Informasi Dokumen
- Penulis:
- Angga Ramdhani
- Khoirul Febrian
- Pengajar:
- Anita Rahmawati, S.T., M.Sc
- Ir. Anita Widianti, M.T
- Emil AdJy, S.T., M.Eng
- Sekolah: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
- Mata Pelajaran: Teknik Sipil
- Topik: Pengaruh Jumlah Pemadatan Terhadap Parameter Uji Marshall Pada Campuran Asphalt Treated Base (ATB) Menurut Spesifikasi Bina Marga 2010 Rev-2
- Tipe: tugas akhir
- Tahun: 2016
- Kota: Yogyakarta
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian ini memberikan latar belakang mengenai pentingnya pemadatan aspal dalam konstruksi jalan, terutama dalam konteks peningkatan performa perkerasan jalan. Ditekankan bahwa pemadatan aspal yang tepat berpengaruh signifikan terhadap karakteristik lapisan aspal, khususnya pada campuran Asphalt Treated Base (ATB). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah pemadatan terhadap parameter uji Marshall, yang mencakup stabilitas dan flow, serta untuk menentukan jumlah tumbukan yang efektif berdasarkan hasil pengujian.
1.1. Latar Belakang
Latar belakang menjelaskan kebutuhan akan infrastruktur transportasi yang meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa jalan yang dibangun memiliki performa yang baik dan dapat memenuhi umur layanannya. Asphalt Treated Base (ATB) dipilih sebagai fokus penelitian karena kemampuannya dalam meningkatkan keawetan dan ketahanan perkerasan jalan.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah mencakup dua pertanyaan utama: bagaimana variasi tumbukan mempengaruhi parameter uji Marshall pada campuran ATB, dan berapa jumlah tumbukan yang efektif berdasarkan hasil pengujian tersebut. Hal ini penting untuk memahami hubungan antara teknik pemadatan dan karakteristik campuran aspal.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji parameter uji Marshall pada Asphalt Treated Base (ATB) akibat variasi tumbukan, serta untuk menganalisis jumlah tumbukan yang efektif. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada praktik konstruksi jalan yang lebih efisien.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah untuk mendapatkan nilai optimum jumlah tumbukan yang diperlukan pada spesimen Asphalt Treated Base (ATB) dan dapat digunakan sebagai acuan dalam pengaturan jumlah tumbukan efektif dalam proyek konstruksi jalan. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menyempurnakan prosedur pemadatan dalam uji Marshall.
1.5. Batasan Penelitian
Batasan penelitian mencakup penggunaan material tertentu seperti aspal penetrasi 60/70, agregat kasar dan halus dari sumber tertentu, serta pengujian yang dilakukan di laboratorium dengan variasi jumlah tumbukan tertentu. Penelitian ini tidak mencakup pengujian di lapangan.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pustaka membahas teori dan prinsip dasar mengenai konstruksi perkerasan lentur dan Asphalt Treated Base (ATB). Konstruksi perkerasan lentur menggunakan aspal sebagai bahan pengikat yang memiliki fungsi penting dalam mendistribusikan beban lalu lintas. Selain itu, dibahas juga tentang karakteristik material yang digunakan dalam campuran aspal dan pengujian yang relevan.
2.1. Konstruksi Perkerasan Lentur
Konstruksi perkerasan lentur terdiri dari lapisan-lapisan yang dirancang untuk menerima beban lalu lintas dan menyebarkannya ke tanah dasar. Lapisan-lapisan ini harus memenuhi persyaratan teknis agar dapat berfungsi dengan baik dalam jangka panjang. Penjelasan mengenai setiap lapisan, mulai dari lapis permukaan hingga tanah dasar, memberikan wawasan penting bagi mahasiswa teknik sipil.
2.2. Asphalt Treated Base (ATB)
Asphalt Treated Base (ATB) adalah campuran yang digunakan sebagai lapisan pondasi dalam perkerasan jalan. Penjelasan tentang komposisi material, fungsi, dan spesifikasi teknis ATB sangat penting untuk memahami aplikasinya dalam konstruksi jalan. Ditekankan bahwa pemilihan material yang tepat akan mempengaruhi daya tahan dan performa jalan.
2.3. Material Konstruksi Perkerasan
Bagian ini menjelaskan tentang agregat, filler, dan aspal sebagai bahan utama dalam campuran. Ditekankan pentingnya karakteristik material dalam menentukan kualitas campuran aspal. Standar pengujian material juga dibahas untuk memastikan bahwa semua bahan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan.
