Fungsi dan Kedudukan BI
•
Tercantum dalam Ikrar ketiga
Sumpah Pemuda, 1928)
“Kami putra dan putri Indonesia
menjunjung bahasa persatuan,
bahasa Indonesia”
Bahasa Indonesia
1. Bahasa Nasional
(ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928)
2. Bahasa Negara
Bahasa Negara
•
Bahasa Resmi
•
Bahasa Pengantar Pendidikan
•
Bahasa Ilmu dan Pengetahuan
Bahasa Nasional
•
Lambang Identitas Nasinal
•
Lambang Kebanggaan Nasional
•
Alat Pemersatu Bangsa
Bahasa Indonesia
•
Ragam Bahasa Indonesia
a. Bahasa Baku (Resmi)
Sifat:
Kemantapan dinamis
Cendekia
Seragam
KAIDAH KEBAKUAN BI
Pedoman Umum Ejaan yang
Disempurnakan
Pedoman Umum Pembentukan
Istilah
Kaidah Pembentukan Kata
Pengimbuhan (Afiksasi)
Pengulangan (Reduplikasi)
Penggabungan/pemajemukan
(Komposisi)
Kaidah Pemilihan Kata
ketepatan
kehematan
kebenaran
kelayakan
kelaziman
Aspek semantik kata
Sinonim (kemiripan makna)
Polisem (kegandaan makna)
Homonim (kesamaan bentuk)
Denotasi dan konotasi (acuan dan
Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan
1.
Ejaan Van Ophuisjn 1905
Ejaan
Ejaan merupakan pelambangan
bunyi dengan huruf.
Ejaan yang berlaku sekarang
adalah Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan (EYD)
Permasalahan Ejaan
Penulisan Huruf Kapital
Penulisan Singkatan
Pemakaian Huruf Kapital
Digunakan sebagai huruf pertama petikan
langsung.
“Kapan engkau datang?”
“Bukan aku yang mengundangnya.”
Digunakan sebagai huruf pertama nama gelar.
Penulisan Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan untuk
menuliskan nama jabatan yang
diikuti nama diri.
•
K
olonel
S
imbolon
•
K
opral
P
armin
•
K
epala
B
alai
B
ahasa
Y
ogyakarta
•
G
ubernur
S
emarang
•
W
alikota
S
urakarta
•
P
residen
H
abibi
Digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur
bentuk ulang penuh yang terdapat pada nama
badan, lembaga, dan dokumen resmi.
Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual
Digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk
hubungan kekerabatan yang dipakai dalam
penyapaan.
Mau ke mana, Paman?
Tolong ambilakn kue itu, Dik.
Kata depan tidak ditulis dengan huruf kapital
Huruf kapital digunakan untuk
menuliskan singkatan.
Jika yang disingkat itu hanya terdiri atas
satu kata, huruf pertama ditulis kapital
dan huruf yang lain ditulis kecil disertai
tanda titik.
jalan
→
Jln.
nomor
→
No.
Jika yang disingkat itu terdiri atas dua
kata atau lebih, singkatannya ditulis
dengan huruf kapital tanpa disertai tanda
titik.
sekolah dasar
SD
rukun tetangga
RT
hari ulang tahun
HUT
Jika yang disingkat itu terdiri atas dua
kata atau lebih, tetapi yang disingkat
berupa gelar, singkatannya ditulis dengan
huruf kapital disertai tanda titik.
raden mas
R.M.
bendara raden mas
B.R.M.
Singkatan nama orang, nama gelar,
sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti
tanda titik.
Prof. Dr. G.B.P.H. Poeger, M.H.
Mohammad M.A., M.A.
Singkatan nama resmi lembaga, badan
atau organisasi, serta nama dokumen
resmi yang terdiri atas huruf awal kata
ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda
titik.
DPR
MPR
DPD
Pemakaian Huruf Miring
Dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah,
atau surat kabar yang dikutip dalam tulisan.
Dikutip dari
Kompas
, 2 Juli 2007
Berdasarkan
Kamus Besar Bahasa
Indonesia
disebutkan bahwa ....
Dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan
huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
Yang dimaksud dengan
hak milik
dalam
ketentuan ini adalah ….
