• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHASA CONTEXT BEBAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAHASA CONTEXT BEBAS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Nama Ketua Kelompok Petrus Kayun

Nama Anggota Kelompok Ramadan P. Pello

Ridho A. Poy Sadam

Saferius M. Wake

(2)

Context Free

Grammar

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Komponen Contex Free Grammar

Contex Free Grammar memiliki 4 komponen :

1.Sekumpilan token yang di kenal sebagai terminal 2. Sekumpulan nol terminal.

3. Sekumpulan produksi dimana setiap produksi memiliki nol terminal disebut sebagai bagian kiri dari produksi, sebuah panah dan seurutan token dan non terminal  atau seurutan token atau non terminal yang disebut sebagai bagian kanan dari produksi.

(9)

Simbol CFG (Contex Free Grammar)

Dalam Contex Free Grammar perlu diketahui beberapa istilah berikut yang berhubungan dengan grammar untuk bisa membedakan satu symbol dan lainnya:

a.       Simbol berikut adalah terminal :

 Huruf kecil, awal dari abjad seperti a, b, c  Simbol operator seperti  – dll.

 Angka 0,1. . . .9

(10)

b. Simbol beriktu adalah non terminal :

 Huruf besar, awal dari abjad seperti A, B, C  Huruf S yang ada biasanya sebagai symbol

awal.

(11)

d. Huruf kecil akhir dalam abjad, biasanya u, v,…z mempresentasikan sekumpulan terminal.

e. Huruf yunani kecil, seperti α β sebagai contoh, mempresentasikan sekumpulan umum symbol grammar. Pada umunya produksi dapat ditulis menjadi A α, menyatakan bahwa pada produksi itu ada sebuah non terminal a pada sisi bagian kiri dan sebuah string dari symbol grammar α pada sisi bagian kanan.

(12)

Contoh

Jika CFG  pada polindrom {a,b} dapat di definisikan sebagai contoh sebelumnya, maka CFG untuk bahasa komplemennya (non polindrom) dapat di defenisikan

dengan aturan sebagai berikut :

S à aSa|bSb|D

Dà aAb|bAa

(13)

Suatu contex free grammar CFG adalah G = (V,Σ,S,P) dimana :

 ●  V dan  Σ adalah himpunan disjoin, V disebut himpunan

nonterminal, Σ disebut himpunan terminal

 ● P himpunan berhingga aturan produksi berbentuk A à α

dengan A € V dan α €

 V dan α € (V- Σ)*

(14)

Notasi untuk menyatakan “operasi penurunan” dari satu string menjadi string yang lain menjadi aturan produksi.

Jika satu string α= α1 Aα2 diturunkan menjadi string

β= α1 αα 2 dalam satu langkah yang mengikuti suatu aturan produksi Aà γ dari gambar G maka penurunan itu dinyatakan dengan notasi αà G β

(15)

Bentuk umun dari notasi ‘=>G’ di atas adalah ‘=>*G’ yang berarti penurunan dilakukan dalam nol langkah atau lebih.

 Jika menurut grammar G terjadi serangkaian penurunan

Α=> α1 =>α2 =>… β

Maka penulisannya dapat disingkat menjadi

(16)

Context Free Grammar ( CFG ) menjadi dasar dalam pembentukan suatu parser/proses

analisis sintaksis. Bagian sintaks dalam suatu kompilator kebanyakan di definisikan dalam

tata bahasa bebas konteks. Pohon

penurunan ( derivation tree/parse tree) berguna untuk menggambarkan simbol-simbol variabel menjadi simbol-simbol-simbol-simbol terminal setiap simbol variabel akan di

(17)

Contoh, terdapat CFG dengan aturan

produksi sebagai berikut dengan simbol awal S :

 S → AB

 A → aA | a  B → bB | b

Maka jika ingin dicari gambar pohon

(18)
(19)

Proses penurunan / parsing bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut :

Penurunan terkiri (leftmost derivation): simbol variabel terkiri yang di perluas terlebih dahulu.

(20)

Misal : Grammar sbb :

 S → aAS | a  A → SbA | ba

Untuk memperoleh string ‘aabbaa’ dari grammar  diatas dilakukan dengan cara :

 Penurunan terkiri: S => aAS => aSbAS =>

aabAS => aabbaS => aabbaa

 Penurunan terkanan : S => aAS => aAa =>

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

- Tidak memberikan ASI kepada bayi sampai usia 2 tahun atau lebih karena di dalam ASI terdapat antibodi yang dapat melindungi bayi dari kuman penyakit - Kurang

Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa nilai

Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya Kebidanan Pada Program Studi D3 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan.. Universitas

Sehingga, implementasi TIK berkembang dengan pesat dan telah banyak dimplementasikan oleh instansi pemerintah maupun swasta, dengan cara mengembangkan sistem informasi

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa pada pembelajaran biologi

Pemberian rangsangan (massage) dan Imbangan Hijauan Konsentrat yang berbeda menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap konsumsi bahan kering, produksi susu

Hasil penelitian membuktikan bahwa hanya sebagian kecil dari mantan pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi memiliki sikap optimis, sehingga dapat

dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. Setiap produk tafsir mempunyai ciri khas dalam corak yang beraneka ragam dan