Dasar-Dasar Jaringan Komputer
Apa itu jaringan komputer?
Sejarah jaringan komputer
Klasif ikasi Jaringan
Topologi Jaringan
Topologi Jaringan
Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer
adalah sebuah sistem yang
terdiri atas computer dan perangkat jaringan
lainnya yang bekerja bersama-sama untuk
Tujuan Jaringan Komputer
Tujuan dari jaringan komputer adalah:
Membagi sumber daya: contohnya berbagi
pemakaian
printer
,
CPU
,
memori
,
harddisk
Komunikasi: contohnya
surat elektronik
,
instant
Komunikasi: contohnya
surat elektronik
,
instant
messaging
,
chatting
Manf aat Jaringan
Untuk Perusahaan/ O rganisasi:
Resource Sharing : Seluruh program, peralatan
khususnya data bisa digunakan setiap orang pada
jaringan tanpa pengaruh lokasi resource dan pemakai
Reliabilitas Tinggi : Adanya sumber alternatif
Reliabilitas Tinggi : Adanya sumber alternatif
persediaan (Backup).
Skalabilitas : Kemampuan untuk meningkatkan kinerja
sistem secara berangsur angsur.
Untuk Umum/ Individu:
Access ke inf ormasi yang berada di tempat jauh.
Komunikasi orang ke orang.
1.
ARPANET
Sejarah Jaringan Komputer
1.
ARPANET
2.
NSFNET
ARPANET
Pertengahan 1960, Departement of Def ence (DoD) Amerika, ingin memiliki tempat pengendali
komando pada perang dingin Dibentuk (D) ARPA = (Def ence) Advanced Research Project Agency. ARPA bekerja sama dengan universitas-universitas dan perusaha an-perusahaa n yang memiliki ide
yang menjanjikan.
ARPA memberikan tender yang dimenangkan oleh BBN (Biro Consultant di Cambridge, Massachusets). Untuk membangun subnet-subnet jaringan.
Untuk membangun subnet-subnet jaringan.
Sof tware dibuat oleh para mahasiswa Pascasarjana di Utah (AS) pada musim panas 1969.
Jaringan eksperimen dibuat Desember 1969 dengan 4 Node diantaranya di UCLA dan Universitas Utah (AS).
Tidak ada kesamaan standar dalam sof tware jaringan Perbedaan-perbedaa n protokol(sof tware) jaringan ARPANET tidak cocok untuk jaringan besar.
Penelitian Protokol dimulai.
Integrasi protokol ke dalam Berkeley UNIX (Universitas California di Berkeley).
NSFNET (National Science Foundation NET)
1970, melihat dampak ARPANET yang kian meluas. Tapi yang ingin koneksi
dengan ARPANET harus memiliki kontrak dengan DoD .
NSF membuat jaringan yang disebut CSNET, dimana para peneliti
akademis dapat mengambil & menyimpan surat untuk orang lain
(mail-ser ver).
Jaringan kecepatan tinggi dibuat tahun 1984, dibuka untuk seluruh
Jaringan kecepatan tinggi dibuat tahun 1984, dibuka untuk seluruh
kelompok-kelompok universitas dengan menggunakan protokol TCP/ IP.
Dibuat 6 jaringan backbone (San Diego, Boulder, Champaign, Pitssburgh,
Ithaca, dan Princenton).
NSF membiayai ± 20 jaringan regional yang dihubungkan ke backbone
Internet
Interkoneksi antar ARPANET dan NSFNET disebut dengan
Internet.
1 Januari 1983, TCP/ IP dinyatakan sebagai protokol resmi.
Jaringan terus berkembang:
- 1990 : 3000 jaringan & 200000 komputer
terinterkoneksi ke internet.
- 1992 : Host ke-1 juta terhubung.
- 1995 : Banyak backbone dan jaringan regional.
Alat perekat Internet
TCP/ IP protokol.
4 Aplikasi Awal diantaranya : E-mail, Newsgroup, Remote
W orld W ide W eb (W W W ) lahir, ditemukan oleh f isikawan
CERN, Tim Berners-Lee tanpa mengubah f asilitas yang ada
namun membuat lebih mudah digunakan.
Mosaic, sof tware untuk web ser ver pertama dibuat oleh
National Center for Super-computer Association (NCSA).
National Center for Super-computer Association (NCSA).
Sehingga dengan W W W memungkinkan untuk menyusun
sebuah halaman inf ormasi dalam bentuk gambar, teks, suara,
dll.
Dalam satu tahun setelah Mosaic diluncurkan, server W W W
Definisi Internet
Internet tidak sama dengan W eb
Internet adalah sebuah jaringan komputer global,
yang terdiri dari jutaan komputer yang saling
terhubung dengan menggunakan protokol yang
terhubung dengan menggunakan protokol yang
sama untuk berbagi informasi secara bersama.
Cara internet bekerja?
Jaringan itu bekerja atau berkomunikasi dengan cara
saling berhubungan atau berkomunikasi satu sama lain
dengan berbasiskan Protokol IP (
Internet Protocol
) dan
TCP (
Transmission Control Protocol
) atau UDP (
User
Datagram Protocol
) sehingga setiap pengguna pada
Datagram Protocol
) sehingga setiap pengguna pada
setiap jaringan dapat mengakses semua layanan
yang disediakan.
Sedangkan W eb atau W orld W ide W eb adalah
Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan
menjadi:
1.
Berdasarkan distribusi sumber inf ormasi/ data
2.
Berdasarkan jangkauan geograf is
3.
Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer
dalam memproses data.
dalam memproses data.
Berdasarkan distribusi sumber inf ormasi/ data
Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer client dan ser ver
yang mana komputer client yang berf ungsi sebagai
perantara untuk mengakses sumber inf ormasi/ data
yang berasal dari satu komputer ser ver
yang berasal dari satu komputer ser ver
Jaringan terdistribusi
Berdasarkan jangkauan geograf is
1.
LAN (Local Area Netw ork)
Jaringan LAN merupakan jaringan yang menghubungkan 2
komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor,
serta dalam 1 warnet.
2.
MAN (Metropolitan Area Netw ork)
Jaringan MAN Merupakan jaringan yang mencakup satu kota
Jaringan MAN Merupakan jaringan yang mencakup satu kota
besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal,
sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.
3.
WAN (Wide Area Netw ork)
Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer
dalam memproses data.
Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer ser ver dan
komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer ser ver maupun
menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui sof tware jaringan
pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat
pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat
mengakses data pada komputer ser ver sedangkan komputer ser ver
menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.
Jaringan Peer-to-peer
Berdasarkan media transmisi data
Jaringan Berkabel (Wired Netw ork)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan
komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan.
Kabel jaringan berf ungsi dalam mengirim inf ormasi dalam
bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
Jaringan Nirkabel (Wireless Netw ork)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang
elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk
menghubungkan antar komputer karena menggunakan
LO CAL AREA NETW O RK (LAN)
Terminologi LAN
Dari def inisi, LAN terbatas hanya pada suatu area local.
