• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Citra Merek dengan Kepuasan Konsumen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Hubungan Citra Merek dengan Kepuasan Konsumen"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN CITRA MEREK

DENGAN KEPUASAN KONSUMEN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan

Ujian Sarjana Psikologi

Oleh :

RIRIN RITONGA

051301031

FAKULTAS PSIKOLOGI

(2)

HUBUNGAN CITRA MEREK

DENGAN KEPUASAN KONSUMEN

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan

Ujian Sarjana Psikologi

Oleh :

RIRIN RITONGA

051301031

FAKULTAS PSIKOLOGI

(3)

LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, menyatakan dengan sesungguhnya

bahwa skripsi saya yang berjudul Hubungan Citra Merek dengan Kepuasan

Konsumen adalah karya sendiri dan belum pernah diajukan untuk memperoleh

gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan skripsi ini yang saya kutip

dari hasil karya orang lain telah dituliskan sumbernya secara jelas sesuai dengan

norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.

Apabila dikemudian hari ditemukan adanya kecurangan dalam skripsi ini,

saya bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademis yang saya sandang dan

sanksi-sanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Medan, Maret 2010

(4)

Hubungan Citra Merek dengan Kepuasan Konsumen

Ririn Ritonga dan Eka Danta Jaya Ginting.

ABSTRAK

Persaingan dunia bisnis saat ini sangat ketat. Perusahaan yang menghasilkan produk sejenis bersaing untuk menjadi pemimpin pasar. Salah satu cara yang digunakan untuk dapat merebut pangsa pasar adalah dengan memberikan kepuasan bagi konsumen sehingga dengan demikian konsumen akan membeli produk tersebut kembali.

Kepuasan konsumen dapat dirasakan setelah individu membeli dan menggunakan produk. Ada banyak faktor yang menyebabkan konsumen membeli sebuah produk, diantaranya adalah karena citra merek yang positif di benak konsumen terhadap suatu produk. Ishak (2005) mengatakan bahwa dalam beberapa hal konsumen lebih mempertimbangkan merek dari pada produk pada saat melakukan pembelian.

Penelitian ini adalah penelitian yag bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra merek dengan kepuasan konsumen. Penelitian ini mengambil sampel pengguna telepon selular Nokia. Teknik sampling yang digunakan adalah non random dengan cara incidental. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala likert, dimana skala tersebut terdiri dari skala kepuasan konsumen dan skala citra merek. Skala kepuasan konsumen memiliki nilai reliabilitas (rxx) = 0,920 dan nilai reliabilitas skala citra merek

adalah (rxx) = 0,906.

Hasil analisa data menunjukkan terdapat hubungan positif antara citra merek dengan kepuasan konsumen, withh p < 0,05. Nilai korelasi (r) yang diperoleh = 0,598, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan konsumen dengan citra merek.

(5)

The Relationship Between Brand Image and Consumer Satisfaction

Ririn Ritonga and Eka Danta Jaya Ginting

ABSTRACT

Recently, the competition in business world is very tight. The corporation which produce the same production compete for gaining to be the market leader. One of the way which is using for gainning market leader is giving the satisfaction on to the consumer so the consumer would buy these product again.

The consumer satisfaction for consumer happen after these consumer buying and using these product. Many factor that affect consumer buy product, one of them is positive brand image. Ishak (2005) explain that in many terms the consumer is more considering brand than the product it self when buying activities.

These research is correlational research which aimed to investigate the relationship between brand image and consumer satisfaction. In this research, the researcher sample which is use Nokia mobile phone. Sampling technique which is using in this research is non random sampling with incidental. The tool measurement in this research using Likert scale. Consumer satisfaction scale has reliability (rxx) = 0,920 and brand image scale reliability (rxx)is = 0,906.

Based on the outcome in this research there is positive relationship between brand image and consumer satisfaction, with p < 0,05. The correlation (r) value is 0,598, it means that there is a significant relationship between consumer satisfaction and brand image.

(6)

KATA PENGANTAR

Amsal 1 : 7

Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan;

tetapi orang bodoh menghina himat dan didikan”

Syalom, Filadelifia…..!

Segala kemuliaan, hormat dan ucapan syukur penulis naikkan kepada

Tuhan Yesus Kristus Mempelai Pria Sorga, sebab kasih karuniaNya dan

berkatNya sangat melimpah dalam kehidupan penulis. Ia sebagai Kepala telah

memenuhi segala sesuatu yang penulis butuhkan dan begitu mengasihi penulis

dengan kasih yang sempurna. Penulis sadar bahwa selesainya skripsi ini juga

merupakan pertolonganNya dan bukan karena kemampuan dan kekuatan penulis

sendiri.

Penulis juga menyadari keterlibatan dan bantuan pihak lain sehingga

skripsi ini dapat selesai. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terimakasih

kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Chairul Yoel, Sp.A(K) selaku Dekan Fakultas Psikologi.

2. Bapak Eka Danta Jaya Ginting, M.A. selaku dosen pembimbing, yang

telah membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

3. Ibu Sri Supriyantini, M.Si., Psikolog selaku dosen pembimbing akademik

penulis.

4. Seluruh staf pengajar Fakultas Psikologi USU atas segala ilmu dan

(7)

5. Seluruh staf pegawai Fakultas Psikologi USU yang telah membantu

penulis baik selama masa perkuliahan maupun dalam penyelesaian skripsi.

6. Bapak Gembala Sidang, Pdt. Petrus Tampubolon yang selalu berjaga-jaga

atas jiwa penulis.

7. Mama. Orang tua penulis satu-satunya yang mengasihi penulis dan

memberikan yang terbaik bagi penulis.

8. Tiur dan k’Melda… adik dan kakak penulis

9. Pdt. Samuel Tampubolon, terimakasih atas segala bimbingannya baik

secara rohani maupun jasmani. Juga segala bantuannya penulis ucapkan

terimakasih.

10. Semua saudara-saudara seiman di gereja, seluruh pelayan Tuhan yang

selalu mendukung penulis dalam kasih persaudaraan. Untuk pengerja : Om

Sandos.. terimakasih untuk dukungannya, rekan pelayan Tuhan : Meylin,

K’ Dewi, Christin, Ester, Lena dan yang lainnya. Biarlah filadelfia tetap

ada di tengah-tengah kita, amin.

11.Teman-teman angkatan 2005 (Maria, Elsa, Ela, Vina dan yang lainnya)

yang terlibat dalam membantu penulis meyelesaikan skripsi ini. Kalau

tidak disebutkan namanya penulis mohon dimaafkan.

12.angkatan 2006 (Derwin, Minda dan lainnya).

13.Dan yang lainnya yang sudah membantu saya dalam menyelesaikan

skripsi ini.

Seluruh skripsi ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan

(8)

ini. Oleh karenanya penulis mengharapkan adanya masukan dan saran yang

sifatnya membangun dari semua pihak, guna menyempurnakan penelitian ini agar

menjadi lebih baik lagi. Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Amin.

Medan, Maret 2010

(9)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... iv

Daftar Tabel ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

E. Sistematika Penulisan ... 7

BAB II LANDASAN TEORI ... 9

A.Kepuasan Konsumen ... 9

1. Pengertian Kepuasan Konsumen ... 9

2. Komponen Kepuasan Konsumen ... 10

3. Ciri-ciri Konsumen yang puas ... 11

4. Elemen Kepuasan Konsumen ... 12

5. Tipe-tipe Kepuasan dan Ketidakpuasan ... 13

6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen .... 14

B. Citra Merek ... 15

1. Pengertian Citra Merek ... 15

2. Dimensi Citra Merek ... 17

(10)

D. Hipotesa Penelitian ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 20

A. Identifikasi Variabel Penelitian ... 20

B. Definisi Operasional Variabel Penelitian ... 20

1. Kepuasan Konsumen ... 20

2. Citra Merek ... 21

C. Populasi, Sampel, dan Metode Pengambilan Sampel ... 22

1. Populasi dan Sampel ... 22

2. Teknik Pengambilan Sampel ... 22

D. Metode Pengumpulan Data ... 23

1. Skala Kepuasan Konsumen ... 23

2. Skala Citra Merek ... 24

E. Uji Coba Alat Ukur ... 26

1. Validitas Alat Ukur ... 26

2. Uji Daya Beda Aitem ... 27

3. Reliabilitas Alat Ukur ... 28

4. Hasil Uji Coba Alat Ukur ... 28

F. Prosedur Penelitian ... 31

1. Persiapan Penelitian ... 31

2. Pelaksanaan Penelitian ... 32

3. Pengolahan Data ... 32

G. Metode Analisa Data ... 32

(11)

