Ekonomi Manajerial
&
Strategi Bisnis
Bab 1 Dasar Ekonomi Manajerial
Michael R. Baye, Managerial Economics and Business Strategy, 5e. ©The McGraw-Hill Companies, Inc., 2006
Dosen :
Pendahuluan
• Menurut Mc Connel (1993), ekonomi manajerial adalah alat
analisis yang sangat berguna bagi manajer dalam pengambilan keputusan bisnis. Sesuai dengan namanya, ekonomi
manajerial merupakan hibrid dari ilmu ekonomi dan ilmu manajemen. Ilmu ekonomi adalah studi tentang perilaku manusia dalam memproduksi, mendistribusi dan
mengkonsumsi barang dan jasa. Sedangkan sumber daya yang tersedia untuk mewujudkannya.
• Sedangkan menurut Ket (2000) Ilmu manajemen dapat
Definisi ekonomi manajerial
M ic h a e l R . B a ye , M a n a g e ri a l E co n o m ic s a n d B u si n e ss S tr a te g y, 5 e . © T h e M cG ra w -H ill C o m p a n ie s, I n c. , 2 0 0 6• Aplikasi dari teori ekonomi dan perangkat analisis ilmu
pengambilan keputusan untuk membahas bagaimana suatu organisasi dapat mencapai tujuan atau maksudnya dengan cara yang paling efisien.
• Manajer
• Seseorang yang mengarahkan sumber daya untuk mencapai
tujuan.
• Ilmu Ekonomi
• Ilmu tentang pengambilan keputusan dalam menghadapi
kelangkaan sumber daya
• Ilmu Ekonomi Manajerial
• Studi tentang bagaimana pengolahan sumber daya yang langka
Masalah Keputusan Manajemen
Masalah Keputusan Manajemen
Teori Ekonomi :
Ekonomi Mikro
Ekonomi Makro
Teori Ekonomi :
Ekonomi Mikro
Ekonomi Makro
Ilmu Keputusan :
Matematika Ekonomi
Ekonometrika
Ilmu Keputusan :
Matematika Ekonomi
Ekonometrika
Ekonomi Manajerial :
Aplikasi Teori dan perangkat ilmu keputusan
untuk memecahkan masalah keputusan
manajerial
[image:4.720.31.623.43.508.2]Organisasi dapat memecahkan masalah keputusan manajemen dengan menerapkan teori ekonomi dan perangkat ilmu keputusan
Ekonomi mikro : Tingkah laku ekonomi secara individual sebagai
pengambil keputusan, seperti konsumen individu dan pemilik sumber daya, dan perusahaan bisnis.
Ekonomi makro : Membahas tentang output, pendapatan, pekerjaan, konsumsi, investasi dan harga dilihat secara agregat
Teori ekonomi : memprediksi dan menerangkan tingkah laku ekonomi Teori ekonomi biasanya dimulai dengan model
Model : abstraksi dari banyak hal yang melingkupi suatu kejadian dan berusaha mengindentifikasi beberapa dari banyak faktor penentu yang penting dari suatu kejadian.
EKMAN Ilmu Keputusan
Matematika Ekonomi dan Ekonometrika
Memformulasikan dalam bentuk persamaan model ekonomi yang dipostulatkan oleh teori ekonomi.
Menerapkan peralatan statistik (regresi) pada data dunia nyata untuk mengesti-masi model yang dipostulatkan oleh teori ekonomi.
Model Matematika Q = f(P,Y,PC, PS, A)
Dengan mengumpulkan data Q, P,Y PC, PS, A, kita dapat mengestimasi hubungan emperisnya (ekonometrik)
EKMAN ILMU ADMINISTRASI BISNIS
(Akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen SDM, dan produksi) = Lingkungan bisnis dimana prshan beroperasi.
Proses pengambilan keputusan secara
keseluruhan yang akan membawa
perusahaan mencapai tujuannya.
EKMAN bukan merupakan ilmu yang terdiri dari banyak topik yang terpisah melainkan penggunaan teori
Tinjauan
Ilmu Ekonomi untuk Manajemen yang Efektif
Mengidentifikasi Tujuan dan Kendala Mengenali Peranan Laba
Memahami Insentif Lima Model Kekuatan Memahami Pasar
1.2.1. Identify goals and constraints
Langkah awal Membuat Keputusan
:
Menentukan tujuan
Untuk mencapai sejumlah tujuan yang berbeda
akan membuat keputusan berbeda.
Tujuan : distribusi makanan
Rural areas
Innercity residents
Decisions and optimal distribution network will differ
Unit berbeda dalam perusahaan memiliki tujuan berbeda.
Departemen Marketing
: bertujuan menggunakan sumberdaya
untuk memaksimumkan penjualan atau
market share
Departemen Financial
:bertujuan meningkatkan laba
atau mengurangi risiko
Unfortunately, constraints make it difficult for managers to achieve
goals, such as maximizing profit or increasing market share
Kendala : ketersediaan teknologi, harga input yang digunakan dalam
proses produksi.
Tujuan memaksimumkan profit, maka manajer harus
1.2.2. Recognize the Nature and Importance of Profit
Tujuan Perusahaan : Memaksimumkan
profit atau nilai perusahaan
Accounting Versus Economic Profits
Accounting Profit : sejumlah uang yang diperoleh dari penjualan
(Total Penerimaan = harga dikali kuantitas barang
yang dijual) dikurangi biaya produksi barang dan jasa
Apa yang dilaporkan dalam Laporan Keuangan, dan dilaporkan
kepada manager oleh bagian keuangan.
Economic Profit
: perbedaan total penerimaan dengan total biaya
opportunity dalam memproduksi barang atau jasa.
Biaya opportunity > Biaya akuntansi
Contoh : Bisnis Bread-talk atau Jico donuts memiliki gedung sendiri. Biaya untuk memproduksi merupakan biaya akuntansi.
Pada akhir tahun, bagian keuangan melaporkan bahwa biaya produksi sebesar Rp. 300 juta, dan total penerimaan adalah Rp. 1 miliar, maka laba akuntansi adalah Rp. 700 juta.
Untuk Menentukan Laba ekonomi beberapa hal harus diperhitungkan :
Gaji pemilik jika bekerja diperusahaan lain, misalkan digaji Rp. 240 juta, sehingga biaya implisit untuk pemilik dalam menjalankan bisnis donut adalah sebesar Rp. 240 juta yang dikurangi dari laba akuntansi.
Menyewa gedung dari orang lain, misalkan jika menyewa gedung yang sama ditempat lain sebesar Rp. 480 juta pertahun, maka biaya sewa gedung merupakan biaya implisit
Biaya ekonomi untuk kasus tersebut = 300 juta + 240 juta + 480 juta = 1miliar 20 juta
Lima Kekuatan Kerangka Kerja
1.2.3. Understand Incentives
Insentif berpengaruh terhadap bagaiamana sumber daya digunakan dan bagaimana SDM bekerja keras.
