• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pemasaran Dan Pemesanan Barang Dengan Metode Customer Relationship Management Berbasis Web Pada PT.Yoshindo Indoensia Technology Jakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Pemasaran Dan Pemesanan Barang Dengan Metode Customer Relationship Management Berbasis Web Pada PT.Yoshindo Indoensia Technology Jakarta"

Copied!
215
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PEMASARAN DAN PEMESANAN BARANG DENGAN

METODE CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT

BERBASIS WEB

PADA PT YOSHINDO INDONESIA TECHNOLOGY JAKARTA

SKRIPSI

Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia

JENNI STEFI SIBALA

10106212

PROGRAM STUDI S1

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

(2)
(3)
(4)

RELATIONSHIP MANAGEMENT METHOD BASED ON WEB AT PT YOSHINDO INDONESIA TECHNOLOGY JAKARTA

By

JENNI STEFI SIBALA 10106212

PT Yoshindo Indonesia Technology is a company that distributed the product such as machinery and mechanical and electrical equipment. PT Yoshindo who have had customers both inside and outside the city are still applying manual procedures in selling and promoting its products. Customers use the fax or telephone to order goods, in addition to promoting goods is still carried out from the mouth to mouth. Customer relationship occurs only when a customer ordering goods, the company do not knows the situation further if consumers prefer products that are sold, or having certain kriterian related products after

the goods ordered and delivered to the place of consumers.

Goods marketing and order system with Customer Relationship

Management Method used to save time and simplify the company and customers in making each transaction, information between companies and customers can walk better. Customers can order goods online, after the goods delivered to customer, they are able to give a response on the items purchased as a feedback to the company. The method used in the development of marketing and reservations systems of this item is a Customer Relationship Management.

Based on web application built is expected to become a media campaign

and increase sales more broadly.

Keywords: Customer Relationship Management, transaction, marketing,

(5)

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR SIMBOL ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xx

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah ... 1

1.2.Identifikasi Masalah ... 2

1.3.Maksud dan Tujuan ... 3

1.4.Batasan Masalah ... 4

1.5.Metodologi Penelitian ... 7

1.6.Sistematika Penulisan ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1.Gambaran Umum Perusahaan ... 9

2.1.1. Profil PT Yoshindo Indonesia Teknologi ... 9

2.1.2. Visi dan misi perusahaan ... 9

2.1.3. Tempat dan kedudukan perusahaan ... 10

(6)

2.1.5. Struktur Organisasi ... 10

2.1.6. Visi dan misi perusahaan ... 11

2.2.Landasan Teori ... 14

2.2.1. Konsep Dasar Sistem ... 14

2.2.1.1 Karakteristik Sistem ... 14

2.2.1.2 Klasifikasi Sistem ... 17

2.2.2. Konsep Dasar Informasi ... 18

2.2.2.1 Siklus Informasi ... 18

2.2.2.2 Kegunaan Informasi ... 19

2.2.2.3 Nilai Informasi ... 21

2.3.Konsep Dasar Sistem Informasi ... 21

2.3.1. Komponen Sistem Informasi ... 22

2.3.2. Pengembangan Sistem Informasi ... 25

2.4.Pemasaran ... 27

2.5.Pemesanan ... 28

2.6.Definisi dokumen yang digunakan ... 28

2.7.Basis Data (Database) ... 29

2.7.1. Database Management System (DBMS) ... 30

2.7.2. Tujuan Basis Data ... 31

2.7.3. Pemakai (User) Basis Data ... 31

2.8.Alat Pemodelan Sistem ... 33

2.9.Internet ... 38

(7)

2.9.2. Hyper Transfer Protocol (HTTP) ... 40

2.9.3. Uniform Resource Locators (URL) ... 40

2.9.4. Web Server ... 40

2.9.5. Web Browser ... 41

2.9.6. Pengenalan PHP... 41

2.9.7. MySQL ... 42

2.10. Customer Relationship Management ( CRM )... 43

2.10.1 Pengertian CRM ... 43

2.10.1 Sasaran dan Tujuan CRM ... 46

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1.Analisis sistem ... 47

3.1.1 Analisis Masalah ... 47

3.1.2 Analisis Sistem yang Sedang Berjalan ... 49

3.1.3 Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 59

3.1.3.1 Analisis dan Kebutuhan Pengguna ... 59

3.1.3.2 Analisis dan Kebutuhan Perangkat Keras .... 60

3.1.3.3 Analisis dan Kebutuhan Perangkat Lunak ... 61

3.1.4 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 62

3.1.5 Analisis Kebutuhan Fungsional ... 63

3.1.7.1 Diagram Konteks ... 64

3.1.7.2 Data Flow Diagram ... 65

3.1.7.3 Spesifikasi Proses ... 77

(8)

3.2.Perancangan Sistem ... 94

3.2.1 Perancangan Data ... 94

3.2.1.1 Skema Relasi ... 94

3.2.1.2 Struktur Tabel... 96

3.2.2 Perancangan Pengkodean ... 104

3.2.3 Perancangan Arsitektur ... 104

3.2.4 Perancangan Antarmuka ... 106

3.2.4.1 Perancangan Tampilan ... 105

3.2.4.2 Perancangan Pesan ... 144

3.2.4.3 Jaringan Semantik ... 150

3.2.5 Perancangan Prosedural ... 153

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 4.1 Implementasi ... 158

4.1.1 Kebutuhan Perangkat Keras ... 158

4.1.2 Kebutuhan Perangkat Lunak ... 159

4.1.3 Implementasi Basis Data ... 159

4.1.4 Implementasi Antarmuka ... 166

4.1.4.1 Implementasi Antarmuka Admin ... 166

4.1.4.2 Implementasi Antarmuka Pelanggan ... 167

4.1.4.3 Implementasi Antarmuka Pengunjung ... 166

4.2 Pengujian Alpha ... 168

4.2.1 Rencana Pengujian ... 168

(9)

4.2.2.1 Pengujian Pendaftaran ... 168

4.2.2.2 Pengujian Login ... 171

4.2.2.3 Pengujian Pengolahan keranjang ... 172

4.2.2.4 Pengujian Pengolahan Data Produk ... 173

4.2.2.5 Pengujian Pengolahan Data Kategori... 175

4.2.2.6 Pengujian Pengolahan Data bank ... 176

4.2.2.7 Pengujian Pengolahan Data Kota ... 177

4.2.2.8 Pengujian Pengolahan Data Provinsi ... 178

4.2.2.9 Pengujian Ubah Profil (Admin) ... 179

4.2.2.10 Pengujian Pengolahan pemesanan ... 181

4.2.2.11 Pengujian lanjutkan transaksi ... 181

4.2.2.12 Pengujian pengolahan Appointment ... 182

4.2.2.13 Pengujian Pengolahan forum ... 183

4.2.3 Kesimpulan Hasil Pengujian Alpha ... 184

4.3 Pengujian Beta ... 182

4.3.1 Kesimpulan Hasil Pengujian Beta ... 184

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 191

5.2 Saran ... 191

(10)

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT Yoshindo Indonesia Technology.... ... 11

