• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan Perilaku Adaptif Bagi Anak Autis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengembangan Perilaku Adaptif Bagi Anak Autis"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Pengembangan

Perilaku Adaptif Bagi

Anak Autis

(2)

PENDAHULUAN

1. Konsep Perilaku

2. Hambatan Perilaku

a. Perilaku Berkelebihan (Eksesif) b. Perilaku Berkekurangan(Defisit) 3. Teknik-teknik Pengubahan

Perilaku

(3)

Konsep Perilaku

 Perilaku

 Perilaku Adaptif

(4)

HAMBATAN

PERILAKU

Perilaku berkelebihan (Eksesif) * Tantrum

menjerit, menangis, mengamuk, dsb * Agresif

menendang, memukul, menggigit, mencubit orang lain * Self-abuse

memukul, menggigit, mencakar diri sendiri * Stimulasi diri

(5)

2. Perilaku Berkekurangan (Defisit) * Bicara

tak bicara, sedikit suara/kata, menceracau, membeo * Sosial

menganggap orang sebagai suatu benda * Sensasi

disangka tuli, buta * Bermain

putar-putar roda mobil-mobilan * Emosi tak sesuai

(6)

Teknik-teknik pengubahan

perilaku

 Negative Consequence (Konsekuensi Negatif)

 Ignorance

 Differential Reinforcement

 Time Out

 Hukuman

 Environment Modification

 Prompt

 Shaping

(7)

Negative Consequence (Konsekuensi

Negatif)

Upaya memberi pengalaman yang

mengandung komponen pembelajaran sesudah terjadinya perilaku negatif.

Contoh:

- Tidak mempedulikan perilaku negatif sambil mengarahkan anak

(8)

Ignorance

Suatu upaya yaitu tidak memberikan perhatian terhadap perilaku negatif dan hanya memberi perhatian pada

perilaku positif Contoh:

Untuk mendapat perhatian, Badu sering mendekatkan wajahnya ke wajah orang lain dan menatap orang

tersebut dalam waktu lama. Selama ia diperhatikan,

perilaku itu terus berlangsung. Lalu ada guru datang ke kelas Badu, Badu pun melakukan perilaku tersebut.

(9)

Differential Reinforcement

Suatu upaya yang secara spesifik menggantikan perilaku negatif dengan respon positif untuk

meningkatkan perilaku yang diinginkan tanpa memberikan perhatian pada perilaku negatif anak.

Contoh:

Teny secara refleks selalu menarik rambut siapa saja yang memangkunya. Ibunya mengajarkan untuk bertepuk tangan/bermain cilukba yang

(10)

Time Out

Menghilangkan kesempatan anak untuk mendapat

respon/imbalan sesudah anak melakukan perilaku negatif

Jenis time out:

TOOTS (Time Out On The Spot):

anak tidak dipindahkan dari lokasi tapi tidak mendapatkan penguat perilaku

Contingent Observation:

menjauhkan anak 1-1,5 meter dari kegiatan untuk waktu yang singkat (2-10 menit)

Isolated Time Out:

anak dipisahkan dari temannya ke tempat tertentu tapi masih dalam lingkungan yang sama

Exclusionary Time Out:

memindahkan anak ke tempat yang jauh dari anak atau kegiatan lain

Delayed Time Loss:

(11)

Hukuman

Pengalaman yang dirasakan anak sesudah suatu perilaku ditampilkan.

Pengalaman dirancang untuk memberikan rasa tidak nyaman anak agar tidak

melakukan perilaku yang negatif

Hukuman terbagi;

(12)

Environment

Modification

Upaya membantu pengembangan perilaku adaptif anak autis melalui pengubahan

(13)

Prompt

Berbagai upaya membantu anak agar

dapat diarahkan untuk melakukan perilaku yang diinginkan atau jika anak tidak

memberi respon terhadap instruksi.

Bentuk Prompt:

(14)

Shaping

Mengajarkan suatu perilaku melalui tahap-tahap yang semakin mendekati, yaitu

(15)

Chaining

Mengajarkan suatu perilaku yang

kompleks yang dipecah menjadi aktifitas-aktifitas kecil yang disusun menjadi

rangkaian atau untaian secara berurutan. Terdapat dua Chaining, yaitu:

1. Forward Chaining

(16)

Pelaksanaan

Identifikasi dan asesmen

Penyusunan program

Pelaksanaan Intervensi

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil dari penelitian diantaranya; pola komunikasi guru pada anak autis dalam proses pembelajaran yaitu pada dasarnya guru tidak memberi perhatian khusus kepada

Dan selama implementasi pelayanan program sekolah khusus berlangsung, program ini menurut penulis sudah berhasil memberikan sebuah dampak yang positif bagi para orang tua

Semua responden melakukan perilaku seksual tidak hanya satu perilaku seksual, penyababnya karena karena kurang pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, terbatasnya upaya

selaku guru akidah akhlak, mengenai peran guru PAI sebagai informator dalam menanggulangi dampak perilaku negatif penggunaan sosial media yaitu memberi tahu kepada anak, contoh

Etika kerja Islam memberikan dampak yang baik terhadap perilaku individu dalam bekerja karena dapat memberi stimulus untuk sikap kerja yang positif.. Sikap kerja

upaya peningkatan kualitas potensi positif pemuda sebagai upaya mengimbangi perilaku negatif yang ada dengan kegiatan positif adalah suatu sasaran yang juga penting dalam

Distribusi Frekuensi Perilaku Anak Autis Perilaku Frekuensi % Positif 16 61,5 Negatif 10 38,5 Total 26 100 Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku pada penelitian ini

Tahap pelaksanaan yaitu para siswa menyimak penyampaian materi mengenai gizi seimbang, contoh-contoh zat gizi, dampak negatif apabila kebutuhan gizi tidak terpenuhi, bekal makan Bento,