Perusahaan harus mempunyai suatu aturan tentang pemberian insentif untuk membangkitkan semangat kerja
Insentif diberikan dalam bentuk bonus dengan mekanisme yang jelas yang diperoleh mulai dari CEO hingga manajemen yang paling bawah.
1.2.4. Understand Market
Terdapat dua sisi setiap transaksi dalam pasar :
Untuk setiap pembeli dari barang/jasa terdapat hubungan
dengan penjual.
Outcome akhir dari pasar tergantung pada kekuatan pembeli
dan penjual di pasar yang ditempati.
The power or bargaining position, of consumers and producers
in the market is limited by three sources of rivalry that exist in
economic transaction :
Interaksi Pasar
Persaingan Konsumen – Produsen
Konsumen berupaya menawar harga semurah mungkin, sementara
produsen berupaya memberi harga setinggi mungkin.
Persaingan Konsumen – Konsumen
Kelangkaan barang akan mengurangi kekuatan tawar konsumen sebab
mereka bersaing satu sama lain untuk memperoleh barang tersebut
Persaingan Produsen – Produsen
Kelangkaan jumlah konsumen akan menyebabkan produsen bersaing
satu sama lain untuk memberikan layanan terbaik bagi pelanggan
Peranan Pemerintah
Perusahaan : suatu organisasi yang mengkombinasikan,
mengorganisir berbagai sumberdaya yang bertujuan memproduksi barang dan jasa untuk dijual
Perusahaan menghemat biaya transaksi
Fungsi Perusahaan : membeli sumberdaya atau input berupa tenaga kerja, modal dan bahan mentah untuk diubah menjadi barang dan jasa untuk dijual
(bagian dari circular flow of economic activity)
Tujuan perusahaan : Memaksimumkan laba sekarang atau jangka pendek
Tujuan perusahaan : memaksimumkan kekayaaan atau nilai perusahaan. (Dicerminkan dari nilai sekarang dari keuntungan perusahaan yang diharapkan masa depan)
Nilai uang berdasarkan
waktu
Present value (PV) dari sejumlah uang (FV) yang diterima
pada akhir periode ke “n” ketika tingkat bunga per-periode sama dengan “i” :
Contoh :
Lotto sebagai pemenang dalam memilih antara pembayaran
yang berskala 104 juta dolar atau 108 juta dolar lebih dari 25 tahun.
Menentukan ganti rugi dalam sebuah kasus yang melanggar
Rangkaian Present Value
• Present value multi periodik dari sejumlah model ( FVt ) yang
diterima pada akhir dari tiap periode untuk “n” periode :
Net Present Value
• Jika seorang manajer dapat memperoleh aliran uang yang masuk di
masa yang akan datang (FVt ) dengan menghabiskan “C0” dollar hari
ini. Maka NPV dari keputusan tersebut adalah :
Aturan Keputusan :
Jika
NPV < 0 : Tolak proyek
Present value of a Perpetuity
• Aset yang secara terus menerus menghasilkan aliran cash flow
(CF) pada akhir tiap periode disebut perpetuity
• Present value (PF) dari sebuah perpetuity of cash flows paying
yang berjumlah sama pada akhir tiap periode adalah
•
Perusahaan :
organisasi yg mengkombinasi dan
mengorganisasikan berbagai sumberdaya dalam
memproduksi barang dan jasa untuk dijual
•
Tujuan Perusahaan : memaksimum kekayaan
atau nilai perusahaan
Teori Perusahaan
1
2
1
2
1
(1
)
(1
)
(1
)
(1
)
n
n
t
n
t
t
PV
r
r
r
r
1
(1
)
L
1
(1
)
n
n
t
t
t
t
t
t
t
TR TC
Value of Firm
Teori Perusahaan
Kendala-Kendala dalam Operasi Perusahaan
:
•
Upaya mencapai tujuan dihambat oleh berbagai kendala
adanya keterbatasan dalam penyediaan input, seperti :
terbatasnya tenaga ahli, terbatasnya bahan baku dan juga
modal, kemudian adanya kendala hukum dan peraturan
perundangan, misalnya tentang upah minimum, standar
kesehatan dan keselamatan, standar emisi polusi
• Teori perusahaan yang mempostulatkan tujuan
perusahaan untuk memaksimumkan kekayaan dinilai
terlau sempit dan tidak realistik.
• Beberapa alternatif adalah : memaksimumkan penjualan (Baumol 1959), memaksimumkan
Penaksiran Perusahaan
Nilai dari sebuah perusahaan sama dengan present value dari
keuntungan sekarang dan di masa datang
PV = Σ πt / (1 + i)t
Jika keuntungan tumbuh dengan laju konstan
(g < i) dan keuntungan periode saat ini adalah πο :
sebelum keuntungan sekarang telah dibayar sebagai bunga
segera setelah keuntungan
Lanjutan …
• Jika laju pertumbuhan keuntungan < tingkat suku bunga dan
keduanya tetap konstan, memaksimalkan present value dari seluruh keuntungan masa datang sama dengan
memaksimalkan keuntungan sekarang
Analisis Marginal (tambahan)
• Variabel kontrol
• Output • Harga
• Kualitas Produk • Periklanan
• Penelitian dan Pengembangan
• Pertanyaan manajerial yang mendasar :
SIFAT DAN FUNGSI LABA
Contoh
:
•
Sebuah perusahaan melaporkan laba bisnisnya Rp. 30
juta per bulan, tetapi sebenarnya sang pengusaha dapat
memperoleh penghasilan sesebear Rp 35 juta per bulan
dari bekerja di perusahaan lain, dan modalnya bisa
menghasilkan Rp 15 juta per bulan jika diinvestasikan di
bisnis lain.
Definisi Laba
• Laba = Penerimaan dikurangi Biaya
• Laba Bisnis (Business Profit) : Penerimaan dikurangi
Biaya Akuntasi (biaya eksplisit)
Teori Laba
•
Teori Laba dalam Menghadapi Resiko
(
Risk Bearing
Theories of Profit
) : laba di atas normal dibutuhkan agar
bertahan di industri yang beresiko tinggi (mis.
Pengeboran minyak)
•
Teori Laba karena Gesekan
(
Frictional Theory of Profit
):
laba krn adanya gangguan pada keseimbangan jangka
panjang
•
Teori Laba Monopoli
(
Monopoly Theory of Profit
): laba
krn monopoli, membatasi output dan mengenakan harga
yang tinggi
•
Teori Laba Inovasi
(
Innovation Theory of Profit
): laba krn
adanya inovasi yang berhasil
•
Teori Laba Efisiensi Manajerial
(
Managerial Efficiency
Fungsi Laba
• Laba merupakan tanda yang memandu alokasi sumberdaya
masyarakat.
• Laba yang tinggi di suatu industri merupakan tanda bahwa
pembeli menginginkan lebih banyak produk yang dihasilkan oleh industri tersebut.
