• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Personal Knowledge, Job Procedure dan Technology Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Techno Multi Utama

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Personal Knowledge, Job Procedure dan Technology Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Techno Multi Utama"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

(1)

Data Pribadi

Tempat,Tanggal Lahir : Cimahi, 22 Mei 1994

Alamat : Komp. Microwave no.24 Rt 01 Rw 12 Kec.

Karang Mekar

Handphone : 081220517237

Jenis Kelamin : Laki-Laki Status Perkawinan : Belum menikah

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Pendidikan

1. SD PURNAMA LULUS TAHUN 2006 2. SMPN 1 CIMAHI LULUS TAHUN 2009 3. SMAN 13 BANDUNG LULUS TAHUN 2012

4. UNIVERSITAS KOMPUTER (UNIKOM) LULUS TAHUN 2016

Pengalaman Bekerja

-

Kemampuan lain yang dimiliki

(2)

The influence of personal knowledge, job procedure and technology on peformance of employee at PT.Techno Multi Utama

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Program Strata 1 Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Pada Program Studi Manajemen

Disusun Oleh :

HAMDANI DWI SAPUTRO

21212264

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

(3)
(4)

vi

Esa yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga peneliti dapat

menyelesaikan penyusunan skirpsi / tugas akhir yang berjudul “Pengaruh

Personal Knowledge, Job Procedure dan Technology terhadap Kinerja

Karyawan”.

Penyusunan skripsi / tugas akhir ini ditujukan untuk memenuhi salah satu

syarat sidang guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Program Studi

Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Komputer Indonesia.

Peneliti menyadari dalam penyusunan Skripsi / tugas akhir ini masih jauh

dari sempurna, karena didalamnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan. Hal

ini dikarenakan keterbatasan peneliti baik dalam hal kemampuan, pengetahuan

dan pengalaman peneliti. Untuk itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang

sifatnya membangun agar dalam penyusunan karya tulis selanjutnya dapat lebih

baik lagi.

Selama penyusunan Skripsi / tugas akhir ini peneliti banyak mendapat

bantuan dari berbagai pihak, baik itu berupa dorongan moril maupun materil.

Terutama kepada Dr. H. Adang Widjana, Drs., MM Selaku Dosen Pembimbing

yang penuh keikhlasan berkenan memberikan bimbingan, membina dan

mengarahkan penulis sehingga laporan ini dapat selesai.

Pada kesempatan ini, dengan tulus dan dengan segala kerendahan hati

(5)

vii Indonesia.

2. Prof. Dr. Hj. Dwi Kartini, SE., Spec. Lic, selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Komputer Indonesia.

3. Dr. Raeny Dwi Santy., SE., M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen

Universitas Komputer Indonesia

4. Para Penguji Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati,Dra.,SE.,MSi dan Ibu Lita

Wulantika,SE.,MSi yang telah berkenan memberikan kritikan sekaligus

masukan demi kesempurnaan skripsi ini

5. Windy Novianti SE., M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Manajemen

Universitas Komputer Indonesia.

6. Staf Dosen Pengajar yang telah banyak memberikan ilmu dan pengalaman

serta dukungan kepada peneliti selama kegiatan perkuliahan.

7. Staf Kesekretariatan Program Studi Manajemen yang telah memberikan

pelayanan dan informasi.

8. Orang tua tercinta, dan kasih sayangmu selalu menjadi kekuatan dan

motivasi bagi peneliti dalam menyusun Skripsi / tugas akhir ini, semoga

anakmu ini dapat menjadi kebanggaan keluarga.

9. Kakak Tercinta Sari Jati Lestari yang selalu membantu moril dan materil.

10.Teman-teman Manajemen Angkatan 2012 khususnya kelas Manajemen 6,

(6)

viii

12.Semua pihak yang ikut membantu dan terlibat dalam penyusunan laporan

Skripsi / tugas akhir ini.

Harapan peneliti semoga apa yang disajikan dalam skripsi / tugas akhir

ini memberikan manfaat khususnya bagi peneliti dan umumnya bagi para

pembaca.

Akhir kata peneliti panjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa,

semoga berkat berupa bantuan, dorongan dan do’a yang telah diberikan kepada

peneliti akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda. “Aamin”

Bandung, Agustus 2016

Peneliti,

(7)

ix

LEMBAR PENGESAHAN ... i

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN ... ii

MOTTO ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ... xvii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah ... 10

1.2.1 Identifikasi Masalah ... 10

1.2.2 Rumusan Masalah ... 10

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian... 11

1.3.1 Maksud Penelitian ... 11

1.3.2 Tujuan penelitian ... 11

1.4 Kegunaan Penelitian ... 12

(8)

x

1.5.2 Waktu Penelitian ... 13

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS 2.1 Kajian Pustaka ... 15

2.1.1 Knowledge Management ... 15

2.1.2 Personal knowledge ... 18

2.1.3 Job procedure ... 20

2.1.4 Technology ... 21

2.1.5 Kinerja Karyawan ... 22

2.1.6 Hasil Penelitian Terdahulu ... 24

2.2 Kerangka Pemikiran... 26

2.2.1 Pengaruh personal knowledge terhadap kinerja karyawan ... 26

2.2.2 Pengaruh job procedure terhadap kinerja karyawan ... 26

2.2.3 Pengaruh technology dengan kinerja karyawan ... 27

(9)

xi

3.1 Objek Penelitian ... 31

3.2 Metode Penelitian ... 32

3.2.1 Desain Penelitian ... 32

3.2.2 Operasional Variable ... 37

3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data ... 40

3.2.3.1Sumber Data (Primer dan Sekunder) ... 40

3.2.3.2Teknik Penentuan Data (penentuan Sampel Minimal) ... 40

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data ... 42

3.2.4.1Uji validitas ... 43

3.2.4.2Uji Realibilitas ... 47

3.2.4.3Uji MSI (Data Ordinal ke Interval) ... 50

3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 51

3.2.5.1Rancangan Analisis ... 51

3.2.5.2Analisis Data Deskriptif ... 52

3.2.5.3Analisis Data Verifikatif (Kuantitatif) ... 53

3.2.6 Pengujian Hipotesis ... 59

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan... 63

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan ... 63

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan ... 64

4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan ... 65

(10)

xii

4.3.2 Analisis Job Procedure ... 76

4.3.3 Analisis Technology ... 81

4.3.4 Analisis Kinerja ... 87

4.4 Analisis Verifikatif... 93

4.4.1 Persamaan Regresi Linier Berganda ... 93

4.4.2 Uji Asumsi Klasik ... 94

4.4.3 Analisis Korelasi ... 99

4.4.4 Analisis Koefesien Determinasi ... 101

4.4.5 Uji Hipotesis ... 103

4.4.5.1 Pengujian Secara Parsial (Uji-T) ... 103

4.4.5.2 Pengujian Secara Simultan (Uji-F) ... 108

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 111

5.2 Saran ... 112

DAFTAR PUSTAKA ... 114

(11)

xiii

No. Judul Halaman

1.1 Survey Awal Tanggapan Tentang Personal Knowledge PT. Techno Multi

Utama ... 7

1.2 Survey Awal Tanggapan Tentang Job Procedure PT. Techno Multi Utama ... 8

1.3 Survey Awal Tanggapan Tentang Technology PT. Techno Multi Utama . 9 1.4 Survey Awal Tanggapan Tentang Kinerja Karyawan PT. Techno Multi Utama ... 9

