• Tidak ada hasil yang ditemukan

Shangri-La Hotel: Arsitektur Ikonik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Shangri-La Hotel: Arsitektur Ikonik"

Copied!
150
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK SUMUT MEDAN

CABANG ISKANDAR MUDA

Oleh :

YULI ADELINA NASUTION 112102216

PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN

PERSETUJUAN ADMINISTRASI AKADEMIK

NAMA : YULI ADELINA NASUTION

NIM : 112102216

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI

JUDUL TUGAS AKHIR : SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK SUMU CABANG MEDAN ISKANDAR MUDA

Tanggal 2014 Dosen Pembimbing Tugas Akhir

( Drs. Rasdianto, M.Si, Ak ) NIP.19550908 198103 1 005

Tanggal 2014 Ketua Prodi Diploma III Akuntansi

( Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA) NIP.19511114 198203 1 002

Tanggal 2014 Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU

(3)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS MEDAN

PENANGGUNG JAWAB TUGAS AKHIR

NAMA : YULI ADELINA NASUTION

NIM : 112102216

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI

JUDUL TUGAS AKHIR : SISTEM PENGENDALINA INTERN TERHADAP PEMBERIAN KREDIT PADA PT. BANK SUMUT CABANG MEDAN ISKANDAR MUDA

Medan, 2014

(4)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah Puji Syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang

telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga Penulis dapat

menyelesaikan tugas akhir ini yang berjudul

”Sistem Pengendalian Intern

Terhadap Pemberian Kredit Pada PT. Bank SUMUT Cabang Medan

Iskandar Muda”.

Adapun tugas akhir ini dibuat oleh Penulis dengan tujuan

untuk melengkapi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan pada Program

Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Dalam penyelesaian tugas akhir ini, Penulis banyak menerima bimbingan

dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dengan ketulusan hati, izinkanlah

penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak selaku Prof. Dr. Azhar Maksum, M.Ec. Ac. Ak, CA Dekan Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak, Drs. Rustam, M.Si, Ak, CA selaku Ketua Program Studi Diploma III

Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku Sekretaris Program Studi

Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

4. Bapak Drs. Rasdianto, M.Si, Ak selaku Dosen Pembimbing yang telah

meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dalam penulisan Tugas

Akhir ini.

5. Bapak Tumpal Pangaribuan dan Bapak T. Radek Iskandar selaku Pemimpin

(5)

6. Bapak Sofian Manurung, selaku Pemimpin Seksi Pemasaran dan Bapak Ansori

Pemimpin Seksi Operasional yang telah membantu penulis melengkapi data

yang dibutuhkan oleh penulis. Serta Bapak dan Ibu Dosen yang telah

memberikan pengajaran dan ilmu yang sangat berguna kepada Penulis selama

masa perkuliahan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

7. Secara khusus terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada kedua orang tua

Penulis Ayahanda Ihsan Sanusi Nasution, SP dan Ibunda Nur Aini Pulungan

beserta saudara kandung saya Mifta Holis Nasution S.H, Azwar Ibrahim Nst

dan Asrul Ibrahim Nasution yang selalu memberikan doa, dukungan dan

motivasi. Terimakasih untuk segala pengorbanan yang tidak ternilai. Semoga

Allah SWT membalas semua kebaikan kalian.

8. Teman-teman semasa kuliah dan magang Yuni, Rahmi, Rini dan teman-teman

lainnya. Buat sahabat saya Putri dan beserta kakak kost Terima Kasih atas

persahabatan yang tidak akan pernah penulis bisa lupakan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyajian tugas akhir ini masih banyak

terdapat kekurangan. Oleh karena itu Penulis mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun demi penyempurnaan tugas akhir ini di masa yang akan

datang. Semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca

sekalian.

Medan,

Juli 2014

(6)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ...

i

DAFTAR ISI

... iii

DAFATAR TABEL ...

iv

DAFTAR LAMPIRAN ...

v

BAB I

:PENDAHULUAN ...

1

A. Latar Belakang Masalah ...

1

B. Rumusan Masalah ...

4

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ...

4

D. Rencana Penulisan ...

6

1. Jadwal Survei/Observasi ...

6

2. Rencana Isi ...

6

BAB II

: PT. BANK SUMUT CABANG MEDAN ISKANDAR

MUDA...

8

A. Sejarah Ringkas ...

8

B. Struktur Organisasi Perusahaan ...

12

C.

Job description

...

12

D. Jaringan Usaha ...

25

E. Kinerja Usaha ...

25

(7)

BAB III : SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP

PEMBERIAN KREDIT PADA PT BANK SUMUT CABANG

MEDAN ISKANDAR MUDA ... 27

A. Jenis-Jenis Kredit ...

27

B. Proses Pemberian Kredit dan Jaminan Pemberian Kredit ...

37

C. Syarat-Syarat Pemberian Kredit ...

52

D. Sistem Pengawasan Intern Terhadap Pemberian Kredit ...

62

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN ...

72

A. Kesimpulan ...

72

B. Saran ...

72

(8)

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

1 Target Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2014 Cabang

Konsolidasi ...

77

2 Formulir Permohonan Kredit ...

78

3 Kredit Multi Guna ...

79

4 Kredit Pensiun ... 80

5 Surat Riset ... 81

(10)

*Mahasiswa

**Dosen Pembimbing 1 x

Abstract

Along with the economic growth of Medan, the hotel occupancy rate in the city

field also increased. Occupancy rate of hotels in Medan in 2010 increased by

51.19% to 53.81% in 2011. At this time of international hotels have invested and set

up a hotel in Indonesia. Hotel - The hotel stands with typical and individual identity of

any hotel is a marker of identity as well as a differentiator from other hotels.

Shangri-La Hotels and Resorts, based in Hong Kong now owns and manages

72 hotels and resorts under the brand Shangri-La, Kerry and Traders with a total of

over 30,000 rooms. The group managed the business until recently in major cities

and tourist areas in Asia Pasific. As a brand mark Shangri-La has an icon that is the

letter "S" is a symbol that represents the Shangri-La.

Keywords: Hotel, Shangri-la, Iconic.

Abstrak

Seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi kota Medan, tingkat hunian

hotel di kota medan juga mengalami peningkatan. Tingkat hunian hotel di Medan

pada tahun 2010 sebesar 51,19 % meningkat menjadi 53,81 % pada 2011. Pada

saat ini hotel dari mancanegara telah berinvestasi dan mendirikan hotel di Indonesia.

Hotel

hotel tersebut berdiri dengan ciri khas dan identitas masing

masing.Ciri

khas dari setiap hotel tersebut menjadi indentitas penanda sekaligus pembeda dari

hotel lainnya.

Shangri-La Hotels and Resorts yang berbasis di Hongkong kini memiliki dan

mengelola 72 hotel dan resorts dibawah merek Shangri-La, Kerry dan Traders

dengan jumlah total kamar lebih dari 30.000. Kelompok usaha sampai saat ini

mengelolah hotel di kota-kota besar dan daerah-daerah wisata di Asia

Pasifik.Sebagai sebuah brand mark Shangri-

La memiliki sebuah ikon yaitu huruf “S”

yang menjadi lambang yang mewakili Shangri-La.

(11)

Shangri-La Hotel 1

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Kota Medan merupakan kota metropolitan. Kota Medan merupakan sebuah kota

yang letaknya strategis dari segi business. Kota Medan sebagai kota metropolitan terus

mengalami perkembangan baik dari segi sosial maupun dari segi ekonomi.

Perkembangan ini terus mendatangkan investor ke kota medan untuk berinvestasi dan

untuk melakukan pengembangan.

Seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi kota Medan, tingkat hunian

hotel di kota medan juga mengalami peningkatan. Tingkat hunian hotel di Medan pada

tahun 2010 sebesar 51,19 % meningkat menjadi 53,81 % pada 2011 (Lihat lampiran

Tabel Tingkat Hunian Kmar Hotel). Peluang Investasi hotel berbintang di medan masih

terbuka lebar seiring dengan belum adanya pembatasan dari pemerintah mengenai hotel

berbintang. “Belum.Belum ada rencana untuk membatasi pembangunan hotel. Pasok

masih kurang, Kalau Sabtu dan Minggu sangat sulit mendapatkan kamar hotel di Medan,”

ungkap Wakil Wali Kota Medan Zulmi Eldin (dikutip tanggal 18 Maret 2013 dari

http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2012/01/peluang-bangun-hotel-di-medan-masih-terbuka-lebar/)

Perkembangan hotel di Medan memberikan sebuah respon positif dimana makin

dibutuhkannya sebuah hotel setelah dibukanya bandara Kuala Namu. Tingkat hunian

hotel bintang lima memberikan peningkatan yang signifikan dimana tingkat hunian kamar

hotel pada tahun 2010 47,44 % menjadi 50,02 % pada tahun 2011. Kompetitor pada

pasar hotel bintang 5 dimedan masih sedikit, dimana hanya tedapat 4 hotel dengan

standar hotel bintang 5 di Medan.

