• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

A. Ridwan Siregar

Perpustakaan dan Sistem Informasi Universitas Sumatera Utara

Pendahuluan

Perpustakaan perguruan tinggi (PT) sebagai perpustakaan akademik telah dan akan terus memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan suatu PT. Sebagai pusat sumber informasi, perpustakaan memperoleh tempat utama dan sentral karena perpustakaan melayani semua fungsi PT. Untuk menjalankan fungsi tersebut, perpustakaan menyediakan pelayanan yang bersifat mendasar dan mutlak. Perpustakaan merupakan instrumen dinamis pendidikan, bukan gudang buku yang dilengkapi dengan ruang baca. Pelayanan yang diberikan akan mempengaruhi keseluruhan program PT, dan tanpa itu berarti penundaan berfungsinya PT sebagai pusat pembelajaran dan penelitian.

Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran umum tentang perpustakaan PT.

Peran Perpustakaan

(2)

beberapa dimensi lebih lanjut dalam upaya menyediakan fasilitas untuk

pembelajaran dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa. Untuk itu,

perpustakaan harus diperkuat sehingga memiliki kapasitas yang memadai untuk

mampu memberdayakan sivitas akademika melalui pelayanan yang

disediakannya.

Pentingnya peran perpustakaan dalam proses pembelajaran di suatu PT

sebenarnya telah disadari sejak dahulu. Sebagai contoh, di Inggris, Universities

Grant Committee (UGC) dalam laporannya pada tahun 1921 menyebutkan

bahwa ciri dan efisiensi suatu PT dapat dilihat melalui pelayanan organ pusatnya

yaitu perpustakaan. Untuk menyediakan fasilitas sumberdaya informasi yang

memadai terhadap proses pembelajaran, PT di Inggris pada tahun 1971-72

membelanjakan antara 2,7 s.d. 8,1 persen dari anggaran belanja tahunan PT

induknya untuk perpustakaan. Di Indonesia juga direkomendasikan sebesar

sekitar 5 persen dari belanja operasional PT.

Berbagai aspek penyelenggaraan perpustakaan perlu mendapat perhatian untuk

melihat sejauhmana perpustakaan telah dijalankan secara proporsional sebagai

bagian dari peyelenggaraan keseluruhan fungsi PT.

Organisasi dan Manajemen

Perpustakaan di dalam PT pada umumnya merupakan satu sistem terintegrasi.

Selain perpustakaan induk bisa terdapat perpustakaan tingkat fakultas atau

bahkan pada tingkat departemen atau unit kerja lainnya. Tetapi dengan alasan

efisiensi semuanya berada dalam satu organisasi. Perpustakaan fakultas atau

departemen biasanya menjadi cabang dari perpustakaan induk. Dengan

dukungan infrastruktur jaringan kampus dan perangkat lunak aplikasi

perpustakaan terintegrasi, manajemen dan operacional perpustakaan dapat

(3)

Penyelenggaraan perpustakaan sebagai suatu organisasi harus dilakukan

secara mandiri dengan pengertian seluruh sumberdaya perpustakaan dikelola

secara internal termasuk manajemen keuangannya. Oleh karena itu, organisasi

perpustakaan harus terdiri dari sejumlah bagian. Organisasi tersebut dapat terdiri

dari pimpinan, tata usaha, pengadaan, pengatalogan, pelayanan pengguna,

manajemen koleksi, dan perpustakaan cabang. Setiap bagian dapat terdiri dari

sejumlah tim yang beranggotakan tiga hingga enam orang sesuai kebutuhan.

Jika organisasi perpustakaan digabungkan dengan pelayanan sistem informasi,

seperti yang dilakukan pada beberapa PT belakangan ini, maka pelayanan

sistem informasi menjadi satu bidang tersendiri selain perpustakaan. Dalam

organisasi yang sering disebut information services biasanya terdapat dua wakil

kepala yang bertangung-jawab untuk masing-masing bidang. Penyatuan kedua

organisasi yang sebelumnya terpisah ini dilakukan dengan alasan efisiensi dan

kemudahan koordinasi. Perkembangan pesat sumberdaya elektronik dan

ketergantungan perpustakaan yang semakin tinggi terhadap sistem jaringan

merupakan salah satu alasan penyatuannya.