LAN pertama
Jarak terjauh dari titik central = 185 meter dan
tidak lebih dari 30 komputer terkoneksi.
Teknologi sekarang mendukung ukuran LAN yang lebih besar
tetapi untuk alasan praktis biasanya dibagi-bagi menjadi ukuran
yang lebih kecil disebut
w orkgroup
.
yang lebih kecil disebut
w orkgroup
.
Workgroup : Kumpulan dari beberapa individu yang melakukan sharing f ile dan
database bersama melalui sebuah LAN (mis: Bagian Marketing,
Komponen Utama pada Jaringan
Workstation
: Komputer jaringan yang bisa meminta resource dari jaringan,
yang digunakan oleh setiap individu untuk melakukan sesuatu pekerjaan. Bisa
juga menyatakan sebuah sof tware (mis. W indows NT W orkstation).
Server
: Menyediakan
resource
untuk
client
pada jaringan. Ser ver biasanya
dispesialisasikan untuk menyediakan satu ser vice saja, tetapi tidak menutup
kemungkinan banyak ser vice terdapat dalam satu ser ver.
Beberapa ser ver yang didedikasikan untuk satu ser vice:
File Server : Menyimpan dan mendistribusikan f ile.
Print Ser ver : Mengontrol atau mengatur satu atau lebih printer pada suatu jaringan.
Proxy Server : Melakukan f ungsi atas nama komputer lain.
Application Ser ver : Menyimpan dan mengerjakan suatu aplikasi jaringan.
W eb Ser ver : Menyimpan dan memberikan halaman web atau isi lain menggunakan Hypertext Transf er Protocol (HTTP).
Mail Ser ver : Menyimpan dan saling menukarkan e-mail.
Dengan tidak memperdulikan f ungsinya sebuah ser ver harus
mempunyai:
Hardware/ Sof tware untuk integritas data (mis. Backup).
Kemampuan untuk mendukung banyak client.
Host
: Istilah ini sering digunakan pada saat membicarakan suatu
f ungsi atau ser vice pada protokol TCP/ IP
Setiap peralatan
jaringan yang mempunyai alamat jaringan TCP/ IP.
Arsitektur Peer-to-Peer & Client Server
Tujuan jaringan adalah untuk sharing resource. Cara mencapai tujuan tersebut
tergantung dari sof tware sistem operasi jaringan.
Tipe jaringan biasanya dikategorikan sebagai peer to peer dan client ser ver.
Sulit membedakan secara f isik jaringan yang menggunakan tipe Peer-to-Peer
atau Client-Ser ver.
Peer-to-Peer:
Tidak terdapat wewenang central dalam jaringan. Semua komputer mempunyai
tingkatan wewenang yang sama.
Jika seorang user ingin mengakses suatu resource pada komputer lain, yang
melakukan security check dan memberikan hak akses adalah komputer yang mempunyai resourc.
Setiap komputer pada jaringan bisa menjadi client (meminta resource) sekaligus
Peer-to-Peer (Continued):
Tidak terdapat wewenang central dalam jaringan. Semua komputer mempunyai
tingkatan wewenang yang sama.
Jika seorang user ingin mengakses suatu resource pada komputer lain, yang
melakukan security check dan memberikan hak akses adalah komputer yang mempunyai resource.
Setiap komputer pada jaringan bisa menjadi client (meminta resource) sekaligus
menjadi server (menyediakan resource).
User dan password di maintain pada setiap komputer. Baik diterapkan pada kondisi berikut:
Setiap user bertanggung jawab untuk backup local.
Pertimbangan security yang cukup kecil.
Jumlah komputer masih sedikit.
Arsitektur Client-Server:
Menggunakan sistem operasi yang didesain untuk memanage seluruh jaringan
secara central, contoh : W indows NT dengan Domain Controller, W indows
2000 dengan Active Directory, Linux Redhat dengan NIS (Network Information
Ser vice).
Client meminta akses resource dan ser ver merespon dengan inf ormasi atau
akses ke sebuah resource.
akses ke sebuah resource.
Inf ormasi username dan password disimpan pada database yang sama dari
sebuah ser ver
1 user mempunyai 1 username dan 1 password yang bisa
digunakan pada jaringan tersebut.
Baik digunakan pada kondisi:
Jumlah komputer yang cukup besar ( > 100 PC).
Memerlukan Keamanan jaringan (security) yang cukup tinggi.
Topologi Jaringan
Topologi Fisik
: Merupakan map (peta) d ari jaringan
atau merupakan layout dari pengkabelan dan
workstation jaringan yang mendeskripsikan lokasi
semua komponen jaringan
Visible.
Beberapa topologi f isik yang biasa digunakan :
Bus
Ring
Star
Star
Mesh
W ireless
Beberapa topologi logic yang biasa digunakan :
Bus
1. Topologi Fisik Bus
Sem ua kom ponen j aringan dihubungkan dengan sat u kabel yang dit erm inasi pada kedua uj ungnya.
Sem ua client yang t erhubung pada j aringan bisa
m endengarkan j ika t erdapat dat a pada j aringan. Tapi
hanya t uj uan dengan address t ert ent u yang bisa
m em proses dat a t ersebut . m em proses dat a t ersebut .
Keunt ungan Topologi Fisik Bus:
Kem udahan unt uk inst alasi
Relat if lebih m urah
Mem erlukan kabel yang lebih pendek dibanding t opologi fisik lain
Kerugian Topologi Fisik Bus:
Kesulit an unt uk
dipindahkan at au dirubah
Fault t olerance yang kecil
Kesulit an unt uk
t roubleshoot ing j ika
2. Topologi Fisik Star
Kom ponen j aringan
dihubungkan pada cent ral ( hub) dengan kabel yang t erpisah.
Set iap kom ponen pada j aringan m asih bisa
m endengarkan j ika t erdapat dat a pada j aringan ( j ika t erhubung Hub) .
Keunt ungan Topologi fisik St ar:
Lebih Fault Tolerance dibanding Bus.
Kom ponen baru j aringan lebih m udah dit am bahkan.
Kerusakan pada sat u kabel t idak akan m em buat dow n keseluruhan j aringan.
Mudah m elakukan t roubleshoot .
Kerugian Topologi fisik St ar:
Single point of failure Hub
Relat if m ahal m em but uhkan
3. Topologi Fisik Ring
Kom ponen j aringan
dihubungkan langsung dengan dua kom ponen j aringan lain.
Dat a m engalir dari sat u kom put er lain secara berurut an
Keunt ungan Topologi fisik Ring:
Kem udahan dalam desain kabel.
Mudah m elakukan t roubleshoot .
Kerugian Topologi fisik Ring:
Kesulit an unt uk rekonfigurasi.