Kata
babu
terasa lebih kasar daripada
Dipakai untuk menuliskan kata atau
istilah asing atau daerah yang belum
diserap ke dalam bahasa Indonesia.
Kata
ambles
tidak dapat diganti
dengan
amblas.
Kata
monitoring
telah diindonesiakan
Penulisan Kata
Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan
atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang
langsung mengikuti atau mendahuluinya.
Jika bentuk dasar berupa gabungan kata
mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur
gabungan kata itu ditulis serangkai.
Jika salah satu unsur gabungan kata hanya
dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu
ditulis serangkai.
Istilah khusus dan gabungan kata atau kata
Akronim dan Singkatan
•
Singkatan adalah hasil menyingkat
(memendekkan) berupa huruf atau
gabungan huruf
•
Akronim adalah singkatan yang
diperlakukan sama
a. Akronim Nama Diri
Singkatan
DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)
KKN (Kuliah Kerja Nyata)
KKN (Korupsi Kolusi, dan Nepotisme)
yth.
dsb.
Akronim
Akronim merupakan singkatan yang diperlakukan
sebagai kata.
Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal
dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf
kapital (IKIP, SIM, LAN).
Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata
atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata
ditulis dengan huruf awal kapital (Iwapi, Kowani,
Bappenas)
Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan
Pola-Pola Singkatan dan Akronim
1. Pola 1 (suku kata awal dengan suku kata awal)
2. Pola 2 (suku kata akhir dengan suku kata akhir)
3. Pola 3 (suku kata awal dengan suku kata akhir)
4. Pola 4 (suku kata akhir dengan suku kata awal)
5. Pola 5 (suku kata tengah dengan suku kata awal)
6. Pola 6 (suku kata tengah dengan suku kata akhir)
7. Pola 7 (suku kata tengah dengan suku kata tengah)
8. Pola 8 (suku kata awal dengan suku kata tengah)
9. Pola 9 (pola yang sulit dirunut dan telah dimodifikasi)
contohnya, modif + jablay, pendekatan jadi Pede (Kacau)
10. Pola singkatan yg dibaca akronim (ASI, ABRI)
Data Singkatan dan Akronim
a. Singkatan nama orang, nama gelar,
sapaan, jabatan atau pangkat diikuti
dengan tanda titik.
Misalnya :
Muh.
Yamin Suman Hs.
M.B.A.
(master of business
administration)
M.Sc.
(master of science)
S.Pd.
(Sarjana Pendidikan)
Bpk. (bapak)
Data Akronim
PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) KTP (Kartu Tanda Penduduk)
Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu titik. Mislnya :
dsb. (dan sebagainya) hlm. (halaman)
sda. (sama dengan atas)
Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik. Mislnya :
a.n. (atas nama) d.a. (dengan alamat) u.b. (untuk beliau) u.p. (untuk perhatian)
Lambang kimia,
singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang
Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan
1.
Ejaan Van Ophuisjn 1905
Ejaan
Ejaan merupakan pelambangan
bunyi dengan huruf.
Ejaan yang berlaku sekarang
adalah Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan (EYD)
Tanda Baca
Tanda Titik (.)
Tanda Koma (,)
Tanda Titik Koma (;)
Tanda Titik Dua (:)
Tanda Hubung (-)
Tanda Pisah (--)
Tanda Kurung (…)
Tanda Petik (“…”)
Bentuk Kata
Apa itu bentuk
kata?
Untuk apa
membentuk
kata?
