• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran sentral pemangku dalam agama hindu : studi kasus pada pura raditya dharma cibinong bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peran sentral pemangku dalam agama hindu : studi kasus pada pura raditya dharma cibinong bogor"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Deden Ruhyadi Anwar
  • Pengajar:
    • Drs. Roswen Djafar, MA
  • Sekolah: UIN Syarif Hidayatullah
  • Mata Pelajaran: Theology
  • Topik: Peran Sentral Pemangku Dalam Agama Hindu
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2010
  • Kota: Jakarta

I. Pendahuluan: Relevansi Kajian Peran Pemangku dalam Pendidikan Agama Hindu

Bab ini memperkenalkan pentingnya peran pemangku dalam agama Hindu, khususnya dalam konteks pendidikan. Kajian ini relevan karena pendidikan agama Hindu tidak hanya terbatas pada pembelajaran teks-teks suci, tetapi juga meliputi pemahaman peran tokoh-tokoh agama dan implementasi nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Memahami peran sentral pemangku memberikan gambaran yang komprehensif tentang ajaran dan praktik keagamaan Hindu, serta memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap dinamika keagamaan di masyarakat. Dengan menganalisis peran pemangku di Pura Raditya Dharma, penelitian ini memberikan studi kasus yang konkret dan aplikatif untuk pembelajaran.

1.1 Latar Belakang Masalah dan Rumusan Masalah

Bagian ini menjelaskan latar belakang pemilihan topik penelitian, yaitu peran sentral pemangku dalam agama Hindu, dengan fokus pada Pura Raditya Dharma. Penelitian ini dirumuskan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana peran sentral pemangku dalam membimbing umat Hindu di Pura Raditya Dharma, Cibinong Bogor, dan bagaimana relevansi peran tersebut dengan pendidikan agama Hindu? Rumusan masalah ini difokuskan pada peran pemangku dalam membimbing umat mencapai kebahagiaan lahir batin, memimpin upacara keagamaan, dan aktivitas sosial keagamaan di pura. Hal ini penting untuk memahami kompleksitas peran pemangku di luar hanya sebagai pemimpin ritual.

1.2 Tujuan Penelitian dan Metodologi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran sentral pemangku dalam membimbing umat Hindu di Pura Raditya Dharma. Studi ini bertujuan pula untuk menganalisis bagaimana peran tersebut dapat diintegrasikan dalam konteks pendidikan agama Hindu. Metodologi penelitian yang digunakan adalah field research (penelitian lapangan) di Pura Raditya Dharma, dengan metode pengumpulan data berupa wawancara dengan pemangku dan pengamatan partisipan. Penelitian pustaka (library research) juga digunakan untuk memperkaya data dan memberikan konteks teoretis yang kuat. Pendekatan kualitatif dipilih untuk mendalam memahami kompleksitas peran pemangku dalam konteks sosial-keagamaan.

1.3 Sistematika Penulisan

Struktur penulisan skripsi ini disusun secara sistematis dan logis untuk memudahkan pembaca memahami alur argumentasi. Bab II menjelaskan tentang pemangku dan Pura Raditya Dharma, menyediakan konteks bagi pembahasan peran sentral pemangku di Bab III. Bab III merupakan inti dari skripsi, membahas secara detail peran sentral pemangku dalam membimbing umat Hindu. Bab IV menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran-saran yang relevan, baik untuk pendidikan agama Hindu maupun pengembangan peran pemangku di masa mendatang. Struktur ini memastikan setiap aspek penelitian dibahas secara komprehensif.

II. Pemangku dan Pura Raditya Dharma: Konteks Studi Kasus

Bab ini memberikan gambaran komprehensif mengenai pemangku dan Pura Raditya Dharma sebagai latar belakang penelitian. Deskripsi tentang pengertian pemangku, syarat-syarat menjadi pemangku, kehidupan sehari-hari pemangku, wewenang, serta sejarah dan aktivitas di Pura Raditya Dharma memberikan konteks yang penting untuk memahami peran sentral pemangku.