Pada saat ini hotel dari mancanegara telah berinvestasi dan mendirikan hotel di

Indonesia. Hotel – hotel tersebut berdiri dengan ciri khas dan identitas masing –

masing.Ciri khas dari setiap hotel tersebut menjadi indentitas penanda sekaligus

pembeda dari hotel lainnya. Indentitas – identitas inilah yang menjadi ikon yang orang

akan langsung mengenali hanya dengan melihatnya.

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN

Studi dalam tugas ini adalah untuk memberikan dasar – dasar pengembangan konsep –

(12)

1. Sebagai sebuah hotel berstandar bintang 5 di pusat kota Medan.

2. Menciptakan suatu wadah hunian sementara yang dapat memenuhi tuntutan

kebutuhan bagi para pekerja domestik dan non domestik sesuai dengan profesi

mereka masing-masing.

3. Memanfaatkan lahan kosong secara efektif.

4. Untuk menciptakan tenaga kerja.

5. Memperoleh keuntungan finansial yang sesuai dengan tujuan investasi.

6. Meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak sehingga menambah devisa

negara melalui sektor non migas.

I.3 LINGKUP PERMASALAHAN

Adapun masalah yang akan di hadapi dalam perancangan ini :

- Fungsi : .

Bagaimana menerapkan standar hotel bintang 5 yang sesuai dengan kebutuhan

pasar

Bagaimana menghubungkan fasilitas dengan fungsi bangunan.

- Kawasan :

Bagaimana memaksimalkan potensi lahan dan lingkungan sekitar

Bagaimana menjadikan sebuah Icon baru kota Medan.

Bagaimana menyesuaikan lokasi dengan fungsi bangunan.

- Arsitektural :

Bagaimana menerapkan tema dalam rancangan.

Bagaimana meneglola ruang agar saling terintergrasi.

(13)

Shangri-La Hotel 3

I.4 METODE PENDEKATAN

Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang akan dihadapi dalam proses

perencanaan dan perancangan pusat perbelanjaan maka dilakukan berbagai pendekatan

desain yaitu :

a. Studi literatur dari berbagai sumber pustaka yang berkaitan dengan peraturan yang

terkait dengan Hotel, studi banding proyek sejenis, dan studi standar-standar

arsitektural.

b. Studi banding terhadap tema sejenis.

c. Studi lapangan untuk mengetahui konsisi lingkungan dan potensi kawasan di sekitar

site bangunan.

d. Wawancara dengan berbagai pihak yang memiliki kaitan dengan perencanaan

proyek ini.

e. Membuat riset sederhana untuk penyelesain permasalahan yg ada.

f. Seleksi, yaitu menyaring, mengolah, dan merumuskan berbagai masukan

arsitektural maupun non arsitektural bagi keperluan perancangan.

I.5 LINGKUP / BATASAN

Adapun batasan dan lingkup kajian perencanaan proyek ini adalah bagaimana

mengembangkan berbagai konsep dalam merencanakan dan merancang sebuah Hotel..

Lingkup perencanaannya adalah :

 Membahas masalah-masalah yang dihadapi dalam menciptakan hunian

sarana yang nyaman bagi penghuni di pusat kota.

 Menerapkan kriteria sebuah Hotel Business di pusat kota medan.

 Menerapkan standar dari Shangri-La Hotel.

(14)

I.6 KERANGKA BERFIKIR

Latar Belakang

1.

Meningkatnya perekonomian dimedan

2.

Medan merupan pusat centra business

3.

Peluang invetasi di Medan masih terbuka lebar.

Perumusan Masalah

 Bagaimana menciptakan pola hubungan yang baik sehingga

fasilitas yang ada dapat berlangsung dengan baik.

 Bagaimana mengeterkaitkan antara lingkungan, budaya, gaya

regional, karakter masyarakat, sejarah, dll.

 Bagaimana menghubungkan bangunan yang baru terhadap

lingkungan di sekitar.

Analisa

 Analisa Kondisi Tapak  Analisa Fungsional  Analisa Teknologi

 Prinsip tema dalam desain Maksud dan Tujuan

1. Sebagai sebuah hotel berstandar bintang 5 di pusat kota Medan.

2. Menciptakan suatu wadah hunian sementara yang dapat memenuhi

tuntutan kebutuhan bagi para pekerja domestik dan non domestik

sesuai dengan profesi mereka masing-masing.

3. Memperoleh keuntungan finansial yang sesuai dengan tujuan

investasi.

4. Meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak sehingga menambah devisa negara melalui sektor non migas.

Pengumpulan Data Survey Lapangan Survey Literatur Study Banding

Design

Perancangan

Konsep Perancangan  Konsep Dasar
(15)

Shangri-La Hotel 5

1.7 SISTEMATIKA PENULISA LAPORAN

Secara garis besar, urutan pembahasan dalam penulisan laporan ini adalah

sebagai berikut :

BAB I Pendahuluan

Menjelaskan secara garis besar yang menjadi dasar perumusan perancangan

yang meliputi : latar belakang, maksud dan tujuan, masalah perancangan, pendekatan,

lingkup dan batasan proyek, kerangka berpikir, dan sistematika pembahasan.

BAB II Deskripsi Proyek

Berisi tentang pembahasan mengenai terminologi judul, tinjauan umum, tinjauan

proyek, tinjauan fungsi, dan studi banding proyek sejenis.

BAB III Elaborasi Tema

Menjelaskan tentang pengertian tema yang diambil, interpretasi tema, keterkaitan

tema degan judul, dan studi banding tema sejenis.

BAB IV Analisa Perancangan

Berisi analisa secara fisik, meliputi lokasi, eksisting, tata guna lahan, potensi, dan

kondisi site, dan analisa secara non fisik, meliputi analisa kegiatan, pengguna, jumlah

pengunjung, bentuk, dan deskripsi besaran ruang.

BAB V Konsep Perancangan

Berisi konsep perancangan hasil analisa komprehensif yang digunakan sebagai

alternatif pemecahan masalah.

BAB VI Gambar Perancangan

(16)

BAB II

DESKRIPSI PROYEK

II.1 JUDUL

Judul proyek ini adalah Shangri-La Hotel Medan dengan fungsi Condominium dan Hotel. Shangri-La Hotel Medan terdiri dari 3 kata dengan pengertian yang berbeda sebagai berikut :

Shangri-La merupakan salah satu hotel terbesar berstandar bintang 5 yang berada di bawah naungan perusahaan besar yang bernama Shangri-La Internasional,yaitu

bagian dari kelompok usaha milik Kuok Brother Company.

Hotel ialah salah satu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan bagian untuk jasa pelayanan penginapan, penyedia makanan dan minuman serta jasa

lainnya bagi masyarakat umum yang dikelola secara komersil.

(Keputusan Menteri Parpostel no Km 94/HK103/MPPT 1987)

Medan Merupakan ibukota dari provinsi Sumatera Utara.

Jadi Shangri-La Hotel Medan merupakan suatu akomodasi sebuah penginapan

di kota Medan dengan berstandar bintang lima dibawah brand Shangri-La

II.2 TINJAUAN UMUM

II.2.1 Shangri-La Hotel

Shangri-La hotel merupakan sebuah hotel yang berada di bawah naungan perusahaan

besar yang bernama Shangri-La Internasional,yaitu bagian dari kelompok usaha milik

Kuok Brother Company.Pada tahun 1971 Kuok Group mendirikan perusahaan yang

bergerak dalam bidang perhotelan yang di namakan Kuok Hotel.Berawal hanya dari 5

properti yang di miliki Singapura,Malaysia, dan Fiji dan kini usaha tersebut berkembang

pesat dan menjadi salah satu hotel bintang lima yang terkenal di dunia.

Pada tahun 1983, perusahaan berkembang pesat dan mengubah namanya menjadi

(17)

Shangri-La Hotel 7

Tillton yang berjudul Lost Horizon, yang kurang lebih artinya adalah surga, nirwana atau

paradise.

Legend of Shangri-La : “He Left extra ardinary serse of physical mental sentlement, it was

perfectly true he just liked being of Shangri-La” yang pada intinya bercerita tentang :

1. Elegensi yang tak lekang dimakan waktu ( Timeless Elegance )

2. Ketenangan dan Kesentosaan ( Tranquilty )

3. Pelayanan yang ramah dan menyenangkan ( Gracious Service )

4. Ketenangan dan kenikmatan hidup ( Comfort )

Visi Shangri-La Hotel

Visi Shangri-La adalah Hotel“The First choice for customers. Employees. Shareholders, and Business Partners” (menjadi pilihan pertama bagi para pelanggan. karyawan. pemegang saham dan rekan bisnis). Artinya:

a. Memiliki pelanggan setia yang membuat Shangri-La Hotel menjadi pilihan pertama

diantara hotel — hotel lain.

b. Menjadi pemimpin pasar sebagai tujuan Shangri-La Hotel dimana saja menjalankan

usaha.

c. Memperkuat nama Shangri-La Hotel untuk membangun landasan yang kokoh, guna

mengembangkan usaha dan terus menerus mernperoleh para pelanggan barn dan

pemilik modal.

d. Menarik dan mempertahankan orang — orang terbaik yang hermotivasi untuk

mendapatkan kesetiaan pelanggan,

e. Mencapai laba tertinggi di industri dan penghargaan.

f. Mencapai sukses secara tinansial untuk mendapat kesetiaan dad para pemegang

saham dan rekan bisnis.

