• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Suntik DMPA dengan Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang di Puskesmas Sukaramai Tahun 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Suntik DMPA dengan Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang di Puskesmas Sukaramai Tahun 2014"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KEPATUHAN JADWAL

PENYUNTIKAN ULANG DI PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2014

SELFYA EKA FITRI NIM : 135102123

KARYA TULIS ILMIAH

PROGRAM D-IV BIDAN PENDIDIK FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)
(3)

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KEPATUHAN JADWAL

PENYUNTIKAN ULANG DI PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2014

ABSTRAK Selfya Eka Fitri

Latar belakang : Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang paling dasar dan merupakan pelayanan yang penting untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu karena kehamilan. Masih banyak metode KB yang seringkali tidak dipatuhi oleh pasangan. Misalnya untuk KB suntik saja, angka ketidakpatuhan atau drop out mencapai 41%.

Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone) dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

Metodologi : penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sampel ibu akseptor KB suntik sebanyak 37 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah fisher exact.

Hasil : hasil penelitian berdasarkan karateristik responden didapatkan mayoritas responden berusia 20-35 tahun 22 orang (59,5%), berpendidikan SMA 16 orang (43,2%), mendapat sumber informasi dari tenaga medis 19 orang (51,4%) dan tidak bekerja 21 orang (56,8%), berpengetahuan cukup 19 orang (51,4%) dan patuh terhadap kunjungan ulang 24 orang (64,9%). Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang ρ (0,001).

Kesimpulan : penelitian membuktikan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan patuh dalam melakukan kunjungan penyuntikan ulang. Oleh karena itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat terus memberikan pemahaman tentang pentingnya kunjungan jadwal penyuntikan ulang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

(4)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena hidayah dan

karunia-nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah dengan judul “Hubungan Tingkat

Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Suntik DMPA dengan Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang di Puskesmas Sukaramai Tahun 2014”. Penelitian ini ditujukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan D-IV Bidan Pendidik di

Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Shalawat dan salam semoga selalu dicurahkannya pada semua orang yang beriman

yaitu Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan,

arahan, dari berbagai pihak sehingga Proposal ini dapat diselesaikan. Atas bantuan tersebut

dengan segala ketulusan dan kerendahan hati penulis menyampaikan rasa terima kasih

yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

1. dr. Dedi Ardinata, M.Kes. selaku Dekan Fakultas Keperawatan Universitas

Sumatera Utara.

2. Ibu Nur Asnah S, S.Kep, Ns, M.Kep. selaku Ketua Program D-IV Bidan Pendidik

Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan selaku penguji I yang

banyak memberikan saran untuk perbaikan KTI ini.

3. Ibu Evi Karota Bukit, S.Kp, Mns. selaku pembantu dekan II dan selaku penguji II

yang banyak memberikan saran untuk perbaikan KTI ini.

4. Ibu Nur Asiah, S.Kep. Ns, M.Biomed selaku pembimbing yang telah memberikan

dukungan, arahan, dan doa selama menyelesaikan KTI ini.

5. Seluruh staf dan dosen program D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan

(5)

6. Orang tua dan adik yang penulis cinta dan sayangi yang telah memberikan

dukungan dan doa selama penulis menyelesaikan KTI ini.

7. Rekan - rekan mahasiswi D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Sumatera

Utara yang telah memberikan dukungan dan masukan kepada penulis.

8. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

memberikan dukungan kepada penulis dalam penyelesaian KTI ini.

Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan dan masih

banyak kekurangan, sehingga penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya

membangun demi perbaikan KTI ini.

Akhirnya penulis mengharapkan semoga KTI ini dapat bermanfaat bagi kita semua,

khususnya penulis.

Medan, 27 Juni 2014

Penulis

(6)

DAFTAR ISI

1. Pengertian Pengetahuan ... 5

2. Tingkat Pengetahuan ... 5

3. Faktor – Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ... 7

B. Kontrasepsi Suntik ... 8

1. Pengertian Kontrasepsi Suntik ... 8

2. Kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone) ... 8

C. Kepatuhan ... 11

1. Pengertian Kepatuhan ... 11

2. Faktor – Faktor yang mempengaruhi pengetahuan ... 11

D. Tinjauan Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan ... 12

BAB III KERANGKA PENELITIAN ... 13

A. Kerangka Konsep ... 13

B. Hipotesis Penelitian ... 14

C. Definisi Operasional ... 14

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN ... 15

(7)

G. Uji validitas dan reliabilitas ... 18

H. Prosedur pengumpulan data ... 19

I. Analisis data ... 19

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 21

A. Hasil Penelitian ... 21

B. Pembahasan ... 24

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ... 27

A. Kesimpulan ... 27

B. Saran ... 27

(8)

DAFTAR SKEMA

Skema 1. Kerangka konsep Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang

Kontrasepsi Suntik DMPA dengan Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang di

(9)

DAFTAR TABEL

Keterangan Halaman

Tabel 3.1 Definisi operasional ... 14 Tabel 5.1 Distribusi responden berdasarkan karakteristik responden di Puskesmas Sukaramai tahun 2014 ... 21 Tabel 5.2 Distribusi responden berasarkan tingkat pengetahuan di Puskesmas

sukaramai tahun 2014 ... 22 Tabel 5.2.1 Distribusi frekuensi responden berdasarkan hasil jawaban responden

mengenai pengetahuan responden tentang kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Sukaramai tahun 2014 ... 22 Tabel 5.3 Distibusi responden berdasarkan kepatuhan dalam melakukan kunjungan

ulang di puskesmas sukaramai tahun 2014 ... 23 tabel 5.4 Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA

(10)

DAFTAR LAMPIRAN

Keterangan

Lampiran 1 : Surat izin survei pendahuluan Lampiran 2 : Surat balasan

Lampiran 3 : Surat izin penelitian Lampiran 4 : Surat balasan

Lampiran 5 : Permohonan uji validitas Lampiran 6 : Uji validitas kuesioner

Lampiran 7 : Lembar penjelasan kepada responden Lampiran 8 : Informed consent

Lampiran 9 : Kuesioner penelitian

(11)

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN KEPATUHAN JADWAL

PENYUNTIKAN ULANG DI PUSKESMAS SUKARAMAI TAHUN 2014

ABSTRAK Selfya Eka Fitri

Latar belakang : Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang paling dasar dan merupakan pelayanan yang penting untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian ibu karena kehamilan. Masih banyak metode KB yang seringkali tidak dipatuhi oleh pasangan. Misalnya untuk KB suntik saja, angka ketidakpatuhan atau drop out mencapai 41%.

Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone) dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

Metodologi : penelitian ini bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan sampel ibu akseptor KB suntik sebanyak 37 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah fisher exact.

Hasil : hasil penelitian berdasarkan karateristik responden didapatkan mayoritas responden berusia 20-35 tahun 22 orang (59,5%), berpendidikan SMA 16 orang (43,2%), mendapat sumber informasi dari tenaga medis 19 orang (51,4%) dan tidak bekerja 21 orang (56,8%), berpengetahuan cukup 19 orang (51,4%) dan patuh terhadap kunjungan ulang 24 orang (64,9%). Dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang ρ (0,001).

Kesimpulan : penelitian membuktikan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik dan patuh dalam melakukan kunjungan penyuntikan ulang. Oleh karena itu diharapkan kepada petugas kesehatan untuk dapat terus memberikan pemahaman tentang pentingnya kunjungan jadwal penyuntikan ulang sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

(12)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang paling

dasar dan merupakan pelayanan yang penting untuk mengurangi angka kesakitan dan

kematian ibu karena kehamilan (Saifudin, 2003 dalam Mardiantari, 2011 ¶ 3).

Menurut BKKBN (2008 dalam Pujiati, 2009 ¶ 3), peningkatan jumlah penduduk

merupakan salah satu permasalahan global yang muncul di seluruh dunia, di samping isu

tentang global warming, keterpurukan ekonomi, masalah pangan serta menurunnya tingkat

kesehatan penduduk. Jumlah penduduk yang besar tanpa disertai dengan kualitas yang

memadai, justru menjadi beban pembangunan dan menyulitkan pemerintah dalam

meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Menurut BKKBN (2010, dalam Natalia, 2012 ¶ 2), pemerintah Indonesia

menerapkan program Keluarga Berencana untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Tujuan dari program Keluarga Berencana era baru adalah “Keluarga Berkualitas Tahun

2015”. Keluarga berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki

jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertakwa

kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada tahun 2000 ledakan penduduk terjadi pada penduduk usia 15-60 tahun yaitu

sekitar 150 juta jiwa. Tahun 2010, penduduk usia 15-60 sudah lebih dari 150 juta jiwa dan

penduduk di atas 60 tahun atau penduduk lanjut usia (lansia) mencapai 20 juta jiwa atau 10

kali lipat dari penduduk lansia pada tahun 1970-an (BKKBN, 2013, ¶ 3).

Jumlah penduduk Indonesia saat ini diperkirakan sudah mencapai 350 juta jiwa

(13)

lebih tinggi dari hasil Sensus Penduduk 2010 yang mencatat 237,6 juta jiwa dengan LPP

rata-rata selama 10 tahun sebesar 1,4 persen (BKKBN, 2013 ¶ 1).

Di Indonesia metode kontrasepsi suntik merupakan metode yang paling banyak

diminati. Secara nasional pada bulan Oktober 2013 ada sebanyak 723.456 peserta yaitu

dengan presentase sebagai berikut : 53.435 peserta IUD (7,39%), 10.160 peserta MOW

(1,40%), 81.000 peserta implant (11,20% ), 334.011 peserta suntikan (46,17%), 195.761

peserta pil (27,06%), 2.174 peserta MOP (0,30%) dan 46.915 peserta kondom (6,48%)

(BKKBN, 2013 ¶ 1).

Menurut Julianto (2013 dalam Kamilah 2013 ¶ 7) masih banyak metode KB yang

seringkali tidak dipatuhi oleh pasangan. Misalnya untuk KB suntik saja, angka

ketidakpatuhan atau drop out mencapai 41%. Mengingat pentingnya penggunaan

kontrasepsi yang benar, konsisten, berkelanjutan dan kepatuhan agar kegagalan dapat

dihindari.

Kegagalan dari metode kontrasepsi suntik disebabkan karena keterlambatan akseptor

untuk melakukan penyuntikan ulang. Studi menujukkan bahwa 60 – 78 % wanita hamil

dalam 1 tahun setelah injeksi terakhir (Pendit, 2007 hal. 29).

Berdasarkan data yang diperoleh dari survei pendahuluan yang dilakukan di

Puskesmas Sukaramai, jumlah akseptor KB suntik DMPA yang melakukan kunjungan

ulang di Puskesmas Sukaramai dari bulan Januari sampai Desember tahun 2013 adalah 59

akseptor. Berdasarkan data tersebut, dari 59 ibu yang melakukan kunjungan ulang, terdapat

21 orang ibu yang terlambat dalam melakukan kunjungan ulang.

Menurut Notoatmodjo (2003 dalam Bilhaidden 2012 ¶ 6) salah satu yang

mempengaruhi kurangnya kepatuhan pemakaian KB suntik salah satunya tingkat

pengetahuan ibu, sikap dan faktor pendukung lainnya, dimana sikap yang positif tentang

(14)

maka kepatuhan menjalani program KB suntik juga akan berkurang. Karena hal tersebut

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai hubungan tingkat pengetahuan ibu

tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di

Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

B. Rumusan Masalah

Apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik

DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik

DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai

tahun 2014.

2. Tujuan khusus

a. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA di

Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

b. Untuk mengetahui kepatuhan jadwal penyuntikan ulang pada akseptor

kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

c. Untuk menganalisa hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi

suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas

(15)

D. Manfaat Penelitian 1. Bagi institusi pendidikan

Sebagai bahan bacaan, pendokumentasian dan menambah referensi bagi

perpustakaan USU khususnya mengenai hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang

kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang.

2. Bagi responden

Sebagai informasi dan masukan yang bisa menambah wawasan sehingga informasi

dan masukan tersebut dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya

melakukan penyuntikan ulang sesuai jadwal.

3. Bagi peneliti selanjutnya

Sebagai bahan tambahan referensi untuk melanjutkan penelitian berikutnya,

khususnya tentang pengetahuan ibu mengenai kontrasepsi suntik DMPA dengan

(16)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengetahuan

1. Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil “tahu” dan ini terjadi setelah orang mengadakan

penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terhadap obyek terjadi melalui

panca indra manusia yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba dengan

tersendiri. Pada waktu penginderaan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat

dipengaruhi oleh intensitas perhatian presepsi terhadap obyek. Sebagian besar pengetahuan

manusia di peroleh melalui mata dan telinga. (Notoatmodjo, 2012 hal. 138).