1.5 Waktu Pelaksanaan Penelitian ... 14

2.1 Hasil Penelitian Terdahulu ... 24

3.1 Desain Penelitian ... 36

3.2 Operasional Variabel ... 38

3.3 Jumlah Karyawan pada PT. Techno Multi Utama Cimahi ... 41

3.4 Skala likert ... 43

3.5 Standar Penilaian untuk Validitas ... 44

3.6 Hasil Uji Validitas... 46

3.7 Standar Penilaian Untuk Reliabilitas ... 49

3.8 Hasil Uji Reliabilitas ... 49

3.9 Kriteria Pengklasifikasian Presentase Skor Tanggapan Karyawan ... 53

3.10 Tingkat Keratan Korelasi ... 58

(12)

xiv

4.5 Tanggapan Responden Mengenai Community and Networks ... 71

4.6 Tanggapan Responden Mengenai Community and Networks ... 72

4.7 Tanggapan Responden Mengenai Penyortiran ... 73

4.8 Tanggapan Responden Mengenai Penyortiran ... 74

4.9 Jumlah Skor Tanggapan Responden Mengenai Personal Knowledge ... 75

4.10 Tanggapan Responden Mengenai Ekspektasi ... 76

4.11 Tanggapan Responden Mengenai Ekspektasi ... 77

4.12 Tanggapan Responden Mengenai Karyawan Terpacu ... 78

4.13 Tanggapan Responden Mengenai Karyawan Terpacu ... 78

4.14 Tanggapan Responden Mengenai Pelatihan ... 79

4.15 Jumlah Skor Tanggapan Responden Mengenai Job Procedure ... 80

4.16 Tanggapan Responden Mengenai Penggunaan Intranet ... 81

4.17 Tanggapan Responden Mengenai Penggunaan Intranet ... 82

4.18 Tanggapan Responden Mengenai Penggunaan Intranet ... 82

4.19 Tanggapan Responden Mengenai Penggunaan Intranet ... 83

4.20 Tanggapan Responden Mengenai Penggunaan Intranet ... 84

4.21 Tanggapan Responden Mengenai Penggunaan Intranet ... 85

4.22 Tanggapan Responden Mengenai Penggunaan Intranet ... 85

4.23 Jumlah Skor Tanggapan Responden Mengenai Technology ... 86

(13)

xv

4.26 Tanggapan Responden Mengenai Pengetahuan... 89

4.27 Tanggapan Responden Mengenai Pengetahuan... 89

4.28 Tanggapan Responden Mengenai Kesadaran ... 90

4.29 Tanggapan Responden Mengenai Kualitas Pribadi ... 91

4.30 Jumlah Skor Tanggapan Responden Mengenai Kinerja ... 92

4.31 Koefisien Regresi Linier Berganda ... 93

4.32 Uji Normalitas dengan Uji Kolmogorov-Smirnov ... 95

4.33 Uji Multikolinieritas ... 97

4.34 Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Spearman ... 98

4.35 Koefisien Korelasi Personal Knowledge dengan Kinerja ... 99

4.36 Koefisien Korelasi Job Procedure dengan Kinerja ... 100

4.37 Koefisien Korelasi Technology dengan Kinerja ... 101

4.38 Koefisien Determinasi antara Personal Knowledge, Job Procedure dan TechnologyTerhadap Kinerja ... 102

4.39 Koefisien Determinasi Parsial... 102

4.40 Tabel Uji T (Parsial) ... 104

4.41 Tabel Uji T (Parsial) ... 105

4.42 Tabel Uji T (Parsial) ... 107

(14)

xvi

2.1 Kerangka Pemikiran... 28

3.1 Desain Penelitian ... 36

3.2 Daerah penerimaan dan penolakan hipotesis ... 61

3.3 Daerah Penerimaan dan Penolakan H0 ... 62

4.1 Struktur Organisasi Pt. Techno Multi Utama ... 65

4.2 Garis Kontinum Mengenai Personal Knowledge ... 75

4.3 Garis Kontinum Mengenai Job Procedure ... 80

4.4 Garis Kontinum Mengenai Technology ... 87

4.5 Garis Kontinum Mengenai Kinerja ... 92

4.6 Grafik Normal Probability Plot ... 96

4.7 Kurva Uji-t Personal Knowledge Terhadap Kinerja ... 105

4.8 Kurva Uji-t Job Procedure Terhadap Kinerja ... 106

(15)

xvii

No. Judul

1 Surat Permohonan Mengadakan Penelitian

2 Surat Balasan

3 Surat Keterangan Publikasi

4 Kuesioner Penelitian

5 Berita Acara Bimbingan Skripsi

6 Lembar Seminar Usulan Penelitian

7 Lembar Revisi Sidang

8 Output SPSS

(16)

114 Diponegoro

Budiarsi Sri, Kosasih Natalia.2007. Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja Karyawan : Studi Kasus Departemen Front Office Surabaya Plaza Hotel. Jurusan Manajemen Perhotelan Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya

CHR, Jimmy L, Gaol.2015. Human Capital Management Sumber Daya Manusia Konsep, Teori, Dan Pengembangan Dalam Konteks Organisasi Public Dan Bisnis. Jakarta : Penerbit PT Grasindo Anggota IKP

Carrillo Ericksson.2004. Knowledge Management In UK Construction:Strategies, Resources And Barrier. ISSN 744-632.Vol. 4. No.4.Pp.345-401

Darudiato Suparto, Setiawan Kevin.2013. Knowledge Management : Konsep Dan Metodologi. Jurusan Sistem Informasi, School Of Information System, Universitas Bina Nusantara, Jakarta, Indonesia. Jurnal Ultima Infosys Vol IV No 1 ISSN 2085-4579

Dyne V.L and Graham, J. W. 2008 “Organizational Citizenship Behavior” Construct Redention Measurement and Validation” Academy Management Journal.

Febriana Dona, Chandra Kifli. 2010. Analisis Pengaruh Penerapan Knowledge Management Terhadap Efektivitas Kinerja Karyawan Studi Kasus : Cabang PT. Rahardja Ekalancar, Jln Daan Mogot Km.1 No.24 Jakarta Barat

Gujarati. 2005. SPSS Versi 16 Mengolah Data Statistik Secara Profesional.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hendrik.2003.Sekilas Tentang Knowledge Management, Ilmukomputer.com

Husein, Umar. 2005. Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT. Raja Grafindo.

Indriantoro, Nur, dan Supomo, Bambang. 2002. Metodologi Penelitian Edisi 1. Yogyakarta: Penerbit BPFE

(17)

Digital (Buku 1 edisi 10). Terjemahan oleh Chriswan Sungkono dan Machmudin Eka P. 2008. Jakarta:Salemba Empat.

Marwick, A.D.2001. Knowledge Management Technology. IBM Systems Journal,

Vol. 40, No. 4, pp. 814-830

Mohammad Nazir. 2005. Metode Penelitian. Jakarta : Ghalia Indonesia.

Munir, Ningky. 2008. Knowledge Management Audit: Pedoman Evaluasi Kesiapan Organisasi Mengelola Pengetahuan. PPM, Jakarta.

Novealdi.2012. Pengaruh Knowledge Management Terhadap Kinerja Karyawan : Studi Pada Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta

Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2002. Metodologi Penelitian Bisnis.

Yogyakarta: BPFE.

Priambada D. Boy.2010. Implementasi Knowledge Management System Di Perusahaan. Program Pascasarjana Ilmu Komputer, IPB, Bogor

Probst.T&Brubaker.T.L, 2001.The Effects Of Job Insecurity On Employeesafety Outcomes: Cross-Sectional And Longitudinal Explorations,Www. Journal Of Occupational And Health Psychology.com. ISSN 766-877. Vol. 6. No.13. Pp.345-357.

Ramzy.2009. Knowledge Management sebagai Competitive Advantage, dikases Maret 12, 2016, darihttp://km.gunarta.net/node/37

Sugiyono. 2005. StatistikUntukPenelitian. Bandung : CV Alphabeta

________. 2009. MetodePenelitianKuantitatif dan Kualitatif R&D.Bandung : CV.Alphabeta

________. 2011. StatistikuntukPenelitian. Bandung: CV. Alphabeta

________. 2012. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung:CV Alpha beta

Sulastiyono Agus.2001. Manajemen Penyelenggaraan Hotel. Bandung : Alfabeta

Sunarto.2003. Pengertian Kinerja Karyawan. Jakarta : Penerbit Gramedia

Umi, Narimawati., Linna, Ismawati., & Sri Dewi, Anggadini. (2010). Penulisan Karya Ilmiah: Panduan Awal Menyusun Skripsi dan Tugas Akhir Fakultas Ekonomi UNIKOM. Bekasi: Genesis

(18)
(19)

1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era globalisasi ini perusahaan dituntut untuk mengambil keputusan

yang tepat untuk dapat bersaing dalam lingkungan industri yang semakin ketat

dan kompetitif. Selain keputusan yang tepat, perusahaan juga perlu

memperhatikan pengelolaan fungsi - fungsi manajemennya. Salah satunya yaitu

mengelola sumber daya manusia untuk dapat meningkatkan efisiensi dan

efektivitas kerja (Nurhayati, 2000 dalam Kosasih).

