• Tidak ada hasil yang ditemukan

A–Z Tutorial Lengkap Fotografi untuk Pemula

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "A–Z Tutorial Lengkap Fotografi untuk Pemula"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Daftar Isi

Daftar Isi

Pengantar Penulis ... 5

Daftar Isi ... 7

Bab 1 Pendahuluan ... 9

A. Sejarah Perkembangan Kamera ... 9

B. Macam-Macam Ka mera Digital ... 11

C. Cara Memilih Kamera Digital ... 24

Bab 2 Cara Menggunakan Kamera Digital ... 29

A. Mengenal Kamera Digital ... 29

B. Diafragma dan Shutter Speed ... 38

C. Manual Focus ... 41

D. Komposisi Objek ... 42

Bab 3 Tips Memotret ... 47

A. Cara Mengambil Gambar yang Baik ... 47

(2)

C. Potret Senja ... 56

D. Potret Balita ... 60

E. Potret Pengantin ... 63

F. Potret Prewedding ... 72

G. Potret Pemandangan ... 81

H. Potret Panorama (Olah Digital Photo) ... 81

I. Potret Binatang ... 86

J. Memotret Kembang Api ... 90

K. Potret Close Up ... 96

(3)

A. Sejarah Perkembangan Kamera

Perkembangan kamera digital tidak terlepas dari semakin pesatnya kemajuan teknologi in-formasi belakangan ini. Sebab, kamera merupa-kan alat yang dapat digunamerupa-kan sebagai sarana informasi.

Awalnya, kamera sangat rumit penggunaan-nya, dengan peralat an yang sederhana, seperti kertas, kayu, dan lensa. Namun, saat ini penggu-naan kamera sangat mudah dan sederhana.

Bab 1

Pendahuluan

(4)

Pada prinsipnya, cara kerja kamera adalah menangkap cahaya luar melalui ruang gelap secara seketika, yang kemudian membekas pada plat

yang biasa kita kenal dengan fi lm atau gambar negatif.

Pertama kali, kamera digital diperkenalkan oleh Sony pada tahun 1981, yang disebut mavica. Ia merekam gambar ke dalam mini disk, kemudian memasukkannya ke dalam video reader yang dihubungkan dengan monitor. Pada dasarnya, ia hanya mengalihfungsikan sebuah perekam video menjadi kamera. Namun, sebagian kalangan tidak menyebutnya sebagai kamera digital karena ia tidak menggunakan sensor megapixel. Ia hanya mengubah gambar bergerak pada gambar tidak bergerak.

Pada tahun 1986, barulah perusahaan Kodak mulai menggunakan kam-era yang dilengkapi dengan sensor MP hingga dapat menangkap 1,4 juta

pixel. Kamera tersebut mampu menghasilkan ce-takan dengan kualitas ba-gus (di masanya) di atas media yang lebar.

Kamera digital per-ta ma untuk tingkat kon su men pasar yang disam bungkan langsung menggunakan USB adalah kamera jenis QuickTake 100 Aplle (17 Februari

(5)

1994), kamera Kodak DC40 (28 Maret 1995), dan Casio QV-11 (dengan monitor LCD, akhir 1995).

Hingga saat ini, kamera digital semakin dikembangkan, baik dari sisi teknologi pencahayaan maupun daya tangkap lensanya. Sejauh informasi yang ditangkap oleh penulis, kamera digital standar terbaru tahun 2011 adalah Fujifilm FinePix HS10 Black dengan 30x optical zoom.

B. Macam-Macam

Ka-mera Digital

Berdasarkan kamera yang banyak beredar di pasaran, ka-mera terdiri atas beberapa jenis. Namun, di kalangan umum, ter-da pat dua jenis kamera, yaitu kame ra saku dan kamera profe-sional.

Gam bar 3. Kodak DC40

Gam bar 5. Fuj ifi lm FinePix HS10 Black

(6)

1. Kamera

Saku

Sesuai dengan namanya, ka-mera saku adalah jenis kaka-mera yang berukuran kecil dan dapat di-masukkan ke dalam saku. Kamera ini memiliki fi tur yang sederhana dan jangkauan shutter speed yang kecil. Meskipun demikian, kamera tersebut tetap memiliki daya tang-kap serta kualitas gambar yang beragam.