• Laba rendah/negatif dalam suatu industri merupakan tanda
Keuntungan Marjinal /
Marginal Benefit (MB)
• Perubahan pada total keuntungan muncul dari perubahan
dalam variabel kontrol, Q :
• Slope (calculus derivative) dari total kurva keuntungan
Biaya Marginal /
Marginal Cost (MC)
• Perubahan biaya total muncul dari perubahan variabel kontrol,
Q :
Prinsip Marginal
• Untuk memaksimalkan laba bersih, variabel kontrol manajerial
seharusnya ditingkatkan ke titik di mana MB = MC
• Dalam setiap periode, perusahaan memaksimumkan laba
(jangka pendek) dengan menseting output dan harga pada
tingkat dimana kurva MC berpotongan dengan MR. Dengan keputusan interdependen temporal maksimisasi profit jangka pendek juga merupakan maksimisasi profit jangka panjang.
• MB > MC berarti unit terakhir dari variabel kontrol
meningkatkan keuntungan lebih banyak daripada peningkatan biaya itu sendiri
• MB < MC berarti unit terakhir dari variabel kontrol
meningkatkan biaya lebih besar daripada peningkatan keuntungan
Kesimpulan
• Pastikan anda menyertakan seluruh biaya dan keuntungan
ketika membuat suatu keputusan (opportunity cost)
• Ketika memutuskan jangka waktu, pastikan anda
membandingkan apples to apples (PV analisis)
• Keputusan optimal ekonomi dibuat dengan margin (analisis
Ekonomi Manajerial &
Strategi Bisnis
Bab 2 Mekanisme Pasar : Permintaan dan Penawaran
Michael R. Baye, Managerial Economics and Business Strategy, 5e. ©The McGraw-Hill Companies, Inc., 2006
Dosen :
Pendahuluan
I. Kurva Permintaan Pasar
Fungsi Permintaan
Faktor Penentu Permintaan Surplus Konsumen
II. Kurva Penawaran Pasar
Fungsi Penawaran Penawaran Bergeser Surplus Produsen
Kurva Permintaan Pasar
• Menunjukkan sejumlah barang yang akan dibeli pada harga
alternatif, dengan menganggap faktor lain konstan.
• Hukum Permintaan (Law of Demand)
• Kurva Permintaan mengarah ke bawah
• Hukum permintaan adalah makin rendah harga suatu barang
makin banyak permintaan atas barang tersebut dan sebaliknya makin tinggi harga suatu barang makin sedikit permintaan atas barang tersebut.
Faktor Penentu Permintaan
Pendapatan
Barang Normal Barang Inferior
Harga barang yang saling berhubungan
Harga substitusi Harga pelengkap
Periklanan dan selera konsumen
Populasi
Fungsi Permintaan
Persamaan umum yang mempresentasikan kurva permintaan
Qxd = f(Px, Py, M, H)
Qxd = banyaknya permintaan barang X Px = harga barang X
Py = harga barang yang berhubungan dengan barang Y
Barang substitusi Barang pelengkap
M = pendapatan
Barang normal Barang inferior
H = variabel lain yang mempengaruhi permintaan
Invers dari Fungsi
Permintaan
• Harga sebagai sebuah fungsi dari permintaan kuantitas
• Contoh :
• Fungsi permintaan
• Qxd = 10 – 2Px
• Invers fungsi permintaan
Perubahan dalam
Permintaan Kuantitas
Surplus Konsumen
•
Nilai konsumen didapat dari sebuah barang tetapi tidak
harus membayar
•
Surplus konsumen (
consumer’s surplus
) didefinisikan
sebagai keuntungan yang diterima oleh konsumen karena
mempunyai kesempatan untuk membeli suatu barang
pada harga marjinalnya
bukan pada
harga rata-ratanya
.
Misalnya kurva permintaan Marshallian berbentuk garis
linier dengan slope menurun seperti pada gambar 1
berikut ini.
Kurva ini mempunyai persamaan fungsi.
Pada gambar tersebut diatas terlihat bahwa :
•jika harga barang adalah sebesar Rp. 30,-, maka konsumen akan
membeli sebanyak 1 unit barang X.
•Jika harga barang aadalah Rp. 25,-, maka konsumen membeli
sebaanyak 2 unit barang X dan seterusnya.
•Misal dibeli konsumen 4 unit barang X, dengan harga perunit
Rp. 15,-, maka total yang harus dibayar konsumen adalah
sebesar : 4 x Rp. 15,- = Rp. 60,- . Nilai ini dikatakan bahwa
•
Jika 4 unit tidak dibeli sekaligus, tetapi dibeli dengan :
• 1 unit pertama sebesar Rp.30,-• 1 unit kedua sebesar Rp. 25,-• 1 unit ketiga sebesar Rp.
20,-• 1 unit keempat sebesar Rp. 15,- , maka total yang harus
doibayar adalah Rp. 90,-.Nilai ini dikatakan bahwa konsumen membayar dengan nilai rata-ratanya.
• Nilai ini sama jika dihitung dengan nilai ratanya. Nilai
rata-rata perunit dibayar adalah
:
= Rp.
22.50,-• Untuk 4 unit yang dibeli, konsumen harus membaayar : 4 x Rp.
22.50 = Rp.
90,-•
Nilai ini digambar dapat ditunjukkan pada bagian 1 dan
2.
•
Selisih sebesar Rp. 90,- - Rp. 60,- = Rp. 30,-
merupakan
• Misal sekarang harga barang naik menjadi Rp. 20,- perunit, maka
konsumen akan membeli sebanyak 3 unit dengan total Rp.
60,-• Jika 2 unit dibeli dengan 1 unit sebesar Rp. 30,-• unit kedua sebesar Rp. 25,- dan
• unit ketiga sebesar Rp. 20,-, maka total yang harus dibayar oleh
konsumen adalah sebesar :
• Rp. 30,- + Rp. 25,- + Rp. 20,- = Rp.
75,-• Selisih sebesar Rp. 75,- - Rp. 60,- = Rp. 15.- merupakan surplus
konsumen
• Perubahan harga dari Rp. 15,-perunit menjadi Rp. 20,-
15,-Kurva Penawaran Pasar
• Kurva penawaran menunjukkan jumlah dari barang yang akan
diproduksi pada harga alternatif
• Hukum Penawaran (Law of Supply)
• Kurva penawaran miring ke atas (naik)
• Hukum Penawaran adalah semakin tinggi harga suatu barang
Pergeseran Penawaran
Harga-harga input
Teknologi atau peraturan pemerintah
Jumlah perusahaan
Masuk Keluar
Pergantian dalam produksi
Pajak-pajak
Bea cukai
Pajak berdasarkan nilai
Harapan produsen
Fungsi Penawaran
• Persamaan yang mempresentasikan kurva penawaran :
QXS = f(PX, PR, W, H)
• QXS = banyaknya persediaan barang X • PX = harga barang X
• PR = harga pergantian produksi • W = harga input (mis. gaji)
Invers dari Fungsi Penawaran
• Harga sebagai fungsi dari penawaran kuantitas
• Contoh :
• Fungsi Penawaran
• QXS = 10 + 2PX
• Invers dari Fungsi Penawaran
• 2PX = 10 + QXS • PX = 5 + 0.5QXS
Perubahan dalam penawaran
Surplus Produsen
• Jumlah produsen yang menerima kelebihan dari jumlah yang
diperlukan untuk menyebabkan mereka untuk memproduksi barang
• Menurut Varian
X1 P
P1
S
Surplus Produsen
•
Segi empat R adalah
keuntungan dari
penjualan untuk
barang-barang
•
Segi tiga T
keuntungan dari
Keseimbangan Pasar
• Harga dan jumlah suatu barang yang
diperjualbelikan ditentukan oleh permintaan dan penawaran barang
tersebut. keadaan di suatu pasar dikatakan
dalam keseimbangan atau equilibrium,
apabila jumlah yang ditawarkan para
penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut.