Bagaimana
cara
membentuk
Bentuk Kata
Kata Asal
Kata Dasar
Kata Jadian
Kata jadian dapat
dibentuk melalui:
a. pengimbuhan
(afiksasi),
b. pengulangan
(reduplikasi), atau
c. penggabungan
Pengimbuhan
(Afiksasi)
•
Awalan
(Prefiks)
•
Sisipan
(Infiks)
•
meng- + kawal
→
mengawal
kenal
→
mengenal
kirim
→
mengirim
kosong
→
mengosongkan
kuras
→
menguras
korban
→
mengorbankan *mengkorbankan
koordinasi
→
mengoordinasi *mengkoordinasi
kubur
→
mengubur *mengkubur
kultus
→
mengultuskan *mengkultuskan
kelola
→
mengelola *mengkelola
•
meng- + kristal
→
mengkristal
kritik
→
mengkritik
•
meng-
+ pasang
→
memasang
pasok
→
memasok
peras
→
memeras
pesan
→
memesan
pijat
→
memijat
pinjam
→
meminjam
porot
→
memoroti
poranda
→
memorandakan
pukul
→
memukul
pulih
→
memulihkan
porak poranda
→
memorak porandakan
•
meng-
+ produksi
→
memproduksi
proklamasi
→
memproklamasikan
proses
→
memproses
•
meng-
+ tawar
→
menawari
tahan
→
menahan
tindas
→
menindas
tikung
→
menikung
tusuk
→
menusuk
tulis
→
menulis
toreh
→
menorehkan
toleh
→
menoleh
taat
→
menaati
*mentaati
telaah
→
menelaah *
mentelaah
terjemah
→
menerjemahkan *
menterjemahkan
•
meng-
+ tranfer
→
mentransfer
transfusi
→
mentransfusi
•
meng- + sadap
→
menyadap
saran
→
menyarankan
sihir
→
menyihir
siram
→
menyiram
sulap
→
menyulap
suruh
→
menyuruh
sorong
→
menyorongkan
sukses
→
menyukseskan *mensukseskan
simpul
→
menyimpulkan *mensimpulkan
•
meng- + kawal
→
mengawal
kenal
→
mengenal
kirim
→
mengirim
kosong
→
mengosongkan
kuras
→
menguras
korban
→
mengorbankan *mengkorbankan
koordinasi
→
mengoordinasi *
mengkoordinasi
kubur
→
mengubur *mengkubur
kultus
→
mengultuskan *mengkultuskan
kelola
→
mengelola *mengkelola
•
meng- + kristal
→
mengkristal
kritik
→
mengkritik
•
meng-+ calon
→
mencalonkan *
menyalonkan
cangkul
→
mencangkul *
menyangkul
cinta
→
mencintai
*menyintai
cibir
→
mencibir *
menyibir
curang
→
mencurangi *
menyurangi
cukup
→
mencukupi
*menyukupi
coba
→
mencoba *
menyoba
cuci
→
mencuci *
menyuci
cium
→
mencium *
menyium
Proses Pembentukan Kata
Kata Asal
Kata Turunan
kegiatan/
proses/cara/
pelaku
hasil
tindakan
perbuatan
Kata Jadian
Kata jadian dapat
dibentuk melalui:
a. pengimbuhan
(afiksasi),
b. pengulangan
(reduplikasi), atau
c. penggabungan
Pengimbuhan
(Afiksasi)
•
Awalan
(Prefiks)
•
Sisipan
(Infiks)
Pengulangan (Reduplikasi)
Pengulangan
dapat
menyatakan
banyak, baik
dalam hal
kualitas
Kata Ulang
Penggabungan (Kompositum)
Dapat berupa
kelompok
kata (frasa)
kata
majemuk
(frasa
Struktur Frasa Bahasa Indonesia
Frasa Kata Benda
(Frasa Nomina)
DM
(diterangkan-menerangkan)
Frasa Kata Kerja
(Frasa Verba)
MD
(menerangkan-diterangkan)
Frasa Kata Sifat
(Frasa Adjektiva)
MD atau DM
Pilihan Kata
Apa itu pilihan
kata
Untuk apa kita
memilih kata
Pengertian
Kambing Hitam
Setiap ada
persoalan dia selalu
dijadikan
kambing
hitam
.
Kakek Mardi
‘
Kehilangan Nyawa
’
mati
meninggal
meninggal dunia
modar
tewas
gugur
mangkat
mampus
koit
mampus
pulang ke rahmatullah
lampu mati: matikan!
Petinju dan Peninju
Tinju
Petinju
Meninju
Peninju
Penanda Jamak
Diulang
Dilekati kata penanda banyak
Kata penanda banyak
Pemakaian Kata yang Layak
Beda dengan negara-negara maju, negara
berkembang pada umumnya belum mampu
untuk menciptakan teknologi baru.