2. Tingkat Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (2012, hal. 138), pengetahuan mempunyai 6 tingkatan yaitu :

a. Tahu

Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya,

termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali sesuatu yang spesifik

dari keseluruhan bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu

tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur

bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain: menyebutkan, menguraikan,

mendefinisikan dan sebagainya.

b. Memahami

Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar

tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar.

Orang yang telah paham terhadap materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan, contoh

(17)

c. Aplikasi

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah

dipelajari kepada situasi atau kondisi real sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan

sebagai aplikasi atau pengguna hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dalam konteks atau

situasi yang lain.

d. Analisis

Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek

kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi dan masih

ada kaitannya dengan satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dari penggunaan kata

kerja, seperti dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan

sebagainya.

e. Sintesis

Sintesis yaitu menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau

menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru, misalnya

dapat menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada.

f. Evaluasi

Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian

terhadap materi atau objek. Penilaian-penilaian itu didasarkan pada suatu kriteria-kriteria

yang telah ada.

3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

Menurut Health (2009 dalam Linawati, 2013 ¶ 3), ada beberapa faktor yang

mempengaruhi pengetahuan seseorang, antara lain:

a. Pendidikan

Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan

(18)

proses belajar, makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk

menerima informasi. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah

tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu

obyek juga mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan negatif. Kedua aspek inilah

yang akhirnya akan menentukan sikap seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak

aspek positif dari obyek yang diketahui, akan menumbuhkan sikap makin positif terhadap

obyek tersebut.

b. Media massa / informasi

Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat

memberikan pengaruh jangka pendek sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan

pengetahuan. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi,

radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar terhadap

pembentukan opini dan kepercayan orang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal

memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya

pengetahuan terhadap hal tersebut.

c. Usia

Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin

bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga

pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik.

d. Pekerjaan

Pekerjaan adalah aktivitas yang dilakukan sehari-hari, jenis pekerjaan yang

dilakukan dapat dikategorikan adalah tidak bekerja, wiraswata, pegawai negeri, dan

pegawai swasta dalam semua bidang pekerjaan pada umumnya diperlukan adanya

hubungan sosial yang baik dengan baik.Pekerjaan dimiliki peranan penting dalam

(19)

kesehatan dan praktek yang memotifasi seseorang untuk memperoleh informasi dan

berbuat sesuatu untuk menghindari masalah kesehatan (Notoatmojo, 2007).

B. Kontrasepsi Suntik

1. Pengertian Kontrasepsi Suntik

Kontrasepsi suntikan adalah cara mencegah kehamilan melalui suntikan hormonal.

Suntikan merupakan bagian dari kontrasepsi modern. Diantara kontrasepsi yang lain,

kontrasepsi suntik lah yang paling banyak diminati. Tingginya minat pemakai KB suntik

oleh karena kontrasepsi ini selain juga aman, sederhana dan efektif juga tidak

menimbulkan gangguan serta dapat dipakai pasca persalinan (Sibagariang, Pusmaika &

Rismalinda. 2010, hal. 179).

2. Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone) a. Pengertian Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone)

DMPA (Depo Medroxy Progesterone) merupakan kontrasepsi suntik yang hanya

mengandung progestin. DMPA berada dalam bentuk mikrokristal, tersuspensi dalam laruta

akuosa. Dosis yang benar untuk tujuan kontrasepsi adalah 150 mg intramuskular yang

diberikan setiap 3 bulan atau 12 minggu. Kontrasepsi suntik DMPA sangat efektif dan

aman oleh semua wanita pada usia reproduksi (Speroff dan Darney 2005 hal. 183).

b. Cara Kerja Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone)

Menurut Dewi (2013 hal. 178) cara kerja dari kontrasepsi suntik DMPA antara lain

yaitu : dapat menekan ovulasi, membuat lendir serviks menjadi kental sehingga penetrasi

sperma terganggu, terjadi perubahan pada endometrium sehingga implantasi terganggu

(20)

c. Efektifitas Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone)

Kontrasepsi DMPA memiliki efektifitas yang tinggi dengan 0.3 kehamilan per 100

perempuan pertahun asal penyuntikan dilakukan secara benar sesuai jadwal yang telah

ditentukan (Pinem, 2009 hal. 270)

d. Waktu Pemberian Kontrasepsi Suntik DMPA ( Depo Medroxy Progesterone)

Menurut Sulistyawati (2012 hal. 77) waktu pemberian alat kontrasepsi DMPA yaitu,

setiap saat selama siklus haid dengan syarat tidak hamil atau dimulai dari hari pertama

sampai hari ke tujuh siklus haid. Pada perempuan yang tidak haid, injeksi pertama dapat

diberikan setiap saat, dengan syarat tidak hamil dan tidak melakukan hubungan seksual

selama 7 hari setelah penyuntikan dan penyuntikan juga harus dilakukan sesuai dengan

jadwal yang telah ditentukan dan suntikan tidak boleh diberi kurang dari 11 minggu atau

lebih dari 14 minggu setelah penyuntikan sebelumnya (WHO, 2007 hal. 29).

e. Keuntungan Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone)

Kontrasepsi suntik DMPA memiliki beberapa keuntungan antara lain adalah :

Sangat efektif, dapat mencegah kehamilan dalam jangka panjang, tidak mempengaruhi

dalam melakukan hubungan suami istri, tidak mengandung esterogen sehingga tidak

berdampak serius pada penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah, tidak

mempengaruhi produksi ASI, memiliki efek samping yang sedikit dan klien tidak perlu

menyimpan obat suntik serta dapat digunakan oleh wanita usia lebih dari 35 tahun sampai

premenopause (Sulistyawati, 2012 hal. 76).

f. Kerugian Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone)

Disamping memiliki keuntungan, kontrasepsi suntik DMPA juga memiliki kerugian,

diantaranya adalah sering ditemukan gangguan haid, klien harus kembali ke tempat sarana

(21)

sewaktu-waktu, mengalami peningkatan berat badan serta tidak melindungi dari infeksi

menular seksual (Sibagariang, Pusmaika dan Rismalinda 2010 hal.181).

g. Indikasi Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone)