Sesuai dengan

namanya, kamera

saku adalah jenis

kamera yang

berukuran kecil dan

dapat dimasukkan ke

dalam saku. Kamera

ini memiliki fitur

yang sederhana dan

jangkauan shutter

speed yang kecil.

(7)

Sekilas, dua kamera tersebut tampak tidak jauh berbeda dari sisi fi turnya: sama-sama kamera saku. Namun, kedua jenis kamera ini memiliki dua perbedaan yang signifi kan. Jenis Power Shot memiliki spesifi kasi 4x optical zoom yang dapat menghasilkan gambar lebih tajam saat jangkauan lensa tidak memungkinkan. Sedangkan kamera kedua mempunyai spesifi kasi 3x

optical zoom. Tentu, jangkauannya pun lebih pendek dibandingkan dengan kamera jenis pertama.

Selanjutnya, kita dapatkan kelebihan pada kamera kedua, yaitu IS atau

image stabilizer. Kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera jenis kedua ini lebih maksimal dibandingkan dengan kamera pertama yang tidak memiliki

fi tur IS. Sehingga, untuk mendapatkan hasil yang maksimal membutuhkan

tripod agar saat mengambil gambar tidak bergoyang.

(8)

Ukuran pixel dari dua kamera tersebut terpaut jauh. Semakin kecil ukuran pixel, maka media gambar (cetak atau tampilan) akan semakin kecil pula. Jika dipaksa diperbesar maka akan ngeblur atau pecah. Ukuran 4 mega pixel sudah cukup bagus untuk dicetak di atas media hingga 100 cm 70 dpi. Mata fi sik kita tidak mungkin untuk meneliti detail susunan warna yang terdapat pada gambar yang dicetak tersebut.

Apabila kita meneliti lebih jauh pada dua kamera tersebut, maka pada kamera pertama menunjukkan 5.4-21.6 mm 1:2.8-5.8. Itu artinya bahwa kemampuan jarak fokal (focal length) pembesaran minimum diafragma adalah 2.8, sedangkan pada pembesaran maksimum sebesar 21.6 diafragma, serta penurunan maksimum adalah 5.8. Dengan demikian, intensitas cahaya yang dapat ditangkap menjadi berkurang.

Sedangkan kamera yang kedua menunjukkan angka 6.2-18.6 mm 1:2.8-4.9. Dengan kondisi seperti ini, kamera pertama lebih banyak pilihan untuk menghasilkan jenis jepretan.

2. Kamera Semipro dan Prosumer

(9)

Kamera prosumer memiliki fi tur yang hampir menyerupai jenis kamera DSLR, dengan tetap menjaga prinsip kemudahan dalam penggunaannya. Dilihat dari fungsi dan pengaturannya, kamera ini tidak jauh berbeda dengan kamera saku extended yang dilengkapi dengan optical zoom. Artinya, secanggih apa pun kamera saku tidak lebih rumit jika dibandingkan dengan kamera semipro.

Sejauh pemahaman penulis, perbedaan yang mendasar antara kamera saku dengan kamera semipro terletak pada jangkauan

optical zoom (10x–30x optical zoom) serta fi tur diafragma dan jangkauan ISO yang lebih luas pada kamera semipro. Sedangkan secara fisik, kamera semipro memiliki postur yang lebih tebal dan berat dibandingkan dengan kamera saku, namun belum masuk ke dalam kategori kamera DSLR karena lensanya bersifat built-in.

Perbedaan mendasar kamera semipro dengan kamera profe-sional adalah pengaturan lebih sedikit dan lensanya tidak dapat diganti-ganti.

(10)

Sementara itu, kamera prosumer menyerupai ka-mera DSL dari sisi fi turnya. Kamera tersebut bentuknya tebal dan memiliki sensor image (penangkap gambar) yang lebih detail dibanding-kan dengan kamera saku.

Kamera ini, biasanya, dimiliki oleh orang yang hobi di bidang fotografi . Hal terse-but dikare nakan diperlukan untuk dokumentasi dan menghasilkan gambar yang artisitik dengan teknik ter-tentu. Lensa yang ditanam-kan pada kamera prosumer hampir setara dengan lensa yang ada pada kamera DSLR. Apalagi, jika lensa built-in-nya berasal dari lensa merek terkenal. Berikut adalah be-berapa kamera prosumer beserta spesifi kasinya.

