Kualitas Media Budidaya Dan Kinerja Pertumbuhan Udang Galah Dan Ikan Tambakan Yang Dipelihara Dengan Sistem Polikultur Imta Dengan Kepadatan Yang Berbeda
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan padat tebar yang berbeda pada setiap perlakuan yang digunakan menunjukkan perubahan kualitas air yang masih dalam kisaran normal untuk
Larva ikan tambakan yang dipelihara dengan padat tebar sebanyak 10 ekor.L -1 selama 30 hari hanya mampu menghasilkan kelangsungan hidup tertinggi sebesar 55,8% yaitu
Laju frekuensi molting udang galah menunjukan bahwa frekuensi molting tertinggi terdapat pada perlakuan C (2%) dengan hasil molting sebesar 0.64 kali/ekor, Frekuensi
Perlakuan A = ikan mas dengan padat tebar 80 ekor sebagai pembanding (kontrol). Penelitian dilakukan melalui beberapa tahao diantaranya 1) pemelihraan ikan selama
Berdasarkan pengamatan di tambak budidaya udang vaname pola intensif di Desa Laikang Kabupaten Takalar, dengan padat tebar 150 ekor/m 2 dan jumlah pakan yang diberikan per hari
Pada ikan lalawak stadia pascalarva yang dipelihara selama 90 hari dengan padat tebar yang tinggi (5 ekor L -1 ) dapat menurunkan nilai sintasan dan
Berdasarkan pengamatan di tambak budidaya udang vaname pola intensif di Desa Laikang Kabupaten Takalar, dengan padat tebar 150 ekor/m 2 dan jumlah pakan yang diberikan per hari
Kepadatan penebaran 115 ekor/m menghasilkan udang paling banyak dan berat udang lebih baik sehingga kepadatan tebar tersebut masih layak untuk diterapkan dalam manajemen