ANALISIS YURIDIS PENERAPAN HUKUM PIDANA UMUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN DENGAN ANAK BERUSIA DI BAWAH 15 TAHUN (Putusan Nomor : 47/Pid. B/2009 PN.Jr)
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dikatakan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan pidana tindak pidana pemerasan adalah Pasal 368 Ayat (1) KUHP,
Roni divonis dengan mengingat Pasal 263 ayat (2) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terdakwa bersalah melakukan tindak
BAB II : PERTIMBANGAN HUKUM OLEH HAKIM DALAM PUTUSAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK (Studi Kasus di Pengadilan Negeri Sleman).. Pertimbangan Hukum
tindak pidana yang lain bersifat saling mengecualikan. Biasanya dalam penulisannya menggunakan kata “atau”. Dasar pertimbangan penggunaan dakwaan alternatif
Kesimpulan Pertama, bahwa sesuai dengan fakta persidangan, Pertimbangan Hakim dalam menjatuhkan putusan bebas tidak tepat, seharusnya terdakwa dapat dipidana
3.2 Dasar pertimbangan hakim menyatakan terdakwa bersalah melakukan perbuatan membujuk anak melakukan persetubuhan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 81 Ayat (2)
Meninjau dari pertimbangan hakim secara umum maka hal ini dapat dilihat ketika hakim memberikan putusan tindakan terhadap terdakwa yang didasarkan dengan pertimbangan hakim
B/2019/PN Kag yakni diantaranya adalah semua unsur dalam Pasal 340 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke – 1 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana KUHP dan Pasal