2. Uji Linieritas ... 33

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN ... 34

A. Gambaran Subjek Penelitian ... 34

1. Jenis Kelamin Subjek Penelitian ... 34

2. Usia Subjek Penelitian ... 35

3. Jenis Pekerjaan ... 35

4. Lama Menggunakan Produk ... 36

B. Hasil Penelitian ... 37

1. Hasil Uji Asumsi ... 37

a. Uji Normalitas ... 37

b. Uji Linearitas ... 38

2. Hasil Uji Hipotesa Penelitian ... 39

C. Hasil Tambahan Penelitian ... 41

1. Kategorisasi Skor Penelitian ... 41

a. Kategorisasi Skor Kepuasan Konsumen ... 41

b. Kategorisasi Skor Citra Merek ... 43

D. Pembahasan ... 45

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 49

A. Kesimpulan ... 49

B. Saran ... 50

1. Saran Metodologis ... 50

(12)

DAFTAR PUSTAKA ... 52

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Blue Print Skala Kepuasan Konsumen Sebelum Uji Coba ... 24

Tabel 2. Blue Print Skala Citra Merek Sebelum Uji Coba ... 25

Tabel 3. Blue Print Skala Kepuasan Konsumen Sebelum Uji coba ... 29

Tabel 4. Blue Print Skala Kepuasan Konsumen Setelah Uji Coba ... 30

Tabel 5. Blue Print Skala Citra Merek Sebelum Uji Coba ... 30

Tabel 6. Blue Print Skala Citra Merek Setelah Uji Coba... 30

Tabel 7. Penyebaran Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ... 34

Tabel 8. Penyebaran Subjek Berdasarkan Usia ... 35

Tabel 9. Penyebaran Subjek Berdasarkan Jenis Pekerjaan ... 36

Tabel 10. Penyebaran Subjek Berdasarkan Lama Menggunakan Nokia ... 36

Tabel 11. Hasil Uji Normalitas dengan Menggunakan One Sample Kolmogorov-Smirnov ... 37

Tabel 12. Hasil Uji Linearitas ... 38

Tabel 13. Tabel Model Summary ... 39

Tabel 14. Tabel Anova ... 40

Tabel 15. Hasil Koefisien pada Analisa Regresi ... 41

Tabel 16. Perbandingan Mean Empirik dan Hipotetik Kepuasan Konsumen . 42 Tabel 17. Norma Kategorisasi Kepuasan Konsumen ... 42

Tabel 18. Kategorisasi Data Variabel Kepuasan Konsumen ... 43

Tabel 19. Perbandingan Mean Empirik dan Hipotetik Citra Merek ... 44

(14)
(15)

Hubungan Citra Merek dengan Kepuasan Konsumen

Ririn Ritonga dan Eka Danta Jaya Ginting.

ABSTRAK

Persaingan dunia bisnis saat ini sangat ketat. Perusahaan yang menghasilkan produk sejenis bersaing untuk menjadi pemimpin pasar. Salah satu cara yang digunakan untuk dapat merebut pangsa pasar adalah dengan memberikan kepuasan bagi konsumen sehingga dengan demikian konsumen akan membeli produk tersebut kembali.

Kepuasan konsumen dapat dirasakan setelah individu membeli dan menggunakan produk. Ada banyak faktor yang menyebabkan konsumen membeli sebuah produk, diantaranya adalah karena citra merek yang positif di benak konsumen terhadap suatu produk. Ishak (2005) mengatakan bahwa dalam beberapa hal konsumen lebih mempertimbangkan merek dari pada produk pada saat melakukan pembelian.

Penelitian ini adalah penelitian yag bersifat korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra merek dengan kepuasan konsumen. Penelitian ini mengambil sampel pengguna telepon selular Nokia. Teknik sampling yang digunakan adalah non random dengan cara incidental. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala likert, dimana skala tersebut terdiri dari skala kepuasan konsumen dan skala citra merek. Skala kepuasan konsumen memiliki nilai reliabilitas (rxx) = 0,920 dan nilai reliabilitas skala citra merek

adalah (rxx) = 0,906.

Hasil analisa data menunjukkan terdapat hubungan positif antara citra merek dengan kepuasan konsumen, withh p < 0,05. Nilai korelasi (r) yang diperoleh = 0,598, hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepuasan konsumen dengan citra merek.

(16)

The Relationship Between Brand Image and Consumer Satisfaction

Ririn Ritonga and Eka Danta Jaya Ginting

ABSTRACT

Recently, the competition in business world is very tight. The corporation which produce the same production compete for gaining to be the market leader. One of the way which is using for gainning market leader is giving the satisfaction on to the consumer so the consumer would buy these product again.

The consumer satisfaction for consumer happen after these consumer buying and using these product. Many factor that affect consumer buy product, one of them is positive brand image. Ishak (2005) explain that in many terms the consumer is more considering brand than the product it self when buying activities.

These research is correlational research which aimed to investigate the relationship between brand image and consumer satisfaction. In this research, the researcher sample which is use Nokia mobile phone. Sampling technique which is using in this research is non random sampling with incidental. The tool measurement in this research using Likert scale. Consumer satisfaction scale has reliability (rxx) = 0,920 and brand image scale reliability (rxx)is = 0,906.

Based on the outcome in this research there is positive relationship between brand image and consumer satisfaction, with p < 0,05. The correlation (r) value is 0,598, it means that there is a significant relationship between consumer satisfaction and brand image.

(17)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini zaman berkembang dengan begitu pesat. Sejalan dengan itu,

perkembangan di berbagai bidang pun terjadi termasuk di dunia bisnis (Ishak,

2005). Perkembangan di dunia bisnis menyebabkan tingkat persaingan bagi para

pelaku bisnis semakin meningkat, terlebih bagi produsen yang menghasilkan

produk maupun jasa yang sejenis. Saat ini, banyak sekali produk dan jasa yang

sejenis bermunculan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang tepat oleh

produsen agar produk maupun jasanya dapat bersaing serta mampu merebut

pangsa pasar. Segala cara dilakukan agar produk maupun jasa perusahaan

mendapat tempat di hati konsumen. Menurut Ishak (2005), dalam kondisi seperti

ini kepuasan konsumen memiliki peranan yang cukup penting bagi perusahaan.

Sebab meskipun produk yang dihasilkan canggih ataupun bagus, bila konsumen

tidak menyukainya maka produk tersebut tidak memiliki arti apa-apa. Sugiharto

(2007) menyatakan bahwa kepuasan konsumen akan menentukan keberhasilan

perusahaan.

Kepuasan konsumen adalah sejauh mana manfaat sebuah produk dirasakan

(perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan (Amir, 2005). Kotler,

(2000) mengatakan bahwa kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan

seseorang setelah membandingkan antara kinerja produk yang ia rasakan dengan

(18)

evaluasi ketidaksesuaian atau diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan

sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian (Tse dan

Wilson dalam Nasution, 2004). Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan merupakan

evaluasi konsumen terhadap produk apakah sesuai antara harapan dengan

kenyataannya.

Produk yang setelah digunakan konsumen ternyata sesuai antara harapan

dengan kenyataan akan menyebabkan terjadinya kepuasan bagi konsumen.

Sebaliknya, bila tidak sesuai maka akan menyebabkan terjadinya ketidakpuasan.

Winarto (2008) mengatakan bahwa kepuasan itu tercapai ketika kualitas

memenuhi dan melebihi harapan, keinginan dan kebutuhan konsumen.

Sebaliknya, bila kualitas tidak memenuhi dan melebihi harapan, keinginan dan

kebutuhan konsumen maka kepuasan tidak tercapai.

Evaluasi konsumen mengenai apakah sebuah produk telah sesuai antara

harapan dengan kenyataannya terjadi setelah konsumen membeli produk tersebut

Giese & Cote (2000) mengemukakan bahwa kepuasan konsumen merupakan

fenomena yang terjadi setelah pembelian.

Kepuasan atau kesenangan yang tinggi akan menyebabkan konsumen

berperilaku positif, terjadinya kelekatan emosional terhadap merek, dan juga

preferensi rasional sehingga hasilnya adalah kesetiaan (loyalitas) konsumen yang

tinggi (Palilati dalam Winarto, 2008). Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan

oleh Tjiptono & Chandra (2005) bahwa kepuasan konsumen menjadi fokus

penting bagi para produsen karena memberi banyak keuntungan, antara lain :

(19)

memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas

konsumen serta membentuk suatu rekomendasi dari individu yang satu ke

individu yang lain yang menguntungkan bagi perusahaan. Sebaliknya, konsumen

yang tidak puas terhadap barang atau jasa yang dikonsumsinya akan mencari

perusahaan lain yang mampu menyediakan kebutuhanya (Band dalam Nasution,

2005). Oleh sebab itu, perusahaan berusaha sedemikian rupa agar dapat

memberikan kepuasan bagi konsumennya.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, antara lain

dikemukakan oleh Lupiyoadi (2001) salah satunya adalah kualitas produk.