• Menjaga keseimbangan penawaran dan
permintaan
• Qxs = Qxd
Contoh: daftar permintaan
dan penawaran buku tulis
P
(Rp) (unit)QD (unit)QS Sifat Interaksi 5.000 4.000 3.000 2.000 1.000 200 400 600 900 1.300 900 800 600 375 100
Kelebihan penawaran
Keseimbangan
PERUBAHAN
KESEIMBANGAN PASAR
Perubahan faktor lain di luar harga – mempengaruhi
permintaan atau penawaran – akan menyebabkan
perubahan keseimbangan. Terdapat 4 kemungkinan
perubahan/pergeseran, yaitu:
•
Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke
kanan)
•
Permintaan berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri)
•
Penawaran bertambah (kurva penawaran bergeser ke
kanan)
•
Disamping perubahan di atas, ada beberapa
kemungkinan perubahan serentak permintaan dan
penawaran yang dapat berlaku, yaitu:
•
Perubahan mungkin berlaku ke arah yang sama
(sama-sama mengalami kenaikan atau penurunan).
•
Perubahan mungkin berlaku ke arah yang berlawanan:
• Permintaan turun Penawaran bertambah
• Permintaan bertambah Penawaran turun
•
Apabila pertambahan permintaan sama dengan
pertambahan penawaran, maka tingkat harga tidak
berubah.
•
Apabila pertambahan permintaan kurang dari
Pembatasan Harga
• Harga tertinggi (Price Ceiling)
• Harga sah maksimum yang dapat dibebankan • Contoh :
• Harga bensin tahun 1970an • Perumahan di kota New York
• Mengajukan pembatasan pada biaya ATM
• Harga terendah (Price Floor)
• Harga minimum yang dapat dibebankan • Contoh :
• Upah minimum
Dampak dari harga tertinggi
Harga penuh ekonomi
• Banyaknya uang yang dibayarkan pada perusahaan di bawah
harga tertinggi (price ceiling), ditambah harga yang tidak berkaitan dengan uang
PF = PC + (PF – PC)
Keterangan :
• PF = harga penuh ekonomi
• PC = harga tertinggi
Contoh dari tahun 1970an
• Harga tertinggi dari bensin : $1
• Antrian 3 jam untuk membeli 15 galon bensin
• Harga kesempatan (opportunity cost) : $5 / jam • Nilai total dari waktu yang dihabiskan : 3 x $5 = $15
• Harga yang tidak berkaitan dengan uang per galon : $15/15=$1
• Harga penuh ekonomi dari sebuah galon bensin : PF = $1 + $1 =
$2
Analisis Perbandingan Statis
• Bagaimanakah harga keseimbangan dan perubahan kuantitas ketika
sebuah faktor penentu dari penawaran dan/atau permintaan berubah ?
Aplikasi dari Analisis
Permintaan dan Penawaran
Peristiwa :
WSJ (Wall Street Journal) melaporkan bahwa harga dari komponen PC diharapkan turun sekitar 5-8 persen enam bulan ke depan
Skenario 1 :
Anda mengelola perusahaan kecil yang memproduksi PC
Skenario 2 :
Gunakan Perbandingan Statis
Analisis untuk melihat
gambaran yang besar
• Analisis perbandingan statis menunjukkan bagaimana
keseimbangan harga dan kuantitas akan berubah ketika sebuah
faktor penentu penawaran atau permintaan mengalami perubahan.
Skenario 1 :
Implikasi untuk pembuat PC kecil
• Langkah 1 : Carilah “Gambaran yang Besar”
• Langkah 2 : Atur sebuah rencana tindakan
Gambaran Besar : Dampak dari penurunan harga
komponen pasaran PC
Analisis Gambaran Besar :
Pasar PC
• Harga keseimbangan dari PC akan turun, dan kuantitas
keseimbangan dari penjualan komputer akan naik
• Gunakan hal-hal ini untuk mengorganisir rencana tindakan :
• Perjanjian / suplier ? • Menginventariskan ? • Sumber daya manusia ? • Marketing ?
Skenario 2 :
Pembuat Software
• Rantai yang lebih rumit dari sebuah alasan untuk menetapkan
“gambaran besar”
• Langkah 1 : Gunakan analisis seperti dalam skenario 1 untuk
menyimpulkan bahwa harga komponen dasar akan membawa ke arah :
• Harga keseimbangan yang lebih rendah untuk komputer • Lebih banyak jumlah komputer yang terjual
• Langkah 2 : Bagaimanakah perubahan ini mempengaruhi
“Gambaran Besar” di dalam pasar software ?
Analisis Gambaran Besar :
Pasar Software
• Harga software akan naik, dan banyak software akan terjual
• Gunakan ini untuk mengorganisasi rencana tindakan
Kesimpulan
• Gunakan analisis permintaan dan penawaran untuk :
• Memperjelas “gambaran besar” (dampak umum dari peristiwa
saat ini pada keseimbangan harga dan kuantitas)
• Mengorganisasi rencana tindakan (dibutuhkan perubahan dalam
Ekonomi Manajerial
&
Strategi Bisnis
Bab 4 Teori Perilaku Individu
Dosen :
Pendahuluan
• Teori ini menerangkan perilaku pembeli dalam menggunakan
Tinjauan
I. Perilaku Konsumen
• Analisis Kurva Indiferen
• Urutan Ketertarikan Konsumen
II. Kendala
• Kendala Anggaran
• Perubahan dalam Pendapatan • Perubahan dalam Harga
III. Ekuilibrium Konsumen
IV. Analisis Kurva Indiferen & Kurva Permintaan
• Permintaan Perseorangan • Permintaan Pasar
Perilaku Konsumen
• Peluang Konsumen (consumer’s opportunity)
• Kemungkinan barang dan jasa yang dapat dikonsumsi oleh konsumen
• Ketertarikan Konsumen (Consumer’s preference)
• Barang dan jasa konsumen yang benar-benar dikonsumsi
• Memberikan pilihan diantara 2 kumpulan barang pada konsumen
baik
Analisis Kurva Indiferen
Kurva Indiferen
Sebuah kurva yang mendefinisikan
kombinasi antara 2 atau lebih barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama pada konsumen
Tingkat Marginal Substitusi
Tingkat dimana konsumen bersedia
untuk mengganti satu barang untuk yang lain dan mempertahankan tingkat kepuasan yang sama.