Menurut Straub dan Attner (1985: 136) manusia merupakan sumber daya

yang paling penting dari suatu organisasi. Manusia memberikan bakat, keahlian,

pengetahuan, dan pengalaman untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi. Sedangkan menurut Nawawi (2001: 37), sumber daya manusia adalah orang yang

bekerja dan berfungsi sebagai asset organisasi atau perusahaan yang dapat

dihitung jumlahnya (kuantitatif). Sumber daya manusia adalah potensi yang

menjadi motor penggerak organisasi.

Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi keberhasilan

organisasi karena manusia memiliki kualitas tertentu yang membuatnya berharga

sehingga sumber daya manusia diharapkan berkualitas, memiliki tingkat

keterampilan dan pengetahuan yang tinggi. Efektifnya manajemen sumber daya

manusia dapat membentuk dasar dari tingginya kinerja dan sistem kerja

(20)

sama untuk memberikan organisasi keuntungan dalam lingkungan yang

kompetitif (Soedarso, 2015).

Saat ini kebutuhan tenaga – tenaga terampil di dalam berbagai bidang sudah merupakan tuntuan dunia global yang tidak dapat ditunda. Di masa kiris

yang melanda seperti saat ini, banyak pihak yang menyadari adanya tuntutan

untuk memilki kemampuan dalam membuat rencana pengembangan sumber daya

yang berkualitas, agar sumber daya manusia siap bersaing dengan sumber daya

manusia Negara – Negara tetangga serta Negara – Negara ekonomi maju.

Masalah yang terjadi di PT. Techno Multi Utama berdasarkan pengamatan

awal dengan wawancara bersama Suryadin selaku HRD di PT. Techno Multi

Utama adalah job procedure yang belum dimengerti oleh para karyawan dan

technology intranet yang pemakaian nya masih belum dimaksimalkan oleh

perusahaan serta pengetahuan yang masih minim terhadap knowledge

management dan berdampak kurangnya interaksi atau komunikasi serta

keharmonisan antar individu yang merupakan hal yang sangat penting karena

individu dalam perusahaan lebih banyak bekerja secara individu daripada secara

tim sehingga mengakibatkan kinerja karyawan yang tidak optimal atau tidak

sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga mengakibatkan pekerjaan kurang

optimal dan tidak efektifnya cara karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Dalam upaya mengatasi masalah yang sangat kompleks ini, pihak

manajemen dapat melakukan perbaikan ke dalam, yaitu dengan melakukan

peformance appraisal. Menurut pendapat Rivai (2005) dalam Kosasih dan Natalia

(21)

penilaian kerja (peformance appraisal), peformance rating, peformance

assessment, employee evaluation, merit, rating, efficiency rating, service rating,

pada dasarnya merupakan proses yang digunakan perusahaan untuk mengevaluasi

job peformance.

Jika dikerjakan dengan benar, hal ini akan memberikan manfaat yang

penting bagi karyawan, departemen sumber daya manusia, maupun perusahaan itu

sendiri. peformance evaluation berkaitan dengan kinerja dan pertanggung

jawaban karyawan pada perusahaan. Dalam dunia yang bersaing secara global,

perusahaan membutuhkan kinerja yang tinggi serta karyawan pun membutuhkan

feedback terhadap kinerjanya sebagai pembimbing sikap untuk masa yang akan

datang.

Peformance evalution juga sangat penting untuk memfokuskan karyawan

terhadap tujuan strategis, untuk penempatan, penggantian perencanaan dan untuk

tujuan pelatihan dan pengembangan. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa evaluasi

kinerja atau peformance evaluation merupakan:

1. Alat yang baik untuk menentukan apakah karyawan memberikan hasil

kerja yang memadai dan melaksanakan aktivitas kinerja sesuai dengan

standar kinerja

2. Satu cara untuk penilaian kinerja dengan melakukan penilaian menganai

kekuatan dan kelemahan karyawan

3. Alat yang baik untuk menganalisa kinerja karyawan dan membuat

(22)

Dengan kata lain kinerja karyawan merupakan salah satu faktor yang

memegang peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan maupun individu.

Kinerja karyawan bersifat individual, karena setiap karyawan mempunyai tingkat

kemampuan yang berbeda – beda dalam mengerjakan tugasnya. Kinerja adalah sebuah aksi, bukan kejadian. Aksi kinerja itu sendiri terdiri dari banyak komponen

dan bukan merupakan hasil yang dapat dilihat pada saat itu juga. Kinerja

tergantung pada kombinasi antara kemampuan, usaha, dan kesempatan yang

diperoleh. Hal ini menunjukan bahwa kinerja merupakan hasil kerja karyawan

dalam bekerja untuk periode waktu tertentu dan penekanannya pada hasil kerja

yang diselesaikan karyawan dalam periode waktu tertentu.

Pendapat diatas didukung oleh pernyataan dari (Sunarto, 2003) dimana

Kinerja yang tinggi dapat tercapai oleh karena kepercayaan (trust) timbal balik

yang tinggi di antara anggota – anggotanya artinya para anggota mempercayai integritas, karakteristik, dan kemampuan setiap anggota lain. Untuk mencapai

kinerja yang tinggi memerlukan waktu yang lama untuk membangunnya,

memerlukan kepercayaan, dan menuntut perhatian yang seksama dari pihak

perusahaan. Kinerja karyawan dapat dipengaruhi kemampuan dari karyawan itu

sendiri, kerja keras, jenis pekerjaan yang dibebankan, bantuan dari rekan – rekan kerja, bimbingan dari atasan.

Kompetensi personal dapat dilihat dari kinerjanya, karena dengan

kemampuan kerja yang memadai diharapkan dapat memberikan implikasi

terhadap peningkatan kinerja karyawan. Jika kinerja karyawan baik maka kinerja

(23)

kualitas sumber daya manusia sehingga dapat bekerja secara produktif dan

professional serta kinerja yang dicapainya diharapkan akan lebih memuaskan dan

sesuai standar kerja yang dipersyaratkan oleh perusahaan.

Oleh karena itu Knowledge Management sangat penting diterapkan bagi

organisasi atau perusahaan yang menginginkan keunggulan berkelanjutan karena

dapat memberikan manfaat bagi bidang operasi dan pelayanan, dapat memelihara

ketersediaan knowledge dan inovasi serta pengembangan produk, dapat

meningkatkan kompetensi personal (Munir, 2008)

Menurut (Laudon, 2008), manajemen pengetahuan (knowledge

management) merupakan seperangkat proses bisnis yang dikembangkan dalam

organisasi untuk menciptakan, menyimpan, memindahkan, dan menerapkan

pengetahuan. Manajemen pengetahuan dapat meningkatkan kemampuan

perusahaan dalam menerapkan pengetahuan tersebut dalam proses bisnisnya.

Ada 3 komponen dalam knowledge management yang memiliki peran

penting diantaranya: personal knowledge, job procedure dan technology. Personal

knowledge merupakan pengetahuan individu yang didapat dari pengalaman

keseharian yang sulit di duplikasikan kepada orang lain sedangkan job procedure

dan technology merupakan pengetahuan yang dapat di transformasikan antar

individu sehingga lebih mudah digambarkan dalam bentuk dokumen praktik dan

pelatihan. Ketiga komponen ini saling terhubung untuk meningkatkan

kompentensi personal.

Dengan semakin banyak organisasi serta perusahaan yang semakin

(24)

cukup tinggi. Oleh karena itu penerapan manajemen pengetahuan (knowledge

management) dapat menjadi solusi untuk menghadapinya (Darudiato, 2013).

