Informasi Dokumen
- Penulis:
- Novitalia Ery Nuragusta
- Sekolah: Universitas Sebelas Maret
- Mata Pelajaran: Bimbingan dan Konseling
- Topik: Studi Kasus Tentang Anak Yang Sering Melanggar Tata Tertib Sekolah Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Karanganom Klaten Tahun 2009/2010
- Tipe: Skripsi
- Tahun: 2010
- Kota: Surakarta
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Bab ini memberikan latar belakang masalah yang membahas dampak kemajuan teknologi informasi terhadap perilaku siswa, khususnya pelanggaran tata tertib di SMP Negeri 2 Karanganom Klaten tahun 2009/2010. Studi kasus ini dipicu oleh observasi lapangan mengenai tingginya angka pelanggaran tata tertib dan dampaknya terhadap proses belajar mengajar serta reputasi sekolah. Penulis menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dan peran bimbingan konseling dalam mengatasi masalah ini. Bab ini juga mendefinisikan fokus dan tujuan penelitian, serta manfaatnya baik secara teoritis maupun praktis bagi guru BK, guru, dan siswa.
1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini memaparkan konteks permasalahan, yaitu pengaruh negatif kemajuan teknologi dan lingkungan sekitar terhadap perilaku siswa SMP. Penulis menghubungkan fenomena pelanggaran tata tertib dengan contoh kasus aktual di masyarakat dan media, menunjukan kerentanan siswa SMP terhadap pengaruh negatif. Pentingnya peran sekolah dalam membentuk kepribadian yang mantap dan mandiri ditekankan, dengan kedisiplinan sebagai kunci utama. Penulis juga menjelaskan pentingnya tata tertib sekolah untuk menanamkan kedisiplinan dan dampak negatif pelanggaran yang tidak ditangani dengan serius.
1.2 Fokus Penelitian
Bagian ini secara jelas dan ringkas mengemukakan empat fokus utama penelitian: (1) bentuk perilaku siswa yang sering melanggar tata tertib sekolah, (2) faktor-faktor penyebab perilaku tidak disiplin, (3) akibat dari perilaku tersebut, dan (4) pandangan pihak terkait (guru, orang tua, dan teman sebaya) mengenai pelanggaran tata tertib. Fokus ini membatasi ruang lingkup penelitian dan memastikan agar penelitian terarah dan terfokus pada tujuan yang ingin dicapai.
1.3 Tujuan Penelitian
Berlandaskan pada fokus penelitian, bagian ini menetapkan tujuan penelitian yang spesifik dan terukur. Tujuannya meliputi: (1) mendeskripsikan perilaku siswa yang melanggar tata tertib, (2) mengidentifikasi faktor-faktor penyebab pelanggaran, (3) menjelaskan akibat dari perilaku tidak disiplin, dan (4) mengetahui pandangan pihak terkait terhadap pelanggaran tersebut. Tujuan-tujuan ini menunjukkan arah penelitian yang sistematis dan terukur yang akan menghasilkan temuan-temuan yang relevan.
1.4 Manfaat Penelitian
Bagian ini menjelaskan manfaat penelitian yang dibagi menjadi dua: manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis meliputi kontribusi bagi guru BK dan sekolah dalam memahami bentuk-bentuk pelanggaran dan dampaknya, serta perkembangan teori perilaku tidak disiplin di sekolah. Manfaat praktis mencakup peningkatan pemahaman guru BK dan guru dalam mengenali karakteristik siswa yang melanggar tata tertib, cara mendeskripsikan penyebab pelanggaran, dan pembelajaran bagi siswa tentang akibat dari pelanggaran mereka. Dengan demikian, penelitian diharapkan memberikan kontribusi yang nyata dan relevan.
II. Landasan Teori
Bab ini membahas kerangka teoritis yang mendasari penelitian. Tinjauan pustaka mencakup pengertian dan isi tata tertib sekolah, ciri-ciri ketidakdisiplinan, faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhinya, serta akibat dari perilaku tidak disiplin. Penulis merujuk pada berbagai sumber teori dan konsep untuk membangun kerangka berpikir yang kuat dan relevan dengan penelitian. Bab ini juga membahas alternatif penyelesaian masalah dan kerangka berpikir penelitian.
2.1 Kajian Pustaka
Bagian ini mengupas berbagai definisi terkait tata tertib sekolah dari berbagai sumber, menekankan pentingnya tata tertib sebagai alat untuk menegakkan disiplin. Penjelasan mengenai isi tata tertib dan tugas siswa dalam mematuhinya diberikan secara detail. Penulis juga menjelaskan definisi ketidakdisiplinan, ciri-cirinya, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku tersebut, baik internal (dari dalam diri siswa) maupun eksternal (dari lingkungan). Konsep kedisiplinan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya juga dibahas secara mendalam.
2.2 Alternatif Penyelesaian Masalah
Bagian ini menguraikan berbagai pendekatan dan strategi yang dapat diterapkan oleh guru BK dan sekolah untuk mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa. Strategi ini meliputi pendekatan individual dengan siswa yang melanggar, memberikan arahan dan motivasi, serta mengadakan pertemuan berkala dengan orang tua siswa. Alternatif ini didasarkan pada temuan-temuan penelitian dan teori-teori yang telah dibahas sebelumnya.
2.3 Kerangka Berfikir
Bagian ini menjelaskan secara sistematis bagaimana variabel-variabel dalam penelitian saling berhubungan dan membentuk kerangka berpikir yang logis. Hubungan antara perilaku melanggar tata tertib, faktor-faktor penyebabnya, akibatnya, dan pandangan pihak terkait dijelaskan secara rinci. Kerangka berpikir ini memandu proses analisis data dan penarikan kesimpulan dalam penelitian.