Sumber daya kehutanan menipis karena
penebangan hutan yang kurang tanggung
jawab.
PERISTILAHAN
Peristilahan merupakan hal tata istilah, yaitu
perangkat peraturan pembentukan istilah.
Istilah khusus ialah istilah yang maknanya
terbatas pada bidang ilmu tertentu.
Sumber Istilah
Kosakata Bahasa Indonesia dan Melayu
kedai kopi
coffeeshop
tambatan
retention
acak
random
pajak
tax
petinju
boxer
Persyaratan Istilah yang Baik
dipilih yang paling cocok
agung-besar-raya
area-daerah-kawasan-wilayah
asli-tulen-murni
bea-cukai-pajak
dipilih yang paling ringkas
gambut
‘tanah berlumut’
kosakata
‘perbendaharaan kata’
suaka politik
‘perlindungan po
l
itik’
jelaga
‘hitam arang’ (
soot
atau
carbon black
)
timbel
‘timah hitam’ (
lead
)
dipilih yang berkonotasi atau bernilai
rasa baik
panti werda
‘rumah jompo’
waria
‘banci’
wisma tunanetra
‘rumah orang buta’
malagizi
‘gizi buruk’
malapraktek
‘praktek yang buruk’
pramusiwi
‘penjaga anak’
pramuwisma
‘PRT’
tunanetra
‘buta’
tunarungu
‘tuli’
Kata Bersinonim
agar supaya
adalah merupakan
lalu kemudian
bagi untuk
diperuntukkan bagi
tersebut di atas
Kata Depan (Preposisi)
di, ke, dari, pada,
kepada, bagi, untuk,
demi, oleh, tentang,
mengenai, secara, buat,
guna, dengan, sejak,
Penghubung Kalimat Majemuk
Setara (Konjungtor Koordinatif)
dan, atau,
tetapi,
serta, lalu,
kemudian,
namun,
maka,
Melihat situasi mulai memanas, petugas dari
Depnaker mengambil alih kendali dialog.
Ketika
melihat situasi mulai memanas, petugas
dari Depnaker mengambil alih kendali dialog.
Tatkala
melihat situasi mulai memanas,
petugas dari Depnaker mengambil alih kendali
dialog.
Ditemani pengacaranya, Fuad mengadukan
Tempo kepada Polri.
•
Dengan
ditemani pengacaranya, Fuad
mengadukan Tempo kepada Polri.
•
Fuad mengadukan Tempo kepada Polri
dengan
ditemani pengacaranya.
•
Bersama
pengacaranya, Fuad
Perkembangan Pemanfaatan
Imbuhan Lama dalam
Menerjemahkan Istilah Asing
•
Awalan: ada 33
•
Sisipan: ada 2
Ada 33 Awalan, 2 Sisipan, dan
1 Akhiran
Awalan
adi-
‘agung’
alih-
‘pindah’
antar-
‘di antara’
awa-
‘menghilangkan’
6. bak-
‘seperti’
7. bawah-
‘di bawah’
8. bentuk-
‘berbentuk’
9. dalam-
‘di dalam’
10. dur-
‘jahat’
11. dwi-
‘dua’
12. lewat
‘melewati’
13. maha-
‘besar, sangat’
Terjemahan dr B. Inggris
15.
mala-
, menerjemahkan
ill-, mal-,
mis-16.
mondong-,
menerjemahkan
-prone
17.
nara-,
berarti
‘orang’
18.
nir-
, menerjemahkan
a-, an-, e-, ill, in-,
un-, dan non-, serta akhiran
–
less
berarti ‘tanpa’
19.
peri-, menerjemahkan wise
‘secara
= way of’
20.
pra-, menerjemahkan ante-; pre-;
‘di muka’
22. rupa-, akhiran [
–
old], -
form ‘menyerupai’
23.
se-, [co-
] ‘bersama’
24.
salah-, [mis-
] ‘tidak betul’
25.
saling-, [inter-
] ‘timbal
-
balik’
26.
serba- atau sarwa [omni-, all-, multi-]
‘semua’
27.
su-, [good-, well-
] ‘baik’
29.
tak-, a- [a-, ab-, in-, il-, im-, ir-, un-, non-,
dis-30.
tan-, [-an, in-, non]
‘bukan’
31.
tata-
, [order] ‘susunan, tatanan’
32.
tri-, [tri-
] ‘three’
33.
tuna-, [a, under, less]
34.