Kontrasepsi suntik DMPA dapat digunakan oleh wanita pada usia reproduksi dan

telah memiliki anak dan yang menginginkan kontrasepsi jangka panjang dengan efektifitas

yang tinggi. Kontrasepsi suntik DMPA juga dapat digunakan oleh ibu yang sedang

menyusui yang membutuhkan kontrasepsi yang sesuai, setelah melahirkan dan tidak

menyusui, setelah abortus serta yang sudah memiliki banyak anak tetapi belum

menginginkan kontrasepsi mantap (tubektomi) (Pinem, 2009 hal. 271).

h. Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntik DMPA (Depo Medroxy Progesterone)

Kontrasepsi suntik DMPA tidak dapat digunakan pada wanita yang sedang hamil

atau dicurigai hamil, memiliki riwayat perdarahan yang belum diketahui penyebabnya,

serta pada wanita yang tidak dapat menerima efek dari kontrasepsi tersebut yaitu terjadinya

gangguan haid (Sulistyawati, 2012 hal. 77)

C. Kepatuhan

1. Pengertian Kepatuhan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Suparyanto, 2010 dalam Pranoto, 2007 ¶

1), patuh adalah suka menurut perintah, taat pada perintah, sedangkan kepatuhan adalah

perilaku sesuai aturan dan berdisiplin.

Kepatuhan adalah tingkat perilaku pasien yang tertuju terhadap instruksi atau

petunjuk dalam bentuk terapi apapun yang ditentukan, baik diet, latihan, pengobatan atau

(22)

2. Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kepatuhan

Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan menurut Niven (2008 dalam

Suparyanto, 2010 ¶ 2) adalah:

a. Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya.

b. Akomodasi

Suatu usaha harus dilakukan untuk memahami ciri kepribadian klien yang dapat

mempengaruhi kepatuhan adalah jarak dan waktu

c. Modifikasi faktor lingkungan dan sosial

Hal ini berarti membangun dukungan sosial dari keluarga dan teman-teman,

kelompok-kelompok pendukung dapat dibentuk untuk membantu kepatuhan

d. Meningkatkan interaksi profesional kesehatan dengan klien

Meningkatkan interaksi profesional kesehatan dengan klien adalah suatu hal penting

untuk memberikan umpan balik pada klien setelah memperoleh infomasi tentang

diagnosis.

e. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan

pengindraan terhadap suatu obyek tertentu, dari pengalaman dan penelitian terbukti

bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada

perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.

D. Tinjauan Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan

Pengetahuan memiliki peranan penting dalam memberikan pengaruh terhadap

perilaku seseorang. Dan kepatuhan merupakan salah satu dari perilaku seseorang.

(23)

tenaga kesehatan yaitu mendatangi fasilitas kesehatan untuk melakukan kunjungan ulang

sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan (Notoatmodjo, 2012 hal. 138).

Seseorang yang berpengetahuan tinggi akan lebih mudah memahami dan dan dapat

dengan mudah menyerap tentang konsep - konsep yang berkaitan dengan kesehatan

sehingga orang - orang tersebut dapat mengetahui dan memiliki tingkat kesadaran untuk

merubah perilaku - perilaku mereka agar menjadi lebih baik dibandingkan dengan orang

yang berpengetahuan rendah. Pengetahuan yang tinggi dapat diperoleh dari pendidikan

yang tinggi serta dapat diperoleh dari informasi yang ia dapatkan. Rendahnya pengetahuan

seseorang akan membuat mereka sulit dan tidak mudah memahami dengan apa yang

disampaikan orang lain sehingga terdapat hambatan dalam menyaring informasi yang

mereka dapat tersebut sehingga dapat berpengaruh terhadap perilaku yang mereka miliki.

Jadi pengetahuan merupakan domain penting terhadap pembentukan perilaku sesorang,

dalam hal ini adalah kepatuhan untuk melakukan kunjungan penyuntikan ulang sesuai

(24)

BAB III

KERANGKA PENELITIAN

A. Kerangka Konsep

Adapun yang menjadi kerangka konsep dalam penelitian ini berjudul hubungan

antara tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal

penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

Variabel Independen Variabel Dependen

Skema 1. Kerangka konsep penelitian

Keterangan :

: Variabel yang diteliti

: Variabel yang tidak diteliti.

Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang Pengetahuan Ibu tentang

Kontrasepsi Suntik DMPA

Faktor – faktor yang mempengaruhi

Faktor - faktor yang mempengaruhi

- Pendidikan

- Akomodasi

- Modifikasi faktor lingkungan dan sosial

- Interaksi profesional kesehatan dengan klien

(25)

B. Hipotesis Penelitian

Hipotesis dalam penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut :

Ha : Ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan

kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskemas Sukaramai tahun 2014

C. Definisi Operasional

Defenisi operasional dapat bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran

terhadap variabel-variabel penelitian dengan kriteria pengukuran sebagai berikut :

Tabel 3.1. Definisi Operasional No Variabel

Wawancara Kuesioner Ordinal - Baik : 76-100% - Cukup : 56-75%

(26)

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Desain penelitian ini adalah deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional

yaitu rancangan penelitian yang melakukan pengukuran atau pengamatan pada suatu saat

atau sekali waktu (Hidayat, 2007). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan

antara tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal

penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang melakukan kunjungan ulang

kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Sukaramai pada bulan Januari - Desember 2013

yaitu sebanyak 59 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian ibu yang melakukan kunjungan ulang selama waktu

penelitian yaitu bulan Januari – Maret tahun 2014 di Puskesmas Sukaramai dijadikan

sampel oleh peneliti. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive

sampling yaitu teknik sampling yang digunakan oleh peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan – pertimbangan tertentu didalam pengambilan sampel dengan kriteria

sebagai berikut :

Kriteria inklusi :

a. Kriteria inklusi

Semua akseptor KB suntik DMPA dan melakukan kunjungan penyuntikan ulang

(27)

Rumus menentukan sampel :

�= N

1 +� (�2)

Keterangan :

N : besar populasi

n : besar sampel

d : tingkat kepercayaan dan ketetapan yang diinginkan (0,1)

=

59

1+59 (0,01)

=

59

1,59

n = 37,10 = 37 sampel

C. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukaramai. Alasan peneliti memilih

Puskesmas Sukaramai sebagai tempat penelitian yaitu untuk menghemat waktu dan biaya

karena lokasi penelitian dekat dengan tempat tinggal peneliti dan di Puskesmas Sukaramai

belum pernah dilakukan penelitian mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan ibu

tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan kunjungan ulang.

D. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Sukaramai pada bulan Januari – Maret tahun

2014.