Keuangan

Perpustakaan PT harus memiliki sumber pendanaan yang tetap dengan

pengelolaan sendiri oleh perpustakaan. Seperti disebutkan di atas, besarnya

anggaran belanja perpustakaan berkisar lima persen dari total belanja

operasional PT induknya. Anggaran belanja ini diperoleh dari lembaga induknya

yang berasal dari berbagai sumber pendanaan. Beberapa perpustakaan dewasa

ini membebankan anggaran perpustakaan langsung kepada mahasiswa dalam

bentukfee yang langsung dikutip oleh PT pada saat diterima menjadi mahasiswa

baru. Perpustakaan biasanya tidak diperkenankan mengenakan tarif langsung

(4)

Alokasi anggaran perpustakaan dapat menggunakan pola 50:25:25 persen

masing-masing untuk koleksi, staf, dan peralatan/operasional. Setiap rupiah yang

dibelanjakan oleh perpustakaan harus disertai dengan pertanggung-jawaban

yang tinggi. Isu akuntabilitas semakin penting karena bagian terbesar dari

belanja perpustakaan adalah bersumber dari masyarakat. Alokasi anggaran

belanja sebaiknya didasarkan pada kepentingan kelompok pengguna yaitu

jurusan atau program studi atau mata kuliah. Dengan demikian diharapkan

jurusan akan lebih aktif dalam memberikan masukan untuk pengadaan bahan

pustaka sehingga hasilnya benar-benar berpengaruh besar terhadap

peningkatan kualitas pembelajaran di masing-masing jurusan.

Anggaran belanja yang dihabiskan perpustakaan untuk pengadaan buku dibagi

dengan jumlah buku yang dipinjam dalam satu tahun, akan menunjukkan biaya

peminjaman satu buah buku. Demikian juga halnya dengan penggunaan jurnal

elektronik. Biaya berlangganan setahun dibagikan dengan jumlah artikel yang

di-download (hardcopy atau softcopy), akan diperoleh harga satuan artikel. Suatu

perhitungan sederhana menunjukkan bahwa fee yang dibayarkan oleh

mahasiswa pemanfaatannya lebih efisien dibandingkan dengan jika

dibelanjakan sendiri oleh mahasiswa.

Pengembangan Koleksi

Pengembangan koleksi adalah prioritas utama dalam suatu perpustakaan.

Pemilihan koleksi merupakan kunci pengembangan koleksi. Kerjasama yang

baik antara dosen dan pustakawan adalah suatu hal yang sangat menentukan

dalam pemilihan koleksi. Untuk itu pola komunikasi yang efisien dan efektif perlu

dikembangkan sehingga pertukaran informasi antara kedua belah pihak dapat

berlangsung secara berkelanjutan.

(5)

mahal untuk ukuran Indonesia, sebaiknya dilakukan setelah diperoleh

rekomendasi dari dosen atau program studi. Untuk penambahan eksemplar dan

pemutakhiran edisi serta bahan referens kiranya rekomendasi pustakawan sudah

cukup. Untuk buku dalam negeri karena jumlah judul yang terbatas, yang

diperkirakan tidak lebih dari 1.000 judul setiap tahun untuk tingkat PT, seleksi

cukup dilakukan oleh pustakawan. Bahkan perpustakaan dapat langsung

membeli semua judul tersebut tanpa melakukan seleksi normal yang

membutuhkan banyak waktu dan energi.

Untuk langganan paket jurnal elektronik, jenis database yang akan dilanggan

dapat didiskusikan bersama jurusan atau fakultas. Dalam berlangganan jurnal ini,

salah satu hal penting yang harus diperhitungkan adalah kapasitas bandwidth

internet dan access point yang harus disediakan. Langganan jurnal online yang

tidak didukung dengan kapasitas bandwidth dan access point yang memadai

bisa menimbulkan ketidak-efisienan penggunaan anggaran perpustakaan.

Berdasarkan pengalaman biaya yang diperlukan untuk melanggan jurnal dan

biaya berlanggananbandwidth sama besarnya setiap tahun.