Gambar 2.2. Karakteristik Sistem ... 16

Gambar 2.3. Siklus Informasi.... ... 19

Gambar 2.4. Kardinalitas Relasi Satu ke Satu.... ... 34

Gambar 2.5. Kardinalitas Relasi Satu ke Banyak.... ... 34

Gambar 2.6. Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu.... ... 35

Gambar 2.7. Kardinalitas Relasi Banyak ke Banyak ... 35

Gambar 3.1. Flowmap Permintaan Penyediaan Barang.... ... 51

Gambar 3.2. Flowmap pemesanan barang (Order) ... 53

Gambar 3.3. Flowmap laporan pembayaran barang.... ... 55

Gambar 3.4. Flowmap laporan pengiriman barang... 56

Gambar 3.5. Flowmap laporan Pemasaran ... 58

Gambar 3.6. ERD Sistem Pemasaran dan Pemesanan Barang ... 62

Gambar 3.7. Diagram Konteks.... ... 64

Gambar 3.8. DFD Level 1 Sistem Pemasaran dan Pemesanan Barang ... 66

Gambar 3.9. DFD Level 2 Proses 4 (Pengelolaan akun) ... 67

Gambar 3.10. DFD Level 2 Proses 5 (Pengolahan data master)... 68

Gambar 3.11. DFD Level 2 Proses 5.1 (Pengolahan data kategori) ... 68

Gambar 3.12. DFD Level 2 Proses 5.2 (Pengolahan data produk) ... 69

(11)

Gambar 3.14. DFD Level 2 Proses 5.4 (Pengolahan data provinsi) ... 70

Gambar 3.15. DFD Level 2 Proses 5.5 (Pengolahan data kota) ... 70

Gambar 3.16. DFD Level 2 Proses 5.6 (Pengolahan data admin) ... 71

Gambar 3.17. DFD Level 2 Proses 6 (view produk) ... 71

Gambar 3.18. DFD Level 2 Proses 7(Pemesanan)... 71

Gambar 3.19. DFD Level 2 Proses 7.1(Pengolahan data keranjang) ... 72

Gambar 3.20. DFD Level 2 Proses 7.2(Pengolahan data pemesanan) ... 73

Gambar 3.21. DFD Level 2 Proses 7.2.2(konfirmasi status pemesanan) ... 73

Gambar 3.22. DFD Level 2 Proses 8.0(Komentar Produk) ... 74

Gambar 3.23. DFD Level 2 Proses 9(appointment)... 74

Gambar 3.24. DFD Level 2 Proses 10(Forum) ... 75

Gambar 3.25. DFD Level 2 Proses 8.1 (Pengolahan forum) ... 75

Gambar 3.26. DFD Level 2 Proses 8.2 (Pengolahan komentar) ... 76

Gambar 3.27. DFD Level 2 Proses 9(Laporan) ... 76

Gambar 3.28. Skema Relasi Sistem Pemasaran dan Pemesanan ... 95

Gambar 3.29. Struktur Menu Pengunjung ... 105

Gambar 3.30. Struktur Menu Pelanggan ... 105

Gambar 3.31. Struktur Menu Admin ... 105

Gambar 3.32. Tampilan Index pengunjung ... 105

Gambar 3.33. Tampilan Menu Ketentuan ... 106

Gambar 3.34. Tampilan Menu Forum ... 107

Gambar 3.35. Tampilan Menu Kontak ... 108

(12)

Gambar 3.37. Tampilan Menu Lupa Password... 109

Gambar 3.38. Tampilan Details Barang... 109

Gambar 3.39. Tampilan Menu Belum Daftar ... 110

Gambar 3.40. Tampilan Komentar Forum ... 110

Gambar 3.41. Tampilan Index pelanggan ... 111

Gambar 3.42. Tampilan Menu Ketentuan ... 112

Gambar 3.43. Tampilan Forum ... 112

Gambar 3.44. Tampilan Menu Appointment ... 113

Gambar 3.45. Tampilan Menu Kontak ... 113

Gambar 3.46. Tampilan Menu Profil ... 114

Gambar 3.47. Tampilan Menu Keranjang ... 115

Gambar 3.48. Tampilan Menu Belanja ... 115

Gambar 3.49. Tampilan Detail Barang ... 116

Gambar 3.50. Tampilan Lihat Komentar ... 116

Gambar 3.51. Tampilan Info Pengiriman ... 117

Gambar 3.52. Tampilan Detail Belanja ... 118

Gambar 3.53. Tampilan Form Cart ... 118

Gambar 3.54. Tampilan Form Appointment ... 119

Gambar 3.55. Tampilan Form Pembayaran ... 119

Gambar 3.56. Tampilan Form Tambah Topik ... 119

Gambar 3.57. Tampilan Index Admin ( belum login) ... 120

Gambar 3.58. Tampilan Index Admin ( sudah login) ... 120

(13)

Gambar 3.60. Tampilan Appointment Admin ... 122

Gambar 3.61. Tampilan Profil Admin ... 123

Gambar 3.62. Tampilan Laporan ... 124

Gambar 3.63. Tampilan Pengolahan Produk ... 125

Gambar 3.64. Tampilan Pengolahan Kategori ... 126

Gambar 3.65. Tampilan Pengolahan Kota ... 127

Gambar 3.66. Tampilan Pengolahan Provinsi ... 128

Gambar 3.67. Tampilan Pengolahan Bank ... 129

Gambar 3.68. Tampilan Pengolahan Admin ... 130

Gambar 3.69. Tampilan History Pelanggan ... 131

Gambar 3.70. Tampilan Konfirmasi Pembayaran Transaksi ... 132

Gambar 3.71. Tampilan Order yang sudah dibayar ... 133

Gambar 3.72. Tampilan Order baru dipesan ... 134

Gambar 3.73. Tampilan Order yang sudah dikirim ... 135

Gambar 3.74. Tampilan Laporan Penjualan Barang ... 136

Gambar 3.75. Tampilan Laporan Penjualan Per Pelanggan ... 137

Gambar 3.76. Tampilan Laporan Penjualan Per Transaksi ... 138

Gambar 3.77. Tampilan Lihat Komentar Forum ... 139

Gambar 3.78. Tampilan Form Ubah Produk... 140

Gambar 3.79. Tampilan Form Tambah Produk… ... 140

Gambar 3.80. Tampilan Form Ubah Kategori ... 141

Gambar 3.81. Tampilan Form Tambah Kategori ... 141

(14)

Gambar 3.83. Tampilan Form Tambah Kota ... 142

Gambar 3.84. Tampilan Form Ubah Provinsi ... 142

Gambar 3.85. Tampilan Form Tambah Provinsi ... 142

Gambar 3.86 Tampilan Form Ubah Data Bank ... 143

Gambar 3.87. Tampilan Form Tambah Data Bank ... 143

Gambar 3.88. Tampilan Form Ubah Admin ... 143

Gambar 3.89. Tampilan Form Tambah Admin... 144

Gambar 3.90. Tampilan Form Tambah Topik Forum ... 144

Gambar 3.91. Tampilan Form Persetujuan Appointment ... 144

Gambar 3.92. Tampilan Form Penolakan Appointment… ... 145

Gambar 3.93. Perancangan Pesan ... 150

Gambar 3.94. Jaringan Semantik Pengunjung ... 151

Gambar 3.95. Jaringan Semantik Pelanggan ... 152

Gambar 3.96. Jaringan Semantik Admin ... 153

Gambar 3.97. Prosedural Login ... 154

Gambar 3.98. Prosedural Tambah ... 155

Gambar 3.99. Prosedural Ubah ... 156

(15)

