• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Informasi Peramalan Persediaan Stok Bahan Baku Di Home Industri Agung Suhanda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Informasi Peramalan Persediaan Stok Bahan Baku Di Home Industri Agung Suhanda"

Copied!
224
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

SKRIPSI

DiajukanuntukMenempuhUjianAkhirSarjana Program Strata SatuJurusanTeknikInformatika

FakultasTeknikdanIlmuKomputer UniversitasKomputer Indonesia

KIKI MARIA ARDIYANI

10107163

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(3)
(4)
(5)

i

Oleh

KIKI MARIA ARDIYANI

10107163

Home industri Agung Suhanda telah berdiri sejak tahun 2009, yang begerak dibidang jasa pembuatan sandal grosir. Agung Suhanda masih melakukan pengolahan data secara manual, sehingga pencatatan data memerlukan banyak kertas dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencari data dan memungkin data rusak atau hilang dan mengakibatkan pengelola kesulitan untuk mengontrol stok bahan baku yang berpengaruh pada keterlambatan proses produksi, sedangkan jumlah pesanan dari tahun ketahun semakin meninggkat. untuk mengantisipasi kendala dalam pengadaan stok bahan baku dan juga mengatasi kendala dalam mengelola data semakin banyak dan kompleks, berkaitan dengan meningkatnya aktivitas produksi di Home Industri milik Agung Suhanda, maka diperlukan suatu sistem informasi dalam hal pengolahan data dan persedian stok bahan baku untuk meramalkan berapa banyak bahan baku yang diperlukan untuk memenuhi stok bahan baku.

Metode Rata-rata sederhana akan digunakan sebagai alat bantu untuk meramalakan atau memprediksi jumlah pemesanan produk dalam satu periode. Didalam Metode Rata-rata sederhana nilai-nilai yang akan diramalkan yaitu pembelian bahan baku berdasarkan pemesanan produk pada satu tahun sebelumnya. Metode analisis yang digunakan dalam pembangunan sistem ini adalah berdasarkan metode terstruktur, dimana tools yang digunakan untuk memodelkan aliran data adalah DFD (Data Flow Diagram), diagram untuk memodelkan relasi antar data adalah diagram E-R.

Sistem informasi peramalan stok bahan baku di home Industri agung suhanda yang dibuat ini mempunyai kelebihan, yaitu aplikasi sudah dapat memberikan informasi yang dibutuhkan sesuai keinginan, aplikasi cukup memudahkan dalam mengelola data bahan baku, aplikasi dapat membantu dalam proses pencatatan transaksi pemesanan dan pembelian, aplikasi dapat membantu dalam peramalan persedian stok bahan baku yang akan datang, serta pembuatan laporan pemesanan produk dan laporan pembelian bahan baku.

(6)

ii

MATERIALS AGUNG SUHANDA HOME INDUSTRY

By

KIKI MARIA ARDIYANI

10107163

Agung Suhanda home industry has been established since 2009, making a stir in services wholesale sandals. Agung Suhanda still doing manual data processing, so the recording of data requires a lot of paper and take a long time to find the data and allows the data is damaged or lost and lead manager of the difficulty to control the stock of raw materials which contribute to the delay in the production process, while the number of orders of the year over-year increase. to anticipate problems in the procurement of raw material stock and also overcome the obstacles in managing data and more and more complex, associated with increased production activity in the Agung Suhanda home industry, it would require an information system in terms of data processing and supply of raw material stock to predict how many raw materials needed to meet the stock of raw materials.

Simple average method will be used as a tool to forecast or predict the number of orders for products in a single period. In the simple average method the values that would predict the purchases of raw materials by ordering products on a year earlier. The method of analysis used in the construction of this system is based on a structured method, in which tools are used to model the data flow is DFD (Data Flow Diagram), diagram to model the relationships among the data is the ER diagram.

Information system of forecasting stock of raw materials made in the Agung Suhanda home industry has a advantages, namely the application is able to provide the required information as desired, the application makes it easy enough to manage the data in raw materials, the application can assist in the process of recording transactions and purchase orders, applications can assist in forecasting stock supplies of raw materials to come, as well as preparing reports and statements of purchase orders for products of raw materials.

(7)

iii

penulisan skripsi yang berjudul “Sistem Informasi Peramalan Persedian Stok

Bahan Baku Di Home Industri Agung Suhanda”.

Skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi syarat kelulusan ujian akhir Sarjana Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer.

Pada proses penyusunan skripsi ini, penulisan mendapat banyak bantuan, dorongan, bimbingan, dan arahan serta dukungan yang sangat berarti dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.

2. Nabi besar Muhamad SAW sebagai suri tauladan bagi penulis.

3. Keluarga tercinta, Yudho Ardiyanto (Ayahanda), Maryati Ningsih (Ibunda), dan Chandra (adikku) yang telah memberikan kasih sayang, motivasi yang sangat besar, dan dukungan untuk menempuh tugas akhir.

4. Yth. Bapak Dr. Ir. Eddy Suryanto Soegoto, M.Sc selaku rektor Universitas Komputer Indonesia.

(8)

iv

telah memberikan bimbingan dan dorongan dalam segala hal termasuk dalam penulisan skripsi ini.

8. Ibu Riani Lubis, S.T., M.T. selaku reviewer / penguji 1 atas sarannya yang sangat membantu dalam penyempurnaan tugas akhir ini.

9. Yth. Ibu Sufa’atin, S.T. selaku penguji 3 atas sarannya yang sangat membantu dalam penyempurnaan tugas akhir ini.

10.Seluruh dosen yang telah memberikan ilmunya dan staf Unikom yang telah membantu.

11.Bapak Agung Suhanda selaku pemilik Home industri agung suhanda yang telah membimbing selama penulis berada dilingkungan home industri.

12.Rekan seperjuangan di kelas IF-4 angkatan 2007, terutama kepada Andry Yosua, Ario Prabowo, Gentisya Tri Mardiani, yang telah memberikan banyak bantuan, dukungan, motivasi, waktu, arahan, pelajaran, pengalaman, dan perhatian yang sangat berarti.

13.Kepada Ardi Suharyanto atas bantuan, dukungan, motivasi, waktu dan perhatiaanya.

14.Seluruh pihak yang turut memberikan bantuan dan dukungan yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

(9)

v

pembaca dan dapat dijadikan pertimbangan bagi pihak-pihak yang berkepentingan, Amin.

Bandung, 30 Agustus 2012

(10)

vi

ABSTARCT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR SIMBOL ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xx

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1Latar Belakang Masalah ... 1

1.2Identifikasi Masalah ... 2

1.3Maksud dan Tujuan ... 3

1.3.1 Maksud ... 3

1.3.2 Tujuan ... 3

1.4Batasan Masalah... 3

1.5 Metodologi Penelitian ... 4

1.6 Sistematika Penulisan ... 7

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Tinjauan Umum Perusahan ... 9

