• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Li2forsx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Uji Li2forsx"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

UJI NORMALITAS

(

Sumber: Aplikasi Statistika dalam Penelitian, Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin, 200

6

)

OOM S HOMDIJAH

OOM S HOMDIJAH

PLB FIP UPI BANDUNG

1342010

No. Kontak: 0856 210 5958

E-mail:

[email protected]

(2)

Uji Normalitas dengan Lilifors Test

Salah satu untuk menguji normalitas data

adalah dengan uji normalitas dengan

Lilifors Test.

Kelebihan Lilifors adalah

penggunaan/penghitungannya sederhana

serta cukup kuat (power full)) sekalipun

(3)

Langkah+langkah Proses Pengujian

Lilifors Tes

1. Susunlah data dari yang terkecil sampai yang terbesar, setiap data ditulis sekali meskipun ada beberapa data.

2. Periksa data berapa kali munculnya bilangan+bilangan itu (frekuensi harus ditulis)

3. Susun frekuensi kumulatifnya. 3. Susun frekuensi kumulatifnya.

4. Berdasarkan frekuensi kumulatif hitunglah proporsi empirik (observasi).

5. Hitung nilai z untuk mengetahui theoritical proportion

pada tabel z

6. Menghitung theoritical proportion

(4)

Berikut adalah hasil tes matematika dari

sekelompok murid kelas 6 Sekolah Dasar, ukuran sampelnya 14 dan skala yang digunakan adalah skala interval.

77.3 73.9 76.0 74.6 76.6 74.2 76.9

Contoh

74.7 77.4 75.4 77.7 76.0 76.5 76.0

Data di atas diduga menyebar mengikuti

distribusi normal. Dengan menggunakan α 0.05,

(5)

Langkah kerja

1. Ho : X mengikuti distribusi normal

Ha : X tidak mengikuti distribusi normal 2. α = 0.05

3. Data dan proses pengujian keterangan kolom:

1. susunan data dari yang terkecil sampai 1. susunan data dari yang terkecil sampai

terbesar 2. frekuensi

3. frekuensi kumulatif

4. Proporsi empirik (observasi) 5. Nilai z formula,

(6)

7. Selisih empirical proportion dengan theoritical proportion

baris ke 1 : [Sn(Xi) – F0(Xi)] = 0.0714 – 0.0485 =0.0229 baris ke 2 : [Sn(Xi) – Fo(Xi)] = 0,1429 – 0.0778 = 0.0651 dst…..

Selisih terbesar adalah ……

8. Selisih empirical proportion dengan theoritical proportion di luar titik observasi.

Baris ke 1: [Sn(Xi+1) – F0(Xi)] = 0 – 0.0485 = 0.485

Baris ke 2: [Sn(Xi+1) – F0(Xi)] = 0.0714 – 0.078 = 0.0064 Baris ke 2: [Sn(Xi+1) – F0(Xi)] = 0.0714 – 0.078 = 0.0064 dst……

Selisih terbesar adalah ……..

D = Suprimum {[Sn(Xi) – F0(Xi)] ; [Sn(Xi+1) – F0(Xi)] } D = Sup (0.1295 ; 0.1628)

D(14,0.95) = 0.227

Titik kritis pengujian H0 ditolak jika D ≥ D(n,α)

(7)

Referensi

Dokumen terkait

(2) Manajemen laba terjadi ketika para manajer menggunkan judgement dalam pelaporan keuangan dan penyusunan transaksi untuk merubah laporan keuangan yang

Pada orang normal, gangguan tidur yang berkepanjangan akan mengakibatkan perubahan-perubahan pada siklus tidur biologisnya, menurunkann daya tahan tubuh yang bisa

Penelitian bertujuan mengetahui berbagai macam bencana alam yang berpotensi terjadi di lokasi penelitian dan menentukan hazard index terbesar, serta mengetahui

Siapa yang datang lebih dahulu di masjid, maka ia berhak menempati ¡af ¡alat terdepan atau yang ia inginkan. Untuk yang datang belakangan, hanya berhak menempati

Hasil penelitian mengenai pola tidur menunjukkan bahwa terdapat 89,9% responden yang menderita gagal jantung kongestif mereka membutuhkan >60 menit untuk dapat tertidur di malam

To further elaborate on these findings, it is important to note that the stress ratings associated with the break and enter call suggest that either the crime fighting role is

Besarnya minat masyarakat terhadap berbagai program studi yang ditawarkan FISIP, merupakan kekuatan yang menunjang Jurusan Sosiologi untuk melakukan akselerasi

" Momen dari sebuah gaya terhadap suatu titik adalah sama dengan jumlah momen dari komponen-komponen gayanya. terhadap titik