Studi irradiasi sinar gamma pada tanaman iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Demikian juga pada dosis 40 gray dengan 50 gray menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, dan rerata persentase kalus hidup menurun setelah iradiasi.. Selain
plicata Blume, yang ditunjukkan dengan makin lama penyinaran makin rendah persentase biji yang mencapai fase 6 pada umur 8 mst. Namun demikian, irradiasi sinar-X
Namun jika diperhatikan data pada Tabel 2, bahwa setiap periode pengamatan pertumbuhan vegetatif (Gambar 1- 6) dapat dipilih alternatif perlakuan yang lebih baik, yang
(A) garis merah merupakan cara mengukur lebar kanopi dan panjang rachis tanaman suweg; (B) Panah berwarna merah pada anak daun adalah cara menghitung jumlah
(Saragih et al., 2020) perlakuan iradiasi sinar gamma dengan dosis yang tinggi menyebabkan perbedaan panjang sulur pada tanaman kara benguk.. Panjang Sulur dan Jumlah
Pertumbuhan yang lebih baik didapat dari bulbil berukuran besar dengan menghasilkan tinggi tanaman, garis tengah batang dan daun, serta .berbeda secara nyata daripada
(A) garis merah merupakan cara mengukur lebar kanopi dan panjang rachis tanaman suweg; (B) Panah berwarna merah pada anak daun adalah cara menghitung jumlah
Taraf dosis 10 Gy berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan krisan sehingga pada umur 6 MST persentase bunga pertama yang tumbuh mencapai 86,67% dengan menggunakan teknik iradiasi tunggal