2.1.1Sejarah Agung Suhanda ... 9

2.1.2 Logo Agung Suhanda ... 9

2.1.3Struktur Organisasi ... 10

2.1.4 Badan Hukum Instansi ... 11

(11)

vii

2.3 Manajemen Persediaan... 16

2.3.1 Pengertian Persediaan ... 17

2.3.2Konsep Dasar Peramalan ... 18

2.3.3Metode Pemulusan (smoothing) ... 19

2.3.4Metode rata-ratas sederhana ... 29

2.4Konsep Dasar Basis Data ... 31

2.4.1Konsep Dasar Sistem Basis Data ... 31

2.4.2Komponen Sistem Basis Data ... 31

2.4.3Entity Relationship Diagram ... 33

2.4.4 Derajat Relasi (Kardinalitas) ... 34

2.4.5Flowmap ... 35

2.4.6 Diagram Konteks ... 35

2.4.7 DFD ... 36

2.4.8 Kamus Data (DataDictionary) ... 36

2.4.9Perangkat Lunak Pendukung ... 37

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 40

3.1Analisis Masalah ... 40

3.1.1Analisis sistem yang sedang berjalan ... 40

3.1.2Analisis procedure yang sedang berjalan ... 41

3.1.3Procedure Pemesanan Barang Produksi ... 41

3.1.4 Prosedur Pembelian Bahan Baku ... 44

(12)

viii

3.4.2Analisis Perangkat Keras ... 59

3.4.3Analisis Perangkat Lunak ... 59

3.5Analisis jaringan ... 60

3.6 Mode l Data ... 60

3.7Analisis kebutuhan Fungsional ... 62

3.7.1 Diagram Konteks ... 62

3.7.2Data Flow Diagram(DFD) ... 63

3.8 Spesifikasi Proses ... 73

3.8.1Kamus Data ... 87

3.9 Perancangan Basis Data ... 91

3.9.1 Skema Relasi ... 91

3.9.2 Perancangan Struktur Tabel ... 92

3.10 Perancangan Struktur Menu ... 97

3.10.1Perancangan Struktur Menu Pemilik ... 97

3.11 Perancangan Antarmuka ... 98

3.11.1Perancangan Antarmuka Pemilik ... 98

3.11.2 Perancangan Antarmuka Pesan ... 112

3.12 Jaringan Semantik ... 113

3.13 Perancangan Prosedural ... 114

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 120

4.1 Implementa siSistem ... 120

4.1.1 Perangkat keras yang digunakan ... 120

(13)

ix

4.4.2Rencana Pengujian ... 127

4.4.3Pengujian Alpha ... 129

4.4.4Analisis Hasil Pengujian Alpha ... 181

4.4.5Pengujian Betha ... 182

4.4.6Analisis Hasil PengujianBeta ... 184

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ... 186

5.1Kesimpulan ... 186

5.2Saran ... 187

(14)

1

Home Industri Agung Suhanda telah berdiri sejak tahun 2009, yang begerak dibidang jasa pembuatan sandal grosir. Agung Suhanda masih melakukan pengolahan data secara manual, sehingga pencatatan data memerlukan banyak kertas dan membutuhkan waktu yang lama untuk mencari data dan memungkin data rusak atau hilang dan mengakibatkan pengelola kesulitan untuk mengontrol stok bahan baku yang berpengaruh pada keterlambatan proses produksi, sedangkan jumlah pesanan dari tahun ketahun semakin meninggkat.

Home Industri Agung Suhanda hanya melalukan proses produksi sesuai permintaan konsumen, jika ada pesanan dari konsumen maka Agung Suhanda akan melakukan proses produksi. Home Industrinya akan mengalami kesulitan dan hambatan dalam proses produksi jika terjadi kekurang stok bahan baku yang mengakibatkan kekecewaan konsumen atau pembeli dan dapat mengakibatkan kerugian bagi Agung Suhanda itu sendiri, sedangkan kelebihan stok bahan baku dapat mengakibatkan tidak efektifnya alokasi biaya produksi yang seharusnya dialokasikan ke kebutuhan produksi yang lain, sehingga persediaan bahan baku menjadi lebih optimal dan tidak terjadi penumpukan stok bahan baku yang dapat menyebabkan bertambahnya biaya produksi yang dapat menimbulkan kerugian di Home Industri.

(15)

dan kompleks, berkaitan dengan meningkatnya aktivitas produksi di Home Industri milik Agung Suhanda, maka diperlukan suatu sistem informasi dalam hal pengolahan data dan persedian stok bahan baku untuk meramalkan berapa banyak bahan baku yang diperlukan untuk memenuhi stok bahan baku.

Berdasarkan urain diatas, maka judul yang akan diambil dalam penelitian kali ini adalah Sistem Informasi Peramalan Penyediaan Stok Bahan Baku di Home Industri Agung Suhanda.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka identifikasi masalah dalam tugas akhir ini adalah:

1. Sistem yang sedang berjalan di Home Industri milik Agung Suhanda saat ini masih bersifat manual sehingga pencatatan data memerlukan banyak kertas. dan dalam proses pengolahan data memerlukan banyak waktu dan peluang terjadinya human error cukup besar di Agung Suhanda.

2. Belum tersedianya sistem peramalan yang efektif untuk menentukan berapa banyak stok bahan baku yang diperlukan dalam setiap proses produksi di Home Industri milik Agung Suhanda.

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud

(16)

1.3.2 Tujuan

Tujuannya adalah:

1. Efisiensi waktu dalam pengolahan data transaksi, data bahan baku dan pengecekan bahan baku yang lebih akurat.

2. Dapat memprediksi kebutuhan bahan baku untuk proses produksi di Home Industri Agung Suhanda selama kurun waktu satu tahun dengan menggunkan metode rata-rata bergerak sederhana.

1.4 Batasan Masalah

Karena luasnya masalah yang harus dibahas, maka penelitian ini membatasi materi yang akan dibahas, yaitu:

1. Data yang diolah terdiri dari: data pelanggan, data supplier, data bahan baku dan data warna bahan baku, data pemesanan,data pembelian bahan baku, data ukuran bahan baku , data produk, serta perhitungan peramalan.

2. Data bahan baku yang digunakan untuk proses peramalan adalah bahan baku spon, karena bahan baku utama dalam proses pembuatan sandal adalah spon. Bahan baku spon sangat penting untuk diramalkan karena pembelian stok bahan baku hanya dilakukan di satu supplier saja, jika bahan baku spon tidak tersedia maka harus menunggu beberapa hari untuk ketersedian bahan baku spon.

(17)

4. Data histori yang dipakai untuk perhitungan peramalan yakni dalam kurun waktu satu tahun untuk pemakaian bahan baku (spon) yaitu bulan Januari hingga bulan Desember Tahun 2011.

5. Metode peramalan yang digunakan yaitu menggunakan metode rata-rata bergerak sederhana, berdasarkan observasi langsung ke home industri ternyata pola data yang dimiliki oleh Agung Suhanda adalah pola data musiman tahunan maka dengan melihat pola data maka metode rata-rata bergerak sederhana yang baik untuk metode peramalan di Agung Suhanda.

6. Software yang akan digunakan dalam membangun sistem informasi ini menggunakan Borland Delphi 7.0 serta database aplikasi menggunakan MySQL Server dan sistem operasi yang akan digunakan adalah windows xp. 7. Metode analisis yang digunakan dalam pembangunan sistem ini berdasarkan

data terstruktur yaitu menggunakan Flowmap, Entity Relationalship Diagram (ERD), dan untuk menggambarkan diagram proses yang menggunakan Data Flow Diagram (DFD).

1.5 Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif analisis yaitu dengan cara mengumpulkan data, menganalisa data, membuat suatu pemecahan masalah dan kemudian disusun untuk ditarik kesimpulan mengenai masalah tersebut. Ada dua teknik dalam metodologi penelitian yaitu teknik pengumpulan data dan teknik pengembangan sistem.

1. Tahap pengumpulan data

(18)

Pada tahap ini penulis melakukan observasi langsung untuk mengklarifikasi data-data yang diperoleh untuk kemajuan dalam pembuatan tugas akhir.

b. Wawancara

Pada tahap ini penulis melakukan analisis di Home Industri pembuatan sandal grosir melakukan wawancara sesuai dengan batasan masalah yang ada serta melakukan pengamatan. Pengamatan dilakukan untuk memperoleh informasi berupa data-data terkait.

c. Studi Literatur

Studi literatur (library research) adalah mengumpulkan data melalui buku-buku, situs internet, dan catatan kuliah untuk membantu dalam pembangunan sistem.