2.1 Pengertian dan Syarat Pemangku

Bagian ini mendefinisikan pemangku dalam agama Hindu dan menjelaskan syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menjadi pemangku, baik secara formal maupun informal. Analisis ini penting untuk memahami kualitas kepemimpinan spiritual yang diharapkan dari seorang pemangku. Persyaratan tersebut dapat diintegrasikan dalam mata kuliah kepemimpinan atau etika keagamaan Hindu untuk membantu mahasiswa memahami karakteristik pemimpin agama yang ideal. Aspek ini membantu mahasiswa memahami kualifikasi dan tanggung jawab yang diemban oleh seorang pemangku.

2.2 Kehidupan dan Wewenang Pemangku

Bagian ini membahas kehidupan seorang pemangku di luar perannya sebagai pemimpin spiritual, termasuk tempat tinggal dan penghasilan. Analisis ini penting untuk memahami realita sosial-ekonomi pemangku dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi peran mereka. Deskripsi wewenang pemangku dalam upacara keagamaan dan bimbingan spiritual memberikan pemahaman yang komprehensif tentang tugas dan tanggung jawab pemangku. Pemahaman ini penting dalam konteks pendidikan untuk menunjukan bahwa pemangku bukan hanya pemimpin ritual tetapi juga pembimbing spiritual.

2.3 Gambaran Pura Raditya Dharma

Bagian ini menjelaskan sejarah, struktur kepengurusan, kegiatan keagamaan, dan kegiatan sosial di Pura Raditya Dharma Cibinong. Gambaran ini penting untuk memberikan konteks sosial-keagamaan tempat peran pemangku berlangsung. Analisis ini membantu memahami bagaimana konteks sosial-keagamaan mempengaruhi peran dan fungsi pemangku. Penggambaran detail pura sebagai tempat ibadah dan pusat kegiatan sosial budaya, memberikan perspektif yang kaya untuk mahasiswa agar dapat memahami peran pemangku dalam masyarakat.

III. Peran Sentral Pemangku dalam Membimbing Umat Hindu

Bab ini merupakan inti dari skripsi, yang menganalisis peran sentral pemangku dalam membimbing umat Hindu menuju kebahagiaan lahir dan batin, serta memimpin upacara keagamaan.

3.1 Pemangku sebagai Guru Rohani

Bagian ini membahas peran pemangku dalam membimbing umat Hindu secara spiritual, termasuk pengajaran tentang konsep karma dan reinkarnasi. Analisis ini menekankan pentingnya peran pemangku sebagai guru rohani yang bukan hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga memberikan teladan dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi konsep karma dan reinkarnasi dalam pendidikan agama Hindu dapat memperkuat pemahaman mahasiswa tentang etika dan moralitas dalam ajaran Hindu.

3.2 Pemangku sebagai Pemimpin Upacara dan Pemujaan

Bagian ini membahas peran pemangku dalam memimpin berbagai upacara keagamaan, termasuk menentukan hari-hari yang baik untuk upacara. Analisis ini menyoroti pentingnya pemahaman ritual dan tata cara dalam agama Hindu. Materi ini dapat diintegrasikan dalam mata kuliah ritual keagamaan Hindu untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan aplikatif bagi mahasiswa.

IV. Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran-saran yang relevan untuk pendidikan agama Hindu dan pengembangan peran pemangku di masa mendatang.

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan merangkum temuan utama penelitian mengenai peran sentral pemangku di Pura Raditya Dharma. Kesimpulan ini menekankan kontribusi peran pemangku terhadap kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Hindu. Ini menunjukkan pentingnya integrasi studi kasus ini dalam pendidikan agama Hindu.

4.2 Saran

Saran-saran diberikan untuk pengembangan pendidikan agama Hindu dan peningkatan peran pemangku. Saran ini dapat meliputi pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan pelatihan bagi pemangku. Ini menunjukkan implikasi praktis dari penelitian untuk meningkatkan pemahaman dan praktik agama Hindu.

Referensi Dokumen

  • Kamus Besar Ilmu Pengetahuan ( Dagun, M. )
  • Buku Pendidikan Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi ( Departemen Agama, I Gst. MD Ngurah et al )
  • Fenomenologi Agama ( Dhavamony Mariasusai )
  • Pengantar agama Hindu II Sraddha ( G, Pudja )
  • Religion in Bali ( Hooykaas, C )

Referensi

Dokumen terkait