4. Topologi Fisik Mesh
Kom ponen j aringan
dihubungkan langsung dengan seluruh kom ponen j aringan lain.
Biasanya digunakan pada t opologi WAN t erut am a unt uk redundancy.
Jaringan yang ada j arang yang m enggunakan t opologi fisik m esh m urni.
m esh m urni.
Unt uk n kom ponen dibut uhkan koneksi n( n- 1) / 2.
Keunt ungan Topologi fisik Mesh:
Fault Tolerance cukup t inggi dengan adanya redundancy.
Kerugian Topologi fisik Mesh:
Mahal.
5. Topologi Fisik Wireless : AdHoc Netw ork
Jaringan ini t erbent uk j ika t erdapat 2 at au lebih ent it y j aringan yang m em punyai RF t ransceiver dan m ensuport AdHoc Net w orking, berada pada j arak yang m em ungkinkan unt uk berkom unikasi.
5. Topologi Fisik Wireless :RF Multipoint Netw ork
Banyak st at ion dengan t ransm it t er dan receiver, m asing- m asing
berkom unikasi dengan device cent ral yang disebut w ireless bridge ( w ireless access point , WAP)
WAP digunakan sebagai
penghubung ant ara j aringan penghubung ant ara j aringan w ireless dan w ired ( LAN) .
Ent it y yang berada pada j aringan w ireless harus
2.1. Topologi Logik Bus
Setiap kali sebuah node (simpul) dalam jaringan mempunyai data untuk simpul
lain, simpul tersebut menyiarkan (broadcast) ke seluruh jaringan.
Seluruh simpul mendengarkan dan melihat apakah data tersebut untuknya,
jika ya maka akan diproses dan jika tidak akan diabaikannya.
Contoh: Jaringan Ethernet (10/ 100 Mbps)
Saya
Unt uk
saya, saya
akan
Dat a Unt uk Plut o
Saya
punya dat a
unt uk
plut o
Saya
dengar,
bukan
unt uk saya
abaikan
Saya
dengar,
bukan
unt uk saya
abaikan
akan
proses
2.2. Topologi Logik Token Ring
Setiap kali sebuah node(simpul) dalam jaringan mempunyai data untuk simpul lain
dan mempunyai token maka node tersebut berkesempatan untuk mengirim data (Proses pengiriman pada gambar).
Contoh : IBM token ring (4 & 16 Mbps)
Ada dat a unt uk plut o,
Unt uk saya, saya akan proses dat a
t ersebut , kirim
8
7
saya punya t oken kirim
Saya dengar, bukan unt uk saya ulang
dan kirim ke node selaj ut nya
Saya dengar, bukan unt uk saya ulang
dan kirim ke node selanj ut nya
Topologi Logik Token Ring (Continued)
PRO SES PEMINDAHAN TO KEN
Jika sebuah workstation telah selesai mengirimkan data, token
akan dilepas untuk memberikan kesempatan pada
workstation lain yang mempunyai data untuk dikirim.
Bila tidak ada yang mengambil/ merespon, workstation
memberikan kesempatan kedua.
Jika tidak ada yang mengambil juga
kirim solicit successor
f rame (pertanyaan “ Siapa yang akan menerima token
selanjutnya?” ) ke jaringan.
Bila sebuah workstation memberikan respon maka token akan
Backbone dan Segment
Dalam sebuah jaringan yang kompleks (besar), seorang network engineer harus
mempunyai cara untuk mengidentif ikasi bagian dari jaringan mana yang
sedang dibicarakan.
Untuk alasan diatas biasanya jaringan terbagi menjadi dua yaitu segment dan
backbone. Seperti pada gambar di bawah:
Backbone
Backbone
Backbone
Def inisi: bagian dari jaringan dimana semua segment dan
ser ver terkoneksi.
Dianggap sebagai bagian utama sebuah jaringan.
Biasanya menggunakan konenksi dengan kecepatan tinggi
seperti Fast Ethernet (100 Mbps), G igaf ast Ethernet (1 G bps),
Fiber Distributed Data Interf ace (FDDI).
Ef esiensi dicapai karena semua segment dekat ke ser ver.
Segment
Bagian kecil sebuah jaringan yang bukan bagian dari
backbone.
W orkstation biasanya dikoneksikan ke segment.
Segment dikoneksikan ke backbone sehingga sebuah
A. Pengertian Protocol dan O SI
Protocol:
Untuk berkomunikasi dalam sebuah jaringan diperlukan satu bahasa yang sama disebut dengan protocol.
Def inisi Protocol: Satu set aturan yang digunakan untuk menentukan
bagaimana sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer lain pada sebuah jaringan.
OSI sebagai model ref erensi protocol :
O SI singkatan dari Open System Interconnect.
Tujuan dari O SI : mencapai interoperability, dengan membuat suatu gudeline cara mentransmisikan data melalui jaringan antara komputer-komputer atau device lain yang mempunyai hardware, sof tware dan O S yang berbeda-beda.
Catatan : Tidak semua protocol mempunyai layer pasangan satu-satu dengan
B. Layer Pada O SI
OSI t erbent uk pada t ahun 1977 oleh I nt ernat ional Organizat ion
for St andardizat ion ( I SO) sebagai ‘com m on ground’ ket ika
m enj elaskan prot ocol j aringan
OSI t erdiri dari 7 layer ( Applicat ion, Present at ion, Session,
Transport , Net w ork, Dat a Link, Physical) .
Applicat ion Present at ion Session
Transport Net w ork Dat a Link Physical All People Seem To Need Dat a Processing
Window s
UNI X
Set iap layer m em punyai fungsi t ert ent u dan set elah
m enyelesaikan suat u proses, akan m engirim kan hasilnya ke
layer yang berdekat an.
OSI t erdiri dari 7 layer ( Applicat ion, Present at ion, Session,
Transport , Net w ork, Dat a Link, Physical) .
Aliran I nform asi
Peer
Com m unicat ion
Medium Jaringan
Physical Layer:
Merubah bit inf ormasi ke dalam pulsa-pulsa listrik
Menjelaskan Teknik transmisi, layout pin, tipe konektor.
Data Link Layer:
Melakukan f raming data sebelum dikirimkan ke physical layer.
Melakukan f raming data sebelum dikirimkan ke physical layer.
Mengambil data mentah dari physical layer dan memberikan struktur logik (mis: tujuan data, sumber data, informa si validitas data) pada data tersebut.
Physical addressing.
Netw ork Layer:
Bertanggung jawab dalam logical addressing
Menterjemahkan logical address ke physical address.
Memprioritaskan data
Q uality of Ser vice (Q oS).
Transport Layer:
Melakukan pengecekan apakah data yang dikirim tidak mengalami error.
Membagi-bagi data yang terlalu besar ke dalam segment-segment yang lebih kecil untuk dikirimkan, dan juga sebaliknya mengurutkan segment-segment tadi menjadi data yang seharusnya dengan segment sequencing.