2. Tahap Pembangunan perangkat lunak

(19)

Gambar 1.I PureWaterfall [Steven McConnell]

a. Software Concept

Merupakan tahap konsepsi dalam proyek pembuatan perangkat lunak. b. Requirements Analysis

Merupakan tahap menganalisis masalah yang ada, data-data yang terlibat, sistem yang sudah berjalan (dalam hal ini sistem lama), solusi sampai ke tahap menganalisis kebutuhan non fungsional dan fungsional dalam perancangan dan pembangunan perangkat lunak.

c. Architectural Design

(20)

antarmuka (interface) sampai pesan dan terbentuk jaringan semantik sebagai penunjuk keterhubungan antar tampilan.

d. Detailed Design

Tahap penerjemahan dari data yang dianalisis kedalam bentuk yang mudah dimengerti oleh user.

e. Coding and Debugging

Tahap penerjemahan data atau pemecahan masalah yang telah dirancang keadalam bahasa pemrograman tertentu.

f. System Testing

Merupakan tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang dibangun. Dimana pengujian dilakukan dua kali yaitu pertama dilakukan oleh pembangun perangkat lunak dan pengujian oleh pengguna. Dalam tahap ini, pembangun perangkat lunak harus memastikan bahwa kerangka atau skenario pengujian software dibuat dengan lengkap meliputi semua proses, kebutuhan dan pengendalian yang ada di dalam dokumen analisa kebutuhan dan desain sistem.

1.6 Sistematika Penulisan

(21)

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini akan membahas mengenai latar belakang masalah, perumusan masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metodologi penelitian yang digunakan, serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini membahas tentang tinjauan umum perusahaan dan teori-teori yang melandasi dari pembangunan sistem.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini membahas analisis kebutuhan sistem dan pengguna, diantaranya yaitu analisis masalah, analisis prosedur yang sedang berjalan, analisis basis data, analisis kebutuhan fungsional, dan perancangan sistem yang dimulai dari perancangan data, perancangan menu, dan perancangan antar muka program (interface).

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Bab ini berisi tentang implementasi dan pengujian sistem yang telah dikerjakan, yang terdiri dari menerapkan rencana implementasi, melakukan kegiatan implementasi, dan tindak lanjut implementasi. Selain itu juga berisi pengujian program yang dikerjakan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(22)

9

Tinjauan umum perusahaan merupakan pembahasan mengenai sejarah, struktur organisasi, serta deskripsi jabatan pada perusahaan yang akan menjadi tempat dibangunnya sistem ini.

2.1.1 Sejarah Agung Suhanda

Home Industri Agung Suhanda didirikan sekitar tahun 2009. Home Industri ini dikelolah oleh Bapak Agung Suhanda selaku pemilik. Sejak didirikan, Home Industri Agung Suhanda beralamat di JL.Babakan ciparay gang hasan ali No II, Bandung.

Home Industri Agung Suhanda bergerak dalam bidang jasa pembuatan sandal grosir. Home industri agung suhanda masih terbilang home industri yang cukup kecil, karyawan yang ada saat ini masih sangat minimal sekali. Walaupun begitu penghasil home industri agung suhanda cukup besar. Hingga saat ini permintaan pemesanana sandal semakin meningkat. Pendistribusian barang juga semakin meluas hingga ke luar pulau jawa yaitu Bali dan Kalimantan Barat.

2.1.2 Logo Agung Suhanda

(23)

Gambar II.1 Logo Agung Suhanda

2.1.3 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktifitas dan fungsi dibatasi.

Pemilik

Bag. Produksi

Gambar II.2 Struktur Organisasi Home Industri Agung Suhanda

(24)

1. Pemilik toko

a. Sebagai pengambil keputusan

b. Bertanggung jawab penuh atas keuangan

c. Bertanggung jawab penuh atas pencatatan semua pemesanan yang dilalukan pelanggan

d. Bertanggung jawab penuh atas pembelian bahan baku ke supplier 2. Bagian produksi

a. Proses produksi pemesanan pelanggan yang akan di buat, baik dalam proses pemotongan, pengepresan, pengeleman, pasang jepi dan penyablonan maupun proses packing produk yang dipesan.

2.1.4 Badan Hukum Instansi

Agung Suhanda merupakan badan usaha dalam bidang industri yang dikelola secara sendiri/perorangan. Sumber modal Sandal Agung Suhanda berasal dari pemilik tunggal Agung Suhanda. Tanggung Jawab dan resiko yang ada berada pada pemilik, keuntungan dari usaha pun akan menjadi hak tunggal dari pemilik.

2.1.5 Landasan Teori

2.1.6 Sistem Informasi

(25)

20 subsistem-subsistem sedemikian rupa, sehingga dicapai suatu kesatuan yang terpadu atau terintegrasi (integrated).[3]

2.1.6.1Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary), lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input), keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran (objectives) atau tujuan (goal).[3]

1. Komponen sistem

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang salaing berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.

2. Batas Sistem

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi anatara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem

(26)

dijaga dan dipelihara. Sedangkan lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, jika tidak maka akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem

Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung.

5. Masukan Sistem

Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem

Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolah Sistem

(27)

Sasaran dari sistem sangat menentukan masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

2.1.6.2 Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut ini.[3]

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tidak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas. 4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem

(28)

berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

2.1.7 Konsep Dasar Informasi

Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengambilan keputusan.[3]

Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dari kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata (fact) adalah berupa suatu objek nyata seperti tempat, benda, dan orang yang betul-betul ada dan terjadi.

2.1.7.1 Siklus Informasi

(29)

Gambar II.3 Siklus Informasi

2.1.8 Konsep Dasar Sistem Informasi

Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem di dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, member sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan yang cerdik.[3]

2.1.8.1Komponen Sistem Informasi

(30)

2.2 Manajemen Persediaan

2.2.1 Pengertian Persediaan

Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk proses produksi atau perakitan , untuk dijual kembali, dan untuk suku cadang dari suatu peralatan atau mesin. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses dan barang jadi.

Sistem pengendalian persediaan dapat didefinisikan sebagai serangkaian kebijakan pengendalian untuk menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan pesanan untuk menambah persediaan harus dilakukan dan berapa bessar pesanan harus diadakan. Sistem ini menentukan dan menjamin tersedianya persediaan yang tepat dalam kuantitas dan waktu yang tepat.

2.2.2 Konsep Dasar Peramalan

2.2.2.1Pengertian Peramalan

Peramalan berasal dari kata ramalan yang artinya adalah suatu situasi atau kondisi yang diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang. Sedangkan peramalan adalah bentuk kegiatannya. Ramalan tersebut dapat didasarkan atas bermacam-macam cara yaitu metode pemulsan eksponensial atau rata bergerak, metode box Jenkins dan metode regresi. Semua itu dikenal dengan metode peramalan.

(31)

Disamping itu metode peramalan memberikan urutan pengerjaan dan pemecahan atas pendekatan suatu masalah dalam peramalan, sehingga bila digunakan pendekatan yang sama dalam suatu permasalahan dalam suatu kegiatan peramalan, akan dapat dasar pemikiran dan pemecahan yang sama.

Baik tidaknya suatu permasalahan yang disusun selain ditentukann oleh metode yang digunakan, juga ditentukan oleh baik tidaknya informasi yan digunakan. Selama informasi yang digunkan tidak dapat menyakinkan untuk mendapatkan hasil yang bagus, hasil peramalan yang disusun juaga akan sukar dipercaya ketepatanya.[2]

2.2.2.2Kebutuhan Dan Kegunaan Peramalan

Sering terdapat waktu senjang (time lag) antara kesadaran akan peristiwa atau kebutuhan mendatang dengan peristiwa itu sendiri. Adanya waktu tenggang (lead time) ini merupakan alasan utama bagi perencanaan dan peramalan. Jika waktu tenggang itu nol atau sangat kecil, maka perencaaan tidak diperlukan. Jika waktu tenggang ini panjang dan hasil peristiwa akhir bergantung pada faktoe-faktor yang dapat diketahui, maka perencanaan dapat memegang peranan penting. Dalam situasi seperti itu peramalan diperlukan untuk menetapkan kapan suatu peristiwa akan terjadi atau timbul, sehingga tindakan yang tepat dapat dilakukan. Peramalan merupakan bagian integral dari kegiatan pengambilan keputusan manajemen. Organisasi selalu menentukan saran dan tujuan.[2]

(32)

ramalan tingkat permintaan untuk produk, bahan, tenaga kerja, financial atau jasa pelayanan.

