• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahasa Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahasa Indonesia"

Copied!
113
0
0

Teks penuh

(1)

Fungsi dan Kedudukan BI

Tercantum dalam Ikrar ketiga

Sumpah Pemuda, 1928)

“Kami putra dan putri Indonesia

menjunjung bahasa persatuan,

bahasa Indonesia”

(2)

Bahasa Indonesia

1. Bahasa Nasional

(ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928)

2. Bahasa Negara

(3)

Bahasa Negara

Bahasa Resmi

Bahasa Pengantar Pendidikan

Bahasa Ilmu dan Pengetahuan

(4)

Bahasa Nasional

Lambang Identitas Nasinal

Lambang Kebanggaan Nasional

Alat Pemersatu Bangsa

(5)

Bahasa Indonesia

Ragam Bahasa Indonesia

a. Bahasa Baku (Resmi)

Sifat:

Kemantapan dinamis

Cendekia

Seragam

(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

KAIDAH KEBAKUAN BI

Pedoman Umum Ejaan yang

Disempurnakan

Pedoman Umum Pembentukan

Istilah

(11)

Kaidah Pembentukan Kata

Pengimbuhan (Afiksasi)

Pengulangan (Reduplikasi)

Penggabungan/pemajemukan

(Komposisi)

(12)

Kaidah Pemilihan Kata

ketepatan

kehematan

kebenaran

kelayakan

kelaziman

(13)

Aspek semantik kata

Sinonim (kemiripan makna)

Polisem (kegandaan makna)

Homonim (kesamaan bentuk)

Denotasi dan konotasi (acuan dan

(14)
(15)
(16)

Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan

1.

Ejaan Van Ophuisjn 1905

(17)

Ejaan

Ejaan merupakan pelambangan

bunyi dengan huruf.

Ejaan yang berlaku sekarang

adalah Ejaan Bahasa Indonesia

yang Disempurnakan (EYD)

(18)

Permasalahan Ejaan

Penulisan Huruf Kapital

Penulisan Singkatan

(19)

Pemakaian Huruf Kapital

Digunakan sebagai huruf pertama petikan

langsung.

“Kapan engkau datang?”

“Bukan aku yang mengundangnya.”

Digunakan sebagai huruf pertama nama gelar.

(20)

Penulisan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan untuk

menuliskan nama jabatan yang

diikuti nama diri.

K

olonel

S

imbolon

K

opral

P

armin

K

epala

B

alai

B

ahasa

Y

ogyakarta

G

ubernur

S

emarang

W

alikota

S

urakarta

P

residen

H

abibi

(21)

Digunakan sebagai huruf pertama setiap unsur

bentuk ulang penuh yang terdapat pada nama

badan, lembaga, dan dokumen resmi.

Undang-Undang Hak Kekayaan Intelektual

Digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk

hubungan kekerabatan yang dipakai dalam

penyapaan.

Mau ke mana, Paman?

Tolong ambilakn kue itu, Dik.

Kata depan tidak ditulis dengan huruf kapital

(22)

Huruf kapital digunakan untuk

menuliskan singkatan.

Jika yang disingkat itu hanya terdiri atas

satu kata, huruf pertama ditulis kapital

dan huruf yang lain ditulis kecil disertai

tanda titik.

jalan

Jln.

nomor

No.

(23)

Jika yang disingkat itu terdiri atas dua

kata atau lebih, singkatannya ditulis

dengan huruf kapital tanpa disertai tanda

titik.

sekolah dasar

SD

rukun tetangga

RT

hari ulang tahun

HUT

Jika yang disingkat itu terdiri atas dua

kata atau lebih, tetapi yang disingkat

berupa gelar, singkatannya ditulis dengan

huruf kapital disertai tanda titik.

raden mas

R.M.

bendara raden mas

B.R.M.

(24)

Singkatan nama orang, nama gelar,

sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti

tanda titik.

Prof. Dr. G.B.P.H. Poeger, M.H.