Bertanggung jawab untuk error dan f low control pada komunikasi jaringan
Session Layer :
Mendeskripsikan bagaimana sebuah komunikasi antar komputer dibentuk, disinkronkan, dimaintain, dan diakhiri.
Terdapat f ungsi-f ungsi: Security Authentication, Connection ID establishment, Acknowledgement, dan Connection Release.
Presentation Layer:
Berf ugsi untuk f ormating untuk pertukaran data (data exchange).
Pada layer ini terdapat konversi character set, enkripsi data, atau mungkin juga terjadi kompressi data.
Application Layer:
Tidak mengacu pada aplikasi tertentu seperti word processor. Tetapi mengacu pada tool-tool yang bisa dipakai untuk mencapai task (tugas) tertentu.
Misalkan word processor meminta service untuk f ile transf er.
Service yang terdapat pada Application layer diantaranya: f ile ser vice, print service, messaging service.
C. Layer-layer Bawah Model O SI
C.1. Physical Layer : Pengertian
Cara termudah untuk mengidentif ikasi layer ini adalah berhubungan
dengan entitas f isik dan sesuatu yang terukur.
Terdapat proses
signal encoding,
yaitu ketika menerima inf ormasi(data)
dari layer diatasnya, layer ini akan mentranslasikan data tersebut
menjadi bentuk sinyal listrik yang dapat ditransmisikan pada medium f isik.
menjadi bentuk sinyal listrik yang dapat ditransmisikan pada medium f isik.
Menspesif ikasikan
signalling method
(
baseband
atau
broadband
).
Menspesif ikasikan layout jaringan atau topologi f isik dari jaringan
Star
Bus
Ring
C.1. Physical Layer : Interconnecting Devices
NIC (Netw ork Interface Card)
Komponen jaringan yang menyediakan koneksi antara internal bus dari
komputer dengan media jaringan.
Banyak macamnya tergantung internal
I nt erconnect ing Devices yang bekerj a pada Physica Layer
diant aranya adalah
N I C, Re pe a t e r , H u b, M AU.
Banyak macamnya tergantung internal bus (PCI atau ISA) komputer yang digunakan dan port koneksi media jaringan (RJ-45 atau BNC).
Terdapat Transceiver : bagian dari NIC yang berperan untuk mengirimkan
Repeater
Setelah melalui jarak tertentu, sinyal melemah.
Fungsinya untuk memperkuat sinyal yang diterima pada suatu port dan
me-resend atau repeat pada semua port yang lain.
Untuk memperbesar jangkauan maksimum suatu segment jaringan.
Biasanya digunakan jika sebagian station jaringan berada jauh dari station jaringan yang lain.
jaringan yang lain.
Kerugian Repeater : memperkuat semua sinyal yang masuk ke dalam satu port ke
port yang lain terma suk noise (derau)
membatasi jumlah repeater yang bisa berada pada sebuah jaringan. Dalam penggunaan repeater terdapat aturan 5-4-3 (5-4-3 rule) yang
menyatakan berapa jumlah repeater yang bisa dipergunakan pada sebuah jaringan dan cara penempatannya.
Aturan 5-4-3: Suatu jaringan hanya terbatas dengan mempunyai 5 segment, 4
repeater sebagai penghubung dan 3 segment bisa ditempati (occupied) oleh station (lihat gambar).
Segm ent 1
Segm ent 4
Segm ent 2
Segm ent 5
Segm ent 3
Hub
Hubungkan beberapa komputer dalam satu network
Disebut juga Concentrator, mempunyai peran sebagai titik sentral untuk mengkoneksikan device-device pada jaringan (ethernet), jadi bisa
dipandang juga sebagai multiport repeater.
Klasif ikasi terpenting dari Hub :
1.
Active Hub : Mempunyai suplai tegangan sendiri dan berf ungsi
memperkuat dan menjernihkan sinyal yang diterima sehingga
bisa membuat batasan jarak menjadi dua kali dari semestinya.
Hub sekarang kebanyakan termasuk klasif ikasi ini.
2.
Passive Hub: Tidak mempunyai suplai tegangan sendiri, hanya
2.Passive Hub: Tidak mempunyai suplai tegangan sendiri, hanya
berbentuk koneksi-koneksi secara elektrik. Bisa mengakibatkan
pengurangan batasan jarak dari yang semestinya diakibatkan
adanya pengambilan daya dari sinyal untuk melakukan
M u lt ist a t ion s Acce ss Un it ( M AU)
Token Ring m enggunakan Topologi fisik St ar t et api Topologi
Logic Ring.
Device Sent ral pada j aringan et hernet adalah Hub, t et api
device sent ral pada Token Ring disebut dengan Mult ist at ion
Access Unit ( MAU) .
Fungsinya sam a dengan Hub, t et api MAU m enyediakan j alur
dat a unt uk m encipt akan ‘
logical ring’
unt uk j aringan t oken
ring, art inya dat a bisa bergerak dari st at ion ke st at ion lain
ring, art inya dat a bisa bergerak dari st at ion ke st at ion lain
m engikut i pola m elingkar ( looping) pada j aringan t ersebut .
MAU dikoneksikan secara m elingkar dengan MAU lain
dengan cara m enghubungkan ‘Ring Out ’ dari sat u MAU
dihubungkan dengan ‘Ring I n’ dari MAU lain. Dan ‘Ring Out ’
dari MAU t erakhir dihubungkan dengan ‘Ring I n’ dari MAU
pert am a.
Nodes
Ring
I n
MAU pada j aringan Token Ring
Nodes
C.2. Data Link Layer: Pengertian
Data Link Layer (DLL) terdiri dari dua sublayer:
Medium Access Control (MAC)
Logical Link Control (LLC)
Sublayer Pada Dat a Link Layer
LLC MAC
Application
Present at ion
Session
Transport
Net w ork
Dat a Link
Tugas-tugas dari Data Link Layer
Membentuk (creating), mengirimkan (transmitting) dan menerima (receiving) paket.
Physical (MAC) addressing
Logical Link Control (LLC) processing diantaranya membentuk topologi logik dan mengontrol media access.
Data yang datang dari layer atas dibagi-bagi menjadi unit-unit logik kecil yang
disebut denganPaket (packet). Sehingga paket merupakan satuan unit transmisi data dimana besar dan f ormatnya tergantung pada teknologi transmisi.
Hardw are (MAC) Address: Hardw are (MAC) Address:
Terdiri dari 12 digit hexadecimal misalkan 07:57:AC:1F:B2:76
(bisa gunakan ipconf ig/ all pada window atau if conf ig pada
linux untuk melihat hardware address yang dipakai).
OUI
Vendor Assigned
24 bit s
24 bit s
O UI = O rganizationally Unique Identif ier : ditentukan oleh IEEE untuk vendor tertentu.
Biasanya dibuat di pabrik sehingga bersif at permanen dan tidak bisa dirubah. Setiap pabrik pembuat (vendor), akan menjejaki (keep track) sehingga tidak terdapat duplikasi.