E. Etika Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mendapatkan izin dari Ketua Program Studi

D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara, dengan

(28)

maksud dan tujuan penelitian kepada responden. Peneliti tidak akan melakukan pemaksaan

kepada responden untuk menjawab kuesioner yang di ajukan peneliti, responden bebas

menjawab kuesioner peneliti secara sukarela dan berhak mengundurkan diri dari

peneliitian. Sebagai bukti persetujuan menjadi responden maka peneliti memberikan

lembar persetujuan menjadi responden sebelum mengisi jawaban lembar kuesioner.

Untuk menjaga kerahasiaan, nama responden tidak akan dicantumkan pada lembar

kuesioner. Nama responden akan diganti dengan nomor atau kode dan informasi hanya

diambil untuk keperluan penelitian.

F. Alat Pengumpulan Data

Data yang diambil atau diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan rekam medik sebagai alat ukur dalam penelitian. Instrumen

penelitian yang digunakan untuk variabel pengetahuan adalah kuesioner yang terdiri dari

20 pertanyaan. Dimana setiap jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang salah

diberi nilai 0. Dengan bentuk penilaian menggunakan skala ordinal dan cara menetapkan

bobot jawaban terhadap tiap-tiap pertanyaan dengan penilaian kategori sebagai berikut :

1. Baik, apabila total skor responden antara (76% - 100%) dari pertanyaan jawaban yang

benar.

2. Cukup, apabila total skor responden antara (56% - 75%) dari pertanyaan jawaban yang

benar.

3. Kurang, apabila total skor responden (<56%) dari pertanyaan jawaban yang benar.

Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan untuk variabel kepatuhan adalah

menggunakan data dari rekam medik dalam hal ini adalah kartu peserta akseptor KB

dengan pengkategorian sebagai berikut :

1. Patuh, apabila akseptor yang melakukan kunjungan penyuntikan ulang sesuai dengan

(29)

2. Tidak patuh, apabila akseptor yang melakukan kunjungan penyuntikan ulang tidak

sesuai dengan tanggal yang tertera pada kartu peserta akseptor KB

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

Dalam pengumpulan data diperlukan adanya alat dan cara mengumpulkan data yang

baik sehingga data yang dikumpulkan merupakan data yang valid, andal (realiable) dan

aktual. Untuk memperoleh data yang valid maka akan dilakukan uji validitas dan

reliabilitas. Uji validitas dalam penelitian ini adalah dengan dilakukan oleh ahli kebidanan

yang berada di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Setelah kuesioner valid,

selanjutnya peneliti melakukan uji reliabilitas. Uji reliabilitas ini dilakukan bersamaan

dengan pengumpulan data yang diberikan kepada responden yang menjadi subjek

penelitian kemudian dianalisa menggunakan spss. Hasil yang diperoleh dari uji validitas

adalah semua soal valid dengan nilai CVI 0.78. Kemudian dari uji reliabilitas pada 10

responden didapatkan hasil bahwa semua kuesioner sudah reliabel dengan nilai crobanch

alpha 0.706.

H. Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan sendiri oleh peneliti dengan menggunakan kuesioner

tentang hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA

dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai. Prosedur

pengumpulan data dalam penelitian ini dimulai dari mendapatkan surat permohonan izin

pelaksana penelitian dari pihak pendidikan atau ketua pelaksana program D IV Bidan

Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatra Utara, kemudian mengajukan surat

permohonan izin pelaksanaan penelitian tersebut kepada pimpinan Puskesmas Sukaramai.

Setelah mendapat persetujuan, peneliti melaksanakan pengumpulan data dengan

(30)

bidan yang bekerja di puskesmas tersebut. Responden yang diteliti adalah responden yang

sesuai dengan kriteria penelitian. Peneliti melakukan pendekatan kepada responden yang

dibantu pleh bidan puskesmas dan menjelaskan tentang tujuan penelitian dan menanyakan

kesediaan responden dengan menggunakan informed consent sebagai tanda pernyataan

persetujuan menjadi responden. Setelah responden menandatangani surat persetujuan,

kuesioner diisi langsung oleh responden. Kemudian kuesioner dikumpulkan kembali oleh

peneliti dan diperiksa kelengkapannya sehingga data yang diperoleh terpenuhi.

I. Analisis Data

Analisa data bertujuan untuk membuktikan apakah ada hubungan antara variable

independent dengan variable dependent dengan menggunakan analisa uji statistik fisher

exact yang di olah menggunakan komputerisasi, sebelum dilakukan uji fisher exact analisa terlebih dahulu secara bertahap yaitu :

1. Analisa univariat

Analisa data univariat digunakan untuk mendeskripsikan variabel independen dan

variabel dependen yaitu, pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan

kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014 dengan

menggunakan tabel distribusi frekuensi.

2. Analisa bivariat

Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen

dengan variabel dependen dengan menggunakan uji fisher exact dengan dan data diolah

dengan menggunakan komputerisasi dengan kemaknaan signifikan nilai p <0,05. Hasil

analisa dikatakan bermakna apabila nilai p < 0,05, artinya ada hubungan antara variabel

(31)

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Pada bab ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan mengenai hubungan antara

tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal

penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014 dengan jumlah responden 37

responden.

1. Analisis Univariat

a) Karakteristik Demografi Ibu Akseptor KB Suntik

Hasil penelitian pada tabel 5.1 menunjukkan bahwa responden mayoritas berusia

20-35 tahun 22 orang (59,5%), berpendidikan SMA 16 orang (43,2%), mendapat sumber

informasi dari tenaga medis 19 orang (51,4%) dan tidak bekerja 21 orang (56,8%).

Tabel 5.1.

Distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik responden di Puskesmas Sukaramai tahun 2014

Karakteristik Demografi Ibu Akseptor KB Suntik f %

(32)

b) Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Suntik DMPA

Hasil penelitian pada tabel 5.2 menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki

tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 19 orang (51,4%)

Tabel 5.2.

Distribusi frekuensi responden berdasarkan pengetahuan responden di Puskesmas Sukaramai tahun 2014

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan 37 responden, jawaban

responden mengenai pengetahuan tentang kontrasepsi suntik DMPA mayoritas menjawab

’benar’ adalah pertanyaan nomor 1 yaitu 29 orang (78,4%), sedangkan mayoritas

menjawab ‘salah’ adalah pernyataan nomor 18 yaitu 20 orang (54,1%).