Mohammad M.A., M.A.

Singkatan nama resmi lembaga, badan

atau organisasi, serta nama dokumen

resmi yang terdiri atas huruf awal kata

ditulis dengan huruf kapital tanpa tanda

titik.

DPR

MPR

DPD

(25)

Pemakaian Huruf Miring

Dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah,

atau surat kabar yang dikutip dalam tulisan.

Dikutip dari

Kompas

, 2 Juli 2007

Berdasarkan

Kamus Besar Bahasa

Indonesia

disebutkan bahwa ....

Dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan

huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.

Yang dimaksud dengan

hak milik

dalam

ketentuan ini adalah ….

Kata

babu

terasa lebih kasar daripada

(26)

Dipakai untuk menuliskan kata atau

istilah asing atau daerah yang belum

diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Kata

ambles

tidak dapat diganti

dengan

amblas.

Kata

monitoring

telah diindonesiakan

(27)

Penulisan Kata

Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan

atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang

langsung mengikuti atau mendahuluinya.

Jika bentuk dasar berupa gabungan kata

mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur

gabungan kata itu ditulis serangkai.

Jika salah satu unsur gabungan kata hanya

dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu

ditulis serangkai.

Istilah khusus dan gabungan kata atau kata

(28)

Akronim dan Singkatan

Singkatan adalah hasil menyingkat

(memendekkan) berupa huruf atau

gabungan huruf

Akronim adalah singkatan yang

diperlakukan sama

a. Akronim Nama Diri

(29)

Singkatan

DPR (Dewan Perwakilan Rakyat)

KKN (Kuliah Kerja Nyata)

KKN (Korupsi Kolusi, dan Nepotisme)

yth.

dsb.

(30)

Akronim

Akronim merupakan singkatan yang diperlakukan

sebagai kata.

Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal

dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf

kapital (IKIP, SIM, LAN).

Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata

atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata

ditulis dengan huruf awal kapital (Iwapi, Kowani,

Bappenas)

Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan

(31)

Pola-Pola Singkatan dan Akronim

1. Pola 1 (suku kata awal dengan suku kata awal)

2. Pola 2 (suku kata akhir dengan suku kata akhir)

3. Pola 3 (suku kata awal dengan suku kata akhir)

4. Pola 4 (suku kata akhir dengan suku kata awal)

5. Pola 5 (suku kata tengah dengan suku kata awal)

6. Pola 6 (suku kata tengah dengan suku kata akhir)

7. Pola 7 (suku kata tengah dengan suku kata tengah)

8. Pola 8 (suku kata awal dengan suku kata tengah)

9. Pola 9 (pola yang sulit dirunut dan telah dimodifikasi)

contohnya, modif + jablay, pendekatan jadi Pede (Kacau)

10. Pola singkatan yg dibaca akronim (ASI, ABRI)

(32)

Data Singkatan dan Akronim

a. Singkatan nama orang, nama gelar,

sapaan, jabatan atau pangkat diikuti

dengan tanda titik.

Misalnya :

Muh.

Yamin Suman Hs.

M.B.A.

(master of business

administration)

M.Sc.

(master of science)

S.Pd.

(Sarjana Pendidikan)

Bpk. (bapak)

(33)

Data Akronim

PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)KTP (Kartu Tanda Penduduk)

Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu titik. Mislnya :

dsb. (dan sebagainya)hlm. (halaman)

sda. (sama dengan atas)

Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik. Mislnya :

a.n. (atas nama) d.a. (dengan alamat)u.b. (untuk beliau) u.p. (untuk perhatian)

Lambang kimia,

singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang

(34)

Ejaan Bahasa Indonesia yang

Disempurnakan

1.

Ejaan Van Ophuisjn 1905

(35)

Ejaan

Ejaan merupakan pelambangan

bunyi dengan huruf.