Biasa disebut juga MAC address, Physical Address atau Ethernet Address
Data Link Layer juga menentukantopologi logik yang dipakai pada jaringan,
yaitu cara paket mengalir melalui jaringan.
Beberapa metode media access yang dideskripsikan pula pada Data link Layer
adalah:
Contention : Setiap station mempunyai kesempatan yang sama untuk
3 Bytes pertama dari MAC Address Manufacturer
00000C
Cisco
0000A2
Bay Networks
0080D3
Shiva
0080D3
Shiva
00AA00
Intel
02608C
3Com
080009
Hewlett-Packard
080020
Sun
Tip:
Tiga byte pertama dari MAC Address sangat berguna untuk
troubleshooting, jika kita berhadapan dengan suatu masalah,
dengan mengetahui source dari MAC Address kita akan lebih
mudah untukmengatsinya sebagai contoh, jika 3 byte pertama
00000C, maka kita mengathui devices itu merupakan produk
Cisco, dan kita bisa mencari literatur ataupun petinjuk
Cisco, dan kita bisa mencari literatur ataupun petinjuk
Polling : Terdapat satu central station yang bertugas sebagai central dan melakukan polling terhadap station lain secara bergantian, untuk menanyakan apakah ada data yang akan ditransmisikan. Metode ini menghapus
kemungkinan collision.
Token Passing: Menggunakan paket data khusus yang disebut token, jika station mempunyai token maka station tersebut bisa transmit, tetapi jika tidak maka tidak bisa transmit.
Media Access: Dengan banyak station yang terhubung ke media transmisi yang
1. Carrier Sense Multiple Access w ith Collision Detection (CSMA/ CD)
Merupakan teknologi yang paling populer.
Jika sebuah station akan melakukan transmisi, station tersebut akan ‘sense’ atau mendeteksi media transmisi (kabel) terlebih dahulu apakah ada sinyal (carrier) didalamnya, sebagai tanda station lain sedang melakukan transmisi
Carrier Sense. Jika tidak ada station lain yang melakukan transmisi, maka stationtersebut akan melakukan transmisi yang kemudian mendeteksi kembali apakah ada station lain yang mentransmisikan secara bersamaan. Jika ada, maka
collision akan terjadi. Jika collision terjadi masing masing akan ‘back-of f ’ dan collision akan terjadi. Jika collision terjadi masing masing akan ‘back-of f ’ dan tidak melakukan transmisi sampai waktu acak tertentu
Collision Detection.Multiple Accessmenandakan bahwa lebih dari satu station bisa berada pada jaringan.
2. Carrier Sense Multiple Access w ith Collision Avoidance (CSMA/ CA)
Secara prinsip sama dengan CSMA/ CD, bedanya saat akan melakukan transmisi sebuah station akan mengirimkan paket request to send (RTS) dan menunggu paket clear to send (CTS). Jika CTS diterima, station tersebut akan melakukan transmisi.
Digunakan pada jaringan AppleTalk (satu group protokol komunikasi
didesain oleh Apple Computer untuk digunakan pada lingkungan komputer macintosh).
3. Token Passing 3. Token Passing
Token akan dibentuk oleh station yang pertama kali dinyalakan pada jaringan dan mengirimkannya ke station yang selanjutnya.
Jika ada station yang mempunyai data untuk dikirimkan, token akan diambil dan dimodif ikasi. Station tersebut akan mengirimkan data dan token beserta alamat tujuan dan asal.
Setiap station yang dilewati data dan token, akan melakukan inspeksi
C.2. Data Link Layer: Interconnecting Devices
3 Devices jaringan yang memanipulasi data pada data link layer:
NIC
Bridges
Switches
Lebih komplek dibandingkan dengan devices yang bekerja pada physical layer (HUB dan
Repeater), sehingga harganya lebih mahal dan lebih sulit diimplementasikan. Tetapi membawa keuntungan pada jaringan.
membawa keuntungan pada jaringan.
Bridge
Secara logik membagi jaringan kedalam 2 segment, tetapi tampak satu jaringan terhadap layer protocol teratasnya.
Untuk memisahkan satu broadcast domain sebuah group komputer dari broadcast
domain group komputer yang lain. Sehingga traf ik yang ditujukan untuk komputer yang berada pada broadcast domain yang sama tidak akan mengangu group komputer lain yang berada pada broadcast domain yang berbeda.
Sebelum Bridging
Server
Set elah Bridging
Server
BD 1
Sat u Broadcast Dom ain yang
Cukup besar
lam bat
Server
Server
Akibat bridge m em buat 2 broadcast
Dom ain yang berbeda
lebih cepat
BD = Broadcast Dom ain
Sw itch
Lebih intelegent (pintar) dibandingkan standard hub, dalam memahami
traf ik yang melaluinya.
Bekerja pada data link layer atau biasa juga disebut sebagai
Layer 2
Sw itch
.
Bisa membangun table MAC address dari station yang dikoneksikan
pada setiap port.
Pada saat menerima data untuk station tertentu, berbeda dengan hub,
switch bisa mengidentif ikasi berdasarkan MAC address tujuan ke port
mana data tersebut harus dikirimkan. Hal tersebut bisa dilakukan karena
mana data tersebut harus dikirimkan. Hal tersebut bisa dilakukan karena
switch sudah mempunyai table MAC Address.
D. Layer-layer Pertengahan Model OSI
Apabila bergerak ke layer yang lebih atas maka f ungsinya akan semakin
kompleks dan semakin banyak tugas atau tanggungjawabnya.
Layer pertengahan terdiri dari
Network Layer
Transport layer
D.1. Netw ork Layer : Pengertian
Network layer pada model O SI mendef inisikan protokol yang menjamin
bahwa data sampai pada tujuan yang tepat.
Konsep Network Layer yang paling utama
Logical Network Addressing (pengalamatan jaringan logik)
Logical Netw ork Addressing
Setiap logical network-address adalah protocol independent, misalkan IP
address berbeda dengan IPX addres. Kedua protokol bisa berada pada
satu komputer tanpa konf lik.
Dua station yang berbeda dengan menggunakan protokol yang sama
tidak boleh menggunakan logical address yang sama atau akan terjadi
konf lik.
Address : 192.168.0.1
Address : 192.168.0.2
Address : 192.168.0.1
Karena S2 dan S3 m em punyai Logical Addressing terdiri: Network dan Node Address
IP address mempunyai f ormat 32 bit
192
168
1
1
255
255
255
0
Net w ork Address
Node Address
Net w ork Mask
at au Subnet Mask
IPX address menggunakan 8 digit hexadecimal (diterapkan secara random oleh program installasi atau oleh network adminstrator) sebagai bagian network dan 12 digit hexadecimal untuk MAC address sebagai baginan Node.
at au Subnet Mask
00001345 006A7C11FB56
Net w ork
Address
Netw ork Address adalah address yang diberikan pada suatu segment jaringan dimana station dikoneksikan.