Lampiran B Listing Program ...B-1

Lampiran C Hasil Kuesioner ...C-1

Lampiran D Biodata Penulis ...D-1

(16)

Simbol Nama Keterangan

Dokumen Menunjukkan dokumen input dan output

baik untuk proses manual, mekanik atau komputer

Kegiatan manual

Menunjukkan kegiatan manual

Penghubung Menunjukkan penghubung ke halaman

yang masih sama atau ke halaman lain

Simpanan File non-komputer yang diarsip

Keputusan Untuk suatu penyeleksian kondisi

Garis alir Menunjukkan arus dari proses

2. Simbol DFD (Data Flow Diagram)

Simbol Nama Keterangan

Proses Merupakan kegiatan atau kerja yang

dilakukan oleh orang, mesin atau komputer di dalam sistem

External Entity

Menunjukan entitas di lingkungan sistem

Arus/Aliran data

Menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem

Simpanan data

(17)

3. Simbol ERD (Entity Relationship Diagram)

Simbol Nama Keterangan

Entitas kuat

Entitas lemah

Relasi Hubungan yang terjadi antar entitas

Penghubung Garis yang menghubungkan antara entitas

(18)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Tabel Analisis Masalah ...48

Tabel 3.2. Spesifikasi Proses ...77

Tabel 3.3. Kamus Data ...90

Tabel 3.4. Tabel Pelanggan ...96

Tabel 3.5. Tabel Admin ...97

Tabel 3.6. Tabel Pemesanan ...97

Tabel 3.7. Tabel Detail Pemesanan ...98

Tabel 3.8. Tabel Kota ...98

Tabel 3.9. Tabel Provinsi ...99

Tabel 3.10. Tabel produk ...99

Tabel 3.11.Tabel appointment ...100

Tabel 3.12.Tabel bank ...100

Tabel 3.13. Tabel kategori ...101

Tabel 3.14. Tabel forum ...101

Tabel 3.15. Tabel Komentar...102

Tabel 3.16. Tabel Pembayaran ...102

Tabel 3.17 Tabel Keranjang ...102

Tabel 3.18 Tabel Komentar Produk ...103

Tabel 3.19 Tabel User ...103

Tabel 4.1. Perangkat Keras yang Digunakan ...159

(19)

Tabel 4.3. Implementasi Basis Data ...159

Tabel 4.4. Antarmuka Admin ...166

Tabel 4.5. Antarmuka Pelanggan ...167

Tabel 4.6. Antarmuka Pengunjung ...167

Tabel 4.7. Rencana Pengujian Sistem Pemesanan dan Pemasaran Barang ...168

Tabel 4.8. Pengujian Pendaftaran ...169

Tabel 4.9. Pengujian Login Admin ...171

Tabel 4.10. Pengujian Login Pelanggan ...171

Tabel 4.11. Pengujian Tambah Data produk ...172

Tabel 4.12. Pengujian Hapus Data produk...173

Tabel 4.13. Pengujian Tambah Data Kategori ...173

Tabel 4.14. Pengujian Ubah Data Kategori ...174

Tabel 4.15. Pengujian Hapus Data Kategori ...174

Tabel 4.16. Pengujian Tambah Data Bank...175

Tabel 4.17. Pengujian Ubah Data Bank ...175

Tabel 4.18. Pengujian Hapus Data bank ...175

Tabel 4.19. Pengujian Tambah Data Kota ...176

Tabel 4.20. Pengujian Hapus Data kota ...176

Tabel 4.21. Pengujian Tambah Data provinsi ...177

Tabel 4.22. Pengujian Ubah Data Provinsi ...177

Tabel 4.23. Pengujian Hapus Data Provinsi...178

Tabel 4.24. Pengujian tambah admin ...178

(20)

Tabel 4.26. Pengujian link pengolahan pesanan (data normal) ...179

Tabel 4.27. Pengujian lanjutkan transaksi...180

Tabel 4.28. Pengujian appointment ...181

Tabel 4.29. Pengujian forum diskusi...182

Tabel 4.30. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 1 (Admin) ...184

Tabel 4.31. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 2 (Admin) ...184

Tabel 4.32. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 3(Admin) ...185

Tabel 4.33. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 4(Admin) ...186

Tabel 4.34. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 5(Admin) ...186

Tabel 4.35. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 1 (Member, Pengunjung) ....187

Tabel 4.36. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 2 (Member, Pengunjung) ....187

Tabel 4.37. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 3 (Member, Pengunjung) ....188

Tabel 4.38. Hasil pengujian kuesioner soal nomor 4 (Member, Pengunjung) ....188

(21)

1.1 Latar Belakang Masalah

PT Yoshindo Indonesia Teknologi adalah perusahaan yang bergerak dalam

bidang penjualan dan penyaluran produk dan alat-alat mesin maupun pabrik.

Perusahaan menyalurkan barang dari Vendor ataupun barang yang tersedia

diperusahaan dan menjualnya kepada pembeli yang memesan barang terlebih

dahulu. Barang-barang itu sendiri terbagi menjadi 4 kategori yaitu mechanical,

electrical, instrumentation, dan automation and safety accessories.

Dalam kegiatan memasarkan barang perusahaan ini masih menggunakan fax

dan cara konvensional melalui mulut ke mulut. Sementara untuk melakukan

pemesanan barang, pelanggan dapat mengirimkan fax atau menelepon kebagian

penjualan. Data pemesanan dan data pelanggan kemudian dicatat kedalam MS

Excel. Permasalahan yang sering muncul berdasarkan hasil wawancara dengan

pegawai bagian penjualan adalah adanya kendala ruang yang dan waktu yang

terjadi, sehingga menimbulkan kesulitan dalam memasarkan barang dan proses

menyampaikan informasi produk serta pemesanan kepada pelanggan maupun

calon pelanggan membutuhkan waktu yang relatif lama, terutama bagi yang

lokasinya jauh dari PT Yoshindo. Selain itu kegiatan dalam menjaring pelanggan

baru dan meningkatkan penjualan barang berjalan lambat. Hal ini disebabkan

perusahaan belum memiliki sarana yang mendukung untuk menangani hubungan

(22)

terjalin dengan baik yang secara langsung membangun kesetiaan pelanggan

membeli barang, dan secara tidak langsung meningkatkan keuntungan

perusahaan.

Oleh karena itu, perlu adanya suatu media yang membantu dalam proses

pemesanan barang dan menyampaikan informasi tanpa kendala ruang dan waktu,

serta menyediakan informasi yang dibutuhkan perusahaan mengenai pelanggan

secara lebih detail yang menjadi masukan bagi perusahaan, sehingga pelayanan

kepada pelanggan menjadi lebih baik dan terjalin hubungan yang kuat,

penjaringan pelanggan baru pun menjadi lebih cepat. Berdasarkan latar belakang

yang telah dikemukakan, maka dibangunlah suatu sistem pemasaran dan

pemesanan barang berbasis web dengan menggunakan metode Customer

Relationship Management.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan disub bab 1.1,

ditemukan berbagai masalah yaitu:

1. Dalam kegiatan pemasaran dan pemesanan barang masih terkendala ruang

dan waktu.

2. Kegiatan meningkatkan penjualan perusahaan dan penjaringan pelanggan

baru berjalan lambat.