Tabel 5.2.1

Distribusi frekuensi responden berdasarkan pengetahuan responden tentang kontrasepsi suntik DMPA di Puskesmas Sukaramai tahun 2014 No Pengetahuan Ibu Akseptor KB Suntik f %

1 Pengertian kontrasepsi suntikan Metode kontrasepsi suntik Keuntungan dari KB suntik Cara pemberian KB suntik Pengguna KB suntik

12 Efek samping apabila telat melakukan penyuntikan ulang 23 62,2 14 37,8

(33)

c) Kepatuhan ibu akseptor KB suntik DMPA dalam melakukan kunjungan ulang Hasil penelitian pada tabel 5.3 menunjukkan bahwa responden mayoritas memiliki

kepatuahan dalam jadwal kunjungan penyuntikan ulang sebanyak 24 orang (64,9%)

Tabel 5.3.

Distribusi frekuensi responden berdasarkan kepatuhan responden di Puskesmas Sukaramai tahun 2014

No Kepatuhan Ibu Akseptor KB Suntik f %

a) Hubungan antara pengetahuan dan kepatutuhan ibu akseptor KB suntik

Hasil penelitian pada tabel 5.4 menunjukkan bahwa responden yang berpengetahuan

baik yaitu sebanyak 22 orang (59,5%) patuh dalam melakukan kunjungan penyuntikan

ulang di puskesmas sukaramai sebanyak 19 orang (51,4%).

Dari hasil uji statistik dengan menggunakan uji fisher exact dengan taraf signifikan

5% (0,05) diperoleh nilai ρ value = 0,001. Sehingga hasil yang didapat adalah ρ value

(0.001) < α (0,05) maka ha diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara

hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan

jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014.

Tabel 5.4.

Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik dmpa dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014

Pengetahuan ibu akseptor KB

suntik

Kepatuhan ibu akseptor KB dala melakukan kunjungan

penyuntikan ulang

Total ρ value hitung

α

Tidak patuh Patuh

(34)

B. Pembahasan

Pada pembahasan ini peneliti menguraikan tentang hasil dari pengetahun kepatuhan

dan hubungan antara keduanya dimana untuk pengetahuan didapatkan hasil bahwa

mayoritas responden memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 19 orang (51,4%). Setiap

individu memiliki tingkat pengetahuan yang berbeda yang dipengaruhi oleh banyak faktor

antara lain faktor pendidikan formal yang telah ditempuh. Berdasarkan hasil penelitian di

dapatkan bahwa mayoritas responden berpendidikan SMA yaitu sebanyak 16 orang

(43,3%). Pendidikan adalah sebuah proses perubahan sikap dan perilaku serta usaha

mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan sehingga semakin tinggi

tingat pendidikan sesorang maka semakin banyak pengetahuan yang diperolehnya

(Irmayati , 2007 dalam Pujiati, 2009 ¶ 2).

Pengetahuan juga memiliki peranan penting dalam memberikan pengaruh terhadap

perilaku seseorang dalam mematuhi setiap anjuran dari tenaga kesehatan. Dan kepatuhan

merupakan salah satu dari perilaku seseorang. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa

mayoritas ibu akseptor KB suntik patuh dalam melakukan jadwal adalah 22 orang (59,5%).

Perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan tersebut. Dalam penelitian ini yang

mejadi mayoritas adalah responden berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 19 orang

(51,4%).

Kepatuhan dimulai dengan individu mematuhi anjuran atau instruksi petugas tanpa

kerelaan untuk melakukan tindakan dan sering kali karena ingin menghindari hukuman

atau sangsi jika tidak patuh. Sehingga pengetahuan merupakan domain yang sangat penting

dalam membentuk tindakan seseorang dalam hal ini adalah kepatuhan akseptor untuk

melakukan penyuntikan ulang sesuai jadwal (Notoadmodjo, 2012 hal. 138).

Untuk melihat apakah pengetahuan dan kepatuhan tersebut memiliki hubungan maka

(35)

telah dilakukan diperoleh hasil bahwa nilai ρ value = 0.001 (ρ < 0.05) maka terdapat

hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan dimana didapati

mayoritas ibu akseptor KB suntik berpengetahuan baik dan patuh terhadap jadwal

kunjungan ulang sebanyak 19 orang (51,4%)

Hal ini sesuai dengan penelitian Pujiati (2009) yang terkait dengan hubungan

pengetahuan ibu dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang yang dilakukan di RB.

Annisa di Surakarta yang didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara

pengetahuan ibu dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang dengan nilai kemaknaan

ρ=0.01 (ρ < 0.05) sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu

tentang kontrasepsi suntik maka ibu semakin patuh untuk melakukan penyuntikan ulang

sesuai waktu yang telah dijadwalkan.

Meskipun judul penelitian ini sama dengan penelitian sebelumnya tetapi dalam

penelitian ini juga terdapat perbedaan dimana perbedaannya yaitu, waktu dan tempat

penelitian, jumlah populasi dan sampel, teknik pengambilan sampel dan jenis

kuesionernya.

C. Keterbatasan Penelitian

Adapun keterbatasan penelitian ini adalah melakukan uji reliabiltas pada responden

yang dijadikan sampel penelitian

D. Implikasi Untuk Asuhan Kebidanan

Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pengetahuan penting untuk mendorong

kepatuhan ibu untuk melakukan jadwal penyuntikan ulang. Bagi pelayanan kebidanan

diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi tenaga kesehatan khususnya

bidan memberikan perhatian terhadap kepatuhan jadwal penyuntikan ulang seperti dapat

(36)

dapat pasien dapat lebih paham tentang pentingan melakukan kunjungan penyuntikan

(37)

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang hubungan antara tingkat

pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan

ulang di Puskesmas Sukaramai tahun 2014 maka dapat diambil kesimpulan sebagai

berikut:

1. Tingkat pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan cukup

2. Kepatuhan jadwal penyuntikan ulang sebagian responden patuh dalam melakukan

kunjungan penyuntikan ulang

3. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan

jadwal penyuntikan ulang. Hal ini berarti semakin tinggi pengetahuan seseorang

maka kepatuhannya juga semakin baik

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan, maka saran yang diberikan sehubungan dengan penelitian

adalah :

1. Diharapkan kepada institusi pendidikan DIV bidan pendidik fakultas keperawatan

USU agar lebih banyak menambah referensi tentang pengetahuan dan kepatuhan

tentang alat kointrasepsi KB khusunya KB suntik

2. Diharapkan kepada ibu akseptor KB suntik untuk lebih meningkatkan pemahaman

tentang kontrasepsi suntik dan memiliki kesadaran untuk melakukan kunjungan

(38)

3. diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat meneliti tentang variabel yang

lain selain pengetahuan serta dapat melakukan uji reliabilitas kepada responden

(39)

DAFTAR PUSTAKA

Aini, L. Q. (2010). Hubungan antara derajat anemia sebagai faktor prediktif letak tumor pada keganasan kolorektal. Jurnal fakultas kedokteran Universitas Diponegoro.