2. Penyediaan sumber daya tambahan. Waktu tenggang untuk memperoleh bahan baku, menerima pekerja baru, atau membeli mesin dan peramalan diperlukan untuk menentukan kebutuhan sumber daya dimasa mendatang. 3. Penentuan sumber daya yang diinginkan. Setiap organisasi harus

menentukan sumber daya yang ingin dimiliki dalam jangka panjang. Keputusan semacam itu tergantung pada kesempatan pasar, faktor-faktor lingkungan, dan pengembangan internal dari sumber daya financial, manusia, produk dan teknologi. Semua penentuan ini memerlukan ramalan yang baik dan manajer yang dapat menafsirkn pendugaan serta membuat keputusan yang tepat.

Walaupun terdapat banyak bidang lain yang memerlukan peramalan, namun tiga kelompok diatas merupakan bentuk khas dari keperluan peramalan jangkan pendek, menengah, dan panjang.

Dari uraian yang sudah dijelaskan, dapat dikatakan metode peramalan sangat berguna karena akan sangat membantu dalam mengadakan analisis terhadap data dari masa lalu, sehingga memberikan cara pemikiran, pengerjaan yang teraturan dan terarah, peracanaan yang sistematis serta memberikan ketepatan hasil peramalan yang dibuat disusun.

(33)

waktu dimasa akan datang.peramalan merupakan alat pendukung dalam pengambilan keputusan.

Peramalan dikelompokan atas beberapa bagian antara lain : 1. Menurut sifat penyusunannya

a. Peramalan subjektif, yaitu peramalan yang didasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya. Pandangan orang yang menyusunnya sangat menentukan baik tidaknya hasil peramalamntersebut. b. Peramalan objektif, yaitu peramalan yang didasarkan atas data masa lalu

yang relevan dengan menggunakan teknik-teknik dan metode-metode dalam penganalisaanya.

2. Menurut horizon waktu

a. Peramalan jangka pendek, yaitu peramalan yang dilakukan untuk penyusunan hasil ramalan jangka waktunya satu tahun atau kurang.

b. Peramalan jangka menengah, yaitu peramalan yang dilakukan untuk penyususnan hasil ramalan yang jangka waktunya satu hingga lima tahun kedepan.

c. Peramalan jangka panjang, yaitu peramalan yang dilakukan untuk penyusunan hasil ramalan yang jangka waktunya lebih dari lima tahun.

2.2.2.3Metode peramalan kualitatif

(34)

Metode peramalan kualitatif terdiri atas beberapa teknik, antara lain: a. Juri ofini eksekutif

Metode ini merupakan metode peramalan yang paling sederhana dan paling banyak digunakan. Metode ini mendasarkan pada pendapat dari sekelompok kecil eksekutif tingkat atas, misalnya mnajer dari bagian pemasaran, produksi, dan keuangan yang secara bersama-sama mendiskusikan dan memutuskan ramalan suatu variable pada periode akan datang.

b. Metode Delphi

Metode ini menggunakan serangkain kuesioner yang disebarkan kepada responden. Jawaban responden diringkas dan diserahkan kepada panel ahli untuk dibuat perkiraannya.

2.2.2.4Metode peramalan kuantitatif

(35)

a. Adanya informasi tentang masa lalu.

b. Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data.

c. Informasi tersebut dapat diasumsikan bahwa aspek pola masa lalu akan terus berlanjut dimasa yang akan datang.

kondisi yang terakhir ini dibuat sebagai asumsi yang berkesinambungan (Asumption of Continuity), asumsi ini merupakan modal yang mendasari semua metode peramalan kuantitatif dan banyak metode peramalan teknologis, terlepas dari bagaimana canggihnya metode tersebut. Metode-metode peramalan dengan deret waktu, yaitu:

1. Metode pemulusan Eksponensial dan rata-rata bergerak, sering digunakan untuk ramalan jangka pendek dan jarang dipaka untuk peramalan jangka panjang.

2. Metode Regresi, metode ini biasa digunakan untuk ramalan menengah dan panjang.

3. Metode Bo Jenkins, metode ini jarang dipakai tetapi baik untuk jankan pendek, jangaka menegah dan panjang.

2.2.2.5POLA DATA PERAMALAN

Langkah penting dalam memilih suatu metode deret berkala yang tepat adalah dengan mempertimbangkan jenis pola data, sehingga metode yang paling tepat dengan pola tersebut dapat diuji. Pola data dapat dibedakan menjadi empat:[4] 1. Pola Horisontal (H) terjadi bilamana nilai data berfluktuasi sekitar nilai

(36)

Gambar II.4 Pola Horisontal

2. Pola Musiman

Pola musiman terjadi bilamana suatu deret dipengaruhi oleh faktor musiman (misalnya kuartal tahun tertentu, bulanan data hari-hari pada minggu tertentu). Dapat dilihat pada gambar 2.5

(37)

Pola siklis terjadi bilamana datanya diperngaruhi oeleh fluktuasi ekomoni jangka panjang seperti yang berhubungan dengan siklus bisnis. Dapat dilihat pada gambar 2.6

Gambar II.6 Pola dat siklis d. Pola trend

Pola trend terjadi bilamana terdapat kenaikan atau penurunan sekuler jangka panjang dalam data. Dapat dilihat pada gambar 2.7.

(38)

2.2.3 Metode Pemulusan (smoothing)

Metode Pemulusan (smoothing) adalah metode peramalan dengan mengadakan penghalusan atau pemulusan terhadap data masa lalu yaitu dengan mengambil ratarata dari nilai beberapa tahun untuk menaksir nilai pada tahun yang akan datang.

Secara umum metode pemulusan ( smoothing ) dapat digolongkan menjadi beberapa bagian :

1. Metode Perataan (Average)

a. Nilai Tengah (Mean)

b. Rata-Rata Bergerak Tunggal (Single Moving Averages) c. Rata-Rata Bergerak Ganda (Double Moving Averages) d. Kombinasi Rata-Rata Bergerak Lainya

2. Metode Pemulusan (Smooting) Eksponensial

Bentuk umum dari Metode Pemulusan adalah: Ft+1 = αpXt + (1- αp)F1

Keterangan :

Ft+1 = Ramalan satu periode kedepan

X1 = Data aktal pada periode ke t

F1 = Ramalan pada periode ke t

αp = Parameter pemulusan

bentuk tersebut diperluas, akan berubah menjadi:

(39)

Metode Smoothing Ekponensial merupakan sekelompok metode yang menujukan pembobotan menurun secara eksponensial terhadapa nilai observasi yang lebih tua ata dengan kata lain observasi yang baru.diberikan yang relative besar dengan nilai observasi yang lebih tua.

Metode ini terdiri atas:

a. Pemulusan Eksponensial Tunggal 1. Satu parameter

2. Pendekatan Adaptif

Pendekatan ini memiliki kelebihan yang nyata dalam hal nilai α yang dapat

berubah secara terkendali, dengan adanya perubahan dalam pola datanya. a. Pemulusan Eksponensial Ganda

1. Metode Linear Satu-Parameter dari Brown S't = α Xt + (1- α) S't-1

S"t = α S't + (1- α) S"t-1

at = S't + (S' t - S' t ) = 2 S' t - S' t

bt= α S' t - S' t )

Ft+m = at + bt m

Dimana :

S't = niali pemulusan Eksponensial Tunggal (Single Eksponensial Smoothing Value)

S"t = nilai Pemulusan Eksponensial Ganda (Double Eksponensial Smoothing Value)

(40)

a t , b t = konstanta pemulusan

Ft+m = hasil peramalan untuk m periode ke depan yang akan diramalkan 2. Metode Dua Parameter dari Holt

Metode ini digunakan untuk peramalan data yang bersifat trend. S t = α Xt + (1-α ) (S t−1 + b t−1 )

b t = γ (S t - S t−1 ) + (1 - γ ) b t−1

F t+m = S t + b t m

a. Pemulusan Eksponensial Triple

1. Pemulusan Kwadratik Satu Parameter Dari Brown

Dapat digunakan untuk meramalkan data dengan suatu pola trend dasar, bentuk pemulusan yang lebih tinggi dapat digunakan bila dasar pola datanya adalah kuadratik, kubik atau orde yang lebih tinggi.