Kepuasan konsumen dapat tercapai ketika sebuah produk ternyata berkualitas.

Produk dikatakan berkualitas ketika telah menjalankan fungsinya dengan baik dan

jika harapan-harapan konsumen terhadap produk telah terpenuhi. Adanya

harapan-harapan ini terbentuk melalui citra produk maupun jasa yang dibuat oleh

perusahaan (Wulansari, 2007). Citra produk merupakan bagian dari citra merek.

Perusahaan berusaha membangun citra yang baik bagi konsumen dengan

harapan produknya akan dibeli. Salah satunya adalah melalui merek. American

Marketing Associating (dalam Kotler, 2000) mengemukakan bahwa merek adalah

nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari hal-hal tersebut untuk

mengidentifikasikan barang dan jasa dari seorang penjual maupun kelompok

penjual untuk membedakannya dari barang-barang pesaing. Oleh sebab itu merek

sangat memegang peranan penting bagi keberhasilan produk dalam merebut

(20)

suatu merek yang mapan sebanding dengan realitas makin sulitnya menciptakan

suatu merek.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ishak (2005) bahwa dalam

beberapa hal konsumen lebih mempertimbangkan merek dari pada produk pada

saat melakukan pembelian. Oleh sebab itu citra merek (brand image) yang baik

sangat menentukan apakah konsumen akan membeli produk tersebut atau tidak.

Citra merek (brand image) adalah sekumpulan asosiasi merek yang

terbentuk dan melekat di benak konsumen (Aaker, 1996). Semakin baik citra

merek yang dimiliki maka akan semakin positif pula persepsi konsumen terhadap

suatu produk. Banyak perusahaan yang menyadari hal tersebut, sehingga mereka

berlomba-lomba menciptakan citra merek (brand image) salah satunya adalah

melalui promosi secara besar-besaran.

Persaingan yang ketat antara produk sejenis dapat kita lihat pada produk

handphone (telepon selular). Dewasa ini, produk telepon selular dengan berbagai

merek muncul ke permukaan. Hal ini disebabkan karena semakin tingginya

kebutuhan akan telepon selular di masyarakat, termasuk di Indonesia.

Masing-masing produk telepon selular ini bersaing dan berusaha merebut pangsa pasar.

Salah satu merek telepon selular yang berhasil dan mampu merebut pangsa pasar

adalah Nokia.

Nokia merupakan perusahaan telepon selular yang berasal dari Finlandia.

Kedudukan Nokia pada pasar telepon selular dunia sangat kuat, termasuk di

Indonesia. Nokia telah berhasil menduduki peringkat pertama penjualan telepon

(21)

selular merek lain. Berdasarkan hasil survey bulan Agustus 2009, ditemukan

bahwa Nokia telah berhasil menduduki peringkat pertama diantara lima produk

handphone (telepon selular) terbesar di dunia. Lima produk telepon selular

berdasarkan peringkat adalah : Nokia Corp, Samsung Electronics Co Ltd, LG

Electronics Inc, Motorola Inc, dan Sony Ericsson Mobile Communications AB

Menghadapi persaingan yang semakin ketat, Nokia terus berupaya

menciptakan inovasi-inovasi baru yang dapat menarik konsumen. Perusahaan

Telepon Seluler Nokia mengembangkan produk-produknya untuk pasar menengah

ke atas. Disamping itu, Nokia juga memperhatikan kebutuhan masyarakat

terhadap telepon seluler dengan harga murah namun berkualitas. Nokia juga telah

merilis telepon seluler untuk berbagai segmen pasar, mulai dari perkantoran,

wanita, remaja, dan masyarakat kelas bawah. Hal ini dapat dilihat dari dirilisnya

berbagai jenis telepon seluler untuk berbagai jenis fungsi (Kualitas Telepon

Selular Nokia dalam Rifa’I, 2008).

Produk Nokia mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan

produk handphone yang lain. Kelebihan tersebut antara lain menyediakan banyak

fasilitas, harga relatif terjangkau, dan sudah lama beredar di pasaran. Selanjutnya,

penggunaan Nokia lebih mudah dibandingkan dengan telepon selular merek lain.

Hal ini menyebabkan telepon selular merek Nokia mendapatkan citra yang baik di

(22)

Nokia berharap dapat terus merebut pangsa pasar penjualan telepon selular

melalui berbagai inovasi dan strategi yang talah dikemukakan di atas (Swa

Sembada edisi bulan April 2006 dalam isi duniaku, 2009).

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melihat hubungan

antara citra merek dengan kepuasan konsumen dengan terlebih dahulu sampel

telah melakukan pembelian terhadap produk tersebut.

I.B. Rumusan Masalah

Berdasakan latar belakang masalah yang telah dikemukkan sebelumnya,

peneliti merumuskan permasalahan yang ingin diteliti dalam penelitian ini sebagai

berikut :

1. Apakah ada hubungan antara citra merek dengan kepuasan konsumen?

2. Bagaimana hubungan antara citra merek dengan kepuasan konsumen?

3. Bagaimana perbandingan data empirik dan data hipotetik citra merek dengan

kepuasan konsumen?

I.C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra merek

dengan kepuasan konsumen.

I.D. Manfaat Penelitian

(23)

1. Manfaat teoritis

a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperkaya

temuan dalam bidang Psikologi Industri dan Organisasi mengenai

citra merek dengan kepuasan konsumen dalam kajian perilaku

konsumen.

b. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi

peneliti-peneliti lain yang ingin meneliti mengenai perilaku

konsumen sebagai referensi teoritis dan empiris.

2. Manfaat praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi produsen

dalam hal ini Nokia agar dapat membuat strategi dalam hal citra merek dan

kepuasan konsumen sehingga produk yang dihasilkan dapat terus bersaing di

pasar.

I.D. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada penelitian ini berisi:

BAB I Pendahuluan

Berisi uraian singkat mengenai latarbelakang masalah, tujuan

penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II Landasan Teori

Berisi mengenai teori-teori yang mendasari masalah objek penelitian,

antara lain : pengertian kepuasan konsumen, komponen kepuasan

(24)

konsumen, tipe-tipe kepuasan dan ketidakpuasan konsumen,

faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, pengertian citra

merek, dimensi citra merek, serta hubungan antara citra merek dengan

kepuasan konsumen.

BAB III Metode Penelitian

Berisi mengenai identifikasi variabel, definisi operasional, variabel

penelitian, populasi dan metode pengambilan sampel, metode

pengumpulan data, validitas dan reliabilitas alat ukur, prosedur

penelitian dan metode analisa data

Bab IV Analisa Data dan Pembahasan

Bab ini akan memapaparkan mengenai hasil deskripsi data penelitian,

uji hipotesa utama dan pembahasan mengenai hasil penelitian.

Bab V Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi jawaban atas masalah yang diajukan. Kesimpulan dibuat

berdasarkan analisa dan interpretasi data. Saran dibuat dengan

(25)

BAB II

LANDASAN TEORI

A.Kepuasan Konsumen

1. Pengertian Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen adalah sejauh mana manfaat sebuah produk dirasakan

(perceived) sesuai dengan apa yang diharapkan pelanggan (Amir, 2005). Kotler

(2000) mengatakan bahwa kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan

seseorang setelah membandingkan antara kinerja produk yang ia rasakan dengan

harapannya. Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen adalah respon terhadap

evaluasi ketidaksesuaian atau diskonfirmasi yang dirasakan antara harapan

sebelumnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaian (Tse dan

Wilson dalam Nasution, 2004)

Oliver (dalam Peter dan Olson, 1996) menyatakan bahwa kepuasan

pelanggan adalah rangkuman kondisi psikologis yang dihasilkan ketika emosi

yang mengelilingi harapan tidak cocok dan dilipatgandakan oleh

perasaan-perasaan yang terbentuk mengenai pengalaman pengkonsumsian. Westbrook &

Reilly (dalam Tjiptono, 2005) mengemukakan bahwa kepuasan konsumen

merupakan respon emosional terhadap pengalaman yang berkaitan dengan produk

atau jasa yang dibeli.