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh (Dona, 2010) mengenai

Analisis pengaruh penerapan knowledge management terhadap efektivitas kinerja

karyawan studi kasus : cabang PT. Rahardja Ekalancar, Jln. Daan Mogot Km.1

No.24 Jakarta Barat menunjukan bahwa penerapan knowledge management

berpengaruh terhadap efektivitas kinerja karyawan sehingga memberikan hasil

yang efisien dan tepat guna yang ada dalam perusahaan.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh (Novealdi, 2012) mengenai

Pengaruh knowledge management terhadap kinerja karyawan : Studi pada Rumah

Sakit Bethesda Yogyakarta menunjukkan bahwa knowledge management terdiri

dari, personal knowledge berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, job

procedure berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, technology

berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dan personal knowledge

berpengaruh signifikan secara langsung terhadap job procedure RS Bethesda

Yogyakarta

Secara lebih spesifik masalah yang menarik dari PT. Techno Multi Utama

adalah masih banyaknya menggunakan karyawan lulusan SMK (Sekolah

Menengah Kejuruan). Sehubungan dengan hal itu, penulis melakukan survey awal

dengan menyebarkan kuesioner kepada 20 responden karyawan PT. Techno Multi

(25)

Tabel 1.1

Survey Awal Tanggapan Tentang Personal Knowledge PT. Techno Multi Utama

No. PERNYATAAN YA PRESENTASE TIDAK PRESENTASE

1 Saya sering mendapatkan pengalaman

kepada rekan kerja yang lain sangatlah

Sumber : PT. Techno Multi Utama

Berdasarkan table survey tentang personal knowledge PT. Techno Multi

Utama diatas, terdapat masalah pada kurangnya komunikasi pengalaman kerja

kepada rekan kerja sebesar 65% dan tidak setujunya tentang karyawan yang

berpengalaman cenderung bekerja lebih professional dari pada yang belum

memiliki pengalaman sebesar 70% menyatakan kurang adanya hubungan

komunikasi yang kurang harmonis antar karyawan

Berikut survey awal penelitian pada karyawan mengenai job procedure

(26)

Tabel 1.2

Survey Awal Tanggapan Tentang Job Procedure PT. Techno Multi Utama

No. PERNYATAAN YA PRESENTASE TIDAK PRESENTASE

1 Job Procedure yang ada saat ini sudah memberikan hasil yang cukup efektif.

8 40% 12 6 0%

2 Seorang karyawan yang memiliki ide dari Pengalaman yang dimilikinya dan

diubah dalam bentuk Job Procedure merupakan gagasan yang baik.

17 85% 3 15%

3 Sejauh ini pemahaman saya mengenai Job Procedure

sudah sangat baik

6 30% 14 70%

Sumber : PT. Techno Multi Utama

Berdasarkan table survey awal tentang job procedure PT. Techno Multi

Utama diatas, terdapat masalah pada belum efektifnya job procedure yang

diberikan perusahaan sebesar 60% dan kurangnya pemahaman akan job

procedure sebesar 70% menyatakan bahwa job precudure yang diberikan oleh

PT. Techno Multi Utama masih belum memberikan pemahaman serta keefektikan

untuk karyawannya.

Berikut hasil survey awal peneliti pada karyawan mengenai technology di

(27)

Tabel 1.3

Survey Awal Tanggapan Tentang Technology PT. Techno Multi Utama

No. PERNYATAAN YA PRESENTASE TIDAK PRESENTASE

1 Intranet merupakan sarana yang sesuai untuk mendapat dan menyebarkan informasi.

20 100% 0 0%

2 Intranet juga dapat mencari informasi dan menambah pengetahuan saya.

20 100% 0 0%

3 Fasilitas intranet yang ada saat ini sangat membantu dalam proses kerja karyawan

6 30% 14 70%

Sumber : PT. Techno Multi Utama

Berdasarkan table survey awal tentang Technology di PT. Techno Multi

Utama diatas, terdapat masalah pada fasilitas intranet yang masih belum

membantu dalam proses kerja karyawan sebesar 70% menyatakan bahwa

kegunaan fasilitas intranet belum bisa mendukung dalam proses kerja karyawan.

Berikut hasil survey awal peneliti pada karyawan mengenai kinerja

karyawan di PT. Techno Multi Utama

Tabel 1.4

Survey Awal Tanggapan Tentang Kinerja Karyawan PT. Techno Multi Utama

No. PERNYATAAN YA PRESENTASE TIDAK PRESENTASE

1 Perusahaan memiliki struktur organisasi dan dijadikan acuan oleh seluruh pimpinan dan karyawan

20 100% 0 0%

2 Kompetensi pengetahuan dan pembelajaran menjadi

(28)

Berdasarkan table survey awak tentang kinerja karyawan PT. Techno

Multi Utama diatas, terdapat masalah pada kurangnya kompetensi pengetahuan

dan pembelajaran yang menjadi bagian profil kompetensi karyawan sebesar 65%

menyatakan bahwa belum kompetennya pembelajaran dan pengetahuan pada

setiap karyawan.

Berdasarkan permasalahan di atas maka penulis tertarik untuk membuat

penelitian yang tertuang dalam usulan penelitian yang berjudul “Pengaruh

Personal Knowledge, Job Procedure dan Technology terhadap Kinerja

Karyawan Pada PT. Techno Multi Utama”.

1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

1. Kurangnya pengetahuan karyawan akan knowledge management

2. Prosedur kerja yang masih belum dimengerti oleh para karyawan

3. Technology yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal

4. Kinerja yang masih kurang optimal

5. Belum adanya pelatihan dan pendidikan yang diberikan oleh perusahaan

6. Belum adanya pengembangan karier dalam perusahaan

1.2.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latarbelakang yang telah dikemukakan maka dapat

dirumuskan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana personal knowledge, job procedure, technology dan kinerja

(29)

2. Apakah terdapat pengaruh personal knowledge terhadap kinerja karyawan

pada PT. Techno Multi Utama

3. Apakah terdapat pengaruh job procedure terhadap kinerja karyawan pada

PT. Techno Multi Utama

4. Apakah terdapat pengaruh technology terhadap kinerja karyawan pada PT.

Techno Multi Utama

5. Apakah terdapat pengaruh personal knowledge, job procedure dan

technology terhadap kinerja karyawan pada PT. Techno Multi Utama

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data – data bahan yang diperlukan sebagaimana yang digambarkan dalam perumusan masalah mengenai

Pengaruh Personal Knowledge, Job Procedure dan Technology terhadap Kinerja

Karyawan di PT. Techno Multi Utama.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

1.3.1 Maksud Penelitian

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data – data bahan yang diperlukan sebagaimana yang digambarkan dalam perumusan masalah mengenai

Pengaruh Personal Knowledge, Job procedure dan Technology terhadap Kinerja

Karyawan Pada PT. Techno Multi Utama.

1.3.2 Tujuan penelitian

Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui personal knowledge, job procedure, technology dan

(30)

2. Untuk mengetahui pengaruh personal knowledge terhadap kinerja

karyawan pada PT. Techno Multi Utama

3. Untuk mengetahui pengaruh job procedure terhadap kinerja karyawan

pada PT. Techno Multi Utama

4. Untuk mengetahui pengaruh technology terhadap kinerja karyawan pada

PT. Techno Multi Utama

5. Untuk mengeatahui pengaruh personal knowledge, job procedure dan

technology terhadap kinerja karyawan pada PT. Techno Multi Utama

1.4 Kegunaan Penelitian

Dari penelitian yang dilakukan maka penulis mengharapkan dapat

dipergunakan oleh pihak yang memerlukan antara lain:

1.4.1 Kegunaan Praktis

1. Bagi perusahaan

Bagi perusahaan, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan menambah

masukan untuk program pemberdayaan Sumber Daya Manusia yang akan

dilaksanakan perusahaan dimasa yang akan datang.

2. Bagi pihak lain

Penulisan hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan kajian dan bahan

(31)

1.4.2 Kegunaan Akademis

1. Bagi pengembangan ilmu manajemen

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mempertimbangkan

ilmu manajemen sumber daya manusia khususnya tentang pelaksanaan

pemberdayaan sumber daya manusia dan produktivitas kinerja karyawan.

2. Bagi penulis

Diharapkan dapat menambah atau memperkaya wawasan dan ilmu

pengetahuan, khususnya dalam menempa manajemen sumber daya

manusia.

3. Bagi peneliti lain

Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan pemikiran dan bahan

referensi untuk peneliti selanjutnya dengan bidang kajian yang sama.