2. Metode kecendrungan dan Musiman Tiga Parameter dari Winter

Metode ini merupakan salah satu dari beberapa metode pemulusan eksponential yang dapat menangani musiman.

Ketepatan ramalan beberapa criteria yang digunkan untuk menguji antara lain yaitu[2]:

a) Mean Absolute Error

Mean Absolute Error adalah rata-rata absolute dari kesalahan meramal, tanpa menghiraukan tanda positif maupun negatif.

MAE =

b) Mean Squared Error

(41)

Metode ini mudah menghitungnya dan sederhana, tetapi mempunyai kelemahan-kelemahan antara lain :

1. Perlu data histories yang cukup,

2. Data tiap periode diberi weight (bobot) sama

3. Kalau fluktuasi data tidak random, tidak menghasilkan forecasting yang baik.

c) MAPE (Mean Absolute Percentage Error)

Mean Absolute Percentage Error merupakan nilai tengah kesalahan persentase absolute dari suatu peramalan.

d) MPE (Mean Percentage Error)

Mean Absolute Percentage Error merupakan nilai tengah kesalahan persentase absolute dari suatu peramalan.

e) Percentage Error (PE)

Percentage Error merupakan Kesalahan persentase dari suatu peramalan.

( )

Keterangan :

Xi = Data actual pada periode ke i

(42)

fi = nilai ramalan periode ke-i

2.2.4 Metode rata-rata sederhana

Metode rata-rata sederhana adalah mengambil rata-rata dari semua data.

Telah ditunjukan( seperti dilakukan dalam banyak buku statistic) bahwa rata-rata adalah penaksir yang tak bias. Jika rata-rata tersebut dipakai sebagai alat peramlan, penggunaan yang optimal memerlukan suatu pengetahuan tentang kondisi yang menentukan kecocokannya. Untuk nilai rata-rata, kondisinya adlaah bahwa data harus stasioner, suatu istilah yang berarti bahwa proses yang membangkitkan data tersebut berada dalam kesetimbangan disekitar nilai yang konstan (nilai rata-rata yang mendasari) dan varians disekitar rata-rata tersebut tetap konatan selama waktu tertentu[2].

(43)

Tabel II.1 Rumus untuk menghitung rata-rata sebagai ramalan dalam metode rata-rata bergerak sederhana

Waktu Rata-rata bergerak Ramalan

(44)

N = Jumlah data aktual.

T = Periode data yang akan diambil rata-ratanya.

Xi = Nilai data actual period ke i, dimana i = 1,2,3, … N. Fi = Nilai ramalan period ke i, dimana i= 1,2,3, … N. ei = Nilai kesalahan ramalan ke i, dimana i = 1,2,3, … N. MSE = Nilai rata-rata kesalahn kuadrat.

2.3 Konsep Dasar Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan data yang saling berhubungan (punya relasi). Relasi biasanya ditunjukkan dengan kunci (key) dari tiap file yang ada. Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama bentuk yang merupakan satu kumpulan entitas yang seragam. Satu record terdiri dari field-field yang saling berhuungan dan menunjukkan dalam satu pengertian yang lengkap dalam satu record. [4]

Prinsip utama basis data adalah pengaturan data dengan tujuan utama fleksibilitas dan kecepatan dalam pengambilan data kembali. Adapun tujuan basis data diantaranya sebagai efisiensi yang meliputi speed, space, dan accurancy, menangani data dalam jumlah besar, kebersamaan pemakaian (sharebility), dan meniadakan duplikasi dan inkonsistensi data.

(45)

2.3.1 Konsep Dasar Sistem Basis Data

Sistem basis data merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan dan memungkinkan beberapa pemakai mengakses dan memanipulasinya.[4]

2.3.2 Komponen Sistem Basis Data

Sistem basis data terdapat komponen-komponen utama yaitu perangkat keras, (hardware), sistem operasi (operating system), basis data (database), program aplikasi (application program), Database Management System (DBMS), dan pemakai (user).[4]

1. Perangkat keras

Perangkat keras (hardware) yang biasanya terdapat dalam sebuah sistem basis data adalah komputer untuk sistem stand alone, sistem jaringan (network), memori sekunder yang online (harddisk), memori sekunder yang offline (disk), dan perangkat komunikasi untuk sistem jaringan.

2. Sistem operasi

Sistem operasi merupakan program yang mengaktifkan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dasar dalam komputer, pengelolaan file, dan lain-lain. Program pengelola basis data akan aktif (running) jika sistem operasi yang dikehendaki sesuai. 3. Basis Data

(46)

dapat memiliki sejumlah objek basis data (seperti tabel, indeks, dan lain-lain). Selain berisi atau menyimpan data, setiap basis data juga mengandung/ meyimpan definisi struktur.

4. Database Management System (DBMS)

Database Management System (DBMS) merupakan kumpulan program aplikasi yang digunakan untuk membuat dan mengelola basis data. DBMS berisi suatu koleksi data dan satu set program untuk mengakses data. DBMS merupakan perangkat lunak (software) yang menetukan bagaimana tersebut diorganisasi, disimpan, diubah, dan diambil kembali. Perangkat lunak ini juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data bersama, dan konsistensi data. 5. Pemakai (Users)

Users atau pemakai adalah beberapa jenis atau tipe pemakai pada sistem basis data, berdasarkan cara mereka berinteraksi pada basis data, diantaranya program aplikasi, pemakai mahir, pemakai umum, dan pemakai khusus.

2.3.3 Entity Relationship Diagram

(47)

ERD terbagi atas tiga komponen, yaitu entitas (entity), atribut (atribute), dan relasi atau hubungan (relation). Secara garis besar entitas merupakan dasar yang terlibat dala sistem. Atribut atau field berperan sebagai penjelas dari entitas, dan relasi atau hubungan menunjukkan hubungan yang terjadi antara dua entitas. 1. Entitas (Entity)

Entitas (entity) menunjukkan objek-objek dasar yang terkait di dalam sistem. Objek dasar dapat berupa orang, benda atau hal lain yang keterangannya perlu disimpan dalam basis data.

2. Atribut (Atribute)

Atribut sering juga disebut sebagai properti (property) merupakan keterangan-keterangan yang terkait pada sebuah entitas yang perlu disimpan sebagai basis data. Atribut berfungsi sebagai penjelas sebuah entitas.

3. Relasi (Relation)

Relasi atau hubungan adalah kejadian atau transaksi yang terjadi di antara dua entitas yang keterangannya perlu disimpan dalam basis data.

2.3.4 Derajat Relasi (Kardinalitas)

Kardinalitas relasi menunjukkan maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas (misalkan A dan B) dapat berupa satu ke satu (one to one), satu ke banyak (one to many), banyak ke satu (many to one), dan banyak ke banyak (many to many).[4]

(48)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas himpunan entitas A.

2. Satu ke Banyak (One to Many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himbungan entitas B, tetapi tidak sebaliknya di mana setiap entitas pada himpunan entitas berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.

3. Banyak ke Satu (Many to One)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan b, tetapi tidak sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.

4. Banyak ke Banyak (Many to Many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya, di mana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A.

2.3.5 Flowmap

(49)

dan menolong dalam menganalisis alternatif pengoperasian. Biasanya flowmap mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.

2.3.6 Diagram Konteks

Diagram konteks merupakan alat pemodelan atau suatu diagram yang menggambarkan sistem berbasis komputer yang dirancang secara global dan merupakan suatu diagram alir data tingkat atas, dimana di dalam diagram konteks ini menggambarkan seluruh jaringan, baik masukan maupun sebuah keluaran sebuah sistem.