Ejaan yang berlaku sekarang

adalah Ejaan Bahasa Indonesia

yang Disempurnakan (EYD)

(36)

Tanda Baca

Tanda Titik (.)

Tanda Koma (,)

Tanda Titik Koma (;)

Tanda Titik Dua (:)

Tanda Hubung (-)

Tanda Pisah (--)

Tanda Kurung (…)

Tanda Petik (“…”)

(37)

Bentuk Kata

Apa itu bentuk

kata?

Untuk apa

membentuk

kata?

Bagaimana

cara

membentuk

(38)

Bentuk Kata

Kata Asal

Kata Dasar

(39)

Kata Jadian

Kata jadian dapat

dibentuk melalui:

a. pengimbuhan

(afiksasi),

b. pengulangan

(reduplikasi), atau

c. penggabungan

(40)

Pengimbuhan

(Afiksasi)

Awalan

(Prefiks)

Sisipan

(Infiks)

(41)

meng- + kawal

mengawal

kenal

mengenal

kirim

mengirim

kosong

mengosongkan

kuras

menguras

korban

mengorbankan *mengkorbankan

koordinasi

mengoordinasi *mengkoordinasi

kubur

mengubur *mengkubur

kultus

mengultuskan *mengkultuskan

kelola

mengelola *mengkelola

meng- + kristal

mengkristal

kritik

mengkritik

(42)

meng-

+ pasang

memasang

pasok

memasok

peras

memeras

pesan

memesan

pijat

memijat

pinjam

meminjam

porot

memoroti

poranda

memorandakan

pukul

memukul

pulih

memulihkan

porak poranda

memorak porandakan

meng-

+ produksi

memproduksi

proklamasi

memproklamasikan

proses

memproses

(43)

meng-

+ tawar

menawari

tahan

menahan

tindas

menindas

tikung

menikung

tusuk

menusuk

tulis

menulis

toreh

menorehkan

toleh

menoleh

taat

menaati

*mentaati

telaah

menelaah *

mentelaah

terjemah

menerjemahkan *

menterjemahkan

meng-

+ tranfer

mentransfer

transfusi

mentransfusi

(44)

meng- + sadap

menyadap

saran

menyarankan

sihir

menyihir

siram

menyiram

sulap

menyulap

suruh

menyuruh

sorong

menyorongkan

sukses

menyukseskan *mensukseskan

simpul

menyimpulkan *mensimpulkan

(45)

meng- + kawal

mengawal

kenal

mengenal

kirim

mengirim

kosong

mengosongkan

kuras

menguras

korban

mengorbankan *mengkorbankan

koordinasi

mengoordinasi *

mengkoordinasi

kubur

mengubur *mengkubur

kultus

mengultuskan *mengkultuskan

kelola

mengelola *mengkelola

meng- + kristal

mengkristal

kritik

mengkritik

(46)

meng-+ calon

mencalonkan *

menyalonkan

cangkul

mencangkul *

menyangkul

cinta

mencintai

*menyintai

cibir

mencibir *

menyibir

curang

mencurangi *

menyurangi

cukup

mencukupi

*menyukupi

coba

mencoba *

menyoba

cuci

mencuci *

menyuci

cium

mencium *

menyium

(47)

Proses Pembentukan Kata

Kata Asal

Kata Turunan

kegiatan/

proses/cara/

pelaku

hasil

tindakan

perbuatan

(48)

Kata Jadian

Kata jadian dapat

dibentuk melalui:

a. pengimbuhan

(afiksasi),

b. pengulangan

(reduplikasi), atau

c. penggabungan

(49)

Pengimbuhan

(Afiksasi)

Awalan

(Prefiks)

Sisipan

(Infiks)

(50)

Pengulangan (Reduplikasi)

Pengulangan

dapat

menyatakan

banyak, baik

dalam hal

kualitas

(51)

Kata Ulang

(52)

Penggabungan (Kompositum)

Dapat berupa

kelompok

kata (frasa)

kata

majemuk

(frasa

(53)

Struktur Frasa Bahasa Indonesia

Frasa Kata Benda

(Frasa Nomina)

DM

(diterangkan-menerangkan)

Frasa Kata Kerja

(Frasa Verba)

MD

(menerangkan-diterangkan)

Frasa Kata Sifat

(Frasa Adjektiva)

MD atau DM

(54)

Pilihan Kata

Apa itu pilihan

kata

Untuk apa kita

memilih kata

(55)

Pengertian

(56)

Kambing Hitam

Setiap ada

persoalan dia selalu

dijadikan

kambing

hitam

.