III. LANDASAN TEORI
Landasan teori menjelaskan karakteristik Marshall pada Asphalt Treated Base (ATB) dan parameter-parameter yang diukur dalam pengujian. Stabilitas, kelelehan, dan berbagai rongga dalam campuran dijelaskan secara rinci, memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana setiap parameter mempengaruhi performa campuran aspal.
3.1. Stabilitas
Stabilitas adalah kemampuan campuran aspal untuk menahan beban tanpa mengalami deformasi. Parameter ini sangat penting untuk menentukan daya tahan perkerasan terhadap beban lalu lintas. Ditekankan bahwa stabilitas yang baik dicapai melalui pemilihan agregat dan proporsi campuran yang tepat.
3.2. Kelelehan
Kelelehan mengacu pada deformasi vertikal campuran aspal saat dibebani. Nilai kelelehan yang tepat menunjukkan bahwa campuran dapat mengikuti deformasi tanpa retak. Hal ini penting untuk memastikan bahwa jalan tetap aman dan nyaman untuk dilalui.
3.3. Rongga dalam Campuran
Rongga dalam campuran, termasuk VMA, VIM, dan VFA, adalah parameter yang menunjukkan seberapa baik campuran dapat menampung aspal dan mempengaruhi kekedapan air. Parameter ini sangat relevan dalam menentukan keawetan dan performa campuran aspal di lapangan.
IV. METODE PENELITIAN
Metode penelitian menggambarkan langkah-langkah yang diambil untuk melakukan pengujian, mulai dari persiapan alat dan bahan hingga analisis hasil. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengujian Marshall untuk menentukan parameter campuran aspal berdasarkan variasi jumlah pemadatan.
4.1. Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Laboratorium Bahan Perkerasan Jalan, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Lokasi ini dipilih karena fasilitas yang memadai untuk melakukan pengujian material dan campuran aspal.
4.2. Bagan Alir Penelitian
Bagan alir penelitian memberikan gambaran umum tentang tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian, mulai dari pemeriksaan bahan hingga analisis data. Ini membantu mahasiswa memahami alur penelitian secara keseluruhan.
4.3. Alat dan Bahan
Penjelasan mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian sangat penting untuk memastikan bahwa semua proses pengujian dilakukan dengan standar yang benar. Ini mencakup alat pengujian Marshall, timbangan, dan berbagai jenis saringan untuk agregat.
V. HASIL DAN PEMBAHASAN
Bagian ini menyajikan hasil pengujian yang dilakukan dan analisis terhadap data yang diperoleh. Hasil pengujian menunjukkan hubungan antara variasi jumlah tumbukan dengan parameter uji Marshall, serta memberikan rekomendasi mengenai jumlah tumbukan yang optimum untuk campuran ATB.
5.1. Hasil Pengujian Agregat
Hasil pengujian agregat menunjukkan bahwa semua material yang digunakan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Ini penting untuk memastikan bahwa campuran aspal yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik dan dapat diandalkan dalam konstruksi jalan.
5.2. Hasil Pengujian Aspal
Pengujian aspal menunjukkan bahwa aspal dengan penetrasi 60/70 memenuhi semua persyaratan yang ditentukan, kecuali untuk daktilitas. Hasil ini menunjukkan bahwa aspal tersebut dapat digunakan dalam campuran aspal, namun perlu perhatian khusus pada proses pengujian.
5.3. Kadar Aspal Optimum (KAO)
Dari hasil uji Marshall, kadar aspal optimum (KAO) ditentukan sebesar 5,45%. KAO ini penting untuk mencapai campuran aspal yang optimal dan berkualitas tinggi, sehingga dapat meningkatkan daya tahan dan performa perkerasan jalan.
5.4. Hubungan antara Jumlah Tumbukan dan Parameter Hasil Uji Marshall
Analisis hubungan antara jumlah tumbukan dan parameter hasil uji Marshall menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah tumbukan, stabilitas campuran meningkat, namun kelelehan dapat meningkat atau menurun tergantung pada proporsi campuran. Ini memberikan wawasan penting bagi praktisi dalam merancang campuran aspal yang efisien.
Referensi Dokumen
- Yulizarman, 2004
- Spesifikasi umum 2010 (rev2), PU Bina Marga
- SNI 03-1969-1990
- SNI 03-2417-1991
- SNI 03-1979-1990