-in-, [end, ent, -
and] ‘di—kan’
35.
-em- katasifat (ks); katakerja (kk)
Kalimat
•
Ungkapan pikiran yang utuh, baik
disampaikan secara sederhana atau
kompleks.
1. Ini Budi.
2. Siswa SD sudah mengenal narkoba.
3. Siswa mengenal narkoba melalui para
Keutuhan Kalimat
•
Subjek: siapa/apa
•
Predikat: mengapa
•
(Objek): apa
•
(Pelengkap)
Penanda Subjek
•
Jawaban atas pertanyaan siapa (kalimat aktif)
atau apa (kalimat pasif).
•
Kata/frasa nominal
• …. Itu
Perusahaan itu memproduksi alat musik berkualitas.
• Yang …
Yang ingin memeriksakan silakan datang ke klinik pada jam istirahat.
• … yang …
Kevariasian
• Variasi dalam pembukaan kalimat: dengan keterangan, dengan, adalah, bahwa, atau syahdan.
Bahwa mereka hobi jalan-jalan, kita tahu.
Syahdan, mobilnya pun berganti dengan merek yang terbaru.
Adalah kenyataan bahwa studi banding menjadi wajib bagi anggota dewan terhormat.
• Variasi kalimat tanya atau perintah; aktif-pasif.
Coba Anda cermati perilaku para elite politik! Sesuaikah perbuatan mereka dengan yang mereka janjikan dulu waktu kampanye? Yang kelihatan,
mereka dengan mengatasnamakan konstituen, kemaruk berlomba-lomba mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan pribadi.
Fungsi Pragmatik Kalimat
Afirmatif:
pemberitahuan, penegasan, penolakan,
pembenaran, pembandingan, argumentasi, konfirmasi
Imperatif:
suruhan, instruksi, permintaan, permohonan
Interogatif:
pertanyaan
Persuasif:
bujukan, rayuan, imbauan, ajakan
Negosiatif:
tawar-menawar
Eksesif:
menyatakan keadaan yang di luar kebiasaan
Kalimat
•
Ungkapan pikiran yang utuh, baik
disampaikan secara sederhana atau
kompleks.
1. Ini Budi.
2. Siswa SD sudah mengenal narkoba.
3. Siswa mengenal narkoba melalui para
Keutuhan Kalimat
•
Subjek: siapa/apa
•
Predikat: mengapa
•
(Objek): apa
•
(Pelengkap)
Penanda Subjek
•
Jawaban atas pertanyaan siapa (kalimat aktif)
atau apa (kalimat pasif).
•
Kata/frasa nominal
• …. Itu
Perusahaan itu memproduksi alat musik berkualitas.
• Yang …
Yang ingin memeriksakan silakan datang ke klinik pada jam istirahat.
• … yang …
Penanda Predikat
•
Kata kerja (tidak didahului kata yang).
Penanda Objek
Keterangan
•
Didahului kata: bagi, untuk, demi, dengan,
jika, maka, di, ke, dari, pada, kepada,
terhadap, daripada, agar, supaya.
Efektivitas kalimat
•
Penggunaan ejaan
•
Penggunaan diksi atau pilihan kata
Kalimat Efektif
Kesepadanan
• Kemaksimalan struktur bahasa mendukung gagasan yang dikandung. 1. Kalimat mayor harus mengandung subjek dan predikat.
Di dalam perda baru menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.
Perda baru itu menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.
2. Ide pokok terdapat dalam induk kalimat
Ia sudah menjadi pegawai ketika saya masih kuliah.
Saya masih kuliah ketika ia diangkat menjadi pegawai BKN.