Kakek Mardi

(57)

Kehilangan Nyawa

mati

meninggal

meninggal dunia

modar

tewas

gugur

mangkat

mampus

koit

mampus

pulang ke rahmatullah

lampu mati: matikan!

(58)

Petinju dan Peninju

Tinju

Petinju

Meninju

Peninju

(59)

Penanda Jamak

Diulang

Dilekati kata penanda banyak

Kata penanda banyak

(60)

Pemakaian Kata yang Layak

Beda dengan negara-negara maju, negara

berkembang pada umumnya belum mampu

untuk menciptakan teknologi baru.

Sumber daya kehutanan menipis karena

penebangan hutan yang kurang tanggung

jawab.

(61)

PERISTILAHAN

Peristilahan merupakan hal tata istilah, yaitu

perangkat peraturan pembentukan istilah.

Istilah khusus ialah istilah yang maknanya

terbatas pada bidang ilmu tertentu.

(62)

Sumber Istilah

Kosakata Bahasa Indonesia dan Melayu

kedai kopi

coffeeshop

tambatan

retention

acak

random

pajak

tax

petinju

boxer

(63)

Persyaratan Istilah yang Baik

dipilih yang paling cocok

agung-besar-raya

area-daerah-kawasan-wilayah

asli-tulen-murni

bea-cukai-pajak

(64)

dipilih yang paling ringkas

gambut

‘tanah berlumut’

kosakata

‘perbendaharaan kata’

suaka politik

‘perlindungan po

l

itik’

jelaga

‘hitam arang’ (

soot

atau

carbon black

)

timbel

‘timah hitam’ (

lead

)

(65)

dipilih yang berkonotasi atau bernilai

rasa baik

panti werda

‘rumah jompo’

waria

‘banci’

wisma tunanetra

‘rumah orang buta’

malagizi

‘gizi buruk’

malapraktek

‘praktek yang buruk’

pramusiwi

‘penjaga anak’

pramuwisma

‘PRT’

tunanetra

‘buta’

tunarungu

‘tuli’

(66)

Kata Bersinonim

agar supaya

adalah merupakan

lalu kemudian

bagi untuk

diperuntukkan bagi

tersebut di atas

(67)

Kata Depan (Preposisi)

di, ke, dari, pada,

kepada, bagi, untuk,

demi, oleh, tentang,

mengenai, secara, buat,

guna, dengan, sejak,

(68)

Penghubung Kalimat Majemuk

Setara (Konjungtor Koordinatif)

dan, atau,

tetapi,

serta, lalu,

kemudian,

namun,

maka,

(69)

Melihat situasi mulai memanas, petugas dari

Depnaker mengambil alih kendali dialog.

Ketika

melihat situasi mulai memanas, petugas

dari Depnaker mengambil alih kendali dialog.

Tatkala

melihat situasi mulai memanas,

petugas dari Depnaker mengambil alih kendali

dialog.

(70)

Ditemani pengacaranya, Fuad mengadukan

Tempo kepada Polri.

Dengan

ditemani pengacaranya, Fuad

mengadukan Tempo kepada Polri.

Fuad mengadukan Tempo kepada Polri

dengan

ditemani pengacaranya.

