• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT DALAM KOREA-US FREE TRADE AGREEMENT (KORUS FTA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT DALAM KOREA-US FREE TRADE AGREEMENT (KORUS FTA)"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bab ini memberikan latar belakang penelitian mengenai kepentingan Amerika Serikat dalam Korea-U.S. Free Trade Agreement (KORUS FTA). Diuraikan sejarah negosiasi KORUS FTA, yang menunjukkan kompleksitas hubungan bilateral AS-Korea Selatan yang melampaui aspek ekonomi semata. Bab ini juga menjabarkan rumusan masalah, tujuan penelitian yang berfokus pada kepentingan non-ekonomi AS dalam KORUS FTA, manfaat teoritis dan praktis penelitian, tinjauan pustaka terhadap penelitian-penelitian sebelumnya, landasan konseptual (kepentingan nasional dan keamanan nasional), metode penelitian (deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif), ruang lingkup penelitian (batasan materi dan waktu), argumen dasar penelitian, serta struktur penulisan skripsi.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bagian ini menjelaskan konteks KORUS FTA sebagai perjanjian perdagangan bebas antara AS dan Korea Selatan. Ditekankan bahwa hubungan AS-Korea Selatan memiliki dimensi keamanan dan politik yang signifikan, selain ekonomi. Meskipun secara permukaan KORUS FTA difokuskan pada peningkatan ekonomi, penelitian ini akan mengungkap kepentingan tersembunyi AS di luar konteks ekonomi semata. Penjelasan ini didukung oleh kutipan dari pengamat politik yang menyatakan bahwa KORUS FTA merupakan bukti kuatnya hubungan bilateral AS-Korea Selatan, melebihi sekadar perjanjian dagang. Strategisnya posisi geografis Korea Selatan di Asia Timur juga dibahas sebagai faktor penting dalam kepentingan AS.

1.2 Rumusan Masalah

Bagian ini merumuskan pertanyaan penelitian utama: Bagaimana kepentingan Amerika Serikat dalam Korea-U.S. Free Trade Agreement (KORUS FTA)?

1.3 Tujuan Penelitian

Bagian ini menjelaskan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kepentingan lain Amerika Serikat dalam KORUS FTA di luar kepentingan ekonomi.

1.4 Manfaat Penelitian

Bagian ini menjelaskan manfaat penelitian, baik teoritis maupun praktis. Manfaat teoritis meliputi perluasan kajian hubungan internasional dalam konteks FTA, khususnya KORUS FTA. Manfaat praktis meliputi penyediaan wawasan dan pengetahuan yang dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya tentang kerjasama bilateral.

1.5 Penelitian Terdahulu

Bagian ini membahas beberapa penelitian terdahulu yang relevan, antara lain penelitian tentang hubungan ekonomi AS-Korea Selatan, kepentingan ASEAN dalam ACFTA, dampak FTA ASEAN-China terhadap ekonomi Indonesia, usulan KORUS FTA tahun 2007, dan ketentuan serta implikasi KORUS FTA tahun 2013. Perbandingan dengan penelitian-penelitian sebelumnya ditekankan untuk menunjukkan keunikan fokus penelitian ini, yaitu pada kepentingan nasional AS dalam KORUS FTA.

1.6 Landasan Konsep dan Teori

Bagian ini menjelaskan konsep-konsep kunci yang digunakan dalam penelitian, yaitu kepentingan nasional (national interest) dan keamanan nasional (national security). Definisi dan penjelasan dari kedua konsep ini diuraikan secara rinci, disertai dengan referensi dari berbagai literatur. Penelitian ini menggunakan konsep kepentingan nasional untuk menganalisis motivasi AS di balik KORUS FTA dan konsep keamanan nasional untuk menjelaskan kepentingan politik dan intelijen AS dalam perjanjian tersebut.

1.7 Metode Penelitian

Bagian ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data induktif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka (library research). Dijelaskan juga tahapan analisis data, yaitu klasifikasi, reduksi, dan interpretasi data menggunakan teori dan konsep yang telah diuraikan sebelumnya.

1.8 Ruang Lingkup Penelitian

Bagian ini menjabarkan batasan materi dan waktu penelitian. Batasan materi fokus pada kepentingan non-ekonomi AS dalam KORUS FTA. Batasan waktu meliputi periode negosiasi hingga berlakunya perjanjian tersebut (2006-2012), dengan fokus analisis pada tahun 2010-2014.

1.9 Argumen Dasar

Bagian ini memaparkan argumen dasar penelitian, yaitu bahwa kepentingan AS dalam KORUS FTA meliputi peningkatan ekonomi nasional, menjaga keamanan nasional melalui kepentingan politik dan intelijen. Argumen ini didasarkan pada konsep keamanan dan kepentingan nasional yang telah dijelaskan sebelumnya.

1.10 Struktur Penulisan

Bagian ini menjelaskan struktur penulisan skripsi yang terdiri dari lima bab: pendahuluan, hubungan AS-Korea Selatan, KORUS FTA, kepentingan AS dalam KORUS FTA, dan penutup (kesimpulan dan saran).