Gam bar 8. Kam era sem ipro m erek Canon sx20 is

(11)

Gam bar 10. Kam era prosum er

Spesifi kasi:

Merek dan tipe : Olympus SP-800UZ

Optical zoom : 30x

Resolusi gambar : 14.0 Megapixels

Max diafragma : f2.8-f5.6

ISO : Auto, High Auto, 50–3200

(12)

Spesifi kasi:

Merek dan tipe : Nikon CoolPix L110

Optical zoom : 15x Resolusi gambar : 12MP Max diafragma : 3.5-5.4

ISO : 80–6400

(13)

Spesifi kasi:

Merek dan tipe : FujiFilm FinePix S2800HD

Optical zoom : 18 Resolusi gambar : 14 Max diafragma : 3.1-5.6

ISO : Auto 50–6400

Gam bar 12. Kam era prosum er

(14)

3. Kamera

Profesional/DSLR

Jenis kamera berikutnya ada-lah kamera profesional. Kamera ini memiliki tool atau peralatan yang ribet dan kompleks. Awalnya, ka mera ini dikendalikan secara manual (tidak mengandalkan oto-matisasi), sehingga sulit untuk di-gunakan secara maksimal.

Kamera jenis

profesional

memiliki tool atau

peralatan yang

ribet dan kompleks.

Awalnya, kamera

ini dikendalikan

secara manual (tidak

mengandalkan

otomatisasi),

sehingga sulit

untuk digunakan

secara maksimal.

sehin

untu

secar

(15)

Jenis kamera ini masih terba-gi menjadi beberapa jenis, sesuai dengan lensa yang digunakan dan kebutuhan penggunanya. Bisa dibilang bahwa kamera terse-but sebagai tempat lensa. Sebab, tanpa lensa eksternal, kamera ini tidak dapat digunakan.

Jenis lensa ini sangat seder-hana dan dapat digunakan un-tuk mengambil gambar potret dan close up. Fungsinya, untuk mempertajam hasil bidikan dari pengolahan diafragma/bukaan, ISO, serta pengaturan lainnya, yang dapat mengurangi kualitas gambar tersebut. Maka dari itu, lensa ini hanya memiliki satu rentang fokal, sehingga tidak bisa melakukan zooming. Beberapa lensa prime yang sering digu-nakan antara lain 50mm, 85mm, 135mm, dan 300mm. Berikut adalah beberapa jenis lensa.

Gam bar 14. Lensa prim e at au fi xed focal lengt h

(16)

Lensa ini tidak jauh berbeda dengan lensa yang terdapat pada kamera biasa, yaitu hanya memi-liki pengaturan analog (non digi-tal) untuk mengatur focus. Lensa tersebut sering disebut juga lensa jalan-jalan. Rentang fokal yang dimiliki oleh lensa ini antara 16–85 mm. Biasanya, lensa jenis ini dijadikan sebagai alternatif pertama pelengkap kamera pro-fesional. Bahkan, sebagian peru-sahaan menyertakan lensa ini sebagai paket dalam penjualan kamera profesional.

Lensa wide angle zoom biasa digunakan oleh fotografer yang suka dengan objek pemandangan karena memiliki kemampuan untuk menangkap bidang yang luas. Lensa ini biasa dimiliki oleh perusahaan arsitek untuk mengambil gambar yang luas.

a a -a a l a s

Gam bar 16. Lensa w ide angle zoom

Lensa wide angle

zoom biasa

digunakan oleh

fotografer yang

suka dengan objek

pemandangan

karena memiliki

kemampuan

(17)

Lensa telephoto biasa di-sebut lensa tele. Dilihat dari bentuknya, lensa ini dikhusus-kan untuk fotografi jarak jauh, seperti pengambilan gambar hewan, sepak bola, jurnalis-tik, dan lain sebagainya. Lensa tersebut memiliki kemampuan mengkompresi latar belakang objek sehingga latar belakang

ngeblur-nya tidak dipunyai oleh lensa yang memiliki spesifi kasi di bawah lensa ini.

Gam bar 17. Lensa t elephot o zoom

(18)

Disebut lensa super zoom karena memiliki kelebihan sebagaimana yang terdapat pada lensa zoom dan telephoto. Rentang fokal lensa ini lebar, yaitu berada di kisaran 18 mm hingga telephoto 270 mm. Namun, lensa ini hanya digunakan bagi orang yang malas gonta ganti lensa dan untuk menghemat biaya.

