• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG (Studi Kasus : Kecamatan Cidadap)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "EVALUASI PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG (Studi Kasus : Kecamatan Cidadap)"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Risnawati Laelasari
  • Sekolah: Universitas Komputer Indonesia
  • Mata Pelajaran: Perencanaan Wilayah dan Kota
  • Topik: Evaluasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang
  • Tipe: Tugas Akhir
  • Tahun: 2008
  • Kota: Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan pengantar mengenai pentingnya pengendalian pemanfaatan ruang dalam konteks perencanaan wilayah. Latar belakang menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh Kecamatan Cidadap dalam mengelola ruang dan bagaimana evaluasi dapat membantu meningkatkan efektivitas pengendalian. Tujuan dan sasaran studi diuraikan untuk memberikan fokus yang jelas dalam penelitian ini.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang membahas pentingnya pengendalian pemanfaatan ruang untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan perlindungan lingkungan. Dalam konteks Kecamatan Cidadap, pengendalian ini menjadi krusial untuk menghindari penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat. Penjelasan ini memberikan konteks bagi pembaca mengenai isu-isu yang dihadapi dalam pengelolaan ruang.

1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah merangkum isu-isu utama yang dihadapi dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Cidadap. Ini mencakup tantangan dalam penerapan kebijakan, kurangnya koordinasi antara instansi, dan dampak dari penyimpangan pemanfaatan ruang. Dengan merumuskan masalah secara jelas, penelitian ini dapat memberikan solusi yang lebih tepat sasaran.

1.3 Tujuan dan Sasaran Studi

Tujuan dan sasaran studi dirumuskan untuk memberikan arah yang jelas bagi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengendalian pemanfaatan ruang dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Sasaran studi mencakup analisis kebijakan yang ada dan implementasinya di lapangan.

1.4 Ruang Lingkup Studi

Ruang lingkup studi membatasi fokus penelitian pada aspek-aspek tertentu dari pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Cidadap. Ini termasuk kajian terhadap kebijakan yang ada, pelaksanaan di lapangan, dan dampaknya terhadap masyarakat. Penjelasan ini membantu pembaca memahami batasan penelitian.

1.5 Definisi Operasional

Definisi operasional memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah kunci yang digunakan dalam penelitian ini. Ini penting untuk memastikan bahwa pembaca memiliki pemahaman yang sama mengenai istilah yang digunakan, sehingga analisis dan hasil yang disajikan dapat dipahami dengan baik.

1.6 Metodologi Studi

Metodologi studi menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Ini mencakup metode pengumpulan data, analisis, dan pendekatan evaluasi yang diterapkan. Dengan menjelaskan metodologi secara rinci, penelitian ini menunjukkan keandalannya dan memberikan landasan yang kuat untuk hasil yang diperoleh.

1.7 Sistematika Pembahasan

Sistematika pembahasan memberikan gambaran umum mengenai struktur tulisan ini. Ini membantu pembaca untuk mengikuti alur pemikiran penulis dan memahami bagaimana setiap bagian saling berkaitan. Penjelasan sistematika ini penting untuk memudahkan pembaca dalam mencerna informasi yang disajikan.

II. KAJIAN TEORI PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG

Bagian ini mengulas teori-teori yang mendasari pengendalian pemanfaatan ruang, termasuk definisi, ruang lingkup, dan perangkat pengendalian yang ada. Kajian ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk analisis yang dilakukan dalam studi ini.

2.1 Kajian Teori Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Kajian teori ini menjelaskan konsep dasar pengendalian pemanfaatan ruang, termasuk pentingnya pengawasan dan penertiban. Teori ini menjadi dasar bagi evaluasi yang dilakukan dalam penelitian ini, mengingat pengendalian yang efektif dapat mencegah penyimpangan pemanfaatan ruang.

2.1.1 Pengertian Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Pengertian ini menjelaskan bahwa pengendalian pemanfaatan ruang adalah upaya untuk memastikan bahwa penggunaan ruang sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan perlindungan lingkungan.

2.1.2 Ruang Lingkup dan Batasan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Ruang lingkup dan batasan pengendalian pemanfaatan ruang mencakup aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam pengendalian, termasuk pengawasan dan penertiban. Ini membantu dalam memahami batasan yang ada dalam implementasi kebijakan pengendalian.

2.1.3 Teori Evaluasi Perencanaan

Teori evaluasi perencanaan menjelaskan pentingnya evaluasi dalam menilai efektivitas kebijakan yang telah diterapkan. Ini mencakup pendekatan evaluasi sumatif dan formatif, yang akan digunakan dalam studi ini untuk menilai pengendalian pemanfaatan ruang.

2.1.4 Perangkat Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Perangkat pengendalian mencakup mekanisme perijinan, pengawasan, dan penertiban yang harus diterapkan untuk memastikan pemanfaatan ruang yang sesuai. Ini menjadi dasar bagi rekomendasi yang akan diajukan dalam penelitian ini.