Sifat-sifat Urutan
Ketertarikan Konsumen
• Kesempurnaan
• Lebih Banyak adalah Lebih Baik
• Pengurangan Substitusi Tingkat Marginal
Kesempurnaan
Sifat kesempurnaan
Konsumen mampu mengungkapkan
sesuatu yang lebih disukai (atau biasa saja) antara seluruh kemungkinan barang. (“Saya tidak tahu bahwa itu BUKAN suatu pilihan!”)
Jika satu-satunya barang yang tersedia
untuk konsumen adalah A, B, dan C, maka konsumen
Biasa saja antara A dan C (dalam kurva
yang sama)
Lebih memilih B daripada A Lebih memilih B daripada C
Lebih Banyak adalah Lebih Baik
Sifat Lebih Banyak adalah Lebih Baik
Barang yang mempunyai setidaknya
sama banyak pada setiap barang dan banyak dari beberapa barang lebih disuka daripada barang lain
Barang B lebih disukai daripada A karena
B mengandung setidaknya sama banyak dengan barang Y dan banyak barang X
Barang B juga lebih disukai dari C karena
B mengandung setidaknya sama banyak dengan barang X dan banyak barang Y
Secara umum, seluruh barang di ICIII lebih
disukai daripada barang pada ICII atau ICI.
Dan seluruh barang dari ICII lebih disukai
Tingkat Substitusi Marginal
Substitusi Tingkat Marginal
Kesediaan konsumen untuk mengorbankan
barang Y untuk mempertahankan
pengurangan tingkat kepuasan yang sama karena lebih banyak barang X yang diperoleh
Tingkat dimana konsumen bersedia untuk
mengganti satu barang dengan yang lain dan mempertahankan tingkat kepuasan yang sama
Untuk beralih dari konsumsi barang A ke B
konsumen harus menyerahkan 50 unit dari Y untuk mendapat satu unit tambahan dari X
Untuk beralih dari konsumsi barang B ke C
konsumen harus menyerahkan 16.67 unit dari Y untuk mendapat satu unit tambahan dari X
Untuk beralih dari konsumsi barang C ke D
Tingkat penggantian marjinal
(marginal rate of substitution – MRS)
• MRSxy menunjukan jumlah barang Y yang bersedia konsumen
korbankan untuk menambah konsumsi barang X dan tetap
berada dalam tingkat kepuasan yang sama
(nilainya semakin
mengecil dan inilah alasan mengapa kurva indiferen
melengkung)
•
MRSxy =
Δ
Y/
Δ
X
Contoh tabel dan kurva indiferen
•
Gambar kurva IC
Titik IC1
untuk
TU=12
IC2
untuk
TU = 16
X
Y
X
Y
A
1
10 1
14
B
2
8
2
12
C
3
6
3
10
D
4
4
4
8
E
5
2
5
6
Y
X
1 3 5
10 14
6 Ic2
Konsistensi Preferensi
(
transitivity
)
• Konsep preferensi berkaitan dengan kemampuan konsumen
menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. Minimal ada dua sikap yang berkaitan dengan preferensi
konsumen, yaitu lebih suka (prefer) dan atau sama-sama
disukai (indifference). Misalnya ada dua barang A dan B, maka konsumen mengatakan A lebih disukai daripada B (A > B) atau A sama-sama disukai seperti B (A = B). syarat lain agar
perilakunya dapat dianalisis, konsumen harus memiliki
konsistensi preferensi. Bila barang A lebih disukai dari B (A>B) dan barang B lebih disukai dari C (B>C), maka barang A lebih disukai dari C (A>C). konsep ini disebut transitivitas
Pemesanan Barang yg Konsisten
Sifat Transitivitas
Untuk tiga barang A, B, dan C,
sifat transitivitas menyiratkan bahwa jika C > B dan B > A, maka C > A.
Preferensi transitivitas dengan
sifat lebih banyak lebih baik menunjukkan bahwa
Kurva indiferen tidak akan
berpotongan
Konsumen tidak akan terjebak
dalam siklus keragu-raguan yang lama
Kendala Anggaran(budget Constraint)
Himpunan Oportunitas
Himpunan dari barang konsumsi
yang terjangkau untuk dibeli
PxX + PyY ≤ M
Garis Anggaran
Kumpulan barang yang
dikeluarkan dari pendapatan konsumen
PxX + PyY = M
Substitusi Tingkat Pasar
Kemiringan dari garis anggaran
Garis kendala anggaran
(budget line)
•
Garis kendala anggaran adalah kurva yang
menghubungkan berbagai kombinasi konsumsi
dua barang (x dan y) yang dapat dibeli dengan
anggaran yang sama besarnya.
•
Kendala anggaran konsumen secara matematis
adalah: PxQx+PyQy ≤ I,
•
Jika semua anggaran harus terpakai maka: PxQx
+ PyQy = I
Contoh kasus
• Seorang konsumen mengkonsumsi X dan Y. Harga sebuah X
Rp 100 dan harga sebuah Y Rp 200. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 1.000.
a. Buatlah persamaan garis anggaran
Garis kendala anggaran
•
Persamaan kendala anggaran adalah:100X +
200Y = Rp 1000, dan
•
Skedul kendala anggaran adalah sbb:
Kombinasi a
b
c
d
e
f
X
0
2
4
6
8
10
Kurva Anggaran
• Budget line
Y
X 1
2 3 4 5
0
2 4 6 8 10
a
c
f b
d
Perubahan dalam Garis Anggaran
Perubahan Pendapatan
Peningkatan mengarah pada
keadaan paralel, pergeseran ke luar dalam garis anggaran (M1 > M0)
Pengurangan mengarah pada
keadaan paralel, pergeseran ke bawah (M2 < M0)
Perubahan Harga
Penurunan harga dari X memutar
garis anggaran berlawanan arah jarum jam (PX0 > PX1)
Peningkatan memutar garis
anggaran searah jarum jam (tidak diperlihatkan di gambar)
Efek perubahan pendapatan pada posisi
keseimbangan
Kurva konsumsi pendapatan
(income consumption curve)
A
B
C
IC1 IC2
IC3
Y
X
I3/Py
I2/Py I1/Py
Menurunkan kurva permintaan:
Kasus barang normal
Y
X
X Px
Px1
Px2
Dx
X1 X2
A B
A
B
I/Py
I/Px1 I/Px2 IC1
Menurunkan kurva permintaan: Kasus
barang Giffen
A B
A
B Px
X Y
I/Py
I/Px1 I/Px2
Dx
Px1
Px2
Keseimbangan Konsumen
• Seorang konsumen akan mencapai kepuasan yang maksimum
apabila ia mencapai titik dimana garis anggaran pengeluaran menyinggung kurva kepuasan sama (kurva indiferensi).