1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian

1.5.1 Lokasi Peneltian

Lokasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu di PT.Techno Multi

Utama yang berlokasi di Jl. Pesantren No. 76 Cimahi Telp. (022) 87774954 /

87774349

1.5.2 Waktu Penelitian

Waktu yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai pada bulan Februari

2016 sampai dengan July 2016. Dalam melakukan penelitian ini, peneliti

(32)

ketahap akhir yaitu pelaporan hasil penelitian. Secara lebih rinci waktu penelitian

dapat dilihat pada tabel 1.1 dibawah ini:

Tabel 1.4

Waktu Pelaksanaan Penelitian

No Kegiatan Bulan

Feb Maret April Mei Juni Juli Agustus

1 Pengumpulan Proposal Penelitian

2 ACC Tim

DosenSpesialisasi

3 Bimbingan UP 4 Pendaftaran Seminar UP 5 Seminar UP

6 Revisi UP

7 Bimbingan Sidang Akhir

8 Pendaftaran Sidang Akhir

(33)

15

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Knowledge Management

Menurut (Probst, 2001) mengemukaan bahwa knowledge adalah

keseluruhan bagian dari pengetahuan yang ada dan keterampilan individu yang

digunakan untuk memecahkan masalah. Knowledge management adalah

kebiasaan, keahlian/kepakaran, keterampilan, pemahaman, atau pengertian yang

diperoleh dari pengalaman latihan atau melalui proses belajar. (Kosasih, 2003:13)

Hendrik dalam ilmukomputer.com (2003) pengetahuan merupakan data

dan informasi yang digabung dengan kemampuan, intuisi, pengalaman, gagasan

serta motivasi dari sumber yang kompeten. Terdapat 2 (dua) tipe pengetahuan,

yaitu tacit knowledge dan explicit knowledge, tacit knowledge adalah sesuatu yang

tersimpan dalam otak manusia, sedangkan explicit knowledge adalah sesuatu yang

terdapat dalam dokumen atau tempat penyimpanan lain selain di otak manusia

(Uriarte, 2008).

Namun menurut (Darudiato, 2013) mengemukakan bahwa knowledge

management terbentuk dari sebuah pengetahuan, dimana pengetahuan terbagi

(34)

1. Tacit knowledge

Merupakan suatu pengetahuan yang tidak mudah digambarkan dan

dibagikan, pengetahuan ini berupa suatu pengelaman dan keahlian yang

dimiliki oleh masing – masing individu dimana pengetahuan tersebut belum terdokumentasikan, pengetahuan ini didapatkan atau berkembang

melalui interaksi dan komunikasi dengan orang lain.

2. Explicit knowledge

Merupakan suatu pengetahuan yang telah berhasil terdokumentasikan,

yang memiliki suatu sifat structural, sistematis dan mudah untuk

dikomunikasikan dan dibagikan kepada orang lain. Pengetahuan ini dapat

berupa : buku, jurnal, karya ilmiah, referensi atau lainnya. Pengetahuan ini

didapatkan dan berkembang dari isi dan informasi yang ada didalamnya.

3. Potensial knowledge

Merupakan suatu pengetahuan yang digunakan untuk melakukan suatu

analisis data dan mengubah data menjadi sebuah pengetahuan.

Pengetahuan ini didapatkan dan berkembang dari hasil analisis terhadap

data yang ada.

Secara sederhana, (Uriarte, 2008) mendefinisikan knowledge management

sebagai suatu proses konversi tacit knowledge menjadi explicit knowledge yang

kemudian dibagikan kepada anggota dalam sebuah organisasi. Lebih lanjut,

Uriarte menjelaskan bahwa knowledge management merupakan proses suatu

organisasi menciptakan nilai yang bersumber dari asset organisasi yang berbasis

(35)

Tujuan knowledge management adalah untuk meningkatkan dan

memperbaiki pengoperasian perusahaan dalam meraih keuntungan kompetitif dan

meningkatkan laba. Konsep knowledge management pada sebuah perusahaan juga

bertujuan untuk meningkatkan kinerja dengan cara menumbuhkan budaya berbagi

pengetahuan, dimana pengetahuan merupakan asset yang dapat dikelola sehingga

dapat dikomunikasikan dan digunakan secara bersama (Priambada et al, 2010)

Penerapan knowledge management menurut (Darudiato, 2013) dalam suatu

organisasi atau perusahan dapat membantu terciptanya sebuah proses bisnis yang

lebih baik dalam berjalannya sistem. Beberapa manfaat yang dapat diterima

dengan adanya penerapan knowledge management, seperti:

1. Penghematan waktu dan biaya

Knowledge management yang diterapkan, dapat membuat organisasi atau

perusahaan mengeluarkan waktu ataupun biaya untuk mencari

pengetahuan yang sama, setiap terjadinya suatu perubahan SDM

didalamnya.

2. Peningkatan asset pengetahuan

Knowledge management yang telah diterapkan, dapat membantu tiap

individu didalam organisasi atau perusahaan tidak perlu mempelajari ulang

dari awal lagi, tetapi dengan knowledge management ini mereka dapat

mempelajarinya dengan cepat, sehingga mampu meningkatkan

(36)

3. Meningkatkan pengambilan keputusan

Dengan adanya knowledge management, individu didalamnya dapat

mendapatkan informasi – informasi atau laporan sebelumnya pada organisasi atau perusahaan, sehingga tidak terjadi suatu keputusan yang

salah pada kondisi yang sama.

4. Meningkatkan efesiensi proses dan cara kerja

Knowledge management dapat membantu organisasi atau perusahaan

dalam mengevaluasi kinerja nya dari periode – periode sebelumnya , sehingga kedepannya dapat diperbaiki dan dikembangkan.

5. Meningkatkan kemampuan dalam berinovasi terhadap produk dan jasa

Melalui knowledge management, organisasi atau perusahaan dapat

melakukan analisa dari pengetahuan yang telah dikumpulkan, sehingga dapat

mengembangkan tiap produk dan jasa didalamnya.

Jika perusahaan mampu memanfaatkan knowledge yang dimilikinya

dengan baik, maka perusahaan tersebut akan memiliki kompetitive advantage

yang akan mendukung pencapaian tujuan perusahaan yang telah ditetapkan

(Ramzy, 2009).

2.1.2 Personal knowledge

Pada dasarnya tacit knowledge dikembangkan melalui pengalaman yang

sulit untuk diformulasikan dan dikomunikasikan (Carrillo et al., 2004). Tacit

knowledge tidak dinyatakan dalam bentuk tulisan, melainkan sesuatu

(37)

Menurut Polanyi (1966) dalam Kosasih (2007) tacit knowledge secara

umum dijabarkan sebagai :

1. Pemahaman dan aplikasi pikiran bawah sadar.

2. Susah untuk diucapkan.

3. Berkembang dari kejadian langsung dan pengalaman.

4. Berbagi pengetahuan melalui percakapan (story – telling)

Berdasarkan pengertiannya, maka tacit knowledge dikategorikan sebagai

personal knowledge atau dengan kata lain pengetahuan yang diperoleh dari

individu (perorangan).

Menurut Berkeley (1957, p. 23) dalam Natalia & Kosasih (2007)

pengetahuan manusia bermula pada saat orang mendapatkan ide dimana kesan

tersebut muncul dari perasaan dan sistem kerja pikiran atau dengan kata lain ide

dibentuk dengan bantuan dari memori dan imajinasi yang menambah, membagi,

mengungkapkan perasaan sebenarnya. Selanjutnya menurut Bahm (1995,p. 199)

penelitian pada sifat dasar pengetahuan seketika mempertemukan perbedaan

antara knower dan known, atau seringkali diartikan dalam istilah subject dan

object, atau ingredient subjective dan objective dalam pengalaman.

Pengalaman yang diperoleh tiap karyawan tentunya berbeda – beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Definisi experience

yang diambil dari kamus bahasa inggris adalah the process of gaining knowledge

or skill over a period of time through seeing and doing things rather than trough

studying. Yang artinya proses memperoleh pengetahuan atau kemampuan selama

(38)

2.1.3 Job procedure

Secara terpisah pengertian job adalah a responsibility, duty or function,

dan procedure adalah a formal or official order or way of doing things. Jadi

pengertian job procedure atau prosedur kerja adalah tanggung jawab atau tugas

yang bersifat formal atau perintah resmi atau cara melakukan hal – hal. Berdasarkan pernyataan Anshori selaku pihak yang mencetuskan knowledge

management, salah satu bentuk konkret dari explicit knowledge adalah standard

operation procedure.

