddidididdididdiiiiiibiiiiiiiiiiiiiiiiiibbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbabbbbbbbbbababababbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbbb

2.3.....5.555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555555

riseeeeet etttttttttttttttttttttttttttttttttt tt tt t ttttttttttttttttttttttt ddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddaddddddddadaddddddddddddaddddddddddddddaddddddddddddddadddd Sammpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmpmppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppppaiaiaaiaiaiaiaiaaaiaaaiaaaaaa

Gambar

Gambar 2. Grafik Analisis Price Sensitivity Meters
Tabel 1. Variabel yang Digunakan dalam Regresi Ordinal
Tabel 3. Usia Responden (N=30)
Gambar 4. Jenis Sapi yang Dipelihara (N=30)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Rataan koefisien cerna bahan kering dan bahan organik secara in-vitro yang dihasilkan dari wafer ransum komplit dengan bahan perekat yang berbeda pada masing-

Wafer ransum komplit adalah suatu produk pengolahan pakan ternak yang terdiri dari pakan sumber serat (rumput lapang, ampas dan pucuk tebu) yaitu hijauan dan konsentrat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sifat fisik dan daya simpan wafer ransum komplit berbasis kulit buah kakao yang dibuat pada berbagai formulasi

Rataan koefisien cerna bahan kering dan bahan organik secara in-vitro yang dihasilkan dari wafer ransum komplit dengan bahan perekat yang berbeda pada masing-

Fermentasi dengan menggunakan feses sapi pada ransum komplit yang berasal dari limbah perkebunan kelapa sawit dapat meningkatkan kandungan protein kasar dan bahan

Keuntungan wafer ransum komplit menurut Trisyulianti (1998) adalah : (1) kualitas nutrisi lengkap, (2) mempunyai bahan baku bukan hanya dari hijauan makanan ternak seperti rumput

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sifat fisik dan daya simpan wafer ransum komplit berbasis kulit buah kakao yang dibuat pada berbagai formulasi

Rataan pertambahan bobot badan (PBB) itik Peking selama empat minggu pemberian pakan wafer ransum komplit dengan menggunakan limbah kulit kopi sebagai bahan penyusun