Organisasi Koleksi

Pengorganisasian koleksi yang baik akan meberikan kemudahan kepada

pengguna dan staf perpustakaan. Selanjutnya hal ini akan menarik minat yang

lebih besar untuk menggunakan koleksi perpustakaan. Pengorganisasian

dimaksud tidak hanya berdasarkan sistem klasifikasi tetapi juga pengelompokan

bahan pustaka ke dalam koleksi tertentu, seperti koleksi deposit, pinjam singkat

(reserved), multimedia, koleksi cabang dan sebagainya. Dalam suatu sistem

perpustakaan PT yang kompleks, peran manajemen koleksi sangat penting,

termasuk untuk mengontrol perpindahan koleksi dari statu lokasi ke lokasi lain,

termasuk pengubahan kode lokasi pada cantuman database katalog ketika

(6)

Penataan perpustakaan dewasa ini menyatukan rak buku, terminal komputer dan

meja baca, sehingga semua jenis sumberdaya informasi dapat diperoleh dalam

radius yang tidak terlalu berjauhan. Dukungan penyediaan jaringan tanpa kabel

(WiFi) untuk penggunaan komputer bergerak pribadi juga seharusnya dapat

menjangkau seluruh sisi ruang gedung perpustakaan. Penyediaan outlet listrik

yang dapat dijangkau dari semua meja baca juga sangat mendukung proses

pembelajaran di perpustakaan.

Selain itu, karya sivitas akademika seharusnya dipublikasikan kepada

masyarakat luas melalui situs web dan sebaliknya akademisi memperoleh

umpan balik untuk meningkatkan kualitas dan mengembangkan secara terus

menerus bidang yang mereka tekuni. Tugas seperti itu, dengan dukungan

teknologi saat ini dapat dengan lebih mudah dilakukan. Publikasi elektronik

terbukti lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan publikasi cetak.

Akomodasi

Tata ruang yang ditata dengan baik akan memberikan kemudahan kepada

pengguna dan staf perpustakaan. Hal ini juga akan memudahkan pengawasan

terhadap koleksi perpustakaan. Tanda-tanda penunjuk (sign systems) mulai dari

petunjuk utama hingga petunjuk rinci suatu rak buku, turut memegang peranan

penting dalam memberikan pelayanan yang baik kepada pengguna. Penyediaan

sejumlah ruang diskusi untuk mendukung proses pembelajaran juga perlu

dilakukan.

Pengembangan ruang baca dengan dinding terbuka yang dekat dengan taman

juga semakin diminati oleh mahasiswa untuk menghilangkan kejenuhan dalam

ruang tertutup. Kita harus memanfaatkan iklim tropis di negara kita yang

memungkinkan fasilitas tersebut disediakan. Fasilitas seperti itu dapat digunakan

(7)

Ketenagaan

Transfer informasi yang efektif sangat tergantung pada kualitas staf

perpustakaan. Karena kompleksnya perpustakaan PT diperlukan untuk

menunjuk staf profesional dengan kualifikasi tertentu yang akan bertanggung

jawab atas berbagai jenis pelayanan perpustakaan. Peningkatan karir dan

kesejahteraan staf yang sepadan dengan produktivitas kerja yang mereka

hasilkan perlu diupayakan secara seimbang.

Suatu lingkungan kerja yang nyaman bagi staf juga perlu dikembangkan untuk

meningkatkan rasa bangga dan percaya diri mereka dalam melayani pengguna

perpustakaan.

Pelayanan Teknis

Berfungsinya pelayanan teknis, sebagai dapur perpustakaan, dengan baik pada

akhirnya akan menyajikan pelayanan pengguna yang berkualitas baik.

Kelancaran sirkulasi bahan pustaka dan kemudahan mendapatkan informasi

yang diinginkan banyak tergantung pada kegiatan pengadaan bahan pustaka,

pengatalogan dan pemeliharaan yang dilakukan di bidang pelayanan teknis.

Pengatalogan bahan pustaka harus berjalan secara teratur, sehingga setiap

minggu sejumlah tertentu buku baru dapat dipamerkan secara teratur selama

seminggu. Jika jumlah perolehan buku misalnya mencapai lebih dari 10.000

eksemplar setahun, maka setiap minggu akan dipamerkan sekitar 200 eksemplar

buku baru. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang mendorong

(8)

Pelayanan Pengguna

Salah satu hal yang terpenting dalam pelayanan perpustakaan adalah menekan

sekecil mungkin ketidak-nyamanan pengguna dalam menggunakan koleksi

perpustakaan. Peningkatan mutu pelayanan menjadi upaya yang seharusnya

dilakukan secara berkelanjutan. Pelayanan pengguna yang menerapkan filosofi

“mahasiswa yang utama” atau student first dapat mengubah sikap staf terhadap

pengguna dan sebaliknya citra (image) terhadap staf akan semakin baik.