Standard operation procedure atau prosedur pelaksanaan dasar dibuat

untuk mempertahankan kualitas dan hasil kerja. Dengan menggunakan standard

operational procedure maka tugas – tugas akan semakin mudah dikerjakan. Oleh sebab itu (Sulastiyono, 2001, p. 244) agar suatu jenis pekerjaan

dapat menghasilkan suatu produk yang standard dari waktu kewaktu maka cara – cara mengerjakan untuk menghasilkan produk tersebut juga harus dilakukan

dengan cara yang standard pula. Yang diaksudkan dengan produk yang standard

adalah:

1. Memiliki derajat kesesuain untuk pemakai.

2. Setiap jenis produk yang dihasilkan untuk digunakan, secara konsisten

memiliki spesifikasi yang sama

(39)

1. Mempunyai nilai sebagai alat atau saluran komunikasi bagi manajemen

dengan para staf dan para pelaksanya. Melalui standard operation

procedure, seluruh staf dan karyawan akan mengetahui secara jelas,

berusaha untuk memahami tentang tujuan dan sasaran, serta kebijakan dan

prosedur kerja perusahaan. Dengan demikian setiap orang dalam

organisasi akan menerima pesan yang jelas dari standard operation

procedure tersebut.

2. Standard operation procedure juga dapat digunakan sebagai alat atau

acuan untuk melaksanakan peltihan baik bagi para staf dan karyawan, serta

bagi karyawan baru.

3. Standard operation procedure dapat mengurangi waktu yang terbuang,

dengan demikian diharapkan akan meningkatkan produktivitas kerja baik

bagi manajemen ataupun bagi para staf dan karyawan. dengan dibantu oleh

pengawasan yang dilaksanakan dalam proses pekerjaan, maka standard

operation procedure dapat dilaksanakan secara lebih konsisten, dan

menjamin terciptanya produk yang standar, sekalipun dikerjakan oleh

orang – orang yang berbeda dan waktu pelaksanaan yang tidak bersamaan 2.1.4 Technology

Technology merupakan salah satu elemen pokok yang terdapat pada

knowledge management, dikenal sebagai media yang mempermudah penyebaran

explicit knowledge management. Berdasarkan pernyatan Gilingham dan Roberts

(40)

management digerakkan oleh technology, khususnya explicit knowledge yang

lebih mudah disusun.

Menurut (Marwick , 2001) technology bukanlah hal baru dalam knowledge

management, dan pengalaman yang telah dibentuk oleh para ahli sebelumnya

menjadi bahan pertimbangan terbentuknya technology itu sendiri. Seiring dengan

berjalannya waktu technology yang mendukung knowledge management akan

selalu berkembang dalam bentuk sistem – sistem yang mempermudah proses penyebaran knowledge.

Salah satu technology paling mutakhir yang saat ini digunakan oleh

banyak perusahaan untuk proses penyebaran knowledge adalah intranet, dimana

hal ini didasarkan pada kebuituhan untuk mengakses knowledge dan melakukan

kolaborasi, komunikasi serta sharing knowledge secara “on line”. Intranet

merupakan salah satu bentuk technology yang diterapkan di PT. Techno Multi

Utama. Intranet atau yang disebut juga internal internet menawarkan kesempatan

untuk menggunakan telekomunikasi yang maju yang telah dikembangkan dari

internet. Menurut pendapat (Carrillo, 2004)

2.1.4 Kinerja Karyawan

Kinerja apabila dikaitkan dengan performance sebagai kata benda (noun),

maka pengertian performance atau kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai

oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan

wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan

perusahaan secara ilegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan

(41)

ahli yang lain, kinerja adalah banyaknya upaya yang dikeluarkan individu pada

pekerjaannya (Robbins, 2001).

Sementara itu menurut Bernandi & Russell 2001 dalam Riani (2011)

performansi adalah catatan yang dihasilkan dari fungsi suatu pekerjaan tertentu

atau kegiatan selama periode waktu tertentu. Menurut Sinambela, dkk (2012)

mengemukakan bahwa kinerja pegawai didefinisikan sebagai kemampuan

pegawai dalam melakukan sesuatu keahlian tertentu. Kinerja pegawai sangatlah

perlu, sebab dengan kinerja ini akan diketahui seberapa jauh kemampuan pegawai

dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Untuk itu diperlukan

penentuan kriteria yang jelas dan terukur serta ditetapkan secara bersama-sama

yang dijadikan sebagai acuan.

Berdasarkan uraian di atas, dengan pencatatan hasil kerja (proses) yang

dicapai oleh seseorang karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan dapat

dievaluasi tingkat kinerja pegawainya. Maka kinerja karyawan harus dapat

ditentukan dengan pencapaian target selama periode waktu yang dicapai

organisasi. Mutu kerja karyawan secara langsung mempengaruhi kinerja

perusahaan. Guna mendapatkan kontribusi karyawan yang optimal, manajemen

harus memahami secara mendalam strategi untuk mengelola, mengukur dan

meningkatkan kinerja, yang dimulai terlebih dahulu dengan menentukan tolak

ukur kinerja. Ada beberapa syarat tolak ukur agar kinerja baik, yaitu:

1. Tolak ukur yang baik, haruslah mampu dikukur dengan cara yang dapat

(42)

2. Tolak ukur yang baik, harus mampu membedakan individu-individu sesuai

dengan kinerja mereka.

3. Tolak ukur yang baik, harus sensitif terhadap masukan dan

tindakan-tindakan dari pemegang jabatan.

4. Tolak ukur yang baik, harus dapat diterima oleh individu yang mengetahui

kinerjanya sedang dini

2.1.5 Hasil Penelitian Terdahulu

Table 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu

No

Judul Penelitian/Judul

Referensi

Hasil Penelitian Persamaan Perbedaan

1 Pengaruh

a. Hasil penelitian menunjukan bahwa

b. Terdapat pengaruh positif antara personal knowledge,

jobprocedure, technology

terhadap kinerja karyawan c. Tidak terdapat pengaruh

antara personal knowledge

terhadap job procedure

d. Job procedure merupakan intervening antara personal knowledge dengan kinerja

Penggunaan

Kajian yang dapat disimpulkan dalam prakteknya knowledge management dapat enjadi guidance tentang pengelolaan

intangible asset yang menjadi pilar organisasi dalam

menciptakan nilai oraganisasi perlu mengetahui sejauh mana

knowledge management

berperan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Maka dari itu kinerja karyawan dapat diukur melalui 5 kriteria penilaian

(43)

karyawan, yaitu: quality, quantity, timeliness, need for supervision, dan interpersonal

Hasil penelitian yang didapatkan adalah penerapan knowledge management berpengaruh terhadap efektivitas kinerja karyawan sehingga memberikan hasil yang efisien dan tepat guna yang ada dalam perusahaan.

Penggunaan

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa knowledge management

terdiri dari, Personal knowledge

berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, job procedure

berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, technology

(44)

2.2 Kerangka Pemikiran

Subjek dalam penelitian adalah karyawan yang bekerja di PT. Techno

Multi Utama. Penerapan knowledge management di bagi dalam 2 jenis yaitu tacit

knowledge yang diukur melalui personal knowledge, dan explicit knowledge yang

diukur melalui job procedure, dan technology. Personal knowledge indikatornya

adalah experience, job procedure indikatornya adalah pemahaman standard

operation procedure dan technology yang indikatornya adalah penggunaan

intranet.

2.2.1 Pengaruh personal knowledge terhadap kinerja karyawan

Pengalaman yang diperoleh tiap karyawan tentunya berbeda – beda berdasarkan situasi dan kondisi yang tidak dapat diprediksi. Definisi experience

yang diambil dari kamus bahasa inggris adalah the process of gaining knowledge

or skill over a period of time through seeing and doing things rather than through

studying. Yang artinya proses memperoleh pengetahuan atau kemampuan selama

periode tertentu dengan melihat dan melakukan hal – hal dari pada dengan belajar. Semakin karyawan memiliki personal knowledge yang tinggi, maka akan

menghasilkan kinerja yang lebih baik. Kosasih (2007) menemukan bukti empiris

bahwa personal knowledge berpengaruh secara langsung terhdap kinerja

karyawan.

2.2.2 Pengaruh job procedure terhadap kinerja karyawan

Job procedure adalah tanggung jawab atau tugas yang bersifat formal atau

perintah resmi atau cara melakukan hal-hal. Anshori dalam Kosasih (2007) selaku

(45)

explicit knowledge adalah standard operation procedure. Standard operation

procedure atau procedure pelaksanaan dasar dibuat untuk mempertahankan

kualitas dan hasil kerja, dimana tugas – tugas akan semakin mudah dikerjakan dan tamu akan terbiasa dengan sistem pelayanan yang ada.