Gaspers (dalam Nasution, 2005) mengatakan bahwa kepuasan konsumen

sangat bergantung kepada persepsi dan harapan konsumen. Adapun faktor-faktor

(26)

a. Kebutuhan dan keinginan yang berkaitan dengan hal-hal yang dirasakan

konsumen ketika sedang mencoba melakukan transaksi dengan produsen

produk.

b. Pengalaman masa lalu ketika mengkonsumsi produk dari perusahaan maupun

pesaing-pesaingnya.

c. Pengalaman dari teman-teman.

Engel, Roger & Miniard (1994) mengatakan bahwa kepuasan adalah

evaluasi paska konsumsi untuk memilih beberapa alternatif dalam rangka

memenuhi harapan. Band (dalam Nasution, 2005) mengatakan bahwa kepuasan

tercapai ketika kualitas memenuhi dan melebihi harapan, keinginan dan

kebutuhan konsumen. Sebaliknya, bila kualitas tidak memenuhi dan melebihi

harapan, keinginan dan kebutuhan konsumen maka kepuasan tidak tercapai.

Konsumen yang tidak puas terhadap barang atau jasa yang dikonsumsinya akan

mencari perusahaan lain yang mampu menyediakan kebutuhannya.

Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan definisi kepuasan

konsumen yaitu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja

produk yang dia rasakan dengan harapannya.

2. Komponen Kepuasan Konsumen

Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa ada banyak pengertian

kepuasan konsumen. Menurut Giese & Cote (2000) sekalipun banyak definisi

kepuasan konsumen, namun secara umum tetap mengarah kepada tiga komponen

(27)

a. Respon : Tipe dan intensitas

Kepuasan konsumen merupakan respon emosional dan juga kognitif. Intesitas

responnya mulai dari sangat puas dan menyukai produk sampai sikap yang

apatis terhadap produk tertentu.

b. Fokus

Fokus pada performansi objek disesuaikan pada beberapa standar. Nilai standar

ini secara langsung berhubungan dengan produk, konsumsi, keputusan

berbelanja, penjual dan toko.

c. Waktu respon

Respon terjadi pada waktu tertentu, antara lain : setelah konsumsi, setelah

pemilihan produk atau jasa, berdasarkan pengalaman akumulatif. Durasi

kepuasan mengarah kepada berapa lama respn kepuasan itu berakhir.

3. Ciri-ciri konsumen yang puas

Kotler, (2000) menyatakan ciri-ciri konsumen yang merasa puas sebagai berikut:

a) Loyal terhadap produk

Konsumen yang puas cenderung loyal dimana mereka akan membeli ulang

dari produsen yang sama

b) Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif

Komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth communication) yang

bersifat positif yaitu rekomendasi kepada calon konsumen lain dan

(28)

c) Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli merek lain

Ketika konsumen ingin membeli produk yang lain, maka perusahaan yang

telah memberikan kepuasan kepadanya akan menjadi pertimbangan yang

utama.

4. Elemen Kepuasan Konsumen

Wilkie (1994) menyatakan bahwa terdapat 5 elemen dalam kepuasan konsumen

yaitu :

1. Expectations

Harapan konsumen terhadap suatu barang atau jasa telah dibentuk

sebelum konsumen membeli barang atau jasa tersebut. Pada saat proses

pembelian dilakukanan, konsumen berharap bahwa barang atau jasa yang

mereka terima sesuai dengan harapan, keinginan dan keyakinan mereka.

Barang atau jasa yang sesuai dengan harapan konsumen akan

menyebabkan konsumen merasa puas.

2. Performance

Pengalaman konsumen terhadap kinerja aktual barang atau jasa ketika

digunakan tanpa diperngaruhi oleh harapan mereka. Ketika kinerja aktual

barang atau jasa berhasil maka konsumen akan merasa puas.

3. Comparison

Hal ini dilakukan dengan membandingkan harapan kinerja barang atau

jasa sebelum membeli dengan persepsi kinerja aktual barang atau jasa

tersebut. Konsumen akan merasa puas ketika harapan sebelum pembelian

(29)

4. Confirmation/disconfirmation

Harapan konsumen dipengaruhi oleh pengalaman mereka terehadap

penggunaan merek dari barang atau jasa yang berbeda dari orang lain.

Confirmation terjadi bila harapan sesuai dengan kinerja aktual produk.

sebaliknya disconfirmation terjadi ketika harapan lebih tinggi atau lebih

rendah dari kinerja aktual produk. konsumen akan merasa puas ketika

tejadi confirmation / discofirmation.

5. Tipe-tipe Kepuasan dan Ketidakpuasan Konsumen

Sumarwan (2003) menerangkan teori kepuasan dan ketidakpuasan

konsumen terbentuk dari model diskonfirmasi ekspektasi, yaitu menjelaskan

bahwa kepuasan atau ketidakpuasaan konsumen merupakan dampak dari

perbandingan antara harapan pelanggan sebelum pembelian dengan sesungguhnya

yang diperoleh pelanggan dari produk atau jasa tersebut. Harapan pelanggan saat

membeli sebenarnya mempertimbangkan fungsi produk tersebut (product

performance). Fungsi produk antara lain:

a. Produk dapat berfungsi lebih baik dari yang diharapkan, disebut diskonfirmasi

positif (positive disconfirmation). Bila hal ini terjadi maka pelanggan akan

merasa puas.

b. Produk dapat berfungsi seperti yang diharapkan, disebut konfirmasi sederhana

(simple confirmation). Produk tersebut tidak memberi rasa puas dan produk

tersebut tidak mengecewakan sehingga pelanggan akan memiliki perasaan

(30)

c. Produk dapat berfungsi lebih buruk dari yang diharapkan, disebut diskonfimasi

negatif (negatif disconfirmation). Bila hal ini terjadi maka akan menyebabkan

kekecewaan, sehingga pelanggan merasa tidak puas.

6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen

Lupiyoadi (2001) menyebutkan lima faktor utama yang perlu diperhatikan

dalam kaitannya dengan kepuasan konsumen, antara lain:

a. Kualitas Produk

Konsumen akan puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa

produk yang mereka gunakan berkualitas. Produk dikatakan berkualitas

bagi seseorang, jika produk itu dapat memenuhi kebutuhanya

(Montgomery dalam Lupiyoadi, 2001). Kualitas produk ada dua yaitu

eksternal dan internal. Salah satu kualitas produk dari faktor eksternal

adalah citra merek.

b. Kualitas Pelayanan

Konsumen akan merasa puas bila mendapatkan pelayanan yang baik atau

yang sesuai dengan harapan.

c. Emosional

Konsumen merasa puas ketika orang memuji dia karena menggunakan

merek yang mahal.

d. Harga

Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga

(31)

e. Biaya

Konsumen yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu

membuang waktu untuk mendapatkan suatu produk atau jasa cenderung

puas terhadap produk atau jasa tersebut.

Berdasarkan uraian di atas maka faktor-faktor yang mempengaruhi

kepuasan konsumen menurut Lupiyoadi (2001) salah satunya adalah kualitas

produk. Produk dikatakan berkualitas jika terpenuhi harapan konsumen

berdasarkan kinerja aktual produk. Harapan ini bertumpu pada citra produk

(Wulansari, 2007). Selanjutnya citra produk merupakan komponen dalam citra

merek (Simamora, 2002).

B. Citra Merek

1. Pengertian citra merek

American Marketing Associating (dalam Kotler, 2000) mengemukakan

bahwa merek adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari

hal-hal tersebut untuk mengidentifikasikan barang dan jasa dari seorang penjual

maupun kelompok penjual untuk membedakanya dengan barang-barang pesaing.

Merek mempunyai peranan yang penting dan merupakan aset prestisius bagi

perusahaan. Pemasaran dewasa ini bukan hanya pertempuran produk tetapi juga

pertempuran persepsi konsumen mengenai merek. Saat ini konsumen tidak hanya

melihat suatu produk berdasarkan kualitas maupun harga tetapi juga citra merek

(32)

hal ini sehingga mereka berusaha untuk menciptakan citra (image) yang baik agar

dipilih oleh kosumen.

Kotler (2000) menyatakan enam level pengertian merek, yaitu:

1. Atribut

Merek mengingatkan pada atribut-atribut tertentu.

2. Manfaat

Atribut-atribut produk yang dapat diingat melalui merek harus dapat

diterjemahkan dalam bentuk manfaat baik secara fungsional maupun

emosional.

3. Nilai

Merek mencerminkan nilai yang dimiliki oleh produsen sebuah produk.

4. Budaya

Merek merepresentasikan suatu budaya.

5. Kepribadian

Merek dapat diproyeksikan pada suatu kepribadian tertentu.

6. Pemakai

Merek mengelompokkan tipe-tipe konsumen yang akan membeli atau

mengkonsumsi suatu produk.