Y X 0 Y X 0 IC3 IC2 IC1 IC1 BL3 BL2 BL1 E E BL1
BL21 X1
X1
Keseimbangan Konsumen
Keseimbangan pada konsumsi barang
adalah terjangkaunya harga barang yang memberikan tingkat kepuasan tertinggi.
Keseimbangan konsumen terjadi pada titik
dimana
MRS = Px / Py
Dengan kata lain, kemiringan dari kurva
indiferen sama dengan garis anggaran.
Michael R. Baye, Managerial Economics and Business Strategy, 5e. ©The McGraw-Hill Companies, Inc., 2006
y x xy
P P MRS
Perubahan Harga dan
Keseimbangan Konsumen
Barang Substitusi
Sebuah peningkatan (penurunan) dalam harga barang X mengarah
pada sebuah peningkatan (penurunan) dalam konsumsi barang Y.
Contoh :
Coca-cola dan Pepsi
Verizon Wireless atau T-Mobile
Barang Komplementer
Sebuah peningkatan (penurunan) dalam harga barang X mengarah
pada penurunan (peningkatan) dalam konsumsi barang Y
Contoh :
DVD dan DVD player
Barang Komplementer
Ketika harga dari barang X jatuh dan konsumsi dari Y meningkat, maka X dan Y adalah barang
komplementer (PX1 > PX2)
Perubahan Pendapatan dan
Keseimbangan Konsumen
• Barang Normal
• Barang X adalah barang normal jika peningkatan (penurunan)
dalam pendapatan mengarah pada peningkatan (penurunan) dalam konsumsi barang tersebut
• Barang Inferior
• Barang X adalah barang inferior jika peningkatan (penurunan)
Barang Normal
Sebuah peningkatan dalam pendapatan akan meningkatkan konsumsi dari barang normal (M0 < M1)
Menguraikan Pendapatan dan
Dampak Substitusi
Awalnya, barang A dikonsumsi. Penurunan dalam harga barang X
memperluas himpunan oportunitas dari konsumen.
Substitution Effect (SE) menyebabkan konsumen berpidah dari barang A ke B.
“Pendapatan riil” yang lebih tinggi memungkinkan konsumen untuk mencapai kurva indiferen yang lebih tinggi.
Pergerakan dari barang B ke C
Kurva Permintaan Individu
Kurva permintaan individu berasal dari tiap-tiap titik ekuilibrium yang baru didapat pada kurva indiferen sebagai harga dari barang X yang bervariasi
Permintaan Pasar
• Kurva permintaan pasar adalah penjumlahan horisontal dari kurva
permintaan individu
• Hal ini menunjukkan jumlah total seluruh konsumen akan membeli
Sebuah Aplikasi
Pemasaran Klasik
Penawaran pizza beli satu, gratis satu.
• In Figure 4–14, a awalnya garis anggaran konsumen yang
menghubungkan titik-titik A dan B dan dalam keseimbangan di C. titik titik C mewakili setengah dari pizza besar (mengatakan, pizza kecil), sehingga konsumen memutuskan itu yang terbaik untuk membeli pizza kecil daripada yang besar. Point D mewakili titik di mana ia membeli satu pizza besar, tapi, seperti yang kita lihat, konsumen suka bundel C daripada bundel D, karena terletak di kurva indifference yang lebih tinggi.
• Ketika konsumen ditawarkan “beli satu, dapatkan satu gratis”
• Ini berarti bahwa garis anggaran pizza horisontal antara satu dan
dua unit (ingat bahwa kemiringan garis anggaran (Px /Py), dan untuk unit-unit Px adalah nol). Jika konsumen ingin
mengkonsumsi lebih dari dua besar pizza, dia harus membelinya di harga reguler. Namun perlu dicatat bahwa jika ia
menghabiskan semua pendapatan pada pizza, ia bisa membeli satu lagi daripada sebelumnya (karena salah satu pizza gratis).
• Dengan demikian, pizza lebih dari dua unit, kendala anggaran
adalah garis yang menghubungkan titik-titik E dan F. Setelah
kesepakatan yang ditawarkan, kesempatan mengatur meningkat. Pada kenyataannya, bundel E kini bundel terjangkau. Selain itu, sudah jelas bahwa bundel E pilihan daripada bundel C, dan
pilihan optimal konsumen untuk mengkonsumsi bundel E, seperti pada gambar 4. Teknik penjualan yang telah diinduksi konsumen untuk membeli pizza lebih daripada ia akan mempunyai dan
Kesimpulan
Sifat kurva indiferen mengungkapkan informasi tentang
ketertarikan konsumen antara kumpulan barang
Kesempurnaan
Lebih Banyak adalah Lebih Baik
Pengurangan Substitusi Tingkat Marginal Transitivitas
Kurva indiferen bersama dengan perubahan harga
menentukan kurva permintaan individu
Permintaan pasar adalah penjumlahan horisontal dari kurva
Ekonomi Manajerial &
Strategi Bisnis
Bab 5 Proses Produksi dan Biaya-Biaya
Michael R. Baye, Managerial Economics and Business Strategy, 5e. ©The McGraw-Hill Companies, Inc., 2006
Dosen :
Tinjauan
I. Analisis Produksi
• Total Produk, Produk Marginal, Produk Rata-Rata • Isoquants
• Isocost
• Minimalisasi Biaya
II. Analisis Biaya
• Biaya Total, Biaya Variabel, Biaya Tetap • Biaya Fungsi Kubik
• Hubungan Biaya
Analisis Produksi
• fungsi produksi adalah fungsi yang mendefinisikan jumlah
maksimum output yang dapat diproduksi dengan seperangkat input yang diberikan.
• Fungsi Produksi
• Q = F(K,L)
• Jumlah output maksimal yang dapat diproduksi dengan K unit
untuk modal dan L unit untuk tenaga kerja
• Keputusan Jangka Pendek vs. Keputusan Jangka Panjang
• Input Tetap vs. Input Variabel
Faktor-faktor yang tetap adalah input dimana manajer tidak dapat menyesuaikan dalam jangka pendek. Faktor-faktor variabel adalah input yang mana manajer dapat mengatur untuk mengubah produksi.
Total Produk
• Total produk adalah tingkat output maksimum yang dapat
diproduksi dengan jumlah input tertentu.
• Fungsi produksi menurut Cobb-Douglas
• Contoh :
Q = F(K,L) = K0.5 L0.5
• K adalah tetap sebanyak 16 unit • Fungsi produksi jangka pendek :
Q = (16)0.5 L0.5 = 4 L0.5
• Produksi ketika 100 unit tenaga kerja digunakan :
Q = 4 (100)0.5 = 4(10) = 40 unit
Average product
• Average Product adalah Ukuran output yang dihasilkan per unit
Ukuran Produktivitas
Marginal
• Produk Marginal adalah Perubahan total output disebabkan
oleh unit terakhir dari input.
