• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDY ON POTENTIAL ENERGY AND TECHNOLOGY OF ORGANIC WASTE IN BANDAR LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDY ON POTENTIAL ENERGY AND TECHNOLOGY OF ORGANIC WASTE IN BANDAR LAMPUNG"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

STUDY ON POTENTIAL ENERGY AND TECHNOLOGY OF ORGANIC WASTE IN BANDAR LAMPUNG

By

Ikhwan Sulaiman

Garbage is a problem for the city of Bandar Lampung, both for residents and their environment. While the trash at this time can be used as energy through the thermal process. To utilize the energy derived from waste, it is necessary to study the characteristics of waste generated by the conditions that need to be considered is the condition of waste and treatment, variety and amount of waste and energy content per unit mass.

There are several kinds of thermal processes, such as incineration, gasification and pyrolysis. These process will significantly reduce the volume of waste which is no longer able to be accommodated by TPA Bakung. Characteristics of trash for each thermal process is also different, so the characteristics of Bandar Lampung city garbage needs to be studied.

The characteristics of Bandar Lampung city garbage that has high moisture content need to be removed by drying process, either using the drying by the sun or take advantage of wasted heat by the thermal processes. With dry characteristic waste and flammable, it can be determined that gasification process is a thermal process that is best suited to the characteristics of waste city of Bandar Lampung. Gasification has been known for a long time and used in some developed countries, the characteristics of organic waste with low moisture content suitable to this process. One of the facilities that use this technology available in Chianti, Italy which produces 33.7 MWe with a capital of 980 billion rupiah.

(2)

ABSTRAK

STUDI POTENSI ENERGI SAMPAH ORGANIK KOTA BANDAR LAMPUNG DAN TEKNOLOGINYA

Oleh

Ikhwan Sulaiman

Sampah adalah masalah bagi Kota Bandar Lampung, baik bagi penduduk maupun lingkungannya. Sementara sampah pada saat ini dapat dimanfaatkan sebagai energi melalui proses thermal. Untuk memanfaatkan energi yang berasal dari sampah, maka perlu dikaji karakteristik sampah yang dihasilkan dengan kondisi-kondisi yang perlu dipertimbangkan yaitu kondisi sampah dan perlakuannya, variasi dan jumlah sampah serta kandungan energi per satuan massa.

Proses thermal ada beberapa macam, diantaranya adalah insinerasi, gasifikasi dan pirolisis. Ketiga proses ini akan mereduksi volume sampah secara signifikan sehingga sampah yang tidak lagi mampu ditampung oleh TPA Bakung dapat dikurangi. Karakteristik sampah untuk ketiga proses ini juga berbeda-beda, sehingga karakteristik sampah Kota Bandar Lampung perlu dikaji.

Karakteristik sampah Kota Bandar Lampung yang memiliki kandungan air yang tinggi perlu disiasati dengan proses pengeringan terlebih dahulu, baik menggunakan penjemuran dengan sinar matahari atau memanfaatkan sisa panas yang terbuang oleh proses thermal tersebut. Dengan karakteristik sampah yang kering dan mudah terbakar, maka dapat ditentukan bahwa proses gasifikasi adalah proses thermal yang paling cocok dengan karakteristik sampah Kota Bandar Lampung.

Gasifikasi telah dikenal cukup lama dan digunakan di beberapa negara maju, karakteristik sampah organik dengan kandungan air rendah cocok dengan proses ini. Salah satu fasilitas yang menggunakan teknologi ini terdapat di Chianti, Italia yang menghasilkan 33,7 MWe dengan modal sekitar 980 milyar rupiah.

Referensi

Dokumen terkait

Rendahnya asimilat yang dihasilkan terutama pada perlakuan kontrol dan pada perlakuan kompos sampah kota dosis 2,5 hingga 5 ton ha -1 tersebut dapat dilihat dari

bahwa di Jurusan Kebidanan semua sampah yang dihasilkan berkarakteristik Rubbish karena aktivitas yang dilakukan setiap hari hampir semua sama, volume sampah

Meskipun kuantitas sampah B3 rumahtangga (SB3-RT) di Kabupaten Sleman hanya 2,44 g/orang/hari atau sekitar 0,488% dari sampah domestik, tetapi karena memiliki karakteristik

Banyaknya limbah organik yang dihasilkan dari beberapa sumber di atas, serta belum adanya pengolahan sampah secara maksimal perlu diterapkan suatu teknologi untuk

Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah menjadi pupuk organik padat dan cair, serta pengolahan sampah anorganik (sampah

Sejalan dengan yang dikemukakan Alfiandra (2009), bahwa sumber penghasilan tersebut berasal dari penjualan sampah anorganik, penjualan pupuk organik, penjualan hasil budidaya

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Isolat bakteri yang ditemukan pada sampah pasar kota pekanbaru terdiri dari 10 genus yakni genus Enterobacter,

Pemanfaatan limbah sisa gergajian kayu sebagai bahan bakar Briket, bertujuan untuk mengembangkan hasil mebel menjadi sebuat produk yaitu briket yang berasal dari limbah hasil gergajian