Berdasarkan kebutuhan tersebut, maka diperoleh rumusan masalah

(23)

Metode Customer Relationship Management Berbasis Web Pada PT Yoshindo

Indonesia Teknologi Jakarta.

1.3 Maksud dan Tujuan

1.3.1 Maksud

Maksud penelitian Tugas Akhir ini adalah untuk membangun sistem

pemasaran dan pemesanan barang dengan metode Customer Relationship

Management berbasis web pada PT Yoshindo Indonesia Teknologi Jakarta .

1.3.2 Tujuan

Tujuan dari pembuatan sistem pemasaran dan pemesanan ini adalah :

1. Memudahkan pemasaran dan promosi untuk menjaring pelanggan baru

secara lebih luas dan mengatasi kendala ruang dan waktu yang terjadi

dalam proses penyampaian informasi perusahaan dan pemesanan barang

sehingga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.

2. Memudahkan perusahaan untuk menangani hubungan dengan pelanggan

maupun calon pelanggan yang berpotensi untuk bertukar informasi yang

menjadi masukan bagi perusahaan untuk menjalin hubungan yang baik

(24)

1.4 Batasan Masalah/Ruang Lingkup kajian

Adapun batasan masalah/ruang lingkup kajian dalam penyusunan tugas

akhir ini antara lain:

1. Data yang akan diolah pada sistem adalah data yang berhubungan dengan

transaksi dan pemesanan barang yaitu data pelanggan, data master, data

pemesanan, data detail pemesanan, data pembayaran, data keranjang, data

appointment, data forum, data komentar barang, data laporan pemesanan.

2. Proses yang dilibatkan pada sistem adalah pemesanan barang,

pembayaran, pendaftaran, appointment, dan pembuatan laporan.

3. Keluaran pada sistem berupa informasi pelanggan, informasi perusahaan,

informasi pemesanan, laporan pemesanan perpelanggan, laporan

pemesanan perproduk, laporan pemesanan pertransaksi, informasi

appoinment, informasi pelanggan,.

4. Sistem akan dibangun dengan berbasis web.

5. Untuk membantu kegiatan di Sales, Marketing, dan Customer Service akan

menggunakan metode CRM ( Customer Relatioship Management ).

6. Pembayaran dilakukan dengan transfer rekening, kode transaksi

pembayaran bank akan digunakan sebagai bukti pembayaran yang

dilakukan oleh pelanggan.

7. Pembangunan situs akan menggunakan macromedia dreamweaver sebagai

developer dan Microsoft Windows XP sebagai sistem operasi serta

menggunakan MySQL sebagai database dan PHP sebagai bahasa

(25)

1.5 Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian yang akan digunakan dalam menyusun tugas akhir

ini adalah metode Analisis Deskriptif, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk

mendapatkan gambaran yang jelas tentang hal-hal yangdiperlukan, melalui

tahapan sebagai berikut :

1. Tahap pengumpulan data

Tahap pengmpulan data dapat diperolah secara langsung dari objek

penelitian. Cara-cara yang mendukung untuk mendapatkan data primer

adalah sebagai berikut.

a. Studi literatur, dilakukan dengan mencari pustaka yang menunjang

penelitian yang akan dikerjakan. Pustaka tersebut dapat berupa buku,

artikel, laporan akhir, dan sebagainya.

b. Studi Lapangan

1. Pengamatan (observasi), dilakukan dengan cara mengamati secara

langsung obyek penelitian.

2. Wawancara (Interview), dilakukan dengan cara melakukan

wawancara secara langsung secara langsung berupa tanya jawab

dengan pegawai PT Yoshindo Indonesia Technology.

2. Pengembangan Perangkat Lunak

Tahap pengembangan perangkat lunak dalam pembuatan aplikasi ini

menggunakan classic life style atau yang lebih dikenal dengan istilah

(26)

Tahapan pengembangan sistem menutur A. Ziya Aktas (1987) adalah

sebagai berikut :

a. System engineering

Merupakan tahapan yang pertama kali yaitu merumuskan sistem yang

akan kita bangun. Hal ini bertujuan agar pengembang benar-benar

memahami sistem yang dibangun dan langkah-langkah serta kebijakan

apa saja yang berkaitan dengan pengembangan sistem tersebut.

b. Sytem Analysis (Analisis)

Melakukan analisis terhadap permasalahan yang dihadapi dan

mendeskripsikan kebutuhan fungsional dan non fungsional dalam

membangun web.

c. Sytem design (Perancangan)

Berdasarkan hasil pada proses analisis maka dirancang antarmuka yang

sesuai dengan kebutuhan pengguna.

d. System coding (Pengkodean)

Hasil perancangan sistem diterjemahkan ke dalam kode atau bahasa

yang dimengerti mesin komputer bahasa pemrograman tertentu.

e. System Testing (Pengujian)

Perancangan lunak yang sudah dirancang direalisasikan sebagai

serangkaian program atau unit program, dan pengujian unit melibatkan

(27)

f. System Manitenance (Pemeliharaan)

Tahap akhir sesudah perangkat lunak dibangun dengan melakukan

pemeliharaan, seperti penyesuaian atau melakukan perubahan sesuai

dengan kondisi yang akan datang yang mungkin perlu dilakukan.

Feed Back: merupakan respon dari pengguna sistem yang bisa

digunakan untuk mengetahui sejauh mana aplikasi yang dibangun diterima

oleh penggunanya.

Untuk lebih jelasnya susunan metode waterfall dapat dilihat pada gambar 1.1:

Gambar 1.1 Skema waterfall

1.3Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan laporan ini dibagi dalam beberapa bab dengan pokok

pembahasan secara umum sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini merupakan bagian yang mengemukakan latar belakang, perumusan

masalah, maksud dan tujuan,batasan masalah, metodologi penelitian, dan

(28)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yaitu tinjauan perusahaan,

berisi penjelasan tentang sejarah singkat perusahaan, visi, misi dan struktur

organisasi perusahaan. Bagian kedua berupa landasan teori, berisi teori-teori

pendukung yang digunakan untuk membangun sistem pemasaran dan pemesanan

barang PT Yoshindo Indonesia Teknologi.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab ini berisi analisis kebutuhan untuk sistem yang akan dibangun sesuai dengan

metode pengembangan perangkat lunak yang digunakan. Selain itu, bab ini juga

berisi perancangan struktur basis data dan antarmuka untuk sistem yang akan

dibangun.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Bab ini berisi hasil implementasi analisis dan perancangan sistem yang dilakukan,

serta hasil pengujian sistem di PT Yoshindo Indonesia Teknologi sehingga

diketahui apakah sistem yang dibangun sudah memenuhi syarat .

BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dari uraian proses pembangunan sistem informasi dan

saran-saran yang dapat menjadi pertimbangan bagi pihak PT Yoshindo Indonesia

(29)

2.1 Gambaran Umum Perusahaan

2.1.1 Profil PT Yoshindo Indonesia Teknologi

PT Yoshindo Indonesia Technology didirikan pada tahun 2005,

semula perusahaan ini bernama Century Technindo, namun pada tahun 2010

berganti nama menjadi Yoshindo Indonesia Technology. Perusahaan ini bergerak

dalam bidang penjualan dan penyaluran barang-barang seperti mesin dan alat

otomatisasi. Barang tersebut terbagi dalam 4 kategori yaitu mechanical, electrical,

instrumentation, dan automation and safety accessories. PT Yoshindo telah

banyak bekerja sama dengan vendor yang berasal dari luar negeri yang berasal

dari Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Ruang lingkup perusahaan antara lain

adalah mengadakan ( procurement) dan melakukan pembelian dari beberapa

industri yang ada untuk kemudian disalurkan kepada konsumen.