Semakin job procedure yang dijalankan sudah sesuia, maka kinerja

karyawan akan mengalami peningkatan. Kosasih (2007) menemukan bukti

empiris bahwa job procedure berpengaruh secara langsung terhadap kinerja

karyawan.

2.2.3 Pengaruh technology dengan kinerja karyawan

Technology merupakan salah satu elemen pokok yang terdapat pada

knowledge management, dikenal sebagai media yang mempermudah penyebaran

explicit knowledge (indriyati). Berdasarkan pernyataan Gillingham dan Roberts

(2006) awal mulanya knowledge management digerakan oleh technology,

khususnya explicit knowledge yang lebih mudah disusun.

Menurut Marwick (2001) technology bukanlah hal baru dalam knowledge

management, dan pengalaman yang telah dibentuk oleh para ahli sebelumnya

menjadi bahan pertimbangan terbentuknya technology itu sendiri. Seiring dengan

berjalannya waktu technology yang mendukung knowledge management akan

selalu berkembang dalam bentuk sistem – sistem yang mempermudah proses penyebaran knowledge.

Salah satu technology paling mutakhir yang saat ini digunakan oleh

banyak perusahaan untuk proses penyebaran knowledge adalah intranet. Intranet

(46)

telekomunikasi yang maju yang telah dikembangkan dari internet. Semakin

canggih technology yang digunakan, maka akan mempermudah pekerjaan yang

berdampak pada peningkatan kinerja karyawan. Kosasih (2007) menemukan bukti

empiris bahwa technology berpengaruh secara langsung terhadap kinerja

karyawan.

(Kosasih, 2007)

(Kosasih, 2007)

(Kosasih, 2007)

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran

Sumber : kajian teori, 2013

Variabel X1 3. Pelatihan & pelaksaan prosedur kerja

Carrilo (2004) Variabel X3

Technology

Kebutuhan untuk mengakses knowledge dan

sharing knowledge secara

(47)

Gambar 2.1. Model tersebut terdiri dari tiga variabel independen

diantaranya knowledge management (personal knowledge, job procedure,

technology) serta satu variabel dependen yaitu kinerja karyawan.

2.3 Hipotesis

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah, identifikasi masalah dan

tujuan penelitian dapat dikemukakan anggapan sementara secara umum sebagai

berikut “Ada pengaruh personal knowledge, job procedure dan technology

terhadap kinerja karyawan di PT.Techno Multi Utama berdasarkan rumusan

hipotesis secara umum tersebut dapat dikemukakan beberapa rumusan hipotesis

secara khusus sebagai berikut :

1. Secara Parsial

H1. β = 0 Tidak terdapat pengaruh personal knowledge terhadap

kinerja.

H1. β ≠ 0 Terdapat pengaruh personal knowledge terhadap kinerja. H2. β = 0 Tidak terdapat pengaruh job procedure terhadap kinerja. H2. β ≠ 0 Terdapat pengaruh job procedure terhadap kinerja.

(48)

2. Secara Simultan

H0 : β1β2β3 = 0, tidak terdapat pengaruh Variabel Personal Knowledge,

job procedure dan technology terhadap kinerja.

H1 : β1β2β3≠ 0, terdapat pengaruh Variabel Variabel Personal

Knowledge, job procedure dan technology terhadap

(49)

63

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Techno Multi Utama (Perusahaan) didirikan di Cimahi berdasarkan

akta No. 1 tanggal 16 Mei 2007 yang dibuat dihadapan Notaris Ely Baharini,

S.H,Sp.N, M.H. notaris di Kabupaten Bandung. Akta ini telah mendapat

pengesahaan dari Mentri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

dengan Surat Keputusan Nomor W8-024473 HT.01.01-TH.2007 tertanggal 28

Agustus 2007. Akta ini telah mengalami perubahan berdasarkan akta No. 09 yang

dibuat dihadapan Notaris Ely Baharini, S.H, Sp.N, M.H. tertanggal 31 Maret

2011. Sejak berdiri, PT. Techno Multi Utama telah menerima dua pekerjaan dari

dua main contractor yang berbeda dan satu sebagai main contractor, yaitu:

1. Rancang Bangun Simulator KTK

Simulator KTK adalah sebuah perangkat berbasis IT dengan kemampuan

untuk mensimulasikan aliran informasi dan proses transaksi yang

berlangsung di berbagai stake holder di suatu pelabuhan. selain itu KTK

Simulator dilengkapi pula dengan VTMS (Vessel Traffic Management

System) yang berfungsi untuk memonitor & mengatur gerakan kapal di

(50)

2. Pembangunan E-Learning System

Merupakan pekerjaan pembangunan e-learning system untuk TNI-AD,

meliputi 14 pusdik dan 1 kantor pusat, terdiri dari rancangan bangun 118

modul CBT (Computer Base Training) dan setup sistem IT untuk 14

pusdik dan 1 kantor pusat, termasuk setup LAN dan WAN. Pengguna

akhir dari sistem ini adalah Kodiklat TNI-AD. PT. Techno Multi Utama

memiliki tim inti, dengan kompetensi dibidang IT, simulasi dan

instrumentasi. Maksud dan tujuan perseroan ialah melakukan usaha dalam

bidang jasa, industri, penyelenggaraan usaha teknik, perdagangan umum,

pembangunan dan perbengkelan.

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

a. Visi Perusahaan

Menjadi perusahaan engineering yang mengutamakan kualitas produk

secara rinci, baik dari segi fungsi, kehandalan teknis maupun dari segi

tampilan, ketepatan jadwal penyelesaian produk dan kualitas pelayanan

purna jual, didalam ruang lingkup disiplin technology yang menjadi

kompetensi perusahaan.

b. Misi Perusahaan

Melakukan pekerjaan-pekerjaan perancangan, rancang-bangun, pemuliaan

dan pekerjaan-pekerjaan lain berbasis technology, dengan mengacu kepada

Design Requirement Objectives (DRO) yang telah ditentukan oleh atau

(51)

baik yang datang dari kalangan industry, badan swasta, militer,

badan-badan pemerintah, dan lain-lain.

4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan

Dengan adanya struktur organisasi perusahaan, maka dapat diketahui

penjabaran dan fungsionaris mana yang bertanggung jawab untuk suatu perogram

kerja tertentu yang terjadi di perusahaan. Selain itu setiap fungsionaris dapat

mengetahui dengan pasti wewenang dan tanggung jawab dalam susunan

perusahaan, sehingga dapat melaksanakan tugasnya masing-masing dengan baik

dan terarah. Berikut adalah struktur organisasi PT. Techno Multi Utama:

Gambar 4.1.

Struktur Organisasi Pt. Techno Multi Utama

Board of Owner

CEO

Director Marketing & Sales

Director Finance & Accounting

Director Engineering

Director General Affair & HR

Marketing Sales

Finance Accounting

Information tech & Instrumentation

(52)

4.1.4 Deskripsi Jabatan Yang Berjalan

PT. Techno Multi Utama dapat berjalan secara efektif dan efisien sesuai

dengan fungsinnya karena adanya kejelasan tugas dan fungsi yang selanjutnya

diuraikan dalam bentuk pembagian tugas dan wewenang oleh masing-masing

bagian, berikut tugas dan fungsi bagian yang diteliti:

A. Board of Owner

Kontrol semua proyek, mengawasi jalannya proyek baik dari mulai

pembuatan sampai selesainya proyek.

B. CEO (Chief Executive Officer)

Mengawasi jalannya proyek dari awal sampai selesainya proyek.

C. Director Marketing & Sales

Bertanggung-jawab terhadap manajemen bagian marketing dan sales serta

bertugas untuk mencari order (tender).

D. Director Finance & Accounting

Memastikan ketersediaan dana operasional yang dibutuhkan oleh

perusahaan untuk kegiatan operasional sehari-hari.

E. Director Engineering

Menentukan barang-barang yang harus dibeli sesuai dengan RAB dan

terjun langsung kelapangan dan mengatur semua yang ada dilapangan.

F. Director General Affair & HR

Bertugas untuk membina dan menumbuh kembangkan potensi-potensi

(53)

G. Manager Information Tech & Instrumentation

Bertugas membuat software yang diperlukan proyek.

H. Manager Multimedia Product & Mechanical/Machinaries

Membuat dan membeli barang-barang proyek, merancang serta membuat

animasi.

I. Marketing

Marketing betugas untuk mencari order (tender), membuat RAB dan

menagih piutang-piutang proyek.