III. EVALUASI PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN CIDADAP

Bagian ini berfokus pada evaluasi yang dilakukan terhadap pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Cidadap. Ini mencakup analisis kriteria, tugas pokok, dan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.

3.1 Penyusunan Kriteria Kegiatan Pengendalian Pemanfaatan Ruang

Penyusunan kriteria kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang bertujuan untuk menetapkan standar yang jelas dalam evaluasi. Kriteria ini penting untuk menilai efektivitas kebijakan yang diterapkan dan memberikan dasar bagi rekomendasi perbaikan.

3.2 Evaluasi Tugas Pokok dan Fungsi Instansi Pengendali Pemanfaatan Ruang

Evaluasi ini mencakup analisis terhadap tugas pokok dan fungsi instansi yang terlibat dalam pengendalian pemanfaatan ruang. Ini penting untuk memahami sejauh mana instansi menjalankan perannya dalam pengendalian yang efektif.

3.3 Evaluasi Kegiatan Pengendalian Pemanfaatan Ruang oleh Instansi

Evaluasi kegiatan pengendalian yang dilakukan oleh instansi memberikan gambaran tentang keberhasilan dan tantangan yang dihadapi. Ini mencakup penilaian terhadap program-program yang telah dilaksanakan dan dampaknya terhadap masyarakat.

3.4 Evaluasi Penyimpangan Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cidadap

Evaluasi ini berfokus pada penyimpangan yang terjadi dalam pengendalian pemanfaatan ruang. Ini penting untuk mengidentifikasi masalah yang ada dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa mendatang.

3.5 Evaluasi Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cidadap

Evaluasi pengendalian pemanfaatan ruang secara keseluruhan memberikan gambaran tentang efektivitas kebijakan yang diterapkan. Ini mencakup analisis terhadap hasil yang dicapai dan rekomendasi untuk peningkatan.

3.6 Usulan Kegiatan Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Cidadap

Bagian ini menyajikan usulan kegiatan program yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pengendalian pemanfaatan ruang. Usulan ini berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan dan bertujuan untuk mengatasi masalah yang ada.

IV. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Bagian ini menyimpulkan temuan utama dari penelitian dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kecamatan Cidadap. Rekomendasi ini diharapkan dapat membantu instansi terkait dalam meningkatkan efektivitas pengendalian.

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan merangkum hasil penelitian dan menekankan pentingnya pengendalian pemanfaatan ruang yang efektif. Ini mencakup penekanan pada kebutuhan untuk meningkatkan koordinasi antar instansi dan penerapan kebijakan yang lebih ketat.

4.2 Rekomendasi

Rekomendasi memberikan panduan untuk tindakan yang perlu diambil oleh instansi terkait. Ini mencakup saran untuk meningkatkan pengawasan, penertiban, dan mekanisme perijinan untuk memastikan pemanfaatan ruang yang sesuai.

4.3 Saran Studi Lanjutan

Saran untuk studi lanjutan mencakup kebutuhan untuk penelitian lebih mendalam mengenai dampak kebijakan yang diterapkan. Ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan lain.

Gambar

Gambar 2.1 Diagram Lingkup Kegiatan Pengendalian
Tabel 2.1
Tabel 2.2 Ringkasan Tahap Pelaporan
Tabel 2.3 Ringkasan Tahap Pemantauan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Faktor pendukung pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang yaitu Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lampung Timur, tersedianya dana atau

Peta kesesuaian lokasi untuk lokasi tempat penampungan sampah (TPS) sementara dibandingkan dengan peta rencana tata ruang kota yang telah disederhanakan menghasilkan peta

Hasil overlay antara peta rencana pemanfaatan ruang Kabupaten Sleman yang telah diurai/pisah sesuai kebutuhan dengan peta penggunaan lahan hasil interpretasi citra digital

Solusi pemanfaatan ruang agar sesuai dengan rencana tata ruang yaitu dengan cara Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan harus melaksanakan proses pemberian

Izin Peruntukan Penggunaan Tanah atau disingkat IPPT menjadi tolak ukur bagi keberhasilan sebuah produk tata ruang ditinjau dari kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana

Disinsentif berupa pengenaan pajak yang tinggi dapat dikenakan untuk pemanfaatan ruang yang tidak sesuai rencana tata ruang melalui penetapan nilai jual objek pajak (NJOP)

Dari atribut peta inkonsistensi, terdapat 43 poligon inkonsistensi pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan RTRW Kabupaten Kota Manado tahun 2014-2032 di

Izin Peruntukan Penggunaan Tanah atau disingkat IPPT menjadi tolak ukur bagi keberhasilan sebuah produk tata ruang ditinjau dari kesesuaian penggunaan lahan dengan rencana