2.1.2 Visi dan Misi Perusahaan

Perusahaan ini memiliki visi dan misi yang terangkum dalam 4S yaitu :

1. Solve Problem

Membantu setiap pelanggan dalam setiap kerusakan yang terjadi pada

mesin atau perlengkapan yang ada.

2. Service

(30)

3. Sell

Menjual sparepart yang ada dengan harga kompetitif.

4. Satisfaction

Menjamin kualitas produk yang dijual untuk mendapatkan kepuasan

konsumen.

2.1.3 Tempat dan kedudukan perusahaan

PT Yoshindo Indonesia Technology beralamat di LindetevesTrade Center

(LTC) Lantai 2 Blok C42 No.5 Jalan Hayam Wuruk Jakarta 11180. Telp

(021)6237424, 4648803, 28991946. Fax (021)62317425.

2.1.4 Bentuk dan Badan Hukum Perusahaan

Sesuai keputusan PEMROV DKI Jakarta Dinas Koperasi, Usaha Mkiro, kecil, dan Menengah, dan Perdagangan SIUP-Besar NO: 0256/1.824.271 Tahun 2010., NPWP: 02.861.006.832.000

2.1.5 Struktur Organisasi

Struktur Organisasi merupakan suatu kerangka dalam manajemen

organisasi agar suatu organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya sesuai

dengan tujuan. Struktur organisasi memuat tatanan kerja yang ada menyangkut

tugas, dan fungsi setiap bagian. Struktur organisasi PT YOSHINDO dapat dilihat

(31)

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT Yoshindo Indonesia Technology

Adapun tugas dan fungsi masing-masing bagian adalah sebagai berikut :

1. Komisaris

Berperan sebagai pemegang saham dan mengawasi jalannya perusahaan.

2. Direktur

Peran direktur adalah sebagai berikut:

- Sebagai pimpinan di PT Yoshindo.

- Mengawasi jalannya aktivitas di dalam perusahaan.

- Menetapkan strategi dan kebijakan baru bagi perusahaan.

(32)

- Menjamin terlaksananya keamanan serta ketertiban dalam setiap kegiatan

operasional dalam perusahaan.

3. Sekretaris

Peran Sekretaris adalah sebagai berikut:

- Mencatat setiap kegiatan yang ada didalam perusahaan.

- Menerima berkas-berkas penting yang perlu ditanda tangani oleh direktur.

- Mengkoordinasikan jadwal rapat didalam perusahaan.

4. Accounting (Keuangan)

Peran accounting adalah sebagai berikut:

- Melaporkan posisi keuangan setiap periode tertentu

- Melaporkan informasi kepada perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan

bisnis, transaksi, serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan.

5. Administrasi

Peran Administrasi adalah sebagai berikut:

- Mengatur pemasukan dan pengeluaran perusahaan setiap bulannya.

- Melayani administrasi untuk penjualan dan pembelian barang.

- Menghitung jumlah tagihan yang harus dibayar pelanggan, dan menangani

dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam pembayaran.

6. Purchasing (Penjualan)

Peran Purchasing adalah sebagai berikut:

(33)

- Memverifikasikan order langganan

- Mengadakan kontak dengan pelanggan mengenai pemenuhan order

tersebut

7. Marketing (Pemasaran)

Peran marketing adalah sebagai berikut :

- Merencanakan promosi baru untuk meningkatkan penjualan

- Mengadakan appointment dengan pelanggan dan calon pelanggan yang

ingin tahu lebih jauh mengenai produk dan perusahaan.

- Sebagai customer service untuk menangani saran, kritik, keluhan, maupun

pertanyaan dari pelanggan.

8. Logistic

Peran logistic adalah sebagai berikut:

- Mengatur keluar-masuknya barang dari dalam gudang penyimpanan

sementara serta pergerakannya.

- Mengkoordinasikan transportasi yang diperlukan dalam mengirimkan

barang.

- Menginformasikan pergerakan barang kepada perusahaan.

- Membuat laporan penerimaan barang yang telah dikirim oleh vendor.

9. Cargo

- Melakukan pengepakan dan pengemasan barang.

(34)

- Membuat catatan pengiriman barang dan status barang terkirim.

2.2 Landasan Teori

2.2.1 Konsep Dasar Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan di dalam mendefinisikan sistem, yaitu

yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau

elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur

mendefinisikan sistem sebagai berikut ini [3] :

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau

komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut ini [3] :

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2.2.1.1Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik yang tertentu (gambar 2.2), yaitu :

1. Komponen Sistem (Components)

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu

subsistem atau bagian-bagian sistem, yang mempunyai sifat-sifat dari sistem

untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem

(35)

2. Batas Sistem (Boundary)

Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu

sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas

suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

Lingkungan luar (environments) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas

dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat

bersifat menguntungkan dan merugikan sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Penghubung (interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem

dengan susbsistem lainnya sehingga memungkinkan sumber-sumber daya

mengalir antara subsistem yang satu dengan yang lain.

5. Masukan Sistem (Input)

Masukan (input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan

dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal

(signal input).

(36)

Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan

menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat

merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolah Sistem (Process)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah

masukan jadi keluaran.

8. Sasaran Sistem (Objectives)

Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan

sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan

berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Input Pengolah Output

Sub Sistem

Sub Sistem Sub

Sistem

Sub Sistem

Boundary Boundary

Boundary

Interface Lingkungan Luar

(37)

2.2.1.2Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya

adalah sebagai berikut :

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem

fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran

atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya sistem teologia dan

sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem

komputer.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem

buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang

terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia, misalnya sistem perputaran

bumi dan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan

sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan

tingkah laku yang sudah dapat diprediksi dan sistem tak tentu adalah sistem

yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur

probabilitas.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem

terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak

berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya dan sistem

terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan

(38)

2.2.2 Konsep Dasar Informasi

Informasi (information) dapat didefinisikan sebagai berikut [3] :

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari

bentuk tunggal datum atau data-item. Data adalah kenyataan yang

menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian

(event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat yang tertentu. Kesatuan nyata (fact

dan entity) adalah berupa suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang

betul-betul ada dan terjadi.

2.2.2.1Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat berceritera

banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk

dihasilkan informasi.

Data yang diolah untuk menghasilkan informasi menggunakan suatu model

proses yang tertentu. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi,

penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan

melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang

akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input,

diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk siklus. Siklus ini

disebut dengan siklus informasi (information cycle) atau disebut juga dengan

siklus pengolahan data (data processing cycles). Siklus informasi dapat dilihat

(39)

Gambar 2.3. Siklus Informasi [3]

2.2.2.2Kegunaan Informasi

Ada 4 faktor utama yang berhubungan dengan kegunaan informasi :

1. Kualitas informasi (information quality)

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 4 hal, yaitu informasi harus :

a. Akurat (accurate) dan presisi (precision)

Akurat dalam menampilkan informasi dan presisi dalam detail informasi

yang diberikan.

b. Kelengkapan (completeness)

Informasi yang tersedia cukup lengkap untuk setiap user dan situasi.

c. Umur (age) dan ketepatan waktu (timeliness)

Umur berarti lamanya waktu dalam meng-update informasi dan ketepatan

waktu berarti menyediakan informasi secepat mungkin pada saat

(40)

d. Sumber (source)

Orang atau organisasi yang menghasilkan informasi.