C. Cara Memilih Kamera Digital

Bagi orang awam, memilih kamera digital di sebuah toko kamera tentu membingungkan. Terdapat beberapa pandangan bahwa kamera yang bagus

Bisa jadi, kamera

dengan kualitas

mega pixel yang

lebih rendah,

harganya lebih

mahal dibandingkan

kamera yang

mega pixel-nya

lebih tinggi. Jadi,

ukuran mega pixel

tersebut bukanlah

patokan utama

untuk menentukan

adalah yang memiliki kualitas mega

pixel yang tinggi. Semakin tinggi mega pixel-nya maka kualitas dari kamera tersebut semakin bagus.

(19)

Ada beberapa tips untuk memilih kamera digital. Berikut beberapa tips tersebut.

1. Menyesuaikan Dana yang Tersedia

Sebelum Anda menentukan jenis kamera yang diinginkan, tentukan dulu

budget dana yang tersedia. Misalkan, Anda memiliki uang 5 juta (selain uang transport dan jajan), maka budget yang perlu Anda tetapkan adalah antara 4,25 juta sampai dengan 4,5 juta. Sehingga, si penjual akan menawarkan jenis kamera yang berada pada kisaran harga tersebut. Bahkan, bisa jadi lebih kecil dari budget yang kita ajukan, namun memiliki fi tur yang jauh lebih baik dibandingkan kamera dengan harga yang lebih maha.

2. Menyesuaikan

Kebutuhan

Sesuaikan model dan fi tur kamera yang hendak dibeli dengan kebutuhan Anda. Misalnya, Anda membutuhkan kamera untuk keperluan jalan-jalan, memotret pemandangan, studio foto sederhana, atau suka mengambil gambar binatang. Oleh karena itu, dalam membeli kamera harus disesuaikan dengan keperluan Anda.

3. Menentukan Fitur Kamera

Setelah Anda menentukan kebutuhannya, maka yang perlu Anda teliti adalah fi tur-fi turnya. Beberapa fi tur yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

(20)

b. Jangkauan maksimal diafragma/bukaan.

c. Jangkauan ISO, yaitu kepekaan cahaya yang dibutuhkan saat gelap. d. Tombol shutter. Hampir semua jenis kamera digital menggunakan

tombol shutter 2x. Bahkan, kamera yang terdapat pada sebagian telepon genggam menggunakan jenis tombol ini. Namun, ada beberapa jenis kamera saku yang masih menggunakan tombol shutter 1x.

e. Jangkauan shutter speed. Pada kamera semipro, dengan spesifi kasi 10MP dan 10x optical zoom, biasanya memiliki 15 hingga 1/2500 detik.

f. Jendela bidik. Jendela memiliki banyak fungsi dibandingkan dengan lcd yang terdapat pada kamera. Ada dua jenis jendela bidik. Pertama, jendela bidik secara langsung. Artinya, terdapat lensa penghubung yang tembus pada bagian depan. Jendela bidik ini kurang baik karena tidak menampilkan gambar aslinya. Kedua, jendela bidik tidak langsung. Artinya, jendela bidik tersebut menggunakan cermin pemantul yang dihubungkan secara langsung pada lensa kamera sehingga menghasilkan

zoom dan focus yang sebenarnya.

4. Menentukan Kualitas Gambar

(21)

5. Menentukan Jenis Sensor yang Digunakan

Dalam sebuah kamera, terdapat dua jenis sensor atau penangkap gambar, yaitu CMOS dan CCD. Dari segi harga, sensor CMOS lebih terjangkau dibandingkan dengan CCD. Dari segi daya (ketahanan) baterai, sensor CCD lebih boros dibandingkan dengan CMOS. Kedua sensor ini masih ada di pasaran.

Lantas, di mana letak kelebihan sensor CCD? Sensor ini lebih peka terhadap cahaya dibandingkan dengan sensor CMOS. Selain itu, sensor tersebut tergolong low-noise, sehingga dari sisi pencahayaan kurang mampu menghasilkan gambar dengan kualitas yang bagus.

