Studi Kriteria Penentu saat Pangkas Tanaman Teh (Camellia sinensis (L). O. Kuntze) pada Dua Jenis Klon dan Siklus Pangkas yang Berbeda
Teks penuh
Dokumen terkait
Pengamatan dilakukan terhadap peubah yang diamati yaitu tinggi bidang petik, diameter bidang petik, tebal daun pemeliharaan, produktivitas berdasarkan umur setelah
Sedang perilaku klon/lokasi skor kenampakan hampir serupa dengan analisis skor fl avor air seduhan, klon berperilaku berbeda pada masing-masing lokasi, PGL 15, GMB 9, dan TRI
diameter bidang petik pada Blok 4 di Kebun Rumpun Sari Medini yaitu diperoleh. rata-rata tinggi bidang petik 107.4 cm dan diameter 106.7 cm (Tabel
Hasil pengamatan mandiri dari kegiatan penelitian pada aspek khusus pemetikan teh menunjukkan bahwa tinggi bidang petik, diameter bidang petik, tebal daun pemeliharaan, gilir
Hasil penelitian menunjukkan bahwa klon yang menghasilkan kualitas pucuk tertinggi adalah TPS 101/1 tidak berbeda dengan GB 7, sedangkan klon teh berpotensi hasil (berat total
Kriteria tanaman yang akan dipangkas juga telah memenuhi standar PPTK seperti, tinggi bidang petik tanaman kurang dari 120 cm, diameter bidang petik yang lebar
Penentuan daur pangkas yang optimal dapat dilakukan dengan menentukan titik potong kurva produksi marginal (PM) dan kurva produksi rata-rata (PR).. Ketiga
Ketinggian tempat lokasi penelitian yang berbeda tidak berpengaruh terhadap bobot pucuk total per plot pada masing-masing klon yang diuji, tetapi terdapat kecenderungan bobot pucuk