Misi Shangri-La Hotel

Misi Shangri-La Hotel adalah “Delighting Customers Each and E’e,y Tinie

„(membahagiakan pelanggan selalu dan setiap saat). Artinya:

a. Membahagiakan pelanggan Shangri -La Hotel dan membuat pelanggan setia melalui

penghargaan secara pribadi, pengantisipasian kebutuhan, tleksibilitas. dan proses

(18)

b. Melarnpaui harapan para peLanggan melalui pemberian kualitas dan nilai dalam

produk — produk dan pelayanan secara konsisten.

c. Menjadi panutan dalam bidang pemberian jasa atau pelayanan.

d. Memenuhi peinberian janji besar nama besar dan semua nama yang diwakili o leh “Shangri-La”.

Shangri-La Hotels and Resorts yang berbasis di Hongkong kini memiliki dan

mengelola 72 hotel dan resorts dibawah merek Shangri-La, Kerry dan Traders dengan

jumlah total kamar lebih dari 30.000. Hotel-hotel Shangri-La adalah property bintang

lima dengan aneka ragam kemewahan fasilitas dan pelayanan. Hotel-hotel Shangri-La

terletak di Australia, Kanada, China, Fiji, Perancis, Hong Kong, India, Indonesia,

Jepang, Malaysia, Maladewa, Filipina, Singapura, Kesultanan Oman, Taiwan, Thailand

dan Uni Emirat Arab. Grup ini memiliki proyek-proyek yang sedang dikembangkan di

Kanada, China, India, Malaysia, Mongolia, Filipina, Qatar, Sri Lanka, Turki dan Inggris

Raya.

Di Indonesia Shangri-La Group telah memiliki 2(dua) hotel, yaitu :

 Shangri-La Hotel Jakarta (661 kamar)

 Shangri-La Hotel Surabaya (385 kamar)

Kelompok usaha sampai saat ini mengelolah hotel di kota-kota besar dan

daerah-daerah wisata di Asia Pasifik. Hotel-hotel yang dikelola oleh kelompok usaha tersebut

berusaha untuk mewujudkan suasana yang tenang dan harmonis dengan akomodasi yang

lengkap dan fasilitas yang memadai

II.2.2 Pengertian Hotel

Definisi hotel menurut SK Menparpostel Nomor KM 94/ HK 103/MPPT 1987 adalah suatu

jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk

menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi

(19)

Shangri-La Hotel 9

Hotel adalah sarana tempat tinggal umum untuk wisatawan dengan memberikan

pelayanan jasa kamar, penyedia makanan dan minuman serta akomodasi dengan syarat

pembayaran (Lawson,1976:27).

Hotel adalah suatu bangunan atau suatu lembaga yang menyediakan kamar untuk

menginap, makan dan minum serta pelayanan lainnya untuk umum (kamus Webster).

Jadi, dapat disimpulkan pengertian hotel adalah suatu bangunan yang menyediakan jasa

penginapan, makanan dan minuman, serta jasa lainnya yang diperuntukan bagi umum

dan

dikelola secara komersial.

II.2.3 Klasifikasi Hotel

Kriteria klasifikasi hotel di Indonesia secara resmi terdapat pada peraturan

pemerintah, yaitu SK: Kep-22/U/VI/78 oleh Dirjen Pariwisata. Klasifikasi hotel ditinjau

berdasarkan beberapa faktor, yaitu:

1. Harga jual

Klasifikasi hotel berdasarkan sistem penjualan harga kamar, di mana harga kamar yang

dijual hanya harga kamar saja atau merupakan sistem paket, yaitu:

฀ European plan hotel : hotel dengan biaya untuk harga kamar saja Keistimewaan:

฀ Praktis, banyak digunakan di hotel

฀ Memudahkan sistem billing

฀ Semua sistem pemasaran kamar kebanyakan menggunakan sistem ini\

฀ American plan hotel : hotel dengan perencanaan biaya termasuk harga kamar dan harga makan, terbagi dua yaitu:

฀ Full American plan (FAP) : harga kamar termasuk tiga kali makan sehari (sarapan, makan siang dan makan malam)

฀ Modified American plan (MAP) : harga kamar termasuk dua kali makan sehari, yaitu:

o Kamar + makan pagi + makan siang

(20)

฀ Continental plan hotel : hotel dengan perencanaan harga kamar sudah termasuk dengan continental breakfast

฀ Bermuda plan hotel : hotel dengan perencanaan harga kamar yang sudah termasuk dengan American breakfast

2. Ukuran hotel

Klasifikasi hotel berdasarkan ukuran ditentukan oleh jumlah kamar yang ada, yaitu:

฀ Small hotel : hotel kecil dengan jumlah kamar di bawah 150 kamar

฀ Medium hotel : hotel sedang, yang terdiri dari 2 jenis, yaitu:

฀ Average hotel : jumlah kamar antara 150 sampai 299 kamar

฀ Above hotel : jumlah kamar antara 300 sampai 600 kamar

฀ Large hotel : hotel besar dengan jumlah kamar minimal 600 kamar

3. Tipe tamu hotel

Klasifikasi hotel berdasarkan asal usul dan latar belakang tamu menginap yaitu:

฀ Family hotel : hotel untuk tamu yang menginap bersama keluarga

฀ Business hotel : hotel untuk tamu berupa para pengusaha

฀ Tourist hotel : hotel untuk tamu yang menginap berupa wisatawan, baik domestic maupun luar negeri

฀ Transit hotel : hotel untuk tamu yang transit (singgah sementara)

฀ Cure hotel : Hotel untuk tamu yang menginap dalam proses pengobatan atau penyembuhan penyakit

4. Sistem bintang

Semakin banyak jumlah bintang suatu hotel, pelayanan yang dituntut semakin banyak

dan baik. Klasifikasi hotel berdasarkan sistem bintang, yaitu:

฀ Hotel bintang satu (*)

฀ Hotel bintang dua (**)

฀ Hotel bintang tiga (***)

฀ Hotel bintang empat (****)

฀ Hotel bintang lima (*****)

Khusus untuk hotel bintang lima, terdapat tingkatan yaitu Palm, Bronze, dan Diamond.

5. Lama tamu menginap

Klasifikasi hotel berdasarkan lamanya tamu menginap, yaitu:

(21)

Shangri-La Hotel 11 ฀ Semi residential hotel : hotel dengan lama tinggal tamu lebih dari satu haritetapi tetap

dalam jangka waktu pendek, berkisar dua minggu hingga satu bulan

฀ Residential hotel : hotel dengan lama tinggal tamu cukup lama, berkisar paling sedikit satu bulan

6. Lokasi

Klasifikasi hotel berdasarkan lokasi, yaitu:

฀ City hotel : hotel yang terletak di dalam kota, di mana sebagian besar yang menginap melakukan kegiatan bisnis

฀ Urban hotel : hotel yang terletak di dekat kota

฀ Suburb hotel : hotel yang terletak di pinggiran kota

฀ Resort hotel : hotel yang terletak di daerah wisata, di mana sebagian besar tamu yang menginap tidak melakukan usaha.

Hotel resort berdasarkan lokasinya dibagi atas:

฀ Mountain hotel : hotel yang berada di pegunungan

฀ Beach hotel : hotel yang berada di pinggir pantai

฀ Lake hotel : hotel yang berada di tepi danau

฀ Hill hotel : hotel yang berada di puncak bukit

฀ Forest hotel : hotel yang berada di kawasan hutan lindung

฀ Airport hotel : hotel yang terletak di daerah pelabuhan udara

7. Aktivitas tamu hotel

Klasifikasi hotel berdasarkan maksud kegiatan selama tamu menginap, yaitu:

฀ Sport hotel : hotel yang berada pada kompleks kegiatan olahraga

฀ Ski hotel : hotel yang menyediakan area bermain ski

฀ Conference hotel : hotel yang menyediakan fasilitas lengkap untuk konferensi

฀ Convention hotel : hotel sebagai bagian dari komplek kegiatan konvensi

฀ Pilgrim hotel : hotel yang sebagian tempatnya berfungsi sebagai fasilitas ibadah.

