• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terapi Musik Lembut Terhadap Penurunan Insomnia Dewasa Awal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Terapi Musik Lembut Terhadap Penurunan Insomnia Dewasa Awal"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Terapi Musik Lembut Terhadap PenurunanInsomnia Dewasa Awal

Oleh: Arthin Septi Puspita ( 03810194 )

Psychology

Dibuat: 2008-01-29 , dengan 3 file(s).

Keywords: Insomnia, Terapi Musik, Dewasa Awal

ABSTRAKSI

Stres, cemas dan semakin sulitnya beban hidup yang harus dilalui oleh dewasa awal belakangan ini menyebabkan semakin tingginya kecenderungan mereka untuk terkena gangguan tidur atau insomnia. Di Indonesia, kurang lebih 1/3 dari orang dewasa pernah menderita insomnia setiap tahunnya. Tentunya jika insomnia ini tidak segera ditangani akan mengganggu fungsi diri sehari-hari. Pendekatan yang lebih aman adalah melalui musik, dimana musik yang memiliki efek untuk menenangkan adalah musik lembut yaitu musik dengan irama kurang lebih 60 ketukan.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan desain Pretest And Posttest One Group Design. Subyek yang digunakan

berjumlah 5 orang yang berusia 18 – 30 tahun yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini

menggunakan angket Pittburgh Insomnia Rating Scale dan Self Monitoring. Sedangkan metode analisis datanya adalah dengan uji beda (t-test).

Hasil dari pengujian t-test didapatkan nilai t = 5,507 dan P = 0,005 (<0,01) yang menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara insomnia sebelum terapi musik lembut (pretest) dengan insomnia setelah terapi musik lembut (posttest). Sedangkan nilai mean pretest = 135,60 dan mean posttest = 96,80 menunjukkan adanya penurunan insomnia yang diderita setelah

mendengarkan musik lembut. Dari hasil analisis di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa terapi musik lembut berpengaruh terhadap penurunan insomnia pada dewasa awal.

Abstract

Stress, anxiety and the difficulty of living expenses that must be passed by early adult lately causing increasing tendency

them to sleep disorder or insomnia. In Indonesia, approximately Third of adults suffer from insomnia each year. Obviously if

insomnia is not immediately addressed would disrupt the function of everyday self.

A safer approach is through music, where music that has effect is to calm gentle music that is music with rhythms less more than 60 beats.

(2)

And pretest posttest design One Group Design. The subject used of 5 people aged 18-30 years who are selected using the method

purposive sampling. Methods of data collection in this study

using a questionnaire Pittburgh Insomnia Rating Scale and Self Monitoring. While the methods of data analysis is to test different (t-test).

Results of tests obtained t-test t value = 5.507 and P = 0.005 (<0.01) which shows that there is a very significant difference between insomnia prior to soft music therapy (pretest) with insomnia after music therapy

soft (posttest). While the mean pretest and mean posttest = 135.60 = 96.80 showed a decrease suffered insomnia after

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian: Pengaruh terapi music instrumental terhadap penurunan tingkat insomnia pada mahasiswa fisioterapi D3 angkatan 2011 didapat hasil yang signifikan,

U, menunjukkan bahwa; ada perbedaan tingkat penurunan skor depresi pada kelompok yang dikenai terapi musik bernada lembut (kelompok eksperimen) dengan kelompok yang tidak dikenai

Hasil analisa dari penelitian ini didapatkan bahwa nyeri pada pasien post operasi fraktur sebelum dilakukan terapi musik Mozart pada kelompok eksperimen adalah 7,33

Selama menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart Terhadap Insomnia Pada Penderita Kanker: Studi Perbandingan Berbasis Sintesis

Hasil penelitian : Skor rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dilakukan terapi musik klasik 30,19, musik tradisional 30,33 dan sesudah dilakukan terapi musik klasik 41,57,

PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK MOZART TERHADAP INSOMNIA PADA PENDERITA KANKER: STUDI PERBANDINGAN BERBASIS..

Hasil penelitian ini menunjukan Bahwa terdapat pengaruh pemberian terapi musik terhadap insomnia pada usia lanjut di PSTW “ABIYOSO” Pakembinangun, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Hasil

Hasil penelitian : Skor rata-rata kualitas tidur lansia sebelum dilakukan terapi musik klasik 30,19, musik tradisional 30,33 dan sesudah dilakukan terapi musik klasik 41,57,