Sementara itu, semua spesifi kasi kamera terdapat pada bagian depan lensa. Dan, yang terpenting adalah harus memperhatikan jangkauan

Pilihlah jangkauan

shutter speed yang

terluas. Apabila

harga dua buah

kamera hampir

sama, cari kamera

dengan diafragma

terluas, demikian

seterusnya.

pengaturan yang terdapat pada sebuah kamera, sebagaimana telah diulas sebelumnya pada bahasan mengenai kamera saku.

(22)
(23)

Setelah kita mengetahui macam-macam dan cara memilih kamera, maka yang perlu kita ketahui selanjutnya adalah cara menggunakan kamera tersebut. Sebagaimana telah dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa beberapa komposisi pengaturan penggunaan kamera secara manual antara lain shutter speed, diafragma/bukaan, ISO, focus, dan zoom bagi yang jaraknya tidak memungkinkan.

A. Mengenal Kamera Digital

Setelah kita mengetahui beberapa jenis kamera digital, maka hal yang perlu diketahui berikutnya adalah bagian-bagian kamera tersebut, baik kamera saku maupun kamera profesional.

Bab 2

(24)

Kamera saku memiliki bagian-bagian yang hampir sama dengan kamera semipro. Berbeda halnya dengan kamera profesional yang memiliki bagian-bagian yang rumit.

Sebelum membahas tentang kamera saku dan profesional, akan dibahas terlebih dahulu mengenai istilah-istilah penting dalam menggunakan ka-mera.

1. Mengenal Pengaturan Kamera Digital

Ada beberapa hal atau istilah yang perlu diketahui dalam pengaturan kamera digital.

(25)

Umumnya, jangkauan kecepatan shutter pada kamera profesional adalah 30 hingga 1/4000 detik. Artinya, apabila kita menentukan kecepatan shutter

15 detik, maka lensa akan terbuka selama 15 detik dan mengolah cahaya apa saja yang terekam dalam waktu 15 detik tersebut, termasuk goyangan kamera.

Kedua, diafragma. Diafragma adalah bagian terpenting dalam menentukan kadar cahaya yang akan diserap gambar melalui bukaan. Semakin kecil nilai pengaturan diafragma maka bukaannya semakin lebar, demikian juga sebaliknya. Nilai diafragma juga mempengaruhi fokus setiap komposisi objek. Perhatikan gambar berikut.

(26)

Diafragma adalah

bagian terpenting

dalam menentukan

kadar cahaya yang

akan diserap gambar

melalui bukaan.

Semakin kecil

nilai pengaturan

diafragma maka

bukaannya semakin

lebar, demikian

juga sebaliknya.

Gam bar 3. Perbedaan penggunaan diafragm a/ apert ure

(27)

5. Pengenalan Jenis Tombol Kamera Digital

Setiap kamera memiliki cara penggunaan yang berbeda-beda. Akan tetapi, semuanya memiliki konsep penggunaan seperti yang dijelaskan sebelumnya. Perbedaan antara kamera semipro dengan kamera profesional terdapat pada tombol-tombol pengaturannya.

Kamera memiliki dua jenis tombol pengaturan, yaitu analog dan digital. Tombol analog adalah tombol yang diaplikasikan pada pengaturan secara langsung, seperti pengaturan zooming pada kamera profesional, yang tidak melalui proses digital. Berbeda halnya dengan kamera saku yang tidak memiliki tombol analog sama sekali. Meskipun demikian, nilai perubahan dari tombol analog ini tetap bisa dilihat di layar LCD.

Sedangkan tombol digi-tal adalah tombol yang diap-likasikan melalui proses digi-tal. Dengan hanya menekan tombol klik, kita bisa meli-hat perubahan pengaturan tersebut di LCD kamera.

Tombol yang terdapat dalam kamera saku lebih sederhana dibandingkan de-ngan tombol yang terdapat pada kamera profesional.

(28)

tombol utama yang terdapat pada bagian atas kamera. Selain itu, ada juga jenis tombol bulb, yaitu tom-bol shutter yang dapat diatur ses-uai dengan keinginan penggunanya. Semakin lama tombol bulb ditekan, maka akan semakin lambat proses

shutter speed yang diinginkan.