• Produk Marginal Tenaga Kerja : MPL = ΔQ/ΔL
• Mengukur output yang dihasilkan oleh pekerja terakhir
• Kemiringan dari fungsi produksi jangka pendek (terhadap tenaga
kerja)
• Produk Marginal Modal : MPK = ΔQ/ΔK
• Mengukur output yang dihasilkan dari unit modal yang terakhir • Ketika modal dibiarkan berubah dalam jangka pendek maka MPK
adalah kemiringan dari fungsi produksi (terhadap modal)
Ukuran Rata-Rata Produktivitas
Produk Rata-Rata dari Tenaga Kerja
APL = Q/L
Mengukur output dari “rata-rata” pekerja Contoh : Q = F(K,L) = K0.5 L0.5
Jika input adalah K = 16 dan L = 16, maka produk rata-rata dari tenaga
kerja adalah APL = [(16)0.5(16)0.5]/16=1
Produk Rata-Rata dari Modal
APK = Q/K
Mengukur output dari “rata-rata” unit modal Contoh : Q = F(K,L) = K0.5L0.5
Jika input adalah K = 16 dan L = 16, maka produk rata-rata dari modal
Increasing, Diminishing and
Negative Marginal Returns
M ic h a e l R . B a ye , M a n a g e ri a l E co n o m ic s a n d B u si n e ss S tr a te g y, 5 e . © T h e M cG ra w -H ill C o m p a n ie s, In c. , 2 0 0 6
• Increasing Marginal Returns adalah jangkauan
penggunaan input dimana produk marjinal meningkat.
• Decreasing Marginal Returns adalah jangkauan
penggunaan input dimana produk marjinal menurun.
• Negatif Marginal Returns adalah jangkauan penggunaan
input dimana produk marjinal negatif.
• Prinsipnya. Fase marjinal return sebagai penggunaan
input meningkat, produk marjinal awalnya
meningkatkan (marjinal return meningkat), kemudian mulai menurun (penurunan marjinal return ), dan
Petunjuk untuk Proses Produksi
Memproduksi dari fungsi produksi
Menyelaraskan insentif sebagai upaya untuk memaksimalkan
usaha pekerja.
Mempekerjakan pada input yang tepat
Ketika tenaga kerja atau modal berubah dalam jangka pendek,
untuk memaksimalkan keuntungan seorang manajer akan mempekerjakan
Tenaga kerja sampai nilai dari produk marginal tenaga kerja sama
dengan gaji :
VMPL = w, di mana VMPL = P x MPL
Modal sampai nilai produk marginal modal sama dengan tarif sewa :
VMPK = r, di mana VMPK = P x MPK
Isoquant
• Kombinasi dari input (K,L) yang memberi produsen tingkat
output yang sama
• Bentuk dari isoquant mencerminkan kemudahan di mana
Marginal Rate of Technical
Substitution
(
MRTS
)
• Tingkat di mana dua input disubsitusikan dengan menjaga
tingkat output yang sama
Isoquant
Linear
Modal dan tenaga kerja adalah
substitusi yang sempurna
Q = aK + bL MRTSKL = b/a
Isoquant yang linear menyiratkan
bahwa input-input dapat disubstitusi pada tingkat yang konstan, tidak
Leontief Isoquant
Modal dan tenaga kerja adalah
komplemen yang sempurna
Modal dan tenaga kerja digunakan
dalam proporsi yang tetap
Q = min{bK,cL}
Karena modal dan tenaga kerja
digunakan dalam proporsi yang tetap maka tidak ada input
pengganti sepanjang isoquant
(sehingga, tidak ada MRTSKL)
Cobb-Douglas Isoquants
Input tidak selamanya dapat
disubstitusi
Penurunan tingkat marginal dari teknis
substitusi
Ketika paling sedikit satu input
digunakan dalam proses produksi, maka semakin bertambah banyak dari input yang lain yang harus digunakan untuk menghasilkan tingkat output yang sama.
Q = KaLb
Isocost
Kombinasi dari input-input yang
menghasilkan tingkat output pada biaya yang sama:
wL + rK = C
Disusun kembali,
K = (l/r)C – (w/r)L
Untuk harga input yang diberikan,
isocost yang lebih jauh dari titik asal adalah berhubungan dengan biaya-biaya yang lebih tinggi
Perubahan dari harga input
mengubah kemiringan dari garis
isocost
Minimalisasi Biaya
• Produk marginal per dollar yang dikeluarkan harus sama untuk
semua input :
Minimalisasi Biaya
Substitusi Input Optimal
Sebuah perusahaan awalnyamemproduksi Q0 dengan
menggunakan kombinasi input yang diwakili oleh titik A pada biaya C0
Misalkan w0 turun menjadi w1
Kurva isocost berputar berlawanan
arah jarum jam; di mana mewakili tingkat biaya yang sama sebelum perubahan gaji.
Untuk menghasilkan tingkat output
yang sama, Q0, perusahaan akan
menghasilkan isocost pada garis yang lebih rendah (C1) pada titik B
Kemiringan dari garis isocost yang
Analisis Fungsi Biaya
• short-run cost Function adalah Fungsi
yang mendefinisikan minimum biaya yang mungkin dalam memproduksi tingkat setiap output ketika faktor
variabel yang digunakan dalam model cost-minimizing.
• Jenis-jenis Biaya
• Biaya Tetap / Fixed Cost (FC)
• Biaya Variabel / Variable Cost (VC) • Biaya Total / Total Cost (TC)
• Biaya Penyusutan / Sunk Cost
Biaya Total dan Biaya
Variabel
TC(Q) : Biaya total minimum untuk menghasilkan berbagai tigkat alternatif output. TC(Q) = VC(Q) + FC
Beberapa Definisi
Average Total Cost ATC = AVC + AFC ATC = TC(Q)/Q
Average Variable Cost AVC = VC(Q)/Q
Average Fixed Cost AFC = FC/Q
Marginal Cost MC = ΔTC/ΔQ
Biaya Variabel (
Variable Cost
)
Fungsi Kubik Biaya
•
Adalah kubik biaya sebuah fungsi dari
output; menyediakan aproksimasi yang
wajar untuk hampir setiap fungsi biaya.
•
C(Q) = f + aQ + bQ
2+ cQ
3•
Biaya Marginal?
•
Dihafalkan :
MC(Q) = a + 2bQ + 3cQ
2•
Kalkulus :
dC/dQ = a + 2bQ + 3cQ
2Contoh
• Biaya Total : C(Q) = 10 + Q + Q2
• Fungsi biaya variabel : VC(Q) = Q + Q2
• Biaya variabel untuk memproduksi 2 unit :
VC(2) = 2 + (2)2 = 6
• Biaya tetap : FC = 10
• Fungsi biaya marginal : MC(Q) = 1 + 2Q
• Biaya marginal untuk memproduksi 2 unit :
Long Run Average Cost Curve
• Kurva yang mendefinisikan minimal biaya rata-rata
memproduksi tingkat alternatif output, memungkinkan untuk seleksi yang optimal dari kedua faktor produksi tetap dan
faktor produksi variabel.