III. Metode Penelitian
Bab ini menjelaskan metode penelitian yang digunakan, yaitu studi kasus kualitatif. Dijelaskan secara rinci mengenai tempat dan waktu penelitian, strategi pengumpulan data (wawancara, observasi, dan dokumentasi), subjek penelitian, teknik analisis data (induktif interaktif), dan prosedur penelitian. Penulis juga menjelaskan bagaimana validitas data dijaga.
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Bagian ini menspesifikasikan lokasi dan periode penelitian, yaitu SMP Negeri 2 Karanganom Klaten pada tahun ajaran 2009/2010. Penjelasan ini memberikan konteks geografis dan temporal penelitian, sehingga pembaca dapat memahami lingkungan tempat penelitian dilakukan dan periode waktu yang relevan.
3.2 Bentuk dan Strategi Penelitian
Bagian ini menjelaskan desain penelitian yang digunakan, yaitu studi kasus kualitatif. Penjelasan mencakup alasan pemilihan metode studi kasus, jenis data yang dikumpulkan, dan strategi pengumpulan data yang akan digunakan untuk memperoleh data yang komprehensif dan mendalam.
3.3 Data dan Sumber Data
Bagian ini menguraikan jenis data yang dikumpulkan, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data primer meliputi siswa yang melanggar tata tertib, guru BK, wali kelas, teman sekelas, dan orang tua siswa. Data sekunder mungkin berupa dokumen sekolah yang berkaitan dengan tata tertib dan pelanggaran yang terjadi.
3.4 Subjek Penelitian
Bagian ini menjelaskan secara spesifik siapa saja yang menjadi subjek penelitian, yaitu siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Karanganom Klaten yang sering melanggar tata tertib sekolah. Kriteria pemilihan subjek penelitian perlu dijelaskan secara rinci agar pembaca dapat memahami bagaimana subjek dipilih.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Bagian ini menjelaskan secara detail teknik-teknik pengumpulan data yang digunakan, meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penulis perlu menjelaskan jenis wawancara (terstruktur, semi-terstruktur, atau tidak terstruktur), teknik observasi (partisipan atau non-partisipan), dan jenis dokumentasi yang akan digunakan.
3.6 Validitas Data
Bagian ini menjelaskan bagaimana peneliti menjaga validitas data yang dikumpulkan. Teknik-teknik yang digunakan untuk memastikan keabsahan data, seperti triangulasi data dari berbagai sumber, perlu dijelaskan secara rinci.
3.7 Analisis Data
Bagian ini menjelaskan teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis data kualitatif dengan model interaktif Miles dan Huberman. Tahapan analisis data, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dijelaskan secara rinci. Penjelasan ini menunjukkan bagaimana peneliti akan menganalisis data kualitatif yang telah dikumpulkan.
3.8 Prosedur Penelitian
Bagian ini menjelaskan secara kronologis langkah-langkah yang dilakukan peneliti dalam melaksanakan penelitian, mulai dari perencanaan hingga penulisan laporan penelitian. Urutan langkah-langkah penelitian yang sistematis perlu dijelaskan secara rinci.
IV. Hasil Penelitian
Bab ini menyajikan temuan penelitian yang diperoleh melalui analisis data. Data disajikan secara deskriptif, meliputi paparan lokasi penelitian, paparan analisis data, profil subjek penelitian, dan temuan-temuan penelitian yang relevan dengan fokus penelitian. Bab ini juga membahas temuan-temuan penelitian secara mendalam.
4.1 Paparan Data Penelitian
Bagian ini menyajikan data penelitian secara sistematis, meliputi deskripsi lokasi SMP Negeri 2 Karanganom, analisis data, profil subjek penelitian (siswa yang melanggar tata tertib), prosedur penelitian yang dilakukan, dan analisis data penyebab perilaku tidak disiplin. Penyajian data harus terstruktur dan mudah dipahami.
4.2 Pembahasan Temuan Hasil Penelitian
Bagian ini membahas secara mendalam temuan-temuan penelitian yang telah disajikan pada bagian sebelumnya. Pembahasan dilakukan dengan menghubungkan temuan-temuan tersebut dengan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Analisis dan interpretasi temuan penelitian perlu dilakukan secara kritis dan mendalam.
V. Kesimpulan, Implikasi, dan Saran
Bab ini merangkum kesimpulan penelitian berdasarkan temuan-temuan yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Penulis juga membahas implikasi dari temuan penelitian tersebut bagi sekolah, guru, dan siswa. Terakhir, penulis memberikan saran-saran yang konstruktif untuk mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa di sekolah.
5.1 Kesimpulan
Bagian ini menyimpulkan secara ringkas temuan-temuan penelitian yang telah dibahas. Kesimpulan harus menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan pada bab pendahuluan. Kesimpulan harus singkat, padat, dan jelas.
5.2 Implikasi
Bagian ini membahas implikasi dari temuan penelitian bagi berbagai pihak yang terkait, seperti sekolah, guru BK, guru mata pelajaran, orang tua siswa, dan siswa itu sendiri. Implikasi harus bersifat praktis dan dapat diterapkan untuk mengatasi masalah yang telah diidentifikasi.
5.3 Saran
Bagian ini memberikan saran-saran yang konstruktif dan realistis untuk mengatasi masalah ketidakdisiplinan siswa dan meningkatkan kedisiplinan di sekolah. Saran dapat ditujukan kepada berbagai pihak yang terkait, seperti sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Saran harus berdasarkan pada temuan-temuan penelitian dan implikasinya.