฀ Casino hotel : hotel yang sebagian tempatnya berfungsi untuk kegiatan berjudi

8. Jumlah kamar dan persyaratannya

Berdasarkan jumlah bintang yang disandang, jumlah persyaratan kamar dan lainnya,

yaitu:

(22)

kamar mandi di dalam luas kamar standar, minimum 20 m2

฀ Hotel bintang dua (**) : jumlah kamar standar, minimal 20 kamar

kamar suite, minimum 1 kamar 1kamar mandi di dalam luas kamar standar, minimum

22m2 luas kamar suite, minimum 44 m2

฀ Hotel bintang tiga (***) : jumlah kamar standar, minimal 30 kamar kamar suite, minimum 2 kamar kamar mandi di dalam luas kamar standar, minimum 24 m2 luas kamar suite,

minimum 48 m2

฀ Hotel bintang empat (****) : jumlah kamar standar, minimal 50 kamar

kamar suite, minimum 3 kamar kamar mandi di dalam luas kamar standar, minimum 24

m2 luas kamar suite, minimum 48 m2

฀ Hotel bintang lima (*****) : jumlah kamar standar, minimal 100 kamar kamar suite, minimum 4 kamar kamar mandi di dalam luas kamar standar, minimum 26 m2 luas

kamar suite, minimum 52 m2

II.2.4 Struktur Organisasi Pengelola Hotel

(23)

Shangri-La Hotel 13

II.3 LOKASI:

Shangri-La hotel akan dibangun pada lokasi yang strategis dan berada di pusat

kota serta dekat dengan berbagai sarana dan fasilitas pendukung lainnya seperti hotel,

pusat perbelanjaan, dan transportasi utama di Kota Medan.

II.3.1 Rencana Umum Tata Ruang Kota ( RUTRK ) Medan.

Berdasarkan RUTRK, wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Medan ditetapkan menjadi 5

wilayah Pengembangan Pembangunan (WPP), yaitu :

Wilayah

Pembangunan

Cakupan Wilayah

adm. Kecamatan

Pusat

Pengembangan Kegiatan Utama

WPP A

Kec. Medan Belawan

Kec. Medan Marelan

Kec. Medan Labuhan

Belawan - Pelabuhan - Industri - Pergudangan - Pelabuhan - Perumahan - Konservasi

WPP B Kec. Medan Deli Tanjung Mulia

- Perumahan - Perdangangan - Perkebunan

WPP C

Kec. Medan Timur

Kec. Medan

Perjuangan

Kec. Medan Area

Kec. Medan Denai

Kec. Medan Amplas

Aksara - Perumahan - Industri - Terminal barang/Perguda ngan - Orientasi Konsumen WPP D

Kec. Medan Baru

Kec. Medan Maimoon

Kec. Medan Polonia

Kec. Medan Kota

Kec. Medan Johor

Inti Kota

- Pusat Bisnis (CBD)

- Pusat

Pemerintahan

(24)

- Hutan Kota - Pusat

Pendidikan

WPP E

Kec. Medan Barat

Kec. Medan Petisah

Kec. Medan Sunggal

Kec. Medan Helvetia

Kec. Medan Tuntungan

Kec. Medan Selayang

Sei Sikambing

- Perumahan - Perkantoran - Lapangan Golf - Hutan Kota

II.3.2 Kriteria Pemilihan Lokasi

Dalam menentukan lokasi yang nantinya akan

didirikan Condotel maka diperlukannnya sebuah kriteria pemilihan tapak dalam pemilihan

tapak, agar tercapai tapak yang ideal dengan fungsi bangunan.

NO. KRITERIA LOKASI

1

Tinjauan terhadap struktur kota

Berada di kawasan kota Medan dan dekat dengan jalan besar serta dekat dengan pusat transportasi umum.

2 Pencapaian

Akses pencapaian harus terdapat angkutan umum dan pribadi dari setiap badan jalan dan pengaturan jalan masih dapat dikontrol dengan baik

3 Ukuran Lahan

Ukuran lahan harus mencukupi kebutuhan ruang secara fungsional beserta fasilitas-fasilitas yang direncanakan.( min. 2 Ha).

4 Kemudahan

Enterance.

Enterance menuju dan keluar tapak harus mudah diakses oleh pengguna dan pengunjung bangunan.

5 Kontur Tapak

Kontur tapak sebaiknya relatif datar untuk

memudahkan akses pencapaian dan pergerakan aktivitas yang berlangsung dalam bangunan.

Tabel 2.1 Peruntukan Lahan

Sumber : Badan Pusat Statistik Medan

Tabel Syarat Kriteria Pemilihan Lokasi

(25)

Shangri-La Hotel 15

II.3.3 Alernatif Lokasi Tapak

Alternatif 1

Berada pada jalan Guru Patimpus. Tapak berada pada pusat kota dimana tapak dekat

dengan pusat moda transportasi umum yaitu stasiun kereta api medan. Tapak merupakan

bekas Sinar Plaza yang telah dirubuhkan yang awalnya akan dibangun Deli Grand City

Super Block. Tapak mudah diakses dan memiliki besaran 2 Ha.

Alternatif 2

Berada pada jalan Sisingamangaraja. Tapak berada pada pinggir kota namun dekat

dengan banda baru Kuala Namu. Memiliki luas tapak 2 Ha.

Alternatif 3

Berada di Jl. Gatot Subroto. Mempunyai akses jalan lingkar luar kota meda (ring road).

Tapak dekat dengan pusat transportasi umum yaitu terminal Pnang Baris medan. Memiliki

luas tapak 2Ha.

NO. Kriteria

Guru Patimpus Sisingamangaraja Gatot Subroto

Nilai Nilai Nilai

1

Aksesbilitas

Jaringan transportasi 4 4 4

Transportasi umum 4 4 3

Jalur pejalan kaki 3 1 1

2

Area pelayanan (tidak

berdekatan dengan

fasilitas sejenis)

2 4 4

(26)

3 Area dekat dengan pusat

business 4 3 3

4

Ketenangan, intensitas kebisingan dan

kemacetan lalulintas rendah

2 1 2

5 Tingkat polusi udara

rendah 2 0 2

6 Ketersediaan sarana air

bersih 4 4 4

7 Ketersediaan jaringan

listrik dan telepon 4 4 4

8 Sarana dan prasarana

pemukiman 3 3 3

9 Topografi lahan relatif

datar 4 4 4

10

Kondisi tanah cukup subur

(untuk vegetasi)

2 2 2

11

Lokasi tidak rawan dari bencana

alam dan banjir

3 1 2

12 Bentuk lahan 4 4 4

(27)

Shangri-La Hotel 17

Kepadatan relatif sedang 2 1 1

Kondisi lingkungan

teratur 2 1 1

Berdasarkan kriteria pemilihan di atas, maka diputuskan untuk memilih tapak di jl.

Guru Patimpus yang cocok untuk proyek Shangri-La Hotel. Tapak berada pada

kecamatan Medan Barat, dimana dalam RUTRK kawasan ini diperuntukkan sebagai

perumahan, perkantoran, lapangan Golf dan sebagai hutan Kota.:

 Jl.Guru Patimpus, Medan Barat WPP E

Data Lokasi:

- Jl. Guru Patimpus

- Kecamatan Medan Barat.

- Luas tapak 1.5 ha

- GSB Site 8-10 meter

- KDB Site 60%

- TInggi Bangunan maksimum 10 lantai

- Terdapat jaringan telepon, listrik dan air bersih

Tabel 2.3 Syarat Kriteria Pemilihan Lokasi Sumber : Hasil Olah Data Primer

(28)

II.4 TINJAUAN FUNGSI

Sesuai dengan fungsinya, hotel merupakan sebuah tempat tinggal sementara, yang

biasanya dihuni para pelancong dan yang paling banyak adalah para pebisnis, tentunya.

Namun, kini fungsi hotel di kota-kota besar sudah semakin berkembang. Bukan sekedar

tempat istirahat para pebisnis yang sedang melakukan business trip, tetapi hotel juga

dapat dimanfaatkan langsung sebagai tempat berbisnis.

Meskipun hotel dapat pula digunakan sebagai tempat berbisnis, namun

sesungguhnya sangat berbeda jika dibandingkan dengan kantor sebenarnya. Namun,

pergeseran gaya hidup, membuat hotel tak ubahnya bak sebuah kantor. Sudah bukan

barang baru lagi jika sebuah perusahaan memutuskan untuk mengadakan rapat,

seminar ataupun pelatihan bagi karyawannya dengan memilih sebuah hotel sebagai

tempatnya. M elihat hal itu, manajemen hotel berlomba-lomba melengkapi fasilitas layanan

hotelnya, agar para tamu bisa melakukan aktivitas bisnisnya senyaman mungkin.

II.5 DESKRIPSI PENGGUNA

Pelaku dan kegiatan pada pusat perbelanjaan secara garis besar terdiri dari:

a. Kelompok pengguna/pengunjung

Yaitu sekelompok orang atau perorangan yang mengunjungi fasilitas ini

ialah orang yang menginap pada hotel ataupun dengan tujuan lain yang

menggunakan fasilitas hotel. Kegiatan pada pengguna ialah untuk

beristirahta atau pun untuk kegiatan business.

b. Kelompok pengelola

Yaitu sekelompok orang atau badan yang mengelola dan bertanggung

jawab atas segala kegiatan yang berlangsung dalam hotel yang mengatur

(29)

Shangri-La Hotel 19

II.6 DESKRIPSI SIRKULASI PENGGUNA

Sirkulasi Tamu Pengguna Kamar.

Sirkulasi Tamu Non-Pengguna Kamar.

Gambar 2.3 Sirkulasi Tamu Pengguna Kamar

(30)

Sirkulasi Karyawan Administrasi Hotel.

Sirkulasi Service/Pengelola Hotel.