Long Run Average Cost Curve
• Dalam jangka panjang pengusaha dapat menambah atau
mengurangi jumlah pabrik sesuai dengan tingkat produksi yang direncanakan. Kemampuan tersebut memungkinkan
perusahaan beroperasi dengan biaya rata-rata yang minimum pada berbagai tingkat produksi. Kurva yang menunjukkan titik-titik biaya rata-rata minimum pada berbagai tingkat produksi disebut kurva amplop. Kurva ini merupakan kurva biaya
rata-rata jangka panjang atau long run average cost (LAC).
Skala Ekonomi
Michael R. Baye, Managerial Economics and Business Strategy, 5e. ©The McGraw-Hill Companies, Inc., 2006
Econoomies of scale. Ada ketika biaya rata-rata longrun menurun karena output yang meningkat.
Diseconomies of scale. Ada ketika biaya rata-rata longrun naik karena output yang meningkat.
Fungsi Biaya Multi-Produk
• C(Q1,Q2) : Biaya untuk menghasilkan dua
output secara bersama
• Bentuk umum fungsi :
Lingkup Ekonomi
• C(Q1,0) + C(0,Q2) > C(Q1,Q2)
• Adalah lebih murah untuk menghasilkan dua output secara
bersama-sama daripada secara terpisah
• Contoh :
• Adalah lebih murah bagi Time-Warner untuk memproduksi
layanan koneksi internet dan layanan Instant Messaging secara bersama-sama daripada secara terpisah
Komplementaritas Biaya
• Biaya marginal dari produksi barang 1 menurun karena banyak
dari barang 2 diproduksi :
ΔMC1(Q1,Q2)/ΔQ2 < 0
• Contoh :
Fungsi Kuadrat
Biaya Multi-Produk
• C(Q1,Q2) = f + aQ1Q2 + (Q1)2 + (Q2)2
• MC1(Q1,Q2) = aQ2 + 2Q1 • MC2(Q1,Q2) = aQ1 + 2Q2
• Komplementaritas biaya : a < 0
• Lingkup ekonomi : f > aQ1Q2
C(Q1,0) + C(0,Q2) = f + (Q1)2 + f + (Q2)2
C(Q1,Q2) = f + aQ1Q2 + (Q1)2 + (Q2)2
f > aQ1Q2 : Produksi bersama lebih murah
f - aQ1Q2 > 0 : Produksi bersama lebih murah
Contoh Numerik :
•
C(Q
1,Q
2) = 90 - 2Q
1Q
2+ (Q
1)
2+ (Q
2)
2•
Komplementaritas biaya?
Ya, ketika a = -2 < 0
MC
1(Q
1,Q
2) = -2Q
2+ 2Q
1•
Lingkup Ekonomi?
Kesimpulan
Untuk memaksimalkan keuntungan (meminimalkan biaya)
manajer harus menggunakan input sedemikian rupa sehingga nilai marginal dari tiap input mencerminkan harga yang harus dibayar perusahaan untuk menggunakan input
Input optimal dapat dicapai ketika
MRTSKL = (w/r)
Fungsi biaya merupakan dasar untuk membantu menentukan
perilaku memaksimalkan keuntungan di bab selanjutnya.
Ekonomi Manajerial &
Strategi Bisnis
Bab 6 Organisasi Perusahaan
Dosen :
Tinjauan
I. Metode Mendapatkan Input
• Pertukaran di Tempat (Spot Exchange) • Kontrak
• Integrasi Vertikal (Vertical Integration)
II. Biaya Transaksi
• Investasi Khusus
• Pengadaan Input secara Optimal
• Masalah Principal-Agent
• Pemilik – Manajer • Manajer - Pekerja
Peran Manager
Mendapatkan input dengan biaya
paling sedikit, seperti titik B
Menyediakan insentif bagi pekerja
untuk dapat menambah semangat kerja
Kegagalan untuk mencapai hasil ini
ditunjukkan seperti titik A
Untuk mencapai titik B seorang
manajer harus
Menggunakan semua input secara
efisien
Memperoleh input menggunakan
Metode Pengadaan Input
• Pertukaran di tempat (Spot Exchange)
• Ketika pembeli dan penjual dari sebuah input bertemu di suatu
tempat, terjadi pertukaran, dan kemudian berpisah.
• Kontrak
• Sebuah dokumen yang sah yang menciptakan hubungan
berkelanjutan antara pembeli dan penjual.
• Integrasi Vertikal
• Ketika suatu perusahaan menghindari pemasok lain dan memilih
untuk menghasilkan input sendiri
Fitur Utama
Pertukaran di tempat (Spot Exchange)
Spesialisasi, menghindari biaya kontrak, menghindari biaya
integrasi vertikal
Memungkinkan untuk “Mencegah Permasalahan”
Kontrak
Spesialisasi, mengurangi oportunisme, menghindari skimping
pada investasi khusus
Biaya besar dalam lingkungan yang kompleks
Integrasi Vertikal
Mengurangi oportunisme, menghindari biaya kontrak
Menghilangkan spesialisasi dan memungkinkan meningkatnya
Biaya Transaksi
• Biaya untuk memperoleh input melebihi dan di atas jumlah
yang dibayarkan kepada pemasok input
• Meliputi :
• Biaya pencarian • Biaya negosiasi
• Investasi lain yang layak atau pengeluaran
• Beberapa transaksi bersifat umum di mana yang lain bersifat
spesifik dalam suatu hubungan perdagangan
Investasi Khusus
Investasi dibuat untuk memungkinkan dua belah pihak untuk
saling bertukar tetapi memiliki sedikit atau tidak ada nilainya di luar hubungan pertukaran
Jenis-jenis investasi khusus :
Tempat khusus
Aset pribadi yang khusus Aset yang bernilai
Sumber Daya Manusia
Mengarah ke biaya transaksi yang lebih tinggi
Tawar menawar yang berbiaya besar Kurangnya investasi
Investasi Khusus dan
Lama Perjanjian
Principal-Agent Problem
Terjadi ketika pimpinan tidak dapat mengamati upaya agen
Contoh : Pemegang saham (pemimpin) tidak dapat mengamati
upaya manajer (agen)
Contoh : Manajer (pemimpin) tidak dapat mengamati upaya
pekerja (agen)
Masalah : Pimpinan tidak dapat menentukan apakah suatu
hasil yang buruk merupakan rendahnya hasil dari usaha agen atau karena nasib buruk
Manajer harus mengakui keberadaan masalah principal-agen
dan menyusun rencana untuk menyesuaikan kepentingan pekerja dengan perusahaan
Pemegang saham harus membuat rencana untuk
menyelaraskan kepentingan manajer dengan para pemegang saham
Penyelesaian Masalah antara
Pemilik dan Manajer
• Insentif internal
• Insentif kontrak
• Opsi saham, bonus akhir tahunan
• Insentif eksternal
• Reputasi pribadi
Penyelesaian Masalah antara
Manajer dan Pekerja
• Pembagian Keuntungan
• Pembagian Pendapatan
• Tingkat Pendapatan
• Jam kerja dan pemeriksaan mendadak