Bersama

pengacaranya, Fuad

(71)

Perkembangan Pemanfaatan

Imbuhan Lama dalam

Menerjemahkan Istilah Asing

Awalan: ada 33

Sisipan: ada 2

(72)

Ada 33 Awalan, 2 Sisipan, dan

1 Akhiran

Awalan

adi-

‘agung’

alih-

‘pindah’

antar-

‘di antara’

awa-

‘menghilangkan’

(73)

6. bak-

‘seperti’

7. bawah-

‘di bawah’

8. bentuk-

‘berbentuk’

9. dalam-

‘di dalam’

10. dur-

‘jahat’

11. dwi-

‘dua’

12. lewat

‘melewati’

13. maha-

‘besar, sangat’

(74)

Terjemahan dr B. Inggris

15.

mala-

, menerjemahkan

ill-, mal-,

mis-16.

mondong-,

menerjemahkan

-prone

17.

nara-,

berarti

‘orang’

18.

nir-

, menerjemahkan

a-, an-, e-, ill, in-,

un-, dan non-, serta akhiran

less

berarti ‘tanpa’

19.

peri-, menerjemahkan wise

‘secara

= way of’

20.

pra-, menerjemahkan ante-; pre-;

‘di muka’

(75)

22. rupa-, akhiran [

old], -

form ‘menyerupai’

23.

se-, [co-

] ‘bersama’

24.

salah-, [mis-

] ‘tidak betul’

25.

saling-, [inter-

] ‘timbal

-

balik’

26.

serba- atau sarwa [omni-, all-, multi-]

‘semua’

27.

su-, [good-, well-

] ‘baik’

(76)

29.

tak-, a- [a-, ab-, in-, il-, im-, ir-, un-, non-,

dis-30.

tan-, [-an, in-, non]

‘bukan’

31.

tata-

, [order] ‘susunan, tatanan’

32.

tri-, [tri-

] ‘three’

33.

tuna-, [a, under, less]

34.

-in-, [end, ent, -

and] ‘di—kan’

35.

-em- katasifat (ks); katakerja (kk)

(77)
(78)
(79)
(80)

Kalimat

Ungkapan pikiran yang utuh, baik

disampaikan secara sederhana atau

kompleks.

1. Ini Budi.

2. Siswa SD sudah mengenal narkoba.

3. Siswa mengenal narkoba melalui para

(81)

Keutuhan Kalimat

Subjek: siapa/apa

Predikat: mengapa

(Objek): apa

(Pelengkap)

(82)

Penanda Subjek

Jawaban atas pertanyaan siapa (kalimat aktif)

atau apa (kalimat pasif).

Kata/frasa nominal

• …. Itu

Perusahaan itu memproduksi alat musik berkualitas.

• Yang …

Yang ingin memeriksakan silakan datang ke klinik pada jam istirahat.

• … yang …

(83)

Kevariasian

Variasi dalam pembukaan kalimat: dengan keterangan, dengan, adalah, bahwa, atau syahdan.

Bahwa mereka hobi jalan-jalan, kita tahu.

Syahdan, mobilnya pun berganti dengan merek yang terbaru.

Adalah kenyataan bahwa studi banding menjadi wajib bagi anggota dewan terhormat.

Variasi kalimat tanya atau perintah; aktif-pasif.

Coba Anda cermati perilaku para elite politik! Sesuaikah perbuatan mereka dengan yang mereka janjikan dulu waktu kampanye? Yang kelihatan,

mereka dengan mengatasnamakan konstituen, kemaruk berlomba-lomba mengeruk kekayaan negara untuk kepentingan pribadi.

(84)

Fungsi Pragmatik Kalimat

Afirmatif:

pemberitahuan, penegasan, penolakan,

pembenaran, pembandingan, argumentasi, konfirmasi

Imperatif:

suruhan, instruksi, permintaan, permohonan

Interogatif:

pertanyaan

Persuasif:

bujukan, rayuan, imbauan, ajakan

Negosiatif:

tawar-menawar

Eksesif:

menyatakan keadaan yang di luar kebiasaan

(85)

Kalimat

Ungkapan pikiran yang utuh, baik

disampaikan secara sederhana atau

kompleks.

