• Tidak ada hasil yang ditemukan

Genetic Diversity of Isolates of Phytophthora palmivora from Cocoa in Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Genetic Diversity of Isolates of Phytophthora palmivora from Cocoa in Indonesia"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Keragaman genetik isolat Phytophthora palmivora dari tanaman kakao di Indonesia

129

1) Lektor Kepala (Lecturer);Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Palembang.

2) Guru Besar (Lecturer and Professor); Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 3) Peneliti Utama (Principal Researcher); Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan, Bogor. Pelita Perkebunan 2007, 23(2), 129-138

Keragaman Genetik Isolat

Phytophthora palmivora

dari Tanaman

Kakao di Indonesia

Genetic Diversity of Isolates of

Phytophthora palmivora

from Cocoa in

Indonesia

Abu Umayah1), Meity S. Sinaga2), Sarsidi Sastrosumarjo2),

Sintje Mandang Sumaraw2) dan Agus Purwantara3)

Ringkasan

Randomly Amplified Polymorphic DNA (RAPD) adalah salah satu teknik

yang banyak dipakai untuk analisis keragaman genetik patogen tanaman karena telah diketahui cukup efisien, akurat dan informatif. Analisis RAPD digunakan untuk menguji tingkat keragaman 20 isolat Phytophthora palmivora yang diisolasi dari 6 provinsi penghasil kakao di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kedua puluh isolat P. palmivora mempunyai tingkat kesamaan genetik yang tinggi dan kekerabatan yang dekat berkisar dari 88% sampai 98%. Hal ini menunjukkan bahwa peluang untuk terbentuknya strain baru P. palmivora patogen busuk buah kakao di masa yang akan datang sangat rendah antara 2% sampai 12%.

Summary

Randomly Amplified Polymorphic DNA (RAPD) is an analysis technique for genetic variations of plant pathogen, which is known quite efficienty, ac-curate and informative. RAPD analysis was used to differentiate isolates of

Phytophthora palmivora collected from 6 main cocoa growing provinces in In-donesia, namely North Sumatera, Lampung, West Java, East Java, South Sulawesi

and Southeast Sulawesi. These 20 isolates of P. palmivora showed high

ge-netic similarity ranging from 88% to 98%. This result showed that there is a

chance of developing of new strains of the P. palmivora of pod rot pathogen of

cocoa in the future is very low, among 2% till 12%.

Referensi

Dokumen terkait

(1992), ienis serovar Salmonell.a berikut itti dilaltorkan berasal dari IncLonesia: S. Livingstone pennh diisoLasi pula clari cairan serebrospinal yang jarang memberiknn

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman dan kelimpahan semut bervariasi antartipe kebun kakao.Keragaman semut tertinggi terdapat pada kebun kakao tipe 2 (indeks Shannon =

Di Indonesia, arah pemuliaan tanaman kakao ditujukan untuk mengembangkan kultivar unggul dengan sifat-sifat sebagai berikut: (i) mempunyai daya hasil yang tinggi, (ii) kualitas

Hasil analisis keragaman genetik dari 41 individu ikan tuna sirip kuning pada kedua perairan terdapat 33 haplotipe yang berbeda dan 7 haplotipe yang sama dan 1

palmivora from Lubuk Basung, West Sumatra were identified as very pathogenic against the three cacao clones tested, while JkBwi(12) and KgBwi(8) isolates from

Short Communication: Genetic diversity among Fusarium isolates from cereals in Iran assessed using RAPD marker.. Fusarium species cause important disease on many crops including

apiculata was obtained using RAPD marker in this study, in which the mean value of genetic diversity within the population was 0.120, the value of genetic differentiation among

Dendrogram produced using UPGMA cluster analysis based on Nei’s 1978 genetic distance indicating genetics relatedness among 7 soursop populations in Java using 6 selected RAPD primers..