Node Address adalah address yang unik sebagai identif ikasi suatu station pada segment tersebut.
Routing
Routing adalah proses aliran data pada jaringan, melalui lebih dari satu segment jaringan menggunakan device yang disebut router.
Router mendapatkan inf ormasi kemana suatu paket harus dikirimkan, dari sebuah f ile yang disebut dengan tabel routing (routing table).
Router tidak akan melewatkan paket-paket broadcast atau paket-paket yang tidak diketahui. Router akan meroutekan paket jika terdapat logical
Inf ormasi pada routing table didapat dengan 2 cara:
Static Routing
Dynamic Routing
Static routing:
Administrator secara manual melakukan update routing table dengan perintah tertentu.
Administrator menyisipkan setiap segment jaringan pada routing table dan
mendef inisikan pada port berapa suatu data harus dilalukan jika terdapat data dengan tujuan segment tersebut.
Kelemahan menggunakan static routing jika sering terjadi updating segment jaringan maka routing table tidak secara otomatis melakukan update time consuming.
Dynamic Routing:
Router secara otomatis mengupdate route jaringan pada tabel routing dengan router lain menggunakan route discovery protokol (protokol routing).
2 kategori route discovery protocol (protokol routing) yang sering
D.1. Netw ork Layer : Interconnecting Devices
3 Inteconnecting devices yang bekerja pada network layer:
Routers
Brouters
Layer 3 switches
Router:
Router adalah device jaringan yang menginterkoneksikan beberapa segment Router adalah device jaringan yang menginterkoneksikan beberapa segment jaringan menjadi jaringan yang lebih besar.
Router bekerja pada network layer sehingga memungkinkan untuk melakukan subnetting pada jaringan.
Router tidak akan melewatkan broadcast data, dan biasa dipakai juga untuk f irewall atau packet f iltering.
Router akan memilih lintasan terbaik sehingga suatu data akan sampai pada tujuan yang tepat.
Router juga bisa digunakan untuk mengkoneksikan jaringan dengan W AN dan Internet.
Router bisa digunakan untuk mengkoneksikan jaringan yang menggunakan layer bawah yang berbeda, misalkan jaringan ethernet dengan token ring.
Brouter
Terutama digunakan untuk mengkoneksikan 2 jenis jaringan dengan topologi logik yang berbeda. Misalkan menghubungkan token ring dan ethernet. logik yang berbeda. Misalkan menghubungkan token ring dan ethernet.
Mengkombinasikan f ungsi router dan bridge.
Jika tidak bisa meroutekan paket tertentu, maka Brouter akan mencoba untuk berf ungsi sebagai bridge.
Tetapi sekarang sudah tidak populer dan jarang digunakan.
Layer 3 Sw itch
Berf ungsi sebagai multiport switch pada virtual LAN
Inf o tambahan
Leased Circuit (LC), leased line : kabel (telepon); sinyal analog;
sewa point-to-point langsung
Asynchronous Transf er Mode (ATM)
Virtual Circuits
Frame relay
Digital Subscriber Line (DSL): kabel telepon didaf tarkan
Digital Subscriber Line (DSL): kabel telepon didaf tarkan
(subscribe) untuk hantar sinyal digital.
Asymmetric DSL (ASDL)
Symmetric DSL (SDSL)
Integrated Services Digital Network (ISDN): kabel telepon;
sinyal digital, sinyal analog
Tugas 1
1.
Manakah yang lebih memungkinkan untuk terjadi duplikasi pada
logical
address
,
IP addressing
atau IPX addressing?
2.
Terangkan cara meng
update routing table
dengan distance vector (mis.
RIP) dan link state (mis O SPF)?
3.
Mana yang lebih menguntungkan distance vector atau link state?
Sebutkan alasan anda!
Sebutkan alasan anda!
4.
Apakah
Network Interface Card
(NIC) bisa dikategorikan sebagai
MEDIA TRANSMISI
JARING AN
Pengenalan Jaringan
Merup akan sebuah sistem yang terdiri atas komputer, perangkat
komputer tambahan dan perangkat jaringan lainnya yang saling
terhubung dengan menggunakan media tertentu dengan aturan yang
sudah ditetapkan
Kebutuhan untuk terhubung ke jaringan dan memanf aatka n layanan
yang ada :
yang ada :
Koneksi Secara Fisik (Phisical Connection), secara langsung peralatan
harus terhubung dengan jaringan tersebut.
Koneksi Secara Fisik
Semua peralatan yang berpartisipasi
harus terhubung secara langsung.
Peralatan yang dibutuhkan untuk koneksi
secara Fisik:
PC
NIC
Network Media
Koneksi Secara Logis
Merup akan sebuah aturan bersama bagaimana informa si dikirim
melalui media.
Biasa disebut dengan protokol
Jaringan pada dasarnya gabungan dari berbagai macam protokol
yang muaranya adalah bagaimana inf ormasi yang dikirim oleh
pengirim bisa diterima oleh penerima dengan benar.
Yang termasuk dalam protokol :
Bagaimana f ormat data yang dikirim ?
Bagaimana cara data dikirim ?
Bagaimana jika terjadi kesalahan selama pengiriman dan apa yang
harus dikerjakan ?
Komponen Jaringan
PC
NIC
Network Media
Peralatan Jaringan
Peralatan Jaringan
Repeater
Hub
Bridge
Switch
Personal Computer
Printed circuit board (PCB)
CD-ROM drive
Central processing unit (CPU)
Floppy disk drive
Hard disk driveHard disk drive
Microprocessor
Motherboard
Bus
Random-access memory (RAM)
Read-only memory (ROM)
System unit
Expansion slot
Pow er supply
Network interface card (NIC)
Video card
Audio card
Parallel port
Serial port Mouse port
Network Media
Kabel
Tembaga
Coaxial, Twisted
Pair (UTP, sTP)
Fiber O ptic
W ireless
Bluetooth, W i Fi, NIC
Peralatan Jaringan
Repeater
Hub
Bridge
Switch
Switch
Jenis/ Tipe Koneksi Secara Fisik
Bus
Star
Ring
Extended Star
Extended Star
Hirarchical
Jenis Tipe Koneksi (Cont… )
Koneksi Star yang paling
luas dipakai.
Koneksi Star paling
Kabel UTP (Unshield Twisted Pair)
Mempunyai delapan pin (4 pasang).