1. Ini Budi.

2. Siswa SD sudah mengenal narkoba.

3. Siswa mengenal narkoba melalui para

(86)

Keutuhan Kalimat

Subjek: siapa/apa

Predikat: mengapa

(Objek): apa

(Pelengkap)

(87)

Penanda Subjek

Jawaban atas pertanyaan siapa (kalimat aktif)

atau apa (kalimat pasif).

Kata/frasa nominal

• …. Itu

Perusahaan itu memproduksi alat musik berkualitas.

• Yang …

Yang ingin memeriksakan silakan datang ke klinik pada jam istirahat.

• … yang …

(88)

Penanda Predikat

Kata kerja (tidak didahului kata yang).

(89)

Penanda Objek

(90)

Keterangan

Didahului kata: bagi, untuk, demi, dengan,

jika, maka, di, ke, dari, pada, kepada,

terhadap, daripada, agar, supaya.

(91)

Efektivitas kalimat

Penggunaan ejaan

Penggunaan diksi atau pilihan kata

(92)

Kalimat Efektif

(93)

Kesepadanan

Kemaksimalan struktur bahasa mendukung gagasan yang dikandung. 1. Kalimat mayor harus mengandung subjek dan predikat.

Di dalam perda baru menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.

Perda baru itu menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.

2. Ide pokok terdapat dalam induk kalimat

Ia sudah menjadi pegawai ketika saya masih kuliah.

Saya masih kuliah ketika ia diangkat menjadi pegawai BKN.

3. Penggunaan kata penghubung yang tepat sesuai dengan sifat gabungan itu.

4. Hindari penumpukan gagasan dengan banyak anak kalimat dalam satu kalimat.

5. Kekhususan menjadi subjek dan yang umum menjadi predikat dalam kalimat ekuatif.

(94)

Contoh 4

• Kami sependapat dan terima kasih atas saran-sarannya untuk memberikan honor yang lebih banyak kepada para dosen KUTIP. Namun, tampaknya honornya saat ini sudah yang paling optimal yang dapat kami usahakan dikaitkan dengan kemampuan pemerintah karena honor dosen KUTIP adalah yang tertinggi dibandingkan dengan Pendidikan Maritim Pemerintah yang lain termasuk Akademi Ilmu Pelayaran RI sehingga harus berkonfrontasi dengan bapak-bapak yang berwajib mengatur honor tersebut, karena beliau-beliau mendesak kami agar honor dosen KUTIP diturunkan supaya seragam dengan Pendidikan Maritim Lain, sedangkan kami mendesak

agar supaya honor pendidikan Maritim tersebut honornya dinaikkan supaya seragam.

• Terdakwa I, II, dan III dituduh secara bersama-sama atau sendiri-sendiri berturut-turut 2 kali telah membikin surat palsu atau memalsukan surat,

sehingga oleh perbuatan mereka terdakwa II telah mendapat izin untuk pendirian apotik S dari Walikota dan merubah ruangan-ruangan dari rumah yang mereka tinggali menjadi apotik dengan izin walikota juga, sesudah mereka memalsukan surat permintaan yang bersangkutan sehingga

(95)

Kalimat Efektif

Kalimat Efektif adalah kalimat

(96)

Kalimat Efektif

1. Kesepadanan

2. Kesejajaran/Keparalelan

3. Kehematan

(97)

Kesepadanan

Kemaksimalan struktur bahasa mendukung gagasan yang dikandung. 1. Kalimat mayor harus mengandung subjek dan predikat.

Di dalam perda baru menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.

Perda baru itu menunjukkan kebijakan yang meringankan wajib pajak.

2. Ide pokok terdapat dalam induk kalimat

Ia sudah menjadi pegawai ketika saya masih kuliah.

Saya masih kuliah ketika ia diangkat menjadi pegawai BKN.