Citra merek adalah serangkaian kepercayaan yang konsumen pegang atas

masing-masing atribut yang istimewa dari sebuah merek (Kotler, 2003). Aaker

(1996) mengatakan bahwa citra merek merupakan sekumpulan asosiasi merek

yang terbentuk dan melekat di benak konsumen. Jadi, citra merek merupakan apa

(33)

Konsep merek yang kuat bila dapat dikomunikasikan secara baik kepada

pasar sasaran yang tepat akan menghasilkan citra merek yang dapat

mencerminkan identitas merek yang jelas (Rangkuti, 2002).

Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan definisi citra

merek yaitu serangkaian kepercayaan yang konsumen pegang atas masing-masing

atribut yang istimewa dari sebuah merek.

2. Dimensi citra merek

Viot (2007) mengemukakan 4 dimensi citra merek, yaitu:

1. Kepribadian merek (brand personality)

Merupakan sekumpulan karakteristik manusia yang dihubungkan dengan

sebuah merek (Aaker dalam Viot, 2002). Product-related attributes, selain

berfungsi dalam hal penggunaan juga memberikan fungsi simbolik ataupun

self-expressive (Keller dalam Aaker, 1997). Diargumentasikan bahwa penggunaan

simbolik merek adalah suatu hal yang mungkin, sebab konsumen sering

mengilhami merek dengan karakteristik kepribadian manusia (Gilmore dalam

Aaker, 1997). Kepribadian merek ini meliputi rasa bangga, keramahan,

kompetensi.

2. Nilai merek (brand value)

Kapferer (dalam Viot, 2007) mengatakan bahwa nilai merupakan prinsip

dasar yang mengatur perilaku merek (brand behavior). Nilai merek meliputi

(34)

3. Hubungan merek-konsumen (brand consumer relation)

Yaitu merek yang dianggap sebagai sesuatu yang aktif, berkontribusi dalam

hubungan dua arah antara individu dan merek (Fournier dalam Viot, 2002).

Hubungan merek-konsumen meliputi dominasi merek, pendidikan dan stimulasi

4. Citra pengguna (User image)

Yaitu sekumpulan karakteristik manusia yang dihubungkan dengan ciri khas

pengguna dari suatu merek (Plummer dalam Viot, 2002). Citra pengguna meliputi

pemimpin, orientasi sosial, stabiitas emosional dan dinamis

C. Hubungan antara Citra Merek dan Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang

dialami setelah membandingkan antara persepsi kinerja atau hasil suatu produk

dengan harapan-harapannya (Kotler, 2003). Kepuasan konsumen merupakan

fenomena setelah pembelian (Giese & Cote, 2000). Maksudnya bahwa kepuasan

konsumen terjadi setelah pembelian, dimana konsumen setelah melakukan

pembelian kemudian akan melakukan evaluasi terhadap produk tersebut apakah

sesuai dengan harapanya atau tidak. Apabila kinerja produk sesuai dengan

harapan maka konsumen akan merasa puas. Sebaliknya, bila kinerja produk tidak

sesuai dengan harapan maka konsumen akan merasa tidak puas.

Lupiyoadi (2001) mengatakan bahwa kualitas produk merupakan salah

satu faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen. Produk yang terbukti

berkualitas akan menyebabkan kepuasan konsumen. Produk dikatakan berkualitas

(35)

konsumen terhadap produk telah terpenuhi. Adanya harapan-harapan ini terbentuk

melalui citra produk. Citra produk merupakan sekumpulan asosiasi yang

dipersepsikan konsumen terhadap suatu produk. Simamora (2002) mengatakan

bahwa citra produk merupakan salah satu komponen dari citra merek.

Citra merek adalah serangkaian kepercayaan yang konsumen pegang atas

masing-masing atribut yang istimewa dari sebuah merek (Kotler, 2003). Oleh

karena itu, sikap dan tindakan konsumen terhadap suatu merek sangat ditentukan

oleh citra merek tersebut, misalnya saja dalam hal pembelian. Berdasarkan

penelitian yang dilakukan oleh Ishak (2005) bahwa dalam beberapa hal konsumen

lebih mempertimbangkan merek dari pada produk pada saat melakukan

pembelian. Hal ini disebabkan karena merek tersebut telah memiliki persepsi yang

baik dibenaknya. Oleh sebab itu, citra merek yang positif dapat menyebabkan

pembelian. Sedangkan kepuasan konsumen hanya dapat diketahui ketika individu

sudah membeli sebuah produk dan telah menggunakannya (Kotler, 2000).

II. D. Hipotesis Penelitian

Dalam penelitian ini diajukan sebuah hipotesis sebagai jawaban sementara

terhadap permasalahan yang telah dikemukakan. Adapun hipotesis yang diajukan

dalam penelitian ini adalah

(36)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN

Adapun variabel yang terlibat dalam penelitian ini adalah:

Variabel Prediktor : Citra merek (brand image)

Variabel Konstanta : Kepuasan konsumen

B.DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL PENELITIAN

Definisi operasional variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1. Kepuasan Konsumen

Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan seseorang setelah

membandingkan kinerja produk yang dia rasakan dengan harapannya (Kotler dkk,

2000).

Kepuasan konsumen dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala

skala kepuasan konsumen berdasarkan cirri-ciri konsumen yang merasa puas yang

diungkapkan oleh Kotler dkk (2000), yaitu : loyal terhadap produk, adanya

komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif, dan perusahaan menjadi

pertimbangan utama ketika membeli produk lain.

Skor total dari skala kepuasan konsumen akan menunjukan kepuasan

(37)

yang ia gunakan. Demikian juga sebaliknya, semain rendah skor maka individu

akan semakin tidak puas dengan produk yang ia gunakan.

2. Citra Merek (Brand Image )

Citra merek yaitu serangkaian kepercayaan yang konsumen pegang atas

masing-masing atribut yang istimewa dari sebuah merek.

Citra merek dalam penelitian ini dibuat berdasarkan dimensi citra merek

yang dikemukakan oleh Viot (2002), yaitu:

a. Kepribadian merek (brand personality)

Merupakan sekumpulan karakteristik manusia yang dihubungkan dengan

sebuah merek (Aaker dalam Viot, 2002). Kepribadian merek antara lain dapat

meliputi rasa bangga, keramahan dan kompetensi (Viot, 2002).

b. Nilai merek (brand value)

Nilai merupakan prinsip dasar yang mengatur perilaku merek (Kapfrerer

dalam Viot, 2002). Nilai merek dapat meliputi manfaat, sosial, hedonis dan etikal

(Viot, 2002).

c. Hubungan merek-konsumen (brand-consumer)

Yaitu merek yang dianggap sebagai sesuatu yang aktif, berkontribusi

dalam hubungan dua arah antara individu dan merek (Fournier dalam Viot,

2002). Hubungan merek-konsumen dapat meliputi dominasi merek, pendidikan

dan stimulasi (Viot, 2002).

d. User image

Yaitu sekumpulan karakteristik manusia yang dihubungkan dengan ciri

(38)

Marlboro yang dipersepsikan memiliki karakter maskulinitas. Citra pengguna

dapat meliputi pemimpin, orientasi sosial, stabiitas emosional dan dinamis (Viot,

2002).

Skor total dari citra merek akan menunjukan citra merek. Semakin tinggi

skor maka semakin positif citra merek bagi individu. Demikian juga sebaliknya,

semain rendah skor maka semakin negatif citra merek bagi individu.

C.POPULASI, SAMPEL DAN METODE PENGAMBILAN SAMPEL

1. Populasi dan Sampel

Populasi adalah seluruh subjek yang dimaksud untuk diteliti. Populasi

dibatasi sebagai sejumlah subjek atau individu yang paling sedikit memiliki satu

sifat yang sama. Sampel adalah sebagian dari populasi atau sejumlah penduduk

yang jumlahnya kurang dari jumlah populasi dan harus mempunyai paling sedikit

satu sifat yang sama (Hadi jilid I, 2000).

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengguna telepon

selular Nokia. Mengingat keterbatasan peneliti untuk menjangkau keseluruhan

populasi, maka peneliti hanya meneliti sebagian dari keseluruhan populasi yang

dijadikan sebagai subyek penelitian, atau yang dikenal dengan nama sampel.

2. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

teknik non random secara incidental yang berarti setiap anggota populasi tidak

mendapatkan kesempatan yang sama untuk dapat terpilih menjadi anggota sampel

(39)

dijumpainya sampel yang sesuai dengan karakteristik subjek penelitian (Hadi,

2000).

