• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEDUDUKAN HUKUM ANAK LUAR KAWIN MENURUT UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NOMOR 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KEDUDUKAN HUKUM ANAK LUAR KAWIN MENURUT UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NOMOR 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal demikian anak luar kawin, yang diakui oleh pewaris secara sah mewaris seluruh warisan (Pasal 865 KUHPerdata). 6) Anak luar kawin dan penggantian tempat. Dalam

Tidak adanya pencatatan perkawinan menyebabkan anak luar kawin tersebut tidak berhak mendapatkan warisan dari ayah biologisnya yang mengacu pada ketentuan Pasal

berjudul ― KEDUDUKAN HUKUM ANAK HASIL HUBUNGAN LUAR KAWIN ” adalah hasail karya penulis , kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan anak luar kawin dan keselarasan antara Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang

Maka dari hal tersebut hal yang mencolok dalam kategori anak luar kawin adalah anak yang dihasilkan dalam perkawinan yang sah menurut hukum agama saja, atau yang dikenal

tentang Perkawinan (selanjutnya disebut UU Perkawinan) mengatur kedudukan anak luar kawin dalam Pasal 43 (1) yang kemudian oleh Mahkamah Konstitusi (selanjutnya

Kesimpulan yang dapat diambil yaitu Kedudukan anak luar kawin dalam hukum waris itu ada 2 (dua) yaitu anak luar kawin yang tidak diakui oleh ayah dan ibu biologisnya

Dalam perkembangannya, setelah adanya undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, maka kedudukan seorang anak luar kawin secara otomatis sejak kelahirannya