3. Penggunaan kata penghubung yang tepat sesuai dengan sifat gabungan itu.

4. Hindari penumpukan gagasan dengan banyak anak kalimat dalam satu kalimat.

5. Kekhususan menjadi subjek dan yang umum menjadi predikat dalam kalimat ekuatif.

(98)

Contoh 4

• Kami sependapat dan terima kasih atas saran-sarannya untuk memberikan honor yang lebih banyak kepada para dosen KUTIP. Namun, tampaknya honornya saat ini sudah yang paling optimal yang dapat kami usahakan dikaitkan dengan kemampuan pemerintah karena honor dosen KUTIP adalah yang tertinggi dibandingkan dengan Pendidikan Maritim Pemerintah yang lain termasuk Akademi Ilmu Pelayaran RI sehingga harus berkonfrontasi dengan bapak-bapak yang berwajib mengatur honor tersebut, karena beliau-beliau mendesak kami agar honor dosen KUTIP diturunkan supaya seragam dengan Pendidikan Maritim Lain, sedangkan kami mendesak

agar supaya honor pendidikan Maritim tersebut honornya dinaikkan supaya seragam.

• Terdakwa I, II, dan III dituduh secara bersama-sama atau sendiri-sendiri berturut-turut 2 kali telah membikin surat palsu atau memalsukan surat,

sehingga oleh perbuatan mereka terdakwa II telah mendapat izin untuk pendirian apotik S dari Walikota dan merubah ruangan-ruangan dari rumah yang mereka tinggali menjadi apotik dengan izin walikota juga, sesudah mereka memalsukan surat permintaan yang bersangkutan sehingga

(99)

Kesejajaran (Keparalelan)

Kesamaan bentuk dalam susunan beruntun (serial)

Apabila pelaksanaan pembangunan lima tahun kita jadikan titik tolak

maka menonjollah beberapa masalah pokok yang minta perhatian

dan pemecahan. Reorganisasi

departemen-departemen adalah

yang pertama. Masalah pokok yang kedua yang menonjol ialah

kebiasaan hidup boros dan suka menyeleweng. Ketiga karena

masalah pembangunan ekonomi yang menjadi titik tolak, maka kita

juga ingin mengemukakan

faktor lain. Yaitu bagaimana

memobilisasi potensi nasional secara maksimal dalam partisipasi

pembangunan ini.

Masalah pokok yang meminta perhatian dan pemecahan

dalam

pelaksanaan

pembangunan, yaitu reorganisasi

administrasi

departemen-departemen, penghenitian pemborosan dan

(100)

Kehematan

1. Hindari pengulangan subjek atau bagian kalimat yang tidak perlu.

Tenaga ahli sangat kurang jumlahnya untuk proyek ini.

Tenaga ahli sangat kurang untuk proyek ini.

2. Hindari kemungkinan hiponimi.

Ia mengenakan baju berwarna merah.

Ia mengenakan baju merah.

3. Hindari penggunaan sinonimi secara berurutan.

Ia bekerja keras demi untuk kesejahteraan keluarganya.

ia bekerja keras demi kesejahteraan keluarganya.

4. Gunakan kata penghubung secara cermat.

Gubernur menyatakan wabah demam berdarah di DKI memasuki KLB.

Gubernur menyatakan bahwa wabah demam berdarah di DKI memasuki tahap KLB.

5. Hindari penjelasan secara berulang-ulang.

(101)
(102)

Cara Penulisan Daftar

Pustaka/Referensi Ilmiah

1. Urutannya

Nama Penulis

Tahun Penerbitan/penulisan

Judul (Buku, Artikel, dsb.)

(103)

Penulisnya 1 orang

DAFTAR PUSTAKA

Chomsky, Noam. 1972. Language and Mind. New York: Harcourt Brace.

Chaer, Abdul. 2003. Psikolinguistik Kajian Teoretik. Jakarta: RinekaCipta.