2. Aksesibilitas informasi (information accessibility)

a. Ketersediaan (availability)

Memberikan informasi kepada yang membutuhkan.

Informasi dapat diakses oleh yang membutuhkan.

b. Keabsahan (admissibility)

Keabsahan (boleh atau tidak boleh dipakai) informasi tergantung pada

hukum, peraturan atau budaya pada saat tertentu.

3. Presentasi informasi (information presentation)

a. Tingkatan (level of summarization)

Perbandingan antara data asli dengan yang ditampilkan.

Manipulasi data hingga tingkatan yang sesuai, semakin sederhana semakin

baik.

b. Format

Bentuk dimana informasi ditampilkan ke user.

Manipulasi data ke dalam bentuk yang sesuai.

4. Keamanan informasi (information security)

(41)

Prosedur dan teknik mengontrol user yang boleh atau tidak mengakses

data pada situasi tertentu.

Penggunaan password atau teknik lain untuk mencegah user yang tidak

berhak.

b. Enkripsi (encryption)

Konversi data ke bentuk tertentu sehingga tidak dapat dibaca oleh user

yang tidak berhak.

2.2.2.3Nilai Informasi

Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu

manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila

manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya.

Sebagian besar informasi tidak dapat persis ditaksir keuntungannya dengan

satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Pengukuran nilai

informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost

benefit.

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi

manajemen di dalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari

sistem informasi (information systems) atau disebut juga dengan processing

systems atau information processing systems atau information-generating systems.

Sistem informasi didefenisikan oleh Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis

(42)

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.3.1 Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi

terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan

(building block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block),

blok keluaran (output block), blok teknologi (technology block), blok basis data

(database block), dan blok kendali (controls block). Sebagai suatu sistem, keenam

blok tersebut masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya

membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya.

1. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang

akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan

(43)

3. Blok Keluaran

Produk dari sisteminformasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang

berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen

serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan

dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu

pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian

utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software),

dan perangkat keras (hardware).

5. Blok Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan

satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan

perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di dalam basis

data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

6. Blok Kendali

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan

bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur

(44)

Pengelompokan komponen-komponen sistem informasi berbasis komputer

adalah sebagai berikut :

1. Perangkat keras (hardware)

Hardware ini merupakan peralatan fisik yang dapat digunakan untuk

mengumpulkan, memasukkan, memproses, menyimpan, dan mengeluarkan

hasil pengolahan data dalam bentuk informasi.

2. Perangkat lunak (software)

Software adalah kumpulan dari program-program yang digunakan untuk

menjalankan aplikasi tertentu pada komputer.

3. Manusia (brainware)

Brainware dalam sistem informasi berperan sebagai pemberi dan pengguna

informasi.

4. Prosedur (procedure)

Prosedur adalah rangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara

berulang-ulang dengan cara yang sama.

5. Basis data (database)

Database merupakan kumpulan data-data yang tersimpan di dalam media

penyimpanan di suatu perusahaan (arti luas) atau di dalam komputer (arti

(45)

6. Jaringan komunikasi (communication network)

Jaringan telekomunikasi saat ini menghubungkan beberapa daratan dan lautan

untuk memindahkan data dalam jumlah besar.

2.3.2 Pengembangan Sistem Informasi

Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu

sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau

memperbaiki sistem yang ada. Sewaktu melakukan proses pengembangan sistem,

beberapa prinsip harus tidak boleh dilupakan. Prinsip-prinsip ini adalah sebagai

berikut :

1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen

2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar

3. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik

4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses

pengembangan sistem

5. Proses pengembangan sistem tidak harus urut

6. Jangan takut membatalkan proyek

7. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem

Proses pengembangan sistem melewati beberapa tahapan dari mulai sistem

itu direncanakan sampai dengan sistem tersebut diterapkan, dioperasikan, dan

dipelihara. Daur atau siklus hidup dari pengembangan sistem merupakan suatu

bentuk yang digunakan untuk menggambarkan tahapan utama dan

(46)

Pengembangan sistem yang digunakan yaitu classsic life style atau yang

lebih dikenal dengan istilah waterfall. Pengembangan sistem menurut A. Ziya

Aktas (1987) adalah sebagai berikut :

1. Rekayasa sistem (system engineering), merupakan tahap awal dalam

pengembangan sistem yaitu dengan menetapkan segala hal yang diperlukan

dalam pelaksanaan pengembangan sistem dan menentukan apakah sistem

benar-benar dibutuhkan atau tidak. Tahap-tahap yang digunakan yaitu dengan

diadakannnya wawancara, observasi, dan studi literatur.

2. Analisis (analysis), merupakan tahap menganalisis kebutuhan sistem seperti

mendefinisikan kembali masalah, memahami kebutuhan-kebutuhan pemakai

dan hambatan-hambatan pada sustu sistem baru, dan membuat model logika

dari pemecahan yang direkomendasi. Adapun metode analisis yang digunakan

adalah metode analisis terstruktur.

3. Desain (Design), yaitu tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem,

pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional, persiapan untuk rancang

bangun implementasi, dan menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.

4. Penulisan Program (Coding), adalah tahap menterjemahkan hasil analisis ke

dalam bahasa pemrograman yang telah ditentukan.

5. Pengujian (Testing), tahap dimana melakukan pengujian terhadap sistem yang

(47)

6. Pemeliharaan (Maintenance), tahap ini merupakan tahap akhir dimana sistem

yang sudah selesai dapat mengalami perubahan atau penambahan sesuai

dengan keinginan konsumen.

2.4 Pemasaran

Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang

membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri

menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai

tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi

penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.

Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi

yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain.

Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam

memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas

pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran

dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan

sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi

kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan

keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Definisi yangpaling sesuai

dengan tujuan tersebut adalah :

Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk

(48)

Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi

kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).

Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia

memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan

dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bisa juga

diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta,

1996).

2.5 Pemesanan

Pemesanan berasal dari kata dasar pesan yang berarti mempunyai arti

perintah, nasehat, permintaan, amanat yang disampaikan oleh orang lain.

Pemesanan (DPN99) mempunyai arti proses, perbuatan, cara memesan atau

memesankan.

2.6 Definisi dokumen yang digunakan dalam sistem informasi penjualan

Dokumen yang digunakan dalam penjualan barang oleh perusahaan pada

sistem berjalan adalah sebagai berikut :

1. Request For Quotation (RQ)

Request For Quotation (RQ) adalah dokumen yang berisi permintaan

penyediaan sejumlah barang yang diberikan oleh customer kepada

perusahaan, berisi mengenai spesifikasi barang yang ingin dibeli, jumlah yang

(49)

2. Purchasing Order (PO)

Purchasing Order (PO) adalah surat berisi permintaan pembelian yang

diberikan customer kepada perusahaan, berisi nama barang, jumlah

pembelian, dan nama pemesan barang.