2.3.7 DFD

DFD merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada alur data dengan konsep dekomposisi yang dapat digunakan untuk penggambaran analisis maupun rancangan sistem yang mudah dikomunikasikan kepada pemakai maupun pembuat program.

a. Arus Data (Data Flow)

Arus data ini menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem.

b. Proses

Proses adalah kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

(50)

Kesatuan luar merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lain yang akan memberikan masukan (input) atau menerima keluaran (output) dari sistem.

d. File

Kumpulan data yang disimpan dengan cara tertentu. Data yang mengalir disimpan dalam file. Aliran data di-update atau ditambahkan ke dalam file.

2.3.8 Kamus Data (DataDictionary)

Kamus data atau data directory adalah katalog fakta tentang data dan

kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi”.

Dengan menggunakan kamus data, analisis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Pada tahap perancangan sistem, kamus data dapat digunakan untuk merancang input, output, dan merancang database program. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada.

2.3.9 Perangkat Lunak Pendukung

Perangkat lunak yang mendukung dalam menyajikan suatu sistem koperasi ini adalah Borland Delphi 7.0 dan SQL Server.

2.3.9.1Borland Delphi 7.0

(51)

saat ini telah mampu digunakan untuk mengembangkan aplikasi untuk Linux dan Microsoft .NET framework . Dengan menggunakan Free Pascal yang merupakan proyek open source, bahasa ini dapat pula digunakan untuk membuat program yang berjalan di sistem operasi Mac OS X dan Windows CE.

Umumnya delphi lebih banyak digunakan untuk pengembangan aplikasi desktop dan enterprise berbasis database, tapi sebagai perangkat pengembangan yang bersifat general-purpose ia juga mampu dan digunakan dalam berbagai jenis proyek pengembangan software.[1]

Produk delphi telah didistribusikan dalam beberapa rancangan: Personal, Professional, Enterprise (sebelumnya Client/Server) dan Architect.

2.3.9.2 Keuntungan Menggunakan Borland Delphi

Borland Delphi membawa keuntungan-keuntungan berikut:

1. Dapat mengkompilasi menjadi single executable, memudahkan distribusi dan meminimalisir masalah yang terkait dengan versioning.

2. Banyaknya dukungan dari pihak ketiga terhadap VCL (biasanya tersedia berikut source codenya) ataupun tools pendukung lainnya (dokumentasi, tool debugging).

3. Optimasi kompiler yang cukup cepat.

4. Mendukung multiple platform dari source code yang sama.

2.3.9.3 Kerugian Dari Borland Delphi

(52)

1. Partial single vendor lock-in (Borland dapat menetapkan standar bahasa, kompatibilitas yang harus mengikutinya).

2. Terbatasnya kamampuan portabilitas antar-platform OS (sebelum ada kylix). 3. Akses pada platform dan library pihak ketiga membutuhkan file-file header

yang diterjemahkan ke dalam bahasa pascal.

Dokumentasi atas platform dan teknik-teknik yang menyertainya sulit ditemukan dalam bahasa pascal (contoh akses COM dan Win32)

2.3.9.4SQL server

MySQL adalah sebuah aplikasi Relational Database Management Server

(RDBMS) bersifat open source yang memungkinkan data diakses dengan cepat oleh

banyak pemakai secara bersamaan dan juga memungkinkan pembatasan akses

pemakai berdasarkan privilege (hak akses) yang diberikan. MySQL menggunakan

bahasa SQL (structured query language) yang merupakan bahasa standar

pemograman database. [4]. Menentukan bahasa mana yang terbaik untuk aplikasi

database akan bersifat sangat subyektif. Namun, biasanya dukungan akan bahasa SQL (structure query language), kriteria kecepatan, pemakaian memori, mudah tidaknya program, dan daya tampung data menjadi kriteria utama.

(53)

1. Dukungan penuh terhadap komputasi dimana pada komputasi jaringan mungkin dijumpai permasalahan konkurensi, yaitu kekonsistenan data saat terjadi akses oleh banyak pengguna. Komputasi jaringan yang juga didukung adalah multi tier architecture.

2. Dukungan penuh terhadap SQL. SQL Server mendukung juga perintah-perintah bertipe DCL (Data Control Language) yang penting berfungsi sedemikian sehingga suatu data tidak dapat diakses oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

3. Dukungan penuh terhadap arsitektur client-server, SQL Server mendukung penuh arsitektur ini sehingga dapat digunakan sebagai basis data untuk aplikasi-aplikasi yang sangat besar.

(54)

41

BAB III

ANALISIS DAN PERANCANGAN

3.1 Analisis Sistem

Analisis masalah adalah analisi yang dilakukan mengenai procedure-prosedure atau cara kerja dari setiap data yang dibutuhkan dan dihasilkan dari sistem penjualan yang ada di home industri agung suhanda. Dari setiap proses analisis tersebut menghasilkan data dan informasi yang harus diolah sehingga dapat menghasilkan keluaran baru sesuai dengan kebutuhan dari setiap fungsinya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Home Industri Agung Suhanda dan

melakukan wawancara dengan pemilik Home Industri di dapatkan beberapa kendala yang di hadapi, yaitu

1. Sistem yang sedang berjalan di Home Industri milik Agung Suhanda saat ini masih bersifat manual sehingga pencatatan data memerlukan banyak kertas. dan dalam proses pengolahan data memerlukan banyak waktu dan peluang terjadinya human error cukup besar di Agung Suhanda.

2. Belum tersedianya sistem peramalan yang efektif untuk menentukan berapa banyak stok bahan baku yang diperlukan dalam setiap proses produksi di Home Industri milik Agung Suhanda.

3.1.1Analisis sistem yang sedang berjalan

(55)

hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga diperlukan perbaikannya.

3.1.2 Analisis procedure yang sedang berjalan

Prosedur yang sedang berjalan diperusahaan terdapat 3 prosedur diantaranya: prosedur pemesaanan bahan baku, prosedur pembelian produk dan prosedur pengiriman dan pelunasan.

3.1.3 Procedure Pemesanan Barang Produksi

Prosedur pemesanan barang produksi adalah proses dimana konsumen akan memelakukan pemesanan barang. Proses pemesanan tersebut diantaranya: 1. Pelanggan memesan barang ke pemilik home industri agung suhanda 2. Pelanggan memesan barang sesuai desain yang mereka dinginkan.

3. Dari pemesanan pelanggan lalu pemilik Home Industri akan menganalisa pemesanan tersebut kemudian mengambil keputusan apakah pemesana tersebut akan diterima atau ditolak. Pemesanan dilakukan secara langsung bertemu pemilik maupun lewat telepon, namun Home Industri akan menerima pemesanan lewat telepon jika pemilik telah kenal baik dengan pelanggan tersebut.

(56)

maka nota pemesanan barang akan diserahkan saat barang yang telah dipesan didistribusikan ke pelanggan.

(57)

7.

Daftar barang yang dipesan

Daftar barang yang dipesan

Menganalisa pemesanan

Daftar barang yang dipesan telah

sesuai

Pembuatan nota pemesanan

2

Pelanggan Pemilik

Proses Pemesan Produksi

A1 1

Nota pemesanan dan DP Apakah sesuai?

tidak ya

Daftar barang yang dipesan tidak

sesuai Daftar barang

yang dipesan

1 Nota pemesanan

dan DP

Mengembalikan daftar barang yang dipesan

Gambar III.1 Prosedure pemesanan produk

keterangan :

(58)

3.1.4 Prosedur Pembelian Bahan Baku

Prosedur pembelian bahan baku adalah proses pemesanan dari Home Industri ke supplier bahan baku. Adapun proses pemesanannya adalah sebagai berikut: Proses pembelian bahan baku

1. Home Industri Agung Suhanda menganalisa seberapa banyak bahan baku yang dibutuhkan untuk dapat memproduksi pesanan pelanggan. Analisa kebutuhan bahan baku tersebut mengacu pada stok bahan baku yang ada. Bila bahan baku mencukupi maka akan diteruskan ke tahapan produksi barang. Namun bila pembelanjaan bahan baku diperlukan maka pemilik atau asisten akan membuatkan daftar bahan baku yang harus dibeli.

