• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANGGOTA KLUB JANTUNG SEHAT MUGAS KOTA SEMARANG TAHUN 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANGGOTA KLUB JANTUNG SEHAT MUGAS KOTA SEMARANG TAHUN 2013"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sigit Bangun Prabowo
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd.
    • Drs. Bambang Priyono, M.Pd.
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
  • Topik: Tingkat Kebugaran Jasmani Anggota Klub Jantung Sehat Mugas Kota Semarang Tahun 2013
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2013
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya kebugaran jasmani dalam konteks kesehatan masyarakat, khususnya bagi anggota Klub Jantung Sehat Mugas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kebugaran jasmani di antara anggota klub, yang mayoritas adalah individu paruh baya dan lanjut usia. Ditekankan bahwa kebugaran jasmani tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kualitas hidup secara keseluruhan, termasuk aspek sosial dan psikologis. Dengan pemahaman ini, diharapkan anggota klub dapat lebih menyadari pentingnya menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik yang teratur.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menggambarkan kondisi kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat, terutama di kalangan lansia. Penekanan pada pentingnya kebugaran jasmani sebagai bagian dari pendidikan jasmani menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat membantu mencegah berbagai penyakit. Penelitian ini berfokus pada klub jantung sehat sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebugaran jasmani melalui olahraga dan pola hidup sehat.

1.2 Rumusan Masalah

Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran jasmani anggota Klub Jantung Sehat Mugas. Dengan merumuskan masalah secara jelas, penelitian ini dapat terarah dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi kebugaran jasmani anggota klub.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan mengetahui tingkat kebugaran jasmani anggota klub. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengelola klub dalam merencanakan program latihan yang lebih efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani anggotanya.

1.4 Penegasan Istilah

Penegasan istilah dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan istilah-istilah kunci yang digunakan, seperti 'tingkat kebugaran jasmani' dan 'klub jantung sehat'. Hal ini penting agar pembaca memiliki pemahaman yang sama tentang istilah yang digunakan dalam konteks penelitian ini.

1.5 Kegunaan Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak, termasuk anggota klub, pengelola klub, dan masyarakat umum. Dengan memberikan gambaran yang jelas tentang tingkat kebugaran jasmani, diharapkan dapat mendorong tindakan preventif untuk menjaga kesehatan melalui olahraga dan pola hidup sehat.

1.6 Sumber Pemecahan Masalah

Sumber pemecahan masalah dalam penelitian ini meliputi pelaksanaan tes kebugaran jasmani dan analisis data yang diperoleh. Metode yang digunakan adalah Tes Kebugaran Jasmani 1 Mile Walking, yang merupakan alat ukur yang valid untuk menilai tingkat kebugaran jasmani anggota klub.

II. LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari kebugaran jasmani, termasuk komponen-komponen yang berhubungan dengan kesehatan dan keterampilan. Pemahaman yang mendalam tentang teori kebugaran jasmani sangat penting untuk merancang program latihan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan anggota klub. Penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani juga menjadi fokus, sehingga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana meningkatkan kebugaran secara optimal.

2.1 Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Definisi ini menunjukkan pentingnya kebugaran jasmani dalam mendukung kualitas hidup individu. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa kebugaran jasmani tidak hanya penting untuk kesehatan fisik, tetapi juga untuk kesehatan mental dan sosial.

2.2 Komponen Kebugaran Jasmani

Komponen kebugaran jasmani terdiri dari beberapa aspek, termasuk daya tahan kardiovaskuler, kekuatan otot, fleksibilitas, dan komposisi tubuh. Memahami komponen ini penting untuk merancang program latihan yang seimbang dan efektif. Setiap komponen memiliki peran khusus dalam meningkatkan kesehatan dan kebugaran anggota klub.

2.3 Daya Tahan Sistem Jantung Paru

Daya tahan sistem jantung paru menjadi indikator penting dalam menilai kebugaran jasmani. Daya tahan ini mencerminkan kemampuan tubuh dalam mengambil oksigen dan mendistribusikannya ke otot yang sedang bekerja. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan daya tahan jantung paru dapat dicapai melalui latihan aerobik yang teratur.

2.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebugaran Jasmani

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani dibagi menjadi faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup usia, jenis kelamin, dan keturunan, sedangkan faktor eksternal meliputi pola makan, istirahat, dan aktivitas fisik. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu dalam merencanakan program latihan yang sesuai dengan kondisi individu.

III. METODE PENELITIAN

Bagian ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, termasuk pendekatan penelitian, populasi, dan teknik pengambilan sampel. Metode penelitian yang tepat sangat penting untuk mendapatkan data yang valid dan reliabel. Penjelasan mengenai teknik pengumpulan data dan analisis data juga disampaikan, sehingga pembaca dapat memahami langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini.