2.7Basis Data (Database)

Basis data terdiri atas dua kata, yaitu basis dan data. Basis kurang lebih

dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang/berkumpul.

Sedangkan data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek

seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa,

konsep, keadaan, dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf,

simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasinya.

Basis data (database) sendiri dapat didefinisikan sebagai berikut [2] :

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan

perangkat lunak untuk memanipulasinya. [3]

Prinsip utama dalam basis data adalah pengaturan data/arsip dan tujuan

utamanya adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali

data/arsip yang menggunakan media penyimpanan elektronis seperti disk (disket

atau harddisk). Basis data dikelola/ditangani melalui perantaraan alat/mesin pintar

elektronis yang kita kenal sebagai komputer.

Basis data bukan hanya sekedar penyimpanan data secara elektronis

dengan bantuan komputer. Artinya, tidak semua bentuk penyimpanan data secara

elektronis bisa disebut basis data. Yang sangat ditonjolkan dalam basis data

(50)

kita simpan sesuai fungsi/jenisnya. Pemilahan/pengelompokkan/pengorganisasian

ini dapat berbentuk sejumlah file/tabel terpisah atau dalam bentuk pendefinisian

kolom-kolom/field-field data dalam setiap file/tabel.

Operasi-operasi dasar yang dapat dilakukan berkenaan dengan basis data

dapat meliputi pembuatan basis data baru (create database), penghapusan basis

data (drop database), pembuatan file/tabel baru ke suatu basis data (create table),

penghapusan file/tabel dari suatu basis data (drop table), penambahan/pengisian

data baru ke sebuah file/tabel di sebuah basis data (insert), pengambilan data dari

sebuah file/tabel (retrieve/search), pengubahan data dari sebuah file/tabel

(update), dan penghapusan data dari sebuah file/tabel (delete).

2.7.1 Database Management System (DBMS)

Pengelolaan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara

langsung, tetapi ditangani oleh sebuah Perangkat Lunak (Sistem) yang

khusus/spesifik. Perangkat lunak inilah (disebut DBMS) yang akan menentukan

bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga

menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama,

pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dan sebagainya.

Perangkat lunak yang termasuk DBMS seperti dBase III+, dBase IV,

FoxBase, Rbase, MS-Access dan Borland-Paradox (untuk kelas sederhana) atau

Borland-Interbase, MS-SQLServer, CA-Open Ingres, Oracle, Informix dan

(51)

2.7.2 Tujuan Basis Data

Tujuan awal dan utama dalam pengelolaan data dalam sebuah basis data

adalah agar dapat memperoleh menemukan kembali data (yang dicari) dengan

mudah dan cepat. Di samping itu, pemanfaatan basis data untuk pengelolaan data,

juga memiliki tujuan-tujuan lain.

Secara lebih lengkap, pemanfaatan basis data dilakukan untuk memenuhi

sejumlah tujuan (objektif) seperti berikut ini:

a. Kecepatan dan kemudahan (speed)

b. Efisiensi ruang penyimpanan (space)

c. Keakuratan (accuracy)

d. Ketersediaan (availability)

e. Kelengkapan (completeness)

f. Keamanan (security)

g. Kebersamaan pemakaian (sharability)

2.7.3 Pemakai (user) Basis Data

Ada beberapa jenis/tipe pemakai suatu sistem basis data yang dibedakan

berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem:

1. Programmer Aplikasi

Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation

Language (DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis

(52)

2. User Mahir (Casual User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program.

Mereka menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah

disediakan oleh suatu DBMS.

3. User Umum (End User Naive User)

Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu

program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis/disediakan

sebelumnya.

4. User Khusus (Specialized User)

Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk

keperluan-keperluan khusus, seperti untuk aplikasi AI, Sistem Pakar,

Pengolahan Citra, dan lain-lain, yang bisa saja mengakses basis data

dengan/tanpa DBMS yang bersangkutan.

Untuk sebuah sistem basis data yang stand-alone, maka pada suatu saat

hanya ada satu pemakai yang dapat bekerja. Sedang untuk sistem basis data dalam

jaringan, maka pada suatu saat ada banyak pemakai yang dapat berhubungan

(menggunakan) basis data yang sama.

2.8 Alat Pemodelan Sistem

Alat-alat pemodelan sistem informasi sangat dibutuhkan dalam proses

analisis dan perancangan sistem. Alat-alat pemodelan sistem informasi terdiri

(53)

1. Bagan Alir Dokumen (Document Flowmap)

Bagan alir dokumen (document flowmap) atau disebut juga bagan alir formulir

(form flowmap) atau paperwork flowmap merupakan bagan alir yang

menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

2. Entity-Relationship Diagram (ERD)

ERD adalah diagram yang memperlihatkan entitas-entitas yang terlibat dalam

suatu sistem serta hubungan-hubungan (relation) antar entitas.

Komponen-komponen pembentuk model ERD yaitu:

a. Entitas (entity)

Entitas merupakan individu yang mewakili sesuatu yang nyata

(eksistensinya) dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Entitas dapat

berupa orang, tempat, benda, peristiwa atau konsep yang bisa memberikan

atau mengandung informasi.

b. Atribut (attributes/properties)

Setiap entitas pasti memiliki atribut yang mendeskripsikan karakteristik

(properti) dari entitas tersebut.

c. Relasi (relationship)

Relasi menunjukkan adanya hubungan di antara sejumlah entitas yang

(54)

d. Kardinalitas/derajat

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat

berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Kardinalitas

relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas dapat berupa:

a. Satu ke satu (one to one), seperti gambar 2.4:

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

Gambar 2.4. Kardinalitas Relasi Satu ke Satu [2]

b. Satu ke banyak (one to many), seperti gambar 2.5:

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

Entitas 5

(55)

c. Banyak ke satu (many to one), seperti gambar 2.6:

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

Entitas 5

Gambar 2.6. Kardinalitas Relasi Banyak ke Satu [2]

d. Banyak ke banyak (many to many), seperti gambar 2.7:

A

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

B

Entitas 1

Entitas 2

Entitas 3

Entitas 4

Gambar 2.7. Kardinalitas Relasi Banyak ke Banyak [2]

e. Kunci (key)

Sebuah atribut atau set atribut yang nilainya mengidentifikasikan entitas

secara unik dalam set entitas.

3. Diagram Konteks (Context Diagram)

Diagram konteks merupakan diagram aliran data pada tingkat paling atas yang

(56)

interaksi/hubungan langsung antara sistem dengan lingkungannya. Diagram

konteks menggambarkan sebuah sistem berupa sebuah proses yang

berhubungan dengan satu atau beberapa entitas/entity.

4. Data Flow Diagram (DFD)

DFD/DAD adalah suatu alat pemodelan yang digunakan untuk memodelkan

fungsi dari sistem, menggambarkan secara rinci mengenai sistem sebagai

jaringan kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan

menunjukkan dari dan ke mana data mengalir serta penyimpanannya.

