• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi irradiasi sinar gamma pada tanaman iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Studi irradiasi sinar gamma pada tanaman iles-iles (Amorphophallus muelleri Blume)"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 8. Rataan Diameter Petiol Daun Tanaman Iles-iles (cm) pada Umur 12 MST dan 16 MST akibat Irradiasi Sinar Gamma
Tabel 10. Rataan Umur Tanaman saat Memasuki Fase Dorman
Gambar 3. Umbi Iles-iles pada berbagai waktu panen; Kontrol 18 MST (a), 10
Gambar 5. Keragaman Tinggi Tanaman pada Dosis 10 Gy
+7

Referensi

Dokumen terkait

Demikian juga pada dosis 40 gray dengan 50 gray menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata, dan rerata persentase kalus hidup menurun setelah iradiasi.. Selain

plicata Blume, yang ditunjukkan dengan makin lama penyinaran makin rendah persentase biji yang mencapai fase 6 pada umur 8 mst. Namun demikian, irradiasi sinar-X

Namun jika diperhatikan data pada Tabel 2, bahwa setiap periode pengamatan pertumbuhan vegetatif (Gambar 1- 6) dapat dipilih alternatif perlakuan yang lebih baik, yang

(A) garis merah merupakan cara mengukur lebar kanopi dan panjang rachis tanaman suweg; (B) Panah berwarna merah pada anak daun adalah cara menghitung jumlah

(Saragih et al., 2020) perlakuan iradiasi sinar gamma dengan dosis yang tinggi menyebabkan perbedaan panjang sulur pada tanaman kara benguk.. Panjang Sulur dan Jumlah

Pertumbuhan yang lebih baik didapat dari bulbil berukuran besar dengan menghasilkan tinggi tanaman, garis tengah batang dan daun, serta .berbeda secara nyata daripada

(A) garis merah merupakan cara mengukur lebar kanopi dan panjang rachis tanaman suweg; (B) Panah berwarna merah pada anak daun adalah cara menghitung jumlah

Taraf dosis 10 Gy berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan krisan sehingga pada umur 6 MST persentase bunga pertama yang tumbuh mencapai 86,67% dengan menggunakan teknik iradiasi tunggal