• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERENDAMAN CAMPURAN ATB (ASPHALT TREATED BASE) TERHADAP STABILITAS MARSHALL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH PERENDAMAN CAMPURAN ATB (ASPHALT TREATED BASE) TERHADAP STABILITAS MARSHALL"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERENDAMAN CAMPURAN ATB(ASPHALT TREATED

BASE) TERHADAPSTABILITAS MARSHALL

Oleh: YEARNITA (01520117) Civil Engineering

Dibuat: 2006-07-12 , dengan 3 file(s).

Keywords: Stabilitas Marshall, Perendaman Campuran ATB (Asphalt Treated Base)

Jalan merupakan sarana tranportasi darat yang terdiri dari beberapa material, seperti agregat kasar, agregat halus, filler (bahan pengisi) dan bitumen.

Dalam proses pemeliharaan, kerusakan kadang terjadi lebih dini dari masa pelayanan yang salah satunya disebabkan oleh faktor air. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh perendaman (air) terhadap sifat – sifat Marshall seperti Stabilitas, Kelelehan Plastis, Hasil Bagi Marshall dan Rongga Udara.. Dengan menggunakan kadar aspal yang sama (optimum) yaitu 7.30 %, selanjutnya dibuat benda uji sebanyak 3 x 9 benda uji (untuk uji statistik) yang

berbentuk silinder dengan berat volume 1200 gram. Variasi waktu perendaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2, 4, 6, 8, 10, 12, 24, 48, dan 72 jam dan untuk masing – masing variasi waktu perendaman menggunakan 3 buah benda uji.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perendaman terhadap Stabilitas Marshall, Kelelehan Plastis, Hasil Bagi Marshall dan Rongga Udara pada sifat campuran ATB. Untuk Stabilitas Marshall yaitu dengan ditunjukkan oleh persamaan : Y = -10,67x + 2288,5.

Diperkirakan Stabilitas Marshall akan mencapai dibawah persyaratan setelah umur 172,31 jam. Untuk nilai Kelelehan Plastis, ditunjukkan oleh persamaan : Y = 7E-05x2 – 0,0291x + 3,4923. Untuk nilai Hasil Bagi Marshall ditunjukkan persamaan : Y = -0,0042X2 + 0,3556X + 6,1448. Diperkirakan Marshall Qoutient akan mencapai dibawah persyaratan setelah umur 95,5 jam. Dan untuk nilai Rongga Udara ditunjukkan oleh persamaan : Y = 0,0006X² - 0,072 X + 5,1632. Dan diperkirakan Rongga Udara akan mencapai dibawah persyaratan setelah umur 20 jam

Abstract

The road is a means of land transportation which consists of some materials, such as coarse aggregate, fine aggregate, filler (filler) and bitumen.

In the process of maintenance, damage sometimes occur earlier than the service one of which is caused

by the water factor. This study aimed to determine the effect of immersion (water) on the properties - properties such as Marshall stability, flow on plastic, Results For Marshall and air cavities .. By using the same binder content (optimum), ie, 7:30%, made into specimens of 3 x 9 specimens (for statistical tests), which is a cylinder with volume of 1200 grams of weight. The variation of immersion time used in this study were 2, 4, 6, 8, 10, 12, 24, 48, and 72 hours and for each - each variation of immersion time using 3 specimens.

(2)

the results shown for Marshall equation: Y = -0.0042 X2 + 0.3556 X + 6.1448. Marshall estimated

Qoutient will reach under the terms after the age of 95.5 hours. And for the air cavity is indicated by the

Referensi

Dokumen terkait

Pengunaan Asbuton pada Tugas Akhir Pengaruh Variasi Pemadatan Terhadap Nilai Stabilitas Marshall pada LASBUTAG Campuran Panas, dilakukan dengan Variasi tumbukan pada

Salah satu jenis perkerasan lentur adalah lapis perkerasan A TB (Asphalt Treated Base) yang berfungsi sebagai lapis pondasi yang terletak dibawah lapis pcnnukaan yang mendukung

Selesai.. Shave shaker machine, untuk mengayak agregat halus dan filler. Mesin Los Angeles, untuk menguji tingkat keausan agregat kasar. Piknometer, untuk pemeriksaan berat jenis

Analisa sifat campuran aspal mencakup 2 (dua) kategori yaitu sifat volumetrik (berat jenis, rongga udara, dan VMA) dan sifat mekanis campuran (stabilitas, flow , Marshall Quotient

Berat jenis maksimum campuran (Gmm) diukur dengan AASHTO T.209-90, maka berat jenis efektif (Gse), kecuali rongga udara dalam partikel agregat yang menyerap aspal dapat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari jumlah tumbukan dengan tambahan bahan lateks terhadap campuran AC-WC dilihat dari sifat Marshall, sehingga

Hasil yang diperoleh mulai dari nilai stabilitas, kelelehan, Hasil bagi Marshall, VIM, dan VFB menunjukkan bahwa agregat asal Sawangan adalah jenis agregat yang terbaik

Pengaruh limbah serbuk kaca sebagai filler terhadap uji Marshall pada campuran aspal HRS-WC dengan durasi