• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa terhadap pemikiran mazhap Syafi'i tentang hukum kesaksian dalam akad nikah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisa terhadap pemikiran mazhap Syafi'i tentang hukum kesaksian dalam akad nikah"

Copied!
112
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

a. Wali nasab , wali nasab adalah wali nikah karena ada hubungan darah nasab dengan wanita yang akan melangsungkan pernikahan. Wali maula , Sedangkan yang dimaksud

Artinya: “Yang asal pada perintah untuk wajib”. Demikian Imam Syafi’i begitu juga dengan ulama-ulama lain, menghendaki tidak sah nikah tanpa adanya saksi. Imam Syafi’i

Manṭūq hadis diatas menunjukkan bahwa seseorang yang melakukan pernikahan dengan orang-orang yang telah diharamkan, baik melalui jalan nasab atau karena raḍā’

Para ulama mazhab Hanafi menginterprestasikan tentang ittihād almajelis bersatu majelis pada sebuah akad dalam pernikahan adalah menyangkut kesinambungan waktu (zaman)

Pelaksanaan pernikahan menggunakan wali hakim kebanyakan di dasari karena wali dari mempelai calon perempuan tersebut menolak untuk menikahkan anaknya dengan alasan

Apabila dalam satu kelompok wali nikah terdapat beberapa orang yang sama-sama berhak menjadi wali, maka yang berhak menjadi wali ialah yang lebih dekat

Mengenai nilai kekuatan pembuktian keterangan saksi harus dilihat pertama-tama sah tidaknya keterangan saksi sebagai alat bukti. Manakala ditinjau dari segi ini,

Skripsi yang berjudul: Studi Perbandingan Antara Mażhab Hanafi Dan Mażhab Syafi’i Tentang Saksi Perempuan Dalam Akad Nikah, ditulis oleh Shofa Aminah, NIM 1201120067,