Bilhaidden, A. A. (2012). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Akseptor Kb Dalam Melakukan Kb Suntik Di Desa Cangkring Kecamata Tegowanu Kabupaten Grobogan. Universitas Muhammadiyah Semarang, 2-3.

BKKBN. (2013). BKKBN Harus Serius, Bom Penduduk Kedua Lebih Dahsyat. Retrieved Desember 11, 2013, from

Dewi, M. U. (2013). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Dan Keluarga Berencana Untuk Mahasiswa Bidan. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Edoqs. (2013). Kepatuhan Diet Hipertensi. Retrieved Desember 17, 2013, from

Hastono, S. P. (2001). Modul analisa data. Fakultas kesehatan masyarakar Universitas Indonesia.

Hidayat, A. A. (2011). Metode Penelitian Kebidanan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.

Kamilah. E. (2013). KB, Resep Hidup Berkualitas. Retrieved November 19, 2013, from

Mardiantari, D. (2012). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kb Suntik Dengan Sikap Dalam Memilih Kb Suntik 3 Bulanan Di Desa Besole, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Jurnal Komunikasi Kesehatan Akbid Puworejo, 8-9.

Natalia, P. A. (2012). Tingkat Pengetahuan Akseptor KB Tentang Efek Samping KB Suntik Depo Progestin Di BPS Mutmainah Kwarasa Sukoharjo. Program Studi Diploma III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kusuma Husada, 1.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Pendit, B. U., Wulansari, P., Hartanto, H. (2006). Ragam Metode Kontrasepsi. Jakarta: EGC.

(40)

Pujiati, N. (2009). Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kontrasepsi Suntik Dengan Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang Di Rumah Bersalin An Nisa Surakarta Tahun 2009. Program D-IV Kebidanan Universitas Sebelas Maret, 1-2.

Sibagariang, E. E., Pusmaika, R., Rismalinda. (2010). Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: CV. Trans Info Media.

Speroff, L. & Darney, P. D. (2005). Pedoman Klinis Kotrasepsi. Jakarta: EGC.

Sulistyawati, A. (2012). Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Salemba Medika.

(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)

Lampiran 6

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON RESPONDEN

Assalamualaikum Wr. Wb

Dengan Hormat,

Nama saya Selfya Eka Fitri, sedang menjalani pendidikan di program D-IV Bidan

Pendidik Fakultas Keperawatan USU. Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul

“Hubungan antara Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Suntik DMPA dengan

Kepatuhan Jadwal Penyuntikan Ulang di Puskesmas Sukaramai Tahun 2014”.

DMPA (Depo Medroxy Progesterone) merupakan kontrasepsi suntik yang

mengandung hormon untuk mencegah kehamilan atau lebih dikenal dengan kontrasepsi 3

bulan. Kontrasepsi ini merupakan kontrasepsi yang banyak diminati karena praktis dan

sangat efektif untuk menunda kehamilan. Kontrasepsi suntik DMPA atau kontrasepsi 3

bulan sangat efektif dan aman oleh semua wanita pada usia reproduksi (Speroff dan

Darney, 2005 hal. 183)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan

ibu tentang kontrasepsi suntik DMPA dengan kepatuhan jadwal penyuntikan ulang.

Saya akan memberikan kuesioner kepada ibu yang merupakan alat saya untuk

mendapatkan data yang berguna untuk kepentingan penelitian saya. Kuesioner yang saya

berikan kepada ibu berjumlah 20 soal dan ibu dapat mengisi kuesioner berdasarkan

kemampuan ibu.

Patisipasi ibu bersifat sukarela dan tanpa paksaan. Setiap data yang ada dalam

penelitian ini akan dirahasiakan dan digunakan untuk kepentingan peneliti. Untuk

penelitian ini ibu tidak dikenakan biaya apapun. Bila Ibu membutuhkan penjelasan, maka

(50)

Nama : SELFYA EKA FITRI

Alamat : Jln. Sei. Padang No. 76 Medan

No. HP : 082363013501

Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini diharapkan ibu

bersedia mengisi lembar persetujuan yang telah kami siapkan.

Terimakasih saya ucapkan kepada ibu yang telah ikut berpartisipasi pada penelitian

ini. Keikutsertaan ibu dalam penelitian ini akan menyumbangkan sesuatu yang berguna

bagi ilmu pengetahuan.

Medan, 2014

Peneliti

(51)

Lampiran 7

LEMBAR PERSETUJUAN SETELAH PENJELASAN (PSP) (INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

No Responden :

Umur :

Alamat :

Telp/HP :

Setelah mendapat penjelasan dari penelitian tentang “Hubungan antara Tingkat

Pengetahuan Ibu tentang Kontrasepsi Suntik DMPA dengan Kepatuhan Jadwal

Penyuntikan Ulang”, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan

bersedia ikut serta dalam penelitian tersebut.

Demikianlah surat pernyataan ini untuk dapat dipergunakan seperlunya.