[image:30.595.75.527.264.733.2]

Gambar 2.5 Sirkulasi Karyawan Administrasi Hotel

(31)

Shangri-La Hotel 21

Sirkulasi Restoran Swasta.

II.7 DESKRIPSI KEGIATAN PENGGUNA DAN KEBUTUHAN RUANG

Tamu Penguna Kamar

Fungsi Kegiatan Sifat Ruang

Service Memarkirkan kendaraan Publik Ruang parkir

Service Mengurus administrasi Publik Receptionist, lobby

Hunian Tidur, istirahat, nonton Tv Private Kamar tidur

Service Mandi, buang air, sikat gigi Private Kamar mandi/toilet

Fasilitas Makan, minum Semi publik Kamar/restaurant, coffe shop

Fasilitas Rapat/Meeting Private Meeting room

Fasilitas Bertemu relasi/kerabat Semi publik Lobby, restaurant, coffee shop

Fasilitas Olahraga Semi publik Kolam renang, gym

Gambar 2.7 Sirkulasi Restoran Swasta

(32)

Tamu Non- Penguna Kamar

Fungsi Kegiatan Sifat Ruang

Service Memarkirkan kendaraan Publik Ruang parkir

Service Mencari informasi,

menunggu

Publik Receptionist, lobby

Fasilitas Bertemu relasi/kerabat Publik Receptionist, lobby

Hunian Rapat/Meeting Private Kamar tidur

Fasilitas Makan, minum Semi publik Restaurant, coffe shop

Service Buang air Semi publik Toilet

Fasilitas Sholat Semi publik Mushola

Karyawan Administrasi Hotel

Fungsi Kegiatan Sifat Ruang

Service Parkir Publik Ruang parkir

Service Bekerja/mengurus admistrasi

Semi Publik Kantor administrasi,

Back Office

Service Melayani administrasi tamu Publik Receptionist, lobby

Fasilitas Rapat koordinasi Private Meeting room

Fasilitas Minum, makan Semi publik Pantry, ruang karyawan

Service Buang air Publik Toilet

Fasilitas Sholat Publik Mushola

Tabel 2.5 Kegiatan Tamu Non-Pengguna Kamar & Kebutuhan Ruang

(33)

Shangri-La Hotel 23 Karyawan Playanan Hotel (Service)

Fungsi Kegiatan Sifat Ruang

Service Parkir Publik Ruang parkir

Service Mengganti

pakainan/seragam

Semi Publik R. karyawan

Service Menyimpan pakaian Semi Publik Loker karyawan

Service Istirahat, makan, minum Semi Publik R. karyawan, pantry

Service Buang air Semi Publik Toilet karyawan

Fasilitas Sholat Publik Mushola

Service Membuat makan Semi Publik Dapur

Service Mengantar makanan/

mengambil piring

Publik Jalur service, Lift

barang

Service Mengantar barang/ koper Publik Jalur service, Lift

barang

Service Membuang sampah Publik TPS

Service Membersihkan bangunan, membersihakan kamar,

menyimpan alat

kebersihan

Semi Publik Janitor

Service Menyimpan perlengkapan

kamar

Semi Publik Linen

Service Loading barang Semi Publik Loading dock

Service Pencatatan barang Semi Publik Kantor penerimaan barang

Service Pengontrolan keamanan Semi Publik Security

Service Menyimpan perlengkapan

ballroom

Private Gudang ballroom

Service Menyimpan persedian

Food & Beverage

Private Gudang food &

beverage

[image:33.595.81.532.93.644.2]

Service Operasional bangunan Private ME

(34)

Restaurant

Fungsi Kegiatan Sifat Ruang

Service Parkir Publik Ruang parkir

Service Memasak, membuat

minum

Semi Publik Dapur

Fasilitas Melayani tamu, tamu makan

Publik Ruang makan

Service Menyimpan bahan makanan

Private Food & Baverage

room

Service Mencucui piring Semi Publik Dapur

Service Berganti seragam Semi Publik R. karyawan

Service Buang air Publik Toilet

Service Karyawan istirahat Semi Publik R. karyawan

Fasilitas Sholat Publik Mushola

II.8 DESKRIPSI PERSYARATAN DAN KRITERIA RUANG

a. Unit Hunian

Unit hunian hendaknya harus memperhatikan standar tingkat kenyamanan dan

keaman bagi para penghuni Hotel.

b. Fasilitas

Fasilitas hendaknya menjadi sebuah pendukung hunian pada hotel, serta juga

menjadi sebuah wahana rekreasi penghuni.

c. Kantor Pengelola

Kantor pengelola harus memperhatikan fleksibilitas dan standar bagi para pekerja

d. Service

Area Service haruslah ditata sesuai standar agar tidak mengganggu keselamatan

dan kenyamanan bagi para penghuni, serta harus juga memperhatikan fleksibilitas

[image:34.595.84.533.80.357.2]

untuk perawatan.

(35)

Shangri-La Hotel 25

II.9 STUDI BANDING PROYEK

II.9.1 Royal Orchids Garden Hotel

Royal Orchid merupakan sebuah Condotel yang beroperasi sebagai Condominium serta

Hotel. Royal Orchids Garden terletak di kawasan wisata Batu, Malang dengan

pemandangan berapa gunung yaitu Arjuna, Banyak, Panderman dan Bromo ditambah

dengan pemandangan lereng bulit Batu. Royal Orchids Garden bisa dicapai dengan 30

menit berkendara dari pusat kota Malang dan 90 menit dari Bandara Juanda Surabaya.

Royal Orchids Garden Hotel beralamat di Jl. Indragiri No. 4 Kota Batu, Batu, Malang,

[image:35.595.89.538.267.647.2]

Indonesia, memiliki 132 kamar dan memiliki 3 lantai.

(36)

Unit Hunian:

Superior

Kamar dengan fasilitas standar kualitas tinggi, televisi, telepon SLI, alat pembuat kopi /

teh, mini bar Tersedia kamar double atau twin bed.

Fitur kamar:

- Pengering rambut

- Kamar mandi

- Bathtub

- Peralatan Mandi

Extravaganza

Kamar yang luas ini dilengkapi dengan fasilitas standar kualitas tinggi ,televisi, telepon

SLI, alat pembuat kopi / teh, mini bar. Tersedia kamar double atau twin bed.

Fitur kamar:

- Pengering rambut

- Kamar mandi

- Bathtub

- Peralatan Mandi

Executive Suite

Kamar ini memiliki ruang tamu terpisah dan m eja makan. Dilengkapi dengan fasilitas

standar kualitas tinggi, seperti televisi, telepon SLI, alat pembuat kopi / teh, mini bar.

Tersedia dalam tempat tidur King size.

Fitur kamar:

- Pengering rambut

- Jubah mandi

- Shower

- Bathtub

- Meja kerja

(37)

Shangri-La Hotel 27 Dendro White

Dendro White adalah kondominium 2 lantai bergaya modern dengan 3 kamar tidur dan

kamar mandi 1. Kondominium yang luas ini memiliki ruang tamu dan ruang makan.

Dilengkapi dengan fasilitas standar tinggi, televisi dengan kabel / satelit, telepon SLI, alat

pembuat kopi. Tersedia dalam ukuran tempat tidur raja dan double.

Fitur kamar:

- Pengering rambut

- Bathtub

- Mini Bar

- Dapur

- Peralatan dapur

- Kompor gas

- Microwave

- Sofa Set

Catalya Deluxe

Catalya Deluxe adalah kondominium bergaya modern dengan 3 kamar tidur dan 2 Kamar

mandi. Kondominium yang luas ini memiliki ruang tamu dan ruang makan. Dilengkapi

dengan fasilitas standar tinggi, televisi dengan kabel / satelit, telep on SLI, alat pembuat

kopi / the dan banyak lagi. Tersedia dalam ukuran kamar double dan twin bed.

Fitur kamar:

- Pengering rambut

- Bathtub

- Mini Bar

- Dapur

- Peralatan dapur

- Kompor gas

- Microwave

[image:37.595.89.552.519.735.2]

- Sofa Set

(38)

Fasilitas Pendukung:

Fasilitas Air Pengering Rambut

Kotak Penyimpanan Video Games

Akses Internet Penyejuk Udara

Meja Tulis Internet Berbayar

Internet Kabel Ruangan Bebas Rokok

Microwave Internet Gratis

Bak Mandi Shower

Mini Bar Internet Nirkabel Berbayar

Jacuzzi Bak Shower Terpisah

Papan Setrika Internet Nirkabel Gratis

Balkon/Teras Televisi

Pembuat Kopi Jubah Mandi

Dapur Kecil Televisi LCD

Pemutar DVD Kolam Privat

Film TV Satelit/Kabel

Koran Harian

Layanan Penitipan Bayi Faslitas Orang Cacat

Fasilitas Rapat Salon

Bar/ Pub Lift

Klub Malam Toko

Sewa Sepeda Lantai Eksekutif

Binatang Peliharaan Ruang Merokok

Bussines Center Ruang Keluarga

Bar Tepi Kolam Tur

Tempat Parkir Transfer

Restoran Parkir Valet

Layanan Kamar Layanan Laundry

Coffee Shop WiFi

Layanan Kamar 24 Jam

Concierge

Kotak Penyimpanan Aman

Rekreasi Fasilitas Golf Sauna

Olahraga Air Kolam Renang Dalam

GYM Kolam Renang Luar

Jacuzzi Spa

Pantai Privat Lapangan Squash

Klub Anak Taman

Pijat Lapangan Tenis

(39)

Shangri-La Hotel 29

II.9.2 Grand Aquila Hotel

Hotel ini menampilkan serangkaian fasilitas dan layanan modern. Terdapat kamar tamu

236 yang dilengkapi perabot dan di seluruh bangunan. Hotel ini berada pada alamat Jl.

