• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Yuridis Terhadap Cybercrime di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Tinjauan Yuridis Terhadap Cybercrime di Indonesia"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Tinjauan Yuridis Terhadap Cybercrime di Indonesia

Azamul Fadhly Noor

Program Studi Ilmu Hukum Program Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara

Abstrak

Modus operandi Cybercrime sangat beragam dan terus berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi, tetapi jika diperhatikan lebih seksama akan terlihat bahwa banyak di antara kegiatan-kegiatan tersebut memiliki sifat yang sama dengan kejahatan-kejahatan konvensional yang selama ini sudah dikenal. Perbedaan utamanya adalah bahwa Cybercrime menggunakan komputer sebagai alat dalam pelaksanaannya. Kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan kerahasiaan, integritas dan keberadaan data dan sistem komputer yang perlu mendapat perhatian khusus, sebab kejahatan-kejahatan ini memiliki karakter yang berbeda dari kejahatan-kejahatan konvensional yang selama ini sudah dikenal.

Sistem perundang-undangan di Indonesia belum mengatur secara khusus mengenai kejahatan komputer melalui media internet. Beberapa peraturan yang ada baik yang terdapat di dalam KUHP maupun di luar KUHP untuk sementara dapat diterapkan terhadap beberapa kejahatan, tetapi ada juga kejahatan yang tidak dapat diantisipasi oleh undang-undang yang saat ini berlaku.

Hambatan-hambatan yang ditemukan dalam upaya melakukan penyidikan terhadap Cybercrime antara lain berkaitan dengan masalah perangkat hukum, kemampuan penyidik, alat bukti, dan fasilitas komputer forensic. Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ditemukan di dalam melakukan penyidikan terhadap Cybercrime antara lain berupa penyempurnaan perangkat hukum, mendidik para penyidik, membangun fasilitas forensik computer, meningkatkan upaya penyidikan dan kerja sama internasional, dan melakukan upaya penanggulangan pencegahan kejahatan.

Kata Kunci: - Cybercrime

- Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Sejauh pengamatan peneliti, penelitian hukum terhadap Tinjauan Yuridis Alat Bukti KUHAP terhadap Tindak Pidana Cyber Crime Di Indonesia bukan merupakan plagiat atau mengambil

Hambatan yang timbul dalam penegakan hukum tindak pidana cyberpornografi yaitu tidak adanya laporan dari korban, kemampuan penyidik, alat bukti, fasilitas komputer

Penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara diatur dalam undang-undang ini untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu

Proses penyidikan harus dijalankan secara profesional oleh penyedik dengan berlandaskan hukum selain KUHAP yang menjadi landasan hukum Penyidik adalah Perkap No 14

Penulis mencoba untuk melakukan pengembangan terhadap penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu mengenai perkembangan digital forensik dalam penyidikan cybercrime

Untuk mengatasi hambatan yang dihadapi penyidik untuk menemukan barang bukti baru atau tambahan, upaya yang dilakukan penyidik adalah dengan membawa tersangka

Penulis menyimpulkan bahwa Kepastian hukum juga berkaitan dengan pembuktian yaitu sertipikat elektronik/digital sebagai alat bukti hukum yang sah dan merupakan perluasan dari alat bukti

Bagaimana upaya kepolisian dalam melakukan penyidikan tindak pidana fidu sia?.b.Apakah faktor yang menjadi kendala upaya kepolisian dalam melakukan penyidikan tindak pidana fidu sia