Medan, 2014

(52)

Lampiran 8

KUESIONER PENELITIAN

Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi Suntik DMPA Dengan Kepatuhan Kunjungan Ulang

di Puskesmas Sukaramai Tahun 2014

A. Identitas Responden 1. Isilah data dengan benar

a. No. responden :

b. Usia : < 20 tahun

20 – 35 tahun

> 35 tahun

c. Pendidikan terakhir : SD

SMP

SMA

Perguruan Tinggi

d. Sumber Informasi : Tenaga medis (Bidan, Perawat, Dokter)

Tenaga non medis (Keluarga, Teman)

Media massa (TV, Radio, Internet, Koran, Majalah)

e. Pekerjaan : Bekerja

(53)

B. Kuesioner Penelitian

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda silang (X) pada jawaban

yang menurut anda benar

1. Menurut ibu arti dari kontrasepsi suntikan adalah a. cara mencegah kehamilan melalui kb suntik b. cara mencegah kehamilan melalui suntikan vitamin c. cara mencegah kehamilan dengan suntikan sehat d. tidak tahu

2. Metode kontrasepsi suntik merupakan metode yang bagimana

a. rumit

b. sederhana

c. membuang waktu

d. tidak tahu

3. Selain aman dan efektif, keuntungan dari KB suntik adalah

a. melindungi dari penyakit

b. dapat dipakai oleh wanita pasca persalinan

c. memberikan kekebalan pada tubuh

d. tidak tahu

4. KB suntik merupakan KB yang diberikan melalui

a. mulut

b. pembuluh darah di tangan

c. bokong

d. tidak tahu

5. KB suntik adalah kontrasepsi yang digunakan oleh

a. wanita saja

b. pria saja

c. pria dan wanita

(54)

6. KB suntik 3 bulan adalah

a. KB suntik yang diberikan setiap 12 minggu

b. KB suntik yang diberikan setiap 4 minggu

c. KB suntik yang diberikan setiap minggu

d. tidak tahu

7. KB suntik 3 bulan merupakan salah satu KB yang berisi

a. obat

b. hormon

c. vitamin

d. tidak tahu

8. KB suntik 3 bulan kegunaannya adalah

a. menambah kesuburan

b. memperbanyak ASI

c. menunda kehamilan

d. tidak tahu

9. KB suntik 3 bulan disuntikkan pada saat

a. baru melakukan hubungan seksual

b. setiap saat selama siklus haid

c. hamil

d. tidak tahu

10.Berikut ini merupakan syarat untuk dapat dilakukan suntikan KB yaitu

a. tidak hamil

b. telah melakukan hubungan seksual

c. saat terjadi perdarahan

d. tidak tahu

11.Efektifitas KB suntik 3 bulan dapat berkurang apabila

a. suntikan ulang tidak dilakukan sesuai jadwal

b. cara penyuntikan yang benar

c. dilakukan sesuai jadwal

(55)

12.Yang akan terjadi apabila ibu telat melakukan penyuntikan ulang adalah

a. tidak terjadi apa - apa

b. ibu akan merasa tidak enak badan

c. terjadinya kehamilan

d. tidak tahu

13.Berikut ini merupakan keuntungan KB suntik 3 bulan yaitu

a. mempengaruhi hubungan suami istri

b. praktis dan efektif

c. harus menyimpan obat suntik

d. tidak tahu

14.Salah satu keuntungan pemakaian KB suntik 3 bulan jika digunakan oleh wanita

menyusui adalah

a. kontrasepsi ini dapat mengurangi ASI

b. dapat menghambat proses pembentukan ASI

c. tidak mempengaruhi ASI

d. tidak tahu

15.Salah satu kekurangan pada pemakaian KB suntik 3 bulan adalah

a. dapat digunakan oleh wanita usia lebih dari 35 tahun

b. adanya gangguan haid

c. efektif

d. tidak tahu

16.Peningkatan berat badan yang terjadi saat pengunaan kontrasepsi suntik merupakan

a. keuntungan dari kontrasepsi

b. cara kerja dari kontrasepsi suntik

c. kerugian dari kontrasepsi suntik

(56)

17.Selain suntikan tidak dapat dihentikan sewaktu – waktu, kekurangan lain yang

terdapat dalam KB suntik 3 bulan adalah

a. ibu harus kembali ke pelayanan kesehatan untuk melakukan penyuntikan ulang

b. dapat digunakan oleh ibu menyusui

c. mencegah kehamilan jangka panjang

d. tidak tahu

18.Yang dapat menggunakan KB suntik 3 bulan adalah

a. remaja

b. wanita yang sedang hamil 3 bulan

c. telah meiliki anak

d. tidak tahu

19.Yang tidak dapat menggunakan KB suntik 3 bulan adalah

a. wanita menyusui

b. setelah melahirkan

c. tidak dapat menerima efek dari kontrasepsi

d. tidak tahu

20.Memiliki riwayat perdarahan yang belum diketahui penyebabnya merupakan ciri –

ciri dari

a. wanita yang tidak dapat menggunakan KB suntik 3 bulan

b. wanita yang dapat menggunakan KB suntik 3 bulan

c. wanita yang tidak dapat memiliki keturunan

(57)
(58)

RIWAYAT HIDUP

Nama : Selfya Eka Fitri

Tempat/Tanggal lahir : Alur Manis / 5 April 1992

Agama : Islam

Alamat : Jln. Coklat Tanjung Jati Binjai Barat

Riwayat Pendidikan

TK : Tahun 1997-1998, TK Dharma Patra, lulus dan berijazah

SD : Tahun 1998-2004, SD Dharma Patra Rantau, lulus dan

berijazah

SMP : Tahun 2004-2007, SMP Ahmad Yani Binjai, lulus dan

berijazah

SMA : Tahun 2007-2010, SMA Negeri 1 Binjai, lulus dan

berijazah

DIII : Tahun 2010-2013, Akedemi Kebidanan Bakti Inang

Gambar

Tabel 3.1. Definisi Operasional
Tabel 5.1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan  karakteristik responden
Tabel 5.2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan  pengetahuan responden
Tabel 5.4. Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik dmpa dengan kepatuhan

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang gambaran menstruasi ibu pada akseptor alat kontrasepsi suntik DMPA dengan suntik kombinasi di Rumah Bersalin Medika

Tidak terdapat perbedaan lama menstruasi ibu pengguna kontrasepsi suntik cyclofem dengan depo medroxy progesterone asetat di wilayah kerja Puskesmas Bontang Utara

Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu tentang kontrasepsi suntik maka ibu semakin patuh untuk

Distribusi Pengetahuan Responden berdasarkan jadwal pemberian tentang alat kontrasepsi suntik Depo Progestin di Puskesmas. Mamajang Makassar

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan akseptor kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesteron Asetat (DMPA) tentang efek samping Depo Medroxy

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peran suami pada istri dalam pemakaian alat kontrasepsi suntik DMPA (Depo Medroksi Progesteron Asetat) sebagai motivator mendukung

Hasil penelitian sebagian besar tingkat pengetahuan responden tentang kontrasepsi suntik DMPA tinggi yaitu 21 responden (58,4%) dan kecemasan menghadapi gangguan menstruasi

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang gambaran menstruasi ibu pada akseptor alat kontrasepsi suntik DMPA dengan suntik kombinasi di Rumah Bersalin Medika