Tombol yang

terdapat dalam

kamera saku

lebih sederhana

dibandingkan

dengan tombol

yang terdapat

pada kamera

profesional. Secara

umum, terdapat

3 tombol utama

yang terdapat pada

bagian atas kamera.

yang terdapa

bagian atas

(29)

Tombol nomor 1 digunakan untuk memilih set yang telah ditentukan oleh pabrik. Beberapa pilihan tersebut terdapat huruf M, yang artinya manual. Di sinilah, kita menentukan nilai atau parameter yang akan digunakan untuk menentukan pengaturan pengambilan gambar secara manual. Meskipun demikian, dalam menentukan focus, kita perlu membuat pengaturan lagi agar menjadi manual.

Tombol nomor 2 terdapat dua tombol yang dapat digunakan secara terpisah. Tombol pertama adalah zooming yang diputar ke kanan dan kiri. Sedangkan tombol kedua (bagian tengah) adalah tombol shutter. Pada tombol ini, terdapat dua tahapan jepret. Tekanan yang pertama (1/2 tekan) untuk menentukan auto fokus, dan parameter lainnya yang menggunakan

mode auto—baik full auto maupun auto focus. Sedangkan tekanan kedua (penuh) adalah proses pengambilan gambar.

Gam bar 6. Tom bol belakang kam era

Tombol nomor 3 adalah tombol power yang digunakan untuk menghidupkan atau me matikan kamera.

[image:29.519.73.485.246.585.2] [image:29.519.199.493.369.589.2]
(30)

Pada gambar tersebut, ter-dapat beberapa tombol standar. Sebelum membahas tombol-tombol ini, pastikan terlebih da-hulu untuk mengaktifkan mode manual, sebagaimana yang di-jelaskan sebelumnya. Sebab, beberapa fungsi akan nonaktif dengan penggunaan auto set.

Tombol 1 adalah playback, yang digunakan untuk melihat hasil jepretan. Tombol 2 adalah

face selection, yang berfungsi mengaktifkan auto face. Tombol 3 berfungsi menghapus gambar saat menampilkan hasil jepretan. Tombol ini juga berfungsi sebagai switcher/pengubah pengaturan

shutter dan diafragma. Tombol 4 berguna mengubah ISO. Tombol

Gam bar 7. Rincian t om bol belakang kam era canon SX130I S

[image:30.519.245.447.101.458.2]
(31)

Selain itu, terdapat pula tombol putar yang ditandai dengan arah lingkaran. Tombol ini memiliki be-berapa fungsi, di antaranya untuk mengubah nilai diafragma, shutter speed, dan manual focus saat aktif.

Sementara itu, kamera profe-sional memiliki tampilan tombol yang tampak rumit. Meskipun

de-Tombol playback

digunakan untuk

melihat hasil

jepretan. Sedangkan

tombol face

selection berfungsi

mengaktifkan

auto face.

mikian, prinsip kerjanya sama: shutter speed, diafragma/bukaan, kepekaan cahaya ISO, dan focus. Perhatikan gambar berikut.

[image:31.519.72.351.338.570.2]
(32)

Apabila kita perhatikan gambar tersebut, icon untuk melakukan pengaturan tidak jauh berbeda dengan pengaturan yang digunakan kamera jenis semipro. Kelebihan dari kamera profesional adalah terdapat tombol analog lensa untuk mengatur zoom atau focus.

B. Diafragma dan Shutter Speed

Diafragma merupakan hal terpenting dalam membuat pengaturan kamera. Dengan mengandalkan diafragma, kita bisa menjadikan jangkauan

focus yang lebih variatif. Diafragma atau aperture atau biasa juga disebut dengan bukaan berfungsi mengatur besar atau kecilnya lubang intip lensa

Gam bar 9. Tom bol kam era profesional lainnya

[image:32.519.194.446.108.326.2]
(33)

yang berada di sebelah shutter. Pengaturan diafragma biasa ditandai dengan tulisan f/angka pada layar LCD, seperti f/1.2 atau f/1.4.

Fungsi diafragma ini digunakan untuk mengatur ketajaman ruang yang terdiri atas beberapa komposisi objek serta kuantitas cahaya yang akan diambil. Nilai pada bukaan diafragma yang dilakukan terhitung dari tepi bukaan, bukan pada tengah atau diameter bukaan. Perhatikan gambar berikut.

[image:33.519.133.427.236.613.2]
(34)

Pada gambar tersebut, dapat dipahami bahwa semakin kecil nilai atau angka diafragma (f/2), maka semakin besar lubang atau diame-ter bukaan diame-tersebut. Begitu juga sebaliknya.