Pin1 dengan warna hijau-putih (TD+ )
Pin2 dengan warna hijau (TD-)
Pin3 dengan warna orange-putih (RD+ )
Pin4 dengan warna biru (NC)
Pin5 dengan warna biru-putih (NC)
Pin6 dengan warna orange (RD-)
Pin7 dengan warna coklat-putih (NC)
Tiga Cara Pemasangan UTP
Straight Trought
Pengkabelan jenis ini biasanya diperuntukkan untuk menghubungkan
peralatan yang berbeda jenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan
hub, switch dan router, switch dan PC dan sebagainya
Cross O ver
Pengkabelan jenis ini biaanya digunakan untuk menghubungkan
peralatan sejenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan PC, hub
peralatan sejenis. Misal untuk menghubungkan PC dengan PC, hub
dengan hub dan sebagainya
Roll O ver
Straight Trought
PC to Hub, PC to Switch
Cross O ver
PC to PC
Hub to Hub
Switch to Switch
Attenuation and insertion loss on
copper media
Attenuation is the decrease in signal amplitude over the
length of a link.
Long cable lengths
and
high signal f requencies
contribute to
Sources of noise on copper media
Crosstalk involves the transmission of signals from one w ire to a nearby w ire. W hen voltages change on a wire, electromagnetic energy is generated.
This energy radiates outward f rom the transmitting wire like a radio signal f rom a transmitter.
1
JARING AN W IRELESS
O verview
Jaringan wireless/ nirkabel adalah teknologi jaringan yang
memanf aatkan gelombang elektromagnetik melalui udara
sebagai media untuk mengirimkan informasi dari pengirim ke
penerima.
Teknologi ini muncul sebagai jawaban atas keterbatasan
jaringan wireline. Mobilitas manusia yang tinggi dan inf ormasi
jaringan wireline. Mobilitas manusia yang tinggi dan inf ormasi
yang selalu dekat menjadi f aktor pendorong utama
berkembangnya teknogi ini.
TUJUAN
Mahasiswa memahami konsep jaringan wireless.
Mahasiswa memahami arsitektur dan komponen
W iFi (W ireless Fidelity)
Sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan
Lokal Nirka bel (W ireless Local Area Networks
-W LAN) yang didasari pa da spesif ikasi
IEEE-802.11
W i-Fi awalnya ditujukan untuk pengunaa n perangkat
W iFi
5
Terdapat dua mode W iFi yaitu
Ad-hoc dan
Infrastruktur
.
Saat ini terdapat tiga variasi dari 802.11 yang
W iFi-Ad Hoc Mode
7
Mode Ad-hoc pada dasarnya mirip dengan topologi
bus pada jaringan wired. Mode ad hoc tidak
memerlukan central node atau Access Point.
W i-Fi client dapat ber komunikasi secara peer to
peer. Setiap W i-Fi client akan bertindak sebagai
W iFi-Ad Hoc Mode
8
Mode Ad-hoc cocok digunakan jika W LAN yang
akan dibangun tidak akan terhubung dengan wired
line.
Mode ini biasanya dibangun pada kondisi-kondisi
Mode ini biasanya dibangun pada kondisi-kondisi
W iFi-Ad Hoc Mode
W iFi-Inf rastruktur Mode
Mode Inf rastruktur ini mirip dengan topologi star pada
jaringan wired line.
Mode inf rastruktur/ point to multipoint menggunakan minimal
sebuah central node atau access point.
Acces point berf ungsi sebagai penghubung W LAN dengan
wired LAN.
wired LAN.
Access point juga dapat dif ungsikan sebagai repeater bagi
seluruh W i-Fi client.
W iFi-Inf rastruktur Mode
Bluetooth (802.15)
Bluetooth adalah sebuah teknologi komunikasi wireless (tanpa
kabel) yang beroperasi dalam pita f rekuensi 2,4 G Hz
unlicensed ISM (Industrial, Scientif ic and Medical) dengan
menggunakan sebuah f requency hopping tranceiver yang
mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara
secara real-time antara host-host bluetooth dengan jarak
jangkauan layanan yang terbatas.
jangkauan layanan yang terbatas.
Bluetooth dapat berupa card yang bentuk dan f ungsinya
Bluetooth (802.15)
Menawarkan f itur yang baik untuk teknologi mobile wireless dengan biaya
yang relatif rendah, konsumsi daya yang rendah, interoperability yang
menjanjikan, mudah dalam pengoperasian dan mampu menyediakan
layanan yang bermacam-macam.
Protokol bluetooth menggunakan sebuah kombinasi antara circuit switching
dan packet switching.
Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara
Bluetooth dapat mendukung sebuah kanal data asinkron, tiga kanal suara
Bluetooth (802.15)
15
Sistem bluetooth terdiri dari sebuah radio transceiver,
baseband link Management dan Control, Baseband (processor
core, SRAM, UART, PCM USB Interf ace), f lash & voice code,
dan sebuah link manager.
Baseband link controller menghubungkan perangkat keras
radio ke baseband processing dan layer protokol f isik.
Bluetooth (802.15)
Bluetooth (802.15)
17
Tiga buah lapisan f isik dalam protokol arsitektur Bluetooth :
Bluetooth radio, adalah lapis terendah dari spesif ikasi Bluetooth. Lapis ini
mendef inisikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh perangkat tranceiver
yang beroperasi pada f rekuensi 2,4 G Hz ISM.
Baseband, lapis yang memungkinkan hubungan RF terjadi antara
Bluetooth (802.15)
18
LMP, Link Manager Protocol, bertanggung jawab terhadap link set-up antar
perangkat Bluetooth. Hal ini termasuk aspek securiti seperti autentif ikasi
dan enkripsi dengan pembangkitan, penukaran dan pemeriksaan ukuran
paket dari lapis baseband.
Sistem Bluetooth bekerja pada f rekuensi 2.402G Hz sampai 2.480G Hz,
WiMAX (802.16)
Akses komunikasi data pada W LAN menggunakan standart
IEEE 802.11, dan biasa disebut W iFi. Akan tetapi W iFi
memiliki daerah jangkauan yang terbatas, Q oS yang
W iMAX (802.16)
N O Komponen 802.11 (W iFi) 802.16 (W iMAX )
1 Range 100 meter (indoor), kondisi LO S > 50 km (outdoor), kondisi LO S dan N LO S
2 Performansi Max 54 Mbps (pada 20 MH z) Max 63 Mbps (pada 14 MH z)
3 Scalability Pengkanalan 20 MH z, MAC untuk 10 user
Pengkanalan 1.5 – 20 MH z,
MAC mendukung hingga 1000 user
4 Spectral Efficiency Unlicensed Licensi dan unlicensed
5 MAC CSMA/CD Grand Based
W iMAX (802.16)
Pelangan mengirimkan data dengan kecepatan
2-155 Mbps dari SS ke BS.
BS akan menerima sinyal dari berba gai
pelanggan dan mengirimkan pesan melalui wireless
atau kabel ke switcing center melalui protokol IEEE
atau kabel ke switcing center melalui protokol IEEE
802.16.
Switcing center akan mengirimkan pesan ke internet
Seluler
Komponen jaringan seluler terdiri dari base station, MTSO
(Mobile Telecommunication Switching O f f ice) dan piranti
komunikasi seluler.