J. Finance

Bertugas untuk membuat, memeriksa dan mengarsip faktur, mengatur

posisi keuangan perusahaan.

K. Sales

Meyakinkan atas manfaat dan kelebihan produk yang ditawarkan kepada

klien.

L. Accounting

(54)

4.2 Karakteristik Responden

Untuk mengetahui karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

dapat dilihat pada Tabel dibawah ini:

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis

Kelamin Frekuensi %

Pria 43 86

Wanita 7 14

Total 50 100

Sumber: Kuesioner 2016

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden

berjenis kelamin pria sebesar 88% sementara jumlah terkecil responden berjenis

kelamin wanita sebesar 6%.

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi %

< 25 Tahun 4 8

26-35 Tahun 18 36

36-45 Tahun 23 46

>46 Tahun 5 10

Total 50 100

Sumber : Kuesioner 2016

Tabel di atas menggambarkan usia responden. Dari tabel tersebut dapat

dilihat bahwa dari 50 responden, 4 orang (8%) diantaranya berusia kurang dari 25

tahun, 18 orang (36%) diantaranya berusia antara 26-35 tahun, 23 orang (46%)

(55)

dari 46 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar usia responden adalah

di rentang usia 36-45 tahun.

4.3 Analisis Deskriptif

4.3.1 Analisis Personal Knowledge

Bagian ini akan diuraikan data tanggapan responden mengenai personal

knowledge sebanyak 50 orang yang merupakan karyawan dari PT. Techno Multi

Utama. Skor jawaban responden diklasifikasikan berdasarkan skor aktual dan skor

ideal mengunakan rumus sebagai berikut.

(Sumber : Narimawati Umi, 2010:45)

Keterangan:

a. Skor aktual adalah skor jawaban yang diperoleh dari seluruh responden

atas kuesioner yang telah diajukan

b. Skor ideal adalah skor maksimum atau skor tertingi yang mungkin

diperoleh jika semua responden memilih jawaban dengan skor tertingi.

Untuk hasil dari kuesioner untuk masing-masing indikator Personal

Knowledge dapat dilihat sebagai berikut:

(56)

Tabel 4.3

Tanggapan Responden Mengenai Ide

No Pernyataan Tanggapan Bobot Freq Persen (%)

Berdasarkan pernyataan diatas mengenai “Pengalaman yang saya peroleh

memperkaya pengetahuan saya” dapat diketahui bahwa 2% responden menjawab

setuju, 64% responden menjawab cukup setuju dan 34% responden menjawab

tidak setuju. Hal itu dikarenakan pengalaman yang didapat karyawan cukup

bermanfaat untuk dirinya.

Knowledge management yang telah diterapkan, dapat membantu tiap

individu didalam organisasi atau perusahaan tidak perlu mempelajari ulang dari

awal lagi, tetapi dengan knowledge management ini mereka dapat mempelajari

nya dengan cepat, sehingga mampu meningkatkan kompentensi dari tiap – tiap

individu. (Darudiato, 2013)

Tabel 4.4

Tanggapan Responden Mengenai Ide

(57)

Berdasarkan pernyataan “Saya sering mendapatkan pengalaman yang

berbeda/baru tiap harinya” diatas dapat diketahui bahwa 2% responden menjawab

setuju, 42% responden menjawab cukup setuju, 54% responden menjawab tidak

setuju dan 2% responden menjawab sangat tidak setuju. Hal itu dikarenakan

karyawan tidak selalu mendapatkan pengalaman baru di perusahaan setiap

harinya.

Melalui knowledge management, organisasi atau perusahaan dapat

melakukan analisa dari pengetahuan yang telah dikumpulkan, sehingga dapat

mengembangkan tiap produk dan jasa didalamnya. (Darudiato, 2013)

Dapat diketahui Skor Total = 256/500 x 100% = 51,2% yang menunjukkan

tingkat ide yang merupakan indikator dari personal knowledge berada pada

tingkat kurang baik. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan dalam menghasilkan

atau membuat ide belum mudah dalam mengeskpresikannya.

Tabel 4.5

Tanggapan Responden Mengenai Community and Networks

No Pernyataan Tanggapan Bobot Freq Persen (%)

Berdasarkan pernyataan ”Mengkomunikasikan pengalaman kerja kepada

rekan kerja yang lain sangatlah penting untuk kelancaran kerja dalam team” diatas

(58)

menjawab setuju, 34% responden menjawab cukup setuju dan 62% responden

menjawab tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa banyak karyawan yang

menyatakan bahwa mengkomunikasikan pengalaman kerja itu cukup penting

dilakukan.

Konsep knowledge management pada sebuah perusahaan juga bertujuan

untuk meningkatkan kinerja dengan cara menumbuhkan budaya berbagi

pengetahuan, dimana pengetahuan merupakan asset yang dapat dikelola sehingga

dapat dikomunikasikan dan digunakan secara bersama (Priambada et al, 2010)

Tabel 4.6

Tanggapan Responden Mengenai Community and Networks

No Pernyataan Tanggapan Bobot Freq Persen (%)

Berdasarkan pernyataan “Pengalaman bukan hanya diperoleh dari diri

sendiri tetapi juga bisa diperoleh dari pengalaman orang lain, sehingga dapat

dijadikan landasan pengetahuan“ diatas dapat diketahui bahwa 2% responden

menjawab setuju, 66% responden menjawab cukup setuju dan 32% responden

menjawab tidak setuju. Hal itu dikarenakan pengalaman yang didapatkan

karyawan diperoleh dari setiap pembelajaran yang dilakukan baik dari diri sendiri

(59)

Knowledge management dapat membantu organisasi atau perusahaan

dalam mengevaluasi kinerja nya dari periode – periode sebelumnya , sehingga

kedepannya dapat diperbaiki dan dikembangkan. . (Darudiato, 2013)

Dapat diketahui Skor Total = 257/500 x 100% = 51,4% yang menunjukkan

tingkat community and networks yang merupakan indikator dari personal

knowledge berada pada kategori kurang baik. Hal ini menunjukkan komunitas dan

jaringan yang dimiliki oleh karyawan kurang baik.

Tabel 4.7

Tanggapan Responden Mengenai Penyortiran

No Pernyataan Tanggapan Bobot Freq Persen (%)

Berdasarkan pernyataan “Karyawan yang berpengalaman cenderung

bekerja lebih profesional daripada karyawan yang belum memiliki pengalaman

sama sekali” diatas dapat diketahui bahwa 2% responden menjawab sangat setuju,

2% responden menjawab setuju, 36% responden menjawab cukup setuju dan 60%

responden menjawab tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman tidak

menyebabkan seorang karyawan menjadi lebih professional dalam bekerja.

Knowledge management yang telah diterapkan, dapat membantu tiap

Gambar

Tabel 1.4
Table 2.1 Hasil Penelitian Terdahulu
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
Gambar 4.1.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Nilai tersebut menunjukkan bahwa hubungan variabel Motivasi Kerja (X1) dan kompensasi (X2) dengan variabel Kinerja Karyawan adalah erat atau kuat yaitu sebesar

Jadi dapat disimpulkan bahwa kuesioner yang digunakan untuk mengukur variabel gaya kepemimpinan (X1), komunikasi organisasi (X2) dan kinerja karyawan (Y) adalah

Dari hasil penelitian mengenai pengaruh Knowledge Management Process terhadap kinerja karyawan pada divisi big data PT Telkom Indonesia maka dapat ditarik kesimpulan bahwa

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa indirect effect atau pengaruh tidak langsung dari komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan melalu knowledge

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel independen yaitu financial attitude, financial knowledge, dan personal income berpengaruh positif dan signifikan terhadap personal

karyawan...57 Tabel 4.13 Kelayakan fasilitas kerja dapat mempengaruhi kinerja karyawan...58 Tabel 4.14 Rangkuman Pernyataan Tentang Tanggapan Kuesioner Pemberian Kompensasi X1...59

manajemen PT.Telkom Akses regional 2 Tangerang, ternyata masih terdapat karyawan yang mempunyai kinerja yang rendah disebabkan pengaruh rendahnya knowledge management yang dimana sangat

Centradist Partsindo Utama yaitu sebagian besar karyawan yang diterima bekerja tidak memiliki pengalaman kerja sehingga dalam prakteknya karyawan kurang efisien dalam memanfaatkan waktu