3. Penggunaan kata penghubung yang tepat sesuai dengan sifat gabungan itu.
4. Hindari penumpukan gagasan dengan banyak anak kalimat dalam satu kalimat.
5. Kekhususan menjadi subjek dan yang umum menjadi predikat dalam kalimat ekuatif.
Contoh 4
• Kami sependapat dan terima kasih atas saran-sarannya untuk memberikan honor yang lebih banyak kepada para dosen KUTIP. Namun, tampaknya honornya saat ini sudah yang paling optimal yang dapat kami usahakan dikaitkan dengan kemampuan pemerintah karena honor dosen KUTIP adalah yang tertinggi dibandingkan dengan Pendidikan Maritim Pemerintah yang lain termasuk Akademi Ilmu Pelayaran RI sehingga harus berkonfrontasi dengan bapak-bapak yang berwajib mengatur honor tersebut, karena beliau-beliau mendesak kami agar honor dosen KUTIP diturunkan supaya seragam dengan Pendidikan Maritim Lain, sedangkan kami mendesak
agar supaya honor pendidikan Maritim tersebut honornya dinaikkan supaya seragam.
• Terdakwa I, II, dan III dituduh secara bersama-sama atau sendiri-sendiri berturut-turut 2 kali telah membikin surat palsu atau memalsukan surat,
sehingga oleh perbuatan mereka terdakwa II telah mendapat izin untuk pendirian apotik S dari Walikota dan merubah ruangan-ruangan dari rumah yang mereka tinggali menjadi apotik dengan izin walikota juga, sesudah mereka memalsukan surat permintaan yang bersangkutan sehingga
Kalimat Efektif
Kalimat Efektif adalah kalimat
Kalimat Efektif
1. Kesepadanan
2. Kesejajaran/Keparalelan
3. Kehematan
Kesepadanan
• Kemaksimalan struktur bahasa mendukung gagasan yang dikandung. 1. Kalimat mayor harus mengandung subjek dan predikat.
Di dalam perda baru menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.
Perda baru itu menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.
2. Ide pokok terdapat dalam induk kalimat
Ia sudah menjadi pegawai ketika saya masih kuliah.
Saya masih kuliah ketika ia diangkat menjadi pegawai BKN.
3. Penggunaan kata penghubung yang tepat sesuai dengan sifat gabungan itu.
4. Hindari penumpukan gagasan dengan banyak anak kalimat dalam satu kalimat.
5. Kekhususan menjadi subjek dan yang umum menjadi predikat dalam kalimat ekuatif.
Contoh 4
• Kami sependapat dan terima kasih atas saran-sarannya untuk memberikan honor yang lebih banyak kepada para dosen KUTIP. Namun, tampaknya honornya saat ini sudah yang paling optimal yang dapat kami usahakan dikaitkan dengan kemampuan pemerintah karena honor dosen KUTIP adalah yang tertinggi dibandingkan dengan Pendidikan Maritim Pemerintah yang lain termasuk Akademi Ilmu Pelayaran RI sehingga harus berkonfrontasi dengan bapak-bapak yang berwajib mengatur honor tersebut, karena beliau-beliau mendesak kami agar honor dosen KUTIP diturunkan supaya seragam dengan Pendidikan Maritim Lain, sedangkan kami mendesak
agar supaya honor pendidikan Maritim tersebut honornya dinaikkan supaya seragam.
• Terdakwa I, II, dan III dituduh secara bersama-sama atau sendiri-sendiri berturut-turut 2 kali telah membikin surat palsu atau memalsukan surat,
sehingga oleh perbuatan mereka terdakwa II telah mendapat izin untuk pendirian apotik S dari Walikota dan merubah ruangan-ruangan dari rumah yang mereka tinggali menjadi apotik dengan izin walikota juga, sesudah mereka memalsukan surat permintaan yang bersangkutan sehingga
Kesejajaran (Keparalelan)
•
Kesamaan bentuk dalam susunan beruntun (serial)
Apabila pelaksanaan pembangunan lima tahun kita jadikan titik tolak
maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian
dan pemecahan. Reorganisasi
departemen-departemen adalah
yang pertama. Masalah pokok yang kedua yang menonjol ialah
kebiasaan hidup boros dan suka menyeleweng. Ketiga karena
masalah pembangunan ekonomi yang menjadi titik tolak, maka kita
juga ingin mengemukakan
faktor lain. Yaitu bagaimana
memobilisasi potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi
pembangunan ini.