2. Pembelian bahan baku dilakukan secara langsung ke toko supplier bahan baku. Pembelajaan dilakukan oleh asisten maupun pemilik Home industri sendiri.

3. Jika pihak Home Industri telah datang langsung ke toko supplier bahan baku maka daftar bahan baku yang telah dibuat selanjutnya diserahkan ke pihak supplier bahan baku untuk langsung ditindak lanjuti.

4. Supplier akan menyediakan bahan baku sesuai daftar kebutuhan kemudian membuatkan nota pembelian bahan baku tersebut dan diserahkan ke asisten maupun pemilik.

(59)

6. Setelah itu barulah asisten maupun pemilik membayar bahan baku yang telah dibeli tersebut.

(60)

Pemilik Supplier Daftar Stok Bahan

baku yang di beli

Pengecekan

Prosedur pembelian bahan baku

A2 Daftar stok yang

tersedia

Mengecek ketersedian bahan baku yang dipesan

Ya

ketersedian

Ya Tidak

Daftra stok bahan baku yang dibeli ketersedian tidak

Daftar stok bahan baku yang di beli Daftar stok

tersedia ya

Apakah jenis bahan baku

spon

Pengecekan ketersedian bahan baku

spon Pengecekan

ketersedian bahan baku selain spon Tidak

1 Nota pemesanan Daftra stok bahan

baku yang dibeli A1

Mencatat daftar bahan

baku yang akan di beli

Mengembalikan daftar bahan baku yang dibeli

Gambar III.2 prosedure pembelian bahan baku

Keterangan :

A1: Nota Pembayaran

(61)

3.1.5Proses Produksi dan Pengiriman Barang

Prosedur produksi dan pengiriman barang adalah proses dimana pemilik home indutri akan memelakukan produksi dan pengiriman. Proses produksi dan pengiriman tersebut diantaranya:

1. Setelah bahan baku dipersiapkan untuk proses produksi, selanjutnya bahan baku dan desain motif sandal yang diinginkan pelanggan diserahkan ke bagian produksi untuk dilakukan pembuatan sandal.

2. Bagian produksi melalukan proses pembuatan sandal.

3. Apabila proses pembuatan telah selesai maka bagian produksi mengecek hasil produksi.

4. Kemudian bagian produksi melaporkan bahwa proses produksi telah selesai kepada pemilik.

(62)

Daftra barang yang dipesan

Daftra barang yang dipesan

Proses produksi

Daftar barang yang telah selesai

Daftar barang yang telah selesai

dan sesuai

Proses pengiriman

Daftar barang yang telah dikirin

Daftar barang yang telah dikirim

Pemilik Produksi Pelanggan

Proses Produksi dan Pengiriman

Mengecek hasil produksi

sesuia ya

tidak

Daftar barang yang telah selesai

dan sesuai

Daftar barang yang telah sesai

tidak sesuai

A3

Mencatat daftar barang

yang telah selesai

Gambar III.3 Prosedure produksi dan pengirimanan

Keterangan:

(63)

3.2Aturan Bisnis

Proses bisnis adalah suatu kumpulan pekerjaan yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, masukan, serta keluaran yang jelas. Proses bisnis yang terdapat DI Home Industri Agung Suhanda adalam mengelola data Bahan Baku dalam hal ini yaitu

1. Pembelian bahan baku pembelian bahan baku di lakukan setelah adanya pemesanan. Bahan baku di peroleh dari supplier, bahan baku spon hanya dapat dibeli hanya di satu supplier saja sedangkan untuk bahan baku di luar spon dapat di beli di berbagai supplier lain sesuai kebutuhan.

2. Jika bahan baku spon yang dibutuhkan tidak tersedia di supplier tersebut maka pemilik harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan informasi dari supplier mengenai ketersedian bahan baku. jika bahan baku spon yang dibutuhkan telah tersedia maka supplier akan mengkonfirmasi kepada pemilik bahwa barang telah tersedia.

3. Pemesanan bahan baku dilakukan setelah proses pengecekan bahan baku di gudang, jika tidak memcukupin maka pemiliki memesan bahan baku yang di butuhkan kepada supplier.

(64)

5. Pemilik melakukan konfirmasi kepada pelanggan apakah desain sudah sesuai dengan ke inginan, selanjutnya pemilik akan memberitahukan kepada pelanggan rentang waktu penyelesain produk.

6. Waktu penyelesain produk kurang lebih selama 2 minggu dari proses pemesanan. Jangka waktu yang diberikan berdasarkan banyaknya pemesanan atau ketersedian bahan baku.tidak ada batas maksimun pemesanan, apabila pemesanan lebih banyak dari biasanya jangka waktu penyelesaian akan lebih dari 2 minggu sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

7. Setelah pemilik memberikan konfirmasi bahwa produk yang diminta pelanggan dapat di selesaikan maka pelanggan harus membayar uang muka sebesar 50% dari harga total. Pembayaran dilakukan melalui rekening bank. 8. Setelah bahan baku tersedia maka akan dilakukan proses produksi oleh bagian

produksi, setelah proses produksi selesai maka pemilik akan mengkonfirmasi kepada pelanggan bahwa pemesanan telah selesai. Maka pemilik meminta sisa pembayaran yang harus di bayar pelanggan.

9. Setelah pembayaran lunas maka produk yang telah selesai diproduksi dikirim kepada pelanggan melalui jasa pengiriman barang.

3.3Analisis metode rata-rata bergerak sederhana

(65)

Home industri agung suhanda hanya melalukan proses produksi sesuai permintaan konsumen, jika ada pesanan dari konsumen maka agung suhanda akan melakukan proses produksi.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kendala dalam pengadaan stok bahan baku dan juga mengatasi kendala dalam mengelola data semakin banyak dan kompleks, berkaitan dengan meningkatnya aktivitas produksi di Home Industri milik Agung Suhanda, maka diperlukan suatu sistem informasi dalam hal pengolahan data dan persedian stok bahan baku untuk meramalkan berapa banyak bahan baku yang diperlukan untuk memenuhi stok bahan baku.

Metode Rata-rata sederhana akan digunakan sebagai alat bantu untuk meramalakan atau memprediksi jumlah pemesanan produk dalam satu periode. Didalam Metode Rata-rata sederhana nilai-nilai yang akan diramalkan yaitu pembelian bahan baku berdasarkan pemesanan produk pada satu tahun sebelumnya.

(66)

Tabel III.1 Data Pemesanan produk

No. Bulan Data Asli

1. Januari 2011 20

2. Februari 2011 6

3. Maret 2011 19

4. April 2011 22

5. Mei 2011 10

6. Juni 2011 19

7. Juli 2011 30

8. Agustus 2011 13

9. September 2011 11

10. Oktober 2011 15

11. Novemver 2011 20

12. Desember 2011 29

Plot data merupakan suatu langkah yang harus dilakukan untuk mengetahui model peramalan yang sesuai dengan karakteristik data, apakah berbentuk pola trend, horizontal, musiman atau siklis. Dengan plot data ini dapat dilihat bahwa yang cocok untuk melakukan peramalan rata-rata bergerak di home industri agung suhanda ini menggunakan pola dat musiman karena garfik penjualanya naik turun. Berikut ini

(67)

Gambar III.4 Plot data pemesanan

Dari rumus yang mengacu ke tabel 2.1 di bab 2. Data pemesanan produk pada tabel 3.1 dapat dilakukan perhitungan peramalan yaitu:

peramalan yaitu: a. Rumus peramalan Keterangan:

N = Jumlah data aktual.