D.METODE PENGUMPULAN DATA

Alat ukur yang digunakan hendaknya disesuaikan dengan tujuan penelitian

dan bentuk data yang akan diambil dan diukur (Hadi, 2002). Data penelitian ini

diperoleh dengan menggunakan metode skala. Skala adalah suatu prosedur

pengambilan data yang merupakan suatu alat ukur aspek afektif yang merupakan

konstruk atau konsep psikologis yang menggambarkan aspek kepribadian individu

(Azwar, 2006). Penelitian ini menggunakan penskalaan model Likert. Penskalaan

ini merupakan model penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi

respons sebagai dasar penentuan nilai sikap (Azwar, 2006). Ada dua buah skala

yang digunakan yaitu skala kepuasan konsumen dan skala citra merek.

1. Skala Kepuasan Konsumen

Skala kepuasan konsumen disusun berdasarkan ciri-ciri konsumen yang

merasa puas yang diungkapkan oleh Kotler (2000), yaitu:

a. Loyal terhadap produk

Konsumen yang puas cenderung loyal dimana mereka akan membeli ulang

dari produsen yang sama.

b. Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif

Komunikasi dari mulut ke mulut (word of mouth communication) yang

bersifat positif yaitu rekomendasi kepada calon konsumen lain dan

(40)

c. Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli produk lain

Ketika konsumen ingin membeli produk yang lain, maka perusahaan yang

telah memberikan kepuasan kepadanya akan menjadi pertimbangan yang

utama.

Table 1.

Blue-print Skala Kepuasan Konsumen Sebelum Uji Coba

No Ciri-ciri konsumen yang merasa puas

Favourable Unfavourable Jumlah

1 Loyal terhadap produk 2,10, 14, 22, 24, 25, 28, 30

3, 4, 5, 6, 11, 13, 20

15

2 Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif

7, 8, 16, 18, 19, 21, 23, 26, 29

12 10

3 Perusahaan menjadi

pertimbangan utama ketika membeli produk yang lain

1, 9, 15, 17, 27 5

Jumlah 22 8 30

Setiap elemen di atas akan diuraikan ke dalam butir pernyataan yang

mengungkap tingkat kepuasan konsumen. Skala ini disajikan dalam bentuk

pernyataan favorable dan unfavorable. Setiap item pada skala terdiri dari

pernyataan dengan empat alternatif jawaban, yaitu : Sangat setuju (SS), Setuju

(S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Bobot penilaian untuk

pernyataan favorable yaitu : Sangat Setuju = 4, Setuju = 3, Tidak Setuju= 2,

Sangat Tidak Setuju= 1. Sedangkan bobot penilaian untuk pernyataan

unfavorable yaitu : Sangat Setuju = 1, Setuju = 2, Tidak Setuju = 3, Sangat

Tidak Setuju = 4.

2. Skala Citra Merek

(41)

a. Kepribadian merek (brand personality)

Kepribadian merek meliputi rasa bangga, keramahan, impotensi.

b. Nilai merek (brand value)

Nilai merek meliputi manfaat, sosial, hedonis dan etikal.

c. Hubungan merek-konsumen (brand consumer)

Hubungan merek-konsumen meliputi dominasi merek, pendidikan dan

stimulasi.

d. Citra pengguna (User image)

Citra pengguna meliputi pemimpin, orientasi sosial, stabilitas emosional dan

dinamis.

Tabel 2.

Blue-print Skala Citra Merek Sebelum Uji Coba

No. Dimensi Favorable Unfavorable Jumlah

1 Kepribadian merek 1, 5, 8, 13 4

Item-item disajikan dalam bentuk skala Likert dimana terdiri dari

pernyataan yang mendukung (favorable) dan tidak mendukung (unfavorable).

Setiap item pada skala terdiri dari pernyataan dengan empat pilihan jawaban, yaitu

Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju dan Sangat Tidak Setuju. Nilai setiap

pilihan bergerak dari 1 – 4. Bobot penilaian untuk pernyataan favorable yaitu:

(42)

Sedangkan bobot penilaian untuk pernyataan unfavorable yaitu: Sangat setuju =

1, Setuju= 2, Tidak Setuju = 3, Sangat Tidak Setuju = 4.

E. UJI COBA ALAT UKUR

1. Validitas Alat Ukur

Skala tersebut akan diujicobakan dahulu sebelum digunakan. Uji coba

dilakukan untuk melihat reliabilitas dan validitas alat ukur.

Menurut Azwar (2000), untuk mengetahui apakah skala psikologi mampu

menghasilkan data yang akurat sesuai dengan tujuan ukurnya, diperlukan suatu

pengujian validitas. Suatu alat tes atau instrumen pengukuran dapat dikatakan

memiliki validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya

atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya

pengukuran tersebut.

Pendekatan terhadap validitas alat ukur dilakukan dengan menyusun

terlebih dahulu operasional aspek-aspek pengukuran yang tepat dalam blue-print.

Penelitian ini menggunakan validitas isi (content validity). Content validity

berkaitan dengan item-item alat ukur sesuai dengan apa yang akan di ukur.

Content validity diperoleh melalui pendapat profesional dari dosen pembimbing

dan dosen yang memiliki kompetensi dalam bidang yang hendak diteliti. Dalam

hal ini peneliti meminta pendapat dari dosen pembimbing.

(43)

Uji daya beda butir pernyataan untuk melihat sejauh mana butir

pernyataan mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang

memiliki atau tidak memiliki atribut yang diukur. Dasar kerja yang digunakan

dalam analisis butir pernyataan ini adalah dengan memilih butir-butir pernyataan

yang fungsi ukurnya selaras atau sesuai dengan fungsi ukur tes. Atau dengan kata

lain, memilih butir pernyataan yang mengukur hal yang sama dengan apa yang

diukur oleh tes sebagai keseluruhan (Azwar, 1999).

Pengujian daya beda butir pernyataan ini dilakukan dengan komputasi

koefisien korelasi antara distribusi skor pada setiap butir pernyataan dengan suatu

kriteria yang relevan, yaitu skor total tes itu sendiri dengan menggunakan

koefisien korelasi Pearson Product Moment. Prosedur pengujian ini akan

menghasilkan koefisien korelasi item total yang dikenal dengan indeks daya beda

butir pernyataan (Azwar, 2000). Uji daya beda butir pernyataan ini akan dilakukan

pada alat ukur dalam penelitian ini, yaitu skala kepuasan konsumen dan skala citra

merek.

Besarnya koefisien korelasi item total bergerak dari 0 sampai dengan 1,00

dengan nilai positif dan negatif. Semakin baik daya diskriminasi item maka

koefisien korelasinya semakin mendekati angka 1,00 (Azwar, 2006). Batasan nilai

indeks daya beda item dalam penelitian ini adalah 0,275, sehingga setiap item

yang memiliki harga kritik ≥ 0,275 sajalah yang akan digunakan dalam

pengambilan data yang sebenarnya.

(44)

Reliabilitas sebenarnya mengacu kepada konsistensi atau kepercayaan

hasil ukur yang mengandung makna kecermatan pengukuran. Reliabilitas ini

ditunjukkan oleh konsistensi skor yang diperoleh subjek dengan memakai alat

yang sama (Suryabrata, 2000).

Uji reliabilitas alat ukur menggunakan pendekatan konsistensi internal

dengan prosedur hanya memerlukan satu kali penggunaan tes kepada sekelompok

individu sebagai subjek. Pendekatan ini dipandang ekonomis, praktis dan

berefisiensi tinggi (Azwar, 2000). Teknik yang digunakan adalah teknik

reliabilitas Alpha dari Cronbach. Untuk menguji reliabilitas ini digunakan bantuan

program SPSS versi 16.0 for Windows. Batasan penerimaan reliabilitas dianggap

memuaskan apabila koefisiennya mencapai minimal 0,5 (Azwar, 2005).

4. Hasil Uji Coba Alat Ukur

Sebelum melakukan pengambilan data yang sebenarnya, terlebih dahulu

dilakukan uji coba alat ukur penelitian untuk mengetahui kualitas dari

masing-masing item. Alat ukur diuji cobakan kepada 40 pengguna telepon selular Nokia.

Uji coba skala Kepuasan Konsumen dan skala Citra Merek dilakukan pada 20 dan

22 Februari 2010. Jumlah alat ukur uji coba yang diberikan adalah 40 eksemplar

yang kemudian diolah datanya. Pada uji coba alat ukur, jumlah item yang

digunakan adalah sebanyak 30 item untuk skala kepuasan konsumen dan 30 item

untuk skala citra merek.

Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas dan uji daya beda item terhadap

data uji coba yang telah diperoleh dengan menggunakan program SPSS version

(45)

kepuasan konsumen : 0,920. Untuk skala citra merek besar koefisien alpha

sebesar 0,906.