Dardjowidjojo, Soenjono. 2000. Echa Kisah Pemerolehan Bahasa Anak

Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Esti W.D., Sri. 2002. Psikologi Pendidikan.

Jakarta: Grasindo.

Jacobson, Roman. 1971. Studies on Child Language and Aphasia. The

Hague:

Mouton Publishers.

Lauder, Multamia RMT. 1997. Pedoman Pengenalan dan Penulisan

Bunyi.

Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Marat, Samsunuwiyati. 2005. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Bandung:

Refika Aditama.

Pranowo. 1971. Analisis Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada

University Press.

Steinberg, Danny D. 1990. Psikolinguistik: Bahasa, Akal, dan Dunia.

(104)

Referensi Artikel

• Andriany, Liesna. 2007. “Pengaruh Stimulus terhadap

Pemerolehan Bahasa Anak Prasekolah” dalam Makalah

MLI. Surakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.

• Dardjowidjojo, Soenjono. 1991. “Pemerolehan Fonologi

dan Semantik pada Anak: Kaitannya dengan Penderita

Afasia”,

PELLBA 4,

ed. Soenjono Dardjowidjojo, hlm.

64--72. Yogyakarta: Kanisius.

(105)

Menentukan Referensi Contoh 1

Abdul Gaffar Seno, Tukiman Kolor Maut,

dan Cicilia Wewe Gombel menulis buku

yang berjudul “Sifat Masif Petinggi

Negara”. Buku itu rencananya akan

diterbitkan di Medan pada tahun 2008 oleh

penerbit Sidabutar Marangin-Angin.

Namun, karena sesuatu hal, buku itu

(106)

2. Menentukan Daftar Pustaka

Prof. Dr. Sutarjo, M.E. menulis artikel

“Perekonomian Rakyat Perdesaan” di

Kedaulatan Rakyat

Yogyakarta pada

bulan April

Agustus tahun 2006 secara

berkala. Oleh penerbit Gama Pres

Yogyakarta tulisan tersebut dikumpulkan

dan diterbitkan dengan judul “Geliat

(107)

Perbaikan Referensi 1 dan 2

Seno, Abdul Gaffar, Tukimin Kolor Maut, dan Cicilia Wewe

Gombel. 2009.

Sifat Masif Petinggi Negara.

Palembang:

PT Komering Press.

• Sutarjo. “Perekonomian Rakyat Perdesaan” Dalam

Kedaulatan Rakyat

, Aprill

Agustus, 2006.

(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Data ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah mamPu merespon atas stimulus pertanyaan yang diajukan. Data (3-8) menunjukkan bahwa Mhs13 tampaknya masih perlu meningkatkan

Melihat banyaknya kesalahan yang terdapat pada jurnal ilmiah dosen, penulis berharap para dosen dapat mempelajari kaidah bahasa dalam penulisan karya ilmiah karena karya ilmiah

Kurma merupakan buah yang mudah terbakar yang dapat dimanfaatkan oleh tubuh dalam memproduksi tenaga dan kalori yang sangat tinggi.. Tampaknya di situlah letak hikmahnya mengapa

Pada grafik di atas terlihat bahwa kata verba merupakan kelas kata yang tertinggi dikuasai oleh siswa yang berjumlah 35,55%, sedangkan penguasaan kata paling

Nilai konstanta = 32,677 yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan persepsi atas profesionalisme dosen dan sarana belajar paling rendah, sehingga meraih prestasi

Dengan demikian daya dukung dikaitkan dengan kualitas layanan yang diberikan oleh pengelola daya tarik wisata Tanh Lot harus memberikan kepuasan yang paling optimal,

Perbedaan persepsi itulah yang tampaknya membuat mahasiswa dari Jepang mengambil keputusan untuk lebih banyak menggunakan pertanyaan positif dalam bahasa

Kombinasi parameter yang dipilih sebagai kombinasi parameter paling optimal adalah kombinasi yang memiliki nilai rata-rata fitness training-validasi tertinggi,