T = Periode data yang akan diambil rata-ratanya.

Xi = Nilai data aktual period ke i, dimana i = 1,2,3, … N. Fi = Nilai ramalan period ke i, dimana i= 1,2,3, … N.

e

i = Nilai kesalahan ramalan ke i, dimana i = 1,2,3, … N. MSE = Nilai rata-rata kesalahn kuadrat.

Perhitungan peramalan bulan februari 2011

0 5 10 15 20 25 30 35

Pem

b

e

li

an

Bulan

(68)

Perhitungan peramalan bulan Maret 2011

= 13

Perhitungan peramalan bulan April 2011

= 15

Perhitungan peramalan bulan mei 2011

=16.75

Perhitungan peramalan bulan juni 2011

= 15.4

Perhitungan peramalan bulan juli 2011

= 16

Perhitungan peramalan bulan agustus 2011

= 18

Perhitungan peramalan bulan September 2011

(69)

= 17.37

Perhitunga peramalan bulan oktober 2011

= 16.666667

Perhitungan peramalan bulan November 2011

= 16.5

Perhitungan peramalan bulan desember 2011

= 16.818182

Perhitungan peramalan bulan januari 2012

= 17.833333

Nilai kesalahan kuadrat

Keterangan:

et = Xt- Ft (kesalahan pada periode ke t)

N = Banyaknya peroide waktu

(70)

ei= 6-20

= -14

ei2 = -14 * -14

= 196

Perhitungan total MSE (Mean Square Error)Nilai tengah kesalahan kuadrat N =12

= 69.50796336

Hasil perhitungan digambarkan pada tabel 3.3

Tabel III.2 Hasil Perhitungan peramalan pembelian

Bulan Data Asli Peramalan Galat Galat Kuadrat

Januari 20

Februari 6 20 -14 196

Maret 19 13 6 36

April 22 15 7 49

Mei 10 16.75 -6.75 45.5625

Juni 19 15.4 3.6 12.96

Juli 30 16 14 196

Agustus 13 18 -5 25

September 11 17.375 -6.375 40.640625

Oktober 15 16.666667 -1.66667 2.777777778

Novemver 20 16.5 3.5 12.25

Desember 29 16.818182 12.18182 148.3966942

17.833333

(71)

Dari table diatas maka dapat dilihat grafik perbandingan hasil peramalan dan data asli.

Gambar III.5 grafik perbandingan data asli dengan peramalan

3.4Analisis Kebutuhan Non Fungsional

Analisis kebutuhan non fungsional dilakukan untuk mengetahui spesifikasi kebutuhan untuk sistem. Spesifikasi kebutuhan melibatkan , analisis pengguna/user analisis perangkat keras/hardware, analisis perangkat lunak/software, analisis pengguna/user dan analisis jaringan.

3.4.1Analisis Pengguna

Analisa dan spesifikasi kebutuhan diperlukan agar kemampuan aplikasi yang dibangun menjadi jelas.Beberapa analisa dan kebutuhan yang berkaitan dengan sistem aplikasi ini yaitu analisa dan kebutuhan pengguna.

1. Bagian yang Terlibat di Sistem

0 5 10 15 20 25 30 35

B

ah

an

B

aku

Waktu ( bulan)

Grafik Penggunaan Spon Hitam 4 mili

(72)

Saat ini user yang ada hanyalah pemilik saja. Adapun karakteristik user yang ada sebagai berikut :

Tabel III.3 Karakteristik User

Pengguna Tanggung Jawab

Hak akses Tingkat Pendidikan

Tingkat Keterampilan

galaman Jenis

Pelatihan

Pemilik Memasukan data master, data data master, data

transaksi, peramalan dan laporan

Lulusan yang terdapat di database aplikasi

- -

2. Kebutuhan User

Adapun user yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sistem informasi home industri yaitu:

Tabel III.4 Kebutuhan User

Pengguna Tanggung

jawab

Pemilik Memasukkan data master, data

transaksi, peramalan dan laporan

Minimal SMA

Menguasai

variable-variable input data transaksi yang terdapat di database aplikasi

-

3.4.2Analisis Perangkat Keras

(73)

1. Perangkat Keras Yang Ada Sekarang

Saat ini Home Industri belum menggunakan komputer dalam proses pengolahan datanya sehingga tidak ada perangkat keras yang digunakan saat ini.

2. Perangkat Keras Minimal Yang Dibutuhkan

Spesifikasi hardware minimum yang mendukung sistem informasi ini dapat digunakan dengan baik, sebagai berikut :

1. Processor : CPU Minimum 1.0 GHZ 2. Memory : Minimum 512MB RAM

3. VGA : Dengan Kecepatan Minimum 32 MB 4. Hardisk : Minimal Kapasitas 40 GB

3.4.3 Analisis Perangkat Lunak

Analisis perangkat lunak bertujuan untuk mengetahui perangkat lunak yang akan digunakan baik dalam proses pembuatan sistem informasi maupun untuk menjalankan sistem informasi yang dibangun.

1. Perangkat Lunak Yang Ada Sekarang

Saat ini Home industri tidak menggunakan perangkat lunak apapun.

2. Perangkat Lunak Yang Dibutuhkan

(74)

3.5 Analisis Jaringan

wawancara dengan pemilik Home Industri, pemilik meminta sistem informasi yang dibuat dijalankan pada satu komputer saja. Sehingga sistem informasi yang dibuat ini bersifat stand alone atau berdiri sendiri. Karena dipandang dengan satu komputer sudah cukup untuk menangani semua transaksi, sehingga sampai saat ini belum dibutuhkan sistem informasi yang bersifat client server.

3.6Model Data

(75)

Pelanggan 1 melakukan NPemesanan

ID Bahan Baku

Detail Bahan baku

Pembelian memiliki Supplier N ID Bahan Baku

N

Jumlah bahan baku

Gambar III.6 Entity Relational Diagram

Atribut-atribut yang terlibat akan dijelaskan pada tabel 3.6

Tabel III.5 Detail Atribut Pada ERD

No Entitas Atribut

1. Pelanggan ID_Pelanggan, Nama, Alamat, Notelp 2. Supplier ID_Supplier, Nama, Alamat, No Tlp 3. Produk ID_Produk, harga satuan, Gambar

4. Bahan baku ID_BahanBaku, Nama

5. Pembelian ID_Pembelian, Tanggal, ID_Supplier

6. Pemesanan ID_pemesanan, Tanggal Pemesanan, Tanggal Pelunasan, Ongkos kirim

7. Warna ID_Warna, Warna

Gambar

Gambar II.7 Pola data trend
Tabel III.4 Kebutuhan User
gambar 3.20
Gambar III.21DFD Level 3 proses 4.2 laporan pemesanan produk
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengendalian persediaan pada Industri Agung Rejeki Furniture yang meliputi kuantitas pemesanan per pesan, kuantitas

Pengujian untuk pengolahan peramalan dengan data salah yang dilakukan kepala bagian produksi dapat terlihat pada Tabel 4.46. Tabel 4.46 Pengujian Peramalan Oleh Kepala

sistem pengelolaan stok bahan baku pada bisnis. kuliner yang berbasis web dan

PERAMALAN PENJUALAN GULA RAFINASI DALAM RANGKA PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU

Oleh karena itu dalam Proyek Akhir ini, dibuat suatu Sistem Informasi yang dapat mengelola data dalam Home Industri Sepatu Caroline yang sebelumnya masih dikelola secara

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan stok pengaman optimal pada bahan baku kemasan logam dengan menggunakan model MMFE berdasarkan metode peramalan

Kesimpulan dari penilitian ini adalah sistem peramalan dapat membantu untuk menentukan berapa stok mukena yang akan diambil untuk bulan selanjutnya dan dari hasil

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU UTAMA TAHU DENGAN MENGUNAKAN METODE PERIODIC REVIEW SYSTEM Studi Kasus Pada Home Industri Tahu Agus Ibnu Afqah Arrauf¹, Widya