II. Hubungan antara Republik Korea dengan Amerika Serikat

Bab ini membahas sejarah hubungan AS-Korea Selatan, peristiwa yang mempererat hubungan kedua negara, upaya AS dalam mempererat hubungan tersebut, dan dampak kehadiran China sebagai aliansi Korea Utara. Bab ini memberikan konteks historis dan geopolitik yang penting untuk memahami landasan KORUS FTA.

III. Korea-U

Bab ini menjelaskan proses terbentuknya KORUS FTA, perannya sebagai instrumen kepentingan negara, prinsip-prinsip dasar perjanjian, isi perjanjian, dampak dan permasalahan yang ditimbulkannya. Bab ini memberikan pemahaman mendalam tentang perjanjian tersebut sebagai latar belakang analisis kepentingan AS.

IV. Kepentingan Lain Amerika Serikat dalam Korea-U

Bab ini merupakan inti dari penelitian, yang membahas kepentingan lain AS dalam KORUS FTA di luar kepentingan ekonomi. Diuraikan kepentingan internal dan eksternal AS, termasuk kepentingan politik (mendukung pendekatan Trust Politics Korea Selatan, menghadapi ancaman Korea Utara dan China) dan kepentingan intelijen (spionase untuk mengamati perkembangan situasi di Asia Timur).

4.1 Kepentingan Internal

Bagian ini membahas kepentingan ekonomi Amerika Serikat dalam KORUS FTA, meliputi peningkatan akses pasar dan kesempatan bisnis di Korea Selatan. Ini merupakan dasar ekonomi yang mendasari kepentingan-kepentingan lain yang bersifat politik dan keamanan.

4.2 Kepentingan Eksternal

Bagian ini menguraikan kepentingan politik dan intelijen AS dalam KORUS FTA. Kepentingan politik dijelaskan melalui dukungan AS terhadap pendekatan Trust Politics Korea Selatan untuk mende-eskalasi ketegangan dengan Korea Utara dan mengurangi pengaruh China. Sementara itu, kepentingan intelijen dijelaskan melalui upaya AS untuk memonitor situasi geopolitik di Asia Timur, khususnya terkait perkembangan militer Korea Utara dan pengaruh China.

4.2.1 Kepentingan Politik

Bagian ini membahas secara rinci peran KORUS FTA dalam strategi politik luar negeri AS di Asia Timur. Analisis mencakup peran perjanjian tersebut dalam menghadapi ancaman Korea Utara dan ambisi China. Perjanjian ini dilihat sebagai alat untuk memperkuat hubungan AS-Korea Selatan sebagai penyeimbang kekuatan China di kawasan tersebut. Analisis meliputi peran diplomasi dan kerja sama keamanan dalam kerangka KORUS FTA.

4.2.1.1 Pengaruh Kepemilikan Senjata Nuklir Korea Utara Terhadap Republik Korea

Bagian ini menganalisis dampak kepemilikan senjata nuklir Korea Utara terhadap Republik Korea dan bagaimana hal ini mempengaruhi kepentingan AS dalam KORUS FTA. Analisis akan membahas bagaimana AS menggunakan KORUS FTA sebagai alat untuk mengatasi ancaman nuklir Korea Utara dan untuk memastikan stabilitas regional.

4.2.2 Kepentingan Intelijen

Bagian ini menjelaskan peran intelijen AS dalam memanfaatkan KORUS FTA untuk mengumpulkan informasi strategis di Asia Timur. Analisis mencakup bagaimana perjanjian tersebut memfasilitasi kegiatan intelijen AS untuk memonitor aktivitas Korea Utara dan China, guna mengantisipasi potensi ancaman terhadap kepentingan AS. Ini dikaitkan dengan strategi kontraterorisme dan keamanan nasional AS.

V. Penutup

Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh pembahasan dan saran-saran untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan merangkum temuan penelitian mengenai beragam kepentingan AS dalam KORUS FTA, melampaui aspek ekonomi, dan dampaknya terhadap hubungan internasional di Asia Timur. Saran meliputi pengembangan penelitian lebih lanjut tentang aspek-aspek spesifik dari temuan penelitian ini.

Gambar

Tabel 1.1 Posisi Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui implementasi perjanjian ACFTA terhadap perdagangan Indonesia menurut pengaturan World Trade Organization (WTO) dan upaya

Integrasi Perdagangan Dunia: ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership dan ASEAN-Austalia-New Zealand Free Trade Agreement.. (Pendekatan Global Trade Analysis

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PRODUK-PRODUK BARANG INDUSTRI DALAM NEGERI DALAM RANGKA PEMBERLAKUAN.. ASEAN-CHINA FREE

Dampak Negatif Pemberlakuan ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement) terhadap Industri Indonesia; Tika Ayuning Tyas, 060910101073; 2011: 113 halaman; Jurusan Ilmu

ASEAN-Cina (ACFTA, ditandatangi pada 29 November 2004), merupakan kesepakatan antara negara anggota ASEAN dengan Cina untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas

ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) merupakan kesepakatan antara negara-negara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas

Perjanjian ACFTA merupakan suatu kesepakatan antara negara-negara anggota ASEAN dengan China untuk mewujudkan kawasan perdagangan bebas dengan menghilangkan atau

Pengaruh Ketentuan ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) Terhadap Regulasi Perdagangan di Indonesia Terutama Pada Bidang