TUGAS KOSMETOLOGI
BABY SHAMPOO AND SOAP
KELOMPOK 2 KELAS A
Disusun Oleh:
Ferina Damayanti
K 100 100 102
Sigit Setyo Prasojo
K 100 100 106
Fajaria Dison Every
K 100 100 108
Dicky Wijaya Saputra
K 100 100 119
Juang Adi Prakoso
K 100 100 121
Elit Rizal Falah
K 100 100 126
Yameela Sala
K 100 100 129
FAKULTAS FARMASI
BABY SHAMPOO AND SOAP
I. Baby Soap
Baby soap adalah sediaan kosmetika bayi yang berguna untuk menjaga kehalusan, kelembutan, serta kesegaran kulit bayi. Pada umumnya sabun bayi mempunyai pH 10, dibuat dengan cara dicetak dengan bentuk putih keras, secara alamiah dalam bahan dan ikut terekstraksi bersama minyak dalam proses ekstraksi, zat warna tersebut antara lain alfa dan beta karoten, xanthofil dan anthosianin. Zat warna ini menyebabkan warna kuning , kuning kecoklatan, kehijau-hijauan dan kemerah-merahan.
Triaethanolamin berguna sebagai antiseptik. Sedangkan asam sitrat memiliki bentuk berupa kristal putih. Berfungsi sebagai agen pengelat (chelating agent) yaitu pengikat ion-ion logam pemicu oksidasi, sehingga mampu mencegah terjadinya oksidasi pada minyak akibat pemanasan. Asam sitrat juga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet dan pengatur pH.
Evaluasi untuk sediaan soap: a. Aman dan tidak iritasi (mata)
b. Daya penyabunan ( busa & stabilitas busa )
c. Penghapusan kotoran yang efisien
d. Kemudahan membilas
e. Menghilangkan bakteri
II. Baby Shampoo
Baby shampoo adalah suatu sediaan kosmetika bayi yang berguna untuk membersihkan rambut dan kulit kepala bayi.
Zat yang berkhasiat dalam sampo bayi adalah detergen (sulfaktan) yang mempunyai sifat untuk menurunkan tegangan permukaan sehingga kotoran dan lemak yang menempel pada kulit bayi dapat dihilangkan. Detergen (sulfaktan) yang digunakan dalam sampo bayi harus memiliki daya iritasinya rendah karena jika menggunakan daya iritasinya tinggi maka akan membuat mata bayi susah berkedip. Hal ini biasanya terjadi karena sulfaktan yang daya iritasinya tinggi akan berpengaruh terhadap otot yang ada pada mata dimana terdapat syaraf-syaraf pada mata yang akan terganggu juga mambuat mata akan susah berkedip.
Contoh sulfaktan yang sering digunakan dalam smpo bayi adlah surfaktan nonionic hasil kondensasi polietilenoksida dengan alkil, hasil kondensasi asam lemak dengan amin-amin, lanolin teretoksilasi dan senyawa alkil atau aril dari polietilenoksida. Pada sediaan sampo bayi sering juga ditambahkan sulfaktan sekunder yang fungsinya untuk memperbanyak busa.
Contoh formulasi sediaan sampo bayi. dengan menurunkan tegangan muka antara lemak dan air yang ada di kulit kepala. Cocamidopropyl berperan sebagai surfaktan anionik. Cocamidopropyl merupakan surfaktan sintetsis turunan dari minyak kelapa dan dimethylaminopropylamine yang bersifat switer ion.
Parfum memberikan aroma harum dan menyegarkan saat dipakai. Asam sitat berfungsi sebagai pengatur pH. pH perlu diatur agar pH sampo dan pH kulit kepala sama. Water adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam sediaan sampo. Fungsi utama air adalah sebagai bahan pelarut. Air juga berfungsi untuk mengatur viskositas sampo.
Evaluasi untuk sediaan sampo: a. Aman dan tidak iritasi (mata)
b. Kemudahan penyebaran
c. Daya penyabunan ( busa & stabilitas busa )
d. Penghapusan kotoran yang efisien
e. Kemudahan membilas
f. Kemudahan menyisir rambut basah
g. Kecepatan pengeringan