Masalah pokok yang meminta perhatian dan pemecahan
dalam
pelaksanaan
pembangunan, yaitu reorganisasi
administrasi
departemen-departemen, penghenitian pemborosan dan
Kehematan
1. Hindari pengulangan subjek atau bagian kalimat yang tidak perlu.
Tenaga ahli sangat kurang jumlahnya untuk proyek ini.
Tenaga ahli sangat kurang untuk proyek ini.
2. Hindari kemungkinan hiponimi.
Ia mengenakan baju berwarna merah.
Ia mengenakan baju merah.
3. Hindari penggunaan sinonimi secara berurutan.
Ia bekerja keras demi untuk kesejahteraan keluarganya.
ia bekerja keras demi kesejahteraan keluarganya.
4. Gunakan kata penghubung secara cermat.
Gubernur menyatakan wabah demam berdarah di DKI memasuki KLB.
Gubernur menyatakan bahwa wabah demam berdarah di DKI memasuki tahap KLB.
5. Hindari penjelasan secara berulang-ulang.
Cara Penulisan Daftar
Pustaka/Referensi Ilmiah
1. Urutannya
Nama Penulis
Tahun Penerbitan/penulisan
Judul (Buku, Artikel, dsb.)
Penulisnya 1 orang
•
DAFTAR PUSTAKA
•
Chomsky, Noam. 1972. Language and Mind. New York: Harcourt Brace.
•
Chaer, Abdul. 2003. Psikolinguistik Kajian Teoretik. Jakarta: RinekaCipta.
•
Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. Echa Kisah Pemerolehan Bahasa Anak
Indonesia. Jakarta: Grasindo.
•
Esti W.D., Sri. 2002. Psikologi Pendidikan.
Jakarta: Grasindo.
•
Jacobson, Roman. 1971. Studies on Child Language and Aphasia. The
Hague:
Mouton Publishers.
•
Lauder, Multamia RMT. 1997. Pedoman Pengenalan dan Penulisan
Bunyi.
Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
•
Marat, Samsunuwiyati. 2005. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Bandung:
Refika Aditama.
•
Pranowo. 1971. Analisis Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada
University Press.
•
Steinberg, Danny D. 1990. Psikolinguistik: Bahasa, Akal, dan Dunia.
Referensi Artikel
• Andriany, Liesna. 2007. “Pengaruh Stimulus terhadap
Pemerolehan Bahasa Anak Prasekolah” dalam Makalah
MLI. Surakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.
• Dardjowidjojo, Soenjono. 1991. “Pemerolehan Fonologi
dan Semantik pada Anak: Kaitannya dengan Penderita
Afasia”,
PELLBA 4,
ed. Soenjono Dardjowidjojo, hlm.
64--72. Yogyakarta: Kanisius.
Menentukan Referensi Contoh 1
•
Abdul Gaffar Seno, Tukiman Kolor Maut,
dan Cicilia Wewe Gombel menulis buku
yang berjudul “Sifat Masif Petinggi
Negara”. Buku itu rencananya akan
diterbitkan di Medan pada tahun 2008 oleh
penerbit Sidabutar Marangin-Angin.
Namun, karena sesuatu hal, buku itu
2. Menentukan Daftar Pustaka
•
Prof. Dr. Sutarjo, M.E. menulis artikel
“Perekonomian Rakyat Perdesaan” di
Kedaulatan Rakyat
Yogyakarta pada
bulan April
—
Agustus tahun 2006 secara
berkala. Oleh penerbit Gama Pres
Yogyakarta tulisan tersebut dikumpulkan
dan diterbitkan dengan judul “Geliat
Perbaikan Referensi 1 dan 2
•
Seno, Abdul Gaffar, Tukimin Kolor Maut, dan Cicilia Wewe
Gombel. 2009.
Sifat Masif Petinggi Negara.
Palembang:
PT Komering Press.
• Sutarjo. “Perekonomian Rakyat Perdesaan” Dalam
Kedaulatan Rakyat
, Aprill
—
Agustus, 2006.