Dr. Djundjunan 116, Bandung Airport, Bandung

Unit Hunian:

Diamond Suite

Gambar 2.10 Grand Aquila Hotel

(40)

Room Decription

 Connecting Room

 Pasteur and Mountain View

 Dimension : Lenght 15.80 meters/51 feet X widht 8.40 meters/27 feet

 Type Bed : King Bed and Twin Bed

Amenities

o Map Folder, Guest Comment, Head Letter and Amplove o Cable TV

o Electric Pot and Coffee Sachet o Minibar

o Free 2 mineral water o 24 hours room service

Bathroom

 Bathtub and Shower

 Toilet Bowl

 Cold and Hot Water

Golden Suite

Room Description

 Connecting Room

 Pasteur and Mountain View

 Dimension : Lenght 11.90 meters/39 feet X widht 8.40 meters/27 feet

 Type Bed : King Bed and Twin Bed

Amenities

o Map Folder, Guest Comment, Head Letter and Amplove o Cable TV

[image:40.595.84.526.337.585.2]

o Electric Pot and Coffee Sachet o Minibar

(41)

Shangri-La Hotel 31

o Free 2 mineral water o 24 hours room service

Bathroom

 Bathtub and Shower

 Toilet Bowl

 Cold and Hot Water

Executive Suite

Room Decription

 Connecting Room

 Pasteur and Mountain View

 Dimension : Lenght 10.20 meters/33 feet X widht 8.80 meters/28 feet

 Type Bed : King Bed and Twin Bed

Amenities

o Map Folder, Guest Comment, Head Letter and Amplove o Cable TV

o Electric Pot and Coffee Sachet o Minibar

o Free 2 mineral water

Bathroom

o 24 hours room service

 Bathtub and Shower

 Toilet Bowl

 Cold and Hot Water

(42)

Famili Suite

Room Decription

 Connecting Room

 Pasteur and Mountain View

 Dimension : Lenght 10.60 meters/34 feet X widht 6.60 meters/21 feet

 Type Bed : King Bed and Twin Bed

Amenties

o Map Folder, Guest Comment, Head Letter and Amplove o Cable TV

o Electric Pot and Coffee Sachet o Minibar

o Free 2 mineral water o 24 hours room service

Bathroom

 Bathtub and Shower

 Toilet Bowl

 Cold and Hot Water

(43)

Shangri-La Hotel 33

Junior Suite

Decription Room

 Connecting Room

 Pasteur and Mountain View

 Dimension : Lenght 11.90 meters/39 feet X widht 8.40 meters/27 feet

 Type Bed : King Bed and Twin Bed

Amenties

o Map Folder, Guest Comment, Head Letter and Amplove o Cable TV

o Electric Pot and Coffee Sachet o Minibar

o Free 2 mineral water o 24 hours room service

Bathroom

 Bathtub and Shower

 Toilet Bowl

 Cold and Hot Water

(44)

Executive Room

Decription Room

 Connecting Room

 Pasteur and Mountain View

 Dimension : Lenght 7.75 meters/25.4265 feet X widht 3.85 meters/12.6312 feet

 Type Bed : King Bed and Twin Bed

Amenties

o Map Folder, Guest Comment, Head Letter and Amplove o Cable TV

o Electric Pot and Coffee Sachet o Minibar

o Free 2 mineral water o 24 hours room service

Bathroom

 Bathtub and Shower

 Toilet Bowl

 Cold and Hot Water

(45)

Shangri-La Hotel 35

Super Deluxe

Decription Room

 Connecting Room

 Pasteur and Mountain View

 Dimension : Lenght 7.75 meters/25.4265 feet X widht 3.85 meters/12.6312 feet

 Type Bed : King Bed and Twin Bed

Amenties

o Map Folder, Guest Comment, Head Letter and Amplove o Cable TV

o Electric Pot and Coffee Sachet o Minibar

o Free 2 mineral water o 24 hours room service

Bathroom

 Bathtub and Shower

 Toilet Bowl

 Cold and Hot Water

Facilities

24hr room service airport transfer

bar/pub business center

coffee shop safety deposit boxes

Wi-Fi in public areas

(46)

Sports and Recreation

Garden massage pool (kids)

outdoor pool spa

Internet in Rooms

WiFi access (charged)

Parking

(47)

Shangri-La Hotel 37

BAB III

ELABORASI TEMA

III.1 PENGERTIAN

Dalam sebuah arsitektur diperlukan sebuah identitas, dimana identitas tersebut

menjadi pengenal pada sebuah bangunan. Arsitektur Ikonik, pencarian identitas melalui

metode ikonik tidak terlalu memperhatikan kedekatan analogi, metode ini jadi lebih

fleksibel pemakaiannya terhadap lagam dan fungsi bangunan yang akan dirancang. Hal

ini berbeda dengan metode-metode lain yang biasanya terikat erat dengan lagam yang

sedang berkembang pada masa perkembangnnya. Metode ikonikme misalnya, terikat

erat dengan lagam klasik yang kemudian di re-invent pada era post-modern, akan susah

menerima pemikiran-pemikiran modern dan International Style yang dengan keras

menolak cultural background (Phillip Jodidio, 1996). Konsekuensinya bangunan

perkantoran (terutama milik perusahaan multi nasional) yang biasa dirancang dengan

lagam modern-Internasional Style akan susah untuk menerima metode perancangan

simbolik. Hal ini tidak berlaku bagi metode ikonik, ada begitu banyak contoh bangunan

ikonik lintas lagam dan fungsi, dari era mitologi Yunani seperti gerbang Colossus of

Rhodes, bangunan keagamaan era modern awal seperti Little Church de Rochamp

rancangan Le Corbusier, gedung perkantoran modern seperti AT&T Building rancangan

Philip Johnson, museum neo-klasik seperti Bonnefanten Museum rancangan Aldo Rossi,

hingga museum post modern seperti Imperial War Museum rancangan Daniel Libeskind.

Cara lain yang dewasa ini lazim digunakan dalam menerapkan metode

perancangan ikonik adalah dengan memunculkan nilai kontras pada proyek-proyek

rekontekstualisasi dan pengembangan bangunan-bangunan bersejarah. Beberapa contoh

yang terkenal diantaranya adalah: proyek refacade Pompidou Center rancangan Richard

Rogers dan Renzo Piano, proyek extension Three Pyramid di depan Louvre Museum

rancangan I.M. Pei, dan proyek extension Berlin Holocaust Museum di samping Berlin

National Museum rancangan Daniel Libeskind.

Hal penting lain yang menjadi atribut metode ikonik adalah kesan hasil rancangan

arsitektur yang setara dengan sebuah pop icon (Charles Jencks, 2005). Eksploitasi media

adalah salah satu jalan menuju ketenaran, hal ini sejalan dengan visi bangunan ikonik

dalam mencari identitas. Sebagai akibatnya bangunan ikonik seringkali mendapatkan

banyak nama panggilan (nickname) seperti The Little Mermaid (panggilan dari

(48)

similes publik (press), ejawantah resiko misseinterpertasi dari pesan atau analogi

bangunan yang dengan sengaja memang tidak disampaikan secara optimal.

Paska tahun 1997, Frank O Gehry membuka jalan bagi tipe baru pendekatan

ikonik. Beberapa pengamat menyebutnya sebagai lagam arsitektur ekspresionisme, tetapi

Jencks lebih suka menyebutnya sebagai metode Post Bilbao Ikonik, sebuah metode

ikonik yang benar-benar mengidahkan unsur cultural backgound (seperti lagam

modern-International Style), tetapi masih sangat memperhatikan potensi locci site. Seperti pada

kasus perancangan The Guggenheim Bilbao Museum, rancangan secara dangkal

mengambil konsepsi hiruk pikukpasar ikan, tetapi proses perencanaan sitenya dilakukan

dengan sangat seksama. permainan grid orientasi sirkulasi dan waterfront ditata

sedemikian detilnya, hingga mampu memunculkan potensi site secara maksimal (Mimi

Zeiger, 2005).

Setelah sedikit membahas tentang metode ini saya menyimpulkan bahwa Ikonik

Post Bilbao adalah metode yang:

1. Bervisi mencari identitas yang mampu menjadikannya ikon atau landmark sebuah

kawasan.

2. Dirancang dengan metode analogi yang sederhana dengan pertautan yang terkadang

tidak terlalu berhubungan.