Beberapa simbol digunakan di DFD:

a. Kesatuan luar (external entity) atau batas sistem (boundary) merupakan

kesatuan (entity) di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang,

organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang

akan memberikan masukan atau menerima keluaran dari sistem.

b. Arus data (data flow) ini mengalir diantara proses (process), simpanan

data (data store) dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini

menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau

hasil dari proses sistem.

c. Proses (process) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang, mesin

atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses

untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

d. Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat

(57)

catatan manual, suatu kotak tempat data di meja seseorang, suatu tabel

acuan manual, dan suatu agenda atau buku.

5. Spesifikasi Proses (Process Specification (PSPEC))

Spesifikasi proses (PSPEC) digunakan untuk menggambarkan semua proses

model aliran yang nampak pada tingkat akhir penyaringan. Kandungan dari

spesifikasi proses dapat termasuk teks naratif, gambaran bahasa desain

program (Programme Design Language (PDL)) dari algoritma proses,

persamaan matematika, tabel, diagram, atau bagan.

6. Kamus Data (Data Dictionary)

Kamus data (data dictionary) atau disebut juga dengan istilah systems data

dictionary adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan

informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data,

analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan

lengkap. Kamus data harus memuat hal-hal berikut ini:

a. Nama arus data

b. Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias

perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk

orang atau departemen satu dengan yang lainnya.

c. Bentuk data, dapat berupa dokumen dasar atau formluir, dokumen hasil

cetakan komputer, laporan tercetak, tampilan di layar monitor, variabel,

(58)

d. Arus data, menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan

menuju.

e. Penjelasan, dapat diisi dengan keterangan-keterangan tentang arus data

tersebut.

f. Periode, menunjukkan kapan terjadinya arus data.

g. Volume, digunakan untuk mengidentifikasikan besarnya simpanan luar

yang akan digunakan, kapasitas dan jumlah dari alat input, alat pemroses

dan alat output.

h. Struktur data, menunjukkan arus data yang dicatat di kamus data terdiri

dari item-item data apa saja.

7. Skema Relasi

Skema relasi adalah untuk presentasi atribut-atribut dari entity yang terdapat

dalam sistem dan hubungan antar entity pada model ERD. Skema relasi

merupakan turunan dari ERD.

2.9Internet

Internet merupakan kata singkat dari International Network, dapat

disimpulkan bahwa internet adalah sistem komputer yang saling berhubungan

yang areanya mencakup jaringan internasional (dunia), sehingga memungkinkan

desktop anda dapat bertukar data, pesan, dan file-file dengan berjuta-juta

komputer lain yang terhubung dalam jaringan internet. Internet merupakan

jaringan komputer besar yang menghubungkan komputer di seluruh dunia, sumber

(59)

ditangani oleh satu orang, satu organisasi, atau negara tanpa harus bekerjasama

antara satu dan yang lainnya.

Untuk bisa saling berkomunikasi maka dibutuhkan suatu bahasa, bahasa

standar yang digunakan dalam Internet adalah TCP/IP ( Transmission Control

Protocol/Internet Protocol ) dengan menggunakan bahasa standar tersebut setiap

komputer dapat berinteraksi antara satu dengan yang lainnya walaupun memiliki

sistem operasi berbeda. Untuk mengakses Internet minimal diperlukan sebuah

komputer yang terhubung ke Internet dan sebuah web browser yang digunakan

untuk mengakses halaman Web. Di Internet disediakan banyak fasilitas layanan di

mana setiap layanan tersebut diberikan oleh satu atau beberapa komputer yang

berperan sebagai server.

2.9.1 Home Page, Web Pages dan Web Sites

Home page adalah page pembuka yang akan pertama ditemui sebelum

mengakses informasi lainnya pada suatu web site. Home page ini merupakan

halaman pertama dari suatu web site yang biasanya berisi tentang apa dan siapa

dari perusahaan atau orang pemilik web site tersebut.

Dari Home page ini, informasi lainnya dapat ditemui pada page-page

berikutnya yang tersimpan, yang telah dilink untuk menghubungkan informasi ke

informasi lainnya, baik itu di dalam suatu web page yang sama, ataupun dalam

web page lain pada web site yang berbeda.

Web pages merupakan sebuah halaman khusus dari situs Web tertentu.

Diumpamakan halaman Web ini adalah sebuah halaman khusus buku dari Web

(60)

Web sites, merupakan tempat menyimpan data dan informasi dengan

berdasarkan topik tertentu. Diumpamakan situs Web ini adalah sebuah buku tang

berisis topik tertentu.

2.9.2 Hypertext Transfer Protocol ( HTTP )

HTTP atau Hypertext Transfer Protocol adalah suatu protokol yang

menentukan aturan yang perlu diikuti oleh web browser dalam meminta atau

mengambil suatu dokumen, dan oleh web browser dalam menjadikan dokumen

yang diminta web browser. Protokol ini merupakan protokol standar yang

digunakan untuk mengakses dokumen HTML.

2.9.3 Uniform Resource Locators ( URL )

URL adalah suatu sarana yang digunakan untuk menentukan lokasi

informasi pada suatu web server. URL dapat diibaratkan sebagai suatu alamat, di

mana alamat tersebut terdiri dari :

1. protokol yang digunakan oleh suatu browser untuk mengambil informasi,

2. nama dari komputer di mana informasi tersebut berada, dan

3. jalur/path serta nama file dari suatu informasi.

Format umum dari suatu URL adalah sebagai berikut :

Protokol_transfer ://domain_host[:port]/path/nama_file

2.9.4 Web Server

Web Server adalah sebuah komponen yang dikelola oleh system

administrator atau Internet Service Provider ( ISP ) dan yang merespon request

(61)

adalah sebuah komputer yang dilengkapi dengan software server yang

menggunakan protokol internet seperti HTTP atau FTP untuk merespon request

dari web client dalam sebuah jaringan TCP/IP. Sebagai contoh software web

server adalah Apache web server dan IIS ( Internet Information Service ).

2.9.5 Web Browser

Web Browser merupakan multi protokol yang dapat mengakses bagian

server yang menyediakan informasi dengan menggunakan sekumpulan

aturan-aturan ( protokol ) untuk berkomunikasi.

Web browser dan link dalam dokumen Web dapat menkomunikasikan server

dengan menggunakan protocol HTTP, FTP dan telnet.

2.9.6 Pengenalan PHP

PHP pertama kali dibuat pada musim gugur tahun1994 oleh Rasmus

Lerdoff. Awalnya digunakan pada website untuk mencatat siapa saja yang

berkunjung dan melihat biodatanya. Tahun 1995 diangap sebagai kelahiran

PHP/FI yang kemudian membuat pertumbuhan aplikasi web yang pesat dan

banyak orang kemudian berkontribusi mengembangkan PHP. PHP adalah

singkatan dari “PHP:Hypertext Preprocessor” yang merupakan sebuah bahasa

pemrograman yang berbentuk Scripting, sistem kerja dari program ini adalah

sebagai Interpreter bukan sebagai Compiler.

Pada bahasa pemrograman, yang dikatakan sebagai bahasa compiler adalah

bahasa yang akan mengubah script-script program ke dalam source code,

selanjutnya dari bentuk source code akan diubah menjadi bentuk object code,

Gambar

Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT Yoshindo Indonesia Technology
Gambar 2.2. Karakteristik Sistem [3]
Gambar 2.3. Siklus Informasi [3]
Gambar 3.3. Flowmap laporan pembayaran barang
+7

Referensi

Dokumen terkait