Sedangkan shutter speed adalah kecepatan buka penutup cahaya yang bergerak seketika dari terbu-ka sampai tertutup lagi. Saat penu-tup tersebut terbuka, cahaya akan masuk dan menyinari fi lm atau sen-sor. Kecepatan inilah yang diguna-kan untuk mengukur tingkat

keta-Shutter speed adalah

kecepatan buka

penutup cahaya

yang bergerak

seketika dari terbuka

sampai tertutup

lagi. Saat penutup

tersebut terbuka,

cahaya akan masuk

dan menyinari

film atau sensor.

jaman hasil sebuah gambar. Untuk mendapatkan gambar yang tajam pada objek bergerak, maka gunakan pengaturan shutter speed yang tinggi.

Nilai pengaturan shutter speed menggunakan satuan detik. Masing-masing kamera digital memiliki jangkauan yang berbeda-beda, antara 30 detik hingga 1/4000 detik.

(35)

Gam bar 11. Keseim bangan diafragm a dan shut t er speed

C. Manual Focus

Umumnya, manual focus diatur secara otomatis pada kebanyakan jenis kamera digital, meskipun telah menggunakan manual mode. Hal ini berkenaan dengan jarak titik api atau focus yang sulit diperkirakan, sehingga akan menghabiskan waktu yang lama untuk menghasilkan satu gambar.

[image:35.519.111.414.99.382.2]
(36)

lebar bukaan (yang artinya se-makin rendah nilai diafragma; f/2.8 < f/3), maka akan meng-hasilkan kedalaman focus yang sempit (hanya sebagian ke-cil dari titik api yang tajam). Perhatikan gambar di samping.

Penggunaan manual focus

setiap kamera berbeda-beda satu sama lain. Pengaturan ma-nual focus pada kamera canon sx120is atau sx130is terdapat pada tombol MF. Apabila tipe kamera yang Anda miliki ber-beda dengan jenis tersebut, se-baiknya Anda membaca terlebih dahulu petunjuk pemakaiannya.

Gam bar 12. Kedalam an focus yang sem pit

D. Komposisi Objek

[image:36.519.242.448.103.394.2]
(37)

Elemen-elemen dasar yang ter-dapat pada komposisi objek antara lain sebagai berikut.

1. Objek

Objek adalah titik focus atau target bidik yang menjadi hal utama dalam sebuah gambar yang dihasilkan. Dalam meletakkan objek, seorang fotografer harus mencari posisi (dalam frame) objek pada titik pandang yang enak dilihat. Titik pandang yang harus ditentukan

Komposisi objek

yang baik akan

menghasilkan

gambar yang bagus,

memiliki daya tarik,

enak dipandang,

dan terutama

mengedepankan

point of

interest-nya atau maksud

dari foto tersebut.

oleh seorang fotografer tidak harus berada di tengah frame, melainkan menyesuaikan dengan objek di sekitarnya.

(38)

2. Warna

Elemen kedua dari objek adalah warna. Warna sangat mempengaruhi daya tarik sebuah gambar. Gambar yang memiliki point of interest dapat dengan mudah diketahui pesan yang hendak disampaikan oleh orang yang melihatnya. Untuk mendapatkan hal tersebut, usahakan antara objek dan warna background memiliki perbedaan, sehingga maksud dari gambar tersebut mudah terbaca.

3. Line atau Garis

Kebanyakan gambar memiliki garis lurus maupun lengkung, yang berguna untuk meningkatkan daya tarik sebuah gambar. Perhatikan gambar berikut.

[image:38.519.12.454.101.341.2]
(39)

Gambar tersebut memiliki dua garis, yaitu garis horizon dan garis pasir di pantai. Sedangkan point of interest-nya adalah siput laut. Pertama kali melihat gambar tersebut, maka kita akan mengatakan “ini gambar siput”, bukan “ini gambar senja”. Coba bayangkan jika gambar itu tidak memiliki garis pasir atau tanpa garis horizon. Tentu saja, akan terkesan ada yang kurang dari gambar tersebut.

[image:39.519.73.514.84.334.2]

Gambar

Gambar 1. Kamera tempo dulu
Gambar 2. QuickTake 100 Aplle
Gambar 3. Kodak DC40
Gambar 6. Kamera saku
+7

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.