3. Cenderung bersifat fleksibel sehingga identitas (bentuk) tidak terlalu terikat dengan

fungsi maupun lagam arsitektural manapun. 1

4. Seringkali menggunakan metode kontras untuk menampilkan dua sisi berbeda pada

satu konsep perancangan terpadu.

5. Seringkali menjadi pop icon dengan banyak nicknames dan similes sebagai hasil

missnterpertasi publik dari pesan analogi bangunan yang memang dengan sengaja

tidak disampaikan secara optimal.

6. Menggunakan Genus Locci hanya sebatas pengolahan site.

7. Kurang memperhatikan Cultural Background dan Regional Konteks.

Pada awalnya, metode Ikonik Post Bilbao seolah menjadi sebuah pencerahan bagi saya.

(49)

Shangri-La Hotel 39

Bentuk Dalam Arsitektur

Bentuk dalam arsitektur adalah suatu unsur yang tertuju langsung pada mata dan

bendanya merupakan suatu unsur yang tertuju pada jiwa dan akal budi manusia. Batasan

di atas pada satu pihak secara jelas memeberikan gambaran bahwa bentuk pada suatu

karya arsitektur dapat menyampaikana arti kepada yang terlibat secara visual yaitu

masyarakat. dalam arsitektur, arti kata bentuk memiliki arti yang berbeda-beda, sesuai

dengan pandangan dan pemikiran pengamatnya misalnya :

- Hugo Haring : bentuk adalah suatu perwujudan dari organisasi ruang yang merupakan

hasil dari suatu proses pemikiran. Proses ini didasarkan atas pertimbangan fungsi dan

usaha pernyataan diri (ekspresi).

- Mies Van Der Rohe : bentuk adalah wujud dari penyelesaian akhir dari konstruksi yang

pengertiannya sama.

Faktor-faktor yang mewujudkan bentuk :

1. Fungsi

Batasan fungsi secara umum dalam arsitektur adalah pemenuhan terhadap aktivitas

manusia, tercakup di dalamnya kondisi alami. Sedangkan bangunan yang fungsional

adalah bangunan yang dalam pemakaiannya memenuhi kebutuhan secara tepat dan

tidak mempunyai unsur-unsur yang tidak berguna. Aktivitas timbul dari kebutuhan

manusia baik itu kebutuhan jasmani maupun kebutuhan rohani. Kebutuhan dapat berupa

kegiatan, cahaya, udara, kebahagiaan, perlindungan, kesejukan, kenyamanan dan

lainnya. Berkembang dan berubahnya fungsi tergantung dari waktu dan masyarakat.

2. Simbol

Dalam dunia arsitektur, pengenalan simbol merupakan suatu proses yang terjadi pada

individu dan pada masyarakat. Melalui panca indera, manusia mendapat rangsangan dan

kemudian menjadi pra persepsi, selanjutnya terjadi pengenalan objektif (fisik). Kemudian

terwujudlah persepsi. Persepsi sangat dipengaruhi oleh pengalaman termasuk

pengalaman pendidikan yang menentukan tingkat intelektual manusia. Meskipun tiap

individu mempunyai pengalaman dan tingkat intelektual yang berbeda, masih ada suatu

dasar yang sama pada tiap individu yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat

yaitu kebudayaan.

Arsitek sebagai pewujud bentuk dapat menampilkan simbol sesuai dengan nilai-nilai yang

(50)

timbul dari gagasan murni arsitek, tergantung pada kemampuan dan citra arsitek untuk

mengeluarkan hal-hal yang baru. Simbol tadi mungkin dapat diterima dan diakui

masyarakat setelah melalui proses adaptasi yang membutuhkan waktu relatif lama.

Aplikasi perwujudan bentuk

1. Kaitan fungsi dengan bentuk

Keberadaan fungsi menimbulkan bentuk. Pengertian fungsionil merupakan suatu hal yang

menonjol dalam kaitan fungsi tertentu. Dengan kata lain, fungsi merupakan pertimbangan

utama bagi suatu perancangan bentuk. Suatu fungsi dapat mempunyai

bermacam-macam bentuk, tergantung dari keadaan lingkungannya, inilah yang disebut gaya.

2. Kaitan bentuk dengan teknologi

Untuk mendapatkan suatu bentuk yang mempunyai fungsi tertentu, diperlukan

bahan-bahan bangunan sebagai sarana dasar bangunan. Bahan-bahan-bahan yang merupakan

elemen bangunan disusun menjadi suatu kesatuan yang membentuk konstruksi. Suatu

sistem tepat yang perlu dipilih sehingga akan dapat menghasilkan fungsi yang diinginkan

secara maksimal.

3. Kaitan bentuk dengan simbol

Suatu bangunan diekspresikan secara simbolik jika bangunan itu menunjukkan sesuatu

yang lebih tinggi dari keadaan bentuk fisik yang semula. Bangunan tersebut cenderung

untuk mewujudkan sebuah prinsip pengakuan umum. Para arsitek menggunakan bentuk

ikonik untuk menyajikan pengalaman keindahan yang mendalam sesuai dengan daya

bercitranya. Dalam dunia arsitektur juga dibutuhkan suatu penekanan kebutuhan simbol

dalam perancangan.

III.2 INTERPRETASI TEMA

. Penerapan arsitektur ikonik telah dapat dilihat dari penerapan aspek-aspek

semiotika pada bangunan. Aspek ikonik dalam arsitektur dapat terlihat secara langsung

melalui bentuk, maupun secara tidak langsung melalui konsep, dan ide yang

berhubungan dengan ikonik tersebut. Simbol tidak hanya sebagai alat untuk

berkomunikasi, tetapi juga sebagai wakil dalam penyampaian maksud. Bentuk simbol

dapat berupa bentuk sempurna (nyata), maupun bentuk tidak sempurna (tersamar).

Dalam kasus perancangan Shangri-La hotel bentukan hotel Shangri-La memmiliki

(51)

Shangri-La Hotel 41

III.3 STUDI BANDING TEMA

III.3.1 Shangri-La Hotel Jakarta

Shangri-La Hotel Jakarta adalah salah satu

hotel dengan standar bintang lima di bawah

jaringan Shangri-La Internasional

Management (SLIM) yang berada di Hongkong. Shangri-La Internasional Management

(SLIM) didirikan oleh Kuok Brothers Company yang bergerak dalam bidang perhotelan.

Hotel pertama yang didirikan oleh Kuok Brothers adalah Kuok Hotel. Pada tahun 1983,

Kuok Hotel merubah namanya menjadi Shangri-La Hotel dan Resort.

Shangri-La adalah sebuah nama yang berarti paradise, terinspirasi oleh sebuah

novel legendaris karangan James Hilton yang berjudul Lost Horizon yang diterbitkan pada

tahun 1933. Novel yang menceritakan tentang keindahan alam yang begitu alami di

sebuah desa di daerah pengunungan Tibet tersebut memberi inspirasi pada visi dan misi

Shangri-La Hotel dan Resort yakni dengan membahagiakan pelanggan sehingga tidak

hanya memenuhi, melainkan melampaui harapan dari konsumen sendiri, sehingga

Shangri-La menjadi pilihan utama pelanggan.

Shangri-La Hotel Jakarta menawarkan perpaduan unik Timur dan Barat dalam

suasana harmonis dan ramah. Massa bangunan Shangri-La hotel Jakarta memilik bentuk

menyerupai huruf S. Huruf S merupakan symbol dari Shangri-La Internastional

(52)

Management. Oleh dari pada itu Sahngri-La hotel menerapkan tema Ikonik pada

bangunannya.

III.3.2 Shangri-La Hotel Surabaya

Hotel Shangri-La Surabaya merupakan salah satu hotel terbesar di Surabaya.Hotel ini

berada di bawah naungan perusahaan besar yang bernama Shangri-La

Internasional,yaitu bagian dari kelompok usaha milik Kuok Brother Company.Pada tahun 1971 Kuok Group mendirikan perusahaan yang bergerak dalam bidang perhotelan yang

di namakan Kuok Hotel.Berawal hanya dari 5 properti yang di miliki Singapura,Malaysia,

dan Fiji dan kini usaha tersebut berkembang pesat dan menjadi salah satu hotel bintang lima yang terkenal di dunia.

Pada tahun 1983, perusahaan berkembang pesat dan mengubah namanya menjadi Shangri-La Internasional yaitu sebuah nama yang di ambil dari sebuah novel karya James

Tillton yang berjudul Lost Horizon, yang kurang lebih artinya adalah surga, nirwana atau

paradise.

Legend of Shangri-La : “He Left extra ardinary serse of physical mental sentlement, it was

perfectly true he just liked being of Shangri-La” yang pada intinya bercerita tentang :

1. Elegensi yang tak lekang dimakan waktu ( Timeless Elegance ) 2. Ketenangan dan Kesentosaan ( Tranquilty )

(53)

Shangri-La Hotel 43

3. Pelayanan yang ramah dan menyenangkan ( Gracious Service )

4. Ketenangan dan kenikmatan hidup ( Comfort )

Berawal dari tujuan kelompok usaha tersebut yaitu memberikan akomodasi yang

mewah dan di sertai dengan standart pelayanan yang istimewa,selanjutnya filosofi yang di

anut “ Shangri-La Hospitality from carina family “ yang berarti Shangri-La memberikan

pelayanan bagi orang-orang yang peduli.Kelompok usaha ini, kini mengelola hotel di

kota-kota besar serta di daerah-daerah wisata di kawasan asia . Massa bangunan Shangri-La

hotel Surabaya memilik bentuk menyerupai huruf S. Huruf S merupakan symbol dari

Shangri-La Internastional Management. Oleh dari pada itu Sahngri-La hotel menerapkan

tema Ikonik pada bangunannya.