Mahasiswa dalam hidupnya seharusnya merasakan bahwa banyak orang di

sekitarnya yang peduli terhadap keberhasilan mereka. Perpustakaan dapat

memainkan peran yang besar dalam hal ini, dan menjadikannya sebagai suatu

tantangan terhadap citra tradisional perpustakaan akademik.

Mahasiswa adalah donor potensial terbesar dalam sejarah PT kita. Semua

pendanaan yang diperoleh didasarkan kepada jumlah dan kebutuhan mereka,

bahkan di PT swasta mungkin seratus persen anggaran belanjanya berasal dari

mahasiswa. Di beberapa PT, hampir seluruh anggaran belanja operasional

perpustakaan diperoleh langsung dari kontribusi mahasiswa. Kita juga tahu

bahwa mahasiswa program pascasarjana, ekstensi, dan diploma menanggung

seluruh biaya operasional pendidikan mereka dan bahkan memberikan subsidi

silang pada program lain. Oleh karena itu sudah sewajarnya kita lebih peduli

terhadap mahasiswa yang juga adalah sebagai pelanggan utama (primary

customer) perpustakaan. Berfokus pada mahasiswa berarti melayani mahasiswa

dengan respek dan bermartabat..

Penutup

Perpustakaan PT harus mengorganisasikan sumberdaya dan merancang

pelayanan dan ruang yang mampu memenuhi dan mengantisipasi kebutuhan

(9)

dilakukan selama ini. Usaha kita, pilihan kita, dan visi kita sangat menentukan

bagi keberhasilan pembelajaran yang diselenggarakan oleh PT.

Rujukan

Allen, David. 1995. “Information systems strategy formation in higher education

institutuion”. Information Research,Vol. 1 No. 1, April 1995.

Bertnes, Pal A. 2000. “New role for academic libraries in scientific information”. Liber Quarterly,10: 326-334.

Levesque, Nancy. 2002. “Partner in education: the role of academic library”.The Idea of Education Conference, Mansfield College, Oxford University,

England, July 3-4, 2002.

Loughridge, Brendan. 1996. “The management information needs of academic Head of Department in universities in the United Kingdom”.Information Research, Vol. 2, No2, October 1996.

Meyyappan, Narayanan, Suliman Al-Hawamdeh and Schubert Foo. 2002. “Task based design of a digital work environment (DWE) for an academic

community”. Information Research,Vol. 7 No. 2, January 2002.

Savenije, Bas and Natalia Grygierczyk. 2002. “The role and responsibility of the university library in publishing in a university”.

<http://www.library.uu.nl/staff/savenije/publicaties/publishing.htm> (02/09/2003).

Shumaker, John W. 2003. “The higher education environment and the role of the academic library”. ACRL Eleventh National Conference, Charlotte, North Caroline, April 10-13, 2003.

Referensi

Dokumen terkait

Uraian di atas merupakan indikator, bahwa pada hakikatnya ada kebutuhan esensial Perpustakaan Perguruan Tinggi yang terus menerus harus dibina dan ditingkatkan agar dapat

Penyelenggaraan perpustakaan sebagai suatu organisasi harus dilakukan secara mandiri dengan pengertian seluruh sumberdaya perpustakaan dikelola secara

Perpustakaan perguruan tinggi bertujuan menyediakan materi perpustakaan dan akses, hal itu sering diibaratkan sebagai jantungnya perguruan tinggi, maka keberadaannya harus ada agar

Perpustakaan perguruan tinggi mempunyai tiga macam fungsi sesuai dengan peran dan statusnya yaitu : sebagai pusat pelayanan dan pemanfaatan serta penyebarluasan informasi

- Suspects, meliputi semua mahasiswa baru sebagai calon yang akan mendaftar sebagai anggota perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi menyebut sebagai suspect karena yakin mereka

Jika ilmu diumpakan sebagai darah dalam tubuh kita dan tubuh kita merupakan sistem perguruan tinggi, maka perpustakaan bagi perguruan tinggi tersebut adalah jantung yang

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perpustakaan harus mempunyai strategi dan usaha sehingga dapat meningkatkan peran untuk menjadi sebagai tempat learning process di