Fungsi dari base station adalah memberikan jalur hubungan
komunikasi radio dengan piranti-piranti seluler yang berada
dalam suatu wilayah sel.
dalam suatu wilayah sel.
Sel dan Sektor
Setiap sel berbentuk hexagon (segi enam) yang saling berimpit satu sama
lain yang melingkupi daerah tersebut.
Ukuran wilayah sel umumnya ber variasi dari radius 2 mil hingga 10 mil
tergantung pada keadaan topograf i, kepadatan bangunan dan tingkat
keramaian jalur komunikasi
Sel site merupakan lokasi pemasangan stasiun telekomunikasi radio seluler
yang disebut base station.
Setiap base station dilengkapi dengan piranti komunikasi radio seluler
berupa sistem radio transceiver yang terkomputerisasi yang bekerja pada
kisaran f rekuensi 800 atau 1900 MHz beserta menara dan antena
Setiap sel umumnya dibagi dalam tiga sektor. Antena base station
memancarkan sinyal transmisi berdaya rendah yang daerah cakupannya
hanya sebuah sektor pada setiap sel yang terletak di sekitar base station.
Sedangkan daerah sektor sel yang lain akan dicakup oleh sinyal dari base
station lain yang terdekat
Frekuensi gelombang radio untuk jaringan seluler telah
ditetapkan secara internasional pada band (daerah f rekuensi
) 800 MHz dan 1900 MHz.
Pada band 800 MHz hanya 50 MHz yang dialokasikan untuk
jaringan seluler. Rentang f rekuensi 50 Mhz ini dibagi 2:
jaringan seluler. Rentang f rekuensi 50 Mhz ini dibagi 2:
blok pertama 824,04 MHz s/ d 848,97 MHz digunakan untuk
gelombang transmisi dari piranti seluler
Penggunaan dua blok f rekuensi yang terpisah
ditujukan agar tidak terjadi interf erensi a ntara
f rekuensi gelombang base station dengan piranti
seluler.
Komunikasi pada jaringan seluler bersif at
full duplex
yakni pengguna dapat meng irim serta menerima
sinyal secara bersamaan. Untuk menyediakan
hubungan komunikasi secara f ull duplex harus
Kanal komunikasi terdiri dari dua jenis yakni kanal kendali dan kanal
suara. Kanal kendali umumnya ditetapkan sebagai kanal pertama pada
tiap sel. Kanal kendali juga disebut kanal setup karena digunakan pada
proses setup panggilan. Sedangkan kanal suara dipakai sebagai
INTERCO NNECTIO N
NETW O RKING
LAYANAN DI INTERNET
W orld W ide W eb (W W W )
News G roup
FTP
FTP
Telnet
LAYANAN INTERNET
W orld W ide W eb (W W W )
,
digunakan untuk
menempatkan
Homepage
.
WWW merupakan fasilitas internet yang paling
WWW merupakan fasilitas internet yang paling
banyak digunakan di samping e-mail
Hompage
berisi informasi yang dapat diakses oleh
LAYANAN INTERNET
E-mail,
surat-menyurat secara electronic
Isi dari e-mail dapat berbentuk tulisan, gambar, suara,
animasi, dll.
animasi, dll.
News G roup,
fasilitas internet yang dapat digunakan
sebagai forum diskusi.
Dengan menggunakan fasilitas e-mail sebagai
medianya
LAYANAN INTERNET
File Transf er Protocol (FTP),
fasilitas internet untuk
mentransfer atau menyimpan data pada Komputer lain
tanpa melihat jelas komputer itu sendiri.
FTP umumnya digunakan untuk mengambil softw are,
LAYANAN INTERNET
Telnet,
remote aplikasi dimana seseorang dapat login ke
komputer lain yang terkoneksi jaringan dan dapat
menjalankan program layanan internet dikomputer
tersebut.
Internet Relay Chatting (IRC),
forum diskusi online para
pengguna internet dengan tulisan (MiRC, Yahoo
WEBSITE
Merupakan sebuah kumpulan file yang terdapat pada
komputer yang terhubung ke Internet.
Dengan Website dapat melakukan aktivitas:
1.Membuat pengumuman/ iklan.
1.
Membuat pengumuman/ iklan.
2.Mengirim e-mail
3.
Mendistribusikan file
DOMAIN NAME
Adalah nama unik anda di Internet
Dengan domain name anda dapat menampilkan
identitas Perusahaan, organisasi, atau keluarga
identitas Perusahaan, organisasi, atau keluarga
anda di Internet.
2 bagian domain name yaitu nama anda dan
akhiran, contoh:
http:/ / upb.ac.id
,
http:/ / w w w.its.ac.id
,
WEB HOSTING
Adalah ruangan harddisk dan fasilitas di server
internet untuk menempatkan dokumen Web (seperti
HTML, Data Base, Audio, Video, dsb.) sehingga
menjadi sebuah situs w eb yang dapat dikunjungi
menjadi sebuah situs w eb yang dapat dikunjungi
para pengguna internet.
Agar dapat menempatkan w ebserver anda, perlu
INTERNET SERVICE PROVIDER (ISP
)
Adalah penyedia layanan internet yang
merupakan pintu gerbang untuk koneksi ke
Internet.
ISP yang baik adalah yang dapat membangun
jaringan internet sampai ke daerah-daerah.
Contoh ISP di Indonesia: Radnet, Pacific Link,
IP ADDRESS
IP ADDRESS
IP Addresses
Struktur IP address
Classf ul IP addresses
Batasan dan Masalah dg Classf ul IP Addresses
Subneting
CIDR
Apakah IP address?
IP address adalah address globa l unik utk interf ace
suatu jaringan
Sebuah IP address:
adalah
32 bit identif ier
Notasi Dotted Decimal
IP addresses ditulis dalam bentuk
dotted decimal
notation
Tiap byte diidentikasikan dengan nomor decimal dlm
range [0 … 255]
Netw ork Prefix dan Host Number
Network pref ix mengidentif ikasikan suatu jaringan
dan host number mengidentif ikasikan suatu host
spesif ik (kenyatannya suatu interf ace pd jaringan)
Bagaimana kita tahu berapa panjang network
pref ix?
Network pref ix secara implisit didef inisikan (lihat
class-based addressing
)
Contoh
Network id
: 128.143.0.0
Network id
: 128.143.0.0
Host id
: 137.144
Network mask
: 255.255.0.0 ata u f f f f 0000
Pref ix Notation :
128.143.137.144/ 16
Classful IP Addresses (IPv4)
Saat address Internet distandarkan (awal 80-an), address
Internet dibagi dlm 4 kelas:
Class A :
Network pref ix 8 bit
Class B :
Network pref ix 16 bit
Class C :
Network pref ix 24 bit
Class D :
Multicast
Class E :
Eksperimen
Tiap IP address memp satu kunci yg mengidentif ikasi kelas
Class A :
IP