III.3.3 Shangri-La Hotel Kuala Lumpur

Shangri-La Hotel Kuala Lumpur menawarkan

akomodasi mewah di pusat kota, hanya 5 menit

berjalan kaki ke KL Tower dan Petronas Twin Towers. Menawarkan internet gratis dan

kolam renang luar ruangan.

Shangri-La Kuala Lumpur berjarak 45 menit berkendara dari Bandara Internasional Kuala

Lumpur. KL Sentral Station berjarak 20 menit dari hotel.

(54)

Kamar-kamar mewah di Shangri-La Kuala Lumpur menyajikan jendela besar dengan

pemandangan kota yang indah. Masing-masing dilengkapi dengan fasilitas TV layar datar,

minibar dan teh / kopi. Handuk mandi dan jubah mandi disediakan di kamar mandi.

Para tamu dapat bersantai di hot tub atau menikmati pijat. Olahraga harian dapat

dilakukan di gym. Hotel Shangri-La juga menyediakan meja layanan wisata dan pusat

bisnis.Terdapat 6 restoran melayani berbagai makanan Jepang, Cina, masakan .

internasional dan vegetarian. Minuman tersedia di Lobby Lounge, Poolside Terrace, dan

Arthur Bar dan Grill. Bentukan Massa dari Shangri-La Hotel Kuala Lumpur juga

menyerupai huruf S yang menjadi Icon dari Shangri-La.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Icon dari Shangri-La Hotel ialah bentukan

(55)

Shangri-La Hotel 45

BAB IV

ANALISIS PERANCANGAN

IV.1 ANALISIS FISIK

(56)
(57)
[image:57.595.70.556.73.760.2]
(58)
[image:58.595.68.565.87.477.2]
(59)
[image:59.595.70.560.81.667.2]
(60)
[image:60.595.74.531.163.530.2]

Z

(61)
[image:61.595.67.550.89.668.2]
(62)
[image:62.595.96.564.100.542.2]
(63)
[image:63.595.74.531.118.754.2]
(64)
[image:64.595.72.562.101.450.2]
(65)
[image:65.595.76.555.100.763.2]
(66)
[image:66.595.75.561.63.744.2]
(67)

Shangri-La Hotel 57

IV.2 ANALISIS NON-FISIK

Analisa Pengguna

Pelaku dan kegiatan pada hotel secara garis besar terdiri dari:

a. Kelompok pengguna/pengunjung

Yaitu sekelompok orang atau perorangan yang mengunjungi fasilitas ini ialah orang

yang menginap pada hotel ataupun dengan tujuan lain yang menggunakan fasilitas

hotel. Kegiatan pada pengguna ialah untuk beristirahta atau pun untuk kegiatan

business.

b. Kelompok pengelola

Yaitu sekelompok orang atau badan yang mengelola dan bertanggung jawab atas

segala kegiatan yang berlansung dalam hotel yang mengatur segala opersional,

keamanan maupun maintenance

Kelompok pengguna dapat dibedakan berdasarkan kegiatan, yaitu:

 Tamu pengguna kamar

 Tamu non-pengguna kamar

 Karyawan administrasi hotel

 Karywan pengelola hotel

 Restorant swasta.

Analisa Kebutuhan Ruang Berdasarkan Kegiatan

(68)

KELOMPOK KEGIATAN

FASILITAS KEGIATAN

PEMAKAI KEGIATAN KEBUTUHAN

RUANG FRON T OF THE HOUS E

• Ruang Penerima

Lobby Tamu hotel • Masuk & keluar hotel

• Check in & Check out

• Mencari informasi

• Menaruh kunci

• Mengirim surat

• Menyimpan barang berharga

• Menunggu & menerima tamu

• Menelepon

• Sanitasi

Entrance hall

Front desk / receptionist desk

Lobby

Lounge

Area lift

Safe deposit

Telephone box &

ATM corner

Toilet Umum

Luggage Room

Bellman Counter

Karyawan • Ruang Penerima

• Mengantar/memangil koper

• Memanggil supir/taksi

• Sanitasi

• Akomodasi Room Tamu hotel • Istirahat

• Sanitasi

Kamar tidur

Kamar mandi

Housekeeping room

Karyawan • Personal Service

• Food & Beverage

• Restoran

• Coffee shop

• Lounge & Bar

Tamu hotel • Mendengarkan musik

• Makan-minum

• Berbincang-bincang

• Berdansa

• Sanitasi

Restoran

Coffee Shop

Bar

Toilet

Kasir

Karyawan • Melayani pengunjung

• Pembayaran

• Mengelola & membersihkan

• Sanitasi

Food Preparation (dapur)

Karyawan • Melakukan pekerjaan

persiapan & pengolahan dasar makanan untuk disuplai ke dapur

• Memasak & menyajikan

• Melayani pesanan 24 jam

Dapur utama

Dishwasher

Cleaning Materials

R. Pendingin

Gudang Alat ( China & Utensils )

• Fasilitas Kolam Renang Tamu hotel • Berolahraga

• Menikmati suasana

• Mandi & Ganti baju

• Menyiapkan barang

• Merapikan

• Sanitasi

Kolam dewasa

Kolam anak-anak

R.Ganti+Locker

R.Shower

Toilet

R.Filtrasi

Pool Bar

Karyawan • Melayani pengunjung

• Pembayaran

• Mengelola & membersihkan

• Sanitasi Concessin

space

Tamu hotel • Membeli & mengurus perjalanan wisata

• Menukar & mengambil uang

• Membeli barang, souvernir

Biro perjalanan (travel agent)

Money Changer

Retail

Karyawan • Melayani pengunjung

(69)

Shangri-La Hotel 59

SPA & Sauna Tamu hotel • SPA & Sauna

• Mandi & Ganti baju

• Menyiapkan barang

• Merapikan

• Sanitasi

R.SPA & Sauna

Salon

R.Shower

R.Ganti+Locker

Toilet

K. Pengelola

Resepsionis

Hall Penerima

Karyawan • Melayani pengunjung

• Mengelola & membersihkan

• Sanitasi

Ruang Serbagu na

Tamu • Mengikuti acara

• Sanitasi

Ballroom

R. Penerima

R. Persiapan

Gudang Perabot

Toilet

Karyawan • Mengurus keperluan acara

• Sanitasi

BA CK OF THE HOUS E •Executive office

Tamu hotel • Mengurus administrasi •R.Managing Director

R.MD.Secretary

R.Internal Control

R.Konsultan

R.General Manager

R.Tamu

R.Rapat

Toilet

Karyawan • Menerima tamu

• Menyimpan arsip

Gambar

Gambar 2.6 Sirkulasi Service/
Tabel 2.7 Kegiatan Karyawan Pengelola Hotel & Kebutuhan Ruang
Tabel 2.8 Kegiatan Restaurant & Kebutuhan Ruang
Gambar 2.8 Royal Orchids Garden Hotel
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebagaimana mestinya pada hotel bintang lima, Shangri-La Hotel juga memiliki Physical Evidence yang terbaik, dimulai dari yang paling depan yaitu tempat

Dengan kamar 76 kamar, hotel ini memiliki semua kenyamanan dan layanan yang Anda harapkan dari hotel bintang-2.. Termasuk di semua kamar adalah ruangan bebas rokok, shower, TV

Faktor Tingkatan atau Bintang dari Hotel a Klasifikasi hotel berbintang satu, persyaratan :  Jumlah kamar standard, minimum 15 kamar  Kamar mandi di dalam  Luas kamar standard,

Hotel bintang satu, dengan konsep sebagai berikut: jumlah kamar standar minimal 15 kamar dan semua kamar dilengkapi kamar mandi didalam, ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20 m2

No Golongan Klasifikasi 5 Hotel Bintang Lima - Memiliki 3 tingkatan yaitu Palm, Bronze, dan Diamond - Jumlah kamar standar minimum 100 kamar - Jumlah kamar suite minimum

Kamar Tidur Jumlah kamar minimal 50 kamar tidur standard dengan luas 24m²/kamar Terdapat minimal 3 kamar suite dengan luas 48m²/kamar Ukuran kamar tidur standar termasuk kamar mandi:

Hotel bintang satu, dengan konsep sebagai berikut: jumlah kamar standar minimal 15 kamar dan semua kamar dilengkapi kamar mandi didalam, ukuran kamar minimum termasuk kamar mandi 20 m2

2 Hotel bintang dua **  Jumlah kamar minimal 15 kamar tiduryang dilengkapi dengan kamar mandi  Ukuran kamar tidur standar termasuk kamar mandi :  Single bed : 18 m2  Double bed