Berdasarkan uji daya beda item, diperoleh 6 item dari skala kepuasan

konsumen dan 4 item dari skala citra merek gugur atau tidak dapat digunakan lagi

karena memiliki nilai korelasi item total atau indeks daya beda item kurang dari

0,275. Selanjutnya jumlah item yang digunakan untuk pengambilan data yang

sebenarnya adalah sebanyak 13 item untuk kepuasan konsumen dan 16 item untuk

skala citra merek. Item-item tersebut selanjutnya akan disusun kembali untuk

digunakan dalam penelitian. Berikut blue print dari item-item tersebut setelah

ujicoba.

Tabel 3.

Blue-print Skala Kepuasan Konsumen Sebelum Uji Coba

No Ciri-ciri konsumen yang merasa puas

Favourable Unfavourable Jumlah

1 Loyal terhadap produk 2, 10, 14, 22, 24, 25, 28, 30

3, 4, 5, 6, 11, 13, 20

15

2 Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif

7, 8, 16, 18, 19, 21, 23, 26, 29

12 10

3 Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli produk yang lain

Penebalan: nomor item yang gugur.

Selanjutnya item-item yang akan digunakan di dalam penelitian disusun

kembali di dalam Blue print berikut :

Tabel 4.

(46)

No Ciri-ciri konsumen yang merasa puas Favourable Jumlah

1 Loyal terhadap produk 10, 14, 22, 24, 25, 28

6

2 Adanya komunikasi dari mulut ke mulut yang bersifat positif

8, 16, 19, 29 4

3 Perusahaan menjadi pertimbangan utama ketika membeli produk yang lain

9,17, 27 3

Jumlah 13 13

Untuk blue print skala dimensi citra merek disajikan sebagai berikut :

Tabel 5.

No.

Blue-print Skala Citra Merek Sebelum Uji Coba

Dimensi Favorable Unfavorable Jumlah

1 Kepribadian merek 1, 5, 8, 13 4

Penebalan: nomor item yang gugur.

Selanjutnya item-item yang digunakan dalam penelitian disusun kembali

dalam Blue print sebagai berikut :

Tabel 6.

No.

Blue-print Skala Citra Merek Setelah Uji Coba

Dimensi Favorable Jumlah

(47)

Prosedur pelaksanaan penelitian dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Persiapan Penelitian

Persiapan penelitian dilakukan oleh peneliti dengan:

a. Pembuatan alat ukur

Alat ukur dibuat oleh peneliti berdasarkan teori-teori yang telah dijelaskan

sebelumnya. Ada dua buah skala yang dibuat, yaitu skala kepuasan konsumen dan

skala citra merek. Masing-masing skala terdiri dari 30 item untuk skala kepuasan

konsumen dan 30 item untuk skala citra merek.

b. Uji coba alat ukur

Uji coba skala penelitian dilakukan pada tanggal 20 dan 22 Februari 2010

dengan membagikan skala kepada pengguna telepon selular Nokia. Selanjutnya

skala dikumpulkan untuk dilakukan analisa.

c. Revisi alat ukur

Setelah dilakukan uji statistik terhadap item-item yang diperoleh pada uji

coba penelitian, maka dilakukan beberapa revisi terhadap alat ukur. Beberapa

revisi yang dilakukan adalah dengan membuang item yang tidak memiliki daya

diskriminasi item di atas 0,275 dan menyeleksi item. Skala hasil revisi inilah yang

digunakan peneliti dalam penelitian ini.

d. Menentukan Sampel

Sampel pada penelitian ini pengguna telepon selular Nokia. Sampel dipilih

(48)

incidental samping dimana peneliti dimana yang menjadi sampel adalah pengguna

telepon selular Nokia yang secara kebetulan dijumpai saja.

2. Pelaksanaan penelitian

Penelitian dilakukan pada tanggal 25, 26, 27 Februari dan 1 Maret 2010

dengan membagikan skala kepada pengguna telepon selular Nokia. Skala yang

disebarkan berjumalah 101 buah dan selanjutnya seluruh skala ini yang kemudian

dianalisis sebagai data penelitian.

3. Pengolahan data

Pengolahan data dilakukan setelah semua skala terkumpul. Peneliti

menggunakan bantuan program aplikasi komputer SPSS for Windows versi 16.0

dalam mengolah data penelitian.

E. METODE ANALISA DATA

Data-data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik linier

regresi sederhana. Sebelum data-data yang terkumpul dianalisa, terlebih dahulu

dilakukan uji asumsi yang meliputi:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian kedua

variabel terdistribusi secara normal. Uji normalitas ini dilakukan dengan

menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan SPSS for Windows versi

(49)

2. Uji Linieritas

Uji linieritas dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel.

Asumsi ini menyatakan bahwa hubungan antar variabel yang hendak dianalisis itu

mengikuti garis lurus. Jadi peningkatan atau penurunan kuantitas di satu variabel,

akan diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas di variabel

lainnya. Uji linieritas pada data ini dilakukan menggunakan uji test for linierity

dengan bantuan program SPSS version 16.0 for Windows. Uji linieritas dalam

penelitian ini menggunakan uji F dengan nilai p < 0.05 dan test for linearity p >

(50)

BAB IV

ANALISA DAN INTERPRETASI DATA

Pada bab ini akan diuraikan mengenai keseluruhan hasil penelitian.

Pembahasan akan dimulai dengan memberikan gambaran umum subjek penelitian

dilanjutkan dengan analisa dan interpretasi data penelitian serta hasil tambahan

penelitian.

A. GAMBARAN SUBJEK PENELITIAN

Subjek penelitian berjumlah 101 orang pengguna telepon selular Nokia.

Berdasarkan jumlah 101 orang pengguna telepon selular Nokia tersebut

didapatkan gambaran subjek penelitian menurut jenis kelamin, usia, dan

pekerjaan. Berikut pemaparannya :

1. Jenis Kelamin Subjek Penelitian

Berdasarkan jenis kelamin, subjek penelitian dibedakan menjadi laki-laki

dan perempuan. Penyebarannya dapat dilihat pada tabel 7 berikut ini:

Tabel 7.

Penyebaran Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah (N) Persentase

Laki-laki 20 19,81 %

Perempuan 81 80,19 %

Jumlah 101 100%

Penyebaran subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin pada tabel 7 di

atas terlihat bahwa subjek penelitian terbanyak adalah yang berjenis kelamin

perempuan dengan jumlah 81 orang (80.19 %), sedangkan subjek yang berjenis

(51)

2. Usia Subjek Penelitian

Berdasarkan usia, penyebaran subjek penelitian dibedakan menjadi : usia

12-19 tahun, 20-40 tahun, 41-60 tahun dan yang berusia di atas 60 tahun.

Penyebarannya dapat dilihat pada tabel 8 berikut ini:

Tabel 8.

Penyebaran Subjek Berdasarkan Usia

Usia Jumlah (N) Persentase

12-19 27 26,73 %

20-40 70 69,31 %

41-60 3 2,97 %

> 60 1 0,99 %

Jumlah 101 100%

Berdasarkan tabel 8 di atas terlihat bahwa ternyata subjek terbanyak pada

usia 20-40 tahun yaitu berjumlah 70 orang (69,31 %), selanjutnya usia 12-19

tahun sebanyak 27 orang (26.73 %), usia 41-60 tahun sebanyak 3 orang (2.97 %)

dan 1 orang (0.99%) subjek penelitian berusia di atas 60 tahun.

3. Jenis Pekerjaan

Subjek dalam penelitian ini dikelompokkan menurut jenis pekerjaannya yaitu :

mahasiswa, wiraswasta, pegawai swasta, pengangguran, PNS (Pegawai Negeri

Sipil) dan pelajar. Penyebaran subjek penelitian berdasarkan jenis pekerjaan dapat

(52)

Tabel 9.

Penyebaran Subjek Berdasarkan Jenis Pekerjaan

Pekerjaan Jumlah (N) Persentase

Mahasiswa 66 65, 35 %

Table 9 di atas menunjukkan bahwa jenis pekerjaan subjek dalam

penelitian ini yang terbanyak adalah mahasiswa dengan jumlah 66 atau 65,35%,

dilanjutkan dengan wiraswasta berjumlah 13 atau 12,87%, pegawai swasta

berjumlah 10 atau 9,9%, pengangguran berjumlah 6 atau 5,94%, PNS (Pegawai

Negeri Sipil) berjumlah 4 atau 3,96% serta pelajar berjumlah 2 atau 1,98%.

