• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB. IV PEMBAHASAN MASALAH KEGAGALAN PADA WORM SCREW MESIN PRESS PN – 15

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB. IV PEMBAHASAN MASALAH KEGAGALAN PADA WORM SCREW MESIN PRESS PN – 15"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB. IV

PEMBAHASAN MASALAH

KEGAGALAN PADA WORM SCREW MESIN PRESS PN – 15

4.1 Cara kerja mesin Press

Press terdiri dari dua buah ulir (Worm Screw) yang berputar berlawanan arah, tujuannya untuk memeras minyak yang ada di daging buah yang telah dilumat oleh Digester. Pada ujung Worm Screw adanya dua buah Hydraulic Press pada masing – masing ulir (Worm Screw) tujuannya untuk menekan daging buah yang dibawa oleh ulir (Worm Screw) tersebut, dan tekanan Hydraulic tersebut 600 – 1200 psi. Hydraulic Press digerakkan maju mundur oleh Hydraulic Pump yang otomatis dimana Relief Valve dapat distel tekanan yang diinginkan.

4.2 Spesifikasi Mesin Press

Kapasitas : 10 – 15 Ton TBS/Jam

Tipe : Horizontal Ulir Sekerup Double Ukuran Ulir : Dia. 280 mm x 1020 Panjang

Revolusi : 10 - 13 rpm

Panjang Mesin : 4575 mm

Lebar Mesin : 1520 mm

Tinggi Mesin : 1025 mm

Pully motor : 12 inchi

Pully shaft : 8 inchi

Elektro Motor : 22 KW/30 PK

Berat Bersih : 5000 kg

Unit Hidrolik : Sistem Reaksi Otomatis Kontrol Kunus berdaya Tekanan Tetap

Tekanan Kerja : 600 - 1200 psi

Isi Tangki : 60 liter

Ukuran Tangki : 810 mm x 645 mm x 405 mm

Elektro Motor : 1.5 KW/2 PK

(2)
[image:2.595.87.527.110.582.2]

MESIN SCREW PRESS

(3)

4.3 Penyebab kegagalan pada Screw Press

Setelah pemakaian yang cukup lama akhir – akhir ini mesin Press sering terjadi kegagalan saat beroperasi yaitu patahnya Worm Screw, penyebab kegagalan pada Worm Screw adalah :

1. Worm Screw yang telah di Ribuilt (tambah daging).

Bahan dari Worm Screw adalah baja karbon rendah yang tahan terhadap beban puntir, setelah pemakaian ± 500 jam Screw tersebut diRibuilt (tambah daging) menggunakan las listrik, karena pengaruh panas maka struktur dari baja tersebut menjadi mudah patah sehingga tidak tahan terhadap beban puntir. Maka disaat beroperasi terjadi kegagalan (patah).

2. Tekanan pada Hydraulic Pump.

Tekanan Hydraulic Pump yang diperbolehkan dalam pengoperasian Press adalah 600 – 1200 psi, karena alat pengukur tekanan (Pressure Gauge) banyak yang mengalami kerusakan maka tekanan yang terjadi sering melewati yang diizinkan sehingga Screw yang menerima tekanan terjadi patah.

3. Rpm pada Screw Press

(4)

Untuk mengetahui rpm pada elektromotor : Diketahui :

1. Revolusi screw: 12 rpm x 30

30 didapat dari perbandingan Gearbok 30:1, 30 putaran pada Gearbok terjadi 1 putaran pada poros Screw.

2. Pully motor : 12 inchi = 30,48 cm 3. Pully shaft : 8 inchi = 20,32 cm

rpm screw x30x pully motor

pully shaft =rpm pada elektromotor

12rpm x30x12inchi

8inchi =540rpm

4. Coupling

(5)

4.4 Alternatif penyelesaian

1. Worm Screw yang telah di Ribuilt (tambah daging).

Pada saat siap beroperasi sebaiknya didalam Press Cage sisa – sisa ampas harus dibersihkan sehingga disaat operasi awal lebih kecil beban yang diterima oleh Screw dalam proses pengepressan, sehingga ampas yang masuk merupakan ampas baru yang masih banyak mengandung minyak, dengan cara tersebut dapat mengurangi kegagalan (patah) pada Worm Screw.

2. Tekanan pada Hydraulic Pump.

Untuk menunjang produksi yang maksimal sebaiknya alat ukur tekanan (Pressure Gauge) harus diganti sehingga operator dapat mengetahui tekanan yang terjadi dan dapat mengurangi kegagalan pada Worm Screw press.

3. Rpm pada Screw Press.

Setelah Screw diRibuilt sebaiknya Rpm Screw diturunkan dengan cara mengganti Pully dan mengurangi tekanan pada Hydraulic Pump.

4. Coupling.

[image:5.595.139.471.571.747.2]

Sebaiknya Coupling tersebut dibuat dari bahan besi cor, karena pada saat Screw tidak kuat menerima beban tekan dari Hydraulic Pump maka yang akan mengalami kegagalan adalah pada Coupling, dimana biaya perbaikan lebih murah dan waktu perbaikan lebih sedikit dibandingkan dengan perbaikan Worm Screw.

Gambar

Gambar. Mesin Screw Press
Gambar. Coupling

Referensi

Dokumen terkait