3.1 Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain one-shot case study. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mengukur tingkat kebugaran jasmani anggota klub secara langsung setelah perlakuan tertentu. Pendekatan ini dianggap efektif untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi kebugaran anggota.

3.2 Populasi, Sampel, Teknik Penarikan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Klub Jantung Sehat Mugas, sedangkan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah total sampling. Dengan menggunakan total sampling, semua anggota klub dilibatkan dalam penelitian, sehingga hasil yang diperoleh lebih representatif dan dapat digeneralisasi.

3.3 Variabel Penelitian

Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah tingkat kebugaran jasmani anggota klub, yang diukur melalui Tes Kebugaran Jasmani 1 Mile Walking. Variabel ini menjadi fokus utama untuk mengevaluasi kondisi fisik anggota dan memberikan dasar untuk rekomendasi perbaikan.

3.4 Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes kebugaran jasmani dan pengisian kuesioner. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman pelaksanaan tes dan formulir penilaian. Penggunaan alat yang tepat memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan dapat dipercaya.

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anggota klub memiliki tingkat kebugaran jasmani yang rendah. Pembahasan hasil penelitian dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh dengan teori yang ada, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani anggota. Pembahasan ini penting untuk memberikan rekomendasi yang tepat bagi pengelola klub dalam meningkatkan kebugaran anggotanya.

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45% anggota klub berada dalam kategori kurang sekali dalam kebugaran jasmani. Hasil ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih terhadap program latihan dan asupan gizi anggota. Data ini menjadi dasar bagi pengelola klub untuk merancang program yang lebih sesuai dengan kebutuhan anggota.

4.2 Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian dilakukan dengan menganalisis hubungan antara berbagai faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani, seperti jenis kelamin, usia, dan frekuensi latihan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara kebugaran jasmani dengan sebagian besar faktor, kecuali pada variabel lama menjadi anggota. Pembahasan ini memberikan wawasan tentang pentingnya program latihan yang teratur dan pola hidup sehat.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi bagi anggota klub dan pengelola. Rekomendasi ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani anggota klub melalui program latihan yang lebih teratur dan perhatian terhadap asupan gizi. Penutup juga menekankan pentingnya kesadaran akan kebugaran jasmani dalam meningkatkan kualitas hidup.

5.1 Simpulan

Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat kebugaran jasmani anggota Klub Jantung Sehat Mugas sebagian besar berada dalam kategori kurang sekali. Hal ini menunjukkan perlunya tindakan untuk meningkatkan kebugaran jasmani melalui program latihan yang lebih teratur dan perhatian terhadap pola makan.

5.2 Saran

Saran yang diberikan antara lain agar anggota klub melakukan latihan secara teratur minimal tiga kali seminggu, memperhatikan asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan, dan menjaga kondisi fisik agar tetap sehat. Saran ini diharapkan dapat membantu anggota klub untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Gambar

Tabel 3.4.2.1. Kategori Tes Kebugaran Jasmani 1 Miles Walking Test untuk Laki-laki
Tabel 3.4.2.2. Kategori Tes Kebugaran Jasmani 1 Miles Walking Test untuk Perempuan
Tabel 4.1. Anggota Klub Jantung Sehat Mugas Kota Semarang yang Mengikuti
Tabel 4.1.1. Hasil Analisis Tes Kebugaran Jasmani 1 Miles Walking Test
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesegaran jasmani siswa putra kelas V SD di Gugus Ayodyapala Kecamatan Banyumanik Kota Semarang tahun 2010 yang diukur menggunakan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia.

Berdasarkan hasil pengujian tes kebugaran jasmani pada mahasiswa Imu Keolahragaan, dapat disimpulkan bahwa tingkat kebugaran mahasiswa prodi Ilmu Keolahragaan

di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan dengan judul “ Perbedaan Pengaruh Latihan Senam Kebugaran Jasmani 2012 Dengan Latihan Senam Bugar Lansia

Hasil yang diperoleh dari Norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang disesuaikan untuk anak tunagrahita ringan usia 13-15 tahun, tingkat kebugaran jasmani

Hasil tes kebugaran jasmani pada Arca Hash Club Kabupaten Madiun menunjukkan perbedaan kriteria yang dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain : kondisi

Hasil yang diperoleh dari Norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang disesuaikan untuk anak tunagrahita ringan usia 13-15 tahun, tingkat kebugaran jasmani

Pada tes tingkat kebugaran jasmani ini peneliti menggunakan instrumen komponen dari kebugaran jasmani seperti tes multistage fitness test (MFT) dengan alasan waktu

PEMBAHASAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa Kelas IV Sekolah Dasar dengan menggunakan 5 item tes untuk kebugaran jasmani dapat mengetahui tingkat kebugaran