4. Lama Penggunaan

Subjek dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan lama penggunaan

telepon selular Nokia, yaitu : < 5 tahun, 5-10 tahun dan > 10 tahun. Penyebaran

subjek penelitian berdasarkan lama menggunakan telepon selular Nokia dapat

dilihat pada tabel 10 berikut ini:

Tabel 10.

Penyebaran Subjek Berdasarkan Lama Menggunakan Nokia

Lama Menggunakan

(53)

orang, selanjutnya berada pada kategori < 5 tahun, yaitu 44 orang dan yang

terakhir berada pada kategori > 10 tahun, yaitu 1 orang.

B.HASIL PENELITIAN

1. Hasil Uji Asumsi

Sebelum dilakukan analisa data, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi

terlebih dahulu yaitu apakah data penelitian telah terdistribusi normal dan apakah

kedua variabel telah memiliki hubungan lineritas. Oleh karena itu dilakukan

terlebih dahulu uji asumsi normalitas dan linearitas. Uji asumsi ini dilakukan

dengan bantuan program SPSS version 16.0 for Windows.

a.Uji normalitas

Uji normalitas sebaran dilakukan untuk mengetahui apakah data penelitian

masing-masing variabel menyebar secara normal. Uji normalitas sebaran

menggunakan Kolmogorov-Smirnov test. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada

tabel 10 berikut :

Tabel 11.

Uji normalitas dengan One Sample Kolmogorov-Smirnov

CM KK

N 79 79

Normal Parametersa Mean 41.14 36.62

Std. Deviation 5.542 5.889

Most Extreme Differences Absolute .068 .108

Positive .064 .077

Negative -.068 -.108

Kolmogorov-Smirnov Z .605 .960

Asymp. Sig. (2-tailed) .858 .316

(54)

Penelitian ini menggunakan taraf kepercayaan (α) 0.05. Apabila nilai p > α

maka masing-masing data penelitian telah terdistribusi normal, demikian

sebaliknya jika p < α maka masing-masing data penelitian tidak terdistribusi

normal. Berdasarkan data pada tabel 10 di atas dapat dilihat bahwa nilai sebaran

(Z) masing-masing variabel sebesar 0.605 dan 0.960 dengan p > 0.05, maka dapat

disimpulkan bahwa data penelitian telah terdistribusi normal (Hadi, 2000).

b. Uji Linieritas

Uji linearitas dilakukan dengan menggunakan test for linearity. Variabel

bebas (citra merek) dapat dikatakan memiliki hubungan yang linear dengan

variabel tergantung (kepuasan konsumen) apabila dihasilkan nilai p < 0,05 untuk

linearity dan p > 0,05 untuk deviation from linearity. Berdasarkan hasil uji

linearitas antara citra merek dan kepuasan konsumen dengan menggunakan uji F

diperoleh nilai F sebesar 46,608 dengan p < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa

kedua variabel memiliki hubungan yang linier (Hadi, 2000).

2. Hasil Uji Hipotesa Penelitian

(55)

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan

antara citra merek dengan kepuasan konsumen. Hasil penelitian diperoleh dengan

pengujian terhadap hipotesa. Adapun hipotesa dalam penelitian ini adalah : “Ada

hubungan yang positif antara citra merek terhadap kepuasan konsumen”. Metode

yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Product Moment dari Pearson

melalui aplikasi komputer program SPSS versi 16.0 for windows.

Nilai R yang lebih besar dari 0,5 menunjukkan bahwa ada hubungan yang

kuat antara citra merek dengan kepuasan konsumen (Azwar, 2000). Nilai Adjusted

R Square sebesar 0,358 menunjukkan bahwa variabel bebas (citra merek)

memberikan sumbangan efektif sebesar 35,8% terhadap variabel tergantung

(kepuasan konsumen). Sisanya yaitu sebesar 64,2% diberikan oleh variabel lain

yang tidak diukur dalam penelitian ini.

Tabel 13.

Tabel Model Summary

Berdasarkan hasil penghitungan data maka diperoleh nilai F = 55,177

dengan nilai signifikan = 0,00. (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa

dalam penelitian ini diterima, yaitu ada hubungan positif antara citra merek

(56)

Tabel 14. Tabel Anova

ANOVA

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 1335.890 1 1335.890 55.177 .000a

Residual 2396.883 99 24.211

Total 3732.772 100

a. Predictors: (Constant), CM

b. Dependent Variable: KK

Berdasarkan koefisien B pada tabel 15, maka diperoleh persamaan garis

regresi, yaitu :

Y = 9,161+0,660CM

Dimana :

Y = Kepuasan Konsumen

X = Citra Merek

Hal ini berarti bahwa nilai kepuasan konsumen akan bertambah 9,161 +

0,660 jika nilai citra merek bertambah sebesar satu satuan, dengan kata lain

semakin positif citra merek maka semakin tinggi tingkat kepuasan konsumen.

(57)

Hasil Coefficients pada Analisa Regresi

C. HASIL TAMBAHAN

1. Kategorisasi Skor Penelitian

a. Kategorisasi skor Kepuasan Konsumen

Tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran

mengenai kepuasan konsumen dari subjek penelitian, untuk itu peneliti

menggunakan alat penelitian berupa skala kepuasan konsumen.

Setelah dilakukan uji reliabilitas selanjutnya jumlah item yang digunakan

dalam penelitian adalah 13. Item kemudian dianalisa menjadi data penelitian

dengan rentang 1-4 sehingga dihasilkan total skor minimum sebesar 13 dan skor

maksimun sebesar 52.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh total skor maksimum 51 dan skor

minimum 22. Perbandingan rata-rata empirik dan hipotetik kepuasan konsumen

dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 13.

Perbandingan Mean Empirik dan Mean Hipotetik Kepuasan Konsumen

(58)

N Min Maks Rata-Rata SD

Nilai empirik 101 22 51 36,62 5,889

Nilai Hipotetik 101 13 52 32,5 6,5

Berdasarkan tabel 14 maka diperoleh nilai rata-rata empirik kepuasan

konsumen sebesar 36,62 dengan standar deviasi sebesar 5,889, sedangkan nilai

rata-rata hipotetik sebesar 32,5 dengan standar deviasi sebesar 6,5.

Jika dilihat perbandingan antara rata-rata empirik dengan rata-rata

hipotetik, maka diperoleh rata-rata empirik lebih besar daripada rata-rata hipotetik

dengan selisih 4.12. Hasil ini menunjukkan bahwa kepuasan konsumen subjek

penelitian lebih tinggi dari pada rata-rata kepuasan konsumen pada populasi

umumnya.

Norma kategorisasi kepuasan konsumen yang digunakan adalah sebagai

berikut:

Tabel 15.

Rentang nilai

Norma Kategorisasi Kepuasan Konsumen Kategori

X < (µ-1.0 SD) Rendah

(µ-1.0SD) ≤ X < (µ+1.0 SD) Sedang

X ≥ (µ+1.0 SD) Tinggi

Besar nilai rata-rata hipotetik kepuasan konsumen adalah 32,5 dengan

standar deviasi 6,5 sehingga kategorisasi yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Tabel 16.

Rentang nilai

Gambar

Table 1. Blue-print Skala Kepuasan Konsumen Sebelum Uji Coba
Tabel 2. Blue-print Skala Citra Merek Sebelum Uji Coba
Tabel 3. Blue-print Skala Kepuasan Konsumen Sebelum Uji Coba
Tabel 6.  Skala Citra Merek  Setelah Uji Coba
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui : (1) Hubungan antara citra merek dengan loyalitas konsumen pada produk pelumas mesin kendaraan bermotor. (2) Tingkat citra

PENGARUH KUALITAS PRODUK, KEWAJARAN HARGA, CITRA MEREK PADA LOYALITAS KONSUMEN MELALUI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Hubungan antara kepuasan konsumen dengan loyalitas merek pada produk pembersih wajah Pond’s, 2) Hubungan antara citra

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kualitas produk dan citra merek dengan kepuasan konsumen pada mahasiswa-mahasiswi

Penyusun berharap, proposal penelitian yang berjudul “Pengaruh Citra Merek, Harga, dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Tas Merek Guess di Surabaya” ini

Nilai koefisien determinasinya adalah sebesar 66,4%, Hal ini berarti bahwa pengaruh yang diberikan variabel citra merek, kualitas produk dan kepuasan konsumen

menunjukkan bahwa kepedulian layanan dan citra merek Telkom Flexi memberikan sumbangan efektif sebesar 42,9 % terhadap kepuasan konsumen, sehingga sisanya sebesar 57,1 % adalah

2 Desember 2023 ISSN Online : 2715-4637 PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN, CITRA MEREK, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